Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2252-5254 / 2654-8143
Total articles ≅ 37
Filter:

Latest articles in this journal

Samwil Samwil, Yusi Hidjrawan, Muzakkir Muzakkir, Endah Anisa Rahma
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 199-216; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i2.23559

Abstract:
This study aims to determine the community's response to the pandemic and learning practices during the pandemic for the children of rural farmers in South Aceh. This study uses a qualitative approach with a descriptive model. Data obtained from observations, interviews, and relevant literature studies, then analyzed the data, researchers will use interactive analysis techniques. The results of this study indicate that 1) The public's perception of risk for a pandemic is low, but the community continues to respond well to this pandemic, namely complying with health protocols by using masks when going out to public places. 2) Learning activities for children from rural farming communities in Kluet Tengah continued as usual. Like other schools that adhere to the education bureaucracy, schools in rural areas also implement health protocols and shorten teaching and learning time in class, even though the community in the school environment considers pandemics to be a natural reality. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons masyarakat terhadap pandemi dan praktik pembelajaran masa pandemi pada anak petani pedalaman Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi literatur yang relevan, kemudian dianalisis data, peneliti akan menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Persepsi risiko masyarakat terhadap pandemi tergolong rendah, namun masyarakat tetap merespons pandemi ini dengan baik yaitu mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker ketika keluar menuju ke tempat-tempat umum. 2) Kegiatan pembelajaran anak-anak masyarakat petani pedalaman yang ada di Kluet Tengah berlangsung seperti biasa. Sebagaimana sekolah lainnya yang patuh pada birokrasi pendidikan, maka sekolah di pedalaman juga menerapkan protokol kesehatan dan mempersingkat waktu belajar mengajar di dalam kelas, meskipun masyarakat dilingkungan sekolah tersebut menganggap pandemi sebagai realitas yang biasa.
Aditya Candra Lesmana, Budi Sutrisno
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 236-254; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i2.23716

Abstract:
This article aims to discuss the potential for the disintegration of the Indonesian nation after the 2019 general election. The method used is a literature study using the concept of Identity Politics. The result of the study found that the game of identity politics in the implementation of the Presidential election created a counter-productive process. There is a potential for national disintegration due to the identity politics played by the two pairs of candidates fighting in the Presidential election. The strengthening of feelings of in-groupness creates dislike for other groups pushed the emergence of various phenomena and acts of violence due to the use of identity politics in the 2019 presidential election. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk membahas potensi disintegrasi bangsa Indonesia pasca pemilu 2019. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menggunakan konsep identitas politik. Hasil penelitian menemukan bahwa permainan politik identitas dalam pelaksanaan Pilpres menciptakan proses yang kontra produktif. Ada potensi disintegrasi bangsa akibat politik identitas yang dimainkan dua pasangan calon yang bertarung di Pilpres. Menguatnya perasaan in-groupness menimbulkan ketidaksukaan terhadap kelompok lain mendorong munculnya berbagai fenomena dan tindakan kekerasan akibat penggunaan politik identitas pada pemilihan presiden 2019.
Sarvina Fitri Rizky, Aghnia Zahrah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 155-173; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i2.21452

Abstract:
This article aims to find out the attention of professionals in the field of architecture on housing and mental health issues. It has been found that a building can affect the physical and mental health of humans, so that focusing research on housing is considered very important where housing is a place where humans spend their time and hope to get comfort and tranquility. The study was conducted by tracing articles in journals by focusing on titles and discussions that raised residential design issues oriented to the prevention and healing of people with mental health disorders. The journals taken as the source of the articles are national and international journals that are within the accreditation range of Sinta (1-2) and Q1. This study found that the level of discussion that occurs regarding residential design oriented towards people with mental health disorders is low. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perhatian para profesional dalam bidang arsitektur pada masalah hunian dan kesehatan mental. Telah ditemukan fakta bahwa suatu bangunan dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental manusia, sehingga menfokuskan penelitian terhadap hunian di anggap sangat penting di mana hunian menjadi tempat manusia menghabiskan waktunya dan berharap mendapat kenyamanan dan ketenangan. Penelitian ini dilakukan dengan menelusuri artikel pada jurnal dengan memusatkan perhatian pada judul dan pembahasan yang mengangkat permasalah desain hunian yang berorientasi pada pencegahan maupun penyembuhan penderita gangguan kesehatan mental. Jurnal yang diambil sebagai sumber artikel adalah jurnal nasional dan internasional yang berada dalam rentang akreditasi Sinta (1-2) dan Q1. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat diskusi yang terjadi terkait desain hunian yang berorientasi pada penderita gagguan kesehatan mental adalah rendah.
Darwin Darwin, Nurainun Nurainun, Yuliana Yuliana, Saudah Saudah, M. Nazarullah, Cut Ratna Dewi, Fitri Juliana
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 217-235; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i2.24396

