TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar

Journal Information
ISSN / EISSN : 2355-1925 / 2580-8915
Total articles ≅ 40
Filter:

Latest articles in this journal

Tika Meldina
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 211-219; doi:10.24042/terampil.v6i2.5138

Abstract:
Kurikulum 2013 identik dengan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Pendekatan saintifik ini merupakan impelementasi langkah 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar dan Mengkomunikasikan. Kegiatan bertanya menjadi salah satu stimulus yang tidak kalah penting untuk menyalurkan rasa ingin tahu siswa karena bertanya merupakan proses awal dalam berfikir. Salah satu strategi yang bisa guru gunakan untuk menstimulus keterampilan bertanya siswa adalah dengan menggunakan model Learning Start with a Question (LSQ). Penulis mengumpulkan beberapa literatur yang berkaitan dengan strategi ini. LSQ memberikan ruang bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan mengenai topik-topik yang tidak mereka pahami, dimana sebelumnya mereka telah membaca dan mempelajari materi tersebut terlebih dahulu. Strategi LSQ ini bisa direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan bertanya siswa.
Teguh Yunianto, Hasan Sastra Negara, Suherman Suherman
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 115-127; doi:10.24042/terampil.v6i2.5056

Abstract:
Perkembangan teknologi dalam era revolusi industri menghendaki adanya inovasi pengembangan media pembelajaran. Sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan dan respon pendidik terhadap media pembelajaran berbasis flip builder materi bangun datar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan jenis model Borg and Gall yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan penilaian ahli materi sebesar 85,15% dengan kategori sangat baik, ahli media sebesar 71,66% dengan kategori layak. Ujicoba kelompok kecil diperoleh nilai rata-rata 88,26 % dan hasil uji coba kelas besar dengan nilai rata-rata 89,32 % dengan kriteria interpretasi sangat menarik. Sehingga media pembelajaran berbasis flip builder layak dan sangat menarik digunakan sebagai media pembelajaran matematika.
Baiq Arnika Saadati, Muhamad Sadli
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 151-164; doi:10.24042/terampil.v6i2.4829

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan budaya literasi di Sekolah Dasar Negeri 01 Kauman Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Data dianalisis dengan model interaktif yang terdiri dari data reduction, data display, dan verification. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Proses pengembangan budaya literasi dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: (1) perencanaan pengembangan budaya literasi, diwujudkan dalam bentuk perumusan tujuan, perumusan program, perumusan strategi, dan pengelolaan sarana dan prasarana. (2) implementasi pengembangan budaya literasi. Implementasi pengembangan budaya literasi terdiri dari proses pembiasaan, pengembangan, dan pengajaran. (3) evaluasi dilaksanakan berupa evaluasi mingguan, bulanan, dan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikasi pengembangan budaya literasi dapat meningkatkan kegemaran, ketertarikan, dan minat membaca pada siswa.
Ridho Agung Juwantara
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 185-191; doi:10.24042/terampil.v6i2.4658

Abstract:
Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar yaitu melalui sistem penilaian. Dalam proses penilaian proses dan hasil belajar siswa di madrasah, aspek-aspek yang sangat berperan penting adalah berkenaan dengan pemilihan alat penilaian, penyusunan soal, dan tahapan evaluasi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencoba untuk mengkaji apakah guru sudah melakukan penilaian berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu (a) Guru telah melaksanakan delapan kriteria penilaian proses pembelajaran sebagaimana mestinya, (b) Kemampuan guru melakukan penilaian akhir dalam penentuan skor dalam pembelajaran PPKn di MI Ma’arif Bego sudah cukup baik, dimana menggunakan rentang nilai untuk meningkatkan nilai siswa baik dari keaktifan maupun sikap serta keterampilan siswa.
Kuncahyono Kuncahyono, Maharani Putri Kumalasani
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 128-139; doi:10.24042/terampil.v6i2.5272

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk membantu mitra dalam meningkatkan kompetensi dan digital skill guru sekolah dasar Muhammadiyah 5 Malang sebagai upaya penerapan digitalisasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan participatory action research (PAR). Metode kegiatan ini dilakukan berbasis riset dengan cara 1) melakukan sosialisasi dan workshop digitalisasi pembelajaran, 2) penyusunan aplikasi e-modul berbasis komputer, 3) implementasi produk e-modul dalam pembelajaran. Hasil kegiatan berbasis riset yaitu 1) menghasilkan produk aplikasi e-modul yang mampu meminimalisir penggunaan kertas (paperless) baik untuk mengemas materi pembelajaran, maupun dalam penggunaan kertas soal-soal ujian, 2) peningkatan hasil pretest dan posttest dalam pengetahuan dan keterampilan guru dalam pembuatan e-modul. Hasil akhir menunjukkan sebagai produk akhir dari pembuatan media e-modul yaitu produk media e-modul dan Implementasi media e-modul (modul digital) pada pembelajaran. Guru-guru dapat mengimplementasikan produk e-modul (modul digital) yang telah dibuat pada tahap sebelumnya dan direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran.
Oktaria Kusumawati, Agung Wahyu Nugroho
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 165-172; doi:10.24042/terampil.v6i2.4777

