ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2460-9587 / 2614-7017
Total articles ≅ 44
Filter:

Latest articles in this journal

Ni Wayan Sri Darmayanti, I.K.Wisnu Budi Wijaya, N.P.A. H. Sanjayanti
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 310-314; doi:10.31764/orbita.v6i2.3365

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterpakaian produk yang dikembangkan dalam hal ini panduan praktikum IPA sederhana SD berorientasikan lingkungan sekitar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Panduan praktikum menjadi subyek dalam penelitian dan kepraktisan dari panduan praktikum yang dirancang sebagai objek penelitian. Pada penelitian ini tingkat kepraktisan diukur dengan menggunakan angket yang diberikan kepada siswa untuk melihat tanggapan siswa dalam penggunaan panduan praktikum. Data dianalisis menggunakan skala likert untuk menganalisis tingkat kepraktisan produk. Skala likert adalah skala yang memiliki gradulasi penilaian, yaitu sangat baik (5), baik (4), kurang baik (3), tidak baik (2) dan sangat tidak baik (1). Data kepraktisan yang telah diisi melalui angket dan kemudian dijumlahkan. Total skor yang sudah diperoleh dikonversikan menjadi data kualitatif dengan skala lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah teruji kepraktisan dari praktikum IPA sederhana SD berorientasikan lingkungan sekitar. Di mana skor dengan kriteria sangat praktis berjumlah 3 orang dengan persentase 8%, kriteria cukup praktis berjumlah 2 orang dengan persentase 6% dan kriteria praktis berjumlah 30 orang dengan persentase 86%. Keseluruhan skor rata-rata kepraktisan panduan praktikum adalah 25 dan memilki kriteria praktis..Kata kunci: kepraktisan; panduan praktikum; lingkungan sekitar ABSTRACTThis study aims to determine the usability level of the product developed in this case a simple natural science practical guide for elementary school oriented environment. This type of research is a descriptive study. The practicum guide is the subject of research and the practicality of the practicum guide which is designed as an object of research. In this study, the level of practicality was measured using a questionnaire given to students to see student responses after using the practicum guide. The data were analyzed using a Likert scale to analyze the practicality of the product. The Likert scale is a scale that has a gradation of ratings, namely very good (5), good (4), not good (3), not good (2) and very bad (1). Practicality data that has been filled in through a questionnaire and then added up. The total score that has been obtained is converted into qualitative data on a scale of five. The results showed that the practicality of a simple natural science practicum elementary school oriented environment has been tested. Where the score with very practical criteria amounted to 3 people with a percentage of 8%, the criteria were quite practical amounting to 2 people with a percentage of 6% and the practical criteria were 30 people with a percentage of 86%. The overall practicality average score of the practicum guide is 25 and has practical criteria. Keywords: practicality; practical guide; environment
Aris Doyan, Susilawati Susilawati, Hikmawati Hikmawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 278-283; doi:10.31764/orbita.v6i2.2819

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar serta peningkatannya. Materi fisika kuantum yang diteliti meliputi lima sub pokok bahasan yaitu: Persamaan Schrodinger, Operator Fisis, Komutator, Persamaan Gerak Heisenberg, dan Osilator Harmonis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian pretest and posttest group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan fisika tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan mahasiswa semester VI A sebagai kelas eksperimen dan mahasiswa semester VI B sebagai kelas kontrol. Hipotesis penelitian diuji menggunakan uji-t dengan pretest and posttest dan peningkatan hasil belajar diuji menggunakan persamaan N-gain. Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk hasil belajar fisika kuantum diperoleh nilai thitung (1,91)> ttabel (1,68) pada taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar fisika kuantum bagi mahasiswa calon guru. Selanjutnya peningkatan hasil belajar fisika kuantum terlihat dari skor N-gain tertinggi pada kelas eksperimen terdapat pada sub materi komutator dan osilator harmonis sebesar 72%, sedangkan skor N-gain tertinggi untuk kelas kontrol terdapat pada sub materi osilator harmonis sebesar 60%. Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah;hasil belajar; fisika kuantum ABSTRACTThis study aims to determine the effect of problem-based learning models on learning outcomes and their improvement. The quantum physics material studied includes five sub-subjects, namely: Schrodinger's Equation, Physical Operators, Commutators, Heisenberg's Equation of Motion, and Harmonic Oscillator. This type of research is an experimental research design with pretest and posttest group design. The population in this study were all physics education students for the 2018/2019 academic year. The sample was taken using total sampling technique with the VIA semester students as the experimental class and the VIB semester students as the control class. The research hypothesis was tested using the t-test with pretest and posttest and the improvement of learning outcomes was tested using the N-gain equation. Based on the results of hypothesis testing for the learning outcomes of quantum physics, the tcount (1.91) > ttable (1.68 ) is obtained at the 5% significance level, so it can be concluded that there was an effect of applying problem-based learning models on learning outcomes of quantum physics for prospective teacher students. Furthermore, the increase in learning outcomes of quantum physics can be seen from the highest N-gain score in the experimental class in the commutator and harmonic oscillator sub-material by 72%, while the highest N-gain score for the control class is in the harmonic oscillator sub-material by 60%. Keywords: problem based learning model; learning outcomes; quantum physics.
Ferniawan Ferniawan, Johri Sabaryati, Linda Sekar Utami
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 284-293; doi:10.31764/orbita.v6i2.3363

