Jurnal Medik Veteriner

Journal Information
ISSN / EISSN : 2615-7497 / 2581-012X
Current Publisher: universitas airlangga (10.20473)
Total articles ≅ 94
Filter:

Latest articles in this journal

Indah Amalia Amri, Muhamad Ferian Hendrasmara, Dahliatul Qosimah, Ajeng Aeka, Nofan Rickyawan, Wawid Purwatiningsih, Fidi Nur Aini Eka Puji Dameanti
Published: 1 October 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 251-257; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.251-257

Abstract:
Perak Nitrat (AgNO3) sering dimanfaatkan di bidang kesehatan sebagai bahan antimikroba. Efek pada organisme yang terpapar perak nitrat dapat mengakibatkan adanya akumulasi toksik pada hepar. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak toksisitas perak nitrat terhadap kadar SGPT dan SGOT pada mencit Balb-c. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 20 ekor mencit Balb-c dengan berat badan 25-30 gram dan umur 2-3 bulan serta masa pemberian perlakuan selama 14 hari. Perlakuan yang diberikan terdiri dari kelompok K- (tanpa induksi), P1 (100 µg/ml), P2 (200 µg/ml), P3 (300 µg/ml), P4 (400 µg/ml). Kadar SGPT dan SGOT diamati dengan menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisa menggunakan uji One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil dan kesimpulan menunjukkan induksi larutan perak nitrat pada mencit Balb-c dengan dosis P4 (400 µg/ml) dan volume induksi 0.5 ml dapat menyebabkan toksisitas pada mencit yang ditandai dengan peningkatan kadar SGPT dan SGOT.
Nofan Rickyawan, Syavira Ekhdiasmara, Yulinar Risky Karaman, Ricky Kartika, Ulvi Hudriyah
Published: 1 October 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 263-270; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.263-270

Abstract:
Seekor kura-kura Pardalis jantan, berumur sekitar 2 tahun dengan berat badan 1.65 kg memiliki gejala penurunan aktivitas, anoreksia dan tidak defekasi sejak 7 hari sebelumnya. Diagnosa yang diperoleh dari hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan radiografi adalah obstruksi saluran gastrointestinal karena benda asing. Coelio-plastronotomi merupakan tindakan pembedahan untuk mengakses organ di rongga coelomic dengan cara melakukan ostetomi pada plastron. Induksi anestesi menggunakan ketamine 10 mg/kg BB, medetomidine 0.3 mg/kg BB dan dilanjutkan dengan isoflurane 2% untuk tetap mempertahankan dalam kondisi teranestesi. Pemotongan plastron menggunakan gergaji besi sirkuler dengan sudut kemiringan 45o dan disertai irigasi NaCl 0.9%. Membran coelomic diinsisi dengan menghindari vena abdominalis untuk mengaskes rongga coelomic. Enterotomi dilakukan untuk mengambil benda asing yang berada di lumen kolon. Fiksasi plastron menggunakan lem epoksi dengan sebelumnya menutup fisura antar fragmen dengan selotip. Esofagostomi pemasangan selang pakan dilakukan untuk tetap dapat memberikan nutrisi, terapi cairan dan obat ketika kondisi kritis. Penggunaan penghangat selama proses anestesi, operasi dan pemulihan untuk mencegah hipotermia, mengoptimalkan kerja obat dan memaksimalkan kesembuhan luka. Enrofloxacin 5 mg/kg BB/hari, ketoprofen 2 mg/kg BB/hari, terapi cairan dan nutrisi diberikan untuk membantu pemulihan pasca operasi.
Nurul Hidayah, Reina Puspita, Mujahidah Mujahidah
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.230-235

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit terhadap berat badan, jumlah eosinofil dan basofil pada ayam petelur dengan infeksi Salmonella pullorum. Sebanyak 28 ekor ayam petelur, dengan 4 perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (40% ekstrak kunyit), P2 (50% ekstrak kunyit), P3 (60% ekstrak kunyit). Masa adaptasi DOC selama 7 hari, pada hari ke-8 hingga ke-26 ayam diberi perlakukan. Pemberian ekstrak kunyit secara per oral satu kali sehari dengan dosis 0.1 ml per ekor. Proses pengambilan darah dilakukan pada hari ke-21. Analis statistik menggunakan Anova, menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata (p>0.05) terhadap berat badan ayam maupun terhadap peningkatan eosinofil dan basofil, namun dilihat dari data kenaikan, pemberian ekstrak kunyit dengan konsentrasi 50% paling bagus dalam meningkatkan berat badan ayam petelur dan pada konsentrasi 60% paling banyak terjadi peningkatan eosinofil dan basofil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai imunostimulan pada ayam petelur.
Mohammad Sukmanadi, Miyayu Soneta Sofyan
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.283-287

