KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Journal Information
EISSN : 2657-1110
Published by: LPPM Unsera (10.30656)
Total articles ≅ 45
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Luh Gede Mita Laksmi Susanti, Ni Nyoman Juwita Arsawati
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 105-110; https://doi.org/10.30656/ka.v3i2.3111

Abstract:
Permasalahan sampah merupakan polemik klasik yang tidak berujung dimasyarakat. Permasalahan dalam pengelolaan sampah di Desa Tunjuk, Tabanan cukup berat dimana ksadaran dan kepedulian masyarakat masih kurang terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Masyarakat masih membuang sampah sembarangan dan membakar sampah. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan gagasan pemberdayaan masyarakat dengan alternatif solusi berupa edukasi pengelolaan sampah rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan penyebaran poster. Penyuluhan mengenai edukasi pengelolaan sampah menggunakan metode SOS (sort out, saved) dengan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) dan memahami peran bank sampah. Kemudian dilanjutkan dengan penyebaran poster pengelolaan sampah dengan konsep 3R. Hasil pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan motivasi warga desa dan merubah pola pikir mereka mengenai kesadaran lebih peduli terhadap lingkungan dan diharapkan untuk segera membuat kesepakatan dengan perangkat desa untuk membentuk bank sampah guna meminimalisir adanya timbulan sampah. Gagasan dibentuk bank sampah sekiranya dapat membantu mengatasi permasalahan sampah rumah tangga di Desa Tunjuk, guna menumbuhkan kesadaran dalam pengelolaan sampah untuk memperoleh manfaat secara langsung, baik secara ekonomi dan kesehatan lingkungan.
Asri Widyasanti, Angela A. Lasut, Fani R. Rahmani, M. Ridwan Rais, Nurhanifah Puspitadewi, Rangga Novandra
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 64-72; https://doi.org/10.30656/ka.v3i2.3038

Abstract:
The SOJI project is one of activity dealing with community empowering and services with the topic "Training on Local Commodity-Based Hand Sanitizers and Natural Disinfectants". This activity is carried out virtually using online media because it is in a pandemic era and is required to carry out remote activities to reduce social contact. SOJI has three main activities in the form of a virtual campaign which is carried out by educating the public about hand sanitizers through social media, making hand sanitizers natural ingredients from local commodities in each student residence, and distributing hand sanitizers made from natural local commodities for free while also educating the importance of cleanliness hand to the street vendors (PKL). The purpose of this activity is to first increase the knowledge and awareness of street vendors and the community about the importance of using hand sanitizer as an alternative to maintaining hand hygiene, secondly to provide information to the community on how to make hand sanitizers made from natural local commodities. The benefit of this activity is to educate street vendors and the general public so that they are more aware of the use of hand sanitizers as an alternative to hand hygiene supervision and the community can make hand sanitizers made from natural local commodities. The achievement obtained from the virtual campaign was the total number of likes in the form of infographics (4 contents) were 912 likes, while two video contents reached 1171 total views over 1 month period.
Dewa Ayu Ambarawati, I Made Wirya Darma
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 95-98; https://doi.org/10.30656/ka.v3i2.3143

Abstract:
Sosialisasi protokol kesehatan semakin digencarkan oleh pemerintah, hal ini dilakukan untuk menekan angka pasien COVID-19. Dengan dilakukannya pembentukan Tim SATGAS COVID-19 di setiap Desa untuk membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Di Desa Penatahan Tim SATGAS COVID-19 berfokus kepada para lansia dalam memberikan edukasi mengenai protokol kesehatan, al ini dilakukan karena para lansia memiliki keterbatasan dalam mengakses media sosial. Sehingga agar mendapatkan informasi dan pemahama yang pasti mengenai hal tersebut, perlu adanya edukasi secara langsung kepada lansia. Dengan menerapkan strategi pendekatan persuasif fan edukatif agar tercapainya hubungan timbal balik yang seimbang dari proses sosialisasi kprotokol kesehatan. Metode pelaksanaan yang diguakan adalah dengan wawancara dan melakukan observasi langsung kelapanga unutk memperoleh data yang valid.
Suwandi Sumartias
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 99-104; https://doi.org/10.30656/ka.v3i2.3093

Abstract:
Since the 1998 reformation, the freedom of expression and political participation of citizens has been real and dynamic. Understanding and awareness of the importance of democracy as political education, especially in the Virtual Age, is increasingly becoming a challenge. The Santri, as the next generation, have a strategic role in the continuation of democratization in Indonesia. The method of activities on Virtual Era Democracy Literacy is carried out through the Online method with Problem Based Learning and Brainstorming techniques, through assistance of Community Service Program. The results of the activity show that the Literacy of Virtual Era Democracy provides benefits in increasing insight and understanding of democracy, especially in the virtual era. The Santri felt happy and enthusiastic about this activity, because online experiences provided a new atmosphere in the digital era. Changing the attitudes and new behavior in the digital domain regarding democracy need to be discussed continuously as an adaptation to new habits. Key Word: Literation, democracy, virtual , santri
Santi Riana Dewi, Andari Andari, Martina Rahmawati Masitoh, Santi Octaviani
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 79-86; https://doi.org/10.30656/ka.v3i2.3084

