Paedagoria | FKIP UMMat

Journal Information
ISSN / EISSN : 2086-6356 / 2614-3674
Published by: Universitas Muhammadiyah Mataram (10.31764)
Total articles ≅ 85
Filter:

Latest articles in this journal

Syaiful Barsa Arta Diantoro, Mahsup Mahsup, Dewi Pramita
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.811

Abstract:
Abstrak: Pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan masalah dalam setiap materi pembelajaran bentuk aljabar. Akibatnya hasil belajar siswa rendah. Tujuan peneltian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP melalui penerapan model pembelajaran TSTS pada pokok bahasan bentuk aljabar. penerapan model pembelajaran TSTS adalah selalu melibatkan siswa dalam setiap penyelesaian masalah dan mencari informasi sendiri karena guru hanya sebagai fasilitator.Subyek pada penelitian ini yaitu kelas VII SMPN 18 Mataram yang terdiri dari 23 siswa. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa dan guru dikatakan meningkat apabila berkategori baik, serta peningkatan hasil belajar siswa dikatakan meningkat apabila mencapai nilai rata-rata 70 dengan ketuntasan klasikal 75%. Hasil penelitian ini menunjukan terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sampai Siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 71,01 dengan ketuntasan klasikal 68,56%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 82,61% dengan rata-rata nilai 76,38. Untuk rata-rata skor aktivitas siswa dan guru adalah 55,76 dan 80,77 yang termasuk berkategori cukup baik dan sangat baik. Kesimpulan penerapan model pembelajaran TSTS pada pokok bahasan bentuk aljabar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP. The convention learning was difficult in teaching aljabar at the students. It made effect to improving student ability. The purpose of study to improve the student ability toward applying cooperative learning of TSTS in teaching aljabar at the students. Applying of TSTS learning model is followed by the students in problem solving and found out the information by their self because teacher as a facilitator. The subject of research were the students of seventh grade of SMPN 18 Mataram who are 23 students. The indicators of result study were the students learning activities and teacher were improved if it was good and KKM of score was about70, the classical point 75%. The result of study showed the applying cooperative learning TSTS model in teaching aljabar at the students was improved from cycle I until II. The result of score in cycle I 71,01 with classical score 68,56 %, meanwhile in cycle II was improved score 82,61 with mean score 76,38. The result of students and teacher was 55,76 and 80,77, it was included better. The concluded of applying TSTS in teaching aljabar can improved the students ability.
Purwini Purwini
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.810

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn melalui Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Metode discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn materi mengidentifikasi kedudukan dan fungsi UUD 1945 Dalam Sistem Hukum Nasional. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil belajar siswa pada tahap pra siklus, Siklus I, dan Siklus II mengalami kenaikan hasil belajar. Pada tahap prasiklus yaitu dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 19 atau 76% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 6 atau 24% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 62.2, Selanjutnya siklus I dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 10 sisiwa atau 40% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 15 siswa atau 60% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 72.6, dan pada siklus II dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 4 siswa atau 16% yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan ada 21 anak atau 84% yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 80.6. This study aims to describe the implementation of Civics learning through Discovery Learning to improve the learning outcomes of class VIII students. This research is a Classroom Action Research. Based on the results of the study showed that the application of the discovery learning method can improve learning outcomes of Civics material to identify the position and function of the 1945 Constitution in the National Legal System. This is indicated by student learning outcomes in the pre-cycle stage, Cycle I, and Cycle II experiencing an increase in learning outcomes. In the pre-cycle stage, 25 students obtained data that there were 19 or 76% of children who obtained less scores from KKM 75 and 6 or 24% of children whose grades were more than 75 KKM with an average value of 62.2, then cycle I of 25 students was obtained data that there are 10 students or 40% of children who get less scores than KKM 75 and 15 students or 60% of children whose grades are more than KKM 75 with an average value of 72.6, and in cycle II data from 25 students shows that there are 4 students or 16% who obtained less scores from KKM 75 and there were 21 children or 84% who scored more than 75 KKM with an average value of 80.6.
Sapii Sapii
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.817