Abstract:
This case reported about mycotoxin contamination on cat feed cause gastrointestinal disorders. A 5 y.o. male domestic short hair cat (Felix domesticus) was brought to the Animal Hospital, Universitas Airlangga with a history has been lethargic and disphagia for 2 days with vomiting a yellow fluid and diarrhea. Bowel movements, increasing in panting, and urination were examined. Observation in cat with gastrointestinal disorders for 5 days in animal hospital. Abnormal intestine and hepatomegaly based on x-ray were confirmed about mycotoxin contamination on cat food. Treatment for contamination on cat food was done by given protexin like probiotic to stimulate a villi intestinal growth and gastric condition. Itraconazole for antifungal to maintanace mycotoxin contamination was also considered. Our prescription was performed for our management treatment with gastrointestinal disoders. In advice, veterinarians should be giving information about the nutritional diet for a pet animal.
Putri Indra Irawan, Widya Paramita Lokapirnasari, M. Anam Al Arif, Nenny Harijani, Soeharsono Soeharsono, Sri Hidanah
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.160-165

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik Bifidobacterium sp., Lactococcus lactis, dan Lactobacillus sp. terhadap efisiensi pakan dan massa telur ayam Isa Brown. Penelitian ini menggunakan ayam petelur strain Isa Brown sebanyak 36 ekor umur 30 minggu. Konsentrasi probiotik yang digunakan yaitu 1.2x109 CFU/ml. Tiga perlakuan dalam penelitian yaitu P0 (tanpa diberi probiotik), P1 (diberi probiotik sebanyak 1 ml/liter air minum), dan P2 (diberi probiotik sebanyak 2 ml/liter air minum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai massa telur pada P2 berbeda nyata (p0.05) dengan P0. Berdasarkan hasil efisiensi pakan, probiotik dapat memberikan perbedaan yang nyata (p
Risa Tiuria, Sherly Noviara
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.182-187

Abstract:
Keong mas (Pomacea canaliculata) adalah keong air tawar yang banyak dijumpai di area persawahan. Banyak masyarakat mengkonsumsi keong mas karena selain rasanya yang enak, keong mas juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kecacingan nematoda pada keong mas. Angiostrongylus cantonensis adalah parasit nematoda zoonotik yang hidup pada keong mas dalam stadium larva infektif. Manusia terinfeksi A. cantonensis bila memakan keong mas yang terinfeksi larva infektif A. cantonensis dalam kondisi tidak matang. Studi cross-sectional digunakan dalam pengumpulan 150 ekor keong mas dari genangan air di sawah lima desa di sekitar Kampus IPB Dramaga. Hasil pengamatan menunjukkan persentase larva A. cantonensis yang terdapat pada keong mas sebesar 20% di Desa Cihideung Hilir, 16% di Desa Cangkurawok, 6% di Desa Ciapus, 3% di Desa Suka Makmur dan 0% di Desa Cinangneng. Perbedaan persentase keberadaan larva nematoda pada keong mas tampaknya sangat dipengaruhi oleh kondisi sanitasi lingkungan pada habitat keong mas. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa terdapat ancaman infeksi cacing zoonotik pada masyarakat di kelima desa tersebut dan hal ini perlu mendapat perhatian dari sisi sanitasi dan hiegene lingkungan sebagai salah satu upaya pencegahannya.
Virgilius Martin Kelake Kedang, Rama Adi Rianto, Idho Anugrah Al Kholik, Upik Kesumawati Hadi
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 208-215; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.208-215

Abstract:
Infestasi ektoparasit merupakan salah satu masalah serius di bidang peternakan. Infestasi ektoparasit terbukti dapat menurunkan produktivitas ternak dan dapat menyebabkan kematian yang berdampak pada kerugian peternak. Salah satu ektoparasit yang sering menginfestasi ayam buras adalah gurem (Ornithonyssus bursa). Biduri (Calotropis gigantea) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bioakarisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun biduri sebagai bioakarisida dalam mengendalikan infestasi gurem pada ayam buras. Ayam buras yang terinfestasi gurem secara alami dikelompokkan ke dalam lima kelompok masing-masing terdiri atas tiga ekor ayam. Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini adalah larutan ekstrak daun biduri dengan konsentrasi 2 g/l, 4 g/l, dan 6 g/l, kontrol positif dengan sipermetrin 2 g/l, dan kontrol negatif dengan hanya pemberian air. Pengujian akarisida dilakukan dengan menggunakan metode dipping. Pengamatan gurem dilakukan sebelum pengujian, 24 jam setelah pengujian, 48 jam setelah pengujian, dan 72 jam setelah pengujian. Gurem dihitung dengan menggunakan counter berdasarkan regio tubuh ayam. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis ragam sidik. Pengamatan perilaku menelisik bulu dilakukan dengan menggunakan metode scan sampling. Frekuensi perilaku menelisik bulu dihitung dan dianalisis secara deskriptif. Hasil perlakuan ekstrak daun biduri dengan persentase reduksi gurem dan aktivitas menelisik bulu tertinggi berpotensi sebagai akarisida terhadap infestasi gurem pada ayam buras.
Febriana Hawa Prameswari, Arimbi Arimbi, Maya Nurwartanti Yunita, Hani Plumeriastuti, Aditya Yudhana, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 271-276; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.271-276

