E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 20873565 / 25285041
Current Publisher: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 191
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Agus Eko Sujianto, Zaini Zaini, Liatul Rohmah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 116-125; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.3559

Abstract:Tujuan program ini memberikan dampingan literasi keungan kepada mitra dampingan yaitu usaha mikro yang diwakili oleh Penerbit Cahaya Abadi Tulungagung. Metode yang dipilih yaitu Program Penerapan Iptek kepada Masyarakat (PPIM) sebagaimana direkomendasikan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Pendekatan yang relevan dengan studi ini yaitu memberikan literasi keuangan syariah secara praktis kepada mitra dampingan berbasis Android. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pada periode bulan Desember 2018, ternyata Penerbit Cahaya Abadi Tulungagung mendapat keuntungan bersih setelah dikurangi zakat yaitu sebesar Rp 5.351.775,-. Walaupun proses produksi Penerbit Cahaya Abadi Tulungagung ini berdasarkan pesanan, namun demikian keuntungan di bulan Desember dapat memberikan gambaran bahwa sektor usaha mikro mampu menghidupi dirinya sendiri untuk mencapai kesejahteraan ekonominya.
Sugito Sugito, Alan Prahutama, Tarno Tarno, Abdul Hoyyi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.3556

Abstract:Ikan bandeng merupakan bahan makanan yang tinggi akan protein, vitamin dan mineral. Salah satu cara untuk meningkatkan pemasaran adalah mix marketing, salah satunya adalah mix marketing produk. Mix marketing produk yang dapat dilakukan adalah dengan diversifikasi produk. Olahan ikan bandeng yang terkenal adalah di kabupaten Pati. UKM Primadona merupakan UKM yang bergerak pada olahan ikan bandeng dan merupakan salah satu UKM binaan dari Universitas Diponegoro dalam program pengabdian Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) 2016-2018. Dalam binaan tersebut, yang menjadi salah satu program adalah diversifikasi produk UKM Diversifikasi produk yang dilakukan oleh UKM Primadona atas binaan tim pengabdi adalah keripik kulit dan abon duri ikan bandeng. Kulit ikan bandeng merupakan hasil filet dari daging ikan bandeng. Kulit ikan bandeng dicampur dengan tepung beras, tepung tapiokan dan rempah-rempah lainnya untuk diolah menjadi keripik kulit yang renyah. Tekstur keripik kulit ikan bandeng adalah renyah, mempunyai pola sisik ikan. Kandungan protein, vitamin dan mineral keripik kulit ikan bandeng juga cukup tinggi. Untuk abon duri ikan bandeng sangat berkhasiat karena kandungan kalsiumnya cukup tinggi.
Suyono Suyono, Ninik Umi Hartanti, Narto Narto
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 23-33; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.2152

Abstract:Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas penting dan cukup dominan di Kabupaten Brebes. Kebutuhan nasional terhadap bawang merah sejumlah 750.000 ton/tahun dan pada tahun 2019 kebutuhan tersebut diprediksi mencapai 1.060.400 ton. Kebutuhan ekspor bawang merah mencapai 2.500 ton/tahun dan baru terpenuhi 1.500 ton/tahun. Produktivitas rata-rata bawang merah nasional hanya sekitar 9,24 ton/ha, jauh dibawah potensi produksi yang berada diatas 20 ton/ha. Produktivitas bawang merah di Kabupaten Brebes saat ini hanya berkisar 80,00 - 137,72 kuintal/ha karena masih mengalami banyak kendala baik dari aspek penguasaan teknologi yang efektif namun ramah lingkungan, manajemen maupun modal. Kegiatan IbM ini dilaksanakan pada bulan April – Nopember 2017 dan bermitra kerja dengan Mitra IbM-1 dan Mitra IbM-2 di Desa Banjarsari, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Tujuan dari kegiatan IbM adalah meningkatkan kemampuan mitra IbM dalam mengelola usaha budidaya mina-bawang baik dalam aspek teknologi budidaya maupun manajemen dalam rangka menguatkan aspek kewirausahaan dan kemandirian mitra untuk meningkatkan kesejahteraan. Target dari kegiatan IbM ini adalah: 1) Mitra mampu menerapkan teknologi biofilter-bioactive system di lahan yang memiliki keterbatasan ketersediaan air untuk menghasilkan produk bawang merah yang terbebas dari bahan kimia sehingga dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus menekan biaya produksi; 2) Mitra mampu mengelola usahanya dengan lebih efisien. Teknologi biofilter, pupuk serta pembasmi hama dari bahan organik pada kegiatan IbM memungkinkan budidaya bawang dapat dilaksanakan 4 kali sedangkan sebelum kegiatan IbM hanya dapat dilakukan 3 kali karena kendala keterbatasan air. Selisih keuntungan Mitra IbM-1 dan IbM-2 setelah diadakannya IbM dengan sebelum ada kegiatan IbM masing-masing sebesar Rp. 122.974.928/hektar/tahun (meningkat 43,47%) dan Rp. 106.715.928/hektar/tahun (37,16%).
Dessy Agustina Sari, Azafilmi Hakiim, Vita Efelina
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 1-5; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.2050

