Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]

Journal Information
ISSN / EISSN : 2338-8021 / 2338-8269
Current Publisher: Institut Pertanian Bogor (10.29244)
Total articles ≅ 142
Filter:

Latest articles in this journal

Suci Awalia Rahmadani, Dwi Retno Hapsari
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4, pp 453-466; doi:10.29244/jskpm.4.4.453-466

Abstract:
Pertumbuhan dan perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Usaha Mikro Kecil dan Menengah digunakan untuk mengurangi pengangguran dan menyerap tenaga kerja. Pemasaran menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh UMKM. Komunikasi pemasaran terpadu dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada pelanggan dengan menggunakan komponen-komponen yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi pemasaran terpadu pada peningkatan pendapatan UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dengan responden sebanyak 33 orang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik UMKM dengan komunikasi pemasaran terpadu, tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pelaku UMKM dengan komunikasi pemasaran terpadu, terdapat hubungan yang signifikan antara komponen komunikasi pemasaran terpadu dengan peningkatan pendapatan UMKM, dan terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi pemasaran terpadu dengan peningkatan pendapatan UMKM.Kata kunci: komunikasi pemasaran terpadu, peningkatan pendapatan, usaha mikro kecil dan menengah==========ABSTRACTThe growth and development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) has a positive impact on the Indonesian economy. MSMEs are used to reduce unemployment and absorb labor. Marketing is one of the main problems faced by MSMEs. Integrated marketing communication can be used to introduce products to customers by using existing components. This study aims to analyze the role of integrated marketing communication in increasing MSME income. This study uses a quantitative approach that is supported by qualitative data with 33 respondents. The results obtained showed that there was no significant relationship between the characteristics of MSMEs with integrated marketing communication, there was no significant relationship between the characteristics of MSMEs actors with integrated marketing communications, there was a significant relationship between the components of integrated marketing communication with an increase in MSME income, and there was a significant relationship between integrated marketing communication with an increase in MSME income. Keywords: income rise, intergrated marketing communication, Micro, Small and Medium Enterprises
Melita Emas Lumban Raja, Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4, pp 535-552; doi:10.29244/jskpm.4.4.535-552

Abstract:
Masyarakat dapat mengakses informasi data iklim seperti data Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara, dan Geofisika dari berbagai media yang digunakan. Lembaga pemerintah non kementerian di Indonesia yang berwenang terhadap data ini adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyediakan portal layanan data online yang berisikan data iklim, Portal ini secara khusus digunakan oleh mahasiswa Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB Angkatan 2015, 2016, dan 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna portal data terhadap perolehan data iklim yang disediakan oleh BMKG. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei menggunakan instrumen kuesioner dan didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB Angkatan 2015, 2016, dan 2017 tidak puas atas perolehan data iklim yang disediakan oleh BMKG. Hal ini ditinjau berdasarkan hubungan karakteristik pengguna dan perilaku penggunaan dengan tingkat kepuasan perolehan data iklim dari portal layanan data online BMKG.Kata Kunci: gratification, tingkat kepuasan, perilaku penggunaan media=====ABSTRACTPublic can access information such as Meteorology, Climatology, Air Quality and Geophysics data from various media used. The non-ministerial government institutions in Indonesia that are authorized for this data are the Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG provides an online data service portal containing climate data. This portal is specifically used by students of the batch 2015, 2016 and 2017 from Department of Geophysics and Meteorology FMIPA IPB. The aim of this research is analyzing the satisfaction of data portal users on climate data acquisition provided by BMKG. The approach used is a quantitative approach with a survey method using a questionnaire instrument and supported by qualitative data with interview methods. The results of this study indicate that the students of the batch 2015, 2016, and 2017 from Department of Geophysics and Meteorology FMIPA IPB were not satisfied with the acquisition of climate data provided by BMKG. This was reviewed based on the relationship between user characteristics and usage behavior with satisfaction of climate data acquisition from BMKG's online data service portal.Keywords: gratification, satisfaction level, media use behavior
Aulia Mulqi, Sutisna Riyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4; doi:10.29244/jskpm.4.4.477-490