Abstract:
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan media poster 3 dimensi secara daring pada materi tata surya berbasis Google Classroom guna meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa kelas VII SMPN 1 WERA. Penelitian ini berupa penelitian True eksperimental dasing pre-test dan post-test. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 1 WERA yang berlokasi di Desa Tawali, Kec. Wera, Kab. Bima, NTB. Pembelajaran yang digunakan ialah yang tidak menggunakan media poster 3 dimensi secara daring untuk kelas kontrol, untuk kelas eksperimen menggunakan media poster 3 dimensi secara daring. Sampel penelitian ialah kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Ada tiga tahap teknik pengumpulan data, yaitu tahap persiapan, tahap menentukan kemampuan awal sampel, dan tahap pelaksanaan tindakan. Instrumen penelitian berupa tes objektif, yakni uji validitas, uji realiabilitas, uji tingkat kesukaran, dan uji daya pembeda. Teknik analisis data yang digunakan ialah uji persyaratan analisis meliputi uji homogenitas dan uji normalitas. Serta uji hipotesis berupa uji-t. Diperoleh hasil perhitungan uji-t, pre-test thitung =0,332 dan ttabel =1,682 (thitung < ttabel). Berarti hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Menandakan tidak ada perbedaan kemampuan awal siswa. Nilai post-test thitung =2,744 dan ttabel=1,682 (thitung > ttabel) berarti (Ho) ditolak dan (Ha) diterima. Hasil analisis nilai uji N-gain; kelas eksperimen sebesar 0,44 berkategori “sedang” dan kelas kontrol 0,22 berkategori “rendah”. Akhirnya diperoleh bahwa efektifitas penggunaan Media Poster 3 Dimensi secara daring pada Materi Tata Surya berbasis Google Classroom dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa Kelas VII SMPN 1 WERA Tahun pelajaran 2019/2020. Kata kunci : efektifitas penggunaan media poster 3 dimensi secara daring; pemahaman konsep ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of online 3-dimensional poster media on Google Classroom-based solar system material in order to improve understanding of the physics concepts of class VII students of SMPN 1 WERA. This research is in the form of true experimental research of pre-test and post-test. The study population was the VII grade students of SMPN 1 WERA located in Tawali Village, Kec. Wera, Kab. Bima, NTB. The lessons used are those that do not use online 3-dimensional poster media for the control class, for the experimental class using 3-dimensional poster media online. The research sample was class VII-1 as the experimental class and class VII-2 as the control class. There are three stages of data collection techniques, namely the preparation stage, the stage of determining the initial capacity of the sample, and the stage of implementing the action. The research instrument was an objective test, namely the validity test, the reliability test, the difficulty level test, and the discriminating power test. The data analysis technique used is the analysis requirements test including the homogeneity test and normality test. As well as hypothesis testing in the form of t-test. Obtained the results of t-test calculations, pre-test t = 0.332 and t table = 1.682 (t count ttable) means (Ho) is rejected and (Ha) is accepted. The results of the analysis of the N-gain test value; the experimental class was 0.44 in the "medium" category and the control class was 0.22 in the "low" category. Finally, it was found that the effectiveness of using online 3-dimensional Media Posters on Google Classroom-Based Solar System Material can improve understanding of the physics concepts of Class VII students of SMPN 1 WERA in the 2019/2020 academic year. Key words: the effectiveness of using online 3-dimensional poster media; understanding the concept.
Agil Triyadin, S.Pd. Islahudin, Zulkarnain Zulkarnain
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 303-309; doi:10.31764/orbita.v6i2.3364

