ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2460-9587 / 2614-7017
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Mataram (10.31764)
Total articles ≅ 82
Filter:

Latest articles in this journal

Zulfawati Zulfawati, Tantri Mayasari
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 12-18; doi:10.31764/orbita.v7i1.4164

Abstract:
ABSTRAKKemampuan berpikir kritis menjadi kemampuan yang dibutuhkan dimasa depan karena membantu dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah menggunakan integrasi STEM di SMA pada pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan one group posttest only design. Subyek dari penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI MIPA 5 di SMAN 6 Kota Madiun. Instrumen dari penelitian ini yaitu tes kemampuan berpikir kritis dengan metode posttest. Selanjutnya data dianalisis dengan mengunakan statistik deskriptif. Simpulan dari penelitian ini yaitu kemampuan berpikir kritis peserta didik terdistribusi kedalam tiga indikator yaitu indikator memberikan penjelasan sederhana rata-rata sebesar 94,62 kategori sangat tinggi, indikator membangun keterampilan dasar rata-rata sebesar 95,38 kategori sangat tinggi dan indikator memberikan penjelasan lanjut rata-rata sebesar 64,62 kategori sedang. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis; STEM. ABSTRACTCritical thinking skills are required in the future because it can help solving the problems. The aim of the research is to know the profile of the students critical thinking skills after applying the STEM integration of senior high school students in the physics learning. The research use quasy experiment in the form of one group posttest only design. The subject of the research in the student of XI MIPA 5 in SMAN 6 Madiun. The instrument of the research is the critical thinking skills test using posttest as the method. The next data are analyzed using descriptive statistic. The conclusion of the research in the critical thinking skills are distributed on three critical thinking indicator, the giving simple explanation indicator average is 94,62 very high category, the building main skill indicator average is 95,38 very high category, and the giving next explanation indicator average is 64,62 medium category. Keywords: critical thinking skills; STEM.
Saputra Ibnu, Verawati Verawati, Hikmawati Hikmawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 27-32; doi:10.31764/orbita.v7i1.3803

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas dan reliabilitas perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual untuk meningkatkan penguasaan konsep optika geometri. Jenis penelitian digunakan yaitu penelitian pengembangan (Research and Development) dengan rancangan penelitian pengembangan modifikasi model Borg dan Gall. Subjek penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran berbasis model inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual. Pengambilan data penelitian menggunakanlembar validasi yang dinilai oleh 4 validator ahli, terdiri dari 2 dosen pendidikan fisika dan 2 guru mata pelajaran fisika. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif dari penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi silabus, RPP, LKPD, video pembelajaran dan tes penguasaan konsep. Penelitian ini melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk menentukan kelayakandari perangkat pembelajaran. Data hasil validitas diperoleh nilai 3,33(silabus), 2,98 (RPP), 3,07 (LKPD), 3,08 (video pembelajaran) dan 3,00 (penguasaan konsep), sehingga rata-rata validitas perangkat pembelajaran berada pada kategori valid dengan tingkat validitas yaitu 3,09, selanjutnya yaitu uji reliabilitas, diperoleh hasil interval koefisien yaitu 0,886 (silabus), 0,808 (RPP), 0,829 (LKPD), 0,894 (video pembelajaran ) dan 0,702 (tes penguasaan konsep), sehingga rata-rata interval koefisien reliabilitas yaitu 0,823 dengan kategori sangat tinggi. Kesimpulannya bahwa perangkat pembelajaran telah layak dalam arti valid dan reliable untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kata kunci : pengembangan perangkat pembelajaran; model inkuiri terbimbing; penguasaan konsep. ABSTRACTThis study aims describe the validity and reliability of the instructional guided inquiry model assisted by audiovisual media used in learning. The type research used is research development (Research and Development) with a modified development research design of the Borg and Gall model. The subject of this research is the XI IPA learning device at SMA Negeri 1 Gerung. Retrieval of research data through a validation questionnaire assessed by 4 validators, namely 2 physics lecturers and 2 physics teachers. The research data is in the form of qualitative and quantitative data from the validator's assessment of the learning tools developed. The learning tools include syllabus, lesson plans, student worksheet, video lessons and concept mastery tests. This study conducted a validity test to determine the characteristics and level of validity of the learning device. The validity data obtained were 3.33 (syllabus), 2.98 (RPP), 3.07 (LKPD), 3.08 (instructional videos) and 3.00 (concept mastery test). So that the average characteristics of learning devices are in the valid category with a validity level of 3.09, furthermore, the reliability test, the coefficient interval results obtained are 0.886 (syllabus), 0.808 (lesson plans), 0.829 (student worksheet), 0.894 (learning videos) and 0.702 (concept mastery tests). So that the average reliability coefficient interval is 0.823 with a very high category. The conclusion is that the learning device is feasible and reliable for use in learning. Keywords: development of learning tools; guided inquiry; mastery of concepts.
Wilis Wisnu Murti, Titin Sunarti
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 33-43; doi:10.31764/orbita.v7i1.4386

