Journal Information
ISSN / EISSN : 14100029 / 25496786
Current Publisher: Universitas Jenderal Soedirman (10.20884)
Total articles ≅ 51
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Riza Arief Putranto, Rokhana Faizah, Dini Astika Sari, Vivi Restu Raharti, Irfan Martiansyah, Sapto Nugroho Hadi, Sri Wening, Pri Yono, Asmini Budiani
Published: 11 April 2020
Agrin, Volume 23, pp 155-166; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.510

Abstract:
Dalam penelitian ini, analisis akumulasi transkrip menggunakan Reverse-Transcriptase Quantitative PCR (RT-qPCR) diikuti dengan analisis interaksi statistik telah dilakukan pada akar dari dua genotipe tanaman kelapa sawit (A09 dan 23) yang rentan dan toleran terhadap Ganoderma boninense. Tiga gen putatif (Eg#001, Eg#004, dan Eg#007) dari kelapa sawit diprediksi dapat digunakan sebagai biomarker dalam seleksi varietas tanaman kelapa sawit terhadap Ganoderma. Optimasi analisis RT-qPCR dilakukan dengan melakukan serial dilusi cDNA (1/5, 1/10, 1/25 dan 1/50) untuk mendapatkan nilai amplification plot dan melting curve yang ideal. Hasil analisis memperlihatkan serial dilusi 1/10 atau setara konsentrasi cDNA 50 ng/µL mendapatkan nilai Ct pada ambang 22-24 serta nilai melting curve sebesar 83,06. Secara umum, akumulasi transkrip gen pada genotipe 23 lebih melimpah dibandingkan dengan genotipe A09. Gen Eg#007 secara statistik memiliki akumulasi transkrip yang berbeda nyata pada genotipe 23 yang lebih tinggi (5,21E+00) dibandingkan pada genotipe A09 (1,93E+00). Di sisi lain, hasil identifikasi lokus ID pada genom kelapa sawit memperlihatkan bahwa gen Eg#007 merupakan penyandi protein yang tergolong dalam famili sulfotransferase (SOT) yang terkait dengan sistem pertahanan tanaman. Gen tersebut berpotensi mengungkap mekanisme aksi-reaksi antara G. boninense dan akar kelapa sawit. Kata kunci: kelapa sawit, Ganoderma, profil akumulasi transkrip, RT-qPCR, biomarker.
Dini Astika Sari, Irfan Martiansyah, Restu Prasetya Mukmin, Sapto Nugroho Hadi, Indra Syahputra, Dadang Afandi, Riza Arief Putranto
Published: 11 April 2020
Agrin, Volume 23, pp 103-113; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.500

Abstract:
Tanaman kelapa sawit memiliki kandungan polisakarida dan polifenol yang tinggi. Kontaminasi polisakarida dan polifenol menyebabkan sulitnya proses isolasi RNA dari jaringan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimasi beberapa protokol isolasi RNA tanaman kelapa sawit yang efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, pada bulan Oktober-Desember 2018 di Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Jalan Taman Kencana No. 1 Bogor 16128. Penelitian dilakukan dengan melaksanakan teknik isolasi RNA menggunakan tiga protokol, yaitu modifikasi Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide (CTAB), kit isolasi RNA RNeasy Plant Mini Kit (Qiagen), dan kit isolasi NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel). Sampel yang digunakan adalah daun dan akar tanaman kelapa sawit berumur kurang dari tiga bulan dengan bobot 0,1 gram dan 2,5 gram yang disesuaikan untuk tiap protokol. Variabel yang diamati adalah konsentrasi (ng/µl), kemurnian (rasio A260/A280 dan A260/A230), dan pita RNA pada elektroforesis gel agarosa. Hasil penelitian menunjukkan, RNA total hasil isolasi protokol NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel) memiliki kualitas paling tinggi. Konsentrasi RNA total daun dan akar kelapa sawit yang didapatkan melalui protokol NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel) sebesar 338 ng/µl dan 184,4 ng/µl dengan rasio A260/A280 RNA total daun dan akar kelapa sawit sebesar 2,13 dan 2,18 serta rasio A260/A230 sebesar 2,09 dan 2,20. Hasil elektroforesis gel agarosa menunjukkan integritas yang bagus dari RNA total hasil isolasi RNeasy Plant Mini Kit (Qiagen) dan NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel), namun terdapat kontaminasi dan smear pada RNA total hasil isolasi CTAB modifikasi 1 dan 2. Kata kunci: kelapa sawit, isolasi RNA, spektrofotometer, elektroforesis gel agarosa
Heny Agustin, Ahmad Rifqi Fauzi
Published: 31 December 2019
Agrin, Volume 23, pp 121-143; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.476

