SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2614-5251 / 2614-526X
Total articles ≅ 228
Filter:

Latest articles in this journal

Herawati Khotmi, Baehaki Syakbani, Sukma Hidayat Kurnia Abadi, Ulfiyani Asdiansyuri, Hengki Samudra, Khaerul Hadi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 568-575; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.5157

Abstract:
ABSTRAKPermasalahan yang dihadapi oleh mitra dimasa pandemik ini yaitu omset selama 3 bulan terakhir mengalami penurunan, stock pakan ikan sedikit dan harga pakan naik, teknik pemasaran terbilang sederhana dengan menunggu pengepul datang kelokasi, kurangnya aspek permodalan dan belum pernah didanai oleh pihak bank ataupun koperasi, belum adanya manajemen dan administrasi bisnis yang baik dalam pengelolaannya. Adapun solusi yang ditawarkan menggunakan teknologi system Bioflok untuk menghemat air, ramah lingkungan dan efisien terhadap pakan serta hasil produksi meningkat. Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat ini yaitu untuk memberdayakan UMKM dimasa pandemi dengan memberikan alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu memberdayakan teknologi Bioflok dan teknik membantu proses sumber permodalan untuk perluasan usaha melalui pembuatan laporan keuangan sederhana. Adapun Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan yaitu merancang bentuk, meng,aplikasikan system, proses pembinaan yang selanjutnya diiringi dengan pelaksanaan pembuatan penyusunan laporan keuangan sederhana. Dalam hal pelaksanaan kegiatan pembuatan kolam bioflok dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan dimana tim pelaksana kegiatan melaksanakan tugasnya dan penyusunan laporan keuangan sederhana sebatas pada pemberian contoh kasus cara menyusun atau langkah-langkah penyusunan laporan keuangan. Kata Kunci : bioflok; manajemen keuangan; pemasaran. ABSTRACTDuring this pandemic, business partners are facing difficulties, which is the sharpest decline of turnover for the last 3 months, lower fisheries feed stocks and rising feed ingredient prices, simply marketing techniques only waiting collectors come to the location, lack of capital aspects and have never been funded by banks or cooperatives, yet the existence of good management and business administration in its management. Researcher offereda solution by using Biofloc system technology to save water, environmentally friendly and efficient in feed ingredients and increase production yields. The purpose of this community empowerment program was to empower MSMEs during pandemic by providing alternative plans to solve current problems, namely empowering Biofloc technology and techniques to process capital sources for business expansion through simple financial reports.The method used in achieving this goal was to design the form, apply the system, coaching process along withcreating simple financial statements. In order to construct biofloc ponds properly according to initial plan, therefore the implementing team performed their task and the preparation of simple financial reports was limited in providing examples of cases on how or steps to prepare financial statements. Keywords: biofloc; financial management; marketing
Husaini Husaini, Agung Waskito, Angga Antoni, Helmina Helmina, Vinny Aziza
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 661-666; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.4788

