E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 20873565 / 25285041
Current Publisher: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 232
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Richma Hidayati, Nailatul Izzah, Nazulla Niftyra Nindya, Dewi Syafitri, Muhammad Ikhwan Hidayat
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 7-12; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.2466

Abstract:
Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) merupakan suatu komunitas resmi penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang sudah diakui pemerintah dan berdiri sejak Bulan November 2014. Selama ini masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus masih terdeskriminasi. Mereka kesulitan untuk mencari kerja karena banyak perusahaan di Kabupaten Kudus yang menolak mereka dan tidak menyediakan kuota bagi penyandang disabilitas. Untuk itu sangat diperlukan keterampilan-keterampilan untuk membuka usaha sehingga mereka dapat menambah pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Disamping itu keberadaan eceng gondok di Kabupaten Kudus, terutama di Kecamatan Undaan, sangat melimpah. Eceng gondok dianggap tanaman liar yang sangat mengganggu yaitu menimbulkan masalah pada lingkungan dan memperkeruh kualitas air sungai. Dibalik kelemahannya itu, eceng gondok dapat diberdayakan dan diolah menjadi suatu produk kreasi khususnya anyaman yang berdaya guna dan bernilai seni tinggi. Tujuan program pengabdian ini yaitu mengetahui cara mendampingi anggota FKDK untuk meningkatkan produktivitas disabilitas mandiri, mengetahui cara memanfaatkan dan menambah nilai guna eceng gondok dan mengetahui cara mendampingi anggota FKDK dalam memasarkan produk kreasi eceng gondok. Program GENDIS IRENG meliputi survei lokasi dan sosialisasi, pengambilan eceng gondok, pengeringan dan pemipihan eceng gondok, pembuatan sampel, pembuatan buku panduan, pendampingan, keberlanjutan program, monitoring serta evaluasi. Jadi kerajinan eceng gondok membuka peluang usaha bagi masyarakat, mulai dari penyediaan bahan baku, mengolah bahan mentah menjadi setengah jadi, serta memproduksi produk kerajinan eceng gondok.
Sukmawati Nur Endah, Eko Adi Sarwoko, Nurdin Bahtiar, Adi Wibowo, Kabul Kurniawan
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 1-6; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.2317

Abstract:
Bebras adalah sebuah inisiatif internasional yang tujuannya adalah untuk mempromosikan Computational Thinking (Berpikir dengan landasan Komputasi atau Informatika), di kalangan guru dan murid mulai kelas 3 SD, serta untuk masyarakat luas. Berpikir komputasional (Computational Thinking) adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika). Tantangan bebras menyajikan soal-soal yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional. Cara untuk mempromosikan computational thinking adalah dengan menyelenggarakan kegiatan kompetisi secara daring (on line), yang disebut sebagai "Tantangan Bebras" (Bebras Challenge). Tantangan Bebras bukan hanya sekedar untuk menang. Selain untuk berlomba, tantangan Bebras juga bertujuan agar siswa belajar Computational Thinking selama maupun setelah lomba. Pengabdian ini berupaya untuk mensosialisasikan dan melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah mengenai bebras task sehingga harapannya siswanya mampu bersaing untuk ikut dalam Bebras Challenge Indonesia di tahun mendatang. Kegiatan ini meliputi pre test, pembahasan dan post-test terkait soal-soal Bebras (Bebras Task). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan rata-rata pemahaman pola pikir komputasi dan informatika pada SD Ummul Quro’ sebesar 13,74% untuk siswa kelas IV dan V serta sebesar 10% untuk siswa kelas III.
Maretha Berlianantiya, Khoirul Huda, Yoga Ardian Feriandi, Yuni Harmawati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 74-80; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.2349

Abstract:
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan lulusan SMK guna menciptakan lapangan kerja dengan meemanfaatkan alih IPTEKS ke berbasis ecopreneur (lingkungan). Kegiatan ecopreneur adalah pelatihan kewirausahaan berbasis lingkungan untuk SMK Wijaya Kusuma Madiun. Metode pelaksanaan PKM ini: (a) Pelatihan keterampilan melalui program lokakarya ecopreneur dengan materi wirausaha dan motivasi hidup milenial, (b) pelatihan ecopreneur. Hasil kegiatan PKM adalah a). membuat pewarna alami menggunakan kunyit dan kulit kayu mahoni. Kain yang digunakan adalah primisima. Hari pertama, memberikan peningkatan pemahaman pentingnya menjadi pengusaha muda yang tetap memperhatikan aspek lingkungan, b), kegiatan membuat motif batik pada kain primisima, dan c). proses pewarnaan dari ekstrak kunyit dan mahoni. Berdasarkan evaluasi bahwa workshop ecopreneur serta pelatihan memanfaatkan pelestarian alam seperti kunyit dan kulit kayu mahoni memberikan dampak pengetahuan siswa tentang pewarna alam dari lingkungan hidup. Keberadaan ecopreneur dapat menambah kecintaan proses pelestarian alam dan tidak harus menggunakan pewarna tekstil (bahan kimia) yang berdampak buruk bagi lingkungan.
Majestika Septikasari, Tri Budiarti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 81-86; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.2424

