Journal Information
ISSN / EISSN : 2549-8037 / 2549-8045
Current Publisher: Institut Informatika Indonesia Surabaya (10.34148)
Total articles ≅ 70
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Angga Maulana Nurhuda, Ervan Philipus, Ivan Gunawan
Teknika, Volume 10, pp 78-87; doi:10.34148/teknika.v10i1.324

Abstract:
Peran sistem pendataan keluarga dalam rangka mendukung pencapaian program BANGGAKENCANA pada BKKBN Propinsi Jawa Barat adalah untuk menyediakan data dasar sebagai perencanaan strategis, peta kerja, maupun pemetaan mekanisme operasional menjadi krusial untuk menopang keberhasilan program. Untuk memastikan delivery produk, layanan, dan dukungan yang dihasilkan perlu dilakukan evaluasi sehingga dapat menghasilkan tata kelola sistem pendataan keluarga yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ukuran capability level proses TI saat ini kemudian dibandingkan dengan yang diharapkan sehingga dapat diperoleh kesenjangan guna penyusunan rekomendasi yang dapat diimplementasikan pada Siklus Sistem Pendataan Keluarga Tahun 2021 dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 5. Data yang diperoleh bersumber dari responden yang berwenang dan kompeten berdasarkan pemetaan diagram RACI pada COBIT 5. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa dari 6 proses terpilih pada domain DSS terdapat 4 proses yang mencapai level 1 (performed) dan 2 proses yang berhasil mencapai level 2 (managed process). Tingkat kemampuan manajemen TI yang diharapkan berada pada level 3 sehingga GAP muncul di semua domain yang bermakna saat ini organisasi belum sepenuhnya mengimplementasikan proses yang ditetapkan untuk mencapai tujuan proses. Dari seluruh rangkaian penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa diperoleh nilai level kapabilitas sebesar 1,33 dan terdapat GAP sebesar 1,67 untuk mencapai level yang diharapkan. Dalam penelitian ini disampaikan rekomendasi untuk meningkatkan kapabilitas proses sehingga BKKBN Propinsi Jawa Barat dapat mencapai tingkat kapabilitas yang diharapkan.
Heru Wijayanto Aripradono
Published: 24 February 2021
Teknika, Volume 10, pp 68-77; doi:10.34148/teknika.v10i1.330

Abstract:
Pertumbuhan teknologi informasi tidak dapat dihindari terutama dalam mempengaruhi kehidupan sosial manusia saat ini. Inovasi yang dikembangkan secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia saat ini. Wearable technology adalah salah satu teknologi yang tidak hanya memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, namun sangat membantu dalam menunjang aktivitas olahraga dan kesehatan. Wearable technology merupakan suatu teknologi komputer yang terhubung dengan koneksi internet, memiliki bentuk berupa aksesoris manusia sehari-hari yang dapat dikenakan pada tubuh mereka untuk memudahkannya dalam menerima notifikasi yang sudah terhubung dengan perangkat pintar lainnya. Pada penelitian ini akan melakukan identifkasi beberapa faktor yang mempengaruhi sudut pandang pengguna pada sports wearable technology serta untuk menginvestigasi penyebab pengadopsian konsumen pada teknologi tersebut berdasarkan teori Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Positive Technology Readiness, Negative Readiness, Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Intention to Use yang merupakan teori gabungan antara Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) untuk menjelaskan fenomena para pengguna terhadap penggunaan sports wearable sebagai fitness tracker mereka. Penelitian menggunakan komponen berbasis SEM dan kemudian dilakukan analisis menggunakan Partial Least Square. Penelitian ini menemukan bahwa pengguna memiliki penilaian positif (positive technology readiness) yang tinggi pada sports wearable technology melalui faktor Perceived Ease of Use (PEOU) dibandingkan dengan nilai Perceived Usefulness (PU) dalam wearable technology tersebut.
Faisal Dharma Adhinata, Diovianto Putra Rakhmadani
Published: 22 February 2021
Teknika, Volume 10, pp 62-67; doi:10.34148/teknika.v10i1.328

