Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Journal Information
ISSN / EISSN : 24776076 / 26858169
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (10.33084)
Total articles ≅ 32
Filter:

Latest articles in this journal

Diplan Diplan, Dicky Tri Firmansyah, Rini Rini
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 22-28; doi:10.33084/tunas.v5i1.1186

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan menulis rangkuman mata pelajaran Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas IV SDN 2 Pahandut Palangka Raya Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas IV SDN 2 Pahandut Palangka Raya tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif. Kehadiran peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian ini dan sekaligus sebagai pengumpul data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari analisis reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/kesimpulan secara sistematis pada saat pelajaran menulis rangkuman di Kelas IV SDN 2 Pahandut Palangka Raya dilaksanakan dengan mengacu pada kemampuan peserta didik dalam menulis rangkuman yang mengalami kesulitan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Hasil penelitian yang dilaksanakan di Kelas IV SDN 2 Pahandut Palangka Raya dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menulis rangkuman dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal.
Azmi Al Bahij, Nadiroh Nadiroh, Henita Rahmayani, Sihadi Sihadi
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 7-13; doi:10.33084/tunas.v5i1.1183

Abstract:
Perubahan iklim terjadi diantaranya disebabkan karena penggunaan energi yang belum ramah. Perilaku hemat energi dimulai sejak usia Sekolah Dasar atau dini. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan strategi peningkatan perilaku hemat energi melalui energi literasi. Penelitian ini dilaksanakan di SD Labs School FIP UMJ, pada bulan Mei 2019. Subjek penelitian ini adalah Pengelola, Kepala Sekolah, tenaga pendidik siswa SD Labs School FIP UMJ. Metode yang digunakan adalah SWOT. Hasil penelitian ini adalah rumusan strategi yang berupa 1). Merumuskan kurikulum berbasis karakter energi literasi. 2). Membuat program sekolah berbasis prilaku hemat energi 3). Memberikan pelatihan kepada pendidik dan tenaga kependidikan terkait materi hemat energi 4). Menambah koleksi bahan bacaan terkait energi 5). Menggunakan sarana dan prasarana untuk memberikan pemahaman hemat energi 6). Menyampaikan hemat energi dengan konten kreatif 7). Menjalin kerjasama dengan instansi lain (Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Kemendikbud).
Norcahyono Norcahyono, Ariyadi Ariyadi
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 50-61; doi:10.33084/tunas.v5i1.1192

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Yang pengumpulan datanya dilakukan melalui kajian dari berbagai literatur dan juga dari berbagai pendapat majlis tarjih Muhammadiyah Kalimantan Tengah. Setelah pengumpulan dan pengolahan data, kemudian dilakukan analisis kualitatif. Penelitian yang ada dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif adalah penelitian hukum yang meletakkan hukum sebagai sebuah bagian sistem norma. Sistem norma yang dimaksud adalah mengenai asas-asas, norma kaidah, dari peraturan perundangan, putusan pengadilan, perjanjian serta doktrin (ajaran). Serta tempat penelitian adalah di Majlis Tarjih Muhammadiyah Palangkaraya. Kesimpulan dalam penelitian ini menurut analisis peneliti Majlis Tarjih Muhammadiyah Palangkaraya tidak memberikan putusan tetapi mereka memberikan pandangan terhadap tindakan eutanasia ditinjau dari hukum waris Islam memiliki beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Mereka bersepakat hukum umum euthanasia (Aktif) adalah haram apapun alasanya. 2. Pelaku euthanasia tidak mendapatkan harta waris dari orang yang dibunuh. 3. Eeuthanasia (pasif) hukumnya boleh. 4. Mereka berselisih pendapat tentang bagaimana hukum orang yang membunuh si yang terbunuh yang mendapat maaf dari keluarga dengan bersedia membayar fidyad (Denda) apakah mendapat warisan atau tidak.
Roso Sugiyanto, Abdul Rahman Azahari, Wawan Kartiwa, Sapriline Sapriline
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 36-43; doi:10.33084/tunas.v5i1.1189

