Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh

Journal Information
ISSN / EISSN : 2356-4903 / 2579-8359
Published by: Fakultas Pertanian Universitas Galuh (10.25157)
Total articles ≅ 318
Filter:

Latest articles in this journal

Moh. Aji Prasetyo, Agus Supriono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 796-808; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5738

Abstract:
Penelitian ini dilakukan dengan merumuskan masalah (a) saluran pemasaran jambu biji kristal, (b)margin pemasaran yang paling kecil (c) nilai farmer share yang paling besar, (d) saluran pemasaran jambu kristal yang paling menguntungkan, (e) saluran pemasaran yang paling efisien pada saluran pemasaran jambu biji kristal di Desa Sidorejo Kecamatan Purwoharjo kabupaten Banyuwangi. Penentuan lokasi dilakukan dengan purposive method di Desa Sidorejo. Metode penentuan sample dengan purposive sampling sebanyak 32 petani. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik. Dimana saluran pemasaran dan fungsi lembaga pemasaran dianalisis menggunakan analisis deskritif, dan marjin pemasaran serta efisiensi pemasaran dianalisisi mengggunakan analisis marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat 4 saluran pemasaran dengan 2 model saluran pemasaran .2) marjin pemasaran pada saluran pemasaran 1 sebesar Rp. 5.500 untuk semua grade, dengan nilai share keuntungan bagi petani sebesar 32,43% (grade A), dan 19,35% (grade B), dan marjin pada saluran pemmasaran 2 sebesar Rp. 7.500 untuk semua grade, marjin pemasaran pada saluran pemasaran 3 sebesar Rp.5.500 dengan nilai share keuntungan bagi petani sebesar 45% untuk grade A dan 29,36% untuk grade B, dan marjin pemasaran pada saluran 4 sebesar Rp.5500 dengan nilai share keuntungan sebesar 43,30% untuk petani. 3). Nilai efisiensi saluran pemasaran untuk grade A dan B pada saluran 1 sebesar 14,60%, dan 18,39%, pada saluran 3 sebesar 12,90%, dan 16,68%, dan pada saluran pemasaran 4 nilai efisiensi pemasaran sebesar 14,08%.
Aprilia Dwi Permata Sari, Sri Widayanti, Teguh Soedarto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 669-679; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5421

Abstract:
Pandemi covid-19 memberikan dampak terhadap sektor agroindustri salah satunya pengolahan makanan dan minuman atau yang lebih dikenal dengan bisnis kuliner. Untuk bertahan di kondisi ini, alternatif yang cukup menjanjikan adalah layanan pesan antar makanan. Gofood merupakan layanan pesan antar makanan buatan Indonesia yang menggunakan media tukang ojek sebagai pengantar makanan. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat kepuasan gofood partner yang terdiri dari mitra merchant dan mitra driver terhadap sistem kemitraan pada masa pandemi covid-19 di Kota Surabaya. Pengukuran tingkat kepuasan gofood partner digunakan kerangka kerja PIECES, pengukuran yang didasarkan pada 6 aspek yaitu aspek Performance, Information, Economic, Control & Security, Efficiency, dan Services. Hasil analisis PIECES menunjukkan bahwa pengukuran tingkat kepuasan gofood partner berada dalam kategori puas, baik mitra merchant maupun mitra driver.
Yuhana Airiza Budianti, Sudiyarto Sudiyarto, Nuriah Yuliati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 680-690; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5428

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor produksi usahatani padi dengan metode SALIBU yang terdiri dari luas lahan, tenaga kerja, pupuk dan pestisida di Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode sensus. Penetapan daerah penelitian ini secara sengaja dengan pertimbangan bahwa menurut data BPS tahun 2020 Jawa Timur menempati peringkat pertama sebagai produsen padi terbesar di Indonesia serta menurut data BPS tahun 2019 Kabupaten Madiun menempati peringkat ke 8 sebagai wilayah penghasil padi terbanyak di Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi metode SALIBU yaitu sebanyak 10 petani, hal ini dikarenakan usahatani padi SALIBU tergolong metode baru yang belum banyak diterapkan oleh petani di Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yang meliputi wawancara, kuisioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dengan Software IBM SPSS statistics 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel faktor produksi luas lahan dan pupuk berpengaruh positif serta signifikan terhadap produksi usahatani padi SALIBU di Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur. Sedangkan variabel faktor produksi tenaga kerja dan pestisida berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produksi padi SALIBU di Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur.
Efa Zuwandasari, Lasmono Tri Sunaryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 691-703; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5599

