Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi

Journal Information
ISSN / EISSN : 2620-8105 / 2621-0304
Published by: President University (10.33021)
Total articles ≅ 49
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Nabila Dafa Purwa, Herlina Suksmawati
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5, pp 16-29; https://doi.org/10.33021/exp.v5i1.3533

Abstract:
Hari Belanja Online Nasional atau yang disebut dengan HARBOLNAS merupakan hari dimana Shopee mengajak masyarakat mengenal kemudahan dalam berbelanja online. Fenomena Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) sangat digemari masyarakat luas. Hal tersebut dikarenakan Shopee mengadakan banyak promo gratis ongkos kirim dengan minimum belanja sehingga banyak mengubah presepsi masyarakat tentang belanja online. Namun dari fenomena tersebut masyarakat juga menganggap bahwa hal tersebut dapat membuat berperilaku konsumtif, karena dapat membuat masyarakat tergiur dengan adanya promo-promo menarik yang ditawarkan, dengan melibatkan Brand Ambasador ternama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi generasi milenial terhadap Hari Belanja Online Nasional pada e-commerce Shopee. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in depth interview) dan observasi menggunakan google form yang di bagikan melalui Instagram dan Whatsapp untuk mencari dan menyaring informasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles, Huberman dan Saldana, yaitu melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas informan berpersepsi positif dengan banyaknya promo, diskon, gratis ongkir, voucher, cashback, sistem pembayaran yang mudah, serta barang lengkap dan up to date. Berdasarkan presepsi tersebut dapat disimpulkan bahwa tampilan Shopee dan brand ambassador tidak memberikan pengaruh kepada informan.  Kata Kunci: e-commerce, belanja online, generasi milenial, hari belanja online nasional, persepsi
Rizki Mutiara Nizam, Yasir Yasir
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5, pp 1-13; https://doi.org/10.33021/exp.v5i1.1617

Abstract:
Pertamina's CSR program through the development of nature conservation-based tourism and education is carried out due to the impact of forest and peatland fires. This study aims to determine the CSR communication planning model of PT Pertamina RU II Sungai Pakning in the development of Marsawa Peat Arboretum Ecotourism. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The results of this study indicate that PT Pertamina's CSR communication planning in ecotourism development uses the following steps: problem analysis and research; formulation of communication policies and programs; communication action; and evaluation. Through CSR activities with the community, Pertamina CDO has developed a peat arboretum as a tourist attraction area as a basis for reporting and spreading the image of a company that cares about the environment. The public welcomes the Marsawa peat arboretum ecotourism. Apart from being a tourist attraction, its existence can also provide education and exciting experiences about the importance of protecting the peat environment. The development of peat ecotourism must get support from various stakeholders, especially local governments, so that its existence can have a broad impact on economic development and public awareness of the peat environment.
Lisa Mardiana, Mutia Rahmi Pratiwi, Dzuha Hening
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4, pp 115-128; https://doi.org/10.33021/exp.v4i2.1697

Endik Hidayat, Aufa Izzudin Baihaqi,
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4, pp 86-98; https://doi.org/10.33021/exp.v4i2.1621

Abstract:
Influential groups, source of power and the change of elites post-pandemic rises the social questions of the study. This research aims aims to discuss the dynamics of elite configuration during the COVID-19 pandemic in Jelgung Village Sampang Regency, Madura. Using Putnam's elite theory and Andrain's theory of sources of power, the research will be allocated in Jelgung Village, Sampang Regency uses a qualitative method with a case study research model. The data is collected through in-depth interview with informants relevant to the topic of the village elite. The results showed that the elite of the Jelgung village consisted of the government, religious leaders, health workers, champions or blater groups, military officers and retired soldiers, and business unit owners. It’s also discovered a configuration that consists of shifting sources and channels of power during the COVID-19 pandemic towards the elite constellation of Jelgung Village due to their contribution, namely doctors, nurses, and midwives. Keywords: Configuration, Elite Village, Power, Madura, COVID-19 Abstrak Kelompok yang influensial, sumber kekuasaan dan perubahan elite desa pasca pandemi COVID-19 menjadi sebuah permasalahan sosial dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dinamika konfigurasi elite selama pandemi COVID-19 di Desa Jelgung Kabupaten Sampang, Madura. Artikel ini menggunakan teori elite Putnam dan teori sumber-sumber kekuasaan oleh Andrain. Studi desa Jelgung Kabupaten Sampang ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Pengumpulan data primer melalui teknik wawancara mendalam dengan para informan penelitian yang relevan dengan topik elite desa. Hasil penelitian menunjukan elite desa Jelgung terdiri dari pemerintah desa, kiai tokoh agama, tenaga kesehatan desa, kelompok jawara atau blater, aparat militer dan purnawirawan tentara, dan pemilik unit bisnis tergabung dalam wirausahawan desa. Artikel ini juga menemukan terjadi konfigurasi yang terdiri dari pergeseran sumber dan saluran kekuasaan selama pandemi COVID-19 terhadap konstalasi elite desa Jelgung. situasi pandemi memunculkan elite baru yang memiliki pengaruh besar yakni para tenaga kesehatan desa yakni dokter, perawat, dan bidan desa.Kata Kunci: Elite Desa, Kekuasaan, Konfigurasi, Madura, COVID-19
Vizcardine Audinovic
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4, pp 129-140; https://doi.org/10.33021/exp.v4i2.1592

