Paedagoria | FKIP UMMat

Journal Information
ISSN / EISSN : 2086-6356 / 2614-3674
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Mataram (10.31764)
Total articles ≅ 73
Filter:

Latest articles in this journal

Sapii Sapii
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.817

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mencari gambaran yang sekaligus menjawab permasalahan penelitian dengan paparan deskripsi tentang penerapan Pendekatan CTL Dengan Model PASA (Picture and studen Active) dapat meningkatkan Ranah Kofnitif Dan Afektif Peserta Didik Kelas VI SDN 1 Pengenjek Pada Mata Pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitin tindaka kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas VI sebanyak 25 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian Pendekatan CTL mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Pada tahap prasiklus yaitu dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 17 atau 68% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 8 atau 32% anak yang nilainya lebih dari KKM dengan nilai rata-rata sebesar 67.6 Selanjutnya siklus I dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 12 atau 48% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 13 atau 52% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 76.8, dan pada siklus II 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 5 siswa atau 20% yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 20 atau 80% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 83.2.. This study aims to find a picture that simultaneously answers research problems with a description of the description of the application of the CTL Approach With Pasa Model (Picture and studen Active) can improve the Positive and Affective Domain of Class VI Students in SDN 1 Applicants in Mathematics. This study used a classroom action research (CAR) approach with 25 grade students as many as 25 students. Based on the results of the research CTL approach is able to improve student learning outcomes on Mathematics subjects. In the pre-cycle stage, 25 students obtained data that there were 17 or 68% of children who obtained less scores from KKM 75 and 8 or 32% of children whose grades were more than KKM with an average value of 67.6 Then cycle I of 25 students obtained data that there are 12 or 48% of children who get less grades from KKM 75 and 13 or 52% of children whose grades are more than KKM 75 with an average value of 76.8, and in cycle II 25 students get data that there are 5 students or 20% who get less value than KKM 75 and 20 or 80% of children whose grades are more than 75 KKM with an average value of 83.2.
Siti Sulhiyati
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.816

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament TGT pada pembelajaran IPA. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan pada tahap prasiklus diketahui bahwa dari 26 siswa hanya terdapat 6 siswa yang lulus atau mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), pada siklus pertama mengalami peningkatan yakni dari 26 siswa terdapat 17 siswa yang lulus atau mencapai nilai KKM, selanjutnya pada siklus kedua yang mencapai KKM sebanyak 21 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD. The purpose of this study was to improve the learning outcomes of fifth grade elementary school students through the application of cooperative learning methods of the TGT Team Tournament type to science learning. The research design used in classroom action research (CAR). The results showed that in the pre-cycle stage, it was found that out of 26 students there were only 6 students who passed or reached the minimum completeness criteria (KKM), in the first cycle there were 26 students who passed or reached the KKM score, then in the second cycle who reached KKM as many as 21 students. Thus it can be concluded that through the application of the TGT cooperative learning model can improve the learning outcomes of fifth grade elementary school students.
Sri Maryani, Bq Desi Milandari, Murti Sari Dewi
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.815

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menelaah dan merevisi teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP. Objek dalam penelitian ini berjumlah 29 siswa. Metode pengumpulan data dalam peneltian ini terdiri dari metode observasi, metode tugas, dan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan hasil analisisnya disajikan dalam bentuk angka dan dijelaskan dalam suatu uraian dengan rumus Penilaian Acuan Patokan (PAP). Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan menelaah dan merevisi teks deskripsi pada siswa tergolong normal, dengan rincian 41% siswa berkemampuan tinggi, 59% siswa berkemampuan sedang, 0% berkemampuan rendah, dan diperoleh IPK 65 yang berkisar antara 55 sampai dengan 65. This study aims to describe the ability to review and revise the description text in class VII SMP students. The objects in this study were 29 students. The method of data collection in this study consisted of observation methods, task methods, and documentation methods. Data analysis uses quantitative descriptive method and the results of the analysis are presented in numerical form and explained in a description using the Standard Reference Assessment (PAP) formula. Based on the results of the study, it can be concluded that the ability to review and revise the description text in students is classified as normal, with the details 41% of high-ability students, 59% of students with moderate ability, 0% of low ability, and 65 GPA which ranges from 55 to 65.
Niky Ayu Sekar Arum, Marmi Sudarmi, Alvama Pattiserlihun
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.801

