Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]

Journal Information
ISSN / EISSN : 2338-8021 / 2338-8269
Current Publisher: Institut Pertanian Bogor (10.29244)
Total articles ≅ 175
Filter:

Latest articles in this journal

Anisa Miftah Fadiyah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 161-172; doi:10.29244/jskpm.v5i1.804

Abstract:
Masalah kemiskinan sudah menjadi salah satu fenomena sosial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tingginya angka kemiskinan di Indonesia berdampak pada masalah kesejahteraan sosial, salah satunya yaitu meningkatnya jumlah anak jalanan. Penanganan permasalahan anak jalanan sangat penting untuk dilakukan dan diperhatikan, selain untuk mendapatkan pelayanan kesejahteraan juga untuk menghindari dampak negatif dari tindakan marjinalisasi terhadap anak jalanan. Oleh karena itu, untuk melakukan upaya pemberdayaan anak jalanan diperlukan peran pendamping atau biasa disebut sebagai CD Workers. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan peran CD Worker dengan tingkat keberdayaan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini diolah menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan jumlah responden sebanyak 63 anak jalanan yang mendapat pendampingan dari CD Workers melalui program pemberdayaan anak jalanan di Rumah Singgah Sanggar Senja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran CD Workers dengan tingkat keberdayaan anak jalanan. Kata Kunci: Anak jalanan, CD Workers, Pemberdayaan
Isnaeni Alfi Kurnia
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 85-104; doi:10.29244/jskpm.v5i1.797

Abstract:
Bencana Tsunami membawa dampak yang sangat besar bagi komunitas, bukan hanya korban jiwa tetapi juga kehilangan harta benda. Resiliensi komunitas menunjukkan kemampuan komunitas untuk mampu menghadapi bencana yang mengancam keberfungsian komunitas. Modal sosial adalah salah satu elemen yang diharapkan berperan untuk membangun aksi kolektif diantara anggota komunitas agar dapat bertahan dalam situasi kritis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis modal sosial komunitas, menganalisis resiliensi komunitas menghadapi bencana Tsunami, dan menganalisis peranan modal sosial terhadap resiliensi komunitas menghadapi bencana Tsunami. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas belum tercapai, dimana komunitas belum mampu membangun aksi kolektif untuk mengatasi berbagai masalah dan masih bergantung pihak eskternal. Meskipun modal sosial tergolong tinggi, namun anggota komunitas cenderung individualis untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Salah satu penyebabnya adalah kurang berperannya pemimpin komunitas karena tidak tinggal bersama dengan anggota komunitasnya di hunian sementara (Huntara) sehingga interaksi antar anggota komunitas menjadi terbatas dan tidak ada koordinasi yang baik untuk melakukan aksi bersama dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Kata kunci: Aksi kolektif, Modal sosial, Resiliensi komunitas, Tsunami
Namiratul Fatimah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 42-63; doi:10.29244/jskpm.v5i1.795

Abstract:
Kepulauan Seribu merupakan salah satu Kawasan Taman Nasional dengan peraturan zonasi yang berlaku saat ini pada SK. 386/KSDAE/SET/KSA.0/9/2016. Akibat penetapan menjadi Taman Nasional, nelayan harus melakukan penyesuaian strategi nafkah dan penghidupannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak zonasi laut akibat penetapan Taman Nasional terhadap strategi nafkah nelayan. Penelitian ini dialakukan di Pulau Harapan menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Responden dari penelitian ini adalah 30 rumah tangga nelayan yang dipilih secara purposif dan dibagi dua kelompok berdasarkan ukuran kapal penangkap ikan. Perubahan zonasi Taman Nasional dikaji dari aspek pemerintahan, kesesuaian pemanfaatan zona, dan rencana pembangunan wilayah. Hasil penelitian menyatakan bahwa setiap kelompok nelayan memiliki strategi nafkah yang berbeda, sebagai akibat dari pemanfataan modal nafkah yang berbeda. Secara umum, nelayan di Pulau Harapan memanfaatkan maksimun modal alam dan minimum modal finansial. Nelayan besar lebih memanfaatkan modal manusia yaitu tenaga kerja aggota rumah tangga dan modal sosial yaitu jaringan dengan ABK dan tengkulak, sedangkan nelayan kecil lebih memanfaatkan modal fisik. Kata kunci: Modal nafkah, Strategi nafkah, Zonasi Taman Nasional
Flora Meilfania Putri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 150-160; doi:10.29244/jskpm.v5i1.803