Abstract:
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan teoritis dan empiris dari instrumen tes literasi sains fisika yang dikembangkan dan mendeskripsikan profil kemampuan literasi sains siswa. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) yang langkah-langkahnya mengacu pada Sugiyono (2013). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan metode validasi yang dilakukan oleh dua dosen dari jurusan Fisika Universitas Negeri Surabaya dan metode tes yang dilakukan terhadap 50 siswa. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Persentase validitas teoritis rata-rata pada ranah materi, konstruksi, dan bahasa sebesar 89,82% atau berada pada kategori sangat layak. Hasil ujicoba produk pada 50 siswa dianalisis tingkat kesukaran, daya pembeda, reliabilitas, dan validitas itemnya. Dari analisis tersebut diperoleh validitas empiris sebanyak 56,25% dari keseluruhan soal dinyatakan layak secara empiris. Instrumen tes yang telah layak kemudian digunakan untuk mendeskripsikan profil kemampuan literasi sains siswa. 2% siswa dengan kategori sangat tinggi, 8% dengan kategori tinggi, 32% dengan kategori sedang, 8% dengan kategori rendah, dan 50% dengan kategori sangat rendah. Kemampuan literasi sains pada kompetensi menafsirkan data dan bukti secara ilmiah memiliki skor rata-rata tertinggi, sedangkan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah memiliki skor rata-rata terendah. Kata kunci: instrumen tes; validitas teoritis; validitas empiris; profil literasi sains. ABSTRACTThe purpose of this study was to describe the theoritical and empirical feasibility of physical scientific literacy test instrument which was developed and to describe the profile of student scientific literacy abilitie. This study using Research and Development (R&D) model whose steps refer to Sugiyono (2013). Data collection techniques in this study are the validation method that done by two lecturers from the phyic department of State University of Surabaya and test method that done by 50 students. The data that has been collected were analyzed using quantitative decriptive analysis method. The percentage of average theoritical validity in the realms of material, construction, and language is 89,82% or in the very feasible category. The result of product trials on 50 students analiyzed the level of difficulty, distinguishing power, reliability, and item validity. From this analysis, it is stated that 56,25% of the total questions are empirically feasible. The appropriate test instrument is then used to describe the profile of students scientific literacy abilities. 2% of students are in very high category, 8% are in high category, 32% are in medium category, 8% ar in low category, and 50% are in very low category. The cientif literacy ability in the competence to interpret data and evidence scientifically has the highest average score, while evaluating and designing scientific investigations has the lowest average score.Keywords: test instrument; theoritical validity; empirical validity; scientific literacy profile.
Diyah Ayu Octa Nova, Dwikoranto Dwikoranto, Nurita Apridiana Lestari
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 19-26; doi:10.31764/orbita.v7i1.4213