Abstract:
The impact of this pandemic affects various sectors in Indonesia, especially in the economic sector, due to the large-scale social restrictions policy to suppress this case's growth. The details of the growth of Covid-19 in Indonesia are still fluctuating and cannot be fully understood. Recently it has been developed by researchers related to the prediction of Covid-19 cases in various countries. One of them is using a machine learning technique approach to predict cases of daily increase Covid-19. However, the use of machine learning techniques results in the MSE error value in the thousands. This high number indicates that the prediction data using the model is still a high error rate compared to the actual data. In this study, we propose a deep learning approach using the Long Short Term Memory (LSTM) method to build a prediction model for the daily increase cases of Covid-19. This study's LSTM model architecture uses the LSTM layer, Dropout layer, Dense, and Linear Activation Function. Based on various hyperparameter experiments, using the number of neurons 10, batch size 32, and epochs 50, the MSE values were 0.0308, RMSE 0.1758, and MAE 0.13. These results prove that the deep learning approach produces a smaller error value than machine learning techniques, even closer to zero.
Devi Dwi Purwanto, Jimmy Tegarianto
Published: 10 February 2021
Teknika, Volume 10, pp 53-61; doi:10.34148/teknika.v10i1.329

Abstract:
VISIC Surabaya merupakan klinik fisioterapis yang berfokus menangani pasien cedera pasca olahraga. Di era persaingan bisnis yang mengandalkan perkembangan teknologi, saat ini VISIC memiliki kendala dalam menyediakan pelayanan yang cepat dan tepat, dimana pelayanan masih menggunakan sistem manual yakni dengan dicatat dalam buku tulis. Oleh karena itu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik maka diperlukan suatu sistem informasi untuk membantu baik pendaftaran, pencatatan hingga pelaporan seluruh transaksi yang ada di VISIC Surabaya. Aplikasi klinik VISIC Surabaya merupakan suatu aplikasi berbasis website menggunakan framework Codeigniter yang ditujukan untuk membantu pasien sehingga dapat melakukan pendaftaran secara online, melihat history pemeriksaan, dan mengubah jadwal kedatangan. Untuk fisioterapis, aplikasi ini bertujuan untuk membantu memberikan kemudahan dalam memberikan jadwal praktek ke pasien, pencatatan rekam medis, dan kemudahan dalam pencatatan pemeriksaan pasien dengan gambar menggunakan HTML 5 Canvas. Sedangkan untuk petugas, aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan pencatatan barang, melihat kedatangan pasien, melakukan check in kedatangan, mencetak invoice hingga pelaporan. Hasil pengujian menggunakan metode Blackbox menunjukkan bahwa aplikasi ini dapat berjalan dengan baik pada browser umum seperti Chrome, Mozilla, dan lain lain. Berdasarkan hasil pengujian melalui kuesioner didapatkan hasil 80% aplikasi VISIC mampu menangani masalah dan memberikan pelayanan yang cepat dengan memberikan fitur reservasi online serta 73,3% menghasilkan informasi yang akurat dalam hal titik terapi yang dilakukan oleh fisioterapis.
Sri Rahayu Natasia, Brianto Rovi Harjanto, Ariyadi
Published: 9 February 2021
Teknika, Volume 10, pp 43-52; doi:10.34148/teknika.v10i1.321

Abstract:
Dinas Tenaga Kerja (DISNAKER) Kota Samarinda merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertugas untuk melayani masyarakat pada bidangnya. Salah satu layanan di DISNAKER yaitu pembuatan peraturan perusahaan, dimana proses pembuatannya masih secara manual. Diawali perusahaan membawa berkas-berkas yang diperlukan ke DISNAKER, kemudian perusahaan menunggu sekitar 3-4 hari atau bahkan lebih yang dikarenakan tertumpuknya berkas-berkas. Jika dikabarkan kekurangan berkas atau revisi, maka perusahaan tersebut perlu melengkapi atau merevisi dan memberikan kembali ke DISNAKER. Hal ini tentunya membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembuatan peraturan perusahaan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Pembuatan Peraturan Perusahaan (3P) berbasis website dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD memiliki 4 fase dalam pembangunan sistem yaitu, fase perencanaan syarat-syarat, fase desain pengguna, fase konstruksi, dan fase pelaksana. Sistem yang telah dibuat berhasil membuat surat keputusan sesuai dengan perusahaan yang mengajukan, dimana surat keputusan merupakan surat yang menyatakan peraturan perusahaan tersebut telah disetujui. Dengan demikian sistem ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam pembuatan peraturan perusahaan tanpa datang ke DISNAKER dan mengurangi biaya mencetak berkas serta dapat membantu DISNAKER mempercepat pembuatan peraturan perusahaan.
Siti Aminah, Nira Radita, Sugeng Widodo
Published: 4 February 2021
Teknika, Volume 10, pp 37-42; doi:10.34148/teknika.v10i1.323

