Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Journal Information
ISSN / EISSN : 2477-6076 / 2685-8169
Published by: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (10.33084)
Total articles ≅ 63
Filter:

Latest articles in this journal

Erniwatie Erniwatie
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 6, pp 8-15; doi:10.33084/tunas.v6i1.2070

Abstract:
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model STAD memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru selama ini (ketuntasan belajar meningkat dari pra siklus, siklus I, dan II) yaitu masing-masing 57,69%, 73,08%, dan 88,46%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kooperatif model STAD dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dan penguasaan materi pelajaran yang telah diterima selama ini, yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.
Lili Agustina, Noor Indah Wulandari
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 6, pp 22-29; doi:10.33084/tunas.v6i1.2072

Abstract:
Proses pemerolehan bahasa setiap anak tidaklah seragam. Hal ini terlihat ada anak yang sangat aktif berbicara yang memiliki banyak pembendaharaan kata dan sebaliknya juga ada anak yang masih pasif pada usia tertentu yang mengakibatkan kurangnya kosakata yang diucapkan oleh anak. Salah satu akuisisi atau pemerolehan bahasa pada anak adalah sintaksis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan data yang dikumpulkan berupa pemerolehan sintaksis yang dibagi menjadi dua tahap, yaitu dua kata dan tiga kata atau lebih. Data penelitian ini adalah kalimat yang diucapkan oleh Zahra yang berusia 2 tahun. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik rekam dan catat. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kalimat yang paling banyak ditemukan adalah kalimat imperatif dibandingkan kalimat deklaratif maupun interogatif. Kalimat imperatif yang diucapkan oleh Zahra mengisyaratkan bahwa anak pada usia ini lebih banyak meminta kepada orang di sekitarnya. Kalimat imperatif yang dituturkan jenisnya beragam. Hal ini terlihat pada makna kalimat yang diucapkan berdasarkan konteksnya. Kalimat imperatif yang diucapkan bersifat meminta, mengajak dan memohon secara halus. Hal ini ditandai dengan penggunaan kata mau, ayo, tolong dan menyuruh secara langsung.
Suwardi Suwardi
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 6, pp 46-51; doi:10.33084/tunas.v6i1.1517

Abstract:
Era Revolusi Industri 4.0 menuntut dunia pendidikan untuk meningkatkan budaya literasi data, teknologi, dan manusia bagi pengembangan segala jenis pekerjaan di era ini. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru terdapat 4 kompetensi yang harus dikuasai guru salah satunya adalah kompetensi pedagogik, seorang guru harus mampu menggunakan serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran. Oleh karenanya, guru dituntut harus bisa menggunakan dan memanfaatkan TIK sebagai media dalam proses pembelajaran. Penulisan Best Practise ini bertujuan untuk Meningkatkan Kompetensi guru SDN 1 Landasan Ulin Utara dalam penggunaan media TIK berbasis android melalui tutor sebaya Tahun 2019. Subjek yang digunakan dalam best practise ini adalah guru di SDN 1 Landasan Ulin Utara yang berjumlah 31 orang, dari jumlah tersebut hanya 6 orang yang memanfaatkan media pembelajaran berbasis android dalam pembelajaran, setelah pelaksanaan evaluasi dilakukan dengan mengamati peningkatan kompetensi guru setelah mengajar menggunakan IT. Hasil yang dicapai, ada 20 guru yang mampu menggunakan android dalam pembelajaran
Dagan Dagan
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 6, pp 1-7; doi:10.33084/tunas.v6i1.2059

