Journal of Aquaculture Science

Journal Information
ISSN / EISSN : 2550-0910 / 2579-4817
Total articles ≅ 42
Filter:

Latest articles in this journal

Rizki Dwi Akbar
Journal of Aquaculture Science, Volume 5; doi:10.31093/joas.v5i2.133

Rizki Dwi Akbar
Journal of Aquaculture Science, Volume 5; doi:10.31093/joas.v5i2.132

Muhammad Tri Aji, Abdul Qadir Jailani
Journal of Aquaculture Science, Volume 5, pp 120-128; doi:10.31093/joas.v5i2.122

Abstract:
Era milenial ini permasalahan air sebagai sumber kehidupan semakin terasa. Terutama pada air tanah yang menjadi salah satu sumber kehidupan sehari – hari mulai dari aktifitas rumah tangga sampai aktifitas industri. Permasalahan air tanah semakin terasa apabila diiringi dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi. Kota Magelang merupakan salah satu kota yang perkembangannya tergolong pesat di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Hal ini dapat dilihat dari pembangunan serta pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh kota ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini mengenai kualitas air tanah di wilayah kota magelang akibat pembuangan limbah domestik dan industri dengan menganalisis parameter fisika (Suhu), parameter kimia (pH, Nitrat, BOD, COD, dan TSS), dan parameter biologi (Total Coliform). Penetapan lokasi penelitian guna pengambilan sampling air dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Analisa parameter kualitas air dapat dilakukan secara in situ dan ex-situ serta nantinya akan di bandingkan dengan baku mutu air PP No.82 tahun 2001 dan Permenkes No. 32 tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk parameter fisika masih dalam kondisi yang baik dengan nilai suhu rata-rata 26,1°C, sedangkan untuk nilai TSS (Total Suspended Solid) dan TDS (Total Dissolved Solid) 3,7 mg/L dan 227,95 mg/L. sedangkan untuk parameter kimia pH menunjukkan nilai yang cukup fluktuatif dan pada beberapa stasiun air tanah bersifat asam dengan nilai dibawah 7. Nilai nitrat pada stasiun penelitian 1,6,7 dan 9 memiliki nilai melebihi ambang batas yang ditetapkan yaitu 10 mg/L. Kemudian untuk nilai BOD (Biological Oxygen Demand) memiliki nilai lebih dari 2 mg/L sebagai syarat masuk kelas 1 mutu air tanah yang aman untuk higine, COD (Chemical Oxygen Demand) mempunyai nilai yang melebihi syarat maksimal yaitu 10 mg/L di semua stasiun penelitian, oleh sebab itu dikatagorikan sebagai pencemaran berat. Nilai total coliform yang melebihi baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi menurut Permenkes No. 32 tahun 2017 sebesar 50 MPN/100ml.kualitas air tanah Kota Magelang dapat dimanfaatkan untuk keperluan air minum dengan catatan penggunannya harus melalui proses pemasakan terlebih dahulu.
Raihan Maulana Firdaus, Mugi Mulyono, Mochammad Farchan
Journal of Aquaculture Science, Volume 5, pp 88-98; doi:10.31093/joas.v5i2.97

Abstract:
Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas yang dapat dibudidayakan pada kolam air deras. Dengan teknologi kolam air deras yang bergantung pada pemberian pakan. Biaya pakan dalam produksi berkisar 60-70% dari keseluruhan biaya. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi pada pakan untuk menekan biaya produksi. Maka dilakukan percobaan yang bertujuan mengetahui efisiensi dalam pemberian pakan maggot dan pakan pellet pada ikan Nila Merah sistem kolam air deras. Beberapa percobaan dilakukan dengan memberikan full pakan pellet dan subsitusi pada pakan maggot 50%. Percobaan ini dilakukan terhitung 75 hari dari tanggal 2 Maret 2020 hingga 15 Mei 2020. Parameter yang diamati yaitu Teknik produksi dari penebaran hingga panen, frekuensi dan dosis, rasio konversi pakan, pertambahan berat harian, kelulushidupan, dan parameter kualitas air (pH, suhu, oksigen terlarut dan debit air). Pengamatan berat rata rata harian dilakukan setiap satu minggu sekali. Dengan pemberian pakan yang berbeda menghasilkan FCR yang lebih tinggi dan pakan pellet lebih unggul dibandingkan pakan maggot. Pakan pellet menghasilkan FCR 2,8 dan pakan kombinasi maggot dan pellet menghasilkan 3,79. Dengan kerugian menggunakan pakan kombinasi maggot dan pellet Rp 15.709.111. Berdasarkan hasil tersebut percobaan pakan maggot yang diberikan tidak memberikan pengaruh yang lebih baik dari pemberian pakan pellet.
Nadiatul Husna
Journal of Aquaculture Science, Volume 5, pp 77-87; doi:10.31093/joas.v5i2.95