Abstract:
Rumah betang atau huma betang adalah rumah adat suku Dayak khas Kalimantan Tengah yang terdapat di berbagai daerah Kalimantan Tengah. Rumah Betang di bangun dalam bentuk panggung dengan ketinggian tiga sampai lima meter dari tanah dengan panjang bangunan mencapai 150meter dan lebar hingga 30 meter. Nilai-nilai yang terkandung dalam Huma Betang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Selain berfungsi sebagai rumah adat, Huma Betang memiliki filosofi kehidupan yang sangat dalam dan mendasar bagi masyarakat seperti nilai gotong royong, kebersamaan, toleransi, rukun, dan hidup berdampingan. Gotong royong dan kerukunan sebagai nilai yang mapan dan terpelihara hingga saat ini. Manfaat dari eksistensi dan implementasi falsafah Huma Betang terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, beberapa diantaranya adalah Huma Betang sebagai refleksi kehidupan masyarakat yang toleran (togetherness in diversity). Rekontruksi nilai-nilai huma betang dalam kehidupaan saat ini sangat diperlukan khususnya dalam rangka menyambut wacana pemindahan ibu kota negara Indonesia. Revitalisasi budaya dapat dimulai dari pengangkatan nilai-nilai kearifan lokal, salah satunya dari filosofi rumah adat Huma Betang. Revitalisasi dan implementasi falsafah huma betang dapat dilakukan dengan secara formal dilakukan melalui pembelajaran berbasis etnopedagogik pada mata pelajaran muatan lokal, secara informal dilakukan melalui pola perilaku keteladanan guru. Untuk membentuk karakter siswa yang berasazkan falsafah rumah betang yang baik harus terdapat tiga komponen yaitu moral knowing, (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan moral).
Ichyatul Afrom
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 44-49; doi:10.33084/tunas.v5i1.1190

Abstract:
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Pendekatan (approach) pembelajaran adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan agar konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan peserta didik. Pembelajaran saintifik menerapkan lima keterampilan ilmiah dalam pembelajaran yaitu keterampilan mengamati (observasing), menanya (questioning), mencoba/mengumpulkan informasi (experimenting), mengasosiasi/menalar (associanting), dan mengkomunikasikan hasil temuan (networking). Pembelajaran dengan pendekatan saintifik diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal dan memahami berbagai materi yang diberikan dengan menggunakan metode ilmiah.
Endang Sri Estimurti, Siti Raudah
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 1-6; doi:10.33084/tunas.v5i1.1182

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Aktivitas peserta didik kelas III SD Islam Nurul Ihsan Palangka Raya pada saat Pembelajaran IPA dengan menggunakan Metode Problem Solving berkaloborasi dengan Metode Eksperimen dan (2) Meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan Metode Problem Solving berkaloborasi dengan Metode Eksperimen pada peserta didik kelas III SD Islam Nurul Ihsan Plangka Raya. Metode yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian 28 peserta didik yang terdiri dari 13 laki-laki dan 15 perempuan kelas III SD Islam Nurul Ihsan Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Aktivitas peserta didik kelas III SD Islam Nurul Ihsan Palangka Raya pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode Problem Solving berkaloborasi dengan metode Eksperimen pada mata pelajaran IPA materi Energi sudah dalam kategori sangat baik. (2) Ada peningkatan hasil belajaran IPA dengan menggunakan metode Problem Solving berkaloborasi dengan metode Eksperimen pada peserta didik kelas III SD Islam Nurul Ihsan Palangka Raya. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik, pada pre test dengan rat-rata 48,4 dengan ketuntasan klasikal 17%, sedangkan hasil post test siklus I rata-rata 76,7 dengan ketuntasan klasikal yaitu 100%.
Elyasib Y Lada, Orbit Thomas, Simpun Simpun
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 29-35; doi:10.33084/tunas.v5i1.1187

Abstract:
Penelitian ini dilakukan karena masih banyak siswa melakukan kesalahan dalam menjawab soal statistika. Ini terlihat dari hasil evaluasi siswa bahwa dari 24 siswa, 14 siswa tidak mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum). Adapun tujuan penelitian dalam penelitian ini: (1) Mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII MTs Islamiyah Palangka Raya dalam menyelesaikan soal cerita pada materi statistika, (2) Mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya kesalahan siswa kelas VIII MTs Islamiyah Palangka Raya dalam menyelesaikan soal cerita pada materi statistika. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan berupa soal tes sebanyak 4 soal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh adalah: kesalahan siswa dalam menjawab soal diantaranya: (1) Kesalahan dalam memahami soal (k1). (2) Kesalahan membuat model matematika (k2). (3) Kesalahan melakukan perhitungan (k3). (4) Kesalahan membuat kesimpulan (k4).
Lastaria Lastaria, Dwi Sari Usop
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 14-21; doi:10.33084/tunas.v5i1.1185