Abstract:
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui Pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbasis program matlab terhadap hasil belajar peserta didik pada materi gaya kelas VIII SMPN 3 Narmada 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment researcha dengan metode control grup design subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Narmada. Sampel dalam penelitian di ambil secara purposive sampling dengan kelas VIII A sebagai kelas experiment yang berjumlah 25 orang siswa dan kelas VIII B sebagai kelas control yang berjumlah 25 orang siswa. Tes yang dibuat berupa soal pilihan ganda.Instrument yang digunakan berupa tes yang telah diuji kelayakan. Berdasarkan hasil perhitungan uji maka diperoleh thitung sebesar 5.276 sedangkan nilai ttabel pada taraf signifikan 5% dengan dk = n1 + n2 – 2 = 25+25 -2 = 48 diperoleh harga ttabel sebesar 2.457. Jadi dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa thitung >ttabel maka dapat diakatakan hipotesis (Ha) diterima. Ini berarti bahwa “ ada pengaruh contextual teaching and learning (CTL) berbasis program matlab peningkatan hasil belajar kelas VIII SMPN 3 Narmada materi gaya tahun pelejaran 2020/2021. Kata Kunci: contextual teaching and learning (CTL); program matlab; hasil belajar siswa ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of the contextual teaching and learning (CTL) model based on the matlab program on student’ learning outcomes at the material of force for eight graders of SMPN 3 Narmada 2020/2021. This research is a quasi-experimental research with a control group method. The subjects in this study were all the eight graders of SMPN 3 Narmada. The samples in this study were taken through purposive sampling, one was the class of VIII-A as the experimental group which consisted of 25 students and the other one wasc the lass of VIII-B as the control group,which had totally 25 students. The test was made in the form of multiple choice questions. The instrument used was a test that had been tested for its feasibility. Based on the results of the test calculations, it found that the value of tcount 5,276 while the ttable value was at a significant level of 5% with dk = n1 + n2 - 2 = 25 + 25 -2 = 48, the the value of ttable was 2.457. Hence, based on the calculation result, it could be concluded that tcount>ttable. In other words, it can be said that the hypothesis (Ha) was accepted. This means that "there was an effect of contextual teaching and learning (CTL) model based on the matlab program in improving students’ learning outcomes in the material of force for the eight graders of SMPN 3 Narmada academic year 2020/202. Keywords: contextual teaching and learning (CTL); matlab program; students’ learning outcomes
Dewi Kurnia, Muhammmad Hamdi, Juandi M
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 252-258; doi:10.31764/orbita.v6i2.3262

Abstract:
ABSTRAKRadiasi THz memiliki sifat yang membuatnya lebih menarik dan efektif dalam bidang teknik pencitraan biomedis. Hal ini dikarenakan radiasi THz tidak mengionisasi dan merusak jaringan. Penelitian ini menggunakan sampel jaringan biologis sapi yaitu jaringan kulit, lemak, tumor dan otot. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui suatu jaringan terindikasi abnormal atau normal dengan melihat pemetaan panas yang dihasilkan dari penyerapan radiasi THz dalam jaringan biologis sapi dengan cara pemodelan. Penelitian ini menggunakan teknik komputasi biofisik dengan medel simulink-matlab. Rentang frekuensi radiasi THz yang digunakan 0,1 - 1 THz, daya 50 – 150 mW serta kerapatan daya 5 - 25 mW/mm3. Rasio dan temperatur dari masing-masing jaringan yaitu lemak 0,25 T/25 oC (T = 6,25 oC ), kulit 0,432 T/25oC (10,8 oC), otot 0,675 T/25oC (16,88 oC) dan Tumor 0,9 T/25oC (22,50 oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaringan lemak memiliki produksi panas yang lebih kecil dan temperatur yang lebih rendah dari jaringan kulit dan otot. Hal ini dikarenakan jaringan lemak memiliki kadar air yang tinggi dengan konsentrasi yang lebih encer sehingga radiasi THz lebih banyak terserap dengan energi yang lebih cepat habis sesuai penetrasi jaringan. Kata kunci: terahertz; pemetaan panas; jaringan biologis; simulink-matlab. ABSTRACTTerahertz (THz) radiation has properties that make it more attractive and effective in the field of biomedical imaging techniques. This is because THz radiation does not ionize and damage tissue. This study used a sample of bovine biological tissue, namely skin, fat, tumor and muscle tissue. The aim of this research is to find out whether a tissue is indicated as abnormal or normal by looking at the heat mapping generated from the absorption of THz radiation in the biological tissue of cattle by means of modeling. This study uses biophysical computation techniques with the simulink-matlab method. The range of THz radiation frequency used is 0.1 - 1 THz, power 50 - 150 mW and power density 5 - 25 mW / mm3. The ratio and temperature of each tissue were fat 0.25 T / 25 oC (T = 6.25 oC), skin 0.432 T / 25oC (10.8 oC), muscle 0.675 T / 25oC (16.88 oC) and Tumor 0.9 T / 25oC (22.50 oC). The results showed that fat tissue has less heat production and a lower temperature than skin and muscle tissue. This is because the fat tissue has a high water content with a more dilute concentration so that more THz radiation is absorbed with energy that runs out faster according to tissue penetration. Keywords: terahertz; heat mapping; biological networks; simulink-matlab.
Sundus Maulidina, Yoga Budi Bhakti
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 248-251; doi:10.31764/orbita.v6i2.2592