Abstract:
Pemanfaatan potensi komoditas perikanan dan lalu lintas komoditas perikanan baik antar negara maupun antar area di wilayah Indonesia yang semakin meningkat, menjadi peluang akan risiko masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan. Salah satu patogen yang bersifat akut yang dapat menyebabkan kerugian besar adalah virus. Virus yang sering menyerang ikan air tawar yaitu Tilapia Lake Virus (TiLV). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi adanya infeksi TiLV pada komoditas ikan air tawar menggunakan metode PCR. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Desember 2019-27 Januari 2020 di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Yogyakarta. Sampel yang diperiksa adalah ikan nila. Berdasarkan hasil uji ditemukan virus TiLV yang menyerang benih ikan nila.Kata Kunci: Komoditas ikan air tawar, Metode PCR, Virus
Asep Permana
Journal of Aquaculture Science, Volume 5, pp 129-136; doi:10.31093/joas.v5i2.127

Abstract:
Botia fish (clown loach) growth is relatively slow, taking 4-5 months to reach marketable size (2 inch) and 3 years to achieve initial gonad maturation in female and 1 year in male fish. Environmental degradation and overfishing are factors triggering the production of newly potential broodstock. This study aimed to observe the growth response of potential broodstock through rearing technique with and without shelter. Fish were kept inside the aquaria sized 80x40x30 cm with 20 cm water height on the recirculation system. Fish used for shelter treatment were: Total length ± 7.7 cm, height ± 2.09 cm, and weight ± 7.33 g; for no shelter treatment were: Total length ± 6.7 cm, height ± 1.88 cm, and weight ± 4.59 g. Fish were stocked 10 fish / aquarium and fed 3 times / day by at satiation method. Parameters observed were total length, height and weight improvement also water quality. The results showed that growth and feed efficiency had better value when reared with shelter than without shelter.
Rizal Akbar Hutagalung
Journal of Aquaculture Science, Volume 5, pp 110-119; doi:10.31093/joas.v5i2.121

Abstract:
Ikan Baung atau biasa dikenal dengan nama latin Hemibagrus nemurus merupakan salah satu spesies ikan air tawar spesies asli perairan umum Indonesia, khususnya di daerah Sumatera dan Kalimantan. Ikan baung memiliki daging yang tebal, lembut, cita rasa yang enak dan memiliki nilai ekonomis yang cukup baik, di Kalimantan Barat harga jual ikan baung bisa mencapai Rp. 60.000,00 sampai Rp. 70.000,00 per kilogram.Penelitian ini akan dilaksanakan di Workshop Prodi Teknologi Budidaya Perikanan, menggunakan wadah berupa bak fiber yang disekat menjadi 4 bagian (100cm x 50cm x 7 cm) menggunakan waring. Organisme uji berupa ikan baung dengan ukuran ikan 5cm-7cm yang ditebar sebanyak 10 ekor/sekat dan dipelihara selama 60 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan, tiap perlakukan diulang sebanyak 3 kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan ragi S. cerevisiae dengan dosis berbeda pada pakan buatan (pelet), dosis S. cerevisiae yang digunakan antara lain sebagai berikut perlakuan K : Kontrol tanpa penambahan S. cerevisiae pada pakan ikan, perlakuan A : Penambahan 0,2% S. cerevisiae pada pakan ikan, perlakuan B : Penambahan 0,5% S. cerevisiae pada pakan ikan dan perlakuan C : Penambahan 0,8% S. cerevisiae pada pakan ikan. Penambahan S. cerevisiae pada pakan dilakukan dengan menggunakan metode coating dan pemberian pakan pada hewan uji dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pukul 08.00 dan 16.00. Parameter yang diatami antara lain status kesehatan ikan (total sel darah merah, total sel darah putih, hematokrit, hemoglobin dan glukosa darah) kinerja pertumbuhan ikan (pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, jumlah konsumsi pakan, rasio konversi pakan, tingkat kelangsungan hidup).Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ragi komersil (S. cerevisiae) mampu memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan sel darah merah, sel darah putih serta performa pertumbuhan ikan baung.
Lailatul - Lutfiyah
Journal of Aquaculture Science, Volume 5, pp 68-76; doi:10.31093/joas.v5i2.94