Abstract:
Prosedur penelitian tindakan sekolah ini terdiri atas dua tahapan (siklus). Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Penelitian ini difokuskan pada Meningkatkan disiplin guru melalui pemberian reward dan funisment guna terciptanya efektivitas proses belajar mengajar di SD Negeri Tumbang Kalemei. Pada siklus II menunjukan bahwa disiplin waktu guru sudah mengalami peningkatkan yang signifikan pada akhir siklus I hanya sekitar 77,78% meningkat menjadi 88,89%, demikian halnya dalam disiplin dalam mengadakan persiapan perangkat pembelajaran yang tadinya hanya 66,67% dari jumlah guru pada siklus ini sudah dapat mencapai 81,82%. Hal ini ternyata memiliki dampak terhadap kegiatan proses pembelajaran di kelas tercermin dari ketercapaian target kurikulum yang menstandarkan pada KKM tiap mata pelajaran masing-masing. Pada akhir siklus I rata-rata ketercapaian target kurikulum mencapai 55,56% saja, sedangkan pada siklus ini mencapai 88,89%. Ini menunjukkan kenaikan yang cukup memuaskan sesuai dengan target yang diinginkan yakni sekurang-kurangnya mencapai 85%.
Ade S. Permadi, Arna Purtina, Muhammad Jailani
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 6, pp 16-21; doi:10.33084/tunas.v6i1.2071

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali bagaimana pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi terhadap motivasi belajar siswa di SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya. Penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu satu variable dependen dan satu variable independen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, sedangkan variable dependen dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneliti pada studi awal penelitian, dapat diketahui bahwa populasi dalam penelitian adalah sebanyak 316 orang siswa di SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penarikan jumlah sampel dihitung dengan menggunakan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan derajat kesalahan yaitu 5%. Pendekatan dalam penelitian kuantitatif dengan model penelitian yang bersifat expost facto. Disebut penelitian expost facto karena peneliti berhubungan dengan variabel yang telah terjadi dan tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti. Hasil hipotesis tentang pemanfaatan teknologi dan informasi (X) terhadap motivasi belajar siswa (Y) melalui uji statistic dengan menggunakan program SPSS dalam penelitian ini memperoleh nilai sig. 0,01 < 0,05 yang berarti bahwa pemnafaatan teknologi dan informasi (X) berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa (Y), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima.
Saiffullah Darlan, Seth Miko, Wahidin Wahidin
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 6, pp 36-45; doi:10.33084/tunas.v6i1.2073

Abstract:
Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimanapengaruh layanan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ransel Buku dimasa pendemi Covid-19 dalam meningkatkan minat pengunjung. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif dengan populasi seluruh komponen yang terlibat aktif pada aktivitas keseharian TBM Ransel Buku, terutama dengan aktivitas keterampilan dan keberaksaraan masyarakat. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah sampling bertujuan (purposive sampling) terdiri 20 orang pengunjung. Instrumen pengumpulan data disesuaikan dengan variabel penelitian, untuk mengukur layanan pada TBM Ransel Buku, berupa observasi langsung, serta untuk mengukur variabel terhadap minat pengunjung menggunakan angket dan studi dokumentasi. Analisis penelitian dilakukan pada α = 0,05 syarat bahwa butir soal dikatakan valid adalah rhitung> rtabel. Namun,jika rhitung
Essy Susanti, Imam Qalyubi
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 6, pp 52-57; doi:10.33084/tunas.v6i1.2074

Abstract:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peerilaku konsumsi pangan mahasiswa PGSD UMPR pada saat pandemi Covid-19. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah mahasiswa lebih memilih untuk memasak atau mengolah makanan sendiri dibandingkan membeli makanan dari luar karena lebih menjaga kesehatan. Perilaku konsumsi pangan mahasiswa mengalami peningkatan pada saat pandemi Covid-19, mahasiswa lebih selektif dalam memilih makanan.
Akhmad Darliansyah
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 6, pp 30-35; doi:10.33084/tunas.v6i1.1518

