Jurnal Medik Veteriner

Journal Information
ISSN / EISSN : 2615-7497 / 2581-012X
Current Publisher: Universitas Airlangga (10.20473)
Total articles ≅ 94
Filter:

Latest articles in this journal

Novi Fitria Hanifah, Hermin Ratnani, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, Tjuk Imam Restiadi, Bodhi Agustono, Ragil Angga Prastiya
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 154-159; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.154-159

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi gliserol yang optimal dalam pengencer tris dalam mempertahankan kualitas spermatozoa kambing Sapera. Penelitian ini menggunakan kambing Sapera jantan umur 1.5 tahun. Konsentrasi gliserol yang digunakan adalah 5%, 6% dan 7%. Semen ditampung dua kali dalam seminggu dengan menggunakan vagina buatan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa pada pengencer dengan gliserol 6% masing-masing 62.33% dan 75.83% terdapat perbedaan yang signifikan (p0.05). Dapat disimpulkan bahwa penambahan gliserol 6% dalam pengencer Tris berhasil melindungi spermatozoa dari cekaman dingin selama proses gliserolisasi, sehingga dapat mempertahankan motilitas, vibilitas dan abnormalitas spermatozoa.
Jola Rahmahani, Nanik Sianita Widjaja, Suwarno Suwarno
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 241-245; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.241-245

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi kejadian Infeksius Bronkitis (IB) pada itik dan ayam buras berdasarkan pengujian antibodi. Itik dan ayam buras yang mengandung antibodi dipastikan pernah tertular virus IB karena tidak ada program vaksinasi.Sampling dilakukan di Pasar Mojosari Kabupaten Mojokerto, masing-masing sebesar 120 ekor, yang diambil selama kali empat kali, masing-masing sebanyak 30 ekor. Pengujian antibodi dilakukan dengan teknik indirect-ELISA menggunakan strain Massachusetts sebagai antigen. Hasil penelitian menunjukkan kasus seroprevalensi IB pada itik menunjukkan jumlah yang positif sebesar 30ekor (25%) dari 120 ekor sampel yang diperiksa. Pada ayam buras dari sejumlah 120 ekor yang diperiksa, 87 ekor (72.5%) diantaranya menunjukkan hasil positif. Reaktivitas antiboditerdeteksi ditunjukkan dengan kisaran titer antibodi antara 4.157-12.217 pada itik dan antara 4.173-170.795 pada ayam buras.
Nofan Rickyawan, Syavira Ekhdiasmara, Yulinar Risky Karaman, Ricky Kartika, Ulvi Hudriyah
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 263-270; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.263-270

Abstract:
Seekor kura-kura Pardalis jantan, berumur sekitar 2 tahun dengan berat badan 1.65 kg memiliki gejala penurunan aktivitas, anoreksia dan tidak defekasi sejak 7 hari sebelumnya. Diagnosa yang diperoleh dari hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan radiografi adalah obstruksi saluran gastrointestinal karena benda asing. Coelio-plastronotomi merupakan tindakan pembedahan untuk mengakses organ di rongga coelomic dengan cara melakukan ostetomi pada plastron. Induksi anestesi menggunakan ketamine 10 mg/kg BB, medetomidine 0.3 mg/kg BB dan dilanjutkan dengan isoflurane 2% untuk tetap mempertahankan dalam kondisi teranestesi. Pemotongan plastron menggunakan gergaji besi sirkuler dengan sudut kemiringan 45o dan disertai irigasi NaCl 0.9%. Membran coelomic diinsisi dengan menghindari vena abdominalis untuk mengaskes rongga coelomic. Enterotomi dilakukan untuk mengambil benda asing yang berada di lumen kolon. Fiksasi plastron menggunakan lem epoksi dengan sebelumnya menutup fisura antar fragmen dengan selotip. Esofagostomi pemasangan selang pakan dilakukan untuk tetap dapat memberikan nutrisi, terapi cairan dan obat ketika kondisi kritis. Penggunaan penghangat selama proses anestesi, operasi dan pemulihan untuk mencegah hipotermia, mengoptimalkan kerja obat dan memaksimalkan kesembuhan luka. Enrofloxacin 5 mg/kg BB/hari, ketoprofen 2 mg/kg BB/hari, terapi cairan dan nutrisi diberikan untuk membantu pemulihan pasca operasi.
Silvia Martha Kristina, Aditya Yudhana, Agus Sunarso
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 236-240; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.236-240

