RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management

Journal Information
ISSN / EISSN : 2615-7233 / 2615-7357
Current Publisher: Universitas PGRI Madiun (10.25273)
Total articles ≅ 32
Filter:

Latest articles in this journal

Rafika Akhsani, Adimas Ketut Nalendra, M Mujiono, Ismanto Ismanto
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 3, pp 38-44; doi:10.25273/research.v3i1.6247

Abstract:
Kegiatan pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler pada suatu sekolah. Aplikasi Phasbara adalah aplikasi berbasis android yang dibuat untuk membantu anggota pramuka dalam mendalami materi SAKA Bayangkara. Untuk mengetahui apakah aplikasi sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna memerlukan sebuah evaluasi terhapat aplikasi itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi usabilitas aplikasi phasbara dan memberikan usulan perbaikan guna meningkatkan kemudahan penggunaan aplikasi Pasbhara. Pada penelitian ini menggunakan metode Heuristic Evaluation. Responden adalah anggota SAKA Bayangkara di Blitar. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rule-rule dalam metode heuristic evaluation yang digunakan pada penelitian yaitu Visibility of system status, Match between system and the real world, User control and freedom, Consistency and standards, Recognition rather than recall, dan Flexibility and efficiency of use mendapatkan nilai presentase persetujuan dengan rating skala setuju. Ini berarti bahwa desain antarmuka aplikasi phasbara sudah baik. Akan tetapi pada rule help and documentation juga mendapatkan persentase persetujuan dengan rating skala setuju. Ini berarti bahwa dari sisi bantuan penggunaan aplikasi masih perlu disempurnakan kembali.
Ichsan Wasiso, Agus Susilo Nugroho, Donny Yulianto, Kusrini Kusrini
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 3, pp 31-37; doi:10.25273/research.v3i1.5799

Abstract:
Lampu Apill (alat pemberi isyarat lalu lintas) merupakan salah satu rambu lalu lintas penting di jalan raya. Lampu apill biasa ditempatkan di persimpangan jalan, entah itu perempatan atau pertigaan. Adanya lampu apill membuat lalu lintas jalan raya bisa tertib, sehingga dapat mengurangi kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas. Begitu pentingnya keadaan lampu apill, sehingga perlu pemeliharaan secara konsisten agar keberadaannya bisa bermanfaat secara maksimal. Tak jarang dalam melakukan pemeliharaan lampu apill, petugas menemui kesulitan dalam mengetahui lokasi lampu apill yang sudah tidak layak. Hal ini disebabkan karena tidak adanya basis data spasial yang mengakomodasi lokasi lampu apill. Kesulitan dalam mendata lampu apill ini berdampak pada kesulitan dalam menentukan anggaran terhadap lampu apill. Hal itu tentu tidak baik dalam suatu sistem pemerintahan. Sehingga kami sebagai peneliti mencoba memberikan solusi untuk permasalahan ini. Solusi tersebut hadir dalam penelitian ini yaitu dengan memudahkan petugas dalam melakukan survei data lampu apill, mempermudah dalam mengetahui posisi lampu apill yang akhirnya berdampak pada kemudahan dalam penyusunan anggaran lampu apill. Dalam melakukan penelitian, peneliti melakukan beberapa langkah yaitu : mencari koordinat lampu apill dengan tepat, baik secara online maupun alat gps offline. Setelah koordinatnya ditemukan kemudian dimasukkan dalam basis data spasial. Selanjutnya akan diintegrasikan dengan google maps. Selain itu untuk hasil pengujian basis data, kami temukan pada penelitian ini bahwa, basis data yang denormalisasi menunjukkan kecepatan dalam akses daripada basis data normalisasi. Tetapi ukuran basis data denormalisasi lebih besar dari pada basis data normalisasi. Dari serangkaian kegiatan ini, peneliti berharap ketika google maps dibuka, akan muncul titik lampu apill, dan ketika titik lampu apill tersebut diklik, akan muncul detail lampu apill, yang berisikan kondisi lampu apil, letaknya serta koordinatnya.
Danang Aditya Nugraha, Anggri Sartika Wiguna
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 3, pp 24-30; doi:10.25273/research.v3i1.5352