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mencari gambaran yang sekaligus menjawab permasalahan penelitian dengan paparan deskripsi tentang penerapan Pendekatan CTL Dengan Model PASA (Picture and studen Active) dapat meningkatkan Ranah Kofnitif Dan Afektif Peserta Didik Kelas VI SDN 1 Pengenjek Pada Mata Pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitin tindaka kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas VI sebanyak 25 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian Pendekatan CTL mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Pada tahap prasiklus yaitu dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 17 atau 68% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 8 atau 32% anak yang nilainya lebih dari KKM dengan nilai rata-rata sebesar 67.6 Selanjutnya siklus I dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 12 atau 48% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 13 atau 52% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 76.8, dan pada siklus II 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 5 siswa atau 20% yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 20 atau 80% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 83.2.. This study aims to find a picture that simultaneously answers research problems with a description of the description of the application of the CTL Approach With Pasa Model (Picture and studen Active) can improve the Positive and Affective Domain of Class VI Students in SDN 1 Applicants in Mathematics. This study used a classroom action research (CAR) approach with 25 grade students as many as 25 students. Based on the results of the research CTL approach is able to improve student learning outcomes on Mathematics subjects. In the pre-cycle stage, 25 students obtained data that there were 17 or 68% of children who obtained less scores from KKM 75 and 8 or 32% of children whose grades were more than KKM with an average value of 67.6 Then cycle I of 25 students obtained data that there are 12 or 48% of children who get less grades from KKM 75 and 13 or 52% of children whose grades are more than KKM 75 with an average value of 76.8, and in cycle II 25 students get data that there are 5 students or 20% who get less value than KKM 75 and 20 or 80% of children whose grades are more than 75 KKM with an average value of 83.2.
Siti Sulhiyati
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.816

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament TGT pada pembelajaran IPA. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan pada tahap prasiklus diketahui bahwa dari 26 siswa hanya terdapat 6 siswa yang lulus atau mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), pada siklus pertama mengalami peningkatan yakni dari 26 siswa terdapat 17 siswa yang lulus atau mencapai nilai KKM, selanjutnya pada siklus kedua yang mencapai KKM sebanyak 21 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD. The purpose of this study was to improve the learning outcomes of fifth grade elementary school students through the application of cooperative learning methods of the TGT Team Tournament type to science learning. The research design used in classroom action research (CAR). The results showed that in the pre-cycle stage, it was found that out of 26 students there were only 6 students who passed or reached the minimum completeness criteria (KKM), in the first cycle there were 26 students who passed or reached the KKM score, then in the second cycle who reached KKM as many as 21 students. Thus it can be concluded that through the application of the TGT cooperative learning model can improve the learning outcomes of fifth grade elementary school students.
Sri Maryani, Bq Desi Milandari, Murti Sari Dewi
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.815

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menelaah dan merevisi teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP. Objek dalam penelitian ini berjumlah 29 siswa. Metode pengumpulan data dalam peneltian ini terdiri dari metode observasi, metode tugas, dan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan hasil analisisnya disajikan dalam bentuk angka dan dijelaskan dalam suatu uraian dengan rumus Penilaian Acuan Patokan (PAP). Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan menelaah dan merevisi teks deskripsi pada siswa tergolong normal, dengan rincian 41% siswa berkemampuan tinggi, 59% siswa berkemampuan sedang, 0% berkemampuan rendah, dan diperoleh IPK 65 yang berkisar antara 55 sampai dengan 65. This study aims to describe the ability to review and revise the description text in class VII SMP students. The objects in this study were 29 students. The method of data collection in this study consisted of observation methods, task methods, and documentation methods. Data analysis uses quantitative descriptive method and the results of the analysis are presented in numerical form and explained in a description using the Standard Reference Assessment (PAP) formula. Based on the results of the study, it can be concluded that the ability to review and revise the description text in students is classified as normal, with the details 41% of high-ability students, 59% of students with moderate ability, 0% of low ability, and 65 GPA which ranges from 55 to 65.
Niky Ayu Sekar Arum, Marmi Sudarmi, Alvama Pattiserlihun
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; doi:10.31764/paedagoria.v10i1.801

Abstract:
Abstrak: Tujuan Penelitian ini untuk: (1) memanfaatkan film kartun “Larva” sebagai media belajar lewat kesalahan untuk mengajarkan siswa berpikir HOTS Khususnya ranah evaluasi dan analisis (2) memberi contoh RPP yang pembelajarannya mengajarkan siswa berpikir Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP berbasis HOTS, soal evaluasi HOTS, lembar observasi dan kuesioner. Hasil analisis lembar observasi 86,1% siswa menjawab dengan benar pertanyaan menggiring HOTS dan lembar kuesioner 96,6% siswa paham dan terbantu dengan pertanyaan menggiring. Hasil tes siswa menunjukkan 85% siswa mendapatkan nilai ≥ 70. Penelitian ini telah berhasil dan memenuhi kriteria sehingga RPP ini dapat menjadi contoh RPP berbasis HOTS bagi guru untuk mengajarkan siswa berpikir HOTS. The purpose of this research: (1) to use Larva cartoons as a learning media through mistakes to teach students to think HOTS especially the domain of evaluation and analysis(2) give an example of lesson plans which teaches students to think of Higher Order Thinking Skills (HOTS). This type of research is classroom action research (CAR) which was analyzed qualitatively. Research Instrument used include lesson plans, observation sheet, and questionnaire sheets. The results of the observation sheet analysis of 86.1% of students answered correctly the questions led to HOTS and questionnaire sheets 96.6% of students understood and were helped with questions leading. Student test results show 85% of students get a score of more than 70. This research has succeeded and fulfilled the criteria so that this lesson plans can be an example of HOTS-based lesson plans for teachers to teach students to think HOTS.
Mochamad Yusuf
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; doi:10.31764/paedagoria.v9i1.269

