Jurnal Gantang

Journal Information
ISSN / EISSN : 25030671 / 25485547
Current Publisher: Universitas Maritim Raja Ali Haji (10.31629)
Total articles ≅ 55
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Sukma Adi Perdana, Febrian Febrian
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 71-77; doi:10.31629/jg.v4i1.852

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan blok aljabar dalam rangka membantu siswa kelas IX menyelesaikan permasalahan persamaan kuadrat dengan teknik kuadrat sempurna. Blok aljabar digunakan dalam rangka untuk membantu siswa dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang muncul dalam berpikir abstrak yang dibutuhkan ketika menyelesaikan persamaan kuadrat dengan teknik kuadrat sempurna. Ini penting untuk dikaji karena kesulitan dalam berpikir abstrak dalam menggunakan teknik kuadrat sempurna adalah salah satu hambatan yang dialami oleh siswa-siswa kelas IX dalam menyelesaikan masalah persamaan kuadrat dengan teknik kuadrat sempurna. Hasil dari eksperimen memperlihatkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan blok aljabar dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan teknik kuadrat sempurna memberikan hasil yang lebih baik dari pembelajaran yang dilakukan dengan metode konvensional .
Marina Marina, Nur Izzati
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 39-48; doi:10.31629/jg.v4i1.1027

Abstract:Kesenian Marawis merupakan budaya Nusantara yang bernuansa religi. Kesenian ini berkembang di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Kepulauan Riau. Pada kesenian Marawis terdapat indikasi adanya praktek matematis terutama pada corak alat musiknya. Praktek matematis dalam budaya dikenal dengan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika pada corak alat musik kesenian Marawis Provinsi Kepulauan Riau yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar matematika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data merupakan anggota tim Marawis Sekolah Mengengah Kejuruan Negeri 4 Tanjungpinang dan alat musik marawis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Kemudian data dianalisis dengan mengacu pada rancangan Miles and Huberman dengan mereduksi data, penyajian data, serta kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menemukan adanya praktik matematis berupa bangun geometri yaitu bidang datar dan konsep matematika yang meliputi konsep translasi, refleksi, simetri lipat, simetri putar, sudut lancip dan tumpul, serta bidang lingkaran.
Jeri Araiku
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 15-25; doi:10.31629/jg.v4i1.969

Abstract:Based on the merit, the uncertainty of the results, and the lack of depth of existing researches in connecting gender and cognitive level, hence, the purpose of this research is to analyze the difference of students’ mathematics ability in bloom’s taxonomy domain based on gender. This research is quantitative research with 156 students taken as sample, consisted of 81 male and 75 female students. Two-way anova employed in this study, with LSD (Least Significant Difference) and HSD (Honestly Significant Difference) as post hoc test. The results show that all assumption tests for variance analysis are fulfilled. From two-way anova test, obtained the result that Fcount > Ftable at α = 0.05 (Fcount = 10.57 dan Ftable = 2.22) which means that there is interaction between gender and students’ cognitive level. LSD test shows that at level C1, male students perform better than female groups. However, there is no difference between both groups for overall performance. HSD test also reveals that there is significant different on students’ performance in C1, C2, and C3, but not in C4, C5, and C6.
Roy Agung Cahya Putra
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 61-70; doi:10.31629/jg.v4i1.899

Abstract:Koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam mempelajari matematika di sekolah. Melalui koneksi matematis, siswa dapat lebih mudah dalam menyelesaikan soal terutama soal olimpiade. Hal tersebut dikarenakan dalam pengerjaan, soal olimpiade membutuhkan penalaran dan pemahaman konsep serta hubungan antar konsep secara mendalam. Penelitian ini mengangkat tentang kemampuan koneksi matematis berdasarkan tipe kepribadian Sensing-Intuiting, karena tipe Sensing cenderung pada pengetahuan prosedural sedangkan Intuiting cenderung pada pemrosesan data berdasarkan pola dan hubungan secara konseptual dan melihat kemungkinan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa berkepribadian Sensing – Intuiting dalam menyelesaikan soal olimpiade. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMP yang ada di Surabaya dengan subjek sebanyak 2 siswa yaitu 1 siswa tipe Sensing dan 1 siswa tipe Intuiting. Subjek dipilih menggunakan angket Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan diuji dengan 3 soal olimpiade yang kemudian diwawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa berkepribadian Sensingmemiliki kemamuan koneksi matematis sedang dengan rata-rata nilai adalah 3, sedangkan siswa berkepribadian Intuiting memiliki kemampuan koneksi matematis tinggi denga rata-rata nilai adalah 4,6.
M. Syahid
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 49-59; doi:10.31629/jg.v4i1.934

