Journal Information
ISSN / EISSN : 2087-3565 / 2528-5041
Current Publisher: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 273
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Herlina Herlina, Siswoyo Soekarno, Yuli Wibowo, Elok Sri Utami
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 274-281; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.3914

Abstract:
Pondok Pesantren “AN NUR H.A” merupakan pondok Pesantren Salaf di Jember. Profil lulusan dari pesantren ini hanya 5% dari lulusan pondok pesantren yang berhasil menjadi ustadz, sedang 95% lulusan yang lain masih dalam kebingungan memilih profesi yang akan ditekuni. Hal ini terjadi karena pada umumnya, lulusan pondok pesantren salaf memiliki pendidikan umum yang masih rendah, sementara kurikulum pengajaran yang disajikan di pondok pesantren belum menyentuh pada aspek ketrampilan hidup. Para santri pada umumnya hanya memegang ijazah Madrasah Ibtidaiyah (setara dengan Sekolah Dasar) atau maksimal Madrasah Tsanawiyah (setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) dan rata-rata para santri tidak memiliki ketrampilan untuk mereka hidup mandiri secara ekonomi setelah mereka keluar dari pondok pesantren. Melalui program pengabdian unggulan (PPU) ini pengusul bertekat untuk membuat program pemberdayaan santri dan alumni dengan memberikan bekal ketrampilan untuk mereka, selain pengetahuan agama yang diajarkan. Program yang dianggap paling tepat adalah Pemberdayaan Santri dan alumni Pondok Pesantren Melalui Wirausaha Budidaya Jamur Merang, karena usaha ini membutuhkan bahan baku lokal dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas serta teknologi yang digunakan merupakan teknologi tepat guna yang mudah diadopsi. Hasil kegiatan ini adalah: (1) menambah ketrampilan para santri pondok pesantren dan alumni dalam budidaya dan berwirausaha jamur merang; (2) mengurangi pengangguran para lulusan pondok pesantren, (3) terciptanya lapangan kerja baru di pedesaan; (4) terciptanya keterkaitan bisnis secara tidak langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi pondok melalui usaha penyediaan bahan pembantu, sekam dan bubuk gergaji; (5) meningkatnya pendapatan pesantren dari budidaya jamur merang; dan (6) kegiatan ekonomi produktif di pondok pesantren.
Nita Sari Narulita Dewi, Yusup Supriyono, Yuyus Saputra
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 382-387; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.5146

Abstract:
Di era revolusi industri 4.0, teknologi harus menjadi alternatif pilihan yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi kepada siswanya, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, faktual, dan mampu membangun kemandirian belajar para siswa. Seperti contoh pengajaran berbasis gamifikasi menjadi sangat penting ketika lingkungan belajar yang ditunjang dengan teknologi dapat membantu para siswa memperoleh pengetahuan dengan cara-cara yang menantang dan menyenangkan. Kemandirian belajar dan berpikir kritis dapat terbentuk dan ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis gamifikasi ketika pembelajaran menghendaki siswa berperan aktif dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan belajarnya sendiri, di samping berkat bantuan bimbingan guru. Workshop pengembangan media pembelajaran berbasis gamifikasi terbukti dapat memecahkan masalah yang dihadapi para guru, khususnya guru-guru di lingkungan pondok pesantren Al Amin Sindangkasih Kabupaten Ciamis yang berkenaan dengan kemampuan menciptakan pembelajaran bahasa berbantuan teknologi (technology-aided teaching) yang masih rendah. Program ini dapat membantu para guru dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan pembelajaran di kelas, bahkan di luar kelas. Workshop ini diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari MTs dan MA Persis-Pondok Pesantren Al Amin Sindangkasih Kabupaten Ciamis selama dua bulan. Materi yang diberikan berkenaan dengan pemilihan materi belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik (material selection) dan pengembangan media pengajaran dengan bantuan teknologi gamifikasi. Program ini dikemas dalam bentuk workshop pengembangan media pembelajaran berbasis gamifikasi dengan tahapan: orientasi, diskusi, ekplorasi materi, aksi, tes, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, interview, dan dokumen, sehingga kinerja peserta dan instruktur selama pelaksanaan program dapat terkontrol dengan baik dan menghasilkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi yang efektif dan terukur. Program ini diharapkan pula mampu membantu pemerintah, sekolah atau guru dalam bidang peningkatan profesionalitas guru seperti yang diamanatkan dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Al Amin Sindangkasih Kabupaten Ciamis.
Rahmat Aziz, Esa Nur Wahyuni, Alfiana Yuli Efiyanti, Wildana Wargadinata
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 260-266; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.3522

