Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh

Journal Information
ISSN / EISSN : 2356-4903 / 2579-8359
Current Publisher: Fakultas Pertanian Universitas Galuh (10.25157)
Total articles ≅ 224
Filter:

Latest articles in this journal

Aris Gumilar, Muhamad Nurdin Yususf, Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 849-857; doi:10.25157/jimag.v7i3.4035

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan yang diterima oleh petani Jamur tiram di Kelurahan Gunung Tandala Kecamatan kawalu kota Tasikmalaya, (2) Mengetahui besarnya nilai titik impas per satu kali produksi jamur tiram di Kelurahan Gunung Tandala Kecamatan kawalu kota Tasikmalaya.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode studi kasus di Kelurahan Gunung Tandala Kota Tasikmalaya. Sampel diambil sebanyak 24 orang petani jamur tiram dari jumlah anggota populasi sebanyak 245 orang petani dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan tabulasi, sedangkan analisis biaya, penerimaan, dan titik impas dianalisis dengan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukan : 1) Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh petani jamur tiram yang berada di Kelurahan Gunung Tandala sebesar Rp. 4.653.986,63. Besarnya penerimaan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp. 5.293.750 dan besarnya pendapatan yang di peroleh adalah sebesar Rp. 639.763,37. 2) Besarnya titik impas nilai penjualan usaha tani jamur per satu kali proses produksi adalah sebesar Rp. 1.076.788,33, titik impas volume produksi sebesar 107,67 kilogram dan titik impas harga sebesar Rp. 8.791,47 per satu kali proses produksi.
Ima Siti Amalia, Dini Rochdiani, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 809-828; doi:10.25157/jimag.v7i3.4023

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, 2) merumuskan strategi pemasaran usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus.Data yang dikumpulkan bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan pengrajin kerupuk lepit sebagai narasumber. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan informasi dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini.Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Berdasarkan faktor internal dan faktor ekternal, kekuatan dalam pemasaran kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis meliputi produk tahan lama, cita rasa produk yang khas, tidak menggunakan bahan pengawet, harga terjangkau. Sedangkan kelemahannya yaitu tidak adanya variasi produk, produk setengah jadi, tidak memiliki label produk, pengemasan produk sederhana, promosi masih kurang, permodalan masih terbatas.Peluang yang meliputi pangsa pasar luas, permintaan meningkat, memiliki konsumen tetap, tersedia cukup tenaga kerja. Ancaman yang meliputi adanya pesaing dari industri sejenis, harga bahan baku naik, cuaca dan iklim. 2) Untuk strategi pemasaran, maka direkomendasikan usaha kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis adalah melakukan diversifikasi produk agar dapat bersaing di pasar, hal ini mengingat banyak bermunculan industri yang membuat produk sejenis.
Neni Kurnia, Iwan Setiawan, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 723-728; doi:10.25157/jimag.v7i3.4004

Abstract:
Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) biaya yang dikeluarkan oleh responden agroindusri sale pisang gulung dalam satu kali proses produksi yaitu Rp 3.158.845,87, penerimaan yaitu Rp 3.360.000,00, sehingga memperoleh pendapatan Rp 201.154,13 per satu kali proses produksi. 2) Nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri sale pisang gulung yaitu Rp 28.143,33 per kilogram dalam satu kali proses produksi.
Irfan Hendriawan, Dini Rochdiani, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 715-722; doi:10.25157/jimag.v7i3.4003

Abstract:
Usaha agroindustri tempe pada umumnya merupakan sektor informal dengan skala mikro dan kecil tapi memiliki peran penting dalam mendukung kesejahtraan masyarakat luas, Fakta dilapangan menunjukan bahwa usaha agroindustri tempe meskipun sudah berjalan bertahun tahun, tetapi skala usaha mereka sulit berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, pendapatan agroindistri tempe di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. 2) Besarnya nilai tambah agroindustri tempe di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada agroindustri tempe di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu pada agroindustri tempe “Bapak Maman”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Biaya yang dikeluarkan oleh responden agroindustri tempe Bapak Maman Sulaeman dalam satu kali proses produksi yaitu Rp 1.523.568,51, penerimaan yaitu Rp 1.840.000, sehingga memperoleh pendapatan Rp 316.431,49, per satu kali proses produksi. 2) Nilai nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri tempe Bapak Maman yaitu Rp 4.322,23 dalam satu kali proses produksi.
Riza Rizki Anshory, Iwan Setiawan, Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 684-692; doi:10.25157/jimag.v7i3.3998