Abstract:
Abstrak Pada saat ini pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan mampu untuk mengikuti perkembangan zaman. Memasuki era industri 4.0 penguasaan terhadap teknologi yang berdampak terjadinya pergeseran di dalam pemberian pelayanan dan juga di dalam pengembangan UMKM di masyarakat. Sehingga sangat diperlukan penambahan dan peningkatan potensi SDM pada penguasaan teknologi digital dalam imlementasinya di kehidupan sehari-hari dan usaha. Permasalahan pada saat ini di lokasi adalah belum adanya pelaku usaha yang menguasai manajemen keuangan dan manajemen pemasaran. Sehingga kegiatan difokuskan pada pemberian pelatihan pembukuan keuangan dan pemasaran secara online. Dengan memiliki pembukuan keuangan yang baik, maka dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pengajuan pendanan pada lembaga keuangan. Selain itu untuk memenuhi perluasan pasar maka diberikan pelatihan pemasaran secara digital dengan melakukan pemasaran melalui media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Hal tersebut merupakan peran aktif dari perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat untuk turut serta membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan, mencegah gagap teknologi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara mandiri demi mewujudkan cita-cita atau hal-hal yang menjadi keinginan masyarakat. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan melakukan pembuatan draf pengabdian masyarakat pada proposal, permohonan ijin, observasi, sosialisasi, penyuluhan, workshop, pelatihan, presentasi hasil, packaging product, belajar manajemen keuangan sederhana, belajar tentang manajemen pemasaran, dan evaluasi. Adapun hasil dari pelaksanaan pengabdian tersebut masyarakat mampu untuk membuat laporan keuangan dan memasarkan produk melalui media online. Kata kunci: pelatihan, keuangan, pemasaran, online.
Tania Intan, Nany Ismail, Vincentia Tri Handayani
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 73-78; https://doi.org/10.30656/ka.v3i2.3043

Abstract:
Media dan metode belajar merupakan unsur pembelajaran yang dapat memengaruhi motivasi belajar sehingga berdampak pada kualitas hasil pendidikan. Situasi pandemi Covid-19 pada tahun 2020 menyebabkan diberlakukannya kebijakan pembatasan kegiatan belajar mengajar tatap muka dan mendukung pada pembelajaran daring. Realitasnya, kegiatan virtual tidak selalu menyenangkan dan mudah dilakukan, karena lama-kelamaan siswa dan pengajar merasa jenuh dan bahkan kerap mengalami kesulitan teknis dalam memanfaatkan sarana dan teknologi. Tim PPM yang bekerja sama dengan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Padjadjaran mencoba menemukan solusi permasalahan tersebut. Menyikapi permasalahan yang disampaikan oleh subjek/mitra kegiatan sebagai representasi pengajar dari berbagai tingkatan, tim PPM dan mahasiswa peserta KKN merancang sebuah media pembelajaran yang mudah digunakan dengan tujuan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif. Metode PPM yang diterapkan adalah sosialisasi pemanfaatan situs web “Virtual Edu Guide”. Selain menambah performa, pengetahuan, dan keterampilan subjek/mitra, indikator keberhasilan yang ditunjukkan program ini adalah jumlah kunjungan pada situs sebanyak 194 kali setelah program berjalan selama lima hari.
Desmira Desmira, Didik Aribowo, Ratna Ekawati, Arum Wahyuni Purbohastuti
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 58-63; https://doi.org/10.30656/ka.v3i2.2940

Abstract:
Padarincang merupakan salah satu kecamatan di Provinsi Banten. Padarincang memiliki potensi unggulan pada beberapa bidang, khususnya sektor pariwisata. Cikal Adventure merupakan salah satu potensi wisata dengan keunggulan wisata alam dan petualangan. Wahana-wahana wisata Cikal Adventure meliputi river tubing, paintball, camping ground, dan outbond. Akses sarana transportasi menuju Cikal Adventure cukup mudah dijangkau, serta sarana dan prasarana di tempat wisata sangat memadai. Namun belum banyak wisatawan baik dari dalam dan luar Padarincang mengetahui obyek wisata Cikal Adventure. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mempromosikan ke khalayak luas tempat wisata Cikal Adventure melalui video yang diupload pada kanal digital Youtobe. Metode pengabdian meliputi observasi, wawancara, pengembangan video promosi wisata, dan umpan balik terhadap video promosi wisata. Respon pengunjung dan masyarakat terhadap video promosi wisata Cikal Adventure sangat baik dan masyarakat menjadi sangat tertarik untuk berkunjung ke Cikal Adventure. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil angket yang dibagikan pada responden: 1) 98% responden menyatakan tampilan video sangat menarik, 2) 86% menjelaskan isi video sangat mudah dipahami, 3) 95% responden menyatakan sangat tertarik untuk berkungjung ke Cikal Adventure setelah menonton video.
Windy Dermawan, Henike Primawanti
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 87-94; https://doi.org/10.30656/ka.v3i2.3098