Abstract:
Keberadaan remaja yatim/piatu sebagai salah satu sumber daya manusia dalam membangun bangsa perlu mendapat perhatian dan dukungan dalam proses pengembangan optimisme mereka dalam menghadapi kehidupan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun optimisme remaja yatim/piatu melalui pelatihan wirausaha kerajinan tangan. Subjek dampingan berjumlah 15 orang yang dipilih berdasarkan kriteria kegiatan pengabdian. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya Jemaah pengajian An-nisa, staf kelurahan, karang taruna dan masyarakat sekitar. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara simultan dalam proses pengabdian ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan optimisme para remaja dalam menghadapi kehidupannya setelah diberi pelatihan wirausaha kerajinan tangan.
Arief Wibowo, Anindya Putri Pradiptha, Mulyati Mulyati, Dyah Retno Utari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 357-365; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.5872

Abstract:
Pandemi COVID-19 yang telah terjadi di Indonesia merupakan bencana yang tidak pernah diduga sebelumnya. Pada kondisi perekonomian yang sulit di tengah krisis ekonomi dunia, bangsa Indonesia juga harus menghadapi fenomena terjadinya pandemi COVID-19 yang semakin memberatkan pertumbuhan ekonomi. DKI Jakarta sebagai ibukota negara telah menjadi episentrum bagi penyebaran virus Corona yang belum ada penangkalnya. Kondisi perekonomian masyarakat di tingkat keluarga dalam situasi pandemi COVID-19 memerlukan inovasi untuk meningkatkan kembali daya saing dan daya jual ekonomi kemasyarakatan. Pengabdian masyarakat ini telah menghadirkan suatu kegiatan penyuluhan yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Penyuluhan ini telah difasilitasi oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kota Administrasi Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan yang telah dilakukan berupa seminar dan workshop tentang kegiatan wirausaha berbasis teknologi yang adaptif terhadap situasi pandemi COVID-19. Masyarakat sasaran telah diberikan pengetahuan tentang proses bisnis elektronik di era Industri 4.0 yang sarat dengan nuansa teknologi informasi dan komunikasi. Dengan berbekal pengetahuan itu, kegiatan ini telah membangkitkan semangat dan motivasi mereka untuk menjalankan usaha berskala mikro dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, sebanyak 89% peserta menyatakan telah memahami luaran kegiatan dan berpendapat bahwa kegiatan ini telah sesuai dengan harapan. Mereka pun yakin akan mampu memulihkan kondisi khususnya di lingkungan ekonomi keluarga pada masa pandemi COVID-19.
Amanda Puspanditaning Sejati, Iwa Lukmana, Deddy Suryana, Amir Amir, Sifa Rini Handayani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 388-393; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.3349