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan representasi matematis siswa bergaya kognitif visualizer-verbalizer dalam menyelesaikan soal TIMSS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini terdiri dari 4 siswa dimana 2 diantaranya merupakan siswa bergaya kognitif visualizer rendah dan tinggi, dan 2 lainnya merupakan siswa bergaya kognitif verbalizer rendah dan tinggi. Intrumen pada penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan lembar angket gaya kognitif, lembar tes soal TIMSS, dan Pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa tes gaya kognitif, tes soal TIMSS , dan wawancara siswa. Adapun teknis analisi data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data,dan penarik kesimpulan. Hasil peneltian ini yaitu bahwa Representasi matematis bergaya kognitif visualizer mampu mengerjakan soal dalam bentuk gambar atau ilustrasi dengan baik melalui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh peneliti, yaitu; ketertarikan pada soal sesuai gaya kognitifnya, memahami soal lebih ketimbang siswa yang bergaya konitif verbalizer, menggunakan cara penyelesaian lebih baik juga hingga mendekati kesempurnaan pada jawabannya. Representasi matematis siswa bergaya kognitif verbalizer mampu mengerjakan soal yang disajikan dengan soal cerita atau narasi lebih mudah memahami serta mampu menguraikan dengan baik serta mampu merepresentasikan dalam bahasa matematia.
Hanifa Zulfitri
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 7-13; doi:10.31629/jg.v4i1.881

Abstract:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Model Eliciting Activities (MEAS) pada materi Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel (SPLTV). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 10 Palembang yang berjumlah 5 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes yaitu tiga soal pemecahan masalah materi SPLTV dan wawancara untuk memperoleh data secara mendalam. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa indikator kemampuan pemecahan masalah yang sering muncul ialah indikator memahami masalah, dimana indikator ini muncul disetiap tingkat kemampuan siswa yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Sedangkan indikator yang sangat jarang muncul ialah indikator melihat kembali. Dimana indikator ini hanya muncul pada tingkat kemampuan siswa yang tinggi saja, sedangkan untuk tingkat kemampuan siswa yang sedang dan rendah indikator ini tidak muncul. Penyebab indikator ini jarang muncul karena kebanyakan siswa tidak menghiraukan perintah soal untuk melihat kembali, siswa merasa cukup dengan perolehan hasil akhir tanpa menganalisis kembali hasil yang telah diperoleh.
Febrian Febrian, Mirta Fera
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 87-95; doi:10.31629/jg.v4i1.1065

Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas perangkat dan keterampilan mengajar dengan menggunakan analisis Model Rasch. Penelitian dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif ini dilakukan pada subjek penelitian mahasiswa semester V tahun akademik 2017/2018 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji pada mata kuliah Micro Teaching. Data yang digunakan berjenis primer/langsung yang diperoleh melalui teknik penugasan berupa perangkat pembelajaran yang terdiri atas silabus mini, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mini, dan media pembelajaran. Data berikutnya diperoleh melalui observasi pada aspek keterampilan mengajar yang merupakan tolok ukur dalam proses pembelajaran. Kemudian dilakukan penilaian terhadap kedua sumber data tersebut dengan menggunakan instrumen lembar penilaian perangkat dan keterampilan mengajar yang memuat indikator-indikator terkait dengan teknik rating scale sehingga menghasilkan data ordinal. Data mentah dari kedua sumber diolah dan dianalisis menggunakan Model Rasch dengan software Ministep. Analisis yang dilakukan adalah person measure, item measure, dan person map item. Hasil analisis dipaparkan dengan teknik deskriptif kualitatif guna menggambarkan kualitas perangkat dan keterampilan mengajar. Hasil analisis perangkat diperoleh bahwa kualitas rata-rata perangkat pembelajaran disusun oleh mahasiswa berada di atas rata-rata taraf kualitas standar perangkat. Terdapat 71% dari total mahasiswa yang memiliki kualitas setiap item pada perangkat di atas rata-rata standar. Hasil analisis pada aspek mengajar diperoleh kualitas rata-rata mengajar mahasiswa lebih tinggi dari rata-rata taraf kualitas mengajar standar. Terdapat sekitar 46,4% dari total mahasiswa yang memiliki kualitas mengajar setiap itemnya berada di atas kualitas rata-rata.
Zuli Nuraeni
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 79-85; doi:10.31629/jg.v4i1.797