Abstract:
Abstrak: Tujuan Penelitian ini untuk: (1) memanfaatkan film kartun “Larva” sebagai media belajar lewat kesalahan untuk mengajarkan siswa berpikir HOTS Khususnya ranah evaluasi dan analisis (2) memberi contoh RPP yang pembelajarannya mengajarkan siswa berpikir Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP berbasis HOTS, soal evaluasi HOTS, lembar observasi dan kuesioner. Hasil analisis lembar observasi 86,1% siswa menjawab dengan benar pertanyaan menggiring HOTS dan lembar kuesioner 96,6% siswa paham dan terbantu dengan pertanyaan menggiring. Hasil tes siswa menunjukkan 85% siswa mendapatkan nilai ≥ 70. Penelitian ini telah berhasil dan memenuhi kriteria sehingga RPP ini dapat menjadi contoh RPP berbasis HOTS bagi guru untuk mengajarkan siswa berpikir HOTS. The purpose of this research: (1) to use Larva cartoons as a learning media through mistakes to teach students to think HOTS especially the domain of evaluation and analysis(2) give an example of lesson plans which teaches students to think of Higher Order Thinking Skills (HOTS). This type of research is classroom action research (CAR) which was analyzed qualitatively. Research Instrument used include lesson plans, observation sheet, and questionnaire sheets. The results of the observation sheet analysis of 86.1% of students answered correctly the questions led to HOTS and questionnaire sheets 96.6% of students understood and were helped with questions leading. Student test results show 85% of students get a score of more than 70. This research has succeeded and fulfilled the criteria so that this lesson plans can be an example of HOTS-based lesson plans for teachers to teach students to think HOTS.
Syaiful Barsa Arta Diantoro, Mahsup Mahsup, Dewi Pramita
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.811

Abstract:
Abstrak: Pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan masalah dalam setiap materi pembelajaran bentuk aljabar. Akibatnya hasil belajar siswa rendah. Tujuan peneltian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP melalui penerapan model pembelajaran TSTS pada pokok bahasan bentuk aljabar. penerapan model pembelajaran TSTS adalah selalu melibatkan siswa dalam setiap penyelesaian masalah dan mencari informasi sendiri karena guru hanya sebagai fasilitator.Subyek pada penelitian ini yaitu kelas VII SMPN 18 Mataram yang terdiri dari 23 siswa. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa dan guru dikatakan meningkat apabila berkategori baik, serta peningkatan hasil belajar siswa dikatakan meningkat apabila mencapai nilai rata-rata 70 dengan ketuntasan klasikal 75%. Hasil penelitian ini menunjukan terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sampai Siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 71,01 dengan ketuntasan klasikal 68,56%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 82,61% dengan rata-rata nilai 76,38. Untuk rata-rata skor aktivitas siswa dan guru adalah 55,76 dan 80,77 yang termasuk berkategori cukup baik dan sangat baik. Kesimpulan penerapan model pembelajaran TSTS pada pokok bahasan bentuk aljabar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP. The convention learning was difficult in teaching aljabar at the students. It made effect to improving student ability. The purpose of study to improve the student ability toward applying cooperative learning of TSTS in teaching aljabar at the students. Applying of TSTS learning model is followed by the students in problem solving and found out the information by their self because teacher as a facilitator. The subject of research were the students of seventh grade of SMPN 18 Mataram who are 23 students. The indicators of result study were the students learning activities and teacher were improved if it was good and KKM of score was about70, the classical point 75%. The result of study showed the applying cooperative learning TSTS model in teaching aljabar at the students was improved from cycle I until II. The result of score in cycle I 71,01 with classical score 68,56 %, meanwhile in cycle II was improved score 82,61 with mean score 76,38. The result of students and teacher was 55,76 and 80,77, it was included better. The concluded of applying TSTS in teaching aljabar can improved the students ability.
Purwini Purwini
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.810

