Media Ilmiah Teknik Lingkungan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2502-1931 / 2655-2000
Published by: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (10.33084)
Total articles ≅ 64
Filter:

Latest articles in this journal

Anshah Silmi Afifah, Yosef Adicita, I Wayan Koko Suryawan
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 6, pp 24-33; doi:10.33084/mitl.v6i1.1271

Abstract:
Zat warna metylen blue (MB) merupakan zat warna dasar yang sering digunakan dalam kegiatan industri di Indonesia. Teknologi yang dapat diterapkan dalam aplikasi pengolahan limbah cair yang mengandung MB adalah adosorbsi dengan granular zeolit. Tujuan dalam percobaan ini adalah untuk mengetahui proses adsorpsi dengan menggunakan granular zeolit. Zeolit yang sudah berbentuk granular dicuci selama 24 jam dan diaktivasi dengan penambahan KMnO4. Inisial konsentrasi yang digunakan dalam percobaan ini adalah 1 ppm; 5 ppm10 ppm; 20 ppm; dan 30 ppm. Efisiensi penyisihan warna MB tertinggi adalah 85,49% dengan inisial konsentrasi MB sebesar 5 ppm. Korelasi yang cukup baik dihasilkan pada masing-masing isoterm Langmuir sebesar 0,8248 dan isoterm Freundlich sebesar 0,9523.
Anis Masyruroh, Iroh Rahmawati
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 6, pp 16-23; doi:10.33084/mitl.v6i1.2017

Abstract:
Manfaat dan keberadaan dari hutan kota sebagai ruang terbuka hijau sering kali diabaikan oleh masyarakat. Valuasi ekonomi menjadi suatu alat untuk menghitung kehilangan nilai manfaat dari ekosistem hutan kota jika tidak dijaga dan dipelihara kelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghitung nilai ekonomi total hutan kota; (2) mengetahui persepsi masyarakat terhadap kondisi fisik dan non-fisik hutan kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik valuasi ekonomi dan skala likert untuk mengetahui persepsi pengunjung mengenai kondisi fisik dan non-fisik hutan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Ekonomi Total Hutan Kota per tahun sebesar Rp.3.650.118.222,00 Hasil Pengolahan data persepsi masyarakat, pengunjung hutan kota Serang kurang setuju bahwa kawasan ini memiliki kondisi fisik dan non-fisik yang baik. Secara kondisi fisik dan non-fisik hutan kota Serang tergolong cukup rendah.
Muhamad Wahyudin, Lambang Subagiyo, Saibun Sitorus
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 6, pp 1-10; doi:10.33084/mitl.v6i1.1398

Abstract:
Pertambangan batubara dengan sistem tambang terbuka memiliki dampak salah satunya adalah air limbah yang wajib dikelola. Pengelolaan air limbah harus memperhatikan rancangan dimensi settling pond, dimana dimensi settling pond tersebut dipengaruhi oleh debit limpasan dari areal terbuka akibat aktivitas penambangan. Permasalahan air limbah dari kegiatan pertambangan batubara di PT. Multi Harapan Utama adalah kadang terlampauinya baku mutu air limbah yang telah dipersyaratkan dan ada potensi debit air limbah yang tidak mampu tertampung pada settling pond. Berdasarkan hasil analisis data masih terdapat parameter pH yang belum memenuhi baku mutu pada outlet settling pond TJL Utara-01 yaitu 4,93 dan TJL Selatan yaitu 4,96 dimana nilai ambang batas baku mutu pah adalah 6 – 9. Parameter yang wajib dipantau untuk kegiatan pertambangan batubara berdasarkan Perda Kaltim 02 tahun 2011 yaitu pH, TSS, Fe dan Mn. kualitas air limbah yang dikelola pada settling pond di PT. Multi Harapan Utama dipengaruhi oleh volume tampung kolam, dimana nilai volume tampung kolam settling pond TJL Utara-01 sebesar 2,79 m3/jam, TJL Utara-02 sebesar 95,63 m3/jam dan untuk TJL Selatan sebesar 23,58 m3/jam.
Rudy Yoga Lesmana, Gusti Iqbal Tawaqal
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 6, pp 11-15; doi:10.33084/mitl.v6i1.1957