Abstract:
Kale sebagai salah satu tanaman yang kaya akan nutrisi memiliki harga yang cukup mahal dibandingkan sayuran lainnya. Harga yang tinggi diakibatkan karena benihnya harus dimpor dari luar negeri. Impor benih dilakukan karena kale tidak mampu berbunga bila ditanam pada kondisi iklim tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menginduksi pembungaan kale melalui praktik agronomi dengan pemberian dosis pupuk N dan P serta pemberian giberelin (GA3) dengan berbagai konsentrasi untuk menginduksi munculnya bunga. Penelitian dilakukan sejak Agustus 2018 - Maret 2019 di Kebun Percobaan Agroekoteknologi, Universitas Trilogi, Jakarta. Penelitian terdiri atas dua set percobaan. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor, yaitu dosis pupuk N (kg/ha) dengan tiga taraf yaitu 0 (kontrol), 100 dan 200 dan pemberian fosfor (kg/ha) dengan dosis 0 (kontrol), 100, 200, 300, 400 dan 500. Percobaan kedua menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan menggunakan 11 taraf konsentrasi GA3 (ppm) yaitu 0 (kontrol), 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan 1000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemberian pupuk N dan P belum efektif dalam menginisiasi pembentukan bunga, peningkatan N sampai 200 kg/ha meningkatkan bobot total panen, bobot daun layak konsumsi, dan luas daun tanaman kale 1.5 - 2 kali lipat serta pemberian ZPT GA3 sampai dengan 1000 ppm belum dapat menginduksi pembungaan kale. Tindakan agronomi pada penelitian ini memberikan informasi bahwa pemberian hara makro serta ZPT berdampak pada meningkatnya pertumbuhan organ-organ vegetatif kale yang diduga menekan pertumbuhan dan perkembangan organ-organ generatif. Sehingga ke depan, kajian dalam induksi pembungaan kale dapat dilakukan pada lingkungan yang terkendali dan disesuaikan dengan lingkungan tumbuh kale di habitat aslinya.Kata kunci: fosfor, GA3, impor benih, pupuk N
Nur Wakhid
Published: 31 December 2019
Agrin, Volume 23, pp 133-154; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.483

Abstract:
Lahan rawa lebak merupakan salah satu lahan yang cukup potensial untuk pengembangan pertanian. Salah satu faktor penentu kebehasilan budidaya pertanian di lahan rawa lebak adalah waktu tanam. Saat ini pergeseran waktu tanam berubah sangat dinamik di tengah perubahan iklim yang tidak menentu. Oleh karena itu, analisis tentang waktu tanam menjadi sangat penting untuk dilakukan, termasuk waktu tanam padi di sawah lahan rawa lebak. Tujuan makalah ini adalah untuk menganalisis dinamika waktu tanam padi di lahan rawa lebak Pulau Kalimantan sehubungan dengan dinamika perubahan iklim. Waktu tanam padi di sawah lahan rawa lebak Pulau Kalimantan menunjukkan dinamika yang berbeda, dimana waktu tanam dominan di Kalimantan selatan dan Timur tejadi sekitar bulan Juni–Juli, sedangkan di Kalimantan Barat dan Tengah pada bulan Oktober–November. Sawah lahan rawa lebak menunjukkan adaptasi yang baik di tengah perubahan iklim dimana waktu tanam padi hanya sedikit bergeser dalam kurun waktu 10 tahun.
Tita Marta Sela, Setyowati Setyowati
Published: 31 December 2019
Agrin, Volume 23, pp 155-177; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.490

Abstract:
Pemanfaatan tanah ultisol untuk budidaya jagung manis dengan produktivitas yang tinggi dapat menggunakan bahan tanam yang mampu beradaptasi baik. Penelitian bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil 13 Hibrida jagung manis di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 sampai Desember 2018 di Desa Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu dengan ketinggian tempat 15 m di atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal. Perlakuan terdiri dari 13 Hibrida jagung manis yang merupakan hasil persilangan dialel. Galur-galur tersebut menghasilkan 28 hibrida. Hasil analisis keragaman menunjukkan, secara umum hibrida-hibrida yang dievaluasi menunjukkan penampilan pertumbuhan, perkembangan dan hasil setara dengan Paragon yang digunakan sebagai varietas pembanding. Pengecualian dijumpai pada Caps 15 x Caps 22 yang mempunyai ukuran tongkol berkelobot dan tanpa kelobot yang lebih panjang dibandingkan Paragon. Pengecualian juga dijumpai pada Caps 15 x Caps 17a yang memiliki jumlah baris lebih banyak dibandingkan varietas Paragon.Kata kunci: hibrida, jagung manis, ultisol.
Hendrival Hendrival
Published: 31 December 2019
Agrin, Volume 23, pp 111-131; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.478

