Jurnal Gantang

Journal Information
ISSN / EISSN : 25030671 / 25485547
Current Publisher: Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (10.31629)
Total articles ≅ 75
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Maya Nurfitriyanti, Rita Rita Kusumawardani, Indah Lestari
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 19-28; doi:10.31629/jg.v5i1.1665

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran melalui model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran langsung. Kemampuan representasi matematis tersebut dianalisis dengan memperhatikan kemampuan penalaran matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi semua peserta didik Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Indraprasta PGRI yang sedang menempuh mata kuliah Analisa Real pada semester genap tahun akademik 2018/2019. Sampel terdiri dari dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 33 mahasiswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui metode tes. Analisis data dilakukan dengan analisis kovariansi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan representasi matematis antara peserta didik calon pendidik yang memperoleh pembelajaran melalui model PBL dan model pembelajaran langsung. Perbedaan kemampuan representasi matematis tersebut diperoleh dengan memperhatikan kemampuan penalaran matematis.
Erdawati Nurdin, Desti Daragita Nayan, Risnawati Risnawati
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 39-49; doi:10.31629/jg.v5i1.2151

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran model Creative Problem Solving (CPS) jika ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa. Desain yang digunakan pada penelitian kuasi eksperimen adalah the non-equivalent posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA N Plus Pekanbaru. Sampel pada penelitian ini dipilih secara purposif. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MS 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI MS 2 sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan analisis data menggunakan uji anova dua arah diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan pembelajaran model Creative Problem Solving (CPS) dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, (2) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran model Creative Problem Solving (CPS) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, jika ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa, (3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran yang ditinjau dari kemampuan awal matematis terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dalam hal ini model Creative Problem Solving (CPS) baik digunakan pada siswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi dan sedang.
Syaiful Syaiful, Suci Aprillya, Evita Anggraeni
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 51-59; doi:10.31629/jg.v5i1.1562

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Strategi Pembelajaran Everyone is a Teacher Here (ETH) dan gaya kognitif (field dependent dan field independent) terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD 13/IV Tanjungpinang tahun ajaran 2018/ 2019 berjumlah 170 siswa dan sampel berjumlah 84 siswa yaitu kelas VIA, VIB sebagai kelas eksperimen, kelas VIIF sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan instrumen soal tes untuk melihat hasil pemahaman konsep matematika dan instrumen GEFT untuk melihat gaya kognitif. Analisis data dilakukan dengan uji statistik anova dua jalur dan uji lanjut dengan menggunakan uji tukey. Dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran ETH terhadap pemahaman konsep. Hal ini dilihat dari nilai Fhitung = 12,224 > Ftabel = 3,19. Terdapat pengaruh gaya kognitif terhadap pemahaman konsep siswa. Hal ini dilihat dari nilai Nilai Fhitung = 54,566 > Ftabel = 3,19. Tidak terdapat interaksi antara strategi ETH dan gaya kognitif siswa dalam mempengaruhi kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Hal ini dilihat dari nilai Fhitung = 0,805 < Ftabel = 3,19.
Yerizon Yetizon, Rima Tusa'Diah
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 69-76; doi:10.31629/jg.v5i1.1898

Abstract:
Sepanjang 2019 di Indonesia BNPB mencatat telah terjadi 3721 bencana, dan bencana alam yang paling sering terjadi adalah banjir bandang dan tanah longsor. Indonesia berada pada urutan ke-36 dengan indeks resiko 10,36 di bawah india dan Islandia. Oleh karena itu, Pemerintah menganjurkan pendidikan tentang mitigasi bencana alam agar di berikan di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengetahuan peserta didik tentang mitigasi bencana alam. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Instrument penelitian adalah angket tentang mitigasi bencana alam yang telah divalidasi oleh salah satu dosen pendidikan matematika. Dari penelitian ini terbukti bahwa sekitar 88,9% peserta didik MTsN 1 Padang menyatakan tidak adanya pembelajaran tentang pengenalan mitigasi bencana. Pengetahuan mitigasi bencana alam tidak harus diberikan dalam bentuk pembelajaran khusus, namun dapat di integrasikan dalam matapelajaran yang sudah ada, seperti matematika. Melalui penelitian ini peneliti ingin mengembangan perangkat pembelajaran berbasis model discovery learning yang berorientasikan mitigasi bencana alam, sebagai solusi untuk memperkenalkan kepada peserta didik SMP/ MTsN tentang mitigasi bencana alam. Perangkat pembelajaran dirancang khusus dengan memberikan unsur- unsur mitigasi pada soal-soal kontekstual yang akan disajikan di perangkat pembelajaran. Dengan adanya perangkat pembelajaran ini peserta didik bisa mendapatkan pengetahuan mitigasi bencana alam melalui pembelajaran formal seperti mata pelajaran matematika.
Elika Kurniadi, Darmowijoyo Darmowijoyo, Weni Dwi Pratiwi
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 9-18; doi:10.31629/jg.v5i1.299