Abstract:Matematika I dan II merupakan mata kuliah dasar di semester satu dan dua yang menjadi tumpuan Matematika Lanjutan (Probabilitas dan Statistik, Matematika Teknik I, dan Matematika Teknik II). Salah satu kompetensi akhir mahasiswa tingkat satu adalah pemahaman konsep Turunan dan Integral. Kesulitan pemahaman pada ilmu dasar menjadi titik kebingungan mahasiswa di semester selanjutnya. Selain itu, variasi lulusan peserta didik menjadi beban bagi dosen dalam menyampaikan materi karena beberapa hal dasar harus disampaikan kembali di kelas seperti aturan cosinus, integral-turunannya, dan bentuk lainnya. Kajian ulang integral-turunan bagi mahasiswa program studi Teknik Elektro Angkatan 2016 bertujuan menanamkan ulang prinsip dasar dari konsep integral-turunan terhadap soal-soal Ujian Akhir Semester melalui pemaparan secara bertahap. Metode yang digunakan tim pengabdian adalah workshop (pendidikan berkelanjutan) yang melibatkan 3 orang dosen (pengajaran dan diskusi). Persoalan yang belum sempat diselesaikan menjadi tugas selama liburan. Pengajar memberikan jawaban akhir dari setiap persoalan sehingga mahasiswa menjadi termotivasi untuk mengerjakan kembali. Trik yang diberikan para pengajar adalah apabila soal sebelumnya telah selesai, silakan dikerjakan kembali dengan menutup jawaban yang kami berikan. Kegiatan mandiri dapat dilakukan di rumah dengan bantuan internet, buku bacaan sebelum perkuliahan baru dimulai
Oto Prasadi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 83-88; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.3554

Abstract:Ikan cupang hias (Betta splendens) merupakan ikan hias yang bernilai ekonomis. Ikan ini memiliki keunggulan berupa keindahan warna dan naluri berkelahi serta siklus hidup yang relatif singkat. Ikan cupang masuk ke dalam kategori ikan yang mudah dibudidaya (dapat menggunakan lahan yang sempit dan seadannya). Ikan cupang hias (Betta splendens) merupakan satu diantara 70 spesies ikan cupang (Betta sp.) yang mengalami pengembangbiakkan. Proses tersebut meliputi pengembangan beberapa karakter mulai dari warna tubuh, ukuran dan bentuk sirip, baik untuk tujuan ornamental maupun aduan. Kedua tujuan tersebut, pembudidaya (breeder) biasanya melakukan optimalisasi lahan maupun indukan. Potensi ini dapat diimplementasikan dan dikembangkan kepada pembudidaya baru (new breeder) yang tergabung dalam Komunitas Peternak Cupang Cilacap (KPCC). Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu permasalahan yang ada seperti cara optimalisasi lahan sempit untuk kegiatan budidaya ikan cupang dan penambahan pengetahuan mengenai potensi ikan cupang, khususnya pembudidaya baru (new breeder). Kegiatan ini terdiri dari 2 kelompok warga dan 1 kelompok mahasiswa. Solusi yang diberikan berupa diskusi mengenai prospek budidaya ikan cupang dan pelatihan yang terfokus mulai dari pemilihan indukan, proses pemijahaan, pemeliharaan telur dan larva serta burayak dan pemberian pakan guna meningkatkan semangat berwirausaha. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, yaitu pemanfaatan lahan untuk tempat budidaya dan keberhasilan proses pemijahan yang menghasilkan individu baru baik oleh warga maupun mahasiswa dengan semangat berwirausaha.
Oktiyas Muzaky Luthfi, Andi Isdianto
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 34-40; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.2153

Abstract:Pantai Kondang Merak has a biodiversity of marine resources, so that the community always depend on exploration and exploitation activities through fishing, and catch lobster, sea cucumber, abalone and some of algae with diving activities. The diving activities usually in 5-30 m depth in reef area, using air compressor that will danger their live. This compressor has long regulator hose (about 50 m), during diving process the hose will be tied in their waist with 5-7 kg lead, it similar with weight belt in SCUBA diving. The hose also has other function as keep the diver from water current drifting. This method will disrupt the air supply from compressor to mouth face and endanger the life of diver. The safety diving standard is using a SCUBA set, that has a portable air supply and clean air, unlike the air that resulted by the conventional compressor. The aim of this activity is to give safe diving method and give ecotourism skill to the fisherman in Kondang Merak, thus avoiding fisherman from decompression sickness and seek alternative livelihood during west monsoon.
Deden Syarifudin, Supratignyo Aji, Reza Martani Surdia
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 49-60; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.2663