Abstract:
Pembangunan wilayah merupakan isu yang cenderung muncul, terutama di negara berkembang. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan oleh pemerintah ialah aspek pariwisata. Pengembangan potensi tersebut dapat turut berkontribusi dalam pembangunan suatu wilayah. Akan tetapi, pencapaian hasil pengembangan yang maksimal dapat tercapai apabila didukung oleh unsur-unsur di dalamnya meliputi pemerintah dan masyarakat. Dengan kata lain, ketidakseimbangan antara target pemerintah dan kapasitas masyarakat dapat menghambat ketercapaian target. Kendala yang mungkin muncul ialah ketidakmaksimalan kemampuan promosi wisata masyarakat. Kendala serupa dialami oleh masyarakat Desa Citengah Kabupaten Sumedang. Desa tersebut diproyeksikan untuk dijadikan Desa Wisata karena potensi wisata yang dimilikinya. Upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah pihak Universitas Pendidikan Indonesia menjalin kemitraan dengan Disparbudpora Kabupaten Sumedang. Upaya tersebut direalisasikan melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di desa terkait. Bentuk kegiatan yang ditawarkan kepada masyarakat ialah Pelatihan Komunikasi Multimodalitas Untuk Peningkatan Kemampuan Promosi Para Penggiat Wisata di Desa Citengah Kabupaten Sumedang. Perumusan pelatihan tersebut didasarkan pada permasalahan yang muncul dan relevansi keilmuan pelaksana kegiatan PkM. Secara umum, pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi multimodalitas untuk keperluan komunikasi bagi para penggiat wisata di Desa Citengah, membangun kemandirian khalayak sasaran dalam mempromosikan potensi wisata Desa Citengah dengan menggunakan fasilitas yang tersedia. Kegiatan PkM ini dilakukan selama tujuh bulan sejak Juni sampai Desember 2018. Hasil evaluasi mengarah pada beberapa kesimpulan di antaranya masyarakat Desa Citengah cenderung menyadari indikator-indikator yang menjadi karakteristik Desa Wisata, mampu melakukan promosi wisata melalui media sosial dan website, mampu mengelola website yang dibuat untuk keperluan promosi wisata di Desa Citengah.
Norma Tiku Kambuno, Ni Made Susilawati, Adrianus Ola Wuan, Novian A. Yudhaswara, Karol Octrisdey, Neiny P. Foekh, Yustina K. Wawo Aja
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 366-372; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.4831

Abstract:
Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah penyakit menular di Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur. Desa Naibonat, Kabupaten Kupang Timur dilaporkan masih dengan angka insiden yang tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri basil yang dikenal dengan nama Mycobacerium tuberculosis. Penularan melalui udara saat pasien batuk dan mengeluarkan droplet, anggota keluarga merupakan kelompok yang sangat rentan tertular karena tidak bisa menghindari kontak secara langsung. Penyakit TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur dan tidak putus selain itu pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi lingkungan, peningkatan daya tahan tubuh anggota keluarga, dukungan dari anggota keluarga kepada pasien yang sedang menjalani pengobatan sampai sembuh. Konseling keluarga dan pemberdayaan pemuda untuk menurunkan angka penularan TB kami nilai sebagai salah satu strategi yang efektif. Kegiatan inilah yang kami laksanakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan fokus pada wilayah layanan Puskesmas Naibonat, wilayah gereja katolik Gereja Katolik Sto. Yohanes Maria Vianey-Naibonat dan SMAN 3 Kabupaten Kupang Timur.
Rachmawati Meita Oktaviani, Sunarto Sunarto, Sartika Wulandari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 339-342; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.5738

Abstract:
Sebuah aturan yang baru diluncurkan bisa saja memunculkan penafsiran masing-masing untuk setiap pembacanya. Literasi adalah hal yang penting dalam membentuk pemahaman. Literasi yang dilakukan terkait dengan penerapan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2018. Terkait penerapan Peraturan Pemerintah ini pihak yang akan terdampak adalah UKM. Masalah yang muncul terkait dengan perturan ini adalah bagaimana teknis penerapan dan pelaksanaannya. Tujuan dilakukan kegiatan literasi ini UKM memiliki pemahaman perpajakan yang lebih baik. Ini dibuktikan dengan benar melakukan pembayaran dan pelaporan pajaknya. Metode pengabdian yang dilakukan dengan cara penyuluhan dan simulasi. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Peratura Pemerintah No. 23 Tahun 2018. Sementara simulasi yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai teknis pengisian Surat Pemberitahuan Pajak. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini UKM memiliki pemahaman Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2018. Selain itu UKM sudah memiliki ketrampilan dalam penyusunan SPT Tahunan agar apa yang disampaikan benar.
Abdur Rafik, Yosi Febrianti, Novyan Lusiyana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 373-381; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.5589

