Pi: Mathematics Education Journal

Journal Information
ISSN / EISSN : 25975161 / 25976915
Current Publisher: University of Kanjuruhan Malang (10.21067)
Total articles ≅ 36
Filter:

Latest articles in this journal

Marselina Para Jami, Tatik Retno Murniasih, Timbul Yuwono
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 3, pp 1-9; doi:10.21067/pmej.v3i1.3492

Abstract:
Aritmatika sosial adalah materi yang berkaitan dengan jual beli, untung dan rugi. Berdasarkan obeservasi dan pengalaman didapatkan banyaknya peserta didik yang melakukan kesalahan saat menyelesaikan soal cerita terutama materi Aritmatika Sosial. Dengan demikian, dibutuhkan sebuah metode ilmiah untuk mengatasi dengan cara menganalisis kesalahan tersebut, salah satu metode ilmiah yang bisa digunakan adalah tahapan Newman. Berdasarkan tahapan Newman ada 5 jenis kesalahan peserta didik, yaitu: kesalahan membaca (reading errors), kesalahan memahami (comprehension errors), kesalahan transformasi (transformation errors), kesalahan keterampilan proses (process skill errors), dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding errors). Pendekatan penelitian yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan isntrumen diantaranya tes tertulis dan wawancara. Subjek wawancara sebanyak 5 peserta didik yang diambil berdasarkan tipe kesalahan berdasarkan tahapan Newman. Dari hasil penelitian menunjukan yaitu persentase kesalahan membaca (reading errors) sebesar 0%, kesalahan memahami sebesar (comprehension errors) sebesar 54%, kesalahan transformasi (transformation errors) sebesar 92%, kesalahan keterampilan proses (process skill errors) sebesar 54%, dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding errors) sebesar 61%.
Rosita Dwi Ferdiani, Riski Nur Istiqomah Dinullah, Risa Cahyani
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 3, pp 10-17; doi:10.21067/pmej.v3i1.3669

Abstract:
Abstrak: Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada salah satu SMP yang ada di Kabupaten Malang yaitu SMPN 1 Wonosari, peneliti mendapatkan beberapa siswa yang kurang dalam memahami konsep matematika. Hal itu menunjukkan bahwa siswa harus mempunyai pemahaman konsep dalam memahami soal yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman konsep siswa pada materi teorema pythagoras ditinjau dari teori APOS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode tes dan wawancara. Subyek penelitian ini adalah dua siswa dengan kategori baik, dua siswa dengan kategori sedang dan dua siswa dengan kategori kurang yang dilakukan di kelas VIII SMPN 1 Wonosari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 10 siswa mampu mengerjakan pada tahap aksi, 7 siswa mampu mengerjakan pada tahap proses, 4 siswa mampu mengerjakan pada tahap objek dan 3 siswa mampu mengerjakan pada tahap skema. Dari hasil penelitian ini, disampaikan bahwa rata-rata kemampuan pemahaman konsep siswa yaitu pada tahap aksi dan proses. Saran dari penelitian ini adalah guru diharapkan dapat memberikan metode pembelajaran yang bisa meningkatkan pemahaman konsep siswa ataupun guru juga bisa memberikan latihan-latihan secara rutin dengan berbagai jenis soal yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Choirudin Choirudin, Eka Fitria Ningsih, M. Saidun Anwar, Intan Ratna Sari, Suci Amalia
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 3, pp 18-27; doi:10.21067/pmej.v3i1.3755

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi benda-benda budaya (artefak) yang ada pada situs purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur sekaligus mengimplementasi potensi yang dapat dikembangkan sebagai bahan pembelajaran dalam pembelajaran matematika di perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) yang melibatkan semua pihak yang relevan (stakeholder) dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung, antara lain: 1) Badan Kesatuan Bangsa dan Poliliti (Kesbangpol) Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebagai pihak yang berwenang dalam bidang penelitian dan pengembangan, 2) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sebagai pemangku kebijakan di lingkungan pendidikan di bawah naungan NU provinsi Lampung, 3) Kepemerintahan Desa Pugung Raharjo selaku pemilik wilayah situs Purbakala. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan survei untuk mengembangkan buku ajar bagi mahasiswa pendidikan Matematika di IAIMNU Metro khususnya dan bagi para pecinta, pemerhati dan pemangku kebijakan di bidang budaya dan matematika
Marlinda Indah Eka Budiarti, Faisal Eka Mahendra
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 3, pp 28-37; doi:10.21067/pmej.v3i1.3853

