ARSHI Veterinary Letters

Journal Information
EISSN : 2581-2416
Published by: Journal of Consumer Sciences (10.29244)
Total articles ≅ 128
Filter:

Latest articles in this journal

Arief Purwo Mihardi, Malni Sovinar, Dinda Septina Br Tampubolon
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 43-44; https://doi.org/10.29244/avl.5.3.43-44

Abstract:
Dysphagia merupakan suatu manifestasi gangguan pada esofagus. Beberapa gangguan pada esofagus yang menunjukkan gejala dysphagia yaitu esophageal stricture. Tulisan ini mengevaluasi kausa gejala esophageal dysphagia pada kucing Tripod. Seekor kucing ras lokal bernama Tripod dibawa ke klinik oleh pemiliknya dengan keluhan adanya kepincangan dan luka pada kaki kanan depan. Tripod menunjukkan gejala muntah setiap kali diberi pakan pascaamputasi. Hasil pemeriksaan fisik tampak adanya massa pada leher Tripod saat diberi pakan. Citra radiografi dengan kontras barium sulfat menunjukkan adanya penyempitan pada bagian esofagus dan anterior lambung. Kucing Tripod didiagnosa mengalami esophageal dysphagia. Terapi yang diberikan tindakan suportif dengan pemberian multivitamin dan pakan yang semi cair.
Yulia Erika
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 41-42; https://doi.org/10.29244/avl.5.3.41-42

Abstract:
Vulnus avulsi merupakan luka yang disertai dengan kerobekan/terlepasnya sebagian jaringan tubuh dan sering mengacu pada trauma permukaan kulit. Tingkat kerusakan kulit dapat mencapai lapisan jaringan subkutan (suprafascial/superficial fascia) hingga jaringan yang lebih dalam meliputi otot, tendon atau tulang (subfascial). Tulisan ini melaporkan kasus luka terbuka di vertebrae regio lumbo-sacral pada kucing domestik. Luka kronis lebih dari satu tahun dan didiagnosa sebagai vulnus avulsi subfascial kronis. Kombinasi pengobatan sistemik telah diberikan selama lebih dari satu tahun on-off dan pengobatan terputus saat kucing bunting hingga melahirkan. Terapi cangkok kulit berhasil dilakukan untuk menghindari kerusakan struktur jaringan kulit yang lebih dalam dan luas. Kucing sudah dapat tidur dengan posisi berbaring normal setelah 2 minggu dan rambut sudah menutupi cangkok kulit setelah 8 minggu.
Arief Purwo Mihardi, Kaela Natania, Klasta Javasea Sanjaya, Eka D. Wulandari, Arni Suryani
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 21-22; https://doi.org/10.29244/avl.5.2.21-22

Abstract:
Swimmer syndrome merupakan kondisi gangguan muskuloskeletal kongenital yang dapat terjadi pada anak kucing yang menyebabkan kaki menjadi terbuka ke arah lateral dan menyebabkan postur seperti katak. Seekor anak kucing persia betina bernama NN berusia 2 minggu dibawa ke Klinik Hewan Pet Vet menunjukkan gejala klinis mengalami kesulitan berjalan dengan gerakan seperti berenang. Pemeriksaan fisik menunjukkan kucing memiliki flat chest sehingga pernafasan terlihat dangkal dan cepat. Anak kucing didiagnosa mengalami swimmer syndrome. Terapi yang dilakukan terhadap anak kucing yaitu dengan memakaikan alat penahan pada bagian dada yang berbentuk setengah lingkaran. Alat ini diikatkan melingkari bagian dada dan dikenakan setiap hari. Perkembangan yang cukup baik ditunjukkan setelah 7 hari, dimana NN mulai dapat mengangkat tubuh dan dapat berjalan secara normal. Penggunaan alat bantu sebagai terapi pada kasus ini tetap diteruskan karena pembentukan tulang bagian dada yang belum sempurna.
Andrea Puput Handayani, Vici Eko Handayani, Tiara Widyaputri
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 23-24; https://doi.org/10.29244/avl.5.2.23-24