Abstract:
Salah satu gejala umum skizofrenia adalah ketidakmampuan Orang dengan Skizofrenia (ODS) untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara baik. Ketidakmampuan ini menyebabkan kognisi sosial ODS rendah dan berpotensi meningkatkan kadar kekambuhan pada ODS jika tidak ditangani secara baik. Oleh karena itu, berbagai intervensi sosial yang salah satunya melalui terapi okupasi perlu dilakukan guna membantu ODS menguatkan kognisi sosialnya. Pengabdian masyarakat ini dirancang dalam rangka memberikan terapi okupasi bagi ODS di Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Yogyakarta. Terapi okupasi diberikan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pembuatan aneka olahan bakso dan gorengan. Pasca pelatihan dan pendampingan, ODS dipilih untuk diberikan bantuan peralatan dan modal kerja untuk dimanfaatkan sebagai modal berusaha. Luaran akhir yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ODS dalam mengolah dan memasarkan olahan bakso dan gorengan, yang pada gilirannya diharapkan akan berdampak pada penguatan kognisi sosial mereka. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ODS dalam membuat dan menghasilkan olahan bakso dan gorengan yang layak jual. Terapi okupansi dalam bentuk aktivitas lain perlu diinisiasi agar kognisi sosial ODS bisa ditingkatkan secara berkesinambungan.
Anggra Fiveriati, Firda Rachma Amalia, Riza Rahimi Bachtiar
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 316-322; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.4656

Abstract:
Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten yang memiliki potensi wisata yang cukup menarik, salah satu objek wisata yang cukup dikenal adalah wisata kebun kopi Gombengsari yang terletak di kaki gunung Ijen. Para warga Gombengsari mengolah hasil panen kopi mereka secara mandiri, mulai dari tahap pemanenan biji kopi yang matang, pengupasan kulit, penjemuran, pematangan, proses penumbukan dan pengemasan, dalam proses tersebut masyarakat Gombengsari sudah menggunakan teknologi yang tepat namun ada satu proses yang masih menggunakan cara yang tradisional yaitu proses penjemuran biji kopi. Sehingga proses penjemuran inilah yang menjadi permasalahan petani kopi Gombengsari, mengingat cuaca di wilayah Gombengsari yang relatif dingin terutama pada musim hujan selain itu petani kopi Gombengsari mengalami permasalahan dalam memasarkan produk kopi bubuk hasil perkebunannya. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi petani kopi Gombengsari, maka tujuan dari pegabdian ini adalah membantu mengatasi permasalahan melalui teknologi tepat guna mesin pengering biji kopi menggunakan teknologi rotary dan pelatihan manajemen marketing pemasaran. Selain itu untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi dalam proses pengeringan, digunakan beberapa metode, yaitu meliputi penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan, kunjungan lapangan, pengadaan peralatan serta pendampingan dan monitoring evaluasi diikuti oleh petani kopi Gombengsari. Dari hasil pengujian untuk mengeringkan kopi basah sebanyak 10 kg.
Ginanjar Wiro Sasmito, M. Nishom, Dega Surono Wibowo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 267-273; doi:10.26877/e-dimas.v11i3.3661

Abstract:
SMK Muhammadiyah Bulakamba merupakan sekolah menengah kejuruan yang ada di wilayah kecamatan Bulakamba, kabupaten Brebes. Hasil survey yang dilakukan, bahwa hampir semua guru, karyawan, dan siswa (99%) menggunakan internet untuk keperluan pembelajaran, kegiatan sosial, hobi dan lainnya pada saat di dalam maupun diluar sekolah. Dengan penggunaan internet yang maksimal maka potensi terhadap kejahatan internet juga sangat tinggi. Kejahatan internet sangat penting diketahui oleh penggunanya, demikian pula bagi guru, karyawan, dan siswa SMK Muhammadiyah Bulakamba. Ini dikarenakan kejahatan internet dapat menyebabkan akibat yang fatal, seperti: hilangnya data, pemalsuan akun, perusakan data dan lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah pembelajaran bagi guru dan siswa SMK Muhammadiyah Bulakamba mengenai kejahatan dan keamanan internet. Metode yang dilaksanakan yakni dengan memberikan presentasi, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, maka hasil yang didapatkan adalah pengetahuan, pemahaman, kompetensi guru dan siswa SMK Muhammadiyah Bulakamba mengenai kejahatan dan keamanan internet semakin meningkat.
Back to Top Top