Jurnal Kumparan Fisika

Journal Information
ISSN / EISSN : 26851806 / 26551403
Current Publisher: UNIB Press (10.33369)
Total articles ≅ 61
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Indah Sriwahyuni, Eko Risdianto, Henny Johan
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 145-152; doi:10.33369/jkf.2.3.145-152

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji validasi bahan ajar elektronik yang dibuat menggunakan Flip PDF Professional pada materi Alat-Alat Optik. Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan (R&D) Model pengembangan yang digunakan yaitu model 3 D dengan langkah- langkah Define, Design, dan Develop. Validasi dilakukan oleh 2 judgement ahli dan 2 praktisi untuk menilai produk yang dikembangkan dari aspek penyajian, isi, dan bahasa. Berdasarkan hasil uji validitas aspek penyajian didapatkan hasil persentase sebesar 78,12% dengan kategori sangat baik, aspek isi sebesar 81,88% dengan kategori sangat baik, aspek bahasa sebesar 82,81% dan aspek media sebesar 75 % dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar elektronik menggunakan Flip PDF Professional yang dihasilkan sudah valid dengan persentase total sebesar 79,45% yang termasuk dalam kategori sangat baik.Kata Kunci : Pengembangan dan penelitian, Bahan Ajar Elektronik, Flip PDF Professional ABSTRACT This research was aimed to describe validity tests of electronic teaching materials using Flip PDF Pro on Optical Instruments topic. This research used research and development model, namely 3D Development .The steps of 3D development were Define, Design, and Develop. Validation was carried out by 2 expert judgments and 2 practitioners to assess products developed from aspects of presentation, content, and language. Based on the results of the validity of the presentation aspects, the percentage results were 78.12% with very good categories, content aspects 81.85% with very good categories, language aspects at 82.75% and media aspects at 75% with very good categories. Based on these results, it can be concluded that the electronic teaching materials using Flip PDF Professional developed were valid and tested product with total validity test 79.4%, which is included in the excellent category.Keywords :Research and Development, Electronic Teaching Materials, Flip PDF Professional
Anisa Anisa, Rosane Medriati, Desy Hanisa Putri
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 201-208; doi:10.33369/jkf.2.3.201-208

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemahaman konsep dan hasil belajar pada konsep momentum dan impuls antara siswa yang diajar dengan model Quantum Learning dan siswa yang diajarkan dengan model Direct Instruction. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling, kelas X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan tes pemahaman konsep dan hasil belajar berupa soal uraian pada konsep momentum dan impuls. Analisis data menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep dengan model Quantum Learning dengan rata-rata 80,45 lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Direct Instruction dengan rata-rata 60,12 dan t hitung pemahaman konsep 9,71 yang lebih besar dari t tabel yaitu 1,67155 dan hasil belajar dengan model Quantum Learning menggunakan nilai rata-ratanya 80,61 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol dengan rata-rata 57,29 dengan t hitung hasil belajar 8.68 yang lebih besar dari t tabel pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dan hasil belajar model Quantum Learning dengan model Direct Instruction sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh model Quantum Learning terhadap pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas X. Kata Kunci: Quantum Learning, Pemahaman Konsep, Hasil Belajar ABSTRACT This research was to determine if there is or not an effect of understanding concepts and learning outcomes on the concepts of momentum and impulses between students taught with Quantum Learning Model and students taught with the Direct Instruction Model. This research was a quasi-experimental. The research sample was taken by purposive sampling technique, class of X MIPA 2 as the experimental class and class of X MIPA 3 as the control class. Retrieval of research data used tests of understanding concepts and learning outcomes in the form of questions describing the concepts of momentum and impulses. Data analysis used t-test. The results showed that understanding the concept with the Quantum Learning Model with an average of 80.45 was higher than that of students who took part in the Direct Instruction Model with an average of 60.12 and t calculated the understanding of the concept of 9.71 which was greater than ttable namely 1.67155 and learning outcomes with the Quantum Learning Model with an average value of 80.61 higher than the control class with an average of 57.29. Value of tcalculated of learning outcomes was 8.68 which greater than ttable at the confidence level of 95%. The results showed that there were differences in the understanding of the concepts and learning outcomes of the Quantum Learning model and the Direct Instruction model which meant that there was an effect of Quantum Learning Model on understanding of concepts...
Putri Eka Lestari, Andik Purwanto, Indra Sakti
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 161-168; doi:10.33369/jkf.2.3.161-168