Abstract:
Desa Selarang memiliki 11 posyandu dengan kader sebanyak 55 kader. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan posyandu di desa Selarang kegiatan yang dilakukan kader hanya sebatas penimbangan dan pengukuran berat badan. Berdasarkan wawancara, kader mengetahui bahwa pemantauan seharusnya tidak hanya pada aspek pertumbuhan tetapi juga pada aspek perkembangan tetapi kader tidak tahu cara melakukan deteksi perkembangan anak yang benar. Kader juga belum pernah mendapat pelatihan cara melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut telah dilaksanakan kegaitan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam beberapa tahap. Pertama analisis situasi, kedua penyusunan instrumen pengabdian selanjutnya melakukan perijinan dan koordinasi dengan mitra terkait pelaksanaan pengabdian, melakukan kegiatan pelatihan kader serta melakukan proses monitoring pelaksanaan pemantaunan perkembangan anak oleh kader dengan melakukan kunjungan ke beberapa posyandu. Hasil dari kegiatan ini antar lain pengetahuan dan keterampilan kader tentang pemantauan perkembangan anak meningkat dan kegiatan pemantauan perkembangan anak telah rutin dilakukan di posyandu
Luluk Setyowati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 43-47; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.4374

Abstract:
Kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris merupakan kemampuan dasar yang diperlukan seseorang di era globalisasi. Penting bagi mahasiswa terutama mahasiswa dan civitas akademika di Politeknik Kelapa Sawit Bekasi untuk mahir berbahasa Inggris sehingga bisa berkarir di perusahaan bertaraf internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa dan civitas akademika dengan menggunakan procedure text. Penelitian ini merupakan penelitian deskripitf kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan telaah dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penerapan procedure text tentang pembuatan briket kelapa sawit, peserta tidak hanya belajar untuk menulis dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar, akan tetapi juga belajar speaking. Setelah kegiatan berlangsung, peserta mengalami peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, baik keterampilan menulis maupun berbicara.
Anita Dewi Ekawati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 71-73; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.3585

Abstract:
Mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing bukanlah hal mudah, terutama pengajaran Bahasa Inggris untuk anak usia dini. Guru diharapkan selalu memiliki ide kreatif dan inovatif untuk menarik perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas agar siswa dapat mengerti mengenai materi yang diajarkan. Total Physical Response (TPR) adalah salah satu metode yang dapat diterapkan. TPR adalah sebuah metode yang menggunakan gerak tubuh untuk mengartikan kata. Tujuan diadakannya pelatihan menggunakan metode ini adalah untuk membantu guru mengajar Bahasa Inggris dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Metode ini mudah diaplikasikan untuk guru-guru di TK ‘Aisiyah 101 Cipayung dan TK ‘Aisiyah Bustanul Athfal Ciracas. Peserta yang hadir sebanyak 12 orang terdiri dari Kepala Sekolah dan guru. Metode yang digunakan antara lain 1) pemberian materi tentang TPR mengenai teori dan contoh-contoh dengan power point dan video, 2) penugasan kepada peserta secara berkelompok untuk mencari tema dan mempraktekan TPR, 3) bimbingan dan diskusi mengenai TPR yang dipraktekan. Hasil dari kegiatan ini seluruh peserta bersemangat dan dapat menggunakan metode TPR dengan baik.
Lili Winarti, Rokman Permadi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 33-37; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.3892

Abstract:
Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki untuk memanfaatkan potensi yang ada disekitar, rendahnya motivasi yang di miliki oleh anak-anak panti dan kurangnya pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di panti asuhan Al Mustaqfirin dalam mengolah potensi yang ada menjadi suatu prodak yang bernilai ekonomi, adapun tujuan kegiatan pengabdian memberikan pelatihan keterampilan membuat kerajinan yang berasal dari tempurung kelapa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah melalui penyuluhan dan praktek pengolahan produk kerajinan, dan penghitungan nilai tambah dari tempurung kelapa yang sudah di olah menjadi produk kerajinan. Dari pelaksanaan kegiatan di hasilkan produk kerajinan dan anak-anak panti asuhanan memiliki keinginan kuat untuk bisa memiliki keterampilan, hal ini bisa di lihat dari antusian dan partisifasi aktif mereka dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan.
Meita Larasati, Hera Khairunisa, Novita Kusuma Maharani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 26-32; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.3460

