Journal Information
ISSN / EISSN : 1410-0029 / 2549-6786
Total articles ≅ 75
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Nur Kholida Wulansari, Ratna Dwi Hirma Windriyati, Ari Kurniawati
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi nutrisi AB-Mix, pupuk organik cair dan pupuk hayati pada sistem hidroponik tetes untuk tanaman tomat ceri. Penelitian dilakukan di screen house di Dusun Gunungmalang, Kecamatan Serang, Kabupaten Purbalingga pada ketinggian 1400 m dari permukaan laut pada bulan Agustus – September 2020. Perlakuan dicoba yaitu P1(100% dosis AB-Mix), P2 (75% dosis AB-Mix + POC + pupuk hayati), P3(50% dosis AB-Mix + POC + pupuk hayati), P4 (25% dosis AB-Mix + POC + pupuk hayati), dan P5 (0% dosis AB-Mix + POC + pupuk hayati). Rancangan perlakuan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 ulangan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah cabang. Hasil peneltian menunjukkan formulasi nutrisi 75% AB Mix + POC + Pupuk Hayati dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan nutrisi AB-mix pada budidaya tomat ceri sistem hidroponik tetes pada media cocopeat. Kata kunci: formulasi nutrisi, hidroponik tetes, tomat ceri
Riza Yuli Rusdiana, Laily Ilman Widuri, Didik Pudji Restanto
Abstract:
Luas daun merupakan salah satu parameter penting untuk menentukan produksi pakcoy (Brassica rapa L). Pengukuran luas daun secara non-destruktif salah satunya dapat dilakukan dengan pendekatan model persamaan matematika melalui regresi kuantil. Penelitian ini bertujuan untuk menduga model luas daun pakcoy dengan faktor alometrik dan pendekatan non-destruktif menggunakan regresi kuantil. Metode penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data sampel daun diperoleh dari tanaman pakcoy secara acak dari berbagai level kanopi tanaman pakcoy (lower, middle dan upper) dengan jumlah sampel sebanyak 163 daun. Variabel pengamatan dalam penelitian adalah lebar, panjang dan luas daun pakcoy. Metode pendugaan model luas daun dilakukan dengan pendekatan regresi OLS dan kuantil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi kuantil dapat direkomendasikan untuk menduga luas daun pakcoy secara non destruksi dan cepat dengan ketepatan akurasi tinggi. Model yang dapat direkomendasikan untuk menduga luas daun pakcoy secara non-destruksi, sederhana, dan akurat yakni LA0.5 = 0.393 +0.705LW. Kata kunci: kuantil, luas daun, non-destruksi, pakcoy, regresi
Arvita Netti Sihaloho, Ringkop Situmeang
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk TSP yang sesuai untuk beberapa varietas sorgum dan mendapatkan varietas yang dapat berproduksi tinggi di tanah masam dataran tinggi Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019 sampai Desember 2019 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama Varietas yaitu Numbu, Kawali, UPCA. Faktor kedua adalah Dosis pupuk TSP (P) yaitu 80,90 dan 100 kg/ha. Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), panjang malai (cm), berat kering malai per plot (g) dan berat 1000 butir (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk fosfor sampai 100 kg/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang malai, bobot malai dan bobot 1000 butir untuk semua varietas yang digunakan. Aplikasi dosis pupuk fosfor 100kg/ha pada varietas Numbu mampu menghasilkan bobot malai 88,38 g per tanaman dan setara dengan 6 t/ha. Kata Kunci: hasil, pupuk fosfor, tanah masam, varietas sorgum
Triyono Triyono, Nur Rahmawati
Abstract:
Kabupaten Demak merupakan salah satu sentra pengahasil jambu air di Jawa Tengah. Produksi jambu air di Kabupaten Demak mempunyai karakteristik mudah rusak dan berisiko jika terjadi panen raya. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani terhadap penanganan pasca panen jambu air. Sampel penelitian ini dimail sebanyak 72 petani dari tiga gapoktan yaitu Sekar Tani, Sido Maju, dan Tani Sentosa. Analisis data menggunakan metode analisis regresi logistik binomial. Hasil analisi menunjukkan bahwa keputusan petani untuk melakukan penanganan pasca panen dipenagruhi oleh variabel umur, harga dan pekerjaan luar usahatani (off farm). Umur petani yang relatif sudah lanjut usia menyebabkan penurunan peluang keputusan untuk melakukan penanganan pasca panen. Harga dan akses jaringan kerjasama memungkinkan peningkatan peluang keputusan petani untuk melakukan penanganan pasca panen. Oleh karena itu penting dilakukan pelatihan bagi generasi muda untuk pengelolaan usahatani jambu air yang lebih baik terutama penanganan pasca panen. Kata kunci: jambu air, keputusan petani, pascapanen
Elida Novita, Sri Wahyuningsih, Hendra Andiananta Pradana
Abstract:
