ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2460-9587 / 2614-7017
Published by: Universitas Muhammadiyah Mataram (10.31764)
Total articles ≅ 102
Filter:

Latest articles in this journal

Dedi Riyan Rizaldi, Aris Doyan, Susilawati Susilawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7; doi:10.31764/orbita.v7i1.4655

Abstract:
ABSTRAKTelah dilakukan penelitian sintesis lapisan tipis TiO2 dengan doping campuran Fluorin dan Indium. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan lapisan tipis yang baik digunakan sebagai salah satu komponen pada sel surya yaitu lapisan absorben. Sintesis lapisan tipis menggunakan metode spin-coating dengan bantuan alat centrifuge yang dimodifikasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Dasar dan Kimia Organik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni dengan data dianalisis secara deskriptif. Proses sintesis lapisan tipis terdiri dari beberapa tahapan yaitu 1). Persiapan substrat, 2). Pembuatan larutan sol-gel, 3). Deposisi lapisan tipis, dan 4). Pemanasan sampel lapisan tipis. Sampel lapisan tipis diberikan tiga perlakuan berbeda yang terdiri dari 1). Konsentrasi larutan, 2). Jumlah lapisan, dan 3). Variasi suhu pemanasan sampel. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi doping yang digunakan maka semakin gelap permukaan sampel lapisan tipis yang dihasilkan. Kata kunci: sintesis lapisan tipis; TiO2:(F+In); metode spin-coating; sel surya. ABSTRACTResearch on the synthesis of TiO2 thin films with doping mixture of Fluorine and Indium has been carried out. The aim of this research is to produce a thin film which is suitable for use as a component of solar cells, namely the absorbent layer. Synthesis of thin films using the spin-coating method with the help of a modified centrifuge. This research was conducted at the Laboratory of Basic Chemistry and Organic Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mataram University. This type of research is pure experimental research with data analyzed descriptively. The thin layer synthesis process consists of several stages, namely 1). Substrate preparation, 2). Preparation of sol-gel solution, 3). Thin layer deposition, and 4). Heating the thin layer sample. The thin layer sample was given three different treatments consisting of 1). The concentration of the solution, 2). Number of layers, and 3). Variation in sample heating temperature. Based on the research that has been done, it was found that the greater the doping concentration used, the darker the surface of the resulting thin layer sample. Keywords: synthesis thin film, TiO2:(F+In), spin-coating method, solar cells
Johri Sabaryati, Linda Sekar Utami, Zulkarnain Zulkarnain
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7; doi:10.31764/orbita.v7i1.4791

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengembangkan media motion sensor eksperimen (MSE) dalam problem based learning (PBL) yang layak digunakan.(2) Mengetahui kualitas motion sensor eksperimen (MSE) dalam problem based learning (PBL). Secara umum peneltian ini melalui 3 tahap utama, yaitu: (1)studi pendahuluan, (2) pembuatan dan pengembangan produk, (3) dan evaluasi. Tahapan pertama dan kedua telah dilakukan,sedangkan tahap ketiga sudah dilakukan kegiatan validasi ahli. Kemudian juga telah dilakukan uji coba pada siswa kelas X MA NW Narmada. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,maka dapat disimpulkan sebagai berikut:(1) Berdasarkan hasil validasi ahli dapat disimpulkan bahwa produk motion sensor eksperimen (MSE) dalam problem based learning (PBL) yang telah dikembangkan telah layak untuk digunakan.(2) Berdasarkan hasil validasi ahli dapat disimpulkan bahwa modul motion sensor eksperimen (MSE) dalam problem based learning (PBL) yang telah dikembangkan telah layak untuk digunakan. Berdasarkan hasi luji coba diketahui bahwa produk hasil pengembangan dapat menumbuhkan karakter siswa dalam kategori baik. Kata Kunci: motion sensor eksperiment; PBL; karakter siswa ABSTRACTThis study aims to: (1) Develop experimental motion sensor media (MSE) in problem based learning (PBL) that is feasible to use. (2) Determine the quality of experimental motion sensor (MSE) in problem based learning (PBL). In general, this research goes through 3 main stages, namely: (1) preliminary study, (2) product manufacture and development, (3) and evaluation. The first and second stages have been carried out, while the third stage has carried out expert validation activities. Then a trial has also been carried out on class X MA NW Narmada students. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded as follows: (1) Based on the results of expert validation, it can be concluded that the experimental motion sensor (MSE) product in problem based learning (PBL) that has been developed is feasible to use. (2) Based on the results Expert validation can be concluded that the experimental motion sensor module (MSE) in problem based learning (PBL) that has been developed is feasible to use. Based on the test results, it is known that the product developed can grow the character of students in the good category. Keywords: motion sensor experiment; PBL; student character
Yogi Setya Novanto, Rien Anitra, Fajar Wulandari
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 205-211; doi:10.31764/orbita.v7i1.4665