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini adalah studi awal untuk menganalisis persepsi siswa terhadap pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy dengan metode daring. Pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran atau kepedulian lingkungan serta memecahkan permasalahan lingkungan berdasarkan konsep fisika. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Responden yang diperoleh pada penelitian ini sebanyak 97 orang dari kelas 10, 11, dan 12 yang bersekolah di wilayah Sidoarjo. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy adalah positif. Siswa tertarik dengan pembelajaran ini. Siswa juga menyatakan bahwa pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy penting untuk dilakukan. Hal ini karena pembelajaran fisika berbasis ecopedagogy dilakukan dengan tujuan agar siswa dapat menyelesaikan berbagai permasalahan lingkungan berdasarkan konsep fisika yang dipahami. Selain itu, pembelajaran ini juga dapat menumbuhkan kesadaran atau sikap peduli lingkungan. Kata kunci: persepsi siswa; pembelajaran daring; ecopedagogy; kesadaran lingkungan ABSTRACTThis study is a preliminary study to analyze students' perception of ecopedagogy-based physics learning with online methods. Ecopedagogy-based physics learning is done to raise awareness or environmental concern and solve environmental problems based on the concept of physics. This research uses survey method with data collection techniques in the form of questionnaires. Respondents obtained in this research were 97 people from grades 10, 11, and 12 in the Sidoarjo. Based on the research, it can be concluded that students' perception of ecopedagogy-based physics learning is positive. Students are interested in this learning. Students also stated that ecopedagogy-based physics learning is important to do. This is because ecopedagogy-based physics learning is done with the aim that students can solve environmental problems based on the concept of physics. In addition, this learning can also raise environmental awareness. Keywords: students' perception; online learning; ecopedagogy; environmental awareness
Sukainil Ahzan, Dwi Pangga, Dwi Sabda Budi Prasetya, A’An Hardiyansyah Putra Wijaya
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 98-102; doi:10.31764/orbita.v7i1.3444

Abstract:
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan briket sebagai bahan bakar alternatif oven tembakau. Briket yang dihasilkan ada dua yaitu briket berbahan Dasar Eceng Gondok dan Briket berbahan dasar abu sekam padi. Kedua briket dibuat dengan variasi komposisi bahan perekat tepung tapioka 10% dan bahan dasar 90% untuk mendapatkan hasil briket terbaik untuk diterapakan sebagai alternatif bahan bakar pada proses pengovenan tembakau masyarakat.Selain variasi bahan dasar dilakukan juga variasi pada geometri pelet yang meliputi kotak pejal, kotak berongga, tabung pejal, dan tabung berongga. Masing-masing geometri dicetak dengan variasi tekanan 10 PSI, 20 PSI, dan 30 PSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket dengan bahan dasar abu sekam padi menghasilkan kalor yang lebih tinggi dibandingkan dengan briket berbahan dasar eceng gondok. Geometri pelet briket berongga menghasilkan kalor yang lebih tinggi dibandingkan dengan briket pejal. Geometri kotak berongga mengasilkan kalor terbaik dibandingan dengan geometri tabung pejal. Tekanan optimum dalam pembuatan pelet briket dihasilkan pada tekanan 20 PSI. Kata kunci: briket; eceng gondok; abu sekam padi; oven tembakau. ABSTRACTThe purpose of this research is to produce briquettes as an alternative fuel for tobacco ovens. There are two briquettes produced, namely briquettes made from water hyacinth and briquettes made from rice husk ash. The two briquettes were made with a variation of the composition of 10% tapioca starch adhesive and 90% base material to get the best briquette results to be applied as an alternative material in the community tobacco oven process. In addition to variations in the basic material, variations in pellet geometry were also carried out, which included solid boxes, hollow boxes, solid tubes, and hollow tubes. Each geometry is printed with a pressure variation of 10 PSI, 20 PSI, and 30 PSI. The results showed that briquettes made from rice husk ash produced higher heat than water hyacinth briquettes. Hollow briquette pellet geometry produces higher heat compared to solid briquettes. Hollow box geometry produces the best heat compared to solid tube geometry. The optimum pressure in the manufacture of briquette pellets is produced at a pressure of 20 PSI. Keywords: briquettes; water hyacinth; rice husk ash; tobacco oven.
Selly Wahyuni, Wahyudi Wahyudi, I Wayan Gunada
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 115-122; doi:10.31764/orbita.v7i1.3956