Abstract:
Proses klasifikasi citra digital dilakukan terhadap data fitur yang menggambarkan ciri suatu citra. Dalam penelitian sebelumnya mengenai klasifikasi biji kopi untuk menentukan tingkat roasting, digunakan fitur warna RGB dan metode klasifikasi Jaringan Syaraf Tiruan dengan algoritma Back Propagation. Namun dalam penelitian tersebut didapatkan hasil klasifikasi yang kurang memuaskan akibat dari fitur yang digunakan kurang dapat memisahkan ciri dari setiap tingkat roasting biji kopi. Pada penelitian ini dilakukan penambahan fitur warna yang digunakan melalui penggunaan representasi warna RGB dan HSI, yang kemudian dihitung nilai mean, median, standar deviasi, skewness, kurtosis, dan energy pada setiap komponen warna. Dengan demikian terdapat 33 data fitur citra biji kopi. Dengan jumlah fitur yang semakin banyak, menimbulkan masalah baru dimana tidak setiap fitur mempunyai kontribusi yang signifikan dalam proses klasifikasi, sehingga diperlukan proses seleksi fitur untuk mendapatkan fitur dengan kontribusi maksimal. Pada penelitian ini metode Principal Component Analysis diujikan sebagai metode untuk seleksi fitur. Uji coba dilakukan terhadap 240 data citra digital biji kopi, dimana terdapat 120 citra biji kopi Arabika dan 120 citra biji kopi Robusta. Setiap jenis citra biji kopi tersebut terbagi menjadi tingkat roasting mentah, light roasting, medium roasting, dan dark roasting. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata proses training pada data fitur setelah dilakukan proses seleksi fitur mengalami peningkatan dibandingkan tanpa seleksi fitur. Hal ini terlihat dari 5 kali proses training dengan seleksi fitur didapatkan nilai akurasi terbaik hingga 90,8%, sedangkan tanpa seleksi fitur didapatkan akurasi terbaik adalah 89,6%.
Donny Yulianto, Idris Idris, Ichsan Wasiso, Kusrini Kusrini
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 3, pp 16-23; doi:10.25273/research.v3i1.5782

Abstract:
Peternakan adalah salah satu bidang yang membutuhkan sentuhan teknologi. Ayam merupakan hewan ternak yang paling banyak diternakkan di Indonesia. Tetapi tidak semua peternak memiliki pengetahuan yang cukup tentang penyakit dan gejala yang diderita ayam. Hal ini mengakibatkan jika ayam peliharaan mengalami sakit, peternak akan mengalami kebingungan untuk mengobatinya. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan aplikasi sistem pakar. Untuk menyelesaikan masalah ketidakpastian dari seorang pakar menggunakan metode certainty factors (CFs). Dalam penerapannya aplikasi sistem pakar ini masih harus dioptimalkan lagi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang didapatkan dari buku, jurnal yang relevan dan seorang pakar ayam. Kemudian dari hasil pengumpulan data tersebut digunakan untuk membangun aplikasi sistem pakar diagnosis penyakit ayam yang dapat menghasilkan keluaran berupa kemungkinan penyakit yang diderita ayam berdasarkan gejala yang dimasukkan pengguna kedalam aplikasi dan memberikan solusi pengobatannya.
Dimas Setiawan, Mei Lenawati
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 3, pp 1-7; doi:10.25273/research.v3i1.4728

Abstract:
Perkembangan teknologi sistem informasi berkembang cukup pesat sehingga berdampak pada bermunculannya trend dari Revousi Industri 4.0 dan Society 5.0. Perguruan Tinggi merupakan salah satu Lembaga yang berkontribusi dalam kegiatan pendidikan di Indonesia tentunya harus mampu beradaptasi dalam menghadapi beberapa trend yang berkembang tak terkecuali trend Society 5.0. Upaya yang bisa dilakukan adalah memahami peran serta strategi yang perlu dilakukan perguruan tinggi dalam menghadapi era Society 5.0, dengan melakukan studi literatur mengenai Konsep Society 5.0 dan proses analisa data menggunakan metode analisa TOWS diharapan dapat menemukan peran serta strategi yang bisa dijadikan sebagai referensi kebijakan bagi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0 saat ini dan Society 5.0 kedepannya. Selain itu diperlukan komparasi keterkaitan anatra society 5.0 dengan Revolusi industri 4.0 dan SDGs sebagai data tambahan dalam menyusun peran dan strategi perguruan tinggi.
Muksan Junaidi, Adhika Pramita Widyassari
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 3, pp 8-15; doi:10.25273/research.v3i1.5351

Abstract:
Profitabilitas merupakan rasio keuangan yang memperlihatkan kemampuan operasional perusahaan untuk menghasilkan laba operasi melalui modal sendiri. Untuk melihat kondisi kemampuan operasional perusahaan pada masa mendatang, bisa dilakukan dengan memprediksi nilai rasio tersebut. Teknik dalam menangani masalah prediksi ini adalah menggunakan model data mining. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi prediksi profitabilitas keuangan perusahaan melalui model data mining neuro-fuzzy ANFIS dengan data time series. Data penelitian adalah data sekunder bersifat kuantitatif dari wibe site www.idx.co.id. Populasi data dari perusahaan emiten LQ45 di Bursa Efek Indonesia(BEI) tahun 2011-2016 berjumlah 45 perusahaan. Pemrosesan awal menghitung nilai rasio keuangan perusahaan yang akan dipakai sebagai data input pada model ANFIS. Simulasi dan evaluasi model menggunakan aplikasi GUI program Matlab. Perbandingan antara perhitungan rasio profitabilitas tahun yang di prediksi dengan nilai dari model ANFIS. Hasil akhir menunjukkan bahwa nilai model ANFIS sangat optimal, efisien, konsisten dan paling mendekati rata-rata nilai rasio tahun yang di prediksi sebesar 9.95% pada fungsi keanggotaan Segitiga. Sedang hasil prediksi tiga fungsi keanggotaan lainnya Trapesium, G-bell dan Gauss kurang optimal.
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management; doi:10.25273/research

