E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 20873565 / 25285041
Current Publisher: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 211
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Valeria Suryani Kurnila, Apolonia Hendrice Ramda, Hildegardis Mulu, Eufrasia Jeramat, Ricardus Jundu
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 226-103; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3373

Abstract:Konservasi merupakan salah satu realisasi perkembangan anak yang menyatakan bahwa sesuatu tetap konstan/konsisten meskipun ditempatkan dalam berbagai posisi dan permukaan wadah yang berbeda-beda. Hasil Penelitian pada 20 Sekolah Dasar di Kabupaten Manggarai menunjukkan bahwa kemampuan konservasi liquid dan substansi anak-anak usia 6-8 tahun masih sangat rendah. Anak-anak pada usia tersebut masih berada pada tahap operasional konkret. Oleh karena itu, cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah permainan. Permainan yang digunakan bersifat interaktif dan berkarakter dengan memanfaatkan permainan yang biasa mereka lakukan sehari-hari misalnya permainan ular tangga dan permainan kartu domino. Permainan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi permainan Interaktif berkarakter. Agar bisa menjangkau anak-anak dari Sekolah Dasar yang bervariasi, maka kegiatan ini dilakukan di salah satu kelompok Basis Gereja, yaitu KBG Santu Fransiskus. KBG ini berada dalam sebuah Paroki yang biasanya melakukan kegiatan keagamaan. Sehingga kegiatan Permainan Interaktif berkarakter dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan keagamaan seperti renungan kitab suci, belajar lagu rohani dan doa bersama. Kegiatan dengan menggunakan permainan ini tidak hanya untuk anak usia 6-8 tahun, tapi juga untuk yang berusia 9 tahun. Kemampuan konservasi yang ingin ditingkatkan pun tidak hanya liquid dan substansi, tapi juga pada kemampuan konservasi panjang.
Edi Irawan
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 160-38; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3229

Abstract:Hadirnya revolusi industri 4.0 harus disikapi dan dipersiapkan dengan sangat baik, termasuk halnya oleh madrasah. Peluang yang ada justru harus dijadikan pelecut semangat untuk berbenah dan berinovasi agar madrasah semakin maju dan berkembang. Kenyataan yang ada, jangankan untuk menghadapi revolusi industri 4.0, keberadaan website sebagai sarana informasi resmi saja belum ada. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupaya memberikan solusi bagi madrasah swasta di Kabupaten Ponorogo yang belum memiliki website. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan participatory action research. Secara teknis, dilakukan melalui lima tahapan pengabdian berbasis kompetisi yang meliputi persiapan, pelatihan, pendampingan, kompetisi, dan apresiasi. Hasil nyata kegiatan pengabdian ini adalah keberadaan website resmi madrasah dampingan. Seluruh website tersebut selanjutnya dilakukan kompetisi antar madrasah dampingan dengan beberapa kategori perlombaan. Madrasah dengan website terbaik pada masing-masing kategori diumumkan dan diberikan apresiasi pada kegiatan abdimas award. Indikator lain keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah hasil umpan balik dari Kepala Madrasah dampingan. Sebanyak 94% madrasah menyatakan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana dengan sangat baik.
Febrian Wahyu Christanto, Aria Hendrawan, Agusta Praba Ristadi Pinem
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 137-13; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3391

Abstract:Kebutuhan akan kecepatan pengolahan data dan informasi sekarang ini menjadi hal yang viral dan sangat penting untuk mendukung pekerjaan manusia di segala bidang. Banyak sekali bidang pekerjaan sekarang ini sudah mulai meninggalkan pekerjaan yang dilakukan secara manual oleh manusia dan beralih ke sistem komputerisasi untuk mendapatkan hasil keluaran yang lebih baik. Sistem komputerisasi sangat dibutuhkan di dunia perbankan dan koperasi simpan pinjam sekarang ini karena jumlah transaksi perbankan saat ini dalam sehari dapat mencapai ratusan bahkan ribuan transaksi. Koperasi FPM Jateng Sejahtera baru saja membangun sistem komputerisasi bertajuk sistem informasi manajemen untuk pengajuan kredit pinjaman anggota. Diharapkan dari sistem ini dapat memangkas waktu pegajuan kredit pinjaman dari semula 2 minggu menjadi hanya 3 hari. Tetapi masalah yang timbul adalah anggota koperasi belum terbiasa menggunakan sistem ini sehingga membuat frekuensi pengajuan kredit pinjaman menjadi turun. Maka diperlukan pelatihan untuk peningkatan penggunaan sistem informasi manajemen pengajuan kredit pinjaman yang akan diakomodasi dengan program Pengabdian kepada Masyarakat ini melalui metode praktikum. Diharapkan dari kegiatan ini, sistem informasi manajemen Koperasi FPM Jateng Sejahtera dapat digunakan dengan baik oleh anggota untuk menambah modal usaha.
Andri Kusmayadi, Ristina Siti Sundari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 131-6; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3313