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA siswa pada materi panas dan perpindahannya. Penelitian ini dilaksanakan di MIS Ushuluddin Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental design, dengan bentuk desain post-test only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MIS Ushuluddin Singkawang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Setelah pengambilan sampel, yang terpilih menjadi kelas eksperimen adalah kelas VA dengan menggunakan model pembelajaran POE dan VB sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh kemampuan pemahaman konsep IPA siswa antara kelas yang diberikan model pembelajaran POE dengan kelas yang diberikan pembelajaran langsung pada materi panas dan perpindahannya di kelas V MIS Ushuluddin Singkawang; (2) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa antara kelas yang diberikan model pembelajaran POE dengan kelas yang di berikan model pembelajaran langsung pada materi panas dan perpindahannya di kelas V MIS Ushuluddin Singkawang. Kata kunci: model pembelajaran POE; kemampuan pemahaman konsep. ABSTRACTThis study is aimed at learning the influence of the use of the POE learning model (Predict, Observe, Explain) on a student's ability to understand science concepts on hot matter and transmigration. The study is carried out at MIS Ushuluddin Singkawang. The kind of research used was quantitative research with experimental quasi design. With a design post-test only design control. The population in the study are all the students in the V MIS Ushuluddin Singkawang class. The sample was taken using an additive sampling, after taking the selected sample into a VA class experiment which was an experimental class using the POE and VB control class that use a direct learning model. Research concluded that: (1) there is an influence on a student's ability to understand natural science between a class given by the POE learning model and a class given direct learning on hot matter and transfer to V MIS Ushuluddin Singkawang class; (2) there is a difference in the ability to understand a student science concept between the class given by the POE learning model and the class provided the direct learning model for hot matter and transfer to V MIS Ushuluddin Singkawang class. Keywords: POE learning models; the ability to understand concepts.
Saputra Ibnu, Verawati Verawati, Hikmawati Hikmawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 27-32; doi:10.31764/orbita.v7i1.3803

Abstract:
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas dan reliabilitas perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual untuk meningkatkan penguasaan konsep optika geometri. Jenis penelitian digunakan yaitu penelitian pengembangan (Research and Development) dengan rancangan penelitian pengembangan modifikasi model Borg dan Gall. Subjek penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran berbasis model inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual. Pengambilan data penelitian menggunakanlembar validasi yang dinilai oleh 4 validator ahli, terdiri dari 2 dosen pendidikan fisika dan 2 guru mata pelajaran fisika. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif dari penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi silabus, RPP, LKPD, video pembelajaran dan tes penguasaan konsep. Penelitian ini melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk menentukan kelayakandari perangkat pembelajaran. Data hasil validitas diperoleh nilai 3,33(silabus), 2,98 (RPP), 3,07 (LKPD), 3,08 (video pembelajaran) dan 3,00 (penguasaan konsep), sehingga rata-rata validitas perangkat pembelajaran berada pada kategori valid dengan tingkat validitas yaitu 3,09, selanjutnya yaitu uji reliabilitas, diperoleh hasil interval koefisien yaitu 0,886 (silabus), 0,808 (RPP), 0,829 (LKPD), 0,894 (video pembelajaran ) dan 0,702 (tes penguasaan konsep), sehingga rata-rata interval koefisien reliabilitas yaitu 0,823 dengan kategori sangat tinggi. Kesimpulannya bahwa perangkat pembelajaran telah layak dalam arti valid dan reliable untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kata kunci : pengembangan perangkat pembelajaran; model inkuiri terbimbing; penguasaan konsep. ABSTRACTThis study aims describe the validity and reliability of the instructional guided inquiry model assisted by audiovisual media used in learning. The type research used is research development (Research and Development) with a modified development research design of the Borg and Gall model. The subject of this research is the XI IPA learning device at SMA Negeri 1 Gerung. Retrieval of research data through a validation questionnaire assessed by 4 validators, namely 2 physics lecturers and 2 physics teachers. The research data is in the form of qualitative and quantitative data from the validator's assessment of the learning tools developed. The learning tools include syllabus, lesson plans, student worksheet, video lessons and concept mastery tests. This study conducted a validity test to determine the characteristics and level of validity of the learning device. The validity data obtained were 3.33 (syllabus), 2.98 (RPP), 3.07 (LKPD), 3.08 (instructional videos) and 3.00 (concept mastery test). So that the average characteristics of learning devices are in the valid category with a validity level of 3.09, furthermore, the reliability test, the coefficient interval results obtained are 0.886 (syllabus), 0.808 (lesson plans), 0.829 (student worksheet), 0.894 (learning videos) and 0.702 (concept mastery tests). So that the average reliability coefficient interval is 0.823 with a very high category. The conclusion is that the learning device is feasible and reliable for use in learning. Keywords: development of learning tools; guided inquiry; mastery of concepts.
Zulfawati Zulfawati, Tantri Mayasari
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 12-18; doi:10.31764/orbita.v7i1.4164

