Media Pendidikan Matematika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2338-3836 / 2657-0610
Current Publisher: LPPM IKIP Mataram (10.33394)
Total articles ≅ 46
Filter:

Latest articles in this journal

Sunyoto Hadi Prajitno
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3068

Abstract:
The way of thinking logically and reasoning in number theory courses can be seen by the number of proofs of the properties of numbers in some basic set of numbers. This qualitative research aims to analyze student creativity in solving proving questions directly. The research involved 37 third semester students taking lectures on number theory. Data collection techniques provide questions then students with their own desires go to work in front of the class. Data analysis was performed by analyzing the creativity of the evidence carried out by students fulfilling which aspects of the aspects of creative thinking behavior and indicators of creative thinking abilities based on Mahmudi. A total of four students have been able to use the proving tools provided. The four students are creative because they meet at least one indicator of the ability to think creatively based on Mahmudi, student creativity in proving only 10.1% of the total number of students involved in this study. This can be seen from the one given problem which can only emerge four evidentiating creatives from the ten existing evidences. Thus, the class is included in the creative class. In addition, it is analyzed based on the number of students who are creative, more creative where in the class, male or female students. The results of research on this matter are more creative female students male students.
Zeny Ernaningsih
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3083

Abstract:
AbstrakSemakin berkembangnya pendidikan di Indonesia saat ini juga menuntut pendidik untuk terus mengikuti perkembangan yang ada dengan selalu melakukan modifikasi-modifikasi dalam menentukan metode, model dan instrumen pembelajaran yang sesuai dengan peserta didiknya. Gaya kognitif dan kemampuan spasial mempunyai poin yang penting dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran. Dalam pembelajaran matematika yang banyak membutuhkan kemampuan imajinasi dan pemecahan masalah yang baik maka mengetahui setiap kemampuan spasial dan gaya kognitif peserta didik sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kognitif dan kemampuan spasial peserta didik dalam pembelajaran matematika materi geometri agar pendidik dapat menentukan metode, model dan instrumen pembelajaran yang sesuai dengan peserta didiknya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dimana peneliti mendeskripsikan data – data yang didapatkan dalam penelitian. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan infromasi bahwa kelas X MIPA 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta masih membuthkan latihan untuk meningkatkan kemampuan spasial karena lebih dari 50% peserta didik belum memiliki kemampuan spasial yang baik. Untuk gaya kognitif, peserta didik kelas X MIPA 2 cenderung memiliki gaya kognitif reflektif dan Field Dependent. Dari hasil penelitian ini diperlukan modifikasi dalam memilih metode,model dan instrumen pembelajaran yaitu metode yang lebih mengeksplore lebih dalam kemampuan peserta didik dengan menyajikan masalah – masalah. Kemudian untuk instrumen pembelajaran, pendidik bisa memodifikasi dengan bantuan Lembar Kerja Peserta didik yang sudah disertai dengan topangan – topangan untuk melatih peserta didik mandiri untuk memecahkan masalah.Kata kunci: Gaya Kognitif, Kemampuan Spasial,Trigonometri
Seftyana Ayu Susanti, Mega Teguh Budiarto
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3092

Abstract:
Literasi matematis dan etnomatematika adalah dua gagasan utama tentang mengetahui matematika dalam kehidupan sehari-hari. Literasi matematis merupakan gagasan yang berfokus pada persyaratan matematika dan sosial yang dapat mencerminkan kompetensi seseorang dalam matematika, sementara etnomatematika menekankan kompetensi orang yang dikembangkan dalam kelompok budaya yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berfokus pada budaya batik Jonegoroan (batik khas Kabupaten Bojonegoro) karena belum ada peneliti terdahulu yang mengkajinya terlebih tentang etnomatematika dan literasi matematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk etnomatematika pada batik Jonegoroan ditinjau dari aspek literasi matematis yaitu aspek konten, konteks, dan proses matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipan dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan lembar catatan penelitian. Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kajian etnomatematika pada batik Jonegoroan dapat ditemukan beberapa konsep matematika yaitu konsep transormasi geometri, bangun datar, dan grafik fungsi trigonometri. Berdasarkan kajian tersebut, aktivitas yang dilakukan oleh pengrajin batik Jonegoroan memenuhi aspek literasi matematis. Dengan demikian, batik Jonegoroan dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika.
Wahyuddin Wahyuddin
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3142