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang valid dan reliabel pada konsep usaha dan energi. Penelitian ini dilakukan dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Hasil uji validasi oleh ahli dan praktisi ditinjau dari aspek materi, aspek konstruksi, dan aspek bahasa. Berdasarkan hasil uji validasi ahli diperoleh presentase skor 94.23% untuk aspek materi, 89.00% untuk aspek konstruksi, 80.00% untuk aspek bahasa dan berdasarkan uji validasi praktisi di peroleh presentase skor 97.95% untuk aspek materi, 96.00% untuk aspek konstruksi, 92.50% untuk aspek bahasa serta dinyatakan valid pada uji validasi empiris dengan reliabilitas 0,839805 kategori tinggi pada uji terbatas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan instrumen tes yang dikembangkan telah valid dan reliabel. Kata Kunci: Instrumen tes, Keterampilan Pemecahan Masalah, Usaha (Kerja) dan Energi ABSTRACT This research was aimed to develop test instrument that was valid and reliable for student problem solving skills on the concept of work and energy. This research was conducted with a 4D development model which consisted of define, design, develop, and disseminate. Validation tests by experts and practitioners were in terms of material aspects, construction aspects, and language aspects. Based on the results of expert validation tests, the percentage score of 94.23% was obtained for material aspects, 89.00% for construction aspects, 80.00% for language aspects and based on practitioners' validation test the scores were 97.95% for material aspects, 96.00% for construction aspects, 92.50% for aspects language and stated as valid in the empirical validation test with a reliability of 0.839805 in high category on the limited test. So it could be concluded that the test instrument was valid and reliable. Keywords: Test instruments, Problem Solving Skills, Work and Energy
Nurul Auliya, Eko Swistoro, Desy Hanisa Putri
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 177-184; doi:10.33369/jkf.2.3.177-184

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif Sederhana. Subjek penelitian adalah peserta didik dan guru mata pelajaran fisika di kelas X SMAN 3 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian terhadap RPP, proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran dalam kategori “sangat baik” dengan skor rata- rata 3,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa analisis RRP dan pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi proses pembelajaran di SMAN 3 Kota Bengkulu telah berdasarkan standar kurikulum 2013. Kata kunci: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Pelaksanaan Pembelajaran Fisika, Evaluasi Pembelajaran ABSTRACT This research was aimed to describe the learning implementation lesson plan, process, and evaluation. The research method was the simple descriptive method. The subjects of the research were students and physics education teacher of class X SMAN 3 Bengkulu City. Furthermore, the data collection techniques were interview, questionnaire and documentation. The results showed that the evaluation of the lesson plan, process and its evaluation were “excellent” with 3.8 score obtained. Therefore, it could be concluded that lesson plan, process, and evaluation in SMAN 3 Bengkulu City was in line with the standards of curriculum 2013. Keywords: RPP (Learning Implementation Plan), Process of Physics Learning, Learning Evaluation
Desi Paradina, Connie Connie, Rosane Medriati
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 169-176; doi:10.33369/jkf.2.3.169-176

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (quasi experiment design). Pengambilan sampel berdasarkan teknik sampling purposive yang diperoleh siswa kelas X MIPA 1 ( N = 30) sebagai kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran dengan model Problem Based Learning dan siswa kelas X MIPA 3 (N = 30) sebagai kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvesional. Teknik pengumpulan data men ggunakan tes untuk hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis Uji-t dua sampel independen melalui nilai rata-rata posttest hasil belajar yaitu thitung > ttabel (1,96 > 1,71). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar. Kata kunci: Model Problem Based Learning, Hasil Belajar ABSTRACT This research aimed to explain the effect of applying based learning models Problem Based Learning to student learning outcomes. The type of research was experimental research (quasi experiment design). The sampling was based on purposive sampling technique obtained by students of class X MIPA 1 (N = 30) as an experimental class that applied learning with the model Problem Based Learning and students of class X MIPA 3 (N = 30) as a control class that applied conventional learning. Data collection techniques used tests for learning outcomes. Based on the results of the t-test analysis of two independent samples through the average value of posttest learning outcomes, namely tcount > ttable (1.96> 1.71), it was concluded that there was an effect of learning using the model Problem Based Learning of learning outcomes. Keywords: Problem Based Learning Model, Learning Outcomes
Sari Daulay, Dedy Hamdani, Desy Hanisa Putri
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 137-144; doi:10.33369/jkf.2.3.137-144