Abstract:
Bahasa Dayak Ngaju pada umumnya memiliki ciri khas tersendiri yang mana dalam pelafalan vokal dan konsonan juga terdapat perbedaan khusunya pada vokal (e dan o). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun yang menjadi objek penelitian ialah anak berusia 3 tahun yang kesehariannya menggunakan bahasa Dayak Ngaju. Pada tataran vokal dalam bahasa Dayak Ngaju dapat dillafalkan anak dengan jelas, sedangkan pada pemerolehan konsonan ada beberapa konsonan yang tidak dapat dilafalkan sesuai degan posisinya masing-masing. Hambatan pemerolehan konsonan pada anak usia 3 tahun terdapat pada konsonan yang terletak pada: konsonan pada posisi awal [d, g, j, l, n, r, dan s], posisi tengah [j, l, r, s], dan hambatan konsonan pada posisi akhir, hanya ada huruf [r]. Dalam hal ini tampak bahwa bentuk vokal dan konsonan dalam bahasa Dayak Ngaju cenderung lebih mudah untuk dikuasai anak usia 3 tahun dibandingkan penggunaan vokal dan konsonan dalam bahasa Indonesia.
Oktaviani Suka Tara, Karyanti Karyanti
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 4, pp 26-34; doi:10.33084/tunas.v4i2.907

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika dengan menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media Tali Pas pada peserta didik kelas II di SDN 2 Petuk Bukit Tahun Pelajaran 2017/2018. (2) mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika dengan menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media Tali Pas pada peserta didik kelas II di SDN 2 Petuk Bukit Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei tahun 2018 yang berlokasi di SDN 2 Petuk Bukit, Jl Tumbang Talaken KM 86 Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian seluruh peserta didik kelas II SDN 2 Petuk Bukit yang berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) berbantuan dengan media Tali Pas: (1) Aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran Matematika dengan menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan dengan media Tali Paspada peserta didik di SDN 2 Petuk Bukit Tahun Pelajaran 2017/2018 berkategori sangat baik dan aktif dengan nilai rata-rata pada siklus II 3,65 ( sangat baik). (2) Ada peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika dengan menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan dengan media Tali Pas pada peserta didik di SDN 2 Petuk Bukit Tahun Pelajaran 2017/2018. Pada observasi mendapatkan nilai rata-rata 49,09 dengan ketuntasan klasikal 36% meningkat pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata 69,1 dengan ketuntasan klasikal 55% dan lebih meningkat pada siklus II dengan mendapatkan nilai rata-rata 84,5 dengan ketuntasan klasikal 100%.
Niddia Jayanti, Dedy Setyawan
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 4, pp 1-8; doi:10.33084/tunas.v4i2.904

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Aktivitas peserta didik dalam belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan berbantuan media kartu pecahan pada kelas V/B SDN-2 Bukit Tunggal Tahun Pelajaran 2017/2018. (2) Peningkatan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan berbantuan media kartu pecahan pada kelas V/B SDN-2 Bukit Tunggal Tahun Pelajaran 2017/2018. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V/B SDN-2 Bukit Tunggal yang berjumlah 21 orang peserta didik, yaitu laki-laki 13 orang peserta didik dan perempuan 8 orang peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Ada peningkatan aktivitas belajar Matematika dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Berbantuan Media Kartu Pecahan pada peserta didik kelas V/B SDN-2 Bukit Tunggal Palangka Raya menjadikan peserta didik menjadi baik. Pada siklus I skor yang diperoleh 2,80 dengan kategori cukup, meningkat pada siklus II menjadi 3,74 dengan kategori baik. (2) Ada peningkatan hasil belajar Matematika peserta didik kelas V/B SDN-2 Bukit Tunggal Palangka Raya dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Berbantuan Media Kartu Pecahan, hal ini dapat dilihat dari tes awal diperoleh nilai rata-rata 44,76 dengan ketuntasan klasikal 38,09%, siklus I diperoleh nilai rata-rata 66,19 dengan ketuntasan klasikal 61,90% dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 91,42 dengan ketuntasan klasikal 100%.
Back to Top Top