Abstract:
Due to difficulties in learning geometry, the teacher plays an important and active role in creating students who have good problem solving skills. The teacher also has to test the level of geometrical thinking of students based on Van Hiele's theory to find out the students understanding about geometry material, so the teacher can overcome the difficulties of students in learning geometry. This research is designed to explore and describe the process of geometry problem solving based on Van Hiele's theory. Therefore this research used descriptive exploratory. It used qualitative approach. The subject of this research is limited to University of Muhammadiyah Sorong students which obtained the level of visualization, analysis, informal deductive and will be analyzed based on the gender. Data of this research is 1) Geometry Van Hiele Test; 2) Problem Solving Test; 3) Interview. The conclusion of this research is: 1) At the level of male visualization thinking is to identify problem and determine goal using language problem. While at the level of women visualization, it reached on determining goal, ; 2) the level of male analysis thinking is able to pass five steps in problem solving by using own language but are less systematic. While level of female analysis thinking is able to pass five steps in problem solving systematically; 3) level of male deductive formal thinking is to pass five steps problem solving systematically and using own language. While level of female deductive formal thinking is able to pass five steps problem solving systematically and explaining by using own language.
David Ra Ngedo, Anton - Prayitno, Cynthia Tri Octavianti
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 3, pp 38-46; doi:10.21067/pmej.v3i1.3675

Abstract:
ABSTRAK. Kemampuan representasi merupakan salah satu kemampuan yang mempunyai keterkaitan dengan pemahaman matematika, representasi merupakan hal terpenting dalam mengkonstruksi ide dan pemahaman siswa terkait dengan konsep-konsep matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPK Wignya Mandala Tumpang sebanyak 18 siswa akan tetapi hanya 3 subjek yang dinalisis. Pengambilan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik kualitatif berdasarkan representasi kesalahan siswa. Subjek dipilih terlebih dahuluh berdasarkan pertimbangan-pertimbangan peneliti sesuai tujuan penelitian,itu subjek diambil secara acak. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan jenis-jenis representasi dalam pembelajaran matematika, kesulitan yang berkaitan dengan kesulitan tiga objek menentukan, membaca, dan membedakan. Presentase representasi kesulitan siswa menentukan sebesar 62,0% di kategorikan sedang, kesulitan membaca sebesar 29,% di kategorikan rendah dan kesulitan membedakan sebesar 72,2%) kategori tinggi. faktor penyebabnya kesalahan representasi kemampuan siswa yaitu sulit dalam membedakan bilangan asli, kurang dari serta sulit dalam menentukan irisan, dan dalam menggambar diagram venn, dari kesalahan tersebut siswa tidak dapat menentukan himpunan penyelesaian atau siswa tersebut kesulitan dalam memahami dan mencermati.
Sunismi Sunismi, Abdul Halim Fathani, Muhammad Baidawi
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 3, pp 47-58; doi:10.21067/pmej.v3i1.3944

