Jurnal MensSana

Journal Information
ISSN / EISSN : 2527-645X / 2622-4917
Total articles ≅ 36
Filter:

Latest articles in this journal

Arfin Deri Listiandi, Didik Rilastiyo Budi, Rifqi Festiawan, Reshandi Nugraha, Faiz Faozi, Rafdlal Saeful Bakhri
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 78-86; doi:10.24036/jm.v5i1.144

Abstract:
Penelitian ini memiliki latar belakang untuk mengetahui sejauh mana cardiorespiratory fitness mahasiswa karena sebagai mahasiswa olahraga tentunya memerlukan aspek kebugaran dalam menjalani setiap perkuliahan khususnya perkuliahan praktik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan utuk melihat hubungan body fat dan physique rating dengan cardiorespiratory fitness mahasiswa. Metode penlitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, subjek penelitian adalah 46 mahasiswa program studi pendidikan jasmani STKIP Bina Mutiara Sukabumi. Pengukuran menggunakan Bioimpedance Analisys untuk mengukur body fat dan physique rating sedangkan cardiorespiratory fitness menggunakan multistage fitness test. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara body fat dan physique rating dengan cardiorespiratory fitness.
Shaghahur Rahman Hanel, Muhamad Sazeli Rifki
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 87-95; doi:10.24036/jm.v5i1.143

Abstract:
Masalah penelitian adalah kurangnya kemampuan motorik kasar tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas permainan modifikasi bola basket terhadap kemampuan motorik kasar Tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah penyandang tunagrahita ringan di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kota Padang. yang berjumlah 10 orang. Teknik pengambilan sampel adalah dengan teknik total sampling, maka sampel penelitian ini berjumlah 10 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan motorik (Scott Motor Ability Test) untuk mengukur kemampuan motorik anak tunagrahita. Analisa data dan pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis komparasi dengan menggunakan rumus uji beda mean (uji t) dengan taraf signifikan α = 0,05. Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil : Terdapat efektifitas permainan modifikasi bola basket terhadap kemampuan motorik kasar Tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kota Padang, dengan perolehan koefisien uji “t” yaitu thitung = 7,87 > ttabel = 1,833.
Arisman Arisman, Ardo Okilanda
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 69-77; doi:10.24036/jm.v5i1.138

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru kelas terhadap pengembangan diri olahraga Panahan. Hal ini muncul karena siswa cenderung termotivasi terhadap permainan panahan yang diajarkan oleh Guru Penjaskes yang ada disekolah tersebut, sehingga siswa begitu antusias dalam melakukan aktifitas tersebut. Jumlah sampel dalam penelitian ini meliputi 15 Orang guru kelas di SD Islam Al-Azhar Cairo Palembang. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah menggunakan angket/kuesioner dengan skala Guttman. Analisis data yang digunakan adalah rumus distribusi frekuensi dalam bentuk persentase. Hasil penelitian yang diperoleh, dari variabel kemampuan guru dalam mengajar pengembangan diri dari 10 item yang diajukan, tingkat capaian responden mencapai 86,00%. Kemudian variabel model modifikasi dalam mengajar pengembangan diri dari 10 item yang diajukan, tingkat capaian responden mencapai 89,33%. Dari temuan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwasanya tingkat capaian pelaksanaan pengembangan diri Kemampuan Guru dan modifikasi olahraga Panahan yang ada disekolah tersebut diklasifikasikan pada kategori Baik.
Rices Jatra, Nova Risma, YanDi Saputra
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 63-68; doi:10.24036/jm.v5i1.129