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar siswa pada konsep usaha dan energi melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA.4 SMA Negeri 08 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, lembar angket untuk mendeskripsikan sikap ilmiah siswa, lembar tes untuk mendeskripsikan hasil belajar usaha dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata sikap ilmiah pada siklus I sebesar 64,54 (kriteria baik), pada siklus II sebesar 66,23 (kriteria sangat baik), dan pada siklus III sebesar 67,37 (kriteria sangat baik).Nilai rata-rata hasil belajar konsep usaha dan energi pada siklus I sebesar 77,71 dengan ketuntasan belajar 88,57%, pada siklus II sebesar 83 dengan ketuntasan belajar 94,28%, dan pada siklus III 90,28 dengan ketuntasan belajar 100%. Disimpulkan bahwa pembelajaran dengan penerapan model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar pada konsep usaha dan energi.Kata kunci: Sikap Ilmiah, Hasil Belajar usaha dan energi, Model Learning Cycle 5E, Pendekatan Saintifik ABSTRACT This research was aimed to improve scientific attitudes and student’s learning outcomes on work and energy concept with the implementation of Learning Cycle 5E with a scientific approach. The subjects of the research were students of XI MIA.4 SMA Negeri 08 Bengkulu city. The instruments used were the observation sheet to describe the activities of teacher and students, questionnaire to describe students' scientific attitudes, and test sheet to describe learning outcomes of work and energy. The results showed that the average score of scientific attitudes in cycle I was 64,54 (good criteria), in cycle II was 66,23 (very good criteria), and at cycle III was 67,37 (very good criteria).The average value of the learning outcomes of work and energy concepts in the first cycle of 77.71 with learning mastery 88.57%, on the second cycle of 83 with 96.28% learning mastery, and on the third cycle 90.28 with 100% complete learning mastery. It was concluded that learning with the application of 5E learning cycle model with scientific approach can improve the scientific attitudes and learning outcomes on work and energy concepts. Keywords: Scientific Attitudes, Learning Outcomes, Work And Energy Concepts, Learning Cycle 5E Model, Scientific Approach.
Faiz Brikinzky Adyan, Andik Purwanto, Nirwana Nirwana
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 153-160; doi:10.33369/jkf.2.3.153-160

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA A SMAN 2 Kota Bengkulu yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran berada pada kategori rendah dengan skor 44,18, dan pada saat setelah mengikuti proses pembelajaran skor rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 62,06 yang berada pada kategori tinggi. Hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 73,59, kemudian pada siklus II sebesar 75,93 dan pada siklus III sebesar 80,15. Hasil belajar siswa dalam aspek pengetahuan pada siklus I diperoleh daya serap siswa sebesar 73,59% dan ketuntasan belajar sebesar 68,75% (belum tuntas), meningkat pada siklus II diperoleh daya serap siswa sebesar 75,93% dan ketuntasan belajar sebesar 84,37%(tuntas), meningkat dibandingkan dibandingkan siklus I dan II yaitu siklus III diperoleh daya serap sebesar 80,15% dan ketuntasan belajar sebesar 100% (tuntas). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan Virtual Laboratory dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Kata kunci : Model Discovery Learning, Virtual Laboratory, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar ABSTRACT This research was aimed to describe the increased motivation to learn and student learning outcomes. This research was a classroom action research. The subject of research was the whole student of XI MIPA A SMAN 2 city of Bengkulu that amounted 32 student. The result of this research showed that the learning motivation of student before following process of learning was low category with score 44,18, while having to follow the learning process an average score of learning motivation was student increased 62,06 in high category. The result of learning student in cycle I 73,59, then in cycle II 75,93 and cycle III 80,15. The result of student learning in knowledge cycle I obtained absorbance student 73,59% and complete learning 68,75% (not complete), increased in cycle II obtained absorbance student 75,93% and complete learning 84,37% (complete), increased compared to comparable cycle I and II cycle III obtained absorbance student 80,15% and complete learning 100% (complete). Based in result of studied it was concluded that the application of Discovery Learning model assisted Virtual Laboratory can improve student learning activities, learning motivation of student and learning outcomes Keywords : Model Discovery Learning, Virtual Laboratory, Learning Motivation and Learning Outcomes
Nur Rosuli, Irwan Koto, Nyoman Rohadi
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2; doi:10.33369/jkf.2.3.185-192

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pembelajaran remedial terpadu dengan menerapkan model pembelajaran generatif terhadap perubahan konsepsi siswa pada materi usaha dan energi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik pembelajaran remedial terpadu dengan model pembelajaran generatif terhadap perubahan konsepsi usaha dan energi siswa dengan t hitung > t tabel (16,33 ). Perubahan miskonsespsi yang dialami siswa sebelum dan setelah pembelajaran remedial terpadu dengan model pembelajaran generatif mengalami perubahan pada konsep a) faktor-faktor yang mempengaruhi besar usaha pada saat benda bergerak ; dan b) usaha. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran remedial terpadu dengan menerapkan model pembelajaran generatif terhadap perubahan konsepsi siwa pada materi usaha dan energi. Kata kunci: Pembelajaran Remedial Terpadu, Model Pembelajaran Generatif, MiskonsepsiABSTRACTThis research was aimed to determine the effect of integrated remedial learning with applying generative learning models to change student’s conception. The research was pre-experimental research with one group pretest-posttest design. The result showed that there was a significant effect on remedial learning related to applying generative models to change in students’ conceptions with t hitung > t tabel (16,33 ). The misconceptions experienced by students before and after the implementation of this research were: a) factors that influence how large the work when the object is moving; and b) work. Based on research results, it could be concluded that there is the effect of integrated remedial learning with applying generative learning models on student perception changes. Keywords: Integrated Remedial Learning, Generative Learning Models, Misconceptions
Partogi Nainggolan, Nyoman Rohadi, Eko Risdianto
Published: 31 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 193-200; doi:10.33369/jkf.2.3.193-200