Abstract:
Studi kerentanan tepung sorgum terhadap infestasi Tribolium castaneum telah dilakukan di laboratorium dalam kondisi 28–30 0C dan RH 70–75%. Jenis tepung sorgum yang digunakan dalam penelitian dari varietas sorgum Kawali, Numbu, Super-1, Super-2, Suri-3, dan Suri-4. Setiap jenis tepung sorgum diinfestasikan dengan 10 pasang imago T. castaneum. Variabel pengamatan meliputi jumlah F1, waktu pengembangan rata-rata T. castaneum, bobot 100 imago, persentase susut berat, dan indeks kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung sorgum dari varietas Super-1 tergolong moderta sampai rentan, sedangkan varietas Super-2 dan Suri-3 tergolong rentan, varietas Kawali dan Suri-4 tergolong sangat rentan, dan varietas Numbu rentan sampai sangat rentan. Kerentanan tepung sorgum dipengaruhi oleh jumlah F1, median waktu perkembanngan T. castaneum, dan persentase susut berta tepung
Vivi Restu Raharti, Sapto Nugroho Hadi, Irfan Martiansyah, Rokhana Faizah
Published: 31 December 2019
Agrin, Volume 23; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.489

Abstract:
Penyakit busuk pangkal batang (BPB) disebabkan oleh Ganoderma boninense merupakan penyakit penting pada perkebunan kelapa sawit yang mengakibatkan kerugian besar pada produksi tandan buah segar. Perbedaan ekspresi gen mempengaruhi respon ketahanan tanaman terhadap G. boninense. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ekspresi gen putatif spesifik pada tanaman kelapa sawit hasil persilangan yang diduga rentan dan moderat tahan terhadap G. boninense. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia Bogor pada bulan Oktober hingga Desember 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan real-time quantitative Polymerase Chain Reaction (real-time qPCR) sebagai metode yang umum digunakan untuk studi ekspresi gen. Dua genotipe tanaman kelapa sawit rentan dan satu genotipe tanaman kelapa sawit moderat tahan terhadap G. boninense dilakukan pengujian kuantitatif menggunakan lima primer yang mengkode gen putatif yang diduga berhubungan dengan penyakit busuk pangkal batang. Gen putatif tersebut, yaitu EgMIK1, EgWAKL5, EgSOT12, EgACO1, dan EgGSTU19. Gen housekeeping EgActin digunakan sebagai gen referensi pada kontrol internal real-time qPCR. Variabel yang diamati terdiri atas amplification plot, melting curve, ekspresi basal, dan nilai rasio ekspresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima gen putatif diregulasi secara berbeda antara genotipe tanaman kelapa sawit A09, 23 dan 27. Ekspresi gen putatif dibandingkan antara genotipe tanaman kelapa sawit yang rentan (A09 dan 23) dan moderat tahan (27). Tiga gen putatif up-regulated EgACO1, EgSOT12, dan EgWAKL5 pada akar dapat dipertimbangkan sebagai biomarker positif yang potensial untuk tanaman kelapa sawit yang rentan. Hasil menunjukkan perbedaan regulasi molekuler antara tanaman kelapa sawit yang rentan dan moderat tahan terhadap G. boninense. Kata kunci: Kelapa sawit, Ganoderma, ekspresi gen
Ervina Mela, Adiluhung Ahsan
Published: 31 December 2019
Agrin, Volume 23, pp 85-102; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.491

Abstract:
Banyumas merupakan daerah pada urutan ketiga di Jawa Tengah berdasarkan produktivitas tanaman kelapanya. Selain daging buahnya, tanaman kelapa juga dapat dimanfaatkan niranya. Pemanfaatan nira kelapa di Kabupaten Banyumas sebagian besar diusahakan oleh UMKM baru sebatas bahan baku pembuatan gula kelapa dan gula kristal, belum dibuat untuk berbagai macam produk olahan pangan seperti minuman segar dan sirup. Oleh karena itu diperlukan diversifikasi produk olahan nira kelapa yang dapat dikembangkan pada skala UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ragam jenis produk yang dapat dikembangkan dari nira kelapa, dan menentukan urutan prioritas alternatif produk nira kelapa yang dapat dikembangkan pada skala UMKM. Penelitian ini menggunakan metode penelusuran pustaka dan indepth interview dengan pakar, metode perbandingan berpasangan, Bayes, dan metode interval kelas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 30 jenis produk yang dapat dikembangkan dari nira kelapa. Urutan prioritas produk potensial nira kelapa berdasarkan analisis Bayes Urutan prioritas produk nira kelapa untuk dikembangkan saat ini pada skala UMKM di Banyumas yakni 1) gula putih kristal, 2) minuman segar, 3) jelly drink, dengan kategori sesuai, diikuti oleh 4) sirup, 5) permen, 6) kecap asin, 7) nektar, 8) yakult, 9) yoghurt dengan kategori cukup sesuai, dan 10) kefir, dengan kategori tidak sesuai.
E. Dwi Sulistya Nugroho, Ardian Elonard
Published: 31 December 2019
Agrin, Volume 23, pp 103-121; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.482

Abstract:
ABSTRAKMarigold merupakan tanaman herba hias yang saat ini mulai menjadi primadona serta memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, oleh karena itu produktivitas dan kualitas bunga marigold