Jurnal Medik Veteriner

Journal Information
ISSN / EISSN : 26157497 / 2581012X
Current Publisher: universitas airlangga (10.20473)
Total articles ≅ 51
Filter:

Latest articles in this journal

Firman Setyawan, Tri Wahyu Suprayogi, Ragil Angga Prastiya, Tjuk Imam Restiadi, Amung Logam Saputro, Bodhi Agustono
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.101-107

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu ekuilibrasi 2 jam, 3 jam, 4 jam dan 5 jam terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa Sapi Rambon sebelum pembekuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu waktu ekuilibrasi P1 (2 jam), P2 (3 jam), P3 (4 jam) dan P4 (5 jam), satu ekor pejantan sapi rambon, dan lima kali pengulangan. Hasil analisis statistik Anova satu arah dan dilanjut uji Duncan mendapatkan hasil motilitas (P1) 76.00±2.2/3; (P2) 73.00±2.7/3; (P3) 67.00±2.7/3; dan (P4) 52.00±2.7/2. Hasil viabilitas (P1) 86.00±1.41; (P2) 78.00±2.73; (P3) 72.00±5.70 dan (P4) 57.00±2.73. Hasil abnormalitas (P1) 3.7±0.75; (P2) 3.8±0.75; (P3) 4.4±1.08 dan (P4) 5.2±0.57. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan hasil yang berbeda nyata (p
Albiruni Haryo
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.158-161

Abstract:Canine allergies has a most common symptoms occur as skin irritations : itching, scratching, digging, and gnawing at the skin, often to the point of creating open raw wounds over large areas of the body. For the confirmation diagnosis, the patient has to be checked by laboratories examination. Based on anamneses, clinical examination and laboratories, it is logical to conclude that this dog which names choky suffers toxic allergic because of toxic accumulation from his food and the prognose was fausta. The treatments which were given for the dog are changing dog food, reducing the total protein in food at least one week, dietic protein and increasing exercise, also scalling for decreasing the plack in dog teeth. Moreover, Choky was given transfer factor supplement and antihistamin with low dosage.
Khoirul Arifin, Kusnoto Kusnoto, Aditya Yudhana, Agus Sunarso, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, Ratih Novita Praja
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.108-111

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi haemonchiasis pada kambing peranakan Etawah di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2019 dengan menggunakan 100 sampel feses. Pemeriksaan sampel dilakukan di laboratorium Instrumen Prodi Kedokteran Hewan Universitas Airlangga PSDKU di Banyuwangi, menggunakan metode natif, sedimentasi dan apung. Data yang diperoleh dari penelitian ini disajikan secara deskriptif dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil pemeriksaan prevalensi haemonchiasis pada kambing peranakan Etawah adalah 15%. Disarankan agar diberikan obat cacing secara berkala dan berkesinambungan serta dilakukan pemeriksaan haemonchiasis.
Angelica Diana Vita, Nurmawati Fatimah, Sri Murtiwi
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.127-132

Abstract:Penelitian bertujuan untuk menguji efek antidiabetik ekstrak daun gondola (Basella rubra L.) pada kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi Alloxan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan 35 ekor tikus putih. Tikus tersebut dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yakni: P1; P2; P3; kontrol negatif (K-); dan kontrol positif (K+). Masing-masing kelompok diinduksi menggunakan Alloxan untuk meningkatakan kadar gula darah. Kelompok P1; P2; P3 diberi ekstrak daun gendola dengan dosis 200; 300; 400 mg/kgBB/hari. Kelompok K+ diberi obat glimepirid 0.1 mg/kgBB/hari. Kelompok P1 mengalami penurunan kadar gula darah yang tidak signifikan sebesar 30.14 mg/dL (p-value=0.128); kelompok P2 mengalami penurunan kadar gula darah tidak signifikan sebesar 25.80 mg/dL (p-value=0.159); kelompok P3 mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan sebesar 42.80 mg/dL (p-value=0.043). Kelompok kontrol negatif mengalami peningkatan kadar gula darah sebesar 116.00 mg/dL (p-value=0.084). Kelompok kontrol positif mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan sebesar 21.60 mg/dL (p-value=0.011). Ekstrak daun gendola 400 mg/kgBB/hari dapat menurunkan kadar gula darah tikus dengan perbedaan tidak signifikan apabila dibandingkan dengan obat antidiabetes glimepirid 0.1 mg/kgBB/hari.
Ratna Ajeng Prameswari, Suryanie Sarudji, Ratih Novita Praja, Wiwiek Tyasningsih, Maya Nurwartanti Yunita, Aditya Yudhana
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.112-118

Abstract:Oksitetrasiklin diketahui sebagai salah satu antibiotik yang sering digunakan dalam menangani kasus mastitis pada hewan ternak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mengetahui ada atau tidaknya residu oksitetrasiklin pada susu kambing Peranakan Etawah (PE) di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Sampel susu di koleksi kemudian dilakukan pengujian residu antibiotik dengan metode uji bioassay menggunakan bakteri standar Bacillus cereus ATCC 11778. Penelitian yang dilakukan pada 26 sampel susu yang di ambil secara acak berasal dari ternak kambing perah PE di dapatkan hasil yang negatif. Hal ini di tunjukkan dengan tidak terbentuknya zona hambat di sekitar well yang diisi sampel susu. Berbeda dengan kontrol postif oksitetrasiklin dengan konsentrasi 1 µg/ml yang menghasilkan zona hambatan sekitar 18 mm. Dapat disimpulkan bahwa 100% dari 26 jumlah sampel susu kambing PE yang di ambil secara acak dan di periksa dari Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi tidak mengandung residu antibiotik oksitetrasiklin.
Titis Wulandari, Agustin Indrawati, Fachriyan Hasmi Pasaribu
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.89-95