Abstract:
Individual responses to the COVID-19 pandemic are influenced by their knowledge and perception of the pandemic. This study aims to determine the relationship between knowledge and risk perception of MAN 1 Pidie students against Covid-19. This research is a descriptive study using quantitative methods with a survey model, namely a cross-sectional survey. The research population was all MAN 1 Pidie who were selected using a total sampling technique. Data was collected using a questionnaire with the help of the Google Forms application. The data obtained were analyzed descriptively using the Pearson correlation test and simple linear regression test. This study indicates that students' knowledge about covid-19 is in the high category, while students' risk perceptions are in the medium category. Statistical test results show the value of sig. 0.000<0.05. Thus, this study concludes a significant relationship between students' knowledge about COVID-19 and their perception of risk for COVID-19. Abstrak Respons individu terhadap pandemi covid-19 dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsinya terhadap pandemi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan persepsi risiko siswa MAN 1 Pidie terhadap Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode kuantitatif dengan model survei yaitu cross sectional survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MAN 1 Pidie yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan bantuan aplikasi google formulir. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Pearson dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang covid-19 berada pada kategori tinggi, sedangkan persepsi risiko siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. 0,000<0,05. Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa tentang covid-19 dengan persepsi resiko mereka terhadap covid-19.
Tuti Alawiyah, Farhan Setiawan
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 131-154; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i2.22392

Abstract:
This article aims to answer problems related to the factors causing poverty in rural communities, how to eradicate poverty with local wisdom approaches, and how to empower rural communities in the poverty reduction process. The method in this study is to use a literature study. This study indicates that the factors that cause poverty in rural communities are as follows: regional conditions, weak economic growth, low education, inequality, a sense of dependence, and comfort in the zone. Poverty alleviation through local wisdom can be done by exploring natural resources and self-potential that exist in rural communities. Then the empowerment of rural communities in the poverty reduction process requires four principles: equality, participation, independence, and sustainability. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang terkait dengan faktor penyebab kemiskinan pada masyarakat pedesaan, bagaimana mengentaskan kemiskinan dengan pendekatan kearifan lokal, dan bagaimana memberdayakan masyarakat pedesaan dalam proses penanggulangan kemiskinan. Metode dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan studi kepustakaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab kemiskinan pada masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut: kondisi wilayah, pertumbuhan ekonomi yang lemah, pendidikan yang rendah, ketimpangan, rasa ketergantungan, dan kenyamanan dalam zona. Pengentasan kemiskinan melalui kearifan lokal dapat dilakukan dengan menggali sumber daya alam dan potensi diri yang ada pada masyarakat pedesaan. Kemudian pemberdayaan masyarakat pedesaan dalam proses penanggulangan kemiskinan membutuhkan empat prinsip: kesetaraan, partisipasi, kemandirian, dan keberlanjutan.
Ikha Nadia Lilfitri, Dewi Candra Ciptosari, Widya Nur Aisa, Ratih Puspita Dewi
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 188-198; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i2.23284

Abstract:
This article is the result of community service activities. The purpose of this activity is to disseminate information about Covid-19 to children in Talang Hamlet. This socialization activity was carried out online with the Google Meet application with 19 children as participants from elementary to high school levels. The technique of delivering socialization uses the lecture method with PowerPoint media. This activity increased the knowledge of children in Talang Hamlet about the Covid-19 pandemic, especially about the dangers of Covid-19, prevention of Covid-19, and the application of health protocols during the Covid-19 pandemic. At the final stage of the activity, assistance was provided in necessities and hand sanitizer to local hamlet residents. This activity concluded that COVID-19 socialization activities for children could increase their knowledge about Covid-19. Abstrak Artikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan informasi tentang Covid-19 kepada anak-anak di Dusun Talang. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara online dengan aplikasi Google Meet dengan peserta 19 anak dari tingkat SD hingga SMA. Teknik penyampaian sosialisasi menggunakan metode ceramah dengan media PowerPoint. Kegiatan ini menambah pengetahuan anak-anak di Dusun Talang tentang pandemi Covid-19 khususnya tentang bahaya Covid-19, pencegahan Covid-19, dan penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Di akhir kegiatan, diberikan bantuan sembako dan hand sanitizer kepada warga dusun setempat. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi COVID-19 kepada anak-anak dapat menambah pengetahuan mereka tentang Covid-19.
Eko Setiawan
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 174-187; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i2.22618