Abstract:Itik Cihateup merupakan komoditas unggas lokal Jawa Barat yang proses domestikasinya berasal dari Dusun Cihateup di daerah Kabupaten Tasikmalaya. Itik Cihateup banyak ditemukan di daerah asalnya yang dibudidayakan sebagai penghasil daging dan telur yang dibutuhkan masyarakat sebagai salah satu sumber protein hewani. Konsumen daging dan telur itik tidak sebanyak konsumen daging dan telur ayam dikarenakan karakteristik produk yang berbeda. Melalui pengolahan produk daging dan telur itik sebagaimana pengolahan pada produk ayam perlu dikembangkan agar konsumen produk itik meningkat. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan dan daya kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal desa (itik Cihateup) melalui penerapan teknologi tepat guna. Adapun tujuan khusus kegiatan ini yaitu untuk menghasilkan produk olahan daging dan telur itik yang berkualitas. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara berkesinambungan selama 1 Tahun mulai Januari sampai Desember 2018. Metode pengabdian kepada masyarakat yang diterapkan yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada kelompok ternak Megar Bebek Cihateup di Dusun Cihateup Desa Sukanagalih Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Produk yang dihasilkan selanjutnya dilakukan uji organoleptik oleh panelis terpilih untuk menguji kualitas produk dari segi rasa, warna, aroma, tekstur dan tingkat penerimaan.
Syarif Hidayatullah, Sulistyawati Sulistyawati, Abdul Rahman Jupri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 144-19; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3300

Abstract:Mading sekolah merupakan salah satu upaya untuk menanamkan budaya literasi, namun hal tersebut tidak terjadi pada SMP Muhammadiyah 19 Sawangan dan SMA Muhammadiyah 7 Sawangan. Mading sekolah di kedua sekolah tersebut minim tulisan dan jarang terbit. Hal tersebut dikarenakan minimnya wawasan mereka tentang cara menulis beragam karya tulis dan pengelolaan mading. Oleh karena itu, tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan wawasan sekaligus praktik tentang penulisan beragam karya tulis dan pengelolaan mading sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut metode yang digunakan adalah metode praktek. Para peserta dituntut untuk menulis dan membuat sistem pengelolaan mading sekolah. Setelah diberikan pelatihan, kegiatan ini berhasil membuat para peserta mampu menulis beragam karya tulis dan membuat sistem pengelolaan mading.
Hasbi Yasin, Sugito Sugito, Moch. Abdul Mukid, Alan Prahutama
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 175-50; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3015

Abstract:Kebutuhan akan garam semakin meningkat, baik kebutuhan garam rumah tangga apalagi kebutuhan terhadap garam industri. Kabupaten Pati sebagai salah satu pusat produksi garam di Jawa Tengah diharapkan mampu untuk memenuhi permintaan garam yang semakin meningkat. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan kualitas dan kuantitas garam melalui teknologi yang tepat, murah, dan mudah diaplikasikan oleh para petani garam. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah produksi garam dengan sistem Teknolgi Ulir Filter (TUF) dengan media Geomembrane. Metode ini mampu meningkatkan efisiensi waktu produksi dan juga mampu meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan. Oleh karena itu, Tim Pengabdian PKUM Undip bekerja sama dengan Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Karya Makmur dan KUGAR Garam Mulya dalam upaya meningkatkan produksi kuantitas dan kualitas garam di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang teknik produksi garam dan pemberian bantuan alat produksi untuk meningkatkan kapsitas produksi dan kualitas garam yang dihasilkan. Hasil kegiatan ini mampu meningkatkan produksi garam mencapai 30-40% dengan kualitas garam yang lebih baik (Kualitas K1/Garam Super).
Hervina Nurullita, Hendra Afiyanto, Endrik Safudin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 181-58; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3297

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memotong mata rantai kemiskinan di Desa Bululor, Kecamatan Jambon. Mata rantai kemiskinan di Desa Bulu Lor dapat dipotong jika masyarakat mampu mengubah pola pikir terkait tanaman pertanian. Tanaman pertanian untuk konsumsi didiversifikasi dengan tanaman alternatif untuk produksi. Berubahnya pola pikir ini akan mengubah jenis tanaman pertanian dari padi ke buah naga. Efeknya adalah lahan pertanian tidak hanya untuk tanaman padi (baca=konsumsi), tetapi masyarakat sudah berpikir lahan pertanian dan pekarangan kosong juga digunakan untuk buah naga (baca=produksi). Perubahan pola pikir dan diversifikasi tanaman pertanian akan mampu meningkatkan income lebih untuk kenaikan taraf ekonomi masyarakat. Nantinya dengan banyak munculnya wirausahawan buah naga maka pendapatan masyarakat meningkat. Peningkatan pendapatan masyarakat berelasi dengan meningkatnya tingkat pendidikan generasi muda. Jika tingkat pendidikan sudah mulai mengalami peningkatan maka secara perlahan angka kemiskinan di tahun berikutnya sedikit dapat dikurangi. Melalui tulisan ini disimpulkan adanya agen dari luar sangat diperlukan bagi masyarakat Desa Bulu Lor. Agen berfungsi untuk memberikan pengetahuan tentang budidaya buah naga. Dengan adanya agen akan dapat memotong mata rantai pola pikir masyarakat yang cenderung take it for granted, sehingga masyarakat terbuka peluangnya untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri.
Nasriyah Nasriyah, Ummi Kulsum, Ria Etikasari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 200-77; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.2834