Abstract:
Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga saat ini di Indonesia pada umumnya sudah menerapkan sistem Sanitary landfill untuk penanganan sampah di tingkat akhir. Metode Sanitary Landfill merupakan metode terbaik dibandingkan dengan metode landfill lainnya, terlebih lagi jika dibandingkan dengan Open Dumping dalam hal penanggulangan dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Berdasarkan hal penelitin ini bertujuan untuk melakukan perencanaan untuk kebutuhan lahan dengan konsep sanitary landfill di Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2020 dan menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan data primer dengan mengukur langsung volume timbulan sampah dan sekunder yaitu studi literature dan perhitungan matematik. Jumlah sampah yang dihasilkan Per Tahun di Kecamatan Pahandut yaitu 96.130,05 m3. Volume sampah di TPA/hari yaitu sebesar 0,078 m3/hari. Area yg dibutuhkan/tahun untuk timbulan sampah di TPA sebesar 113,88 m2 jumlah sel yang diperlukan untuk penimbunan adalah sebanyak 1.379 sel. Maka luas area penimbunan sampah yang dibutuhkan di TPA Kec. Pahandut yaitu 2,79 ha/5 tahun.
Kamaliah Kamaliah, Sari Marlina
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 6, pp 34-42; doi:10.33084/mitl.v6i1.2105

Abstract:
Perubahan iklim melanda beberapa wilayah Indonesia yang secara geografis mempunyai tingkat kerentanan cukup tinggi, sehingga diperlukan adaptasi sebagai upaya meningkatkan ketahanan masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan. Kalimantan Tengah termasuk rentan terhadap dampak dari perubahan iklim yang saat ini terjadi. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui dampak dan bentuk adaptasi perubahan iklim di Kalimatan Tengah melalui penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan pada Mei sampai November 2019 dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan kajian studi litelatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, adanya perubahan iklim di Kalimantan Tengah meskipun tidak bersifat ekstrim namun berdampak pada masyarakat menderita penyakit Demam Berdarah Dengue dan malaria. Penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat karena perubahan iklim. Adaptasi perubahan iklim yang sebaiknya dilakukan sebagai proses penyesuaian terhadap perubahan iklim dari kondisi iklim aktual atau di masa depan agar dapat mempersiapkan dengan lebih baik untuk bertahan dari peristiwa fisik, seperti ketersediaan ruang terbuka hijau, pengelolaan dan system pertanian yang ramah iklim.
Tastaptyani Kurnia Nufutomo, Firdha Cahya Alam, Ayudia Hardiyani Kiranaratri
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 5, pp 101-107; doi:10.33084/mitl.v5i2.1640

Abstract:
Lampung Selatan saat ini sedang menghadapi krisis air. Hal ini disebabkan maraknya perubahan penggunaan lahan menjadi pembangunan infrastruktur yang menyebabkan penurunan cadangan air tanah dan juga masalah banjir. Pemerintah daerah saat ini mulai membangun reservoir sebagai fasilitas penyimpanan air. Embung adalah teknologi konservasi di lokasi tadah hujan untuk mengatasi ketersediaan air. Embung Margodadi di Lampung Selatan dibangun untuk menyimpan air hujan, mempertahankan ketersediaan air tanah dan juga membantu siklus hidrologi. Selain itu peruntukan air embungnya untuk irigasi perkebunan warga. Banyaknya manfaat dan potensi embung, sehingga penelitian awal perlu dilakukan dalam analisis kualitas air. Untuk menganalisis kualitas air menggunakan indeks kualitas air berdasarkan parameter yang ditentukan, termasuk DO, BOD, total padatan, Nitrat, Fosfat, kekeruhan, pH, suhu, dan fecal coliform. Hasil yang didapat dari analisis kualitas air dengan indeks, air embung masih layak digunakan untuk kebutuhan masyarakat, karena hasilnya masih mengikuti standar kualitas kelas 3, yaitu untuk irigasi.
Bagus Putro Budi Utomo, Ahmad T. Yuliansyah, Agus Prasetya
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 5, pp 76-82; doi:10.33084/mitl.v5i2.1195