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun gamal (Gliricidia sepium) secara in vivo terhadap Sarcoptes scabiei kelinci. G. sepium dikoleksi di wilayah sekitar Desa Pesanggaran, Banyuwangi. Jenis penelitian adalah eksperimental, subjek penelitian adalah kelinci yang terinfeksi S. scabiei sejumlah 20 ekor, dengan 5 perlakuan 4 kali pengulangan. Pembagian kelompok terdiri atas (K+) kelompok kontrol positif dengan invermectin, (K-) kontrol negatif, kelompok perlakuan berisi konsentrasi ekstrak daun gamal pada perlakuan satu (P1) sebesar 10%, perlakuan dua (P2) sebesar 20%, perlakuan tiga P3 (30%). Hasil penelitian ini menunjukkan (P2) ekstrak daun gamal 20% berpengaruh pada kesembuhan luka pada kelompok perlakuan dengan pertumbuhan rambut, keropeng dan penebalan kulit.
Nurul Hidayah, Reina Puspita, Mujahidah Mujahidah
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.230-235

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit terhadap berat badan, jumlah eosinofil dan basofil pada ayam petelur dengan infeksi Salmonella pullorum. Sebanyak 28 ekor ayam petelur, dengan 4 perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (40% ekstrak kunyit), P2 (50% ekstrak kunyit), P3 (60% ekstrak kunyit). Masa adaptasi DOC selama 7 hari, pada hari ke-8 hingga ke-26 ayam diberi perlakukan. Pemberian ekstrak kunyit secara per oral satu kali sehari dengan dosis 0.1 ml per ekor. Proses pengambilan darah dilakukan pada hari ke-21. Analis statistik menggunakan Anova, menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata (p>0.05) terhadap berat badan ayam maupun terhadap peningkatan eosinofil dan basofil, namun dilihat dari data kenaikan, pemberian ekstrak kunyit dengan konsentrasi 50% paling bagus dalam meningkatkan berat badan ayam petelur dan pada konsentrasi 60% paling banyak terjadi peningkatan eosinofil dan basofil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai imunostimulan pada ayam petelur.
Mohammad Sukmanadi, Miyayu Soneta Sofyan
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.283-287

Abstract:
This case reported about mycotoxin contamination on cat feed cause gastrointestinal disorders. A 5 y.o. male domestic short hair cat (Felix domesticus) was brought to the Animal Hospital, Universitas Airlangga with a history has been lethargic and disphagia for 2 days with vomiting a yellow fluid and diarrhea. Bowel movements, increasing in panting, and urination were examined. Observation in cat with gastrointestinal disorders for 5 days in animal hospital. Abnormal intestine and hepatomegaly based on x-ray were confirmed about mycotoxin contamination on cat food. Treatment for contamination on cat food was done by given protexin like probiotic to stimulate a villi intestinal growth and gastric condition. Itraconazole for antifungal to maintanace mycotoxin contamination was also considered. Our prescription was performed for our management treatment with gastrointestinal disoders. In advice, veterinarians should be giving information about the nutritional diet for a pet animal.
Putri Indra Irawan, Widya Paramita Lokapirnasari, M. Anam Al Arif, Nenny Harijani, Soeharsono Soeharsono, Sri Hidanah
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.160-165

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik Bifidobacterium sp., Lactococcus lactis, dan Lactobacillus sp. terhadap efisiensi pakan dan massa telur ayam Isa Brown. Penelitian ini menggunakan ayam petelur strain Isa Brown sebanyak 36 ekor umur 30 minggu. Konsentrasi probiotik yang digunakan yaitu 1.2x109 CFU/ml. Tiga perlakuan dalam penelitian yaitu P0 (tanpa diberi probiotik), P1 (diberi probiotik sebanyak 1 ml/liter air minum), dan P2 (diberi probiotik sebanyak 2 ml/liter air minum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai massa telur pada P2 berbeda nyata (p0.05) dengan P0. Berdasarkan hasil efisiensi pakan, probiotik dapat memberikan perbedaan yang nyata (p
Risa Tiuria, Sherly Noviara
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.182-187