Abstract:
ABSTRAKAir merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Air merupakan permasalahan global yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat, termasuk di komunitas RT.02 Desa Simpang Warga Luar Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dimana pengetahuan dan kemauan masyarakat masih rendah serta perilaku masyarakat yang keliru dalam mengelola air bersih. Masyarakat kurang memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan air bersih, banyak masyarakat mengunsumsi air mentah dan menganggap tidak akan terjadi masalah pada kesehatannya jika mengonsumsi air mentah dikarenakan dampak tidak terjadi secara langsung pada kesehatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanganai permasalahan tersebut adalah dengan memberikan edukasi melalui poster, booklet dan video pada masyarakat mengenai pengelolaan air bersih. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menyebarluaskan informasi mengenai tata cara pengelolaan air bersih yang tepat, penyimpanan air dengan benar, dan kandungan e-coli atau bahan berbahaya lain yang memberikan dampak negatif bagi tubuh yang nantinya akan dirampungkan dalam sebuah informasi berupa poster, booklet dan juga video menggunakan media Whatsapp Group, sehingga diharapkan terjadinya peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan air. Peningkatan pengetahuan akan diukur secara kuantitatif dengan membandingkan sebelum dan setelah mendapatkan intervensi dengan menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil pelaksanaan intervensi pada 15 responden diketahui bahwa peningkatan pengetahuan sebanyak 8.98%. Hasil uji mendapaktan nilai p 0,014 yang dapat diinterpretasikan terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap responden pada saat pre-test maupun post-test mengenai pengelolaan air. Hasil ini diharapkan dapat memberikan persepsi yang baru bagi masyarakat agar dapat menerapkan pengelolaan air sesuai dengan syarat penggunaan air bersih. Kata kunci: edukasi; pengelolaan air; menyebarluaskan informasi. ABSTRACTWater is one of the basic needs that humans need in everyday life. Water is a global problem that occurs in almost all levels of society, including in the community of RT.02 Simpang Warga Luar Village, Aluh-Aluh District, Banjar Regency where knowledge and willingness of the community are still low and people's behavior is wrong in managing clean water. The community lacks knowledge about clean water management, many people consume raw water and assume that there will be no problems with their health if they consume raw water because the impact does not occur directly on health. Efforts that can be made to deal with these problems are to provide education through posters, booklets and videos to the community regarding clean water management. The purpose of this activity is to disseminate information regarding proper clean water management procedures, proper water storage, and the content of e-coli or other hazardous materials that have a negative impact on the body which will later be completed in an information in the form of posters, booklets and also videos using Whatsapp Group media, so it is hoped that there will be an increase in knowledge and changes in people's attitudes and behavior in water management. The increase in knowledge will be measured quantitatively by comparing before and after getting an intervention using the Wilcoxon test. Based on the results of the intervention on 15 respondents, it is known that the increase in knowledge is 8.98%. The test results obtained a p value of 0.014 which can be interpreted as a significant difference between the attitudes of respondents at the pre-test and post-test regarding water management. These results are expected to provide a new perception for the community so that they can implement water management in accordance with the requirements for using clean water. Keywords: education; water management; disseminating information.
Abdul Wahid, Sofia Raudhatul Muslimah, Vina Mahyona, Lenie Marlinae
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 717-722; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.5040

Abstract:
ABSTRAKKesehatan lingkungan merupakan aspek kesehatan masyarakat yang memperhatikan bentuk kehidupan dan kondisi sekeliling manusia yang menekankan pada pengawasan kesehatan terhadap berbagai faktor lingkungan. Untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya maka dibuatlah program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang 2 pilar STBM, yaitu BABS dan sampah agar masyarakat mengetahui bahaya perilaku membuang air besar dan membuang sampah secara sembarangan. Metode kegiatan adalah penyampaian tidak langsung menggunakan perangkat dalam jaringan (daring) yaitu grup WhatsApp selama 9 hari. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat yaitu pengetahuan babs meningkat dari rata-rata 77 menjadi 97, pengetahuan sampah meningkat dari rata-rata 71 menjadi 94, pengetahuan covid-19 meningkat dari rata-rata 51 menjadi 83. Masyarakat desa disarankan sebaiknya lebih proaktif meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan melalui aktif dan hadir dalam penyuluhan mengenai BABS, pentingnya jamban sehat, pengelolaan sampah rumah tangga dan Covid-19 serta masalah-masalah kesehatan yang terjadi. Kata kunci: pengetahuan; BABS; sampah; covid-19 ABSTRACTEnvironmental health is an aspect of public health that pays attention to the life form and conditions surrounding humans that emphasize health supervision of various environmental factors. To realize hygienic and sanitary community behavior independently to improve the highest level of public health, a Community-Based Total Sanitation (STBM) program was created. The purpose of this activity is to provide education to the community about the 2 pillars of STBM, namely open defecation and garbage so that the public knows the dangers of the behavior of throwing large water and littering indiscriminately. The method of activity is indirect delivery using online devices, namely WhatsApp groups for 9 days. The results of the activities obtained increased public knowledge, namely knowledge open defecation increased from an average of 77 to 97, garbage knowledge increased from an average of 71 to 94, knowledge covid-19 increased from an average of 51 to 83. Villagers are advised to be more proactive in improving knowledge about environmental health through being active and present in counseling on open defecation, the importance of healthy latrines, household waste management, and Covid-19 as well as health problems that occur. Keywords: knowledge; defecate carelessly; waste; covid-19
Istianah Istianah, Hapipah Hapipah, Harlina Putri Rusiana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 645-649; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.4892