Abstract:
Banyak siswa tidak menyukai matematika dan menganggapnya tidak relevan dengan kebutuhan mereka (Grootenboer and Marshman 2016). Siswa takut, cemas, bahkan benci pelajaran matematika sehingga tidak senang mengikuti pelajaran matematika. Berdasarkan hal tersebut, sehingga pembelajaran matematika harus direncanakan secara matang dengan metode yang bervariasi sehingga siswa merasa nyaman mengikuti kegiatan pembelajaran sebagaimana pendapat (Stoll 1999) bahwa strategi pembelajaran yang menyenangkan cenderung menentukan sejauh mana siswa memahami materi yang disajikan kepada mereka. Penelitian ini adalah classroom action research untuk mengetahui apakah dengan penerapan pembelajaran pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TJK.I SMK Handayani Makassar sebnayk 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Pengumpulan data dengan tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket respons siswa yang kemudian dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar siklus I sebesar 61,11 dengan standar deviasi 14.88 meningkat pada siklus II dengan rata-rata sebesar 70,83 dan standar deviasi 12,73. Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal sebanyak 9,72% sehingga dengan diterapkannya pembelajaran dengan pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik pada siswa, maka hasil belajar matematika dan keaktifan siswa dapat meningkat.
Desi Maulidyawati, Muhammad Irham
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3163

Abstract:
INOVASI merupakan lembaga kemitraan Indonesia - Australia yang fokus pada literasi dan numerasi. Salah satu program intervensi yang dijalankan di Kabupaten Sumbawa adalah implementasi pendekatan PDIA di SDN 2 Pungkit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana proses penerapan pendekatan Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA) di kelas 1 SDN 2 Pungkit dalam mengatasi kesulitan belajar matematika siswa. PDIA merupakan sebuah pendekatan yang digunakan oleh INOVASI dalam mencari tahu bagaimana meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dalam numerasi dengan menggunakan pendekatan yang dirancang untuk mencari solusi lokal dalam mengatasi masalah-masalah lokal dan khusus dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tentang bagaimana penerapan PDIA dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Subjek penelitian ini terdiri dari satu orang guru kelas 1 SDN 2 Pungkit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan kajian literatur. Teknik analisis data dilakukan dalam empat tahapan yaitu, koleksi data, reduksi data, menyajikan data dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan PDIA dilaksanakan dalam lima tahapan yaitu, 1) eksplorasi, 2) sintesis, 3) perancangan, 4) coba gagasan, 5) kaji ulang. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan PDIA mampu membuat siswa lebih aktif melalui pemanfaatan media konkrit dan metode diskusi. Hasil lainnya juga menunjukkan bahwa hasil belajar semua siswa tuntas terhadap KKM.
Bq. Malikah Hr, Indah Arry Pratama, Pyo Apriliana Munawarah
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3169

Abstract:
The purpose of this research was to describe the effect of fully online learning to the mathematical reasoning abilities of students. The research was a mixed-method using quantitative and qualitative methods with one group pretest-posttest design. There were 32 students of class XI MIA MA NW Wanasaba, Wanasaba Sub-District, East Lombok Regency as the sample. Instrument of this research was the mathematical reasoning abilities essay test consists of 10 questions on learning materials of limit function. The quantitative data analysis using descriptive statistics with paired sampel t-test. According to the results of data analysis, it was discovered that (). This indicated that there was a significant difference between pretest and posttest. Based on the percentage of the mathematical reasoning abilities test of students, the percentage of pretest was 63% of the students have the mathematical reasoning abilities with good category and posttest was 34% of the students have the mathematical reasoning abilities with good category. In addition, there were 84% of the students prefer the blended learning than the fully online learning, because it was effective to the mathematical reasoning abilities of students. Based on the results of the research it can be concluded that the fully online learning was no more effective than blended learning.
Ratri Candra Hastari
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.2987