Abstract:
ABSTRAKPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berupa modul berbantuan model pembelajaran advance organizer yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep peserta didik pada materi suhu dan kalor. Desain penelitian yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Produk yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Modul Ajar Berbantuan model Advance Organizer, dan instrumen tes berupa soal penguasaan konsep. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, soal dan angket respon peserta didik. Data validitas dianalisis dengan analisis validasi ahli untuk menentukan nilai validitas perangkat. Peningkatan penguasaan konsep fisika dianalisis dengan menentukan standar gain dari hasil sebelum dan sesudah pembelajaran. Validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebesar 84,72%, Modul Ajar Berbantuan model Advance Organizer sebesar 82,07 % dan soal penguasaan konsep sebesar 76,85%. Reliabilitas RPP, modul ajar dan soal tes penguasaan konsep di atas 75% yang menunjukkan keseluruhan aspek yang dinilai termasuk dalam kategori reliabel. Modul juga efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika. Diperoleh N-gain sebesar 0,43 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan valid, praktis serta efektif digunakan untuk meningkatkan penguasaan konsep peserta didik. Kata kunci: bahan ajar; advance organizer; suhu dan kalor; penguasaan konsep ABSTRACTThis development research aims to produce teaching material products in the form of modules assisted by advanced organizer learning models that are valid, practical and effective to improve students' mastery of concepts on temperature and heat material. The research design used is the 4D model which consists of define, design, develop and disseminate. Products developed in the form of a Learning Implementation Plan (RPP), Assisted Teaching Module with the Advance Organizer model, and test instruments in the form of concept mastery questions. Data collection techniques used validation sheets, questions and student response questionnaires. The validity data were analyzed by using expert validation analysis to determine the validity value of the device. The increase in mastery of physics concepts was analyzed by determining the standard gain from the results before and after learning. The validity of the Learning Implementation Plan (RPP) was 84.72%, the Assisted Teaching Module with the Advance Organizer model was 82,07% and the conceptual mastery questions were 76,85%. The reliability of RPP, teaching modules and concept mastery test questions were above 75% which showed that all aspects assessed were included in the reliable category. Modules are also effective for improving mastery of physics concepts. Obtained N-gain of 0,43 in the medium category. Based on these results it can be concluded that the teaching materials developed are valid, practical and effective to be used to improve students' mastery of concepts Keywords: teaching material; advance organizer; temperature and heat; concept mastery.
Chindy Beauty Sapbrina, Singgih Bektiarso, Sri Handono Budi Prastowo
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 136-146; doi:10.31764/orbita.v7i1.4405

Abstract:
ABSTRAKPrestasi siswa dalam pelajaran fisika rendah, hal ini disebabkan oleh rendahnya aktivitas dan kesiapan belajar. Aktivitas dan kesiapan belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti minat dan motivasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan motivasi belajar terhadap aktivitas dan kesiapan belajar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian kausal konfirmatori yang bertujuan untuk menguji hipotesis sebab akibat. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Sukomoro dengan polulasi seluruh siswa kelas X, XI dan XII IPA sebanyak 327 siswa, dengan jumlah sampel 179 siswa. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan dengan tingkat keakuratan 95% dan batas toleransi 5%, instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala likert. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SEM. Hasil analisis deskiptif menunjukan bahwa minat belajar, motivasi belajar, aktivitas belajar dan kesiapan belajar siswa berada pada kategori sedang. Hasil analisis SEM menunjukkan minat belajar berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar, minat belajar berpengaruh signifikan terhadap kesiapan belajar, motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar, motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kesiapan belajar. Kata kunci: aktivitas belajar; kesiapan belajar; minat belajar; motivasi belajar ABSTRACTStudent achievement in physics lessons is low, this is due to low activity and learning readiness. Activities and learning readiness are influenced by internal and external factors such as interest and motivation. This study aims to determine the effect of learning interest and learning motivation on activities and learning readiness. This research is a type of quantitative research, with a confirmatory causal research design that aims to test the causal hypothesis. The research was conducted at SMAN 1 Sukomoro with a total population of 327 students of class X, XI and XII IPA, with a total sample of 179 students. Sampling using the Slovin formula with an accuracy level of 95% and a tolerance limit of 5%, the instrument used was a questionnaire with a Likert scale. The analysis used is descriptive analysis and SEM analysis. The results of descriptive analysis show that interest in learning, learning motivation, learning activities and student readiness are in the medium category. SEM analysis results show that learning interest has a significant effect on learning activities, learning interest has a significant effect on learning readiness, learning motivation has a significant effect on learning activities, learning motivation has a significant effect on learning readiness. Keywords: learning activities; learning readiness; interest in learning; learning motivation
Intan Sumarak Ningsari, Abu Zainuddin, Woro Setyarsih
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 54-64; doi:10.31764/orbita.v7i1.4407