Abstract:Salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya bagi anak usia sekolah dengan menyediakan makanan jajanan yang bergizi guna memenuhi kebutuhan tubuh selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Di Indonesia saat ini sudah banyak variasi makanan jajanan yang dijual untuk anak termasuk di lingkungan sekolah tetapi sayangnya tidak semuanya aman dikonsumsi oleh anak. Penelitian yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan bahwa makanan jajanan yang banyak dijual di sekitar sekolah masih dicampur dengan berbagai zat berbahaya untuk menarik minat anak untuk membelinya. SD 01 Tumpang Krasak dan SD 02 Dersalam Kudus memiliki masalah yang hampir sama terkait dengan warung atau pedagang jajanan di lingkungan sekolah, dimana warung tidak memenuhi syarat jajanan sehat pada anak serta jajanan yang dijual banyak mengandung pengawet, pewarna dan perasa makanan Meskipun ada sebagian makanan yang memenuhi kriteria jajanan sehat, banyak anak sekolah yang lebih memilih jajanan yang tidak memenuhi kriteria sehat karena lebih menarik. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti diare, radang tenggorokan, influenza, yang menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh anak sehingga mengganggu kegiatan belajar. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat melalui sosialisasi tentang jajanan sehat kepada mitra, pembentukan paguyuban pedagang makanan dan minuman jajanan sehat, pembentukan kader kesehatan terkait jajanan sehat, penyusunan job description pengurus dan pengawas, serta kesepakatan pelaksanaan monitoring dan evaluasi ke depan, Pelatihan Pedagang makanan dan minuman jajanan tentang cara menyiapkan makanan dan minuman jajanan sehat beserta variasi makanan yang bisa disiapkan, cara menyajikan makanan dan minuman jajanan sehat untuk menjamin kebersihan, keamanan dan kualitasnya. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terbentuknya kader sekolah dan paguyuban pedagang sekolah, terbentuknya kantin sehat di sekolah. Dengan demikian terpeliharanya kualitas jajanan anak sekolah sehingga mencapai status gizi yang baik dan menurunnya kejadian sakit pada anak sekolah.
Ubad Badrudin, Nur Lulu Fitriyani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 256-131; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3019

Abstract:Tujuan dari pelaksanaan Program Kemitraaan Masyarakat petani kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang antara lain agar petani kopi mampu memahami dan mampu mengaplikasikan tentang teknik memanen yang baik serta dapat mengaplikasikan teknik pengolahan kopi yang lebih baik, mampu memahami dan mengaplikasikan teknik mengangkat beban serta dapat memahami teknik penguluran otot pinggang pada petani kopi dan mengaplikasikannya. Permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra yakni Kelompok Tani Sidodadi dan Sidodadi II adalah teknik memanen yang masih keliru serta pengolahan pasca panen yang hanya melalui teknik pengolahan kopi kering, sehingga diperoleh rasa kopi yang memiliki cita rasa yang kurang nikmat. Selain itu, masih rendahnya tingkat pemahaman teknik mengangkat yang ergonomi, serta pengetahuan yang masih rendah tentang bagaimana menyembuhkan keluhan badan pegal-pegal setelah panen kopi selain dengan obat. Berdasarkan permasalahan tersebut, metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah (1) memberikan pelatihan tentang teknik pemanenan dan pengelolaan pasca panen buah kopi, (2) memberikan penyuluhan tentang teknik mengangkat yang benar saat panen kopi, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan keselamatan kerja petani (menjadi lebih sehat dan hasil panen lebih produktif) dengan cara yang mudah dan (3) memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang penyembuhan keluhan dengan latihan penguluran dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau. Hasil dari kegiatan PKM adalah meningkatnya pengetahuan petani kopi terkait teknik memanen yang baik dan teknik pengolahan pasca panen buah kopi, meningkatnya pengetahuan tentang teknik lifting yang ergonomi, serta dapat mengetahui cara pemyembuhan keluhan badan pegal menggunakan back exercise tanpa minum obat.
Joko Yunianto Prihatin, Slamet Pambudi, Heri Kustanto, Sri Prayoga, Yuliyanto Tri Purnosiwi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 10, pp 262-135; doi:10.26877/e-dimas.v10i2.3063

Abstract:UKM Karak Nasi Sukoharjo merupakan salah satu potensi perekonomian wilayah. Permasalahan yang dialami adalah proses pengeringan yang terbatas kualitas dan kuantitasnya. Proses pengeringan secara konvensional tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu rendahnya kebersihan produk, konsumsi waktu pengeringan lama dan intensitas matahari yang tidak merata sepanjang hari. Pihak tim P2m ATW bersama ukm karak tersebut merumuskan sebuah mesin oven sistem double blow chamber rotary. Mesin tersebut setelah dibuat dan diuji coba telah menghasilkan kapasitas produksi 160potong x 4 nampan = 640 potong pada tiap 30 menit. Sehingga mampu menggantikan pengeringan sinar matahari, terutama ketika pengeringan pada cuaca dingin hujan.