Journal of Livestock and Animal Health

Journal Information
ISSN / EISSN : 26554828 / 26552159
Current Publisher: Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (10.32530)
Total articles ≅ 15
Filter:

Latest articles in this journal

Hera Dwi Triani, Rini Elisia, Ibnu Qorma Siddiq
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 46-50; doi:10.32530/jlah.v2i2.132

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Riza Andesca Putra, Vivi Hendrita
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 34-39; doi:10.32530/jlah.v2i2.186

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rahmadanisa Rahmadanisa, Aronal Arief Putra, Deni Novia
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 51-55; doi:10.32530/jlah.v2i2.171

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Fahri Husaini Nasution, Yunilas Yunilas, Tri Hesti Wahyuni
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 25-33; doi:10.32530/jlah.v2i2.50

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Muhammad Syafril Harahap, Hermanto Siregar, Erlina Erlina, Rahmanta Rahmanta
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 40-45; doi:10.32530/jlah.v2i2.185

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Yunilas Yunilas, Mulya Fauzia, Iskandar Sembiring
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 14-19; doi:10.32530/jlah.v2i1.47

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh silase komplit pelepah kelapa sawit dan Indigofera sp. menggunakan probiotik MOIYL (mikroorganisme indigenous YL) terhadap performa Sapi Peranakan Ongole. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), 4 perlakuan dengan 2 ulangan. Perlakuan meliputi P1= 20% Silase Komplit dengan probiotik MOIYL + 80% Konsentrat, P2= 40% Silase Komplit dengan probiotik MOIYL + 60% Konsentrat, P3= 60% Silase Komplit dengan probiotik MOIYL + 40% Konsentrat, P4= 80% Silase Komplit dengan probiotik MOIYL + 20% Konsentrat. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian silase komplit berbasis pelepah kepala sawit dan Indigofera sp. menggunakan probiotik MOIYL memberikan pengaruh yang sangat nyata (P
Rahmawati Rahmawati
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 20-24; doi:10.32530/jlah.v2i1.44

Abstract:Padang penggembalaan saat ini terjadi alih fungsi menjadi lahan pertanian dan pemukiman, sehingga padang rumput maupun lahan untuk penanaman Hijauan Makanan Ternak (HMT) semakin berkurang. Di Kabupaten Aceh Tengah penggunaan lahan umumnya didominasi oleh perkebunan kopi dan hutan pinus, sehingga penanaman HMT dapat dilakukan di bawah naungan tanaman kopi dan hutan pinus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap kandungan nutrisi rumput ruzi yakni kandungan bahan kering, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan perlakuan 4 level dan 3 ulangan. Perlakuan intensitas cahaya dihitung berdasarkan formula tingkat kejarangan dan warna sarlon yaitu PN0: Kontrol (tanpa naungan). PN1: Naungan menggunakan sarlon setara dengan naungan 40%. PN2: Naungan menggunakan sarlon setara dengan naungan 60%. PN3: Naungan menggunakan sarlon setara dengan naungan 80%. Kandungan BK dan PK pada naungan 0 % sampai naungan 60 % memberikan hasil yang tidak berbeda nyata. Kandungan SK perlakuan tanpa naungan dan naungan 40 % memberikan pengaruh yang sama. Hasil yang terendah didapatkan pada perlakuan naungan 40%. Kandungan lemak menurun seiring dengan kerapatan naungan tapi menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata. Pertumbuhan dan kandungan rumput ruzi masih baik ditanam pada naungan sarlon sampai 60%.
Zasmeli Suhaemi, P N Jefri
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 1-4; doi:10.32530/jlah.v2i1.45

Abstract:Produk ternak dengan kandungan rendah Kolesterol, akan meningkatkan kualitas produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manfaat penggunaan talas liar sebagai salah satu bahan ransum, terhadap produksi telur itik lokal dan kandungan kolesterol darah dan telur. Sebagai perlakuan adalah level penggunaan Tepung Tangkai dan Daun Talas (TTDT) sebanyak 5 level (0%; 5%; 10%; 15% dan 20%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 kali ulangan. Perlakuan diberikan kepada 80 ekor itik masa bertelur umur 19 minggu hingga 27 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin meningkat pemberian TTDT, akan meningkatkan berat telur, produksi telur dan menurunkan konversi ransum (P
Yannisa Pertiwi, Afriani Sandra, Aronal Arief Putra
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 10-13; doi:10.32530/jlah.v2i1.46

Abstract:Pengaruh penambahan jus kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap kualitas jeli susu kambing telah diteliti. Jus tersebut disiapkan dengan menghomogenkan kulit buah naga merah dan air pada rasio 4:1. Berbagai jenis konsentrasi jus kulit buah naga merah terhadap konsentrasi susu yaitu 0, 2, 4, 6, dan 8 % telah ditambahkan pada formulasi permen jeli. Setelah dimasak, kadar air, pH, dan warna (L*, a, b*) sampel diuji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan jus kulit buah naga merah meningkatkan kadar air sampel, sedangkan pH sampel menurun secara signifikan. Pada saat yang sama, lightness (L*) dan yellowness (b*) sampel menurun, tetapi redness (a*)–nya meningkat. Kesimpulannya, 8% kulit buah naga merah berkontribusi dalam menghasilkan redness yang lebih pekat, sehingga dapat menjadi pilihan zat pewarna untuk menghasilkan warna yang menarik pada pembuatan permen jeli susu kambing.
Nelzi Fati, Ramond Siregar, Ulva Mohtar Lutfi
Journal of Livestock and Animal Health, Volume 2, pp 5-9; doi:10.32530/jlah.v2i1.42

Abstract:Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun bangun-bangun terhadap performa ayam pedaging. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) ulangan, metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap RAL). Setiap unit percobaan ditempati oleh lima ekor ayam. Penelitian ini menggunakan lima taraf perlakuan infusa daun bangun-bangun (Coleus amboinicus, Lour) dalam air minum dan empat ulangan. Perlakuan A1 = 0% infusa daun bangun-bangun, perlakuan A2 = 0,5% infusa daun bangun-bangun, A3 = 1% infusa daun bangun-bangun, A4 = 1,5% infusa daun bangun-bangun, dan A5 = 2% infusa daun bangun-bangun. Pemberian infusa daun bangun-bangun dalam air minum tidak signifikan (P> 0,05) pada pertambahan bobot badan, konsumsi, dan konversi pakan. Disimpulkan dari penelitian ini: pemberian infusa daun bangun-bangun dapat ditoleransi hingga 2% dalam hal berat badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Penambahan bobot tertinggi diperoleh pada pemberian 2% infusa dalam air minum.