Abstract:
Masa pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan strategi pembelajaran dari offline menjadi online. Pembelajaran online ini bukan merupakan hal baru, namun pembelajaran online pada masa pandemi sangat berbeda karena pembelajaran harus dilakukan full daring selama 1 semester. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan video conference dalam pembelajaran sinkronus yang dilakukan secara online. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentasi dengan populasi mahasiswa Teknik Informatika STIKI, dengan pengambilan sampel secara random pada mahasiswa yang menempuh mata kuliah bersama dan mata kuliah keahlian. Analisis data yang digunakan adalah Uji Mann Whitney. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan hasil belajar yang diukur dari nilai posttest mahasiswa antara pembelajaran daring dengan menggunakan video conference dan LMS Moodle yang dikembangkan di STIKI tanpa menggunakan video conference pada mata kuliah bersama. Sedangkan pada mata kuliah keahlian ada perbedaan hasil belajar yang diukur dari nilai posttest mahasiswa antara kegiatan perkuliahan daring dengan menggunakan video conference dan kegiatan daring dengan Moodle saja tanpa menggunakan video conference. Pembelajaran melalui video conference tidak selalu berpengaruh pada hasil belajar, namun ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi, seperti tingkat kesulitan materi dan ketertarikan mahasiswa untuk mempelajari materi.
Ellysa Tjandra, Susana Limanto, Liliana
Published: 3 February 2021
Teknika, Volume 10, pp 27-36; doi:10.34148/teknika.v10i1.310

Abstract:
Salah satu yang menjadi kunci suksesnya manajemen sediaan adalah tersedianya produk yang sesuai dengan jumlah permintaan (demand), namun juga tetap memperhatikan kapasitas penyimpanan produk. Dengan jumlah demand yang dapat diramalkan sebelumnya, maka pihak manajemen dapat mengatur pengadaan barang secara lebih terencana. Salah satu metode peramalan kuantitatif adalah Simple Moving Average, namun metode ini tidak memperhitungkan faktor event yang bisa menyebabkan berbedanya hasil peramalan. Faktor event yang dimaksud adalah hari besar atau hari libur atau musim tertentu yang menyebabkan lonjakan/penurunan jumlah demand secara tidak wajar. Penelitian ini mengusulkan metode Modified Moving Average (MoMoA), sebagai pengembangan dari metode Simple Moving Average dengan menambahkan perhitungan faktor event. Metode kuantitatif yang akan digunakan sebagai pembanding dalam penelitian ini adalah metode Simple Moving Average, Single Exponential Smoothing, dan Least Square Trend. Evaluasi dilakukan dengan melakukan peramalan menggunakan empat macam metode pada periode terjadinya event hari Raya Idul Fitri dan membandingkan hasilnya dengan data penjualan riil. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode MoMoA memberikan hasil 58% lebih baik dibandingkan metode lainnya, yaitu hasil peramalan dengan metode ini lebih mendekati riil dibandingkan dengan ketiga metode lainnya. Pada akhirnya, diharapkan penggunaan metode ini dapat membantu perusahaan dalam mengatur sediaan produk secara lebih terencana.
Hendry Cipta Husada, Adi Suryaputra Paramita
Published: 2 February 2021
Teknika, Volume 10, pp 18-26; doi:10.34148/teknika.v10i1.311