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis modal sosial yang dimiliki petani jambu merah di Desa Watuagung yang dilihat dari komponen modal sosial kepercayaan, norma, jaringan. (2) Mengetahui perbandingan modal sosial petani jambu merah lahan sempit, sedang, dan luas di Desa Watuagung. (3) Mengetahui peran modal sosial petani terhadap produktivitas petani jambu merah di Desa Watuagung. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020-November 2020 di Desa Watuagung Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif komparatif untuk membandingkan peran modal sosial terhadap produktivitas petani jambu merah pada petani lahan sempit, sedang, dan luas. Unit yang diamati adalah peran modal sosial kepercayaan, norma dan jaringan. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Modal sosial kepercayaan, norma, dan jaringan dimiliki oleh petani jambu merah di Desa Watuagung. Modal sosial sosial kepercayaan dan norma yang dimiliki petani jambu merah lahan sempit, sedang, dan luas adalah sama. Perbedaanya adalah jaringan petani lahan sempit lebih sedikit sedangkan petani lahan sedang dan luas lebih banyak. Petani lahan sempit memiliki modal sosial yang rendah. Petani lahan sedang dan luas memiliki modal sosial tinggi. Peran modal sosial terhadap produktivitas petani jambu merah di Desa Watuagung adalah semakin tinggi modal sosial yang dimiliki petani maka produktivitasnya semakin tinggi.
Mauli Sofi Agustin, Fuad Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 737-751; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5636

Abstract:
Bandeng adalah salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya di Kabupaten Gresik. Pergeseran lahan budidaya menjadi kawasan industri yang terjadi di Gresik menjadi ancaman terhadap keberlanjutan usaha budidaya perikanan bandeng. Kecamatan Manyar merupakan salah satu kecamatan yang terdampak oleh alih fungsi lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan budidaya bandeng di pada dimensi ekologi, ekonomi dan sosial. Lokasi penelitian di Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik pada bulan Januari 2021. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara, dan kuisioner terhadap 31 petani. Analisis data dilakukan dengan metode Multi Dimensional Scalling melalui pendekatan Rapfish. Hasil analisis menunjukkan kondisi keberlanjutan usaha budidaya bandeng pada dimensi ekologi adalah buruk (22,98), dimensi ekonomi adalah kurang berkelanjutan (40,90), dan dimensi sosial adalah kurang berkelanjutan (43,45).
Fira Khusnul Anisah, Wahyu Santoso, Syarif Imam Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 724-736; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5624

Abstract:
Petani gurem adalah petani yang memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar. Keadaan pelaku usaha pertanian tersebut setiap Tahun semakin bertambah jumlahnya dengan tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Masih rendahnya taraf kesejahteraan petani terlihat dari hasil sementara Sensus Pertanian (SP) menyatakan bahwarumah tangga petani gurem dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektar, baik milik sendiri maupun menyewa. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu Mengidentifikasi eksistensi petani gurem di kabupaten Gresik, Menganalisis faktor – faktor yang mengakibatkan jumlah petani gurem meningkat dengan metodologi yang pertama analisis deskriptif operasional yang akan menjelaskan bagaimana keadaan petani gurem di Kabupaten Gresik, yang kedua yaitu menggunakan analisis regresi linier berganda dengan variabel dummy dua sisi. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistika) Kabupaten Gresik.
Nunu Rangga Walis, Budi Setia, Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 648-657; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5419

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap produksi padi di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, dan mengetahui pendapatan yang diperoleh petani padi di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Objek penelitian ini adalah petani padi sawah di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Data yang dipergunakan merupakan data primer dan data sekunder. Metode penarikan sampel menggunakan purposive sampling dan pemilihan daerah penelitian ditentukan secara sengaja. Analisis data dengan regresi berganda. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi adalah variabel luas lahan (X1) dan pupuk urea (X4). Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani adalah Rp. 3.092.700,00. Pendapatan petani padi sawah ditentukan oleh hasil produksi padi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor produksi tersebut berpengaruh terhadap produksi padi di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran.
Tri Wahyu Nurmavina, Teguh Soedarto, Indra Tjahaja Amir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 783-795; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5690