Abstract:
E-rapor merupakan program pemerintah dalam pengembangan penilaian berbasis komputer yang dilaksanakan oleh guru. Menurut beberapa peneliti, e-Rapor bermanfaat dalam membantu guru dan wali kelas dalam mengelola nilai rapor dan lebih memudahkan dalam menyiratkan kemampuan siswa yang tidak hanya dalam bentuk angka tetapi juga dalam bentuk deskripsi. Penulisan best practise ini betujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam menggunakan aplikasi komputer pengisian e-Rapor di SDN 1 Sungai Besar Kota Banjarbaru. Subjek yang digunakan dalam best practise ini adalah guru di SDN 1 Sungai Besar sebanyak enam belas orang. Sebelum diadakannya pelatihan program e-Rapor, hanya empat orang guru yang mampu mengaplikasikan e-Rapor. Setelah diadakannya pelatihan, jumlah guru yang kompeten dalam menggunakan aplikasi e-Rapor bertambah delapan orang sehingga total guru yang sudah mampu menguasai e-Rapor menjadi dua belas orang.
Isna Fauziah, Suriansyah Suriansyah
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 60-67; doi:10.33084/tunas.v5i2.1489

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif yang layak digunakan sebagai media pembelajaran, serta secara khusus menjadi media yang efektif untuk pembelajaran mandiri dalam memahami materi hak asasi manusia di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Kegiatan penelitian ini dilakukan untuk melihat kelayakan dari pengembangan materi ajar pada pokok bahasan hak asasi manusia berbasis multimedia interaktif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan tes. Angket digunakan untuk mengumpulkan data kelayakan multimedia interaktif melalui kegiatan validasi ahli di bidang materi dan media, kemudian uji coba produk kepada perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar. Sedangkan tes yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar dengan menggunakan bahan ajar multimedia interaktif yang dikembangkan melalui tahap uji coba lapangan terhadap 44 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jabiren Raya. Rancangan penelitian ini menggunakan model one group pretest – postest design. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan memahami materi hak asasi manusia dengan menggunakan bahan ajar berbasis multimedia interaktif di peroleh hasil thitung > ttabel (29.792 > 2.029) dan nilai signifikasi 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis multimedia interaktif dapat membantu meningkatkan kemampuan memahami materi hak asasi manusia pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Pada penelitian ini tahap penyebaran (desiminasi) belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu.
Yuanita Yuanita
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Volume 5, pp 37-45; doi:10.33084/tunas.v5i2.1440

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi dan faktor penghambat kegiatan lingkungan berbasis partisipatif yang terdapat pada sekolah adiwiyatadi Pangkalpinang. Jenis Penelitian ini deskriftif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument wawancara, dokumentasi dan observasi pada 5 (lima) sekolah dasar sebagai sekolah adiwiyata di Pangkalpinang. Hasil penelitian bentuk implementasi kegiatan lingkungan berbasis Partisipatif; 1) SDN 30 Pangkalpinang berupa pelibatan warga sekolah, orangtua dan masyarakat dalam penanaman, penjagaan dan pemberian dana untuk tanaman yang ada di Sekolah, 2) SDN 15 Pangkalpinang dengan pelibatan pihak sekolah pada penanaman pohon bibit-bibit dikebun ataupun disekeliling sekolah agar sekolah bertambah sejuk dan untuk melatih karakter anak didik, bersama pihak eksternal dengan membuat acara bertema lingkungan, 3) SDN 33 Pangkapinang implementasi denganprogram sistem satu siswa satu pohon untuk menanam dan merawat, dankegiatan daur ulang, 4) SDN 37 Pangkalpinang dengan membuat kerajinan tangan dari sampah, warga sekolah diminta untuk membawa cangkir dari rumah dan tidak menggunakan sampah plastik sekali pakai, tidak mengizinkan pedagang dari luar untuk berjualan cemilan, masyarakat berpatisipasi dalam menjaga lingkungan sekitar sekolah, dan 5) SDN 10 Pangkalpinang melibatkan orangtua melakukan kegiatan tanam bibit pohon danmembuat hidroponik melibatkan siswa untuk ikut serta merawat tanaman secara bergilir di kebun.
Back to Top Top