JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi)

Journal Information
ISSN / EISSN : 25409077 / 25409832
Current Publisher: University of Kanjuruhan Malang (10.21067)
Total articles ≅ 44
Filter:

Latest articles in this journal

Siti Rena Mei Nurliana, Dwi Fauzia Putra, Siti Halimatus Sakdiyah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 5, pp 67-80; doi:10.21067/jpig.v5i1.4199

Abstract:
Pembangunan agrowisata dilatar belakangi oleh lahan yang tidak produktif dan atas inisiatif masyarakat, lahan tersebut ditanami belimbing yang kemudian berhasil sampai menjadi agrowisata dan diresmikan pemerintah kabupaten. Agrowisata menjadikan masyarakat terutama petani yang terlibat mengalami perubahan dari kondisi sebelum dengan setelah adanya agrowisata, oleh karena itu masyarakat petani memiliki makna adanya agrowisata yang didasari oleh motif sebab dan motif tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konteks sosial subjek yang melatar belakangi agrowisata kebun belimbing; (2) Tindakan yang diterapkan subjek dalam Pembangunan Agrowisata Kebun Belimbing; (3) Makna Pembangunan Agrowisata bagi Subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan pengelola dan masyarakat petani yang ikut serta mengelola agrowisata dimana pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu orang yang paling dianggap tahu tentang apa yang peneliti harapkan. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan dan memverifikasi data. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Konteks sosial subjek dilihat dari karakteristiknya yang terdiri dari usia, tingkat pendidikan, beban tanggungan, luas dan status lahan, serta penghasilan yang didapatkan; (2) Tindakan yang diterapkan subjek berupa penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pasca panen; (3) Makna pembangunan agrowisata bagi subjek yaitu sebagai substitusi ekonomi, untuk memperoleh status sosial organisasi, dan untuk kehidupan anak yang lebih baik. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji strategi dalam mengembangkan agrowisata berbasis pada lingkungan dan partisipasi masyarakat sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin tinggi. Kata kunci: agrowisata, kebun belimbing, fenomenologi, makna, budidaya
Anisaa Nur Halimah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 5, pp 13-22; doi:10.21067/jpig.v5i1.3942

Abstract:
Kecamatan Cawas merupakan daerah yang rawan bencana gempa bumi dan banjir. Rawan bencana gempa bumi di Kecamatan Cawas berada pada Daerah Potensi Sedang. Rawan bencana banjir di Kecamatan Cawas berada pada Daerah Potensi Tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) tingkat pengetahuan siswa SMP dan SMK di Kecamatan Cawas dalam menghadapi bencana gempa bumi dan banjir; 2) sikap siswa SMP dan SMK di Kecamatan Cawas dalam menghadapi bencana gempa bumi dan banjir; 3) perbedaan antara pengetahuan dan sikap siswa SMP dan SMK di Kecamatan Cawas dalam menghadapi bencana gempa bumi dan banjir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMP Muhammadiyah 3 Cawas dan SMK Muhammadiyah Cawas. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 208 siswa dengan jumlah siswa SMP Muhammadiyah 3 Cawas sebanyak 63 siswa dan 145 siswa dari SMK Muhammadiyah Cawas. Sampel dari penelitian ini adalah purposive sampling dengan teknik sampling non random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap siswa SMP dan SMK termasuk dalam kriteria tinggi.
Rani Dwi Jayanti
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 5, pp 46-55; doi:10.21067/jpig.v5i1.4012

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Novia Zalmita, Novra Rizkia
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 5, pp 81-85; doi:10.21067/jpig.v5i1.4084