Abstract:
ABSTRAKKemampuan berpikir kritis menjadi kemampuan yang dibutuhkan dimasa depan karena membantu dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah menggunakan integrasi STEM di SMA pada pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan one group posttest only design. Subyek dari penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI MIPA 5 di SMAN 6 Kota Madiun. Instrumen dari penelitian ini yaitu tes kemampuan berpikir kritis dengan metode posttest. Selanjutnya data dianalisis dengan mengunakan statistik deskriptif. Simpulan dari penelitian ini yaitu kemampuan berpikir kritis peserta didik terdistribusi kedalam tiga indikator yaitu indikator memberikan penjelasan sederhana rata-rata sebesar 94,62 kategori sangat tinggi, indikator membangun keterampilan dasar rata-rata sebesar 95,38 kategori sangat tinggi dan indikator memberikan penjelasan lanjut rata-rata sebesar 64,62 kategori sedang. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis; STEM. ABSTRACTCritical thinking skills are required in the future because it can help solving the problems. The aim of the research is to know the profile of the students critical thinking skills after applying the STEM integration of senior high school students in the physics learning. The research use quasy experiment in the form of one group posttest only design. The subject of the research in the student of XI MIPA 5 in SMAN 6 Madiun. The instrument of the research is the critical thinking skills test using posttest as the method. The next data are analyzed using descriptive statistic. The conclusion of the research in the critical thinking skills are distributed on three critical thinking indicator, the giving simple explanation indicator average is 94,62 very high category, the building main skill indicator average is 95,38 very high category, and the giving next explanation indicator average is 64,62 medium category. Keywords: critical thinking skills; STEM.
Wilis Wisnu Murti, Titin Sunarti
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 33-43; doi:10.31764/orbita.v7i1.4386

Abstract:
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan teoritis dan empiris dari instrumen tes literasi sains fisika yang dikembangkan dan mendeskripsikan profil kemampuan literasi sains siswa. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) yang langkah-langkahnya mengacu pada Sugiyono (2013). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan metode validasi yang dilakukan oleh dua dosen dari jurusan Fisika Universitas Negeri Surabaya dan metode tes yang dilakukan terhadap 50 siswa. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Persentase validitas teoritis rata-rata pada ranah materi, konstruksi, dan bahasa sebesar 89,82% atau berada pada kategori sangat layak. Hasil ujicoba produk pada 50 siswa dianalisis tingkat kesukaran, daya pembeda, reliabilitas, dan validitas itemnya. Dari analisis tersebut diperoleh validitas empiris sebanyak 56,25% dari keseluruhan soal dinyatakan layak secara empiris. Instrumen tes yang telah layak kemudian digunakan untuk mendeskripsikan profil kemampuan literasi sains siswa. 2% siswa dengan kategori sangat tinggi, 8% dengan kategori tinggi, 32% dengan kategori sedang, 8% dengan kategori rendah, dan 50% dengan kategori sangat rendah. Kemampuan literasi sains pada kompetensi menafsirkan data dan bukti secara ilmiah memiliki skor rata-rata tertinggi, sedangkan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah memiliki skor rata-rata terendah. Kata kunci: instrumen tes; validitas teoritis; validitas empiris; profil literasi sains. ABSTRACTThe purpose of this study was to describe the theoritical and empirical feasibility of physical scientific literacy test instrument which was developed and to describe the profile of student scientific literacy abilitie. This study using Research and Development (R&D) model whose steps refer to Sugiyono (2013). Data collection techniques in this study are the validation method that done by two lecturers from the phyic department of State University of Surabaya and test method that done by 50 students. The data that has been collected were analyzed using quantitative decriptive analysis method. The percentage of average theoritical validity in the realms of material, construction, and language is 89,82% or in the very feasible category. The result of product trials on 50 students analiyzed the level of difficulty, distinguishing power, reliability, and item validity. From this analysis, it is stated that 56,25% of the total questions are empirically feasible. The appropriate test instrument is then used to describe the profile of students scientific literacy abilities. 2% of students are in very high category, 8% are in high category, 32% are in medium category, 8% ar in low category, and 50% are in very low category. The cientif literacy ability in the competence to interpret data and evidence scientifically has the highest average score, while evaluating and designing scientific investigations has the lowest average score.Keywords: test instrument; theoritical validity; empirical validity; scientific literacy profile.
Yunara Nurmaya, Susilawati Susilawati, Muhammad Zuhdi, Hikmawati Hikmawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 147-154; doi:10.31764/orbita.v7i1.3835