Abstract:
ABSTRAKPengaturan diet DM sebagai salah satu pilar penatalaksanaan DM masih menjadi masalah sehingga memerlukan edukasi lebih lanjut bagi para penyandang DM di wilayah kerja puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram terutama di bulan puasa. Pengaturan diet sangatlah penting sehingga glukosa darah penyandang DM tetap terkontrol pada batas normal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penyandang DM dalam mengatur diet dibulan puasa sehingga meminimalisir timbulnya berbagai komplikasi akibat ketidakstabilan glukosa darah, meningkatkan kualitas hidup dan dapat menjalankan puasa dengan lancar. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan yang dilakukan berupa pre-test, pemberian edukasi serta post-test pengetahuan tentang diet saat menjalankan puasa pada penyandang DM. Dari 30 orang penyandang DM yang mengikuti kegiatan ini didapatkan pengetahuan sebelum diberikan edukasi dengan kategori baik 10%, cukup sebanyak 40% dan kurang sebanyak 50% dan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 67% dan cukup 33%. Dengan demikian dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan terkait pengaturan diet pada penyandang DM melalui edukasi yang baik sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: diabetes mellitus; diet; puasa; edukasi. ABSTRACTThe regulation of the DM’ diet as one of the pillars of DM management is still a problem so it requires further education for people with DM in the working area of the Tanjung Karang Public Health Center, Mataram City, especially during the fasting month. Dietary regulation is very important so that the blood glucose of people with diabetes remains controlled at normal limits. The purpose of this service activity is to increase the understanding of people with diabetes in regulating diet in the month of fasting so as to minimize the emergence of various complications due to blood glucose instability, improve quality of life and be able to carry out fasting smoothly. This community service is carried out using lecture and discussion methods. Activities carried out in the form of pre-test, providing education and post-test knowledge about diet when fasting for people with DM. Of the 30 people with DM who took part in this activity, knowledge was obtained before being given education in the good category of 10%, sufficient as much as 40% and less as much as 50% and after being given education there was an increase in knowledge in the good category as much as 67% and enough 33%. Thus, it can be concluded that there is an increase in knowledge related to diet management in people with DM through good education so that it can be applied in everyday life. Keywords: diabetes mellitus; diet; fasting; education.
Khalish Arsy Al Khairy Siregar, Novia Misnawati Aisyah, Sylvan Septian Ressandy, Paula Mariana Kustiawan
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 592-598; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.5109

Abstract:
ABSTRAKPandemi COVID-19 memberikan dampak pada pembatasan akses dan anjuran untuk berkegiatan di rumah. Hal ini menuntut peran ibu untuk lebih paham tentang swamedikasi. Swamedikasi merupakan upaya pengobatan sendiri yang pelaksanaannya dari mengenali gejala penyakit dan pemilihan obatnya dilakukan dengan inisiatif sendiri tanpa ke dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan swamedikasi pada ibu-ibu PKK di Kelurahan Sidomulyo, Samarinda. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pembagian kuisioner di awal kegiatan yang diolah menjadi data, dilanjutkan dengan penyuluhan berupa presentasi interaktif tanya jawab dengan paserta, dan pengecekan kesehatan berupa pengukuran tensi dan gula darah. Kegiatan diakhiri dengan pembagian angket evaluasi kegiatan. Hasil kuisioner menunjukan sebanyak 73% mengetahui pengertian swamedikasi, namun hanya 23 % peserta yang melakukan kegiatan swamedikasi di rumah. Setelah dilakukan edukasi, pengetahuan Ibu PKK tentang swamedikasi, menunjukan tingkat pemahaman baik. Sedangkan dari hasil pengecekan keseahatan, 77,7% peserta memiliki nilai gula darah normal dan 89,6% peserta memiliki tekanan darah normal. Kegiatan mendapat tanggapan yang sangat baik dari peserta dan diharapkan untuk dilakukan kegiatan serupa secara berkala. Kata kunci: swamedikasi; pemeriksaan kesehatan; penyuluhan. ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has had an impact on access restrictions and recommendations for activities at home. This requires the mother's role to understand more about swamedikasi. Swamedikasi is a self-medication effort whose implementation to recognize the symptoms of disease and choose the medicine by its own initiative without going to a doctor or other health workers. This community service activity aims to increase self-medication knowledge for PKK mothers in Sidomulyo Village, Samarinda. The method used in this community service activity are the distribution of questionnaires at the beginning of the activity which is processed into data, followed by counseling with presentation and Q&A sessions, and medical check up by measuring blood pressure and blood sugar. The activity ended with the distribution of evaluation questionnaires. The results of the questionnaire showed that 73% knew the meaning of self-medication, but only 23% of participants carried out self-medication activities at home. After the education was carried out, PKK mother's knowledge of self-medication showed a good level of understanding. Meanwhile, from the results of medical check up, 77.7% of participants had normal blood sugar values and 89.6% of participants had normal blood pressure. The activity received a very good response from the participants and similar activities expected will be held periodically. Keywords: self-medication; medical check up; counseling.
Ririn Febriyanti, Slamet Boediono
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 689-693; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.5120