Abstract:
Teaching and learning practices today are often found problems such as the use of models that are still minimal and not in accordance with the characteristics of students. Generally teachers teach using only conventional learning models, while the Kurikulum 2013 requires students to be able to think at a high level. This can certainly be achieved by applying learning models such as Problem Based Learning and Contextual Teaching and Learning in the learning process. This study aims to compare the learning outcomes of the two models in Class X Geography in SMAN 5 Banda Aceh. The research method uses a quantitative approach to the type of experimental research that is quasi-experimental design with the initial assumption that learning outcomes taught using Problem Based Learning are better than those taught using Contextual Teaching and Learning. The population in this study were all grade X students at SMAN 5 Banda Aceh. Sampling using a purposive sampling by considering the initial ability of students is the same. Samples were taken as many as two classes totaling 46 students. Hypothesis testing techniques using non-parametric statistical tests according to Mann-Whitney (U test) using the Z test because the sample> 20. The results obtained from the results of the U Test namely Zhitung = 5.81 and at a significance level of 5%, obtained Ztable = 1.65. So it is obtained Zhitung> Ztabel so accept Ha. Thus, it can be concluded that learning outcomes of students taught with Problem Based Learning (PBL) are better than Contextual Teaching and Learning (CTL) in Geography Class X in SMAN 5 Banda Aceh
Firda Nur Fatta, Tika Melinda, Rose Anna Anggun Fajariyah, Rawi Akbar Pratama, Dhandy Armikko Putro, Zaid Ali Wardana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 5, pp 56-66; doi:10.21067/jpig.v5i1.4054

Abstract:
Dalam rangka mengurangi dampak dari bencana gempabumi dalam sebuah komunitas diperlukan adanya mitigasi yang baik. Mitigasi tersebut dapat berupa mitigasi struktural dan non struktural. Mitigasi bencana gempa bumi dapat dilakukan melalui upaya pembangunan sarana fisik yang memadai. Hal ini, setidaknya dapat meminimalkan resiko bilamana terjadi bencana gempabumi di sekolah, menginggat gempabumi terjadi sewaktu – waktu dan sebagian besar waktu siswa dihabiskan di sekolah. Adanya sarana fisik yang memadai tentu menurunkan resiko serta dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui tingkat kesiapsiagaan SMP Muhammadiyah 3 Cawas terhadap bencana gempa bumi ditinjau dari aspek sarana prasarana pendukung kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, adapun populasi dalam penelitian ini yaitu guru dan siswa SMP Muhammadiyah 3 Cawas, Kabupaten Klaten dengan teknik nonprobability sampling. Hasil penelitian menunjukan sarana prasarana pendukung kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana gempabumi masih kurang siap jika dilihat dari rerata parameter struktural sekolah.
Mustika Arif Jayanti, Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 5, pp 1-12; doi:10.21067/jpig.v5i1.3852

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Tasha Vima Eka
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 5, pp 23-32; doi:10.21067/jpig.v5i1.3994

Abstract:
Klaten Regency as one of the regencies in Central Java Province is prone to natural disasters such as earthquakes, floods, landslides, droughts and tornadoes. The purpose of this mitigation education is to teach disaster learning properly and correctly so that students are able to be prepared for disaster threats in the school environment. The population in this study were 100 school residents. The school residents are 85 students, and 15 teachers in MTs Muhammadiyah 6 Bayat, Klaten Regency. Sampling using a random sampling technique with Slovin method. The results showed that the students of Mts Muhammadiyah 6 Bayat still had quite low knowledge about disaster preparedness.
Endang Surjati
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 5, pp 33-45; doi:10.21067/jpig.v5i1.4144

Abstract:
Penyakit TB Paru menyebabkan kematian nomor tiga terbesar di Indonesia yang banyak diderita oleh kelompok usia produktif kerja dan golongan ekonomi lemah. Penularan penyakit TB Paru dapat secara langsung ataupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran prevalensi TB Paru di Kota Malang dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prevalensi TB Paru di Kota Malang. Penelitian ini dengan menggunakan metode nearest neighbor ratio (NNR) untuk mengetahui pola sebaran spasial penyakit TB Paru di Kota Malang. Nilai Nearest Neigborhood Ratio untuk setiap kecamatan di Kota Malang adalah < 1, maka pola sebaran penyakit TB Paru di Kota Malang membentuk pola spasial cluster.
Maula Zakiyyatul Millah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 4, pp 1-9; doi:10.21067/jpig.v4i2.3089

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Deasyka Milna Syahputri
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Volume 4, pp 27-42; doi:10.21067/jpig.v4i2.3317

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Back to Top Top