Abstract:
Agroindustri merupakan penggerak utama perkembangan sektor pertanian yang diharapkan dapat menciptakan kondisi yang saling mendukung industri maju, serta berperan dalam penciptaan lapangan kerja baru, dan perbaikan distribusi pendapatan sehingga melalui pengembangan pengolahan produk pertanian dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Besarnya biaya yang di keluarkan yang di keluarkan oleh perajin opak ketan di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, 2) Besarnya pendapatan agroindustri opak ketan per bulan di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya, 3) Kontribusi pendapatan agroindustri opak ketan per bulan terhadap pendapatan keluarga di Kelurahan KotaBaru Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey di Kelurahan Kotabaru. Sedangkan pengolahan data menggunakan analisis biaya, penerimaaan, pendapatan dan kontribusi pendapatan agroindustri opak ketan. Hasil dari penelitian menunjukan: 1) Besarnya Rata-rata biaya total yang dikeluarkan oleh pengrajin opak ketan di Kelurahan Kotabaru Kecamatan Cibereum pada agroindustri opak ketan per satu kali proses produksi adalah Rp 850.827.-; 2) Rata-rata pendapatan total yang diperoleh pengrajin opak ketan di Kelurahan Kotabaru Kecamatan Cibereum pada agroindustri opak ketan per satu kali proses produksi adalah Rp 607.506,-; 3) Kontribusi pendapatan rata-rata responden dari agroindustri opak ketan adalah 78,02 % (Rp 4.860.049,-).
Asep Sunjaya, Trisna Insan Noor, Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 896-904; doi:10.25157/jimag.v7i3.4200

Abstract:
Pemilihan komoditas unggulan yang sesuai dengan potensi wilayah dilakukan untuk menentukan komoditi tanaman pangan potensial yang dapat dikembangkan dan menjadi prioritas pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditi unggulan tanaman pangan di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan keunggulan kompetitif dan komparatif dari luas panen dan nilai produksi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cipatujah pada bulan Juli 2020. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder berupa data time series luas panen dan nilai produksi tanaman pangan padi sawah, padi gogo, jagung, ubi kayu, dan kacang tanah periode 20010-2019 yang diperoleh dari BPS Kabupaten Tasikmalaya. Komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dianalisis dengan model Location Quotient (LQ), sedangkan komoditas yang memiliki keunggulan kompetitif dianalisis dengan model Shift Share Analysis (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif berdasarkan luas panen adalah yaitu padi sawah, padi gogo, jagung, ubi kayu, dan kacang tanah. Sedangkan komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif berdasarkan nilai produksi adalah padi sawah, padi gogo, jagung, ubi kayu, dan kacang tanah. Komoditas tanaman pangan yang memiliki keunggulan kompetitif berdasarkan luas panen adalah padi sawah dan padi gogo. Sedangkan komoditas tanaman pangan yang memiliki keunggulan kompetitif berdasarkan nilai produksi adalah padi sawah, padi gogo, jagung dan ubi kayu. Komoditas tanaman pangan yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif adalah padi sawah, padi gogo, dan jagung.
Rina Apriyani, Iwan Setiawan, Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 868-877; doi:10.25157/jimag.v7i3.4084

Abstract:
Sebagaian masyarakat bergantung pada subsektor pertanian dengan mengolah makanan dari hasil pertanian menjadi suatu produk barang jadi yang siap di makan dan di pasarkan, salah satunya keripik pisang dengan dukungan bahan baku yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Mengetahui besarnya Biaya, Penerimaan, Pendapatan dan R/C dari pengolahan pisang menjadi keripik pisang di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. 2. Mengetahui besarnya nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi keripik pisang di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode survei di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dan sampling yang digunakan metode sensus jenuh sebanyak 2 orang. Hasil Penelitian Menunjukan bahwa :1. Rata-rata biaya total Agroindustri Keripik Pisang di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya satu kali proses produksi sebesar Rp 871,544 dan rata-rata penerimaan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 1.375.000 sehingga memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp 503,456 dalam satu kali proses produksi dengan jumlah bahan baku sebanyak 100 kilogram dan adapun rata-rata R/C dalam satu kali proses produksi adalah 1,57 artinya usaha agroindustri keripik pisang menguntungkan dan layak untuk diusahakan. 2. Rata-rata nilai tambah dari pisang menjadi keripik pisang yang diperoleh pada Agroindustri keripik pisang di Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya yaitu Rp 6,283 per kilogram dengan total produksi keripik pisang 50 kilogram dalam satu kali proses produksi.
Anggita Aprianti, Trisna Insan Noor, Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 759-769; doi:10.25157/jimag.v7i3.4012