Pande Putra Pertama
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 2, pp 64-67; doi:10.25273/research.v2i02.5223

Abstract:
Pemanfaatan teknologi memiliki banyak fungsi, yaitu berfungsi sebagai salah satu media yang membantu pengguna dalam mempermudah mendapatkan informasi, dengan memanfaatkan teknologi digital infomasi, dimana dapat membantu memberikan informasi status dosen di kampus apakah dosen tersebut ada di lokasi ataupun sedang melakukan kegiatan lain diluar kampus. Informasi status dosen sebelumnya masih dilakukan dengan cara lisan atau mahasiswa masih datang ke ruangan dosen bersangkutan dan langsung menanyakan apakah dosen tersebut ada atau tidak. Terkadang dengan intensitas kerja dosen yang tinggi maka informasi yang dibutuhkan harus cepat, maka dari itu dibutuhkan media informasi yang lebih dinamis dan memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan informasi dosen. Metode pengembanga sistem ini menggunakan RAD dimana metode ini lebih relatif sesuai dengan rencana pengembangan aplikasi yang memiliki ruang lingkup tidak terlalu besar. Hasil dari penelitian ini menggunakan web, dimana mahasiswa dapat mengetahui informasi dosen yangakan di cari dengan cara melihat pada tampilan displayweb yang yang bias diakses oleh mahasiswa, dan setiap dosen dapat dapat sekaligus mengganti status kehadiran dosen tersebut yang ditampilkan dalam bentuk aplikasi dengan database pada servermelalui internet yang menampilkan informasi status dosen.
I Wayan Ardiyasa
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 2, pp 59-63; doi:10.25273/research.v2i02.5220

Abstract:
Perkembangan internet saat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga menjadikan akses informasi semakin mudah dan cepat. Informasi yang diakses oleh pengguna disediakan oleh layanan komputer server yang bisa memberikan layanan secara full time. Aktivitas pengguna yang mengkases informasi pada suatu server akan dicatat kedalam sebuah file atau disebut dengan Syslog. Syslog adalah perangkat lunak untuk menghasilkan berkas log yang disebabkan adanya aktivitas dari Inetd dan aktivitas lain. Tujuan dicatatnya aktivitas dari pengguna yang mengakses sistem informasi yang tersimpan pada komputer server adalah untuk mengetahui apabila ada aktivitas yang tidak sesuai atau kejahatan cyber seperti DDoS, SQL Injection, Serangan LFI, RFI. Network Forensic Process merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk kegiatan investigasi dan analisa aktivitas cyber crime. Dimana bukti ditangkap dari jaringan dan diinterpretasikan berdasarkan pengamatan. Didalam melakukan investigasi terhadap Syslog file dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang sangat lama dan tidak efisien. Untuk membantu didalam melakukan analisa dan investigasi terhadap Syslog file dari kejahatan cyber, diperlukan aplikasi yang bisa membantu dalam hal investigasi Syslog file untuk mempercepat proses investigasi dan memberikan informasi yang diperlukan dan akurat. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi analisa serangan pada file Syslog dengan metode Network Forensic Proses. Untuk pengujian pada aplikasi menggunakan metode Blackbox testing.
Arif Hadi Sumitro, M Taufiq
RESEARCH : Computer, Information System & Technology Management, Volume 2, pp 51-58; doi:10.25273/research.v2i02.5172

Abstract:
Abstrak — Praktek Kerja Lapangan (PKL) diberikan untuk siswa sekolah menengah kejuruan yang sudah memasuki kelas 2 atau kelas XI SMK. Tujuan PKL adalah untuk memberikan kemampuan dan pengalaman bagi siswa untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah dimiliki didunia kerja. Sebelum mengikuti PKL sekolah sudah membekali siswa dengan kemampuan dasar dalam kegiatan kerjanya. Dengan demikian siswa yang mengikuti praktek kerja Lapangan akan mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja tempat dia ditempatkan. Namun pada kenyataannya harapan tersebut tidak dapat terpenuhi. Banyak kasus penyaluran siswa prakerin yang tidak sesuai dengan yang diharapkan baik oleh sekolah maupun oleh siswa. Selain itu pemantauan serta pendaftaran manual yang dilakukan oleh guru pembimbing terlihat cukup sulit, mengingat tempat pelaksanaan dan waktu yang dibutuhkan untuk memonitoring masing - masing siswa yang mengikuti prakerin jaraknya cukup jauh dan membutuhkan biaya akomodasi yang cukup tinggi. Dengan adanya permasalahan tersebut, sistem yang dibuat dengan menggunakan metode RAD (Rapid Development Application) mampu mengatasi permasalahan tersebut. Dengan melihat hasil uji coba menggunakan pengukuran SUS (System Usability Scale), Sehingga tujuan dan harapan dari pelaksanaan kegiatan tersebut dapat tercapai serta peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan siswa prakerin sesuai dengan keilmuan yang sudah didapatkan.
Back to Top Top