Abstract:
ABSTRAKPenulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran online dalam pemahaman dan minat siswa dalam mempelajari konsep-konsep fisika dan untuk respon siswa mengenai penerapan media pembelajaran online, pemerintah memberlakukan kebijakan jarak sosial atau dikenal sebagai jarak fisik dan oleh karena itu sekolah memutuskan untuk belajar jarak jauh yang ditakuti selama pandemi menggunakan media pembelajaran online minat belajar siswa akan menurun.Dari hasil survai menggunakan kuesioner di google form terhadap siswa Sekolah Menengah Atas diperoleh 18,8% setuju menggunakan media pembelajaran online dan 52,75% tidak setuju menggnakan media pembelajran online. dari hasil data tersebut dikatakan "tidak kuat" ini menunjukkan respon siswa segatif terhadap menggunakan media pembelajran online. minat belajar siswa lebih meningkat bila pembelajaran online dilakukan di dalam kelas. selama pandemi berlangsung sebaiknya pendidik atau guru lebih keatif dalam melakukan pemebelajaran online dirumah agar siswa tidak merasa bosan dan semangat saat sedang pembelajaran jarak jauh. sehingga minat belajar siswa dapat meningkat dan memahami konsep fisik Kata kunci: covid 19; pembelajaran; fisika. ABSTRACTWriting this paper aims to determine the effect of online learning media in students' understanding and interest in learning the concepts of physics and for student responses regarding the application of online learning media, the government imposed social distancing policy or known as physical distancing and therefore schools decided to distance learning feared during the pandemic using online learning media student learning interest will decrease. From the survey results using a questionnaire on the Google form of high school students obtained 18.8% agreed to use online learning media and 52.75% did not agree to use online learning media. from the results of the data it is said "not strong" this shows the response of students to use the online learning media. Student interest in learning increases when online learning is done in the classroom. During the pandemic, educators or teachers should be more active in conducting online learning at home so that students do not feel bored and excited while studying distance learning. so that students' interest in learning can increase and understand physical concepts Keywords: covid 19; learning; physics
Unang Purwana, Dadi Rusdiana, Winny Liliawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 259-266; doi:10.31764/orbita.v6i2.3264

