Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH

Journal Information
ISSN / EISSN : 2356-4903 / 2579-8359
Current Publisher: Universitas Galuh Ciamis (10.25157)
Total articles ≅ 224
Filter:

Latest articles in this journal

Ai Helmi, Trisna Insan Noor, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 837-848; doi:10.25157/jimag.v7i3.4026

Abstract:
Di Kabupaten Tasikmalaya khususnya di Desa Cibongas terdapat produk lokal yang dapat meningkatkan produktivitas adalah agroindustri wajit kacang hijau, agroindustri ini mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan diberbagai daerah Indonesia, agroindustri wajit kacang hijau juga mempunyai prospek yang cukup baik melihat potensi pemasarannya sangat mendukung dan agroindustri ini yang mendorong munculnya perajin agroindustri wajit lainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi 1).Faktor internal, 2).Faktor eksternal dan 3).Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri wajit kacang hijau “Putra Tunggal” di Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah metode Studi Kasus teknik penarikan sampel responden dilakukan dengan cara purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1).Faktor internal terdiri dari kekuatan dan kelemahan. Faktor yang menjadi kekuatan yaitu lokasi yang strategis, produksi mudah dilakukan, kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, harga produk terjangjau. Sedangkan faktor yang menjadi kelemahan yaitu tenaga kerja kurang, modal yang terbatas, kemasan produk sederhana, promosi masih kurang.2).Faktor eksternal terdiri dari peluang dan ancaman.Faktor yang menjadi peluang yaitu pertumbuhan ekonomi, pangsa pasar meluas, permintaan meningkat, mempunyai pelanggan tetap, kemajuan teknologi produksi.Sedangkan faktor yang menjadi ancaman yaitu produk sejenis, kenaikan harga produksi, perekonomian yang tidak stabil. 3). Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri wajit kacang hijau “Putra Tunggal” di Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya yaitu mempertahankan kualitas produk wajit kacang hijau dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi permintaan, disversifikasi prosuk wajit kacang hijau untuk memenuhi pangsa pasar, memperbaiki dan meningkatkan strategi promosi dengan kemajuan teknologi, memasuki dan menguasai daerah pemasaran baru, meningkatkan pelayanan dan pemasaran tepat waktu, menciptakan inovasi, menjalin kerjasama dengan mitra di daerah target pemasaran baru. Dalam matrik IE agroindustri wajit kacang hijau berada pada sel V, yaitu pertumbuhan dan stabilitas
Mayang Santi Mulyani, Dini Rochdiani, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 797-804; doi:10.25157/jimag.v7i3.4018

Abstract:
Pengolahan pohon aren menjadi tepung aren dapat menjadi peluang usaha dan sebagai alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Tepung aren merupakan tepung yang mempunyai peranan penting sebagai bahan pangan, karena berbagai macam makanan yang digemari masyarakat banyak yang berbahan dasar tepung aren. Melihat prospek produk tepung aren terhadap kebutuhan konsumen yang bagus, membuat usaha tersebut perlu penanganan yang tepat agar dapat berkembang dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, diperlukan analisis kelayakan finansial terhadap produk agroindustri tepung aren. Dari hasil perhitungan melalui kriteria investasi diperoleh hasil NPV bernilai positif atau lebih dari nol yaitu sebesar Rp.317.396.676,68, Net B/C sebesar 2,01 lebih besar dari 1, Gross B/C sebesar 1,02 lebih besar dari 1, IRR sebesar 44% lebih besar dari 12% yaitu tingkat suku bunga bank yang sedang berlaku, Payback Period 3 tahun. Dari sisi finansial agroindustri tepung aren layak untuk dijalankan. Analisis sensitivitas yang dilakukan dengan meningkatkan biaya pembelian aci basah sebesar 5% dan menurunkan harga jual sebesar 5% sangat berpegaruh terhadap usaha agroindustri tepung aren, sehingga usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan kembali.
Ani Tamara, Muhamad Nurdin Yusuf, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 770-776; doi:10.25157/jimag.v7i3.4015