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan generik fisika dan pemahaman konsep pada konsep alat-alat optik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIA 2 beranggotakan 32 orang yang terdiri dari 14 peserta didik laki-laki dan 18 peserta didik perempuan. Kemampuan generik fisika peserta didik pada siklus I diperoleh daya serap sebesar 73,13 % dan ketuntasan belajar sebesar 53,13 % (belun tuntas), siklus II diperoleh sebesar daya serap sebesar 74,22 % dan ketuntasan belajar sebesar 75 % (belum tuntas), dan siklus III dengan daya serap sebesar 80 % dan ketuntasan belajar sebesar 100 %. Pemahaman konsep peserta didik pada siklus I diperoleh daya serap sebesar 73,13 % dan ketuntasan belajar sebesar 62,50 % (belum tuntas), siklus II diperoleh daya serap sebesar 79,06 % dan ketuntasan belajar sebesar 87,50 % (tuntas), dan siklus III dengan daya serap sebesar 87,34 % dan ketuntasan belajar sebesar 100 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Guided Discovery dengan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan generik fisika dalam pembelajaran Guided Discovery melalui eksperimen di kelas XI MIA 2 SMAN 8 Kota Bengkulu. Kata Kunci: Model Pembelajaran Guided Discovery, Metode Eksperimen, Kemampuan Generik Fisika, Pemahaman Konsep ABSTRACT This research was aimed to describe the generic physics capability improvement and understanding of learners' concepts on the concept of optical devices. This research was a classroom action research conducted in three cycles. Subjects in this study were all students of class XI MIA 2 that consists of 32 people consisting of 14 male students and 18 female students. Generic physics ability of learners in the first cycle obtained the matter absorption of 73.13% and mastery learning of 53.13% (not completed), cycle II obtained for matter absorption of 74.22% and mastery learning by 75% (not completed) , and cycle III with the matter absorption of 80% and 100% (completed). Understanding the concept of learners in the first cycle obtained the matter absorption of 73.13% and mastery learning by 62.50% (not completed), the cycle II obtained matter absorption of 79.06% and mastery learning by 87.50% (completed), and cycle III with the matter absorption of 87.34% and mastery learning by 100% (completed). Based on the result of the research, it could be concluded that the application of guided discovery learning with experimental method can improve concept comprehension and generic physics ability in guided discovery learning through experiment in class XI MIA 2 SMAN 8 Kota Bengkulu. Keywords: Guided Discovery Learning Model, Experiment Method, Generic Physics Ability, Concept Understanding
Septi Septi, Indra Sakti, Desy Hanisa Putri
Published: 30 December 2019
Jurnal Kumparan Fisika, Volume 2, pp 129-136; doi:10.33369/jkf.2.3.129-136

Abstract:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul fisika dengan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilakukan melalui lima tahapan yaitu potensi dan masalah, studi literatur dan pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, dan desain teruji. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, lembar angket guru, lembar angket uji validasi tim ahli dan praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul fisika dengan pembelajaran berbasis proyek yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid dan merupakan desain teruji karena mendapatkan persentase total uji validitas sebesar 82,35%. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dengan penambahan petunjuk penggunaan modul, tujuan pembelajaran, kunci jawaban, materi, gambar, dan produk yang dihasilkan pada setiap modul alat-alat optik maka telah dihasilkan modul fisika dengan pembelajaran berbasis proyek pada materi alat-alat optik di SMA. Kata Kunci: Modul Fisika, Pembelajaran Berbasis Proyek, Alat-Alat Optik, Penelitian Pengembangan. ABSTRACTThis research aimed to develop physics modules with project-based learning. This research was a developmental research conducted through five stages namely potential and problems, literature study and information gathering, product design, design validation, and tested design. The instruments used in this study were the observation sheet, teacher questionnaire sheet, questionnaire test validation team of experts and practitioners. The results showed that the physics modules developed with project-based learning were included in the very valid category and were tested designs because it obtained a total percentage of validity tests of 82.35%. Based on the results and discussion, with the addition of instructions for the use of modules, learning objectives, answer keys, material, images, and products produced on each module of optical devices, physics modules have been produced with project-based learning on material optical devices in high school.Keywords: Physics Module, Project Based Learning, Optical Devices, Developmental Research.