Abstract:
ABSTRAKKemampuan interpretasi grafik merupakan kemampuan yang sangat penting dan kunci utama dalam memahami materi kinematika dan materi fisika lanjutan. Namun kemampuan interpretasi grafik materi kinematika mahasiswa calon guru masih rendah. Tujuan penelitian ini menguji kemampuan membaca dan menginterpretasikan grafik kinematika calon guru dengan analisis polytomous rasch model. Instrumen terdiri dari empat soal uraian menyajikan grafik kinematika. Tes diberikan ke 20 mahasiswa calon guru, terdiri dari 14 perempuan dan 6 laki-laki. Metode yang digunakan survei deskriptif kuantitatif dengan analisis menggunakan rasch model dengan data politomi. Hasil yang diperoleh nilai reliabilitas 0,58 kategori lemah, tingkat kesukaran untuk 3 soal dalam kategori sukar dan satu soal kategori mudah, daya pembeda berkategori sangat baik untuk seluruh soal. Kemampuan membaca dan menginterpretasikan grafik kinematika secara keseluruhan cukup baik. Kesimpulannya instrumen dan analisis yang digunakan dapat menguji kemampuan menginterpretasikan grafik kinematika calon guru. Kata kunci: interpretasi; grafik, kinematika; polytomous rasch. ABSTRACTThe ability to interpret graphs is a very important ability and the main key in understanding kinematics and advanced physics materials. However, the ability to interpret graphs of prospective teachers is still low. The purpose of this study is to test the ability to read and interpret the kinematic graphs of prospective teachers using polytomous rasch model analysis. The instrument consists of four essay questions presenting a kinematic graph. The test was given to 20 prospective teachers, consisting of 14 females and 6 males. The method used is quantitative descriptive survey with analysis using the rasch model with polytomous data. The results obtained were the reliability value of 0.58 in the weak category, the level of difficulty for 3 questions in the difficult category and one question in the easy category, the distinguishing power was very good for all the questions. The overall ability to read and interpret kinematics graphs is quite good. In conclusion, the instruments and analysis used can test the ability to interpret the prospective teacher's kinematics graph. Keywords: interpretation; graph; kinematics; polytomous.
Arini Rizqa, Ahmad Harjono, Wahyudi Wahyudi
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 243-247; doi:10.31764/orbita.v6i2.3133

Abstract:
ABSTRAKPendidikan bertujuan mendidik individu yang dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan pemecahan masalah dapat dilatih dengan membiasakan peserta didik menyelesaikan sebanyak mungkin masalah melalui penerapan model pembelajaran yang tepat di kelas. Penelitian ini dirancang untuk mengintegrasikan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan bantuan post organizer dalam rangka meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan post organizer terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan non-equivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Gerung dengan populasi seluruh peserta didik kelas XI MIPA tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol. Indikator pemecahan masalah yang dinilai adalah useful description, specific application of physics, dan mathematical procedures. Uji hipotesis menggunakan uji-t dua pihak dengan rumus t-test polled varians pada taraf signifikansi 5%. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan post organizer terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik. Kata kunci: inkuiri terbimbing; post organizer; kemampuan pemecahan masalah fisika. ABSTRACTEducation aims to educate individuals who can solve problems in daily life. Problem solving skills can be trained by getting students to settle as many problems as possible through the application of appropriate learning models in the classroom. This research was designed to integrate the guided inquiry learning model with a post organizer in order to improve students' physics problem solving skills. The purpose of this research was to determine the effect of guided inquiry learning model assisted by the post organizer on students' physics problem solving skills. This research used quasi-experimental with non-equivalent control group design. This research was conducted at SMAN 1 Gerung with a population of all students of class XI MIPA in the academic year 2019/2020. The sampling technique uses purposive sampling technique, namely class XI MIPA 4 as an experimental class and XI MIPA 7 as a control class. Indicators of problem solving assessed were useful description, specific application of physics, and mathematical procedures. Hypothesis testing used two-party t-test with the formula of t-test polled variance at a significance level of 5%. The conclusion of this research indicatd that there was an influence of the guided inquiry learning model assisted by the post organizer on the students' physics problem-solving skills. Keywords: guided inquiry; post organizer; physics problem-solving skills.
Ria Asep Sumarni, Yoga Budi Bhakti, Irnin Agustina Dwi Astuti, Dwi Sulisworo, Moh. Toifur
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 236-242; doi:10.31764/orbita.v6i2.3168