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Implementasi kebijakan program KRPL di Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. (2) Faktor pendukung dan penghambat program KRPL di Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. (3) Tingkat keberhasilan implementasi KRPL di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, yang ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu adalah Kelompok pertama yang didanai oleh pemerintah dalam melaksanakan program KRP pada tahun 2018.Metode penentuan responden dilakukan secara purposive sampling yaitu hanya anggota Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu yang masih aktif dalam melaksanakan program KRPL sebanyak 20 orang dari anggota kelompok sebanyak 40 orang.Penelitian ini berbentuk deskriptif dengan menjelaskan kejadian – kejadian yang terjadi secara rutin. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program KRPL berjalan dengan baik karena berjalan secara berkelanjutan, dengan faktor pendukung dan penghambat yang bisa diatasai dengan baik, hanya saja kondisi alam seperti cuaca yang terkadang membuat mereka terhambat, dan untuk tingkat keberhasilannya belum cukup maksimal karena responden hanya menanam untuk kebutuhan sehari – hari dan berupa tanaman bumbu dapur sehingga keadaan tersebut tidak dapat menutupi beban konsumsi pangan terhadap sayuran, hanya saya kondisi tersebut dapat mengurangi beban kebutuhan dasar mereka untuk membeli bumbu setidaknya menghebat sekitar 2 ribu rupiah per hari.
Acep Agung Gumelar, Iwan Setiawan, Agus Yuniawan Setiawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 805-808; doi:10.25157/jimag.v7i3.4022

Abstract:
Hasil penelitian menunjukkan Besarnya biaya total pada usahatani tomat Rp 32.085.284,054. Sedangkan penerimaannya adalah Rp 75.987.654,32, diperoleh dari hasil panen tomat 30.395,06 kilogram per hektar dengan harga Rp 2.500/kg dan memperoleh pendapatan Rp 43.902.370,28 per hektar per satu kali musim tanam. Besarnya R/C pada usahatani tomat di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis adalah 2,37. Setiap pengeluaran biasa Rp 1,00 maka petani tomat akan mendapat penerimaan Rp 2,37 sehingga petani tomat memperoleh keuntungan Rp 1,37.
Mela Rahmawati, Trisna Insan Noor, Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 777-788; doi:10.25157/jimag.v7i3.4016

Abstract:
Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Strruktur Pendapatan rumah tangga petani di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, (2) Struktur Pengeluaran rumah tangga petani di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, (3) Ketahanan Pangan rumah tangga petani padi di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling dengan sampel sebanyak 37 orang petani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Total rata-rata pendapatan rumah tangga petani di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis sebesar Rp 3.228,000 dari total pendapatan tersebut pendapatan Petani sebagai kepala keluarga sebesar 75,95 persen yang terdiri dari pendapatan usahatani sebesar 13,93, non padi sebesar 0.41 persen dan non pertanian sebesar 61,01 persen, serta pendapatan anggota keluarga sebesar 24,05 persen yang terdiri dari pendapatan pertanian sebesar 7,22 persen dan non pertanian sebesar 16,80 dari total pendapatan rumah tangga petani. (2) Total rata-rata pengeluaran rumah tangga petani di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis sebesar Rp 2.958,500/Bulan. Dari pengeluaran tersebut dialokasikan untuk kebutuhan pangan sebesar 40% dan untuk kebutuhan nonpangan sebesar 60% dari total pengeluaran rumah tangga. (3) Tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dilihat dari indikator tingkat subsistensi pangan tergolong rendah, indikator aksesibilitas rumah tangga tergolong tinggi, dan indikator pangsa pengeluaran pangan tergolong rendah. Dengan demikian maka secara umum tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis tergolong Tinggi
Siti Aminah Sodiah, Dini Rochdiani, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 829-836; doi:10.25157/jimag.v7i3.4025

Abstract:
Permasalahan dalam usahatani madu adalah kurangnya kemampuan peternak lebah madu untuk menentukan harga pokok penjualan agar penjualan madu tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Biaya, penerimaan, dan pendapatan pada usahatani madu di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 2) Nilai R/C pada usahatani madu di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 3) Besarnya harga pokok penjualan yang harus ditetapkan oleh peternak madu per botol di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil kasus di Desa Banjaranyar Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis. Jumlah responden yang diambil 60 orang dari satu kelompok tani dengan cara sensus. Hasil penelitian menunjukan bahwa : besarnya biaya usahatani madu Rp. 1.304.394,55,- per satu kali musim panen yang terdiri dari biaya tetap Rp. 169.735,- per satu kali musim panen dan biaya variabel Rp. 1.134.659,55,- per satu kali musim panen. Diperoleh produksi rata-rata 11,13 kilogram dengan harga jual Rp. 150.000,- perkilogram sehingga penerimaan yang diperoleh yaitu Rp. 1669.500,00,- dan pendapatan Rp. 365.105,16,- per satu kali musim panen. Besarnya nilai R/C pada usahatani madu per satu kali panen adalah 1,46. Harga pokok penjualan peternak madu rata-rata Rp. 117.196,30,- per kilogram.
Andi Nugroho, Dini Rochdiani, Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 858-861; doi:10.25157/jimag.v7i3.4041