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani padi sawah, (2) Tingkat efisiensi teknis yang dicapai pada usahatani padi sawah, dan (3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi teknis usahatani padi sawah. Penelitian ini menggunakan metode survey. Ukuran sampel sebanyak 39 orang ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Tujuan penelitin nomor (1) dan (2) dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi frontier stokhastik dimana pendugaan parameter dilakukanndengan menggunakan Front41. Tujuan penelitian (3) dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda dimana pendugaan parameter dilakukann dengan menggunakan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah adalah luas lahan, pestisida, dan tenaga kerja. Sedangkan benih dan pupuk tidak berpengaruh signifikan, (2) Tingkat efisiensi yang dicapai rata-rata 0,85, dengan tingkat efisiensi minimum 0,58 dan maksimum 0,97, (3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi teknis pada usahatani padi sawah adalah pendidikan, pengalaman bertani, dan jumlah tanggungan keluarga, sedangkan umur tidak berpengaruh signifikan.
Nanda Aini Damayanti, Trisna Insan Noor, Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 749-758; doi:10.25157/jimag.v7i3.4011

Abstract:
Usahatani selalu menghadapi sebuah ketidakpastian, dimana ketidakpastian itu akan menjadi peluang risiko. Risiko kerugian bisa terjadi pada produksi, harga dan pendapatan. Maka dari itu, penelitian ini membahas mengenai risiko produksi, harga dan pendapatan berdasarkan luas lahan di Desa Cijeungjing Kecamatan Cijeunging. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis risiko produksi, risiko harga dan risiko pendapatan pada usahatani padi sawah di Desa Cijeungjing, (2) Membandingkan risiko usahatani padi menurut pengusahaan lahan oleh petani di Desa Cijeungjing. Penelitian ini menggunakan metode survey terhadap 66 petani yang diambil secara acak proporsional berdasarkan luas lahan. Teknis analisis data menggunakan koefisien variasi dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Risiko produksi petani Desa Cijeungjing menurut nilai koefisien variasi adalah sebesar 0,62 pada MT I dan 0,58 pada MT II untuk petani berlahan sempit (0,5 ha). Risiko harga petani Desa Cijeungjing menurut nilai koefisien variasi adalah sebesar 0,02 pada MT I dan 0,03 pada MT II bagi petani berlahan sempit, 0,06 pada MT I dan 0,03 pada MT II bagi petani berlahan sedang dan 0,04 pada MT I dan 0,03 pada MT II bagi petani berlahan luas. Sedangkan untuk risiko pendapatan menurut nilai koefisien variasi yaitu sebesar 0,63 pada MT I dan 0,58 pada MT II untuk petani berlahan sempit, 0,50 pada MT I dan 0,49 pada MT II untuk petani berlahan sedang serta 0,62 pada MT I dan 0,72 pada MT II untuk petani yang memiliki lahan garap luas, (2) Secara keseluruhan perbandingan risiko usahatani berdasarkan luas lahan di Desa Cijeungjing tidak jauh berbeda, dilihat dari risiko produksi dengan nilai CV < 1 dan risiko harga dengan CV ≤ 0,5 usahatani padi sawah di Desa Cijeungjing Kecamatan Cijeungjing termasuk ke dalam risiko yang kecil. Risiko pendapatan usahatani padi tersebut termasuk ke dalam risiko yang besar, karena nilai CV > 0,5.
Lismawati Lismawati, Trisna Insan Noor, Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 7, pp 676-683; doi:10.25157/jimag.v7i3.3986

Abstract:
Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat produktivitas usahatani padi sawah, dan (2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas usahatani padi sawah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan survey di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Sampel diambil sebanyak 82 orang dari populasi petani sebanyak 458 orang,pengambilan sampel menggunkan rumus slovin. Dari tujuan penelitian (1) didekati dengan menggunakan produktivitas faktor total dimana tingkat produktivitas diukur dengan menggunakan TFPIP, sedangkan tujuan penelitian (2) dianalisis dengan menggunakan persamaan regresi linier bergandar dimana pendugaan parameter dilakukan dengan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Tingkat produktivitas rata-rata yang dicapai petani usahatani padi sawah adalah 0,94 dengan minimun sebesar 0,55 dan maksimum sebesar 1,71. (2) Faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas meliputi: ukuran keluraga, frekuensi mengikuti penyuluhan dan luas lahan, sedangkan pendidikan dan umur berpengaruh positif namun tidak signifikan, sementara pengalaman usahatani berpengaruh negatif dan tidak signifikan.
Back to Top Top