Abstract:
Chronic kidney disease (CKD) merupakan kelainan struktural dan fungsional ginjal yang bersifat irreversibel, sehingga ginjal mengalami penurunan hingga kehilangan fungsinya. Kasus ini ditulis untuk melaporkan proses penentuan diagnosa dan penanganan CKD pada kucing di klinik hewan Citrapet and Vet, Cibubur, Bekasi. Seekor kucing luar ruangan berkelamin betina dibawa ke klinik hewan dengan keluhan kondisi lemas dan tidak mau makan selama 3 hari. Temuan klinis menunjukkan turgor kulit > 2 detik, diare, banyak pinjal, saluran cerna kosong dan banyak gas, serta ginjal teraba berukuran besar. Pemeriksaan hematologi dan kimia darah terjadi penurunan kadar hemoglobin, penurunan hematokrit, leukositosis, limfositosis, granulositosis dan azotemia. Pemeriksaan urinalisis diperoleh nilai BJ dibawah normal, hematuria, proteinuria dan leukosituria. Pencitraan ultrasonografi menunjukkan batas antara pelvis renal, korteks dan medula tidak jelas pada kedua ginjal dan pola anekhoik yang diduga cairan tampak pada ginjal kanan. Kucing didiagnosa CKD dengan prognosa infausta. Terapi yang diberikan adalah pemberian antibiotik, antidiare, probiotik dan suplemen ginjal. Pemilik memutuskan rawat jalan setelah perawatan selama 10 hari dengan kondisi letargi, nafsu makan buruk dan sudah tidak menggalami diare.
Michella Hoseana Wijaya, Usamah Afiff, Aulia Andi Mustika
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 33-34; https://doi.org/10.29244/avl.5.2.33-34

Abstract:
Burung hantu merupakan burung pemangsa nokturnal yang saat ini banyak dijadikan hewan peliharaan di Indonesia. Namun informasi terkait penyakit dan pengobatan burung hantu masih sangat terbatas. Pengawasan penggunaan antibiotik di Indonesia juga masih lemah sehingga dapat terjadi resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepekaan bakteri Staphylococcus Koagulase Negatif (CoNS) dari swab kloaka satu ekor Javan owlet (Glaucidium castanopterum) dan dua ekor buffy fish owl (Ketupa ketupu) yang berasal dari penangkaran burung hantu di Depok terhadap lima jenis antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bakteri CoNS dari swab kloaka satu ekor javan Owlet dan satu ekor buffy fish owl resisten terhadap eritromisin, namun kedua isolat ini masih sensitif terhadap gentamisin, siprofloksasin, doksisiklin dan tetrasiklin. Untuk isolat ketiga yang berasal dari satu ekor buffy fish owl masih sensitif terhadap kelima antibiotik yang diujikan
Rizky Diyu Purnama, Risa Tiuria, Huda Salahudin Darusman
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 37-38; https://doi.org/10.29244/avl.5.2.37-38

Abstract:
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan satwa primata yang sering ditangkarkan dan digunakan sebagai hewan coba terutama dalam pengujian vaksin dan obat. Salah satu gangguan kesehatan yang perlu diantisipasi dalam upaya penangkaran adalah kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis telur cacing dan derajat infeksi kecacingan pada monyet ekor panjang. Sampel feses dari 26 monyet ekor panjang diambil dan dianalisa meggunakan metode McMaster dan metode Kato-Katz. Hasil pemeriksaan menunjukkan 4 sampel feses ditemukan telur cacing Trichuris Sp. dan Strongylid dengan kategori derajat infeksi ringan
Ana Rufaidah Nasheer, Reinilda Alwina
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 25-26; https://doi.org/10.29244/avl.5.2.25-26

Abstract:
Seekor kucing betina ras Persia yang berusia 3 tahun mengalami pembengkakan pada telinga kiri. Keadaan kedua telinga kotor dan ditemukan adanya discharge nasal bewarna putih keruh saat dilakukan pemeriksaan di Klinik Satwagia BPC. Pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan serumen telinga secara mikroskopis dan hematologi dilakukan sebelum keputusan pembedahan. Tindakan yang diambil adalah pembedahan telinga sebelah kiri dengan pengobatan pasca bedah yaitu injeksi asam traneksamat intravena, antibiotik amoxilin subkutan, tolfenamic acid intramuskular, mulitivitamin dan imunomodulator per oral. Setiap hari luka sayatan diolesi salep biogenta dan dilakukan pemasangan balut tekan pada telinga selama 2 minggu. Luka terlihat mulai mengering dan kucing sudah beraktivitas normal setelah 1 minggu pascabedah.
Ridi Arif, Okta Irviana Muminin, Nenis Rahma Wulandari, Koekoeh Santoso, Dhani S. Wibawa
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 35-36; https://doi.org/10.29244/avl.5.2.35-36