Pengolahan kopi menghasilkan air limbah kopi dan limbah padat beruapa kulit kopi. Air limbah pengolahan kopi mengandung flavonoid yang berpengaruh terhadap warna coklat gelap pada air limbah pengolahan kopi. Apabila air limbah pengolahan kopi dibuang langsung ke badan air tanpa adanya pengolahan, akan mengganggu kehidupan air. Kulit kopi mengandung selulosa dan senyawa organik sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan model adsorpsi isoterm arang aktif kulit kopi terhadap penurunan warna pada air limbah pengolahan kopi. Tahapan penelitian dibagi menjadi dua yaitu pembuatan arang aktif dan penentuan model adsorpsi isoterm. Arang aktif kulit kopi yang digunakan diaktivasi dengan senyawa NaOH 1 M dan dikarakterisasi berdasarkan SNI-06-3730-1995. Selanjutnya, proses adsorpsi arang aktif dianalisis dengan metode adsorpsi isoterm Langmuir dan Freundlich. Arang aktif kulit kopi yang dihasilkan telah memenuhi SNI-0603730-1995 dengan kadar air sebesar 3,43%; kadar abu 2,3%; dan daya serap I2 15231,6 mg/g. Adapun adsorpsi pada penelitian ini mengikuti model isoterm Langmuir. Adsorpsi air limbah pengolahan kopi dapat menggunakan arang aktif kulit kopi dengan kapasitas optimum 39,06 mg/g. Kata kunci: arang aktif, adsorben alami, kesetimbangan, model Langmuir, model Freundlich
Wahyu Febriyono, Affiatin Rahmah
Abstract:
Gulma siam memiliki potensi untuk dijadikan pupuk kompos yang dapat digunakan pada tanaman selada di tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk : mengevaluasi penggunaan kompos gulma siam di tanah ultisol dan menentuka dosis terbaik untuk pertumbuhan tanaman selada di tanah ultisol. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap. Perlakuan yang dicoba adalah jenis pupuk kompos (P1 danP2), kemudian dosis yang digunakan (D0, D1, D2, dan D3). Variabel yang diamati adalah : tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, total panjang akar, luas daun, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tanaman. Dari hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa : tanaman selada tumbuh baik di tanah ultisol dengan pupuk gulma siam, dosis D2 adalah dosis terbaik untuk pertumbuhan tanaman selada di tanah ultisol.Kata kunci: kompos gulma siam, selada, ultisol
Dwi Haryanta, Elika Joeniarti
Abstract:
Tanaman bintaro berpotensi sebagai bahan insektisida botani. Kajian tentang pemanfaatan daun bintaro untuk pengendalian hama belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun bintaro terhadap biologi serangga Spodoptera litura, sehingga dapat diketahui peluang pemanfaatannya untuk mengendalikan populasi hama tersebut di lapangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal berupa konsentrasi ekstrak daun bintaro yaitu, 0% (kontrol); 2,5%; 5,0%; 7,5%; 10%; dan 12,5%. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap di antaranya pembuatan ekstrak daun bintaro, pemeliharaan ulat grayak, dan uji kemanjuran ekstrak daun bintaro. Parameter pengamatan meliputi mortalitas hama, umur stadia, dan jumlah konsumsi pakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun bintaroberpengaruh terhadap mortalitas serangga S. lituraF., memperpanjang masa stadia larva, mempersingkat masa stadia pupa, menurunkan persentase keberhasilan larva menjadi pupa, menurunkan kualitas imago, dan tidak berpengaruh terhadap selera makan.Kata kunci: biologi serangga, daun bintaro, insektisida botani, ulat grayak
Wiwi Sepriani Moek, Liska Simamora
Abstract:
Buncis Perancis merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan kelompok tani Tranggulasi Desa Batur, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang karena memiliki manfaat bagi kesehatan sehingga buncis perancis memiliki permintaan yang tinggi di dalam negeri bahkan sudah menembus pasar ekspor. Permintaan pasar terhadap komoditas buncis perancis sebanyak 1,5 – 3 ton per hari, akan tetapi volume produksi buncis perancis di kelompok tani Tranggulasi hanya 1,5 - 3 ton per minggu. Namun, permintaan yang tinggi tersebut tidak mampu dipenuhi oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani Tranggulasi karena jumlah produksi lebih sedikit dibandingkan permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk organik, tenaga kerja dan pestisida organik) yang mempengaruhi produktivitas komoditas buncis perancis dan mengetahui faktor produksi yang paling berpengaruh dalam peningkatan produktivitas buncis perancis di kelompok tani Tranggulasi, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Riset ini dilakukan bulan Agustus 2020. Sampel yang digunakan adalah anggota kelompok tani Tranggulasi sebanyak 30 orang yang ditetapkan secara purposive. Petani responden yang bergabung dengan kelompok tani Tranggulasi melakukan usahataninya dengan sistem pertanian organik. Data diperoleh dengan melaksanakan wawancara melalui daftar pertanyaan yang tertulis di dalam kuesioner. Analisis data dilakukan dengan pemodelan fungsi produksi regresi berganda dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor produksi luas lahan (X1), benih (X2), pupuk organik (X3), tenaga kerja (X4) dan pestisida organik (X5) secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi produktivitas buncis perancis di kelompok tani Tranggulasi. Namun secara parsial faktor produksi pupuk organik (X3) berpengaruh positif dan nyata dalam peningkatan produktivitas buncis perancis di kelompok tani Tranggulasi. Kata Kunci: Buncis Perancis, faktor produksi dan produktivitas.