Abstract:
ABSTRAKInstrumen isomorfik merupakan butir soal yang memiliki representasi berbeda namun memiliki penyelesaian dan konsep-konsep fisika yang sama. Penelitian ini bertujuan mengkaji metode pengembangan instrumen, jenis instrumen isomorfik, media aplikasi instrumen, kemampuan pemahaman konsep siswa, dan materi fisika. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka menggunakan metode Bibliometrik. Metode pengumpulan data sekunder hasil penelitian, artikel dari berbagai jurnal, dan sumber relevan lainnya pada database Google Scholar dan Scopus dalam kurun waktu 2015-2020, menggunakan aplikasi Publish or Perish (PoP). Langkah penelitian diawali dengan pengumpulan artikel dengan menyeleksi artikel jurnal menggunakan aplikasi PoP, melengkapi atribut artikel melalui software Mendeley, memvisualisasikan pemetaan data menggunakan software VOSviewer berdasarkan judul dan abstrak, dan mendeskripsikan topik kajian penelitian. Hasil kajian dapat disimpulkan bahwa pengembangan instrumen isomorfik digunakan sebagai asesmen sumatif maupun formatif pada pembelajaran fisika, terdiri dari dua jenis isomorfik yaitu isomorphic multiple choice dan isomorphic problem berbasis paper test, dengan media aplikasi instrumen dalam format online (web dan aplikasi), digunakan untuk menganalisis pemahaman konsep, konsistensi, miskonsepsi, mental model, pemecahan masalah fisika, dan hasil belajar siswa. Materi fisika yang sering diujikan menggunakan instrumen isomorfik adalah hukum Newton Kata kunci: instrumen isomorfik; fisika; kemampuan pemahaman konsep ABSTRACTThe isomorphic instrument was several questions with different representations but have the same physics concept completion. The studied was purpose to examined development methods instrument, isomorphic types, instrument application media, ability understanding of the concept, and physics theory. This research was a literature study that used bibliometric methods. Methods of collected secondary data from research results, articles journals, and other relevant sources on the Google Scholar and Scopus databases in the 2015-2020 period used Publish or Perish (PoP). The research began with collected and selected journal articles used PoP, completed the article attributes via Mendeley, visualized data mapping used VOSviewer based on title and abstract, and described research study topic. The results of the research can be concluded that isomorphic instrument development is used as a summative and formative assessment on the physics learn consists of two types are isomorphic multiple-choice and isomorphic problem based of paper test with instrument application media in online format (web and application), used for analyzing the understanding of the concept, consistency, misconceptions, mental model, problem-solving, and study result of students by the frequently examined theory are Newton Laws. Keywords: isomorphic instrument; physic; ability understanding of the concept
Yuli Astuti, Sutrio Sutrio, Ni Nyoman Sri Putu Verawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 65-71; doi:10.31764/orbita.v7i1.3855