Abstract:
Keong mas (Pomacea canaliculata) adalah keong air tawar yang banyak dijumpai di area persawahan. Banyak masyarakat mengkonsumsi keong mas karena selain rasanya yang enak, keong mas juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kecacingan nematoda pada keong mas. Angiostrongylus cantonensis adalah parasit nematoda zoonotik yang hidup pada keong mas dalam stadium larva infektif. Manusia terinfeksi A. cantonensis bila memakan keong mas yang terinfeksi larva infektif A. cantonensis dalam kondisi tidak matang. Studi cross-sectional digunakan dalam pengumpulan 150 ekor keong mas dari genangan air di sawah lima desa di sekitar Kampus IPB Dramaga. Hasil pengamatan menunjukkan persentase larva A. cantonensis yang terdapat pada keong mas sebesar 20% di Desa Cihideung Hilir, 16% di Desa Cangkurawok, 6% di Desa Ciapus, 3% di Desa Suka Makmur dan 0% di Desa Cinangneng. Perbedaan persentase keberadaan larva nematoda pada keong mas tampaknya sangat dipengaruhi oleh kondisi sanitasi lingkungan pada habitat keong mas. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa terdapat ancaman infeksi cacing zoonotik pada masyarakat di kelima desa tersebut dan hal ini perlu mendapat perhatian dari sisi sanitasi dan hiegene lingkungan sebagai salah satu upaya pencegahannya.
Indah Amalia Amri, Muhamad Ferian Hendrasmara, Dahliatul Qosimah, Ajeng Aeka, Nofan Rickyawan, Wawid Purwatiningsih, Fidi Nur Aini Eka Puji Dameanti
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 251-257; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.251-257

Abstract:
Perak Nitrat (AgNO3) sering dimanfaatkan di bidang kesehatan sebagai bahan antimikroba. Efek pada organisme yang terpapar perak nitrat dapat mengakibatkan adanya akumulasi toksik pada hepar. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak toksisitas perak nitrat terhadap kadar SGPT dan SGOT pada mencit Balb-c. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 20 ekor mencit Balb-c dengan berat badan 25-30 gram dan umur 2-3 bulan serta masa pemberian perlakuan selama 14 hari. Perlakuan yang diberikan terdiri dari kelompok K- (tanpa induksi), P1 (100 µg/ml), P2 (200 µg/ml), P3 (300 µg/ml), P4 (400 µg/ml). Kadar SGPT dan SGOT diamati dengan menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisa menggunakan uji One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil dan kesimpulan menunjukkan induksi larutan perak nitrat pada mencit Balb-c dengan dosis P4 (400 µg/ml) dan volume induksi 0.5 ml dapat menyebabkan toksisitas pada mencit yang ditandai dengan peningkatan kadar SGPT dan SGOT.
Desty Apritya, Ratna Widyawati, Erfan Andrianto Aritonang, Marselinus Ndilu Landu Djawa, Fauzi Saputra, Ika Ayu Anita Dayanti
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 277-282; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.277-282

Abstract:
Kucing betina berusia ±1 tahun dengan gejala klinis dysuria, konstipasi, pada bagian perineal terdapat kebengkakan dengan konsistensi kenyal disertai luka. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan monosit sedangkan hasil pemeriksaan ultrasonografi pada kebengkakan menunjukan gambaran anechogenic berisi cairan. Hasil aspirasi teridentifikasi cairan tersebut adalah urin, sehingga kucing tersebut dapat didiagnosis hernia perineal dengan refleksi vesika urinaria. Tahapan operasi meliputi herniorraphy, reposisi vesika urinaria, dan hernioplasti. Terapi sistemik pasca operasi yaitu Amoxicilin 20 mg/kgBB q12h, Asam mefenamat 16 mg/kg BB q12h, dan multivitamin ½ tab q12h selama tujuh hari. Terapi menggunakan topikal menggunakan povidone iodine 10% dan die da yao jing®. Kucing menunjukkan aktifitas normal setelah 7 hari perawatan.
Back to Top Top