Abstract:
ABSTRAKPerangkat pembelajaran merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran, dimana proses pembelajaran berjalan efisien, efektif dan juga terstruktur karena adanya perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing yang terdiri dari silabus, RPP, LKPD, instrument tes penguasaan konsep. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fisika yang valid, efektif, dan efisien dengan menggunakan model inkuiri terbimbing pada materi alat-alat optik untuk meningkatkan penguasaan konsep. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terdiri dari empat tahapan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Perangkat yang dikembangkan pada penelitian ini adalah silabus, RPP, LKPD, dan instrumen tes penguasaan konsep. Kevalidan perangkat yang dikembangkan diperoleh berdasarkan penilaian angket dari enam validator yaitu tiga validator ahli dan tiga validator praktisi, kemudian kevalidan perangkat dianalisis dengan menggunakan skala Likert. Keefektifan perangkat diperoleh berdasarkan analisis lembar observasi keterlaksanaan RPP dari tiga orang observer yang kemudian ditentukan dengan menggunakan perhitungan Interjudge Agreement (IJA) dan perolehan nilai N-Gain. Selanjutnya, keefisienan perangkat didapatkan dari hasil uji coba terbatas pada peserta didik kelas XI yang kemudian ditentukan dari respon guru dan peserta didik. Maka dapat disimpulkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif. Terakhir, dari respon guru dan peserta didik didapatkan beberapa kendala dari pembelajaran yang telah dilakukan sehingga perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing kurang efisien untuk digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci : perangkat pembelajaran; inkuiri terimbing; penguasaan konsep ABSTRACTLearning tools are the most important part of the learning process, where the learning process runs efficiently, effectively and is structured because of the learning tools. The learning tools developed are in the form of guided inquiry learning models which are based on the syllabus, lesson plans, student worksheet, and concept mastery test instruments. The purpose of this research is to develop valid, effective, and efficient physics learning tools by using guided inquiry models on the material of optical tools to improve concept mastery. This study uses a Research and Development (R&D) type of research with a 4D model consisting of four stages, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. The tools developed in this study were the syllabus, lesson plans, student worksheet, and concept mastery test instruments. The validity of the developed device was obtained based on a questionnaire assessment of six validators, namely three expert validators and three practitioner validators, then the validity of the devices was analyzed using a Likert scale. The effectiveness of the device was obtained based on the analysis of the RPP implementation observation sheet from three observers which was then determined using the calculation of the Interjudge Agreement (IJA) and the acquisition of the N-Gain value. Furthermore, the efficiency of the device was obtained from the limited trial results for class XI students which was then determined from the responses of the teacher and students. So it can be concluded that the learning tools developed are effective. Finally, from the responses of teachers and students, there are several obstacles from the learning that has been done so that the guided inquiry learning model is less efficient for use in learning. Key Word : Learning tools; guided inquiry learning; mastery of concepts
Sudarti Sudarti, Sherly Nur Laili
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 169-175; doi:10.31764/orbita.v7i1.4549