Abstract:
Rantai pemasaran yang panjang dengan banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat semakin memperkecil keuntungan yang diperoleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran, biaya, margin, dan keuntungan pemasaran serta share. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus pada perajin pisang basah di Desa Sindangbarang Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sementara itu lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran sale pisang basah ditentukan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat tiga saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran 0 (nol), 1 (satu), dan dua (dua) tingkat. Biaya terbesar diperoleh pedagang pengecer Rp 1.131,- per kg. Marjin terbesar diperoleh pedagang pengecer Rp 4.500,- per kg. Keuntungan terbesar yang diperoleh pedagang pengecer Rp 4.118,- per kg. Bagian harga yang diterima perajin (share) pada saluran pemasaran 1 adalah 100 persen, saluran pemasan 2 paling adalah 83 persen, dan saluran pemasaran 3 adalah 80 persen.
Dede Rohman, Agus Yuniawan Isyanto, Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 905-914; doi:10.25157/jimag.v7i3.4201

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). pendapatan petani penangkar teh; 2). struktur pendapatan; dan 3). distribusi pendapatan petani penangkar teh Gambung 7 di Desa Cukangkawung Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan responden dilakukan dengan sensus kepada 10 petani penangkar teh. Data primer dan data sekunder dikumpulkan melalaui observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Pendapatan petani dianalissi dengan analisis biaya, penerimaan dan pendapatan serta kelayakan usaha dianalisis menggunakan R/C ratio. Struktur pendapatan dianalisis dengan analisis struktur pendapatan dan distribusi pendapatan dengan Indeks Gini Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pendapatan rata-rata petani penangkar teh Gambung 7 sebesar Rp. 214.484.104,- per tahun yang bersal dari penerimaan sebesar Rp. 529.607.250 dan biaya total Rp. 352.598.146,- dengan R/C ratio sebesar 1,53; 2). Struktur pendapatan petani berasal dari kontribusi sektor pertanian 69,36 % yang berasal dari usaha penangkaran teh 43,91 %, sektor non budiaya 14,28 % dan sektor usahatani non penangkar 11,18 % dan dari sektor non pertanian sebesar 30,64 persen; dan 3). Distribusi pendapatan petani penangkar teh di Desa Cukangkawung Kecamatan Sodonghilir menunjukkan ketimpangan rendah dengan nilai Indeks Gini Ratio sebesar 0,260.
Popi Puspita, Trisna Insan Noor, Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 643-651; doi:10.25157/jimag.v7i3.3980

Abstract:
Usaha gula aren merupakan pendapatan sampingan rumah tangga di Desa Karangkamiri. Namun seringkali harga gula aren mengalami fluktuasi harga yang mengakibatkan rumah tangga harus mencari sumber pendapatan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Struktur pendapatan, 2) Distribusi pendapatan, dan 3) Tingkat kesejahteraan rumah tangga pengrajin gula aren di pedesaan Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan adalah survey terhadap 32 orang pengrajin yang ditentukan dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 15 persen dan pengambilannya dilakukan secara acak. Struktur pendapatan dihitung menggunakan analisis persentase sedangkan untuk analisis distribusi pendapatan dengan Gini Indeks serta tingkat kesejahteraan dengan BPS dalam Susenas 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pendapatan pengrajin dari pengolahan gula aren Rp 1.640.838; pendapatan non aren Rp 464.785; off farm Rp 157.143; dan non farm Rp 306.250. Struktur pendapatan terbesar diperoleh dari hasil pengolahan gula aren dengan persentase sebesar 67,07% dari total pendapatan rumah tangga. 2) Nilai Gini Indeks atau Gini Rasio sebesar 0,05 artinya distribusi pendapatan pengrajin gula aren termasuk tingkat ketimpangan rendah. 3) Tingkat kesejahteraan pengrajin sebanyak 100% termasuk dalam golongan kesejahteraan tinggi.
Rini Nuraini, Trisna Insan Noor, Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, Volume 7, pp 652-659; doi:10.25157/jimag.v7i3.3982

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi (2) Tingkat efisiensi teknis pada usahatani kedelai, dan (3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis pada usahatani kedelai di Desa Margaluyu Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya. Sampel yang diambil sebanyak 31 orang dari populaasi 124 orang dengan menggunakan metode purposive sampling, di analisis menggunakan model fungsi Stochastic Frontier Model, koefisien regresi dihitung menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ukuran lahan, pestisida dan tenaga kerja merupakan variabel yang sangat mempengaruhi peningkatan produksi kedelai (2) Rata-rata tingkat efisiensi teknis input yang digunakan adalah 95,8% dari potensi produksi maksimum yang akan didapatkan, dan (3) Umur, pendidikan dan ukuran keluarga petani merupakan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap ketidak efisiensian usaha teknis untuk meningkatkan produksi kedelai.
Back to Top Top