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian desain pembelajaran yang menghasilkan lintasan belajar dalam mata kuliah pemodelan matematika di salah satu program studi pendidikan matematika FKIP di Sumatera Selatan. Lintasan belajar yang telah didesain bertujuan menghasilkan mahasiswa yang memiliki kompetensi dalam mengkonstruksi soal pemodelan matematika untuk pembelajaran matematika di kelas. Desain pembelajaran ini diujicobakan selama 1 semester pada mata kuliah pemodelan matematika. Sebelum mencapai kompetensi mengonstruksi soal pemodelan matematika, pemahaman konsep dasar mahasiswa tentang pemodelan matematika merupakan tujuan awal yang akan dicapai dari desain pembelajaran ini. Oleh sebab itu, artikel ini akan memberikan gambaran secara menyeluruh terhadap pemahaman konsep dasar mahasiswa dalam mata kuliah pemodelan matematika pada aktivitas pertama dan kedua yang merupakan bagian dari lintasan belajar mata kuliah pemodelan matematika. Subjek penelitian ini adalah 31 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah pemodelan matematika tahun akademik 2018/2019. Penelitian ini dimulai dari tahap perencanaan yaitu analisis kajian materi pemodelan matematika dan perancangan Hypothetical Learning Trajectory (HLT). Selanjutnya, tahap eksperimen yaitu pengambilan data observasi, wawancara dan catatan lapangan selama dilaksanakan perkuliahan. Tahap terakhir penelitian yaitu retrospective analysis dari data yang telah dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh deskripsi kemampuan pemahaman konsep dasar pemodelan matematika dalam mengidentifikasi karakteristik dan menyelesaikan pemodelan matematika.
Sefna Rismen, Ratulani Juwita, Uci Devinda
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 61-68; doi:10.31629/jg.v5i1.1579

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta lambatnya siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif. Penelitian ini merupakan penelitian deskrptif kualitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.Instrumen penelitian berupa tes Matching Familiar Figure Tes (MIFFT) untuk menentukan gaya kognitif impulsif, tes kemampuan pemecahan masalah, dan wawancara untuk triangulasi data. Teknik analisis data MIFFT menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sedangkan teknik analisis data kemapuan pemecahan masalah menggunakan rubrik penilaian berdasarkan indikator pemecahan masalah. Hasil penelitian diperoleh kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif lebih dominan berada pada kriteria rendah.
Nurlaili Nurlaili, Utti Marina Rifanti
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 29-37; doi:10.31629/jg.v5i1.1742