Abstract:
The MLX 90614 sensor is an IR sensor used to measure temperature without contact. This sensor can measure the object's temperature and ambient temperature in the range of -40 oC – 125 oC. These sensors are widely used in areas such as room temperature measurement, machine temperature, ambient temperature, and body temperature. The MLX 90614 sensor is not yet fully usable directly to perform temperature measurements due to the program's simple defaults so that the measurement results are inaccurate. Therefore, optimization is needed to increase the precision value of the body's internal temperature estimation using this sensor. The method carried out in this study used 6 experimental sheep. Temperature checks are performed through a contact thermometer and compared to non-contact checks by MLX 90614 sensors. Results showed the average temperature of the contact thermometer was 39.28±0.09 oC while the MLX sensor yield was 35.78±1.38 oC. The average temperature difference was 3.5±1.48 oC. The results showed that the temperature difference correction factor needs to be included in the script code when running MLX 90614 sensor. The results of temperature checks by the sensor can be sent directly in real time to the ThingSpeak platform so that the results can be stored and accessed in different places easily. The use of MLX 90614 sensor combined with IoT concept using ThingSpeak can facilitate the process of non-contact body temperature check, and also make the data can be accessed dan stored easily.
Andre Giovanni, Ajeng Aeka Nurmaningdyah, Muhamad Arfan Lesmana
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 9-10; https://doi.org/10.29244/avl.5.1.9-10

Abstract:
Pyometra merupakan infeksi pada uterus yang bersifat akut maupun kronis dengan adanya akumulasi cairan pus (nanah) didalam uterus. Pyometra terdiri atas dua jenis yaitu pyometra terbuka dan pyometra tertutup. Tulisan ini melaporkan penanganan kasus pyometra di Klinik Hewan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Seekor kucing Mainecoon dibawa pemiliknya datang dengan keluhan pada vagina keluar lendir sejak beberapa hari sebelum dibawa ke klinik. Kucing sudah dua kali melahirkan dan belum pernah dilakukan steril (ovariohisterektomi) sebelumnya. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa ultrasonografi, radiografi, hematologi, dan kimia darah. Hasil pencitraan ultrasonografi dan radiografi didapati adanya penimbunan cairan di dalam uterus dan dinding uterus tampak terjadi penebalan. Terapi pengobatan suportif menggunakan kombinasi Sanpicillin®, Cefotaxime®, Clavamox®, Methylgometrin, Entrostop®, Neurobion white®, Neurobion red®, Flagyl syrup, dan terapi cairan (Infus NS). Kucing menunjukkan adanya kemajuan selama perawatan dan dinyatakan sembuh setelah mendapatkan pengobatan suportif tanpa dilakukan tindakan operasi
Afifa Ridhoka Waljannah Jannah, Tetty Barunawati Siagian
ARSHI Veterinary Letters, Volume 5, pp 7-8; https://doi.org/10.29244/avl.5.1.7-8

Abstract:
Otodectes cynotis merupakan tungau yang dapat ditemukan di dalam saluran eksternal telinga kucing. Tungau ini menyebabkan kucing menggaruk-garuk telinga, memiringkan telinga dan dapat menyebabkan othematom. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan prevalensi infestasi Otodectes cynotis pada kucing di Klinik Hewan Dunia Satwa Batusangkar. Sumatera Barat Pemeriksaan dan identifikasi tungau Otodectes cynotis pada 20 ekor kucing. Ras kucing yang diperiksa yaitu kucing Domestik, Angora, Himalaya, Persia, dan kucing campuran (mix breed), Pengambilan sampel berupa serumen atau kotoran telinga kucing. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 8 dari 20 (40%) kucing di Klinik Hewan Dunia Satwa Batusangkar terindentifikasi positif terinfestasi tungau Otodectes cynotis.
Back to Top Top