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran penjasorkes melalui AJASS bagi anak tunarungu tingkat SDLB. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan dari Borg & Gall dengan langkah penelitian: 1) Pengumpulan informasi, 2) Analisis produk, 3) pengembangan produk awal, 4) Validasi pakar ahli, 5) Uji Coba Produk skala kecil (revisi), 6) Uji skala besar (revisi), 7) Produk Akhir. Subjek penelitian adalah Guru Penjasorkes SDLB sekota Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dengan angket modul pembelajaran penjasorkes melalui pendekatan AJASS yang layak digunakan. Hasil modul AJASS memiliki kelayakan yang sangat baik menurut pakar ahli bahasa 95,31%, pakar ahli materi 97,11%, pakar ahli media 97,11%, dan pendidik 95,8%. Sehingga modul AJASS ini masuk dalam kategori “Sangat Baik” untuk digunakan oleh pendidik sebagai modul pegangan guru dalam mengajar .
Eka Tusyana, Devi Luciana
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 173-184; doi:10.24042/terampil.v6i2.4812

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar PKn. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian adalah Quasy eksperimen dengan melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dan kelas kontrol menggunakan model Small Group Discussion. Desain penelitiannya adalah The Matching Only Pretest-Posttest control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan dokumentasi. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Teknik analisis data yang digunakan uji-t. Berdasakan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan program SPSS v. 20 For Windows nilai rata-rata hasil belajar dengan menggunakan model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dengan uji t independent dengan taraf signifikan α : 0,05 (5%) dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together terhadap hasil belajar PKn.
Ifat Nabilah, Iswatun Khoiriah, Suyadi Suyadi
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 192-203; doi:10.24042/terampil.v6i2.5184

Abstract:
Perkembangan nilai agama dan moral siswa usia dasar sangat patut dan menarik untuk diteliti. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis perkembangan nilai agama dan moral anak usia dasar yang tercapai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Subjek penelitiannya seorang peserta didik Kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung tercapainya nilai agama-moral anak pada subjek ada 4, yakni, internal diri anak, keluarga, sekolah dan lingkungan. Faktor tersebut harus saling mendukung, mengawasi, mengingatkan, membimbing, memberi contoh agar tercipta generasi bangsa yang taat beragama dan bermoral tinggi. Penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam mendidik perilaku agama-moral anak didik usia sekolah dasar.
Lilis Setiawati
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 140-150; doi:10.24042/terampil.v6i2.5180

Abstract:
Pembelajaran berbasis multiple intelligences membantu peserta didik untuk mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan, pelaksanaan, dan penilaian dalam pembelajaran berbasis multiple intelligences. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi serta keabsahan data melalui triangulasi. Teknik analisis data mencakup reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Pertama, Persiapan pembelajaran diawali dengan mengenali kecerdasan peserta didik melalui Multiple Intelligences Research (MIR) dan Orientasi Kematangan Peserta didik (OKS), kemudian menyusun RPP/lesson plan. Kedua, Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan apersepsi dan motivasi (alfa zona, scene setting, pre-teach dan warmer), dilanjutkan dengan kegiatan berbasis multiple intelligences yang mencakup sembilan jenis kecerdasan. Ketiga, penilaian pembelajaran, menggunakan penilaian autentik mencakup kognitif, afektif dan psikomotorik.
Afri Mardicko, Hidayatullah Hidayatullah, Taqiyuddin Alkah
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 6, pp 204-210; doi:10.24042/terampil.v6i2.5314

Abstract:
Model pembelajaran tipe TPS merupakan model belajar yang berperan sebagai pembantu pelaksanaan pembelajaran sehingga siswa bisa diberi kesempatan berpikir dan bekerja bersama-sama. Model kooperatif ini bertujuan untuk mencapai tujuan dan keterampilan mengajar siswa bagaimana menyelesaikan masalah matematis dan menumbuhkan sikap menyukai matematika. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran tipe TPS pada kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis probabilitas (sig) = 0,569 > α (0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulannya tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara kelas eksperiment dengan kelas control yang berarti bahwa model pembelajaran tipe TPS ini tidak memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah
Back to Top Top