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan groundstroke Mahasiswa UKM Tenis Lapangan Penjaskesrek FKIP UIR. Tenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan Tenis Universitas Islam Riau pada Bulan Oktober 2019.S Instrumen tes dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan groundstroke tenis lapangan. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Unit kegiatan Tenis lapangan pada prosi penjaskesrek FKIP UIR sebanyak 23 orang. Hasil penelitian sebagai berikut: 8,70% memiliki hasil groundstroke dengan Kategori Baik Sekali, 13,04% memiliki hasil groundstroke Kategori Baik, 56,52% memiliki hasil groundstroke dengan Kategori Cukup, 17,39% memiliki hasil groundstroke dengan Kategori Kurang, 14,35% memiliki hasil groundstroke Kategori Kurang Sekali. Secara rata rata didapatkan hasil 1. Hasil kemampuan groundstroke forehand didapat skor rata-rata (mean) 28,17, berada pada Kategori Baik. 2. Hasil kemampuan groundstroke Backhand didapat skor rata-rata (mean) 23,09 berada pada Kategori Cukup atau Sedang. 3. Hasil kemampuan groundstroke didapat skor rata-rata (mean) 51,26, berada pada Kategori Cukup.
Indra Jati Kusuma, Panuwun Joko Nurcahyo, Bayu Suko Wahono, Rifqi Festiawan
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 46-52; doi:10.24036/jm.v5i1.126

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengembangan wisata olahraga rumpit bike and adventure di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, focus group discusion, wawancara dan dokumentasi. Penentuan sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling. Uji validitas menggunakan trianggulasi data dan teknik analisa data menggunakan analisa interaktif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Upaya pengembangan wisata yang dilakukan adalah: a) Pembentukan kelompok kerja, b) Penataan bukit rumpit, c) Menggandeng tokoh pemuda, d) Meluaskan jaringan dengan komunitas, e) Pemanfaatan sosial media, e) Pembuatan spot foto, f) Memberlakukan harga tiket masuk, 2) Faktor pendukung dan penghambatnya adalah: Pendukung: a) Ada tempat spot foto yang terkini b) peminjaman sepeda gratis, c) Ada tempat dengan pemandangan alam yang menarik, d) Potensial untuk pengembangan sepeda “down hill”. Penghambatnya: a) Sumber dana, b) Lokasinya jauh dari sumber air, c) Akses jalan menuju lokasi belum memadai, d) Beberapa area sudah mulai rusak, 3) Potens: Wisata olahraga ini dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran pendidikan jasmani karena: a) Pelajar menggunakan sebagai tempat berkemah, b) Digunakan sebagai tempat outbond, c) Mendorong kemandirian pelajar melalui alam, d) menumbuhkan budaya kerjasama. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola pengembangan wisata olahraga rumpit bike and adventure terlaksana melalui tiga aspek yaitu upaya pengembangan, faktor penghambat dan pendukung serta potensi pengembangan.
Syahrastani Syahrastani, Fajri Kamal
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 40-45; doi:10.24036/jm.v5i1.130

Abstract:
Multimedia is a more complex learning media, and a means of delivering messages in two or more forms. This study aims to determine the effect of 50 M freestyle swimming course using multimedia on the learning outcomes of student majoring in sports education at FIK UNP. The method used is quasi experiment. The sampling technique is done by using a random sample quota technique. The sample size for each treatment group is 10 people, so the number of samples is 20 people or 50% of the total population. The results of the data normality test calculation used the Kolmogorov Smirnov test at a significance level of 0.05, showing a significance value> 0.05, so that all sample groups in this study came from normally distributed populations. From the hypothesis test using the t test, tcount> ttable or significance ≤ α value (0.05) was produced. The conclusion of the study was the 50 M freestyle swimming course using multimedia significantly affected the learning outcomes of FIK UNP's Sport Education students.
Junaidy Mohamad Hashim, Mohad Anizu Mohd Noor
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 53-62; doi:10.24036/jm.v5i1.135

Abstract:
The purpose of this study is to examine the level of knowledge and skills to apply the Psychological Skills Training (PST) among the Co-Curriculum Coaches of Malaysian Teachers' Teachers Institute which are randomly selected. A total of 77coches participated in this study consisting of 63 male coaches and 14 female coaches. The instrument for this study is a set of The Sports Psychology Revised Coach-2 (SPARC) questionnaire modified by the researchers based on the suitability. The questionnaire consists of 2 parts namely coaches demography and knowledge level Psychological Skills Training (PST) consisting of 10 items of questions and skilled to apply psychological Skills Training (PST) exercise sports psychology skills (10 items) based on Likert scale five values. An analysis is carried out descriptively involving frequency and percentage. The results based on application training showed that the method of self-talk training was very frequent and always applied, by 10 samples or 12.9%, followed by stress management training method by 6 samples or 7.8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level. 8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level. 8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level.
Rohman Hidayat, Didik Rilastiyo Budi, Ajeng Dian Purnamasari, Ayu Rizky Febriani, Arfin Deri Listiandi
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 33-39; doi:10.24036/jm.v5i1.127