Abstract:
ABSTRAKDaerah Lamongan terutama di kecamatan Ngimbang mayoritas kondisi alam nya hanya ada persawahan dan hutan. Apalagi di daerah Dsn. Tingan, Ds. Ganggangtingan yang terkenal karena terdapat banyak pohon kelor. Dengan alasan tersebut, Home industri “StiksQu” melihat peluang dengan memproduksi camilan yang terbuat dari campuran sayur yang menyehatkan (kelor). Tetapi Lama kelamaan bisnis stik sayur kelor ini memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat sehingga diperlukan inovasi dan pendampingan agar home industri ini tidak gulung tikar.. Adapun permasalahan yang dihadapi adalah (1) Sarana dan prasarana dalam bidang produksi kurang memadai, (2) belum diberikan kemasan yang baik pada produk stik yang dipasarkan dan (3) belum diberikan labelling untuk mengenalkan produknya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan pendampingan dan praktik Prosedur rencana kegiatan dibagi 5 tahap yaitu tahap observasi, perencanaan (plan), pelaksanaan kegiatan (do), refleksi (see), dan penyusunan laporan. Setelah diadakan kegiatan pengabdian ini, home industri “StiksQu” dapat memproduksi stik yang berbahan dasar kelor dengan berbagai macam varian yaitu original, pedas, keju. Serta memiliki pengetahuan tentang cara pengembangan bisnis usaha yang baik meliputi segi produksi dengan cara memberikan gilingan pasta, pengemasan lebih bervariatif, serta pemasaran secara online (media sosial). Kata kunci: peningkatan; olahan Kelor; produk kemasan. ABSTRACTThe Lamongan area, especially in the Ngimbang sub-district, the majority of its natural conditions are only rice fields and forests. Especially in the Dsn area. Tinan, Ds. Ganggangtingan is famous for its many Moringa trees. For this reason, the Home industry "StiksQu" sees an opportunity by producing snacks made from a healthy mixture of vegetables (moringa). But over time the moringa vegetable stick business has a high and tight level of competition so innovation and assistance are needed so that this home industry does not go out of business. The problems faced are (1) inadequate facilities and infrastructure in the production sector, (2) not yet given good packaging on the stick products that are marketed and (3) has not been given labeling to introduce the product. The method used in this community service activity is with assistance and practice. The activity plan procedure is divided into 5 stages, namely the observation stage, planning (plan), activity implementation (do), reflection (see), and report preparation. After this service activity was held, the home industry "StiksQu" was able to produce sticks made from moringa with various variants, namely original, spicy, cheese. And have knowledge about how to develop a good business business including in terms of production by providing pasta mills, more varied packaging, and online marketing (social media). Keywords: improvement; moringa processed; packaged products
Rusdi Rusdi, Deny Kurniawan
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 557-561; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.4801