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn melalui Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Metode discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn materi mengidentifikasi kedudukan dan fungsi UUD 1945 Dalam Sistem Hukum Nasional. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil belajar siswa pada tahap pra siklus, Siklus I, dan Siklus II mengalami kenaikan hasil belajar. Pada tahap prasiklus yaitu dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 19 atau 76% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 6 atau 24% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 62.2, Selanjutnya siklus I dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 10 sisiwa atau 40% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 15 siswa atau 60% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 72.6, dan pada siklus II dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 4 siswa atau 16% yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan ada 21 anak atau 84% yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 80.6. This study aims to describe the implementation of Civics learning through Discovery Learning to improve the learning outcomes of class VIII students. This research is a Classroom Action Research. Based on the results of the study showed that the application of the discovery learning method can improve learning outcomes of Civics material to identify the position and function of the 1945 Constitution in the National Legal System. This is indicated by student learning outcomes in the pre-cycle stage, Cycle I, and Cycle II experiencing an increase in learning outcomes. In the pre-cycle stage, 25 students obtained data that there were 19 or 76% of children who obtained less scores from KKM 75 and 6 or 24% of children whose grades were more than 75 KKM with an average value of 62.2, then cycle I of 25 students was obtained data that there are 10 students or 40% of children who get less scores than KKM 75 and 15 students or 60% of children whose grades are more than KKM 75 with an average value of 72.6, and in cycle II data from 25 students shows that there are 4 students or 16% who obtained less scores from KKM 75 and there were 21 children or 84% who scored more than 75 KKM with an average value of 80.6.
Asmah Asmah
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; doi:10.31764/paedagoria.v9i1.275

Abstract:
Abstrak: Dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara untuk mengemukakan pendapat melalui metode diskusi pada siswa kelas VI SDN 3 Barejulat tahun 2015/2016. Metode pengumpulan data : observasi, tugas, dokumentasi, dan tes.Hasil analisis: kemampuan tinggi sebanyak 12 orang tingkat kemampuan sedang 15 orang dengan IPK 65,51 % pada kategori sedang. Sedangkan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode diskusi dalam mengemukakan pendapat dengan kemampuan tinggi sebanyak 25 orang, tingkat kemampuan sedang dengan jumlah siswa 2 orang dengan persentase 7,48 % dengaqn IPK pada kategori 74,00 % kategori tinggi. Jadi penggunaan metode diskusi meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VI SDN 3 Barejulat tahun 2015/2016. Classroom Action Research carried out with the aim of research to describe the improvement of speech skills to express opinions through the method of discussion on students of class VI SDN 3 Barejulat year 2015/2016. Methods of data collection: observation, tasks, documentation, and tests. Result of analysis: high ability as many as 12 people medium ability level 15 people with GPA 65,51% in medium category. While speaking skill by using method of discussion in expressing opinion with high ability counted 25 people, medium ability level with number of student 2 person with percentage of 7,48% dengaqn GPA in category 74.00% high category. So the use of discussion method improves the speaking skill of grade 6 students of SDN 3 Barejulat year 2015/2016.
Asri Dwi Kusumawati, Sutriyono Sutriyono
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; doi:10.31764/paedagoria.v9i1.265