Abstract:
Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak pada berbagai sektor, salah satunya yaitu sektor UMKM. Penerapan kebijakan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah memberikan tantangan bagi kehidupan ekonomi warga khususnya pengusaha yang harus mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan e-commerce. Namun tidak semua pelaku UMKM sudah siap memasuki pasar digital. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan kesiapan terhadap pelaku UMKM mengenai pentingnya memasuki e-commerce untuk memasarkan produknya. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan, konsultasi, dan Problem Based Learning. Kegiatan ini mampu memberikan kontribusi bagi para peserta dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pentingnya pengembangan pemasaran produk UMKM melalui internet dengan membuka pasar melalui marketplace. Beberapa peserta juga telah dibimbing untuk dapat membuka akun di marketplace dalam memasarkan produk-produknya.
Vidila Rosalina
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 53-57; https://doi.org/10.30656/ka.v3i1.2916

Abstract:
Pada bulan April 2020, hampir semua daerah di Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena pandemi COVID-19. Meski ada pembatasan mobilitas, bukan berarti semua orang bisa mengabaikan protokol kesehatan begitu saja. Masker menjadi benda yang wajib dikenakan oleh siapa pun saat beraktivitas di luar rumah. Meski produksi masker meningkat, tak sedikit warga Indonesia yang masih kesulitan memperolehnya. Berangkat dari permasalahan ini, maka kegiatan pengabdian ini yaitu edukasi penggunaan masker kain yang efektif dan mendonasikan 3.000 masker kain untuk membantu penyediaan masker bagi sebagian warga kabupaten Malang dan kabupaten Serang yang kurang mampu. Pada tahap pertama, Dosen Fakultas Teknologi Universitas Serang Raya bekerjasama dengan alumni SMKN 3 Malang jurusan tata busana membuat 3.000 masker kain untuk membantu penyediaan masker kain bagi masyarakat. Inisiatif kegiatan pegabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya penggunaan masker kain yang efektif dalam menekan penyebaran virus COVID-19.
Enok Rusmanah, Haqi Fadillah, Dwi Meyliani Rismawati
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, Volume 3, pp 41-52; https://doi.org/10.30656/ka.v3i1.2763

Abstract:
Sampah dan pengelolaannya masih menjadi masalah bersama. Diperkirakan 175.000 ton sampah dihasilkan dalam sehari dan didominasi sampah rumah tangga. Berbagai usaha dilakukan untuk menangani masalah sampah termasuk Gerakan Memilah Sampah dari Rumah. Program-program penanganan sampah berbasis masyarakat pun digencarkan seperti Bogor Kabupatenku Green and Clean dengan menciptakan Kampung Ramah Lingkungan (KRL). Namun pada kenyataannya sampah masih menjadi masalah termasuk di Kampung Sampora, Kelurahan Cibinong, Kabupaten Bogor. Meski memiliki KRL tetapi belum berjalan maksimal. Bahkan masih banyak sampah yang dibuang ke sungai dan pinggir jalan. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai sampah, cara pengelolaan dan pemanfaatannya, kurangnya peralatan serta belum terbentuknya lembaga penyalur hasil pengelolaan dan pengendalian sampah seperti bank sampah. Sejalan dengan program pilah sampah dari rumah, maka pengabdian ini diadakan untuk memberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap masyarakat Kampung Sampora, khususnya melibatkan pemberdayaan ibu rumah tangga sebagai perempuan yang paling banyak beraktifitas di rumah. Hal ini bertujuan untuksharing ilmu mengenai cara pemilahan sampah rumah tangga, pengelolaan dan pemanfaatan sampah dengan berbasis 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dan pembentukan bank sampah sebagai wadah untuk menampung hasil dari pemilahan dan pengelolaan sampah. Selanjutnya masyarakat juga dibuatkan alat komposter untuk pengelolaan sampah organik yang mudah digunakan oleh para ibu rumah tangga. Hasilnya, para ibu rumah tangga merasakan tambahan pengetahuan dan bersemangat melakukan pilah sampah dari rumah disertai dengan pemanfaatannya termasuk memaksimalkan bank sampah yang baru terbentuk.
Back to Top Top