Abstract:
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian pengembangan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model 4-D yang terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran telah valid, keterlaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik, aktivitas peserta didik terlaksana dengan baik, keterampilan berpikir kritis secara konsisten meningkatan secara signifikan di tiga kelas, dan data respon peserta didik menunjukkan mayoritas peserta didik senang terhadap pembelajaran berbasis Problem Based Learning. The purpose of this research is to develop a learning package that can improve the critical thinking skills students. Therefore, in general, it can be categorized into a research and development. The learning package was developed by using 4-D model; defining, designing, developing, disseminating. The result showed that learning material was valid, enforceability get good, student activites by using process get good too, the improvement of students’ critical thinking is consistent on 3 classes, the data of students’ responses showed that most of students are happy to the problem based learning.
Kabul Ryadi
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; doi:10.31764/paedagoria.v9i1.261

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Model Number Heads Together (NHT) Kelas X-IIS-1 di SMAN 1 Praya Timur Lombok Tengah Tahun 2016/2017. Penelitian menggunakan PTK yang terdiri dari 2 siklus tindakan. Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran Number Heads Together (NHT) tentang dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan. Skor tertinggi 90 dan terendah 68. Siswa yang mencapai standar kemampuan tinggi 12 siswa atau 34,29%. Siswa yang memperoleh kemampuan sedang sebanyak 21 atau 60,00% dan yang rendah adalah 2 orang atau 5,71%. Persentase ketuntasan klasikal diperoleh 94,29%. Peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus I kesiklus II sebesar 37,14%. The purpose of this research is to know the students' learning outcomes with Cooperative Learning Model Model Number Heads Together (NHT) Class X-IIS-1 at SMAN 1 Praya Timur Lombok Tengah Year 2016/2017. The study used a PTK consisting of 2 cycles of action. Based on the evaluation of Number Heads Together (NHT) learning about atmospheric dynamics and their impact on life. The highest score is 90 and the lowest is 68. Students who reach a high ability standard of 12 students or 34.29%. Students who gained moderate ability were 21 or 60.00% and low were 2 persons or 5.71%. Percentage of classical mastery obtained 94.29%. The increase of classical completeness from cycle I of cycle II is 37,14%.
Sri Rudiawati
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; doi:10.31764/paedagoria.v9i1.277

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian ini ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar melalui penerapan pembelajaran model STAD dan Role Playing terhadap siswa Kelas VI SDN Sintung Timur Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas tiga suiklus. Pengumpulan data berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%). Kesimpulan bahwa penerapan model STAD dan Role Playing dapat meningkatkan prestasi belajar Siswa kelas VI SDN Sintung Timur Tahun Ajaran 2015/2016. The purpose of this study would like to know the improvement of learning achievement through the application of STAD and Role Playing model learning to the students of Class VI SDN Sintung Timur in School Year 2015/2016. This study used a classroom action research of three cycles. Data collection in the form of formative test result, observation sheet of teaching and learning activities. It was found that students' learning achievement increased from cycle I to cycle III that is, cycle I (68,18%), cycle II (77,27%), cycle III (86,36%). The conclusion that the application of STAD and Role Playing model can improve the learning achievement of grade 6 students of SDN Sintung Timur in the academic year 2015/2016.
Muhadis Muhadis
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; doi:10.31764/paedagoria.v9i1.263

Abstract:
Abstrak: Tujuan diadakan Penelitian untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas melalui supervisi akademik Pengawas di SDN Bebie Kec.Praya Kab. Lombok Tengah tahun pelajaran 2016/2017. Hasil nilai 68,88 pada siklus l dengan prosentase kinerja guru secara kelompok/klasikal 37,5%, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 80,63 dengan prosentase kinerja guru secara kelompok/klasikal 100% sudah melebihi dari standar 85%. disimpulkan bahwa penerapan supervisi akademik Kepala Sekolah dapat meningkatkan kinerja guru dengan ketuntasan kelompok/kalsikal mencapai 100 %, dengan demikian penerapan supervisi akademik Kepala Sekolah efektif meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas di SDN Bebie Lombok Tengah. The purpose of this study to determine the extent to which improvements in teacher performance in implementing classroom-based assessment through supervision supervision supervision at SDN Bebie District Praya Central Lombok Tengah academic year 2016/2017. The result of score 68,88 in cycle 1 with the percentage of teacher performance in group / classical 37,5%, can increase in cycle 2 to 80,63 with the percentage of teacher performance in group / classical 100% already exceed from standard 85%. it is concluded that the application of academic supervision of principal can improve teacher performance with group / classical completeness reach 100%, thereby applying of principal academic supervision effectively improve teacher performance in carrying out class-based assessment at SDN Bebie Lombok Tengah.
Back to Top Top