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dinamika kelompok petani kopi dan teh serta peranannya terhadap keberhasilan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner dan data kualitatif didapatkan melalui panduan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan empat kelompok tani memiliki anggota yang mayoritas mempunyai umur dan pendidikan yang rendah. Mayoritas anggota Poktan Berkah Tani baru bergabung dengan kelompok, sementara Poktan Pamulihan, Melati, serta Pelita VB anggotanya sudah lama bergabung dengan kelompok. Poktan berkah tani dan Melati memiliki anggota yang mayoritas sering mengikuti pelatihan, sementara Poktan Pamulihan dan Pelita VB mayoritas anggota sedikit mengikuti pelatihan. Hubungan antara karakteristik anggota dengan dinamika kelompok hanya beberapa yang signifikan, begitu juga dengan hubungan antara dinamika kelompok dan keberhasilan usaha. Perbedaan antara kelompok tani kopi dan teh terletak di norma, peran, groupthink, dan pemenuhan kebutuhan materi. Kata Kunci: Kelompok, Dinamika kelompok, Keberhasilan usaha
Wendy Fajrin Gustavito
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 202-219; doi:10.29244/jskpm.v5i1.807

Abstract:
Radio Komunitas adalah media counter hegemoni yang partisipatif, dalam arti bahwa ia menyediakan ruang publik melalui komunikasi horizontal antar peserta berlangsung, yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan suatu komunitas tertentu dan terlepas dari kekuasaan lebih besar yang mengontrolnya dengan paksaan. Tanpa adanya peran aktif dari masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya maka radio komunitas tersebut telah gagal memenuhi tugasnya. Oleh karena itu diperlukan partisipasi masyarakat dalam radio komunitas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan kesuksesan radio komunitas, dengan tujuan spesifik: (1) Menganalisis aspek-aspek pengelolaan program siaran radio komunitas, (2) Menganalisis tingkat partisipasi masyarakat terhadap aspek-aspek pengelolaan radio komunitas, (3) Menganalisis kesuksesan radio komunitas. Metode penyusunan proposal penelitian adalah pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dalam melengkapi data. Data-data diolah menggunakan uji korelasi rank spearman dan dilakukan secara random sampling dengan pemberian kuesioner berisi pertanyaan Skala Likert pada 97 khalayak mahasiswa pengikut akun Instagram RTC UI di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Radio Komunitas
Hotma Yuli Kasih Theresia
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 105-120; doi:10.29244/jskpm.v5i1.799

Abstract:
Kelapa sawit menduduki peringkat pertama sebagai penghasil devisa negara Indonesia terbesar dan merupakan komoditas unggulan di Jawa Barat, dan juga menyerap tenaga kerja laki-laki dan perempuan. Penelitian ini akan menjelaskan situasi dan kondisi buruh laki-laki dan perempuan di tempat kerja dan di rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Kebun Cimulang. Responden pada penelitian terdiri dari 23 orang buruh Pemeliharaan, 18 orang buruh perempuan dan 5 orang buruh laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan peran di rumah tangga yaitu beban kerja ganda bagi buruh perempuan berupa pekerjaan publik, domestik, bahkan sampingan. Di tempat kerja, perbedaan peran antara buruh laki-laki dan perempuan terjadi pada kegiatan chemist. Secara garis besar, berdasarkan total pendapatan rumah tangga, sebesar 75% rumah tangga responden termasuk kategori miskin sedangkan 25% lainnya termasuk kategori tidak miskin, jika dibandingkan dengan garis kemiskinan Kabupaten Bogor. Kata Kunci: Laki-laki, Perempuan, Perkebunan, Rumah tangga
Aini Zuryati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 134-149; doi:10.29244/jskpm.v5i1.801

Abstract:
Kepemimpinan merupakan faktor utama yang mampu mengorganisasikan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Peran pemimpin dalam sebuah kelompok usaha mempunyai pengaruh yang sangat besar jika pemimpin berhasil menjalankan perannya dengan baik. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Budidaya ikan hias di Desa Ciherang merupakan salah satu UMKM yang telah memiliki prestasi dalam pengembangan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan peran pemimpin dengan keberhasilan usaha budidaya ikan hias di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Data dianalisis menggunakan tabel frekuensi dan uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan pada kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel peran pemimpin dengan keberhasilan usaha. Namun jika dilihat dari indikator peran pemimpin, terdapat dua indikator yang berhubungan signifikan dengan keberhasilan usaha, yakni peran pemimpin dalam memfasilitasi tercapainya tujuan dan peran pemimpin dalam menampung aspirasi anggotanya. Kata Kunci: Keberhasilan usaha, peran pemimpin, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Naila Humaira
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 18-41; doi:10.29244/jskpm.v5i1.794