Abstract:
Pandemi covid yang belum kunjung usai ini berdampak pada perekenomian Indonesia. Daya beli masyarakat mulai turun, sehingga membuat banyak usaha terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang pendapatannya merosot tajam. Termasuk bisnis kue kering Be U Patisserie dan Dapur Muslimah dijalani oleh ibu rumah tangga ini mengalami penurunan di awal pandemi. Kemudian keduanya menerapkan strategi komunikasi pemasaran untuk terpadu untuk dapat bangkit. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi bertahan bisnis kue kering Be U Patisserie dan Dapur Muslimah selama masa pandemi covid-19 melalui pendekatan pemasaran terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, analisis data menggunakan triangulasi waktu. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi di media sosial. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Be U Pattiserie dan Dapur Muslimah mampu mempertahankan bisnis kue keringnya di masa pandemi bahkan mendulang kenaikan penjualan karena menerapkan elemen komunikasi pemasaran terpadu. Be U Pattiserie menggunakan direct marketing, online marketing, sales promotion dan advertising untuk pemasaran, hasilnya usaha ini mengalami peningkatan omset sebanyak dua kali lipat dan memiliki seorang karyawan. Sedangkan Dapur Muslimah menggunakan direct marketing, online marketing dan sales promotion. Dapur Muslimah juga mengalami peningkatan omset dan menambah dua karyawan. Ke depannya Be U Patisserie dan Dapur Muslimah harus mengoptimalkan fitur di media sosial seperti lebih disiplin menunggah konten untuk menambah engagement yang pada akhirnya dapat meningkatkan brand awareness dan penjualan.  Keywords: strategi, kue kering, komunikasi pemasaran terpadu, covid-19, UMKM
Deni Yanuar, Nur Anisah, Maini Sartika, Revita Rahman
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4, pp 14-33; https://doi.org/10.33021/exp.v4i1.1443

Abstract:
This study is entitled “impression management female smoker in Banda Aceh city”. This study is describes how female smoker role to the society and people she meets. This study aimed to find out impression management female smoker, and to know frontstage and backstage female smoker of interacting with society in Banda Aceh city. Dramaturgy theory is used in this study. The approach used in this study is a qualitative descriptive method. The technique of determining informants used by researchers is purposive sampling technique. The research subjects are 3 informants who is female active smoker and stay in Banda Aceh city. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation, By using interactive model analysis techniques, namely data reduction, data display, and making decisions. The result of the research shows that, female smoker plays a role to keep her identity as female smoker unknown by people like family, friends, and client. Although they often met with less pleasing views and behaviors in society, female smoker does not care about that thing. In impression management, there are some indicators that can be examined for how the female smoker’s role is involved in her daily life, including, appearance, locution, friendships, and location. This study is expected to increas reference to next research. The study is also expected to make the public aware that not all girlseho smoke are bad women. And also alert female smokers that smoking is not good for their health and for others.
Magfirah Magfirah, Rizky Saputra
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4, pp 34-48; https://doi.org/10.33021/exp.v4i1.1442

Abstract:
This study aims to describe the experience of individuals processing information and interpret the phenomenon of discrimination in Indonesia. This study uses the interpretive paradigm and the phenomenological tradition as a basis for theoretical thinking to understand the subjective world of communicators through in-depth interview instruments. Information Integration Theory is used to explain the process of forming cognitive structures and individual attitudes when interacting with discriminatory information obtained through a number of information media. The data analysis technique used the phenomenological approach proposed by Van Kaam. The results of this study indicate that information on discrimination cases appears in the daily activities of individuals accessing and using information, thus encouraging information processing in the individual's cognitive system. However, only a number of cases have been noticed and followed by individuals, such as cases of discrimination against ethnic Madurese in Kalimantan, Ahmadiyah congregations, students from Papua in Malang and Surabaya, and the Natalius Pigai case. Discrimination messages are transmitted via Facebook, Twitter, media coverage, research journals, and word of mouth. The phenomenon of discrimination in Indonesia is understood by individuals into three different meanings. Keywords: discrimination, phenomenology, Natalius Pigai, information processing, message transmission AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman individu memproses informasi dan memaknai fenomena diskriminasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dan tradisi fenomenologi sebagai landasan berpikir teoritik untuk memahami dunia komunikator yang bersifat subyektif melalui intrumen wawancara mendalam. Teori Integrasi Informasi digunakan untuk menjelaskan proses terbentuknya struktur kognitif dan sikap individu ketika berinteraksi dengan informasi diskriminasi yang diperoleh melalui sejumlah media informasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan fenomenologi yang diusulkan oleh Van Kaam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informasi kasus diskriminasi muncul dalam aktivitas sehari-hari individu mengakses dan menggunakan informasi, sehingga mendorong terjadinya pemrosesan informasi di dalam sistem kognitif individu. Namun demikian, hanya sebagian kasus yang diperhatikan dan diikuti perkembangannya oleh individu seperti kasus diskriminasi warga etnis Madura di Kalimantan, jemaat Ahmadiyah, mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, serta kasus Natalius Pigai. Pesan diskriminasi ditransmisikan melalui Facebook, Twitter, pemberitaan media, jurnal penelitian, dan word of mouth. Fenomena diskriminasi di Indonesia, dipahami individu ke dalam tiga makna yang bervariasi. Kata kunci : diskriminasi, fenomenologi, Natalius Pigai, pemrosesan informasi, transmisi pesan
Back to Top Top