Abstract:
Pesticides are pollutants that are found in rice fields and rivers. Pesticides that are often used by farmers in Indonesia in eradicating insects are organophosphate insecticides, where they can eradicate insects that are very toxic to fish due to strong neurotoxic substances that inhibit AchE (Acetylcholinesterase) activity. The research aims to examine the effect of organophosphate pesticides on hematology and histopathology of hematopoietic organs in silver rasbora fish. The research method used is an experimental method with a CRD. The parameters observed were hematology and histopathology hematopoietic organ (liver and kidney). The results of this study showed a hematological change in silver rasbora fish where there was a decrease in total erythrocytes (0,59±0,004) and hemoglobin (2,5±0,1) while total leukocytes increased (245,35±15,78). Also, there are differential changes in leukocytes, namely an increased in the number of monocytes (5±1) and neutrophils (24±3), but lymphocytes have decreased in number (72±1). The Histopathology of the fish liver also can found in this research, those damages that are found are erythrocyte infiltration, necrosis picnosis, and karyolysis. Histopathology of fish kidney also can found cloudy sweling, necrosis karyolysis and tubular necrosis.
Rehuli Damanik
Journal of Aquaculture Science, Volume 5, pp 99-109; doi:10.31093/joas.v5i2.111

Abstract:
ABSTRAKPakan alami Nannochloropsis sp. merupakan salah satu faktor pembatas bagi organisme yang dibudidayakan. Hal ini dikarenakan pakan alami memiliki kandungan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan dengan pakan buatan.Namun budidaya pakan alami ini belum maksimal terutama dalam Hal kuantitas, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan hal tersebut yaitu dengan cara mengunakan cahaya lampu berwarna sebagai pengganti dari cahaya matahari untuk meningkatkan kuantitas Nannochloropsis sp Rancangan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah warna cahaya lampu Putih (P1), warna cahaya lampu Merah (P2), Hijau (P3) dan Biru (P4). Parameter yang diamati yaitu laju pertumbuhan spesifik (LPS), Doubling time, kurva pertumbuhan, Kualitas air.Hasil pengamatan yang diperoleh yaitu pada LPS berkisar antara 0.200-0.248 sel/ml/hari, Doubling time 2.806-3.476 selanjutnya hasil pengukuran Suhu berkisar antara 30.6-32 0C pH 6.2-7.5, salinitas 26-27 ppt dan DO 5.7-6.7 ppm. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam yang dilakukan bahwa warna cahaya lampu yang diberikan memiliki pengaruh nyata terhadap Laju pertumbuhan spesifik dan Doubling time.Kata Kunci : Cahaya lampu, Nannochloropsis sp., PertumbuhanAbstractNatural feed Nannochloropsis sp. is one of the limiting factors for cultivated creatures. This relates to natural food having more nutritional content compared to artificial food. However, the cultivation of natural food is not yet optimal in terms of quantity, one of the efforts that can be done to optimize this is by using lights produced from sunlight to improve the quality of Nannochloropsis sp. The design in this study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 preparations and 3 replications. The treatments taken are the color of the white light (P1), the color of the red light (P2), Green (P3) and Blue (P4). The parameters that increase are the specific growth rate (LPS), time of doubling, growth curve, water quality. The observations obtained at the time of LPS were collected between 0.200-0.248 cells / ml / day, doubling time 2.806-3.476 then the temperature measurement results were between 30.6-32 0C pH 6.2-7.5, salinity 26-27 ppt and DO 5,7-6,7 ppm. Based on the results of analysis of variance conducted on the given color light has a real influence on the specific growth rate and time multiplication.Keywords: Light, Nannochloropsis sp., Growth
Suciyono Suciyono
Journal of Aquaculture Science, Volume 5; doi:10.31093/joas.v5i1.101

Back to Top Top