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dengan gejala klinis pada kolam bioflok di Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi. Bakteri diisolasi dari 35 ekor ikan lele yang memiliki gejala infeksi A. hydrophila. Pengambilan sampel dilakukan Purposive random sampling. Identifikasi dilakukan uji biokimia berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 7303.1-2015 dan dilakukan uji konfirmasi metode PCR taget gen aerA. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebanyak 35 ekor ikan terisolasi 12 isolat bakteri A. hydrophila pada uji biokimia. Namun pada pengujian PCR pada agarose gel 0.8% menujukkan 8 Isolat posistif gen aerA pada 309 bp. Hasil yang berbeda dapat diakibatkan karena adanya positif palsu pada saat uji biokimia. Hasil identifikasi A. hydrophila dengan metode PCR dapat digunakan hasil yang lebih akurat dan waktu uji lebih cepat dibandingkan dengan uji biokimia. Identifikasi yang cepat dapat mempermudah dalam pencegahan infeksi lebih efektif dan cepat.
Vivi Oktaviana, Aditya Yudhana, Nadya Amanda
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.152-157

Abstract:Iguana hijau (Iguana iguana) merupakan hewan eksotik yang dewasa ini banyak dipelihara oleh masyarakat. Pengetahuan masyarakat terkait pemeliharaan iguana masih sangat minim sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah infeksi parasit cacing gastrointestinal. Iguana hijau berumur 2 tahun yang dimanfaatkan sebagai hewan peliharaan di Banyuwangi, Jawa Timur diduga menderita helmintiasis dengan gejala klinis seperti emasiasi dan diare. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeteksi kejadian helmintiasis pada iguana hijau yang dipelihara dan dimanfaatkan dengan tujuan sebagai hewan eksotik. Feses yang berasal dari iguana hijau dilakukan pemeriksaan menggunakan metode natif, sedimentasi dan apung. Berdasarkan hasil pemeriksaan berhasil ditemukan telur cacing Oxyuris spp. Studi ini merupakan laporan kasus pertama di Indonesia terkait dengan infeksi cacing Oxyuris spp. pada iguana hijau.
Suryaningrum Suryaningrum, Faisal Fikri
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2, pp 145-151; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.145-151

Abstract:Seekor anjing ras Pomeranian, bernama Kino, berumur tiga tahun, dan berjenis kelamin jantan, datang ke klinik dengan keadaan mata kanan telah menggelap, terdapat koloni larva, dan berbau busuk. Berdasarkan anamnesis dari pemilik anjing dan hasil dari pemeriksaan fisik, hewan didiagnosa mengalami ophtal myasis. Tindakan yang diambil untuk menangani kasus ini adalah tindakan operatif enukleasi bulbi. Terapi sistemik pasca tindakan operasi dengan memberikan Dexamethasone dan Ceftriaxone injeksi intra muskularis, serta pemberian terapi per oral menggunakan kombinasi obat: Methylprednisolon, Ketoprofen, Adona, Cefadroxil, dan Heptasan. Proses pemulihan anjing membutuhkan waktu 14 hari.
Nadya Amanda Chaerunissa, Vivi Oktaviana, Agus Sunarso, Aditya Yudhana, Kusnoto Kusnoto
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2, pp 96-100; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.96-100

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi helminthiasis yang menyerang kuda di kelompok kesenian “Jaran Kencak” di Desa Patoman, Banyuwangi. Pemeriksaan helminthiasis dilakukan dengan mengambil sampel feses setelah kuda defekasi dan didapatkan sebanyak 11 sampel feses. Tahapan pemeriksaan menggunakan metode natif sederhana di Laboratorium Instrument FKH Unair Banyuwangi. Hasil yang didapatkan 1 (9.09%) dari 11 sampel positif ditemukan larva saluran cerna pada kuda berjenis sandel berumur 20 tahun. Berdasarkan penelitian dari deteksi heminthiasis kuda adalah sebagai upaya penanganan kasus infeksi parasit cacing baik sesama jenis hewan maupun yang beresiko zoonosis terhadap manusia dalam hal ini terutama pemilik kuda.
Laila Nur Hayati, Wiwiek Tyasningsih, Ratih Novita Praja, Sri Chusniati, Maya Nurwartanti Yunita, Prima Ayu Wibawati
Published: 16 October 2019
Jurnal Medik Veteriner, Volume 2, pp 76-82; doi:10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.76-82

Abstract:Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan mastitis subklinis pada Kambing Peranakan Etawah (PE) yang menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar akibat turunnya produksi susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Staphylococcus aureus pada susu kambing PE pederita mastitis subklinis di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Sampel yang digunakan berupa susu kambing PE yang diambil pada bulan Desember 2018 di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Metode sampling yang digunakan yaitu metode purposive sampling dimana kriteria kandang yang menggunakan bahan baku kayu dan bambu, umur kambing PE 2-3 tahun, kambing yang aktif diperah dan terbukti positif 3 dan 4 mastitis subklinis melalui uji CMT. Sampel yag didapat sebanyak 17 kemudian dianalisis laboratorik di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Banyuwangi. Tahap isolasi pada media MSA dan dilanjutkan tahap identifikasi dengan menggunakan pewarnaan Gram, uji katalase, uji manitol, uji koagulase dan uji VP. Diperoleh hasil yaitu terdapat 16 (94.1%) sampel positif Staphylococcus aureus.