Abstract:
ABSTRAKPerkembangan teknologi yang merambah dalam dunia pendidikan telah banyak ditandai dengan adanya inovasi-inovasi terbarukan yang dapat menunjang proses pembelajaran. Salah satunya adalah dengan adanya inovasi dalam pembuatan metode pembelajaran. Guru harus bisa melakukan suatu inovasi pembelajaran karerna, guru memiliki peranan sangat strategis dalam proses pembelajaran. Pembelajaran IPA di SMP wilayah Jadebotabek khususnya mata pelajaran Fisika masih mengggunakan metode ceramah, memberikan catatan, memberikan latihan soal hal ini dirasa kurang menarik dan sering membosankan karena kurangnya inovasi dalam metode pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis kebutuhan dan melihat peran guru dalam mengembangkan metode pembelajaran IPA yaitu menggunakan metode Flipped Classroom. Metode yang digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu dengan cara melakukan analisis kebutuhan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, dan penyebaran angket. Angket analisis kebutuhan diberikan kepada Guru IPA di SMP wilayah Jawa Tengah. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengembangan metode pembelajaran Flipped Classroom perlu dilakukan di SMP wilayah Jawa Tengah. Hasil lainnya, guru juga menginginkan adanya pelatihan tentang penerapan metode pembelajaran Flipped Classroom untuk meningkatkan kualitas metode pembelajaran. Kata kunci: kebutuhan guru; metode pembelajaran; flipped classroom. ABSTRACTThe development of technology that has penetrated into the world of education has been marked by the existence of renewable innovations that can support the learning process. One of them is the innovation in making learning methods. Teachers must be able to carry out a learning innovation because teachers have a very strategic role in the learning process. Science learning at Junior high school in Central Java area, especially Physics subjects, still uses method of lectures, giving notes, giving exercises, this is deemed less interesting and often boring due to the lack of innovation in learning methods. The purpose of this study is to conduct a need assessment and see the role of the teacher in developing science learning model usuing Flipped Classroom. The research method used is descriptive qualitative research method that is by way of need assessment by conducting interviews questionnaire and direct observation. A needs analysis questionnaire was given to the science teacher at Junior high school in Jawa Tengah area. From the research results, it was found that the development of the Flipped Classroom learning method needed to be carried out at Junior high school in Jawa Tengah area. The other result, teachers at school want training on the application of the Flipped Classroom learning method to improve the quality of learning methods. Keywords: teacher needs; learning methods; flipped classroom.
Muh. Arafatir Aljarwi, Dwi Pangga, Sukainil Ahzan
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 6, pp 200-206; doi:10.31764/orbita.v6i2.2645

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pembakaran dan nilai kalor briket wafer sekam padi dengan variasi tekanan. Proses pembuatannya dengan menggunakan alat tekan briket, bahan yang digunanakan yaitu sekam padi dan tepung kanji. Hasil densitas briket wafer sekam padi dengan variasi tekanan secara berurut 20 PSI yaitu sebesar 0,453 g/cm3, 30 PSI yaitu sebesar 0,467 g/cm3, dan 40 PSI yaitu sebesar 0,500 g/cm3. Nilai kalor briket wafer sekam padi dengan variasi tekanan secara berurut 20 PSI yaitu sebesar 4.793,94 kalori, 30 PSI yaitu sebesar 5.137,64 kalori, 40 PSI yaitu sebesar 5.266,52 kalori. Kadar air yang dihasilkan dengan variasi tekana secara berurut 20 PSI yaitu sebesar 6,45 %, 30 PSI yaitu sebesar 6,40 %, 40 PSI yaitu sebesar 5,65 %. Nilai laju pembakaran briket wafer sekam padi secara berurut 20 PSI yaitu sebesar 2,2212 gram/menit, 30 PSI yaitu sebesar 2,2878 gram/menit, 40 PSI yaitu sesar 2,4363 gram/menit. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar tekanan maka nilai kalor dan laju pembakaran dari briket wafer sekam padi akan semakin meningkat. Kata kunci: sekam padi, briket, nilai kalor, laju pembakaran. ABSTRACTThis study aims to determine the combustion rate and heating value of rice husk wafer briquettes with variations in pressure. The manufacturing process uses briquette press, the ingredients used are rice husk and starch. The results of the density of rice husk wafer briquettes with a sequence of 20 PSI pressure variations in the amount of 0.453 g/cm3, 30 PSI in the amount of 0.467 g/cm3, and 40 PSI in the amount of 0.500 g/cm3. The calorie value of rice husk wafer briquettes with a variety of sequential pressure variations of 20 PSI is 4,793.94 calories, 30 PSI is 5,137.64 calories, 40 PSI is 5,266.52 calories. The resulting water content with a variety of pressures in sequence 20 PSI is 6.45%, 30 PSI is 6.40 %, 40 PSI is 5.65%. The value of the rate of burning of rice husk wafer briquettes in sequence of 20 PSI is 2.22212 grams / minute, 30 PSI is 2.22878 grams / minute, 40 PSI is 2.4363 grams / minute fault. It can be concluded that the greater the pressure, the calorific value and the rate of combustion of rice husk wafer briquettes will increase. Keywords: rice husk, briquettes, heating value, rate of increase.
Back to Top Top