Abstract:
ABSTRAKPerangkat pembelajaran harus disertai dengan model pembelajaran yang sesuai dan yang paling memungkinkan untuk diterapkan dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan hakikat fisika sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan reliabilitas perangkat pembelajaran model cooperative tipe group investigation untuk meningkatkan motivasi berprestasi dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model penelitian yang dikembangkan adalah 4D Models yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Pengambilan data penelitian menggunakan lembar validasi yang dinilai oleh 6 validator ahli yang terdiri dari 3 orang dosen pendidikan fisika dan 3 orang guru mata pelajaran fisika. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif dari penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi silabus, RPP, LKPD, tes kemampuan berpikir kritis, dan angket motivasi berprestasi. Penelitian ini melakukan uji validitas untuk menentukan kelayakan dan tingkat validitas perangkat pembelajaran. Data hasil validitas diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,33 berada pada kategori valid. Selanjutnya yaitu uji reliabilitas, diperoleh nilai rata-rata interval koefisien reliabilitas yaitu 0,850 dengan kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model cooperative tipe group investigation untuk meningkatkan motivasi berprestasi dan kemampuan berpikir kritis fisika peserta didik valid dan reliabel digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kata kunci: perangkat pembelajaran; cooperative tipe group investigation; kemampuan berpikir kritis; motivasi berprestasi. ABSTRACTLearning devices must be in accordance with the appropriate learning model and the most possible to be applied in learning in accordance with the 2013 curriculum and the nature of physics so that learning becomes. This study aims to describe the validity and reliability of the cooperative learning model group investigation model to increase achievement motivation and thinking skills of students. The type of research used is research development (Research and Development) with the research model developed is the 4D Model which consists of define, design, develop, and disseminate. Retrieval of research data using validation sheets managed by 6 validator experts consisting of 3 physics education lecturers and 3 physics subject teachers. The research data is in the form of qualitative and quantitative data from the validator on the learning tools developed. These learning tools include syllabus, lesson plans, student worksheet, critical thinking skills tests, and achievement motivation. This study conducted a validity test to determine the feasibility and level of validity of the learning device. Data validity results obtained by an average value of 3.33 in the valid category. Furthermore, namely the reliability test, the average value of the reliability coefficient interval was 0.850 with the very high category. Based on these results, it can be seen that the cooperative learning model type of group investigation to increase achievement motivation and students' ability to think physics is valid and reliable used in learning activities. Keywords: development of learning tools; cooperative type group investigation; critical thinking ability; achievement motivation.
Widya Triandini, Kosim Kosim, I Wayan Gunada
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 90-97; doi:10.31764/orbita.v7i1.3953

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul fisika berbasis guided inquiry yang layak, efektif, dan praktis. Kelayakan modul ditinjau dari validasi modul yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, instrumen tes kemampuan berpikir kritis dan angket respon peserta didik terhadap modul. Data validitas dianalisis dengan menentukan CVI oleh validator ahli. Hasil analisis CVI modul fisika berbasis guided inquiry oleh dosen ahli sebesar 0,99 yang termasuk kategori sangat baik, sedangkan hasil analisis CVI oleh praktisi sebesar 0,89 yang termasuk kategori sangat baik. Data pretest dan posttest dianalisis untuk menentukan peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui uji n-gain. Hasil analisis data diperoleh rata-rata n-gain sebesar 0,44 dengan kategori sedang yang menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis angket respon peserta didik terhadap modul menunjukkan kriteria positif dengan perolehan rerata sebesar 76,9%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan sangat layak, efektif, dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Kata kunci: modul, guided inquiry, berpikir kritis. ABSTRACTThis study aims to produce a product in the form of a physics module based on guided inquiry that is feasible, effective, and practica used. The feasibility of the module is viewed from the module validation which is then used to improve students' critical thinking skills. The research design used is the 4D model which consists of define, design, develop, and disseminate. Data collection techniques used validation sheets, critical thinking skills test instruments, and student response questionnaires to the module. Validity data were analyzed by determining CVI by expert validators. The results of the CVI analysis on the product by expert lecturers were 0.99 which was in the very good category, while the results of the CVI analysis by practitioners were 0.89 which was in the very good category. The pretest and posttest data were analyzed to determine the increase in students' critical thinking skills through the n-gain test. The results of data analysis obtained an average n-gain of 0.44 in the medium category which indicates an increase in critical thinking abilities. Based on the results of the questionnaire analysis, the responses of students to the module showed positive criteria with an average acquisition of 76.9%. These results can be concluded that the product developed is very feasible, effective, and practical to use in learning. Keywords: module, guided inquiry, critical thinking.
Back to Top Top