Abstract:
This article aims to describe community participation in the preservation of the Alas Purwo conservation area. The method used is qualitative with a descriptive model. The data comes from interviews, observations and literature studies. This study found that the community around the Alas Purwo area participates in the management of the conservation area. The communities are positioned as subjects in various conservation area management models. The Alas Purwo National Park Hall as an institution takes efforts to foster a loving nature and develop conservation cadres to provide environmental education to the community so that they care and play a role in preserving the Alas Purwo conservation area.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan konservasi Alas Purwo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model deskriptif. Data bersumber dari hasil wawancara, observasi dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat sekitar kawasan Alas Purwo turut berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan konservasi. Sebagai pelaku utama masyarakat sekitar diposisikan sebagai subyek dalam berbagai model pengelolaan kawasan konservasi. Balai Taman Nasional Alas Purwo sebagai institusi menempuh upaya bina cinta alam dan bina kader konservasi untuk memberikan pendidikan lingkungan pada masyarakat agar mereka peduli dan berperan dalam melestarikan kawasan konservasi Alas Purwo.
Ditha Nurul Fazrin, Iwan Sukoco
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 22-41; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i1.20343

Abstract:
This study aims to determine the social interaction of Lazis Darul Hikam and the community through Instagram social media and to find out the role of social media Instagram in building awareness of donation in Lazis Darul Hikam. The research uses symbolic interaction theory to photograph how people interact using social media, define the meaning of the symbols conveyed and ultimately lead to actions in this case giving donations. The method used is a qualitative method, the donor Lazis Darul Hikam, an active user of Instagram, is an informant in this study. The results showed that social media has the following roles: (1) Instagram is a medium for inter-institutional interaction with the community to introduce programs and reporting media, (2) Instagram social media is also able to build awareness of donations by collecting funds obtained through social media.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial Lazis Darul Hikam dan masyarakat melalui media sosial Instagram serta untuk mengetahui peran media sosial Instagram membangun kesadaran berdonasi di Lazis Darul Hikam. Penelitian menggunakan teori interaksi simbolik untuk memotret bagaimana masyarakat berinteraksi menggunakan media sosial, mendefinisikan makna dari simbol-simbol yang disampaikan dan akhirnya bermuara pada perbuatan dalam hal ini memberikan donasi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, donatur Lazis Darul Hikam pengguna aktif Instagram menjadi informan dalam penelitian ini. Hasil penelitian didapatkan bahwa media sosial memiliki peran sebagai berikut: (1) Instagram menjadi media untuk berinteraksi antar lembaga dengan masyarakat untuk memperkenalkan program dan media pelaporan, (2) Media sosial Instagram juga mampu membangun kesadaran berdonasi dengan terkumpulnya dana yang didapatkan melalui media sosial
Samuel O Okafor
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 63-91; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i1.21988

Abstract:
Nigerian political system much as other nations across the globe has been set up on a particular structure, which covertly dictates the rules for the manipulations of powers and the access to available resources. The understanding of this structure has enabled some groups (especially the political elites and ethnic cum religious majorities) to chart their way out of group related challenges while the ignorance of the structure has made other groups (the electorates and minority groups) in the same system vulnerable to the inordinate ambitions of other groups. Hierarchies of governments in Nigeria such as federal, state and local governments reflect in their nature, opportunities and vulnerabilities for different categories of people of which if properly understood and utilised, will be more service oriented than theoretical assumption. This paper examines the ideal political structures of Nigerian political system, considering the roles of the elements in these structures, their pragmatic implications to the hope of the masses in Nigeria and the harmony of the Nigerian political system. This was carried out with the aid of structural functionalism and game theoretical models. Standing on the angle of utilitarian values of structures, the paper recommends the populists' approach to the Nigerian political structure by the common citizens for the reconciliation of the challenges of multi-ethnic cum religious interests and the crises of the political elites in Nigerian political system
Yuva Ayuning Anjar, Bukhari Bukhari, Nova Hary Utari
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), Volume 15, pp 92-117; https://doi.org/10.24815/jsu.v15i1.21989

Abstract:
The veil on women is not always the result of doctrine. The development of women's thoughts in the modern era makes women free to make choices about what they will wear. This article tries to read the veil phenomenon on women through a phenomenological perspective. Research informants were several members of the Majelis Halaqatul Qulub. As a result, the women's decision to use the veil in the Halaqatul Qulub Assembly went through a process of social construction so that they could interpret the veil itself. The veil as part of identity has also been successfully recognized by the surrounding environment because they have succeeded in voicing their choice in using the veil. AbstrakCadar pada perempuan tidak selalu hasil doktrinasi. Perkembangan pemikiran para perempuan era modern membuat perempuan bebas menentukan pilihan mengenai apa yang akan mereka kenakan. Artikel ini mencoba membaca fenomena cadar pada perempuan tersebut melalui perspektif fenomenologi. Informan penelitian adalah beberapa anggota pengajian Majelis Halaqatul Qulub Banda Aceh. Hasilnya keputusan para perempuan menggunakan cadar di Majelis Halaqatul Qulub telah melalui proses konstruksi sosial hingga mereka dapat memaknai cadar itu sendiri. Cadar sebagai bagian dari identitas juga berhasil diakui keberadaanya oleh lingkungan sekitarnya karena mereka berhasil menyuarakan pilihannya dalam menggunakan cadar
Back to Top Top