Abstract:
Kenaikan produksi jagung tidak lepas dari penggunaan benih jagung yang unggul, salah satu benih yang digunakan adalah benih jagung hibrida. Hal ini berdampak pada semakin luasnya pasar di Indonesia sehingga menyebabkan persaingan pasar yang semakin tinggi serta setiap produsen bersaing untuk mencari konsumennya. Salah satu cara untuk mendapatkan konsumen adalah dengan mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk dipengaruhi oleh sekumpulan atribut yang dimiliki oleh produk tersebut. Desa Singkalan adalah salah satu desa yang memiliki luas lahan produksi jagung terbesar di kecamatan Balongbendo kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Dimana di desa tersebut sebagian besar petani menggunakan benih jagung hibrida Pertiwi 3 untuk menanam jagung. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi karakteristik pengguna benih jagung hibrida 3 di Desa Singkalan (2) menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap penggunaan benih jagung hibrida Pertiwi 3 di Desa Singkalan. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif, Importance and Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfication Index (CSI). Hasil Analisis IPA menunjukkan bahwa terdapat empat atribut yang memiliki kinerja baik sehingga layak untuk dipertahankan salah satunya yaitu produktifitas. Sedangkan berdasarkan analisis CSI diperoleh tingkat kepuasan petani yaitu sebesar 69% yang dapat diartikan bahwa petani puas terhadap penggunaan benih jagung hibrida Pertiwi 3.
Eko Supriastuti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 901-912; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i2.6134

Abstract:
Kabupaten Sumbawa Barat memiliki beberapa daerah yang ketinggiannya mencapai 586 - 800 m diatas permukaan laut, potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan komoditi pertanian dataran tinggi secara mandiri. Pemenuhan permintaan masyarakat terhadap komoditi pertanian dataran tinggi yang cukup besar, merupakan peluang usaha agribisnis pertanian dataran tinggi yang mempunyai prospek cerah di masa yang akan datang baik dipasar domestik bahkan berpeluang ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditi pertanian unggulan dataran tinggi dan untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis komoditi pertanian unggulan dataran tinggi di Kabupaten Sumbawa Barat, dengan menggunakan metode (AHP) Analisis Hirarkhi Proses dan SWOT. Hasil penelitian dengan menggunakan AHP diketahui bahwa yang menjadi komoditi pertanian unggulan dataran tinggi dikabupaten Sumbawa Barat adalah kopi yang kedua kemiri, dengan menggunakan SWOT didapatkan prioritas strategi (1) pengembangan di tinggat petani yaitu mempertahankan dan menciptakan pasar baru dengan teknologi untuk meningkatkan harga dengan meningkatkan keaktifan kelompok tani. (2) Setrategi di tingkat pemerinntah yaitu mempertahankan bantuan pemerintah dengan motivasi kerja yang tinggi guna meningkatkan kualitas dan kuantitas olahan produksi kopi dengan jangkauan pemasaran yang luas.
Illene Naomi Nugroho, Yuliawati Yuliawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Volume 8, pp 633-647; https://doi.org/10.25157/jimag.v8i3.5391

Abstract:
Masyarakat zaman sekarang mulai memperhatikan produk yang dikonsumsi seperti sayur organik. Munculnya covid-19 berdampak pada penjualan sayur organik. Salah satu pelaku usaha yang mengalami dampak covid-19 adalah kelompok tani Tranggulasi. Tranggulasi bergerak sebagai produsen dan pemasok sayur organik di beberapa kota. Munculnya Covid-19 berdampak pada penjualan sayur organik. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji dampak pandemi Covid-19 terhadap manajemen dan strategi pemasaran sayuran organik di Tranggulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif, bauran pemasaran (4P), dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penelitian, dampak Covid-19 terhadap manajemen yaitu kesulitan pendistribusian sayur organik, penjualan produk yang dinamis, serta memaksimalkan penjualan dengan media sosial. Berdasarkan hasil analisis AHP pada tingkatan faktor, produk menjadi fokus utama dengan bobot 0,29. Tingkatan aktor, sekretaris dengan bobot 0,44. Prioritas tujuan dalam strategi pemasaran yaitu meningkatkan mutu dan kualitas dengan bobot 0,29. Pada level alternatif, menetapkan standar kualitas produk menjadi prioritas dengan bobot 0,37.
Back to Top Top