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan persoalan aljabar yang berkaitan dengan konsep dan prinsip, serta faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Salatiga dalam mempelajari aljabar. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis kesulitan-kesulitan siswa dari instrumen yang diberikan. Sampel yang diambil adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Salatiga dengan jumlah subjek yaitu 5 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persoalan aljabar yang berkaitan dengan persentase penguasaan konsep 58% dan persentase penguasaan prinsip 53% yang termasuk pada kategori sedang. This study aims to determine the difficulties experienced by students in solving algebraic problems related to the concepts and principles, as well as the factors that cause difficulties in learning grade VII SMP Negeri 3 Salatiga in learning algebra. The research method is qualitative descriptive by analyzing students' difficulties from the given instrument. Samples taken are students of class VII SMP Negeri 3 Salatiga with the number of subjects ie 5 students. The results of this study indicate that students have difficulty in solving algebra problems related to the percentage of mastering the concept of 58% and the percentage mastery of 53% which is included in the medium category
Christiana Kartika Dian, Kriswandani Kriswandani, Novisita Ratu
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; doi:10.31764/paedagoria.v9i1.245

Abstract:
Abstrak: Berpikir reflektif merupakan kegiatan yang membuat siswa berusaha menghubungkan pengetahuan yang diperolehnya untuk menyelesaikan permasalahan baru yang berkaitan dengan pengetahuan lamanya. Berpikir reflektif meliputi tiga fase/ tingkat yaitu reacting (berpikir reflektif untuk aksi), comparing (berpikir reflektif untuk evaluasi) dan contemplating (berpikir reflektif untuk inkuiri kritis). Untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir reflektif siswa, maka dilakukan penelitian dengan jenis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswi kelas VIII SMP Kristen 02 Salatiga yang dipilih secara purposive sampling pada materi bangun datar segi empat dengan kemampuan awal yang berbeda. Dari hasil analisis, siswa berkemampuan awal tinggi dapat dikatakan reflektif, kemampuan awal sedang dikatakan cukup reflektif, dan kemampuan awal rendah dikatakan kurang reflektif. Reflective thinking is an activity that keeps students trying to connect their acquired knowledge to solve new problems related to their old knowledge. Reflective thinking involves three phases / levels of reacting (thinking reflectively for action), comparing (reflective thinking for evaluation) and contemplating (reflective thinking for critical inquiry). To know the level of reflective thinking ability of students, then conducted research with descriptive qualitative type. The subjects of this study were 3 VIII grade students of SMP Kristen 02 Salatiga who were chosen by purposive sampling on the rectangular building material with different initial capability. From the results of the analysis, high initial students can be said to be reflective, the initial ability is said to be quite reflective, and low initial ability is said to be less reflective.
Lale Ratnita
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; doi:10.31764/paedagoria.v9i1.262

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam meningkatkan kemampuan hubungan interpersonal yang sesuai dengan kebutuhan pada siswa kelas IX-1 SMPN 1 Praya Barat Daya. Dilaksanakan dengan PTK sistem spiral: rencana, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali dalam dua siklus. Dari analisis dan observasi menunjukkan 8 siswa yang memiliki kemampuan hubungan interpesonal kategori rendah menjadi berkategori tinggi sebanyak 6 siswa dan 2 siswa berkategori sedang, terjadi peningkatan kemampuan hubungan interpersonal. Disimpulkan bahwa penggunaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatkan kemampuan menjalin hubungan interpersonal pada siswa kelas IX-1 SMP Negeri 1 Praya Barat Daya yang ditandai peningkatan skor tingkat kemampuan hubungan interpersonal pada siswa sebelum dan sesudah penggunaan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. This research is to know the application of group guidance with sociodrama technique in improving the ability of interpersonal relation according to the needs of the students of class IX-1 SMPN 1 Praya Barat Daya. Carried out with PTK spiral system: plan, action, observation, reflection and re-planning in two cycles. From the analysis and observation show 8 students who have interpesonal relationship ability of low category become categorized as high as 6 students and 2 students are moderate category, there is improvement of interpersonal relationship ability. It was concluded that the use of group counseling service with sociodrama technique can improve interpersonal relationship ability in grade IX-1 students of SMP Negeri 1 Praya Barat Daya marked improvement of interpersonal relationship ability level score on students before and after use of group guidance with sociodrama technique.
Back to Top Top