Abstract:
ABSTRAKMedan magnet ELF (Extremely Low Frequency) merupakan spektrum gelombang elektromagnetik yang frekuensinya 0-300 Hz. Matahari sumber kehidupan yang memancarkan energinya ke bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan intensitas radiasi medan magnet alamiah matahari didalam ruangan dan diluar ruangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Pengukuran intensitas radiasi medan magnet oleh matahari menggunakan alat Electromagnetic Field (EMF) Meter dan thermometer. Penelitian dilakukan mulai pukul 06.00 – 15.00 WIB dimana semakin siang temperatur medan magnet dan radiasi matahari semakin meningkat, kemudian suhu dan intensitas menurun seiring dengan terbenamnya matahari. Teknik analisa data yang digunakan menggunakan SPSS dengan metode interpretasi data. Hasil Penelitian menunjukkan data diluar ruangan memiliki hasil lebih tinggi dibandingkan dengan data hasil penelitian di dalam ruangan yakni rerata suhu didalam ruangan 29,5˚C, 31˚C, 32,36˚C,dan 31,7˚C sedangkan diluar ruangan 30,9˚C, 32,9˚C, 33,4˚C, 32˚C. Rerata medan magnet didalam ruangan sebesar 0,044, 0,224, 0,262, dan 0,326, sedangkan diluar ruangan sebesar 0,098, 0,324, 0,418, dan 0,398. Data penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas radiasi matahari mengakibatkan temperatur bumi, dan medan magnet semakin tinggi. Kata kunci: intensitas;matahari; medan magnet;radiasi. ABSTRACTElf magnetic field (Extremely Low Frequency) is a spectrum of electromagnetic waves whose frequency is 0-300 Hz. Sun is a source of life that emits its energy to earth in the form of electromagnetic wave radiation. This study aims to compare the radiation intensity of natural magnetic fields by the sun indoors and outdoors. The type of research used is experimental research. Measurement of magnetic field radiation intensity by the sun using EMF Meter and thermometer. The research was conducted from 06.00 – 15.00 WIB where the more daylight the temperature of the magnetic field and solar radiation increases, then the temperature and intensity decreases with the sunset. Data analysis techniques used using SPSS with data interpretation methods. The results showed that outdoor data had higher results compared to the data of indoor research results, namely the average indoor temperature of 29.5°C, 31°C, 32.36°C, and 31.7°C while outdoors 30.9°C, 32.9°C, 33.4°C, 32°C. The average indoor magnetic field is 0.044, 0.224, 0.262, and 0.326, while outdoors is 0.098, 0.324, 0.418, and 0.398. Research data shows that the higher the intensity of solar radiation results in the Earth's temperature, and the magnetic field gets higher. Keywords: intensity;sun; magnetic field;radiation.
Selly Wahyuni, Wahyudi Wahyudi, I Wayan Gunada
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 115-122; doi:10.31764/orbita.v7i1.3956

Abstract:
ABSTRAKPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berupa modul berbantuan model pembelajaran advance organizer yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep peserta didik pada materi suhu dan kalor. Desain penelitian yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Produk yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Modul Ajar Berbantuan model Advance Organizer, dan instrumen tes berupa soal penguasaan konsep. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, soal dan angket respon peserta didik. Data validitas dianalisis dengan analisis validasi ahli untuk menentukan nilai validitas perangkat. Peningkatan penguasaan konsep fisika dianalisis dengan menentukan standar gain dari hasil sebelum dan sesudah pembelajaran. Validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebesar 84,72%, Modul Ajar Berbantuan model Advance Organizer sebesar 82,07 % dan soal penguasaan konsep sebesar 76,85%. Reliabilitas RPP, modul ajar dan soal tes penguasaan konsep di atas 75% yang menunjukkan keseluruhan aspek yang dinilai termasuk dalam kategori reliabel. Modul juga efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika. Diperoleh N-gain sebesar 0,43 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan valid, praktis serta efektif digunakan untuk meningkatkan penguasaan konsep peserta didik. Kata kunci: bahan ajar; advance organizer; suhu dan kalor; penguasaan konsep ABSTRACTThis development research aims to produce teaching material products in the form of modules assisted by advanced organizer learning models that are valid, practical and effective to improve students' mastery of concepts on temperature and heat material. The research design used is the 4D model which consists of define, design, develop and disseminate. Products developed in the form of a Learning Implementation Plan (RPP), Assisted Teaching Module with the Advance Organizer model, and test instruments in the form of concept mastery questions. Data collection techniques used validation sheets, questions and student response questionnaires. The validity data were analyzed by using expert validation analysis to determine the validity value of the device. The increase in mastery of physics concepts was analyzed by determining the standard gain from the results before and after learning. The validity of the Learning Implementation Plan (RPP) was 84.72%, the Assisted Teaching Module with the Advance Organizer model was 82,07% and the conceptual mastery questions were 76,85%. The reliability of RPP, teaching modules and concept mastery test questions were above 75% which showed that all aspects assessed were included in the reliable category. Modules are also effective for improving mastery of physics concepts. Obtained N-gain of 0,43 in the medium category. Based on these results it can be concluded that the teaching materials developed are valid, practical and effective to be used to improve students' mastery of concepts Keywords: teaching material; advance organizer; temperature and heat; concept mastery.
Meidy Atina Kuron, Arnold Umboh
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 1-7; doi:10.31764/orbita.v7i1.2788