Abstract:
Biawak air berjenis kelamin betina, berusia tiga bulan dengan berat badan 1.2 kg diambil dari suatu penangkaran, mengalami kelumpuhan selama tiga hari dan didiagnosa menderita metabolic bone disease. Eutanasia dan nekropsi dilakukan untuk mengamati gambar mikroskopis dari jaringan tulang. Sampel tulang diambil dari tujuh tulang ekstremitas yaitu os scapula, humerus, radius, ulna, femur, tibia, dan fibula. Pengamatan mikroskopis menunjukkan aktivitas sel osteoklas yang berlebihan dalam jaringan kompak, jaringan tulang rawan abnormal berada di antara jaringan tulang kompak dewasa, serta beberapa jaringan tulang rawan yang mengandung jaringan lemak. Hal ini menyebabkan tulang kompak kehilangan kepadatan tulang dan membuat struktur tulang biawak air menjadi sulit untuk regenerasi dengan baik sehingga pertumbuhan tulang pada biawak air menjadi terhambat. Hal ini menyebabkan biawak air kesulitan untuk berjalan atau mengalami kelumpuhan. Pemeriksaan kalsium dan fosfor dalam darah ditemukan ketidakseimbangan.
Fidi Nur Aini Eka Puji Dameanti, Muhammad Aviv Firdaus, Nurina Titisari, Siska Aditya, Ignatius Guritno
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 166-172; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.166-172

Abstract:
Kecepatan angin, pencahayaan, kelembaban dan suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh dalam produksi telur. Ayam KUB atau Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan adalah strain ayam petelur baru yang mempunyai kemampuan maksimal dalam berproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kecepatan angin, pencahayaan, kelembaban, dan suhu terhadap produktivitas telur Ayam KUB fase layer pada umur minimal 43 minggu. Data diperoleh dengan desain penelitian cross-sectional melalui pengukuran dan perhitungan terhadap data populasi. Rata-rata faktor lingkungan berupa kecepatan angin, pencahayaan, kelembaban dan suhu adalah secara berurutan yaitu 1.46 m/s, 17.53 lux, 72.11%, dan 27.71oC. Produktivitas telur Ayam KUB Petelur umur 43-46 minggu adalah 66.11%. Seluruh faktor lingkungan secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 31.4% terhadap produktivitas telur Ayam KUB.
Estiary Wilujeng, Suwarno Suwarno, Ratih Novita Praja, Iwan Sahrial Hamid, Maya Nurwartanti Yunita, Prima Ayu Wibawati
Published: 26 September 2020
Jurnal Medik Veteriner, Volume 3, pp 188-195; doi:10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.188-195

Abstract:
Tujuan penelitian adalah untuk mendeteksi adanya antibodi dari Brucella pada ternak sapi perah betina di Banyuwangi menggunakan uji Rose Bengal Test (RBT) untuk uji cepat dan dikonfirmasi dengan menggunakan Complement Fixation Test (CFT). Sebanyak 84 sampel dari 516 sapi perah betina di Banyuwangi, kemudian diambil secara acak. Sampel yang diambil berasal dari serum sapi perah betina. Hasil penelitian ditemukan dua sampel yang dinyatakan positif Brucellosis dengan uji RBT dan CFT. RBT merupakan uji screening yang dapat memberikan hasil positif palsu, dan kemudian dikonfirmasi dengan uji CFT untuk melihat titer hasil vaksin atau infeksi alam. Hasil positif pada uji RBT memiliki hubungan dengan hasil titer CFT karena titer antibodi pada RBT dapat diukur dari derajat aglutinasi yang terbentuk. Hasil seropositif penyakit Brucellosis di Banyuwangi sebesar 2%.
Back to Top Top