Abstract:Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan pelatihan dan meningkatkan semangat berwirausaha budidaya kelinci bagi masyarakat prasejahtera melalui pembentukan kelompok usaha wanita. Kegiatan memberdayakan potensi masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berwirausaha mitra melalui peningkatan usaha ekonomi produktif budidaya kelinci pedaging dan pengolahan daging kelinci. Metoda yang digunakan adalah pelatihan, metoda ini dianggap paling evektif bagi mitra karena selain melakukan edukasi budidaya dan pengolahan juga dilaksanakan praktik dan pendampingan. Hasil kegiatan di respon cukup baik karena usaha budidaya tidak asing bagi mitra hanya memerlukan perubahan dari pola tradisional ke pola intensif yang lebih terukur. Adanya peningkatan pengetahuan berternak kelinci, pemeliharaan fisik kelinci dan pembuatan pakan kelinci dengan formulasi complete feed, formulasi ini tidak diputuskan karena sumber bahan baku pakan di Wargasaluyu cukup tersedia baik berupa limbah terpakai maupun sumber makanan hijauan. Pada tahap pengolahan daging kelinci masyarakat memahami dan bisa melakukan pengolahan menjadi abon, nuget, dan bakso kelinci. Selanjutnya peningkatan pengetahuan mitra dalam melakukan pembukuan dalam usaha mereka. Berdasarkan kegiatan ini disimpulkan bahwa meskipun masyarakat dianggap sulit berubah kaum wanita untuk memiliki peran dalam mengatasi ekonomi keluarga, jika menggunakan pola pelatihan yang meliputi edukasi, praktik, pendampingan dan motivasi dapat menerima transfer ilmu dengan baik tergerak untuk maju dengan pola intensif.
Wiyanto Wiyanto
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 11-15; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.1844

Abstract:Buah jambu mete adalah salah satu buah yang banyak dijumpai di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Namun, jambu mete belum banyak dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Selain nilai tambah dari kacang mete. Misalnya, nugget. Maka pada pengabdian kepada masyarakat ini kami mengambil tema untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dengan cara membuat jambu mete menjadi nugget. Tujuan dari pengabdian ini adalah (1) Dapat termanfaatkannya daging buah jambu mete yang melimpah dan sering terbuang percuma, (2) Memberikan pengetahuan ibu-ibu PKK agar dapat mengolah jambu mete menjadi makanan yang memiliki nilai tambah. (3) Dapat membantu atau mempermudah ibu-ibu PKK agar dapat menjadikan pelatihan ini sebagai prospek bisnis baru. Hasil dari pengabdian ini adalah ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan buah jambu mete yang semula dibuang sia-sia dapat dibuat menjadi makanan baru yaitu nugget. Dengan adanya kegiatan seperti ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Luluk Setyowati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 126-130; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.3560

Abstract:Salah satu keahlian yang harus dimiliki mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa keluar negeri dan bersaing didunia kerja adalah keahlian dalam bahasa inggris yang dibuktikan dengan sertifikat IELTS dan TOEIC. IELTS dan TOEIC adalah hal terpenting dalam mengukur kemampuan bahasa inggris seseorang secara komprehensif. Karena dengan memiliki kemampuan IELTS dan TOEIC yang baik menunjukkan kepiawaian berbahasa inggris seseorang baik berbicara, mendengar, membaca maupun menulis. Namun keahlian ini masih sangat susah dipelajari mahasiswa dimana harus fokus dengan tugas dan matakuliah yang sangat banyak dari dosen dan bahasa inggris bukannya bahasa ibu, sehingga pada saat dibutuhkan mahasiswa harus mengambil matari khusus untuk mempelajari IELTS dan TOEIC. Untuk itu maka kegiatan ini akan membantu mahasiswa belajar IELTS dan TOEIC dengan lebih mudah dan efisien, baik dalam segi waktu dan tempat, yang menggunakan media telpon genggang yang berbasis android.
Nilatul Izah, Evi Zulfiana, Meyliya Qudriani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 111-115; doi:10.26877/e-dimas.v10i1.3558

Abstract:Anak dan remaja sangat menghargai pertemanan, jalinan komunikasi dengan teman sebaya lebih baik jika dibanding dengan orangtua. Sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan suatu program yang mendukung tingkat perkembangan masa remaja salah satunya dengan Pembentukan Kader Kesehatan Remaja yang melibatkan sekolah. Hasil pengabdian pada masyarakat dalam bentuk Ipteks bagi Masyarakat (IbM) yang telah dilaksanakan yaitu: (1) terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi remaja serta siswa telah memiliki bekal ketrampilan dalam memberikan informasi kesehatan kepada orang lain; (2) siswa siap untuk ikut membina teman-temannya dan berperan sebagai promotor dan motivator dalam menjalankan usaha kesehatan terhadap diri masing-masing; serta (3) siswa bersedia membantu guru, keluarga dan masyarakat di sekolah dan di luar sekolah yang membutuhkan pelayanan kesehatan.