Abstract:
ABSTRAKPenggunaan laboratorium virtual pada mata kuliah Elektronika Dasar sangatlah penting sebagai salah satu solusi mengatasi keterbatasan fasilitas pada laboratorium real di Universitas Sariputra Indonesia Tomohon. Virtualisasi laboratorium Elektronika Dasar ini dapat berfungsi selayaknya laboratorium real yang memanfaatkan media komputer dan software Electronics Workbench (EWB) dalam pembelajaran. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengetahui pengaruh virtualisasi laboratorium berbasis Electronics Workbench (EWB) terhadap hasil belajar mahasiswa semester II Program Studi Teknik Informatika pada mata kuliah Elektronika Dasar di Universitas Sariputra Indonesia Tomohon. Metode yang digunakan adalah Pre-Eksperiment One-Group Pretest-Posttest Design dengan pengujian analisis paired sample t-test dengan sample penelitian diambil total sampling. Hipotesis penelitian dianalisis dengan bantuan aplikasi SPSS untuk memperoleh t hitung dengan taraf kepercayaan 95% dimana t hitung > t tabel yaitu 19,126 > 2,055 dan berdasarkan nilai signifikansi yaitu Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan virtualisasi laboratorium berbasis EWB terhadap hasil belajar mahasiswa Teknik Informatika UNSRIT Semester II materi Elektronika Dasar materi penguat transistor. Selanjutnya dilakukan pengujian N-Gain score untuk melihat efektivitas penggunaan virtualisasi laboratorium berbasis EWB dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa Teknik Informatika UNSRIT dengan hasil 0,40 termasuk pada kategori sedang. Luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini diharapkan dapat dipublikasikan pada jurnal Nasional terakreditasi SINTA 4 Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika p-ISSN : 2460-9587, i-SSN : 2614-7017 Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhamadiyah Mataram. Kata kunci : virtualisasi laboratorium; electronics workbench (EWB); elektronika dasar. ABSTRACTThe use of virtual laboratories of the Basic Electronics courses is very important as a solution to overcome the limited facilities in real laboratories at Sariputra Indonesia University, Tomohon. Virtualization of the Basic Electronics laboratory can function like a real laboratory that utilizes computer media and the Electronics Workbench (EWB) software in learning. The specific purpose of this study was to determine the effect of laboratory virtualization based on Electronics Workbench (EWB) on the learning outcomes of second semester students of the Informatics Engineering Study Program in Basic Electronics at Sariputra Indonesia University, Tomohon. The method used is the Pre-Experiment One-Group Pretest-Posttest Design with paired sample t-test analysis testing with the research sample taken by total sampling. The research hypothesis was analyzed with the SPSS application to obtain t count with a confidence level of 95% where t count > t table, that result 19,126 > 2,055 and based on the significance value of Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05, it can be concluded that there is a significant effect of based laboratory virtualization based on EWB to students learning outcomes of Informatics Engineering UNSRIT Semester II Basic Electronics material transistor amplifier. Furthermore, the N-Gain score test was carried out to see the effectiveness of using laboratory virtualization based on EWB to improving the learning outcomes of UNSRIT Informatics Engineering students with a result of 0.40 which was included in the moderate category. The output targeted in this study is expected to be published in a SINTA-accredited National journal 4 Journal of Study, Innovation and Physics Education Application p-ISSN: 2460-9587, i-SSN: 2614-7017 Study Program of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Muhamadiyah University, Mataram. Keywords : virtual laboratories; electronics workbench (EWB); basic electronics.
Back to Top Top