Abstract:
Perkembangan teknologi saat ini telah memberikan kemudahan bagi banyak orang dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi di berbagai social media platform. Twitter merupakan salah satu media yang kerap digunakan untuk menyampaikan opini sebagai bentuk reaksi seseorang atas suatu hal. Opini yang terdapat di Twitter dapat digunakan perusahaan maskapai penerbangan sebagai parameter kunci untuk mengetahui tingkat kepuasan publik sekaligus bahan evaluasi bagi perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan sebuah metode yang dapat secara otomatis melakukan klasifikasi opini ke dalam kategori positif, negatif, atau netral melalui proses analisis sentimen. Proses analisis sentimen dilakukan dengan proses data preprocessing, pembobotan kata menggunakan metode TF-IDF, penerapan algoritma, dan pembahasan atas hasil klasifikasi. Klasifikasi opini dilakukan dengan machine learning approach memanfaatkan algoritma multi-class Support Vector Machine (SVM). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah opini dalam bahasa Inggris dari para pengguna Twitter terhadap maskapai penerbangan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil klasifikasi terbaik diperoleh menggunakan SVM kernel RBF pada nilai parameter 𝐶(complexity) = 10 dan 𝛾(gamma) = 1, dengan nilai accuracy sebesar 84,37% dan 80,41% ketika menggunakan 10-fold cross validation.
Susana Limanto, Ellysa Tjandra, Dionisius Dwi Putra
Published: 25 January 2021
Teknika, Volume 10, pp 8-17; doi:10.34148/teknika.v10i1.309

Abstract:
Aturan dan komponen penggajian dari setiap perusahaan berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Aturan penggajian yang telah ditetapkan seringkali mengalami perubahan akibat adanya perubahan peraturan pemerintah ataupun kebijakan perusahaan. Hal tersebut mengakibatkan program penggajian yang digunakan oleh perusahaan perlu disesuaikan. Penyesuaian dapat dilakukan dengan memanggil pengembang program sehingga membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dan biaya yang lebih besar. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, dikembangkan sebuah program penggajian yang dapat dikonfigurasi sendiri oleh pengguna sistem sehingga tidak perlu memanggil pengembang program. Uji coba dilakukan dengan menggunakan metode black box testing dan simulasi. Pengujian dengan black box testing dilakukan dengan menggunakan berbagai macam skenario untuk mewakili setiap kemungkinan output dan mencocokkan hasilnya dengan desain yang telah dirancang sebelumnya. Setelah pengujian dengan black box testing berhasil, pengujian dilanjutkan dengan simulasi. Simulasi dilakukan dengan cara menerapkan fitur konfigurasi pada 3 buah sistem penggajian dari 3 jenis perusahaan yang berbeda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa fasilitas konfigurasi pada sistem penggajian memungkinkan program yang dikembangkan memenuhi kebutuhan berbagai macam sistem penggajian dari setiap responden dan memudahkan pengguna dalam mengatur setiap faktor dan komponen penggajian seperti lembur, tunjangan dan potongan yang akan digunakan dalam sistem penggajian perusahaan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya kemudahan dalam pengembangan sistem penggajian di kemudian hari secara mandiri sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
Daniel Soesanto, Budi Hartanto, Melisa
Published: 22 January 2021
Teknika, Volume 10, pp 1-7; doi:10.34148/teknika.v10i1.307

Abstract:
Kegiatan rapat merupakan hal yang dilakukan secara berkala di setiap organisasi. Rapat tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk menyampaikan perkembangan tugas setiap divisi yang akan dicatat oleh seorang notulis. Pencatatan tersebut digunakan sebagai arsip organisasi yang biasanya disebut notulen rapat. Namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam penyusunan notulen rapat. Salah satu kendala tersebut misalnya notulis berhalangan hadir dalam rapat sehingga dibutuhkan orang yang menggantikan posisi notulis. Kendala lainnya adalah kecepatan mengetik atau menulis dari notulis yang belum tentu dapat menyamai kecepatan pembahasan dalam rapat, sehingga ada resiko informasi yang terlewat. Oleh sebab itu, dikembangkan sebuah sistem asisten rapat berbasis teknologi speech-to-text dari Google Cloud API. Tujuan dari pengembangan sistem ini adalah untuk mempermudah proses pembuatan notulen dengan melakukan ekstraksi kata-kata penting dari suatu rapat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem asisten rapat dapat menangani perekaman dan pengambilan percakapan penting secara ekstraktif. Sistem dapat mencapai akurasi tertinggi sebesar 81,3% ketika kualitas percakapan peserta memiliki struktur kalimat yang baik serta konteks pembahasan agenda terstruktur dengan baik.
Back to Top Top