Abstract:
Kemampuan menggunakan dasar keilmuan matematika dalam bidang telekomunikasi merupakan salah satu capaian pembelajaran lulusan (CPL) Program Studi Teknik Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Penguasaan terhadap materi persamaan diferensial linier orde satu merupakan salah satu komponen penting dalam pencapaian CPL tersebut namun hasil evaluasi terhadap jawaban mahasiswa pada topik ini menunjukan tingkat kesalahan yang tinggi. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kesalahan dalam penyelesaian persamaan diferensial orde satu oleh mahasiswa dan menentukan faktor-faktor penyebab kesalahan tersebut sehingga dapat mengurangi permasalahan yang sama pada masa mendatang. Penelitian menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif terhadap subjek penelitian mahasiswa kelas S1TT-06-A yang dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara sedangkan analisis jawaban menggunakan panduan kriteria Watson dan menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, persentase kesalahan kategori data tidak tepat sebesar 20%, ketidaktepatan prosedur sebesar 22,86 %, data hilang sebesar 2,85%, kategori simpulan yang hilang sebesar 11,43%, hirarki keterampilan sebesar 5,71%, kategori konflik level respon dan masalah manipulasi tidak langsung sebesar 0% dan kesalahan di luar kriteria yang tujuh sebesar 14,29%.
Mahmidatul Fitri, Putri Yuanita, Maimunah Maimunah
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 77-85; doi:10.31629/jg.v5i1.1609

Abstract:
Kurikulum 2013 mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran abad 21. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan prototipe perangkat pembelajaran matematika terintegrasi keterampilan abad 21. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Plomp. Penelitian ini terdiri dari tiga fase yaitu: (1) fase investigasi awal (preliminary research); (2) fase prototipe (prototyping phase); dan (3) fase penilaian (assessment phase). Hasil dari penelitian ini adalah prototipe perangkat pembelajaran matematika terintegrasi keterampilan abad 21 melalui penerapan model PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik SMP/MTs. Hasil validasi silabus, RPP, LKPD dan soal kemampuan pemecahan masalah matematis menunjukkan kriteria sangat valid dengan nilai secara berurutan sebesar 3,51; 3,46; 3,48; dan 3,43. Hasil praktikalitas menunjukkan kriteria sangat praktis dengan persentase uji coba kelompok kecil sebesar 91,00%, uji coba kelompok besar sebesar 92,50%, dan respon guru sebesar 93,50%.
A Jupri, Rizky Rosjanuardi
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 1-7; doi:10.31629/jg.v5i1.1828

Abstract:
Indonesian government has been promoting the National Literacy Movement since 2016 to response disappointing results of the Program for International Student Assessment on literacy and mathematical literacy skills of students. This movement involves many parties, including educational universities, to prepare mathematics education students of master level, as prospective teachers or lecturers, to understand mathematical literacy. To investigate this condition, this study aims to analyze master student understanding on mathematical literacy problems. To do so, we conducted an online survey via Google Form involving 32 master students from several universities in Bandung. In this survey, each master student was called for sending two mathematics problems and solutions that considered to be literacy problems. The results revealed that 17 (53%) involved master students understand mathematical literacy problems. The most frequent category of literacy problems to appear was Change and Relationship followed by categories of Space and Shape, Uncertainty and Data, and Quantity, respectively. Another result showed that word problems seemed to be regarded as the same as mathematical literacy problems by some students. We conclude that master student understanding of mathematical literacy needs to be improved for facing future educational careers.
Jayanti Natasya, Nur Izzati
Jurnal Gantang, Volume 5, pp 87-93; doi:10.31629/jg.v5i1.1948

Abstract:
Uji coba implementasi kurikulum kemaritiman (pilot project) di sekolah-sekolah telah mulai dilakukan sehingga perlu adanya media pembelajaran yang berbasis kemaritiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran animasi dengan nuansa kemaritiman berbantuan Macromedia Flash 8 pada materi relasi kelas VIII SMP. Jenis penelitian ini adalah Research and Development dengan menerapkan model 4D melalui empat tahapan yaitu define, design, development, dan disseminate. Penelitian ini melibatkan 26 peserta didik kelas VIII C SMP Negeri 3 Bintan. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik validasi yang dilakukan oleh validator ahli dan angket respon peserta didik untuk mengukur tingkat kelayakan media pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar validasi media, lembar validasi materi, dan lembar angket respon peserta didik. Teknik analisis data menggunakan Method of Summated Ratings, kemudian dihitung persentase kelayakan media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan persentase kelayakan ahli media sebesar 91,25%, ahli materi 97,38%, serta dari angket respon peserta didik 88,74%, ketiga hasil penilaian tersebut termasuk dalam kategori sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan sangat layak digunakan.
Back to Top Top