Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH

Journal Information
ISSN / EISSN : 2356-4903 / 2579-8359
Current Publisher: Universitas Galuh Ciamis (10.25157)
Total articles ≅ 224
Filter:

Latest articles in this journal

Ima Siti Amalia, Dini Rochdiani, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 809-828; doi:10.25157/jimag.v7i3.4023

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, 2) merumuskan strategi pemasaran usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus.Data yang dikumpulkan bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan pengrajin kerupuk lepit sebagai narasumber. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan informasi dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini.Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Berdasarkan faktor internal dan faktor ekternal, kekuatan dalam pemasaran kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis meliputi produk tahan lama, cita rasa produk yang khas, tidak menggunakan bahan pengawet, harga terjangkau. Sedangkan kelemahannya yaitu tidak adanya variasi produk, produk setengah jadi, tidak memiliki label produk, pengemasan produk sederhana, promosi masih kurang, permodalan masih terbatas.Peluang yang meliputi pangsa pasar luas, permintaan meningkat, memiliki konsumen tetap, tersedia cukup tenaga kerja. Ancaman yang meliputi adanya pesaing dari industri sejenis, harga bahan baku naik, cuaca dan iklim. 2) Untuk strategi pemasaran, maka direkomendasikan usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis adalah melakukan diversifikasi produk agar dapat bersaing di pasar, hal ini mengingat banyak bermunculan industri yang membuat produk sejenis.
Aris Gumilar, Muhamad Nurdin Yususf, Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 849-857; doi:10.25157/jimag.v7i3.4035

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan yang diterima oleh petani Jamur tiram di Kelurahan Gunung Tandala Kecamatan kawalu kota Tasikmalaya, (2) Mengetahui besarnya nilai titik impas per satu kali produksi jamur tiram di Kelurahan Gunung Tandala Kecamatan kawalu kota Tasikmalaya.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode studi kasus di Kelurahan Gunung Tandala Kota Tasikmalaya. Sampel diambil sebanyak 24 orang petani jamur tiram dari jumlah anggota populasi sebanyak 245 orang petani dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan tabulasi, sedangkan analisis biaya, penerimaan, dan titik impas dianalisis dengan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukan : 1) Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh petani jamur tiram yang berada di Kelurahan Gunung Tandala sebesar Rp. 4.653.986,63. Besarnya penerimaan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp. 5.293.750 dan besarnya pendapatan yang di peroleh adalah sebesar Rp. 639.763,37. 2) Besarnya titik impas nilai penjualan usaha tani jamur per satu kali proses produksi adalah sebesar Rp. 1.076.788,33, titik impas volume produksi sebesar 107,67 kilogram dan titik impas harga sebesar Rp. 8.791,47 per satu kali proses produksi.
Oby Andrean, Lasmono Trisunaryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 545-564; doi:10.25157/jimag.v7i3.3613

Abstract:
Pondok Kopi Umbul Sidomukti merupakan sebuah kedai yang menyediakan minuman kopi yang terletak di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Semarang Jawa Tengah, selain itu juga sebagai tempat wisata yang berkonsep agrowisata. Tujuan utama dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui hubungan antara faktor kualitas produk, kualitas pelayanan, lokasi dan lingkungan dengan keputusan pembelian minuman kopi di pondok kopi umbul sidomukti. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan metode survei dengan wawancara melalui panduan kuesioner dan data sekunder digunakan sebagai penguat data primer, diperoleh dari pihak Pondok Kopi Sidomukti instansi atau lembaga yang terkait. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Rank Spearman, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 50 responden yang diambil menggunakan metode Accidental Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: kualitas produk, kualitas pelayanan, lokasi dan lingkungan, memiliki hubungan yang signifikan serta memiliki tingkat hubungan sedang hingga kuat dengan keputusan pembelian minuman kopi di pondok kopi umbul sidomukti.
Devita Christy Putri, Lasmono Tri Sunaryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 579-590; doi:10.25157/jimag.v7i3.3781