Yudhi Harini Bertham, Abimanyu Dipo Nusantara, Bambang Gonggo Murcitro, Zainal Arifin
Agrin, Volume 24, pp 185-194; https://doi.org/10.20884/1.agrin.2020.24.2.503

Abstract:
Pemanfaatan lahan kering pada kawasan pesisir untuk budidaya tanaman padi gogo mempunyai potensi besar untuk pemantapan swasembada pangan maupun untuk pembangunan pertanian kedepan. Keterbatasan kesuburan yang dimiliki lahan di kawasan pesisir dapat diatasi dengan menggunakan teknologi yang tepat seperti penggunaan varietas yang unggul dan pupuk hayati serta biokompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biologi dan kimia tanah serta pertumbuhan padi gogo di kawasan pesisir. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan petak utama adalah 3 varietas padi gogo yang didapatkan dari BPTP Bengkulu yaitu varietas Inpago 10, Serantan, dan Lokal Bengkulu, dengan anak petak yaitu inokulan ganda mikroba pelarut P (pf) + mikroba pelarut K + mikroba pemfiksasi N, inokulan ganda mikroba pelarut P (fma) + mikroba pelarut K + mikroba pemfiksasi N, biokompos dengan dosis 10 ton ha-1, dan pupuk anorganik rekomendasi BPTP yaitu 200 kg Urea/ha, 100 kg SP36/ha, 100 kg KCl/ha, diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati maupun biokompos yang ditanami padi gogo varietas Inpago 10 di area pesisir mampu meningkatkan karakter biologi dan kimia tanah. Padi gogo varietas Serantan dengan aplikasi inokulan ganda mikroba pelarut P + mikroba pelarut K + mikroba pemfiksasi N di area pesisir mampu menghasilkan jumlah anakan tinggi dengan tinggi tanaman rendahKata kunci: adaptabilitas, lahan pesisir, padi gogo, pertumbuhan, pupuk hayati.
Fajar Setyawan, Muhammad Hadi Santoso
Agrin, Volume 24, pp 148-158; https://doi.org/10.20884/1.agrin.2020.24.2.533

Abstract:
Pupuk organik dan ketersediaan hara berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kandungan pupuk organik dan ketersediaan P yang rendah merupakan faktor pembatas utama untuk budidaya tanaman kedelai pada tanah masam. Penelitian untuk mengkaji aplikasi pupuk organik dan bakteri pelarut fosfat (BPF) untuk meningkatan serapan P, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Dilakukan dari September – Desember 2019 di Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Islam Kadiri. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dan diulangan 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk organik yang terdiri dari (Pupuk kandang ayam, Pupuk kandang sapi dan Pupuk hijau paitan, masing-masing dengan dosis 10 ton/ha) dan Perlakuan Kedua adalah inokulan BFF yang terdiri dari 4 konsentrasi (0, 3, 6, 9 ml/l). Parameter yang diamati: laju tumbuh, jumlah polong per tanaman, indeks panen (IP) dan bobot kering biji. Interaksi antara pemberian pupuk organik dengan inokulasi BPF mempengaruhi laju tumbuh, serapan P dan hasil tanaman kedelai. Aplikasi 10 t/ha pupuk kandang sapi dan BPF dengan konsentrasi 6 ml/l mampu meningkatkan laju tumbuh sebesar 2,6% dan serapan P 0,08% dibandingkan dengan tanpa inokulasi BPF. Aplikasi 10 t/ha pupuk kandang sapi dan BPF dengan konsentrasi 6 ml/l mampu menghasilkan 2,7 t/ha biji kedelai.Kata kunci: bakteri pelarut fosfat, pupuk organik, tanaman kedelai
Back to Top Top