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji efektivitas berpikir kritis mahasiswa melalui penerapan model collaborative learning dengan media blog pada mata kuliah kalkulus II. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan jenis rancangan the nonequivalent pretest-posttest control group. Sedangkan teknik analisis data penelitian yang digunakan adalah Uji t berpasangan (paired t-test), melalui program SPSS 16.0 for Windows dengan Independent Sample T-Test, dengan terlebih dahulu melakukan prasyarat, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, yaitu uji Lilliefors (Kolmogorov-Smirnov) normality test dan uji Levene’s (uji homogenitas). Sampel mahasiswa semester II Unidha dan Unisma berjumlah 118 mahasiswa. Hasil penelitian untuk data postes, berdasarkan hasil uji t melalui program SPSS 16.0 for Windows, dengan menggunakan Independent Sample T-Test (t-test for equality of means) untuk data postes (kemampuan berpikir kritis) di Unisma dan Unidha Malang, diperoleh nilai signifikansi (sig.2-tailed) adalah 0,049 dan 0,045, karena lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis mata kuliah kalkulus II mahasiswa Unisma dan unidha Malang antara kelompok eksperimen (model collaborative learning) dan kelompok kontrol (model konvensional) berbeda secara signifikan. Berdasarkan nilai rata-rata nilai postes di Unisma pada kelompok eksperimen sebesar 63.67, dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 53.43, demikian juga nilai rata-rata nilai rata untuk data postes di Unisma Malang pada kelompok eksperimen sebesar 65.83, dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 60.04, dikarenakan nilai rata-rata kelompok ekespeerimen lebih besar dari pada nilai rata kelompok kontrok pada niai postes kedua sampel di Unisma dan Unidha, maka dapat disimpulkan kemampuan berpikir kritis mata kuliah kalkulus II mahasiswa di Unisma dan Unidha antara kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Kata Kunci: Kemamapuan Berpikir Kritis, Collaborative Learning, Media Blog, Kalkulus II The purpose of this study was to determine the effectiveness test of students' critical thinking through the application of collaborative learning models with media blogs on the second calculus course. This study uses a quasi-experimental design with the nonequivalent pretest-posttest control group design. While the research data analysis technique used is paired t-test, through the SPSS 16.0 for Windows program with Independent Sample T-Test, by first conducting the prerequisites, namely the normality test and homogeneity test, namely the Lilliefors test (Kolmogorov- Smirnov) normality test and Levene's test (homogeneity test). Samples of Unidha and Unisma second semester students totaled 118 students. The results of the study for posttest data, based on the results of the t test through the SPSS 16.0 for Windows program, using the Independent Sample T-Test (t-test for equality of means) for posttest data (critical thinking skills) at Unisma and Unidha Malang, obtained significance values (sig.2-tailed) is 0.049 and 0.045, because it is smaller than 0.05, it can be concluded that the critical thinking ability of calculus II students of Unisma and Unidha Malang students between the experimental group (collaborative learning model) and the control group (conventional model ) significantly different. Based on the average value of posttest at Unisma in the experimental group of 63.67, and the average value of the control group at 53.43, as well as the average value of the posttest data at Unisma Malang in the experimental group at 65.83, and the average value control group of 60.04, because the average value of the experimental group was greater than the average value of the control group in the post-test scores of both samples at Unisma and Unidha, it can be concluded the critical thinking skills of calculus II students at Unisma and Unidha between the experimental groups were better compared to the control group. Keywords: critical thinking ability, collaborative learning, blog media, calculus II
Filda Febrinita, Wahyu Dwi Puspitasari, Sabitul Kirom
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 2, pp 88-97; doi:10.21067/pmej.v2i2.3592

Abstract:
Modul merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk membantu mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan dosen pengajar statistika dan mahasiswa prodi teknik informatika, dosen masih menggunakan bahan ajar berupa buku teks. Penyajian materi pada buku teks terkadang masih sulit dipahami mahasiswa. Namun, untuk mendapatkan buku teks yang lebih bagus pun, membutuhkan biaya yang relatif mahal. Oleh karena itu, perlu adanya bahan ajar yang memaparkan materi dengan jelas dan mudah dimengerti sehingga memudahkan mahasiswa dalam mempelajari statistika. Berdasarkan hal tersebut, dilakukanlah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan modul matakuliah statistika yang terintegrasi dengan Excel dan SPSS menggunakan pendekatan kecerdasan linguistik, yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Prosedur pengembangan produk mengikuti model pengembangan 4-D dari Thiagarajan tetapi pada penelitian ini tahapan yang digunakan adalah pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Hasil penelitian menunjukkan nilai dari validasi ahli adalah 2,4 sehingga modul memenuhi kriteria valid. Hasil observasi keterlaksanaan modul adalah 2,54 sehingga modul memenuhi kriteria praktis. Sedangkan untuk nilai tes akhir, 78% mahasiswa memperoleh nilai 75 ke atas. Selain itu, 61,6% mahasiswa menyatakan setuju dan 34,9% mahasiswa menyatakan sangat setuju terhadap penggunaan modul dalam pembelajaran. Tercapainya ketuntasan belajar dan adanya respon positif tersebut menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria afektif. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
Nurlaili Wahyuni, Lutfiyah Lutfiyah, Taufik Taufik, Chairul Fajar Tafrilyanto
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 2, pp 74-87; doi:10.21067/pmej.v2i2.3371