Abstract:
Keputusan konsumen merupakan tahap dalam proses keputusan pembelian, dimana konsumen benar-benar membeli suatu barang atau jasa. Proses keputusan pembelian konsumen meliputi tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian dan evaluasi pasca pembelian. Kampoeng Banyumili merupakan agrowisata (restoran, pemancingan dan outbound) yang memiliki panorama alam yang indah yang sedang ramai dikunjungi pengunjung. Tingginya kegiatan pembelian dilihat dari jumlah konsumen yang datang dan melakukan pembelian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh produk, harga, kualitas pelayanan, promosi dan lokasi terhadap keputusan konsumen berkunjung di Kampoeng Banyumili. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2020. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah insidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel harga (X2­), variabel kualitas pelayanan (X3) dan variabel promosi (X4) berpengaruh positif dan signifkan terhadap keputusan konsumen berkunjung. Sedangkan variabel produk (X1) dan variabel lokasi (X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen berkunjung di Kampoeng Banyumili.
Agus Hidayah Mulyana, Trisna Insan Noor, Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 612-624; doi:10.25157/jimag.v7i3.3964

Abstract:
Peningkatan produksi jagung dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nasional terutama sebagai bahan pakan ternak yang jumlahnya semakin naik seiring dengan meningkatnya produksi ternak unggas. Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu daerah produksi jagung dimana Kecamatan Gunungtanjung memiliki produktivitas terendah dalam usahatani jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi pada usahatani jagung, (2) Tingkat efisiensi teknis usahatani jagung, dan (3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis pada usahatani jagung. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan penarikan responden dilakukan secara sensus. Pemilihan tempat penelitian dilakukan secara purposif dengan pertimbangan bahwa Desa Gunungtanjung memiliki luas tanam jagung terbesar di Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya. Pendekatan empiris dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi Frontier Stokhastik. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Faktor yang berpengaruh terhadap produksi pada ushatani jagung yaitu luas lahan, pupuk urea, dan tenaga kerja, (2) Tingkat efisiensi berada pada kategori efisien dengan nilai rata-rata 0.83, dan (3) Faktor yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis pada usahatani jagung yaitu penguasaan luas lahan dan intensitas penyuluhan.
Yeni Anggraeni, Iwan Setiawan, Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 625-633; doi:10.25157/jimag.v7i3.3975

Abstract:
Desa Kertamandala merupakan daerah yang paling banyak menanam kopi robusta jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Kecamatan Panjalu. Walaupun permintaan global dan pasar domestik cukup besar, produktivitas kopi masih sulit untuk ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang memengaruhi produksi kopi robusta di Desa Kertamandala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode penelitian suatu kasus pada usahatani kopi di Desa Kertamandala Kecamatan Panjalu dengan teknik penarikan sampel menggunakan simple random sampling dan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 15 persen, hasil penghitungan yang diperoleh adalah 44 petani dari 225 petani. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Faktor-faktor yang memengaruhi produksi kopi robusta di Desa Kertamandala adalah luas tanah, jumlah tenaga kerja, umur tanaman, dan jumlah pupuk, baik secara simultan maupun parsial. Cara untuk meningkatkan produksi kopi robusta yaitu para petani harus mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, mengurangi pupuk agar tidak berlebihan yang dapat mengurangi kesuburan tanah, dan intensifikasi lahan.
Riza Rizki Anshory, Iwan Setiawan, Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 684-692; doi:10.25157/jimag.v7i3.3998