Abstract:
ABSTRAKPermasalahan utama yang dihadapi oleh pihak kelurahan Sungai Pinang Luar Samarinda adalah penggunaan minyak jelantah yang berulang kali oleh ibu rumah tangga untuk menggoreng makanan dan membuang minyak jelantah tersebut sembarangan. Pengabdiaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK kelurahan Sungai Pinang Luar Samarinda tentang bahayanya penggunaan minyak jelantah yang digunakan berulangkali bagi kesehatan dan pembuangan minyak jelantah ke lingkungan yang akan mengganggu stabilitas ekologi pada lingkungan tersebut, sehingga dibentuk sebuah upaya tindakan melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sesuatu yang bernilai ekologis dan ekonomis. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan langsung kepada ibu-ibu PKK di kelurahan Sungai Pinang Luar dalam pembuatan lilin aroma daun jeruk dari minyak jelantah. Hasil pengabdian ini terlihat antusiasme peserta untuk mencoba membuat sendiri lilin aroma daun jeruk dari minyak jelantah yang digunakan. Kata Kunci: pelatihan; minyak jelantah; lilin aroma daun jeruk. ABSTRACTThe main problem faced by the Sungai Pinang Luar village Samarinda is the repeated use of used cooking oil by housewives to fry food and throw the oil carelessly. This service aims to provide an understanding to PKK women in Sungai Pinang Village, Luar Samarinda about the dangers of using used cooking oil repeatedly for health and the disposal of used cooking oil into the environment which will disrupt the ecological stability of the environment, so that an action effort is formed through oil processing training, waste cooking becomes something of ecological and economic value. The method used in this service is direct training to PKK women in Sungai Pinang Luar village in making orange leaf scented candles from used cooking oil. The results of this service were seen by the enthusiasm of the participants to try to make their own orange leaf scented candles from the used cooking oil.Keywords: training; cooking oil; citrus leaf scented candle.
Nurry Ayuningtyas Kusumastuti, Siti Haeriyah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 618-623; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.4651

Abstract:
ABSTRAKJumlah perokok di Indonesia adalah nomer satu di dunia. Kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau cukai rokok menjadi alasan bagi para perokok untuk beralih ke rokok elektrik. Rokok elektrik merupakan penghantar nikotin elektronik. Kandungan di dalamnya adalah nikotin, zat karsinogenik, dan bahan toksik yang dapat menyebabkan inflamasi dan iritatif, serta mempengaruhi otak pada remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai bahaya rokok elektrik. Metode dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dengan media audio visual. Hasil dalam pengabdian masyarakat sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan kepada remaja mengenai bahaya rokok elektrik mempunyai tingkat pengetahuan baik sebanyak 12 responden (40%) dan 18 responden (60%) tingkat pengetahuannya kurang baik. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan seluruh responden menjadi mempunyai pengetahuan yang baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlunya dilakukan pengabdian masyarakat agar masyarakat mengerti bahaya rokok elektrik. Kata Kunci : rokok elektrik; penyuluhan kesehatan; remaja ABSTRACTBackground: The number of smokers in Indonesia is number one in the world. The increasing product of tobacco excise rates (CHT) or cigarette excise is a reason for smokers to switch to e-cigarettes. E-cigarettes are electronic nicotine conductors. The content in it is nicotine, a carcinogenic substance, and toxic substances that can cause inflammation and irritation, and affect adolescent brain. The aim of this community dedication is to increase the knowledge and understanding of adolescent about the dangers of e-cigarettes. Method of community dedication used the lecture method with audio-visual media. Result of community dedication before got health education to adolescents regarding the dangers of e-cigarettes had a good level 12 respondents (40%) and 18 respondents (60%) had a poor level of knowledge. After health education was carried out, all respondents (100%) had good knowledge. This shows that needed for community dedication, so they would understand the dangers of e-cigarettes. Keywords: e-cigarette; health education; adolescent.
Cecilia Widijati Imam, Romaden Marbun
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 513-516; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.4500