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). dimana dalam setiap siklus terdiri dari 4 komponen yaitu planning (perencanaan), acting (tindakan), observing (observasi) dan reflecting (refleksi). Rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan pertama siklus I sebesar 2,95 dengan kategori Baik sedangkan pada siklus II sebesar 3,46 dengan kategori Baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II di atas menunjukkan adanya peningkatan rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan metode tritawa sebesar 0,51. Rata-rata respon siswa pada pertemuan pertama siklus I sebesar 82,32% dengan kategori Positif sedangkan pada siklus II sebesar 87,52% dengan kategori Positif . Hasil angket respon siswa pada siklus I dan siklus II di atas menunjukkan adanya peningkatan rata-rata angket respon siswa dalam pembelajaran menggunakan metode tritawa sebesar 5,20%. Tes hasil belajar siswa pada pertemuan pertama siklus I sebesar 60, dari 25 siswa terdapat 12 siswa dinyatakan tuntas dengan persentase ketuntasan sebesar 48% sedangkan pada siklus II rata-rata tes hasil belajar sebesar 80,84, dari 25 siswa terdapat 22 siswa dinyatakan tuntas dengan persentase ketuntasan sebesar 88%. Rata-rata dan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II di atas menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 20,84 dan persentase ketuntasan sebesar 40%.
Sri Hariyani, Niswatul Hamidah, Rahaju Rahaju
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 2, pp 54-61; doi:10.21067/pmej.v2i2.3212

Abstract:
Prestasi belajar matematika siswa masih rendah, salah satu penyebab menurunnya prestasi belajar siswa yaitu metode konvensional yang kontinu sehingga siswa merasa bosan dan cenderung pasif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menggunakan metode dan model pembelajaran yang bervariatif selama mengajar. Dalam penelitian ini, guru menggunakan model pembelajaran jigsaw. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB sebanyak 24 anak, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus 1 yaitu: (1) siswa gaduh pada saat pembagian kelompok; (2) ada siswa yang mendominasi kegiatan mengerjakan tugas dalam kelompok; (3) peneliti kurang bisa mengalokasikan waktu; (4) beberapa siswa yang tidak presentasi kurang memperhatikan presenter dan berbicara dengan temannya; dan (5) beberapa siswa kurang percaya diri saat mengikuti tes. Hasil analisis tes siklus 1 menunjukkan bahwa siswa yang tuntas belajar sebanyak 19 siswa dari 24 siswa, sehingga prosentase siswa yang tuntas belajar sebesar 79,10% dan prosentase siswa yang tidak tuntas belajar sebesar 20,90% dengan nilai rata-rata kelas 73,5. Hasil tes analisis siklus 2 menunjukkan bahwa siswa yang tuntas belajar sebanyak 22 siswa dari 24 siswa, sehingga prosentase siswa yang tuntas belajar sebesar 91,67% dan prosentase siswa yang tidak tuntas belajar sebesar 8,33% dengan nilai rata-rata kelas.
I Ketut Suastika, Dyah Triwahyuningtyas
Pi: Mathematics Education Journal, Volume 2, pp 98-103; doi:10.21067/pmej.v2i2.3629

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan e-modul berbasis inkuiri untuk matakuliah Pembelajaran Geometri pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Tahapan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahapan pengembangan Plomp meliputi: investigasi awal, prototipe, dan asesmen. Pada tulisan ini, peneliti hanya fokus pada pemaparan hasil dari investigasi awal. Investigasi awal dilakukan pada prodi PGSD di kampus yang berafiliasi PGRI di Jawa Timur. Hasil yang diperoleh pada investigasi awal: (1) materi yang disajikan pada pembelajaran geometri meliputi materi bangun datar dan materi bangun ruang, (2) pembelajaran yang dilaksanakan didominasi oleh dosen, (3) ada bahan ajar yang digunakan sebagai pegangan, namun masih belum menggunakan e-modul, (4) bahan ajar yang digunakan masih belum memberikan porsi yang cukup untuk mahasiswa menemukan konsep.
Back to Top Top