Abstract:
Partisipasi anggota komunitas dalam bank sampah dianggap dapat mengurangi masalah lingkungan yaitu penumpukan sampah. Namun peran berbeda antara pengurus dan anggota serta situasi pandemi COVID-19 yang terjadi dapat mempengaruhi intensi dan perilaku memilah sampah. Menerapkan perilaku memilah sampah tidak selamanya berkelanjutan karena dipengaruhi intensi individu di tingkat komunitas. Intensi menampilkan suatu perilaku dapat ditelaah dari sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dalam kerangka Theory of Planned Behavior .Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) Hubungan intensi dengan perilaku memilah sampah saat pandemi; (2) Faktor yang berhubungan dengan intensi memilah sampah saat pandemi; (3) Pengaruh perbedaan status keanggotaan pada bank sampah pada intensi dan perilaku memilih sampah saat pandemi dan sebelum pandemi; serta (4) Pengaruh situasi pada perbedaan intensi dan perilaku memilah sampah situasi saat pandemi dan kembali normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada 54 orang anggota bank sampah di Kabupaten Bogor dan didukung dengan data kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson, uji Independent-sample t-test, dan Paired-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara intensi dengan perilaku memilah sampah saat terjadi pandemi COVID-19 sebesar 0.270 (p=0,048). Sikap merupakan prediktor utama yang mempengaruhi intensi untuk menerapkan perilaku memilah sampah organik dan an-organik. Ditemukan perbedaan yang signifikan antara intensi memilah sampah di masa pandemi dan saat kembali normal. Tidak ada dukungan data mengenai perbedaan intensi memilah sampah saat situasi pandemi akibat perbedaan status keanggotaan bank sampah; maupun perbedaan perilaku memilah sampah saat dan sebelum pandemi. Kata Kunci: Intensi, Situasi pandemi, Partisipasi, Perilaku memilah sampah, Status keanggotaan
Ari Ramadan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 64-84; doi:10.29244/jskpm.v5i1.796

Abstract:
Salah satu media sosial yang digunakan oleh usaha “Rendang Uninam” untuk mempromosikan produknya adalah Instagram. Penggunaan Instagram dipilih karena Instagram merupakan salah satu media sosial yang sangat populer di kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas promosi produk “Rendang Uninam” melalui Instagram. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan efektivitas promosi produk “Rendang Uninam” melalui media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan cara menyebarkan kuesioner online. Kemudiandilanjutkan dengan wawancara bersama pemilik usaha, admin dan karyawan sebagai informan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram cukup efektif untuk menstimulasi perhatian (attention) responden, akan tetapi belum efektif dalam memunculkan ketertarikan (interest), keinginan (desire) responden untuk membeli, serta membuat responden untuk melakukan tindakan (action) membeli. Efektivitas promosi melalui media sosial Instagram ini berhubungan dengan aktivitas promosi yang dilakukan oleh akun @rendang_uninam yaitu tingkat daya tarik pesan, gaya pesan, tingkat keakuratan dan kejelasan pesan, dan frekuensi penyampaian pesan. Kata kunci: Rendang, Efektivitas, Promosi, Media sosial, Instagram
Nanda Rizky Fauziah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 189-201; doi:10.29244/jskpm.v5i1.806

Abstract:
Pengembangan wisata berbasis digital atau Digital Tourism 4.0 yang digagas oleh Kementerian Pariwisata ditujukan untuk mencapai pariwisata yang lebih global dan kreatif dengan millenial sebagai target wisatawan. Upaya dari mewujudkan Digital Tourism pada desa wisata tentunya membutuhkan dukungan berupa partisipasi dari masyarakat setempat selaku penggerak utama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengidentifikasi hubungan antara partisipasi masyarakat dengan pemanfaatan digital pada Desa Wisata Jelok. Data kuantitatif diperoleh melalui kuisioner sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas masyarakat berada pada tingkat partisipasi insentif-fungsional, yakni masyarakat berpartisipasi pada Desa Wisata Jelok untuk mendapatkan imbalan material atau non-material dan pemanfaatan digital di Desa Wisata Jelok sudah tinggi namun tidak memiliki hubungan yang kuat dengan partisipasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Pokdarwis Dewi Elok lebih aktif berperan dalam pemanfaatan digital pada Desa Wisata Jelok dibandingkan masyarakat Dusun Jelok itu sendiri Kata Kunci: Partisipasi, Desa wisata, Pemanfaatan digital
Back to Top Top