Abstract:
Agroindustri merupakan penggerak utama perkembangan sektor pertanian yang diharapkan dapat menciptakan kondisi yang saling mendukung industri maju, serta berperan dalam penciptaan lapangan kerja baru, dan perbaikan distribusi pendapatan sehingga melalui pengembangan pengolahan produk pertanian dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Besarnya biaya yang di keluarkan yang di keluarkan oleh perajin opak ketan di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, 2) Besarnya pendapatan agroindustri opak ketan per bulan di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya, 3) Kontribusi pendapatan agroindustri opak ketan per bulan terhadap pendapatan keluarga di Kelurahan KotaBaru Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey di Kelurahan Kotabaru. Sedangkan pengolahan data menggunakan analisis biaya, penerimaaan, pendapatan dan kontribusi pendapatan agroindustri opak ketan. Hasil dari penelitian menunjukan: 1) Besarnya Rata-rata biaya total yang dikeluarkan oleh pengrajin opak ketan di Kelurahan Kotabaru Kecamatan Cibereum pada agroindustri opak ketan per satu kali proses produksi adalah Rp 850.827.-; 2) Rata-rata pendapatan total yang diperoleh pengrajin opak ketan di Kelurahan Kotabaru Kecamatan Cibereum pada agroindustri opak ketan per satu kali proses produksi adalah Rp 607.506,-; 3) Kontribusi pendapatan rata-rata responden dari agroindustri opak ketan adalah 78,02 % (Rp 4.860.049,-).
Neni Kurnia, Iwan Setiawan, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 723-728; doi:10.25157/jimag.v7i3.4004

Abstract:
Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) biaya yang dikeluarkan oleh responden agroindusri sale pisang gulung dalam satu kali proses produksi yaitu Rp 3.158.845,87, penerimaan yaitu Rp 3.360.000,00, sehingga memperoleh pendapatan Rp 201.154,13 per satu kali proses produksi. 2) Nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri sale pisang gulung yaitu Rp 28.143,33 per kilogram dalam satu kali proses produksi.
Irfan Hendriawan, Dini Rochdiani, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 715-722; doi:10.25157/jimag.v7i3.4003

Abstract:
Usaha agroindustri tempe pada umumnya merupakan sektor informal dengan skala mikro dan kecil tapi memiliki peran penting dalam mendukung kesejahtraan masyarakat luas, Fakta dilapangan menunjukan bahwa usaha agroindustri tempe meskipun sudah berjalan bertahun tahun, tetapi skala usaha mereka sulit berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, pendapatan agroindistri tempe di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. 2) Besarnya nilai tambah agroindustri tempe di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada agroindustri tempe di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu pada agroindustri tempe “Bapak Maman”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Biaya yang dikeluarkan oleh responden agroindustri tempe Bapak Maman Sulaeman dalam satu kali proses produksi yaitu Rp 1.523.568,51, penerimaan yaitu Rp 1.840.000, sehingga memperoleh pendapatan Rp 316.431,49, per satu kali proses produksi. 2) Nilai nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri tempe Bapak Maman yaitu Rp 4.322,23 dalam satu kali proses produksi.
Rina Apriyani, Iwan Setiawan, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 868-877; doi:10.25157/jimag.v7i3.4084

Abstract:
Sebagaian masyarakat bergantung pada subsektor pertanian dengan mengolah makanan dari hasil pertanian menjadi suatu produk barang jadi yang siap di makan dan di pasarkan, salah satunya keripik pisang dengan dukungan bahan baku yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Mengetahui besarnya Biaya, Penerimaan, Pendapatan dan R/C dari pengolahan pisang menjadi keripik pisang di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. 2. Mengetahui besarnya nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi keripik pisang di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode survei di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dan sampling yang digunakan metode sensus jenuh sebanyak 2 orang. Hasil Penelitian Menunjukan bahwa :1. Rata-rata biaya total Agroindustri Keripik Pisang di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya satu kali proses produksi sebesar Rp 871,544 dan rata-rata penerimaan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 1.375.000 sehingga memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp 503,456 dalam satu kali proses produksi dengan jumlah bahan baku sebanyak 100 kilogram dan adapun rata-rata R/C dalam satu kali proses produksi adalah 1,57 artinya usaha agroindustri keripik pisang menguntungkan dan layak untuk diusahakan. 2. Rata-rata nilai tambah dari pisang menjadi keripik pisang yang diperoleh pada Agroindustri keripik pisang di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya yaitu Rp 6,283 per kilogram dengan total produksi keripik pisang 50 kilogram dalam satu kali proses produksi.
Back to Top Top