Abstract:
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor fisik dominan yang dapat mendukung keterampilan bermain sepak takraw yang terdiriri dari servis, mengumpan dan smash. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan sampel atlet sepak takraw yang sudah mewakili kabupaten BARLINGMASCAKEB sebanyak 52 orang atlet. Instrumen penelitian menggunakan tes fisik dan keterampilan bermain sepak takraw. Hasil penelitian ini adalah faktor dominan yang memberikan pengaruh terhadap keterampilan servis adalah koordinasi dengan nilai korelasi sebesar 0.937, pada keterampilan mengumpan faktor dominan yang mempengaruhi adalah koordinasi dengan nilai korelasi sebesar 0.933, serta faktor dominan yang mempengaruhi keterampilan smash adalah kekuatan dengan nilai korelasi sebesar 0.603.
Sameer Mohammed Sayyd
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 26-32; doi:10.24036/jm.v5i1.133

Abstract:
Objectives: The aim of this study to evaluate the sports activities in Saudi universities from the students perspective also, to investigate the obstacles influencing sports activities in Saudi universities. Methods: This study is used the descriptive approach to study 114 respondents were randomly selected from in some Saudi university. The questionnaire was used study comprises five questions. An online questionnaire was designed by Google forms and was distributed by email and WhatsApp. Results: The study revealed some obstacles that hinder the success of sports activities in Saudi Arabia universities for males are: Sports injuries, Lack of facilities, Lack of tools, Non updated programs, admission conditions are not clear, Lack of student interest to do sport, Lack of time in university time table to do sport, There is no scheduled for the sport activities in Saudi universities, lack of fund and lack of human recourse. Conclusion: Can see the importance to investigate the most important factors to enhance sports activities. As well most of the university's students agree with the important need to enhance the sports activities. In addition, all of the obstacles consider by the student are easy to solve if universities implement important the factors.
Adiska Rani Ditya Candra, Kumbul Slamet Budiyanto, Sobihin Sobihin
Jurnal MensSana, Volume 5, pp 15-25; doi:10.24036/jm.v5i1.128

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik psikologi Atlet pada cabang olahraga Atletik serta membandingkan perbedaan antar nomor event yang terdiri dari nomor Lari, Lempar dan lompat. Penelitian dilakukan pada Atlet UKM Atletik Universitas Negeri Semarang dengan jumlah 27 Atlet Mahasiswa (11 Atlet Sprint, 6 Atlet Lari Jarak Panjang, 6 Atlet Lompat dan 6 Atlet Lempar). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen Psychological Skill Inventory For Sport (PSIS-IR-5) Oleh Mahoney (1987) dan diadopsi dan dikembangkan pada Negara Deutch yaitu menjadi (PSIS-Youth-Cro) (Sindik et al., 2013). Hasil penelitian menyimpulkan analisis karakteristik Psikologi Atlet UKM Atletik adalah sebagai berikut Faktor yang paling dominan dari 6 faktor yang diteliti Motivasi dan Percaya diri. Motivasi paling baik ditunjukkan oleh atlet lempar dan setelah diikuti oleh atlet lompat sprit dan atlet lari jarak jauh, Sedangkan faktor percaya diri paling baik dimiliki oleh atlet lari jarak menengah diikuti alet lempar, sprint dan lompat. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dari masing-masing nomor event, pada faktor Kecemasan, Persiapan Mental, Motivasi, Perhatian Tim, Konsentrasi dan Percaya Diri. Ini dapat disimpulkan bahwa, Karakteristik Psikologi Atlet Atlet dari keempat nomor event tersebut tidak memiliki peredaaan berarti.
Back to Top Top