Abstract:
ABSTRAKKegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader dan warga terkait upaya pemanfaatan jaminan kesehatan. Kegiatan diawali pertemuan dengan kader kesehatan. Pengkajian awal didapatkan permasalahan masih kurangnya pemahaman kader dan warga terkait jaminan kesehatan dan belum optimalnya pemanfaatan jaminan kesehatan. Selain itu pandemi covid-19 yang melanda Indonesia ikut memberikan dampak bagi suatu daerah. Kebijakan pemerintah juga memberikan dampak bagi masyarakat tidak hanya ekonomi tetapi juga kesehatan. Masyarakat diharapkan dapat memastikan memiliki perlindungan sosial termasuk jaminan kesehatan, sehingga apabila terjadi kondisi sakit dapat terlindungi baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun pembiayaannya. Pada prinsipnya pemerintah ingin pelayanan kesehatan kepada peserta JKN tidak terhambat, terutama memperhatikan kondisi sosial ekonomi saat ini. Kegiatan dilanjutkan menyusun jadwal kegiatan. Bentuk kegiatan berupa pemberian materi dan video tentang pemanfaatan jaminan kesehatan dalam bentuk diskusi secara online melalui grup whatsapp dan kegiatan diakhiri dengan evaluasi. Dari kegiatan ini kader dan warga telah memperoleh pemahaman mengenai upaya pemanfaatan jaminan kesehatan pada masyarakat. Kata kunci: jaminan kesehatan; pemanfaatanABSTRACTThis Community Partnership Program activity aims to increase the understanding of cadres and residents regarding efforts to utilize health insurance. The activity began meeting with health cadres. The initial assessment found that the problem was still a lack of understanding by cadres and residents regarding health insurance and the not yet optimal utilization of health insurance. In addition, the Covid-19 pandemic that hit Indonesia also had an impact on an area. Government policies also have an impact on society, not only the economy but also health. The community is expected to ensure that they have social protection, including health insurance, so that if a sick condition occurs, it can be protected both in terms of health services and funding. In principle, the government wants health services to JKN participants not to be hampered, especially considering the current socio-economic conditions. The activity was continued by compiling schedule of activities. The form of activity is in the form of providing materials and videos about the use of health insurance in the form of online discussions through the WhatsApp group and the activity ends with an evaluation. From this activity cadres and residents have gained an understanding of the efforts to utilize health insurance in the community. Keywords: health insurance; utilization
Nafiah Nafiah, Syamsul Ghufron, Sri Hartatik
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Volume 4, pp 540-544; https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.4324

Abstract:
ABSTRAKTujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen pembelajaran daring bagi guru di tengah pandemi covid 19 di MI Tarbiyatul Islamiyah Bojonegoro. Metode pelaksanaan dalam program pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan ini melalui tiga kegiatan: pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan pasca kegiatan. Hasil dari kegiatan masyarakat ini adalah berupa jasa berupa pelatihan dan pendampingan dan artikel pengabdian masyarakat yang dipulikasikan. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen pembelajaran berbasis daring bagi guru di tengah pandemi covid 19 di MI Tarbiyatul Islamiyah Bojonegoro berjalan dengan sukses karena dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dengan pengabdian mansyaraat. Guru sangat antusias dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan secara daring, guru juga sudah memahami caramerencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi siswa secara daring. Rencana tindak lanjut pelaksanaan pengabdian masyarakat sebagai saran adalah mengadakan pelatihan dan pendampingan dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi digital bagi guru sekolah dasar. Kata kunci: manajemen; pembelajaran; daring; covid 19 ABSTRACTThe purpose of this community service is to give training and mentoring online learning management for teachers in the midst of the Covid 19 pandemic at MI Tarbiyatul Islamiyah Bojonegoro. The method of this community service program through training and mentoring is through three activities are: Pre-activity, implementation of activities, and post-activity. The result of this community activity is in the form of services in the form of training and mentoring, published articles of community service. The results of the community service carried out show that online-based learning management training and assistance activities for teachers in the midst of the COVID-19 pandemic at MI Tarbiyatul Islamiyah Bojonegoro are running successfully because of the support of various parties involved with community service. The teacher is very enthusiastic about online training and mentoring activities, the teacher also understands how to plan, implement and evaluate students online. The follow-up plan for implementing community service as a suggestion is to hold training and assistance in implementing online learning using digital applications for elementary school teachers. Keywords: learning; management; online; covid 19
Back to Top Top