Abstract:
Air adalah salah satu sumber daya alam yang yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Air tanah, yang menjadi sumber air di masyarakat, sering didapatkan mengandung konsentrasi besi (Fe) yang melebihi baku mutu. Air tersebut ditandai dengan adanya flek-flek warna kuning kecoklatan yang terdapat pada bak air atau perabotan yang berhubungan dengan air. Air yang mempunyai konsentrasi besi tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan, misalnya: merusak dinding usus, iritasi pada mata dan kulit. Single tray aerator merupakan teknologi pengolahan air yang sederhana dan mudah dalam pengoperasiannya, sehingga dapat menjadi jawaban akan masalah air ini. Air yang telah diolah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan tidak berdampak buruk bagi manusia. Penilitian ini mencoba mencari media terbaik pada tray guna menurunkan konsentrasi besi pada air tanah. Terdapat 3 variasi media yang dilakukan pada peneilitian ini yaitu tanpa media, media zeolit dan media kerikil. Proses pengambilan sampel air dilakukan pada menit ke 5, 10, 15 dan 20. Didapatkan hasil dari penelitian ini bahwa kualitas air sebelum diolah adalah Fe = 1,65 mg/l. Data yang didapatkan 5 menit merupakan waktu efektif pada proses penurunan Fe pada air baku. Penggunaan single tray aerator tanpa media setelah diolah didapatkan hasil Fe = 1,23 mg/l, media kerikil didapatkan hasil Fe = 1,19 mg/l, dan percobaan terakhir menggunakan media zeolit didapatkan hasil Fe = 1,07 mg/l. Zeolit merupakan media terbaik pada penelitian ini dalam menurunkan konsentrasi Fe. Hasil pengolahan dari semua jenis variasi pada penelitian ini belum memenuhi baku mutu.
Ronnawan Juniatmoko, Susanti Erikania
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 5, pp 91-100; doi:10.33084/mitl.v5i2.1538

Abstract:
SDG’s merupakan kelanjutan dari MDG’s. Dari hasil evaluasi diperlukan langkah konkret untuk mewujudkan pembangunan global pada tahun 2016-2030. Salah satu tujuan SDG’s pada pilar pembangunan lingkungan hidup antara lain memastikan ketahanan pangan dan gizi yang baik, mencapai akses universal ke air dan sanitasi. Akses universal air menjadi prioritas pemerintah, melalui gerakan 100-0-100 yaitu mentargekan penyediaan 100% akses aman air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. Kebutuhan akan air oleh manusia tidak ada habisnya, terutama air bersih. Maka dalam rangka percepatan capaian akses air bersih di wilayah Indonesia, perlu adanya evaluasi dari aspek teknologi, sosial, dan budaya. Pada studi kasus program percepatan capaian air bersih, Kabupaten Madiun, Desa Bodag menjadi salah satu kawasan strategis yang memiliki potensi sumber daya alam sebagai wilayah konservasi lingkungan dalam pelestarian hutan dan perlindungan air bersih. Sehingga memiliki potensi sumber mata air yang berkualitas. Namun permasalahan yang yang terjadi, hampir seluruh masyarakat tidak memiliki akses air bersih yang layak. Sehingga, penerapan teknologi distribusi air bersih diaplikasikan untuk meningkatkan kapasitas penduduk yang terlayani dengan air bersih dan diharapkan dapat mempercepat capaian akses aman air minum Indonesia di tahun 2020.
Harry Kurniawan, Imam Setiyohadi, Rizman Hidayat
Media Ilmiah Teknik Lingkungan, Volume 5, pp 108-115; doi:10.33084/mitl.v5i2.1633

Abstract:
Sebagai kota yang memanfaatkan air waduk sebagai air baku untuk air minum, hal ini sangat merugikan karena mengingat sumber air baku Kota Batam sebanyak 70% berasal dari waduk Duriangkang menurut Kepala Bidang pengelolaan air dan limbah BP Batam. Untuk mengatasi masalah tersebut, BP Batam tengah mengembangkan sistem pengolahan air limbah melalui Proyek Pengembangan Sistem Saluran Air Limbah di Pulau Batam yang terdiri dari 7 tahap dimana pada tahap pertama ini dibangun di kecamatan Batam Kota. Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) (Waste Water Treatment Plant) adalah suatu struktur yang dirancang untuk mengelola dan mengolah limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut dapat memenuhi standar baku mutu air. Dalam pembangunan proyek tersebut, timbul beberapa pertanyaan pada jaringan perpipaan, salah satunya adalah penyumbatan pada saluran pipa yang disebabkan oleh sampah yang dibuang ke dalam toilet dan kecepatan aliran air limbah yang tidak memenuhi syarat kecepatan minimum. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis terhadap kecepatan aliran air limbah, kedalaman berenang air limbah dan debit timbulan air limbah untuk mengetahui kemampuan masing-masing pipa utama dalam mengalirkan air limbah menuju IPAL dan permasalahan lainnya.Dari hasil perhitungan hidrolika pada sistem perpipaan pada proyek ini diperoleh nilai sebagai berikut: pada zona A1-1 nilai dari debit total yang didapat adalah 0,350418 m3/detik, dengan slope 0,3% dibutuhkan diameter pipa 700mm berdasarkan nomogram manning. Dan pada zona A2-1 nilai hasil dari debit total adalah 0,4629445 m3/detik, dengan slope 0,3% diperoleh diameter pipa pada zona ini sebesar 700mm dari nomogram manning.
Back to Top Top