Abstract:
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa penalaran matematis calon guru matematika laki-laki maupun perempuan dengan gaya belajar auditori dan penalaran matematis calon guru matematika laki-laki maupun perempuan dengan gaya belajar kinestetik dalam menyelesaikan soal geometri analitika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Studi kasus ini mempelajari secara intensif seorang individu atau kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis subjek laki-laki lebih baik daripada subjek perempuan, karena subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar auditori dan kinestetik hampir memenuhi semua indikator penalaran matematis. hanya pada indikator menyelidiki dugaan matematika, masih ada jawaban yang belum benar karena kurang teliti dari hasil analisa subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar auditori, sedangkan pada subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar kinestetik pada indikator menyelidiki dugaan matematika masih ada langkah yang salah dalam penghitungan, walaupun sebenarnya subjek mampu memberikan penjelasan langkah-langkah penyelesaian dengan konsep-konsep yang ada. Subjek calon guru matematika perempuan dengan gaya belajar auditori maupun kinestetik belum mampu memenuhi semua indikator penalaran matematis.
Ibrahim Ibrahim
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3145

Abstract:
The purpose of this literature studies is to gain knowledge in designing straight line equation material in middle school oriented to higher order thinking skills. The theory used in this study is constructivism in mathematics learning and the concept of higher order thinking skills. The presentation design of straight line equation material is designed through a presentation in the form of three problem situations. The three problem situations, based on theoretical studies, can be said to have fulfilled the three basic principles in constructing mathematical knowledge and three aspects of higher order thinking skills. The results of this literature studies can be concluded that the presentation design of straight line equations material in middle school in this study can be said to be oriented to higher order thinking skills.
Sanapiah Sanapiah, Yuntawati Yuntawati
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3162

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada materi pola bilangan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan secara kolaboratif antara Seorang Dosen Program Studi Pendidikan Matematika dan guru mata pelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan dalam 8 kali pertemuan (4 minggu) termasuk quis dan evaluasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 8A SMPN 17 Mataram yang terdiri dari 10 peserta didik laki-laki dan 22 peserta didik perempuan. Pemilihan subjek ini dilakukan oleh guru mata pelajaran matematika berdasarkan prestasi belajar peserta didik ketika di kelas 7 yang dikelompokkan dalam 4 kelas 8. Kelas 8A merupakan kelas yang memiliki nilai matematika lebih tinggi dibandingkan 3 kelas lainnya. Analisis data hasil belajar peserta didik dilakukan secara deskriftif berdasarkan nilai LKPD, quis, dan evaluasi serta hasil refleksi. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini selain mampu meningkatkan pemahaman konsep juga mampu meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Tentunya harus di dukung oleh pemahaman guru dalam merancang aktivitas untuk setiap materi matematika yang disajikan dalam RPP dan terimplementasi dalam aktivitas di LKPD. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendari bagi para guru untuk menyusun RPP menggunakan pendekatan saintifik dengan lebih memfokuskan aktivitas peserta didik pada bagian aktivitas pengamatan dan mengumpulkan informasi.
Nurul Afifah Rusyda, Suherman Suherman, Suhendra Suhendra, Rusdinal Rusdinal
Published: 31 December 2020
Media Pendidikan Matematika, Volume 8; doi:10.33394/mpm.v8i2.3192

Abstract:
This research was conducted because the students' self-efficacy in mathematics was still low. The Brain Based Learning approach is expected in solving this problem. The purpose of this study was to determine and analyze the increasing in self-efficacy of students who received the Brain Based Learning (BBL) approach in mathematics. This study is a quasi-experimental study with a nonequivalent control group design. The population of this study were all students of grade VII at a junior high school in Padang City. The sample was determined by purposive sampling technique. The data collection instrument in this study was a non-test (questionnaire). Questionnaires are used to measure students' mathematical self-efficacy. The questionnaire is based on indicators of self-efficacy. The self-efficacy questionnaire consists of 28 questionnaire items. The questionnaire was given before being given treatment and after being given treatment. The treatment given was in the form of mathematics learning based on the BBL approach. The result of this study is that the increase in self-efficacy of students who get the BBL approach learning is significantly better than learning with the conventional approach as a whole.
Back to Top Top