Abstract:
Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk mengembangkan ekonomi masyarakat di Desa Sipak, Bogor. Pelaksanaan PKM ini juga merupakan upaya nyata berkelanjutan Tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA untuk berperan serta dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Desa Sipak. Beberapa warga memiliki kolam ikan yang berpotensi untuk terus dikembangkan dengan baik. Hal tersebut merupakan potensi lapangan pekerjaan yang patut untuk dikembangkan dan diperhitungkan. Tingkat pengangguran yang tinggi di Desa Sipak juga menjadi permasalahan bagi warga desa tersebut karena berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Kegiatan pendampingan budidaya ikan ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengurangi tingkat pengangguran di Desa Sipak. Kegiatan ini diwujudkan dengan pemberian bibit ikan, pakan ikan, dan peralatan penunjang untuk kolam ikan. Kegiatan ini juga diwujudkan dengan adanya pengarahan dan pendampingan pengelolaan kolam ikan yang baik dari Tim Dosen FEB UHAMKA. Pemuda – pemuda yang masih menganggur diberdayakan dalam pengelolaan ikan ini
Eko Apriliyanto
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 101-106; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.2817

Abstract:
Kegiatan usahatani yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Dwi Lestari Banjarnegara yaitu budidaya tanaman secara organik. Salah satu kendala yang ada yaitu kerusakan yang ditimbulkan oleh organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tersebut tidak hanya mengurangi kualitas hasil tanaman, tetapi ada juga yang sampai membuat tanaman tidak berproduksi. Permasalahan yang dihadapi KWT Dwi Lestari adalah: (1) KWT Dwi Lestari belum memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan, (2) KWT Dwi Lestari belum memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan bahan-bahan alami di sekitarnya sebagai bahan atau sumber pengendali OPT. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu transfer teknologi melalui pemberdayaan anggota KWT dengan pemberian materi dan kuisioner tentang pengendalian OPT ramah lingkungan. Sebelum kegiatan dilaksanakan, peserta melaksanakan pre-test tentang pengendalian OPT. Selanjutnya peserta menyimak paparan dari pemateri yang dilanjutkan dengan diskusi dan kunjungan di lahan. Akhir kegiatan dilaksanakan post-test untuk mengetahui kemampuan peserta setelah pemberian meteri. Rerata hasil pre-test yaitu 56,32 sedangkan hasil post-test yaitu 80,00. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilaksanakan transfer teknologi menunjukkan pengaruh pengingkatan pengetahuan bagi seluruh peserta. Semangat tinggi dari seluruh peserta sudah menjadi modal untuk kemajuan kelompok ini. Kegiatan pemberdayaan KWT masih perlu yang lebih terintegrasi seperti pembuatan media tanam organik, pembuatan pupuk organik, pembuatan pestisida nabati, dan pembuatan pestisida hayati.
Joko Minardi, Agus Subhan Akbar
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 11, pp 96-100; doi:10.26877/e-dimas.v11i1.2747

Abstract:
Perkembangan Teknologi Informasi di dunia pendidikan khususnya pendidikan dasar atau sekolah dasar ternyata tidak diiringi dengan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi tersebut, penggunaan media pembelajaran power point masih belum di maksimalkan oleh guru SD di lingkungan UPTD Pendidikan Semarang Selatan, Pengabdian masyarakat yang dilakukakan memang sangat diharapkan oleh UPTD Pendidikan Semarang Selatan guna meningkatkan kompetensi guru seiring dengan mulai diterapkannya SDC (Semarang Digital Class), metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah identifikasi, pelatihan dan pendampingan, pelatihan diikuti oleh 22 guru SD dengan materi pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan power point, setelah pelatihan diadakan evaluasi pembuatan media pembelajaran yang interaktif, kemudian diadakan pendampingan ke SD untuk melihat penerapan hasil pelatihan, disamping pendampingan juga diadakan lomba dengan kriteria terbaik dalam pembuatan media pembelajaran, diharapkan guru semakin kreatif sehingga tujuan peningkatan kompetensi guru dapat dicapai.
Back to Top Top