Abstract:
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat menyebabkan aktivitas komunikasi antar manusia menjadi lebih mudah dan praktis. Salah satu bentuk perkembangan TIK yaitu internet dengan media sosial sebagai salah satu fasilitasnya. Namun, pada penggunaannya media sosial tidak selalu berdampak positif. Agar terhindar dari dampak negatif media sosial, maka dibutuhkan literasi media bagi para penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan karakteristik individu remaja, menjelaskan tingkat literasi media remaja, menjelaskan pemanfaatan media sosial oleh remaja, dan menganalisis hubungan karakteristik individu dan literasi media dalam pemanfaatan media sosial. Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan Statistika deskriptif dan Inferensial dengan uji korelasi rank spearman dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat literasi media responden pada aspek technical skills dan communicative abilities tergolong pada kategori tinggi sedangkan pada aspek critical understanding tergolong sedang. Frekuensi mengakses media sosial oleh remaja tergolong ke dalam dua kategori, yakni frekuensi rendah dan tinggi dengan durasi mengakses tinggi, media yang paling banyak digunakan responden dalam mengakses media sosial adalah ponsel, serta mayoritas responden mengakses media sosial untuk tujuan komunikasi. Pendidikan, biaya paket data merupakan karakteristik responden yang berhubungan signifikan dengan tujuan pemanfaatan, serta critical understanding dan communicative abilities berhubungan sangat nyata dengan frekuensi, durasi mengakses, dan tujuan pemanfaatan.Kata Kunci : literasi media, media sosial, pemanfaatan media sosial=====ABSTRACTThe purpose of this study is to explain the individual characteristics of village youth, explain the level of media literacy of village youth, explain the use of social media by village youth, and analyze the relationship of individual characteristics and media literacy in the use of social media. Analysis of the data used in the form of quantitative and qualitative data analysis. Quantitative analysis is done by descriptive and inferential statistics with a Spearman rank correlation test and chi-square. The results showed that the level of media literacy of respondents in the aspects of technical skills and communicative abilities was in the high category while in the aspect of critical understanding was moderate. The frequency of accessing social media by rural adolescents falls into two categories, namely low and high frequencies with high access duration, the media most widely used by respondents in accessing social media are mobile phones, and the majority of respondents access social media for communication purposes. Education, data package costs are characteristics of respondents that are significantly related to the purpose of utilization, and critical understanding and communicative abilities are very significantly related to frequency, duration of access, and purpose of utilization.Keywords: media literacy, social media, use of social media
Inas Majida, Pudji Muljono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4; doi:10.29244/jskpm.4.4.491-502

Abstract:
Pemberantasan buta aksara melalui Program keaksaraan dasar adalah salah satu bentuk pemberdayaan perempuan yang akan mempengaruhi pembangunan nasional. Upaya pemberdayaan perempuan bersifat strategis, karena perempuan yang telah melek aksara akan mempunyai kemandirian dan kepercayaan diri dalam mengatur perekonomian keluarga yang secara tidak langsung akan mengurangi kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kebutuhan belajar dengan kemampuan aksara warga belajar dan menganalisis dampaknya terhadap pemberdayaan perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah Analisis tabulasi silang dan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebutuhan belajar internal nonfisik dengan kemampuan membaca dan menulis. Hubungan yang signifikan juga terdapat pada kemampuan membaca dan menulis dengan pemberdayaan meliputi aspek pendidikan, aksesibilitas dan tindakan.Kata kunci: program keaksaraan dasar, kemampuan aksara, pemberdayaan perempuan, kebutuhan belajar=====ABSTRACTEradication of illiteracy through Basic Literacy Programmes is a form of empowerment of women what will affect national development. Women’s empowerment efforts are strategic because women who have literacy will have confidence in the independence and set up a family economy indirectly will reduce the level of poverty. The purpose of this paper is to analyze the relationship of learning needs with the success of the Basic Literacy Program and to analyze the impact on the women empowerment. This research using a quantitative approach that is supported by qualitative data. The analysis of the data used Cross Tabulation Analysis and use Rank Spearman statistic test. The result of the research showed that there is a significant correlation between reading and writing ability. There is a significant correlation between reading and writing ability and empowerment which included aspects of education, accessibility, and action.Keywords: basic literacy program, the effectiveness of the program, the level of women empowerment, the level of fulfilment
Rizqa Leony Putri, Ninuk Purnaningsih
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4, pp 467-482; doi:10.29244/jskpm.4.4.467-482