Abstract:Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subyek penelitian mahasiswa semester I pendidikan matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Dasar Matematika tahun akademik 2017/2018. Penelitian dilaksanakan melalui 2 siklus. Pada pre test rata-rata hasil belajar yang dicapai adalah 43, pada siklus I rata-rata hasil belajar menjadi 68,4 meningkat 25,4 atau sebesar 59%, sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar menjadi 90 meningkat 21,6 dari siklus I atau sebesar 31,58%. Rata-rata aktivitas klasikal pada siklus I adalah72,36 sedangkan pada siklus II meningkat 12,74 menjadi 85,1, terjadi peningkatan 17,61%. Rata-rata hasil belajar portofolio pada siklus I adalah 77,80 sedangkan pada siklus II meningkat 8,43 menjadi 86,24, terjadi peningkatan 10,84%. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan penilaian berbasis portofolio dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa.
Ayu Mentari
Jurnal Gantang, Volume 4, pp 1-6; doi:10.31629/jg.v4i1.821

Abstract:Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas XII IPA 9 SMA Negeri 1 Palembang melalui pembelajaran berbantuan GeoGebra. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 29 orang siswa. Materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah nilai maksimum dan minimum, selang kemonotonan, gradien garis singgung, dan selang kecekungan kurva fungsi trigonometri. Siklus pertama dilaksanakan sebanyak tiga pertemuan dan siklus ke-2 sebanyak dua pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan observasi. Tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui capaian siswa pada setiap siklus dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data selama proses pembelajaran berlangsung. Data dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas XII IPA 9 pada tes siklus pertama adalah 50,00 dan pada tes siklus ke-2 sebesar 82,76. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbantuan GeoGebra dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, yaitu sebesar 80% siswa telah mencapai ketuntasan pada siklus kedua.
Desty Rupalestari, Yusuf Hartono, Hapizah Hapizah
Published: 30 September 2018
Jurnal Gantang, Volume 3, pp 63-71; doi:10.31629/jg.v3i2.465

Abstract:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi peluang setelah diterapkan model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) di kelas VIII. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.1 SMPN 1 Palembang yang terdiri dari 29 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu tes tertulis yang terdiri dari tiga soal uraian dan wawancara sebagai pendukung data tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi peluang secara keseluruhan dikategorikan baik dengan rata - rata adalah 76,09, dengan rincian siswa terkategori sangat baik sebanyak 20,69%, terkategori baik sebanyak 44,83%, terkategori cukup sebanyak 24,14%, dan terkategori kurang sebanyak 10,34%. Siswa yang terkategori sangat baik dan baik secara keseluruhan mampu menentukan peluang kejadian dengan mencari banyak ruang sampel dan kejadian suatu percobaan dengan baik. Sedangkan siswa yang terkategori cukup dan kurang masih belum mampu menentukan peluang kejadian yang disebabkan oleh kesalahan dalam menentukan banyak ruang sampel dan kejadian suatu percobaan. Kata kunci: hasil belajar; CMP; peluang This research is a descriptive research that aims to find out student learning outcomes in material of probability after applying model of learning namely Connected Mathematics Project (CMP) in class VIII. The subjects of this research were students of class VIII.1 from SMPN 1 Palembang which consists of 29 students. Technique of collecting data that used on this research were written test which consist of three essay question and interview as a supporter of test data. The research results shows that student learning outcomes in the material of probability overall are categorized good with the average is 76.09, with categorized of excellent students as much as 20.69%, good categorized as much as 44.83%, enough categorized as much as 24.14% , and the low categorized as much as 10.34%. Students who are categorized excellent and good, overall are able to determine the probability of the event by finding sample space and events of an experiment well. While students who are categorized enough and low still have not been able to determine the probability of events caused by errors in determining the sample space and the event of an experiment. Keywords: learning outcomes; CMP; probability