Abstract:
Produk pangan yang dihasilkan dari agroindustri berkembang pesat setiap tahunnya. Besarnya permintaan akan makanan dan minuman tersebut membuat pelaku usaha memasarkan produk pangan olahan yang saat ini banyak digemari masyarakat. Industri produk pangan olahan baik dalam skala kecil maupun besar bersaing dalam menciptakan promosi yang dapat meningkatkan minat masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi, pelaku usaha mulai mengembangkan penjualannya ke seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara dengan melakukan pemasaran melalui media sosial, khususnya instagram. Media sosial instagram dapat memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkomunikasi kepada calon konsumen potensial secara langsung karena kegiatan promosi dilakukan tanpa batasan ruang dan waktu. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan uji korelasi dengan pemilihan responden melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik pengguna instagram dengan keterdedahan media sosial. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keterdedahan media sosial memiliki hubungan dengan efektivitas media promosi.Kata Kunci : Komunikasi pemasaran, promosi, produk pangan olahan======ABSTRACTFood products produced from agro-industries develop rapidly each year. The large demand for food and beverages has made businesses market processed food products that are currently much loved by the public. The processed food product industry both in small and large scale competes in creating promotions that can increase public interest. Along with technological developments, businesses have begun to expand their sales to all regions of Indonesia and even abroad by marketing through social media, especially Instagram. Instagram social media can provide opportunities for business people to communicate with potential customers directly because promotional activities are carried out without space and time restrictions. The data analysis technique used in this study is a correlation test with the selection of respondents through the accidental sampling technique. The results showed that there was no relationship between the characteristics of Instagram users and social media exposure. The results also showed that social media expertise has a relationship with the effectiveness of promotional media.Keywords: marketing communication, promotion, processed food product
Mohammad Fuad Al Furqon, Amiruddin Saleh
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4, pp 569-584; doi:10.29244/jskpm.4.4.569-584

Abstract:
Produk olahan pertanian yang sebagian besar beroperasi di pedesaan dan berupa sektor usaha kecil biasanya membuat promosi melalui media konvensional seperti brosur, poster, booklet dan lainnya sudah tidak efektif. Penjualan secara konvensional mulai banyak ditinggalkan karena munculnya inovasi dalam teknologi informasi dan komunikasi dimana pembelian barang atau jasa dapat dilakukan melalui internet salah satunya media sosial instagram. Tujuan penelitian adalah menghasilkan analisis efektivitas instagram sebagai media promosi, menganalisis hubungan karakteristik followers dengan tingkat keterdedahan media sosial serta menganalisis hubungan tingkat keterdedahan media sosial dengan efektivitas instagram sebagai media promosi. Penelitian menggunakan metode survei dengan data kuantitatif berupa kuesioner online yang didukung oleh data kualitatif berupa wawancara mendalam dengan satu orang admin instagram Serambi Botani sebagai informan. Jumlah responden dalam penelitian adalah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instagram efektif dalam meningkatkan pengetahuan (aspek kognitif) responden terkait produk olahan pertanian Serambi Botani.Kata Kunci : efektivitas media sosial, instagram, karakteristik, keterdedahan media sosial, produk olahan pertanian=====ABSTRACTProcessed agricultural goods which are mostly operated in villages and most likely be part of small scale businesses are usually promoted through conventional media such as brochures, posters, booklets etc. that are no longer effective. Conventional methods in marketing and trade are being replaced by innovative information and communication technologies in which the trade of goods or services can be done online through the internet and one of the media is social media Instagram. The purpose of this study is to analyze of the effectiveness of Instagram as promotional media, to analyze the relationship between the characteristics of followers with the level of social media exposure and relationship between the level of social media exposure with the effectiveness of Instagram as promotional media. This study uses a survey method by using quantitative data in the form of an online questionnaire which is supported with qualitative data in the form of an in-depth interview with one Serambi Botani Instagram admin as an informant. The total number of respondents in this study is 40 people. The results of the study showed that Instagram was effective in increasing knowledge (cognitive aspects) of respondents related to agricultural products of Serambi Botani.Keywords: characteristic, the effectiveness of social media, exposure of social media, Instagram, processed agricultural goods
Bella Oktavianita, Sarwititi Sarwoprasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4, pp 525-534; doi:10.29244/jskpm.4.4.525-534

Abstract:
Iklim komunikasi organisasi merupakan persepsi pegawai mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungannya. Kantor Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor merupakan salah satu kantor desa yang memiliki berbagai prestasi. Prestasi yang sudah diraih tentu saja tidak lepas dari peran kinerja aparatur pemerintahan desa dan masyarakat yang terlibat dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan kepuasaan kerja yang dirasakan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan iklim komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja dan hubungan kepuasan kerja dengan kinerja aparatur pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner yang didukung oleh data kualitatif melalui teknik wawancara mendalam dan studi literatur dengan responden sebanyak 36 orang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan nyata antara iklim komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja dan hubungan sangat nyata antara kepuasan kerja dengan kinerja aparatur pemerintahan desa.Kata Kunci: iklim komunikasi, kepuasan kerja, kinerja, komunikasi organisasi=====ABSTRACTOrganizational communication climate was the employee's perception of events that occurred in their environment. The Cibalung Village Office, Cijeruk Subdistrict, Bogor District was one of the village offices that had various achievements. The achievements that have been achieved certainly could not be separated from the role of the performance of the village government apparatus and the community involved in creating a productive work environment and perceived job satisfaction. Therefore, this study aimed to analyze the relationship of organizational communication climate with job satisfaction and the relationship of job satisfaction with the performance of village government officials. This study used a quantitative approach through a survey method with a questionnaire supported by qualitative data through in-depth interview techniques and literature studies with 36 respondents. The results obtained indicated that there was a real relationship between organizational communication with job satisfaction and the very obvious relationship between job satisfaction by the performance of the village government apparatus.Keywords: communication climate, job satisfaction, performance, organizational communication
Fathan Robbiansyah, Sumardjo Sumardjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4, pp 509-524; doi:10.29244/jskpm.4.4.509-524

Abstract:
Cyber extension merupakan sebuah upaya untuk menggunakan jaringan internet, akses dunia maya dan multimedia interaktif digital, untuk memfasilitasi penyebarluasan berbagai informasi yang dapat membantu menyelesaikan masalah serta mengembangkan pertanian. Perlu diketahui faktor apa yang berperan penting dalam keefektifan penyebaran informasi dan bagaimana hubungannya dengan peningkatan kapasitas petani. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis hubungan setiap indikator karakteristik individu petani dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani; (2) Menganalisis hubungan antara aksesibilitas informasi petani dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani; dan (3) Menganalisis hubungan intensitas mengakses informasi dan melakukan komunikasi dalam bidang pertanian dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus, sebagai data primer dengan panduan kuesioner dan data kualitatif digunakan peneliti dengan melakukan wawancara mendalam kepada responden dan informan menggunakan panduan pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik individu yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani adalah tingkat kekosmopolitan; (2) Aksesibilitas informasi berhubungan sangat kuat dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani; dan (3) Indikator intensitas komunikasi interaktif dalam bidang pertanian menunjukkan hubungan kuat dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani.Kata Kunci : aksesibilitas informasi, keefektifan diseminasi informasi, manfaat cyber extension=====ABSTRACT Cyber extension is an effort to use the internet networks, cyberspace access and digital interactive multimedia, to facilitate the dissemination of various information that can help solve the agricultural problem and develop the farming. It is necessary to know what factors play an important role in the effective dissemination of information and how it relates to increasing the capacity of farmers. The objectives of this study are (1) To analyze the relationship between the indicator of farmer individual characteristics and the effectiveness of information dissemination that felt by farmers; (2) Analyzing the relationship between information accessibility and the effectiveness of information dissemination that felt by farmers; and (3) Analyzing the relationship of accessing information and communication intensity in agriculture field with the effectiveness of information dissemination that felt by farmers. Data was collected by the census method as primary data with questionnaire guidance and qualitative data used by researchers by conducting in-depth interviews with informants using question guides. The results showed that (1) Individual characteristics that showed a very strong association with the effectiveness of information dissemination that felt by farmers were the level of cosmopolitanism; (2) Information accessibility has a very strong association with the effectiveness of information dissemination that felt by farmers; and (3) The intensity of interactive communication in agriculture showed a very strong association with the effectiveness of information dissemination that felt by farmers.Keywords: benefits of cyber extensions, the effectiveness of information dissemination, information accessibility
Lana Ciarna Artheswara, Asri Sulistiawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4, pp 437-448; doi:10.29244/jskpm.4.4.437-448

Abstract:
Pesatnya perkembangan E-Commerce di beberapa tahun belakang, menjadikan E-Commerce sebagai prospek bisnis besar dalam dunia perdagangan. Tren penggunaan E-Commerce ini melanda dunia remaja, dibuktikan dengan adanya survey OTX dan The Intelligence Group yang dilakukan terhadap remaja berusia 13-17 tahun, hampir 6 dari setiap 10 remaja pernah membeli produk dan jasa lewat internet. Hasil survey ini menunjukkan bahwa perilaku remaja dalam berbelanja di E-Commerce telah berkembang dan menjadi gaya hidup remaja perkotaan. Namun, akses internet di Indonesia saat ini dapat dijangkau hingga ke daerah pedesaan, maka dari itu saat ini E-Commerce dapat diakses oleh semua orang tanpa adanya batasan geografis. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yang berbeda yaitu di Kota dan Kabupaten Bogor. Hal ini untuk membandingkan hasil data dari kedua lokasi tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat penggunaan E-Commerce yang dilihat dari frekuensi penggunaan aplikasi, durasi akses aplikasi, dan banyaknya aplikasi E-Commerce pada gawai yang dimiliki oleh remaja Kota dan Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif. Data kuantitatif didapat melalui kuesioner dan data kualitatif didapatkan dari wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam hal penggunaan E-Commerce oleh remaja yang tinggal di daerah pedesaan dan di Kota Bogor. Perbedaan nampak dalam hal durasi akses dan tingkat kepemilikan aplikasi E-Commerce.Kata Kunci : E-Commerce, ICT, Internet, Remaja=====ABSTRACTThe development of Electronic-Commerce (E-Commerce) in the past few years has made E-Commerce as a big business prospect in the world of commerce. The trend of E-Commerce is coming to adolescent’s world, there’s evidenced by the OTX survey and The Intelligence Group conducted on adolescents aged 13-17 years, the survey said that 6 out of every 10 teenagers have bought products and services online. The results of this survey indicate that adolescent behaviour in shopping in E-Commerce has developed and become a lifestyle of urban youth. While internet access in Indonesia can be reached up to rural areas, it means E-Commerce can be accessed by everyone without geographical restrictions. This research was conducted in two different locations, on Urban and Rural Area in Bogor to compare the results of data from the two locations. This paper aims to determine differences in the level of E-Commerce usage, and the indicator to measure it is the frequency of application usage, the duration of application access, and the number of E-Commerce applications on devices. This research uses a quantitative approach and is supported by qualitative data. Quantitative data obtained through questionnaires and for qualitative data obtained from in-depth interviews. The results of this study is the duration of access and the amount of E-Commerce has significant differences between the adolescent who lived in Urban and Rural Area of Bogor.Keywords : E-Commerce, ICT, Internet, Teenagers
Nur Puti Kurniawati, Dwi Sadono, Endang Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 4; doi:10.29244/jskpm.4.4.545-560

Abstract:
Agricultural extension agent was the main spearhead in carrying out counseling. A good agricultural extension agent can be reflected in their performance. The purpose of this study were: (1) describe the characteristics of agricultural extension agent, (2) describe the level of competence, level of work motivation, and describe level of performance of agricultural extension agent, (3) analyze the relationship between characteristics of agricultural extention agent and the level of performance of agricultural extension agent, (4) analyze the relationship between the level of competency of agricultural extension agent and the level of performance of agricultural extension agent, (5) analyze the relationship between the level of motivation of agricultural extension agent and the level of performance of agricultural extension agent. Responden in this study were 48 field extension agent who are civil servant in Ciamis Regency West Java and selected by census. Data were analyzed using Rank Spearman correlation test. The results showed that agricultural extension agent in Ciamis Regency were dominated by extension agent who were old, undergraduate educated, had little training, and had a long working period. Agricultural extension agent in Ciamis Regency generally have sufficient competency which tends to be high and generally dominated by the need for achievement motivation. The results also show that there is a relationship between managerial competence and performance, social competence with performance, technical competence with performance, level of competency with performance, and the need for achievement with performance.Keywords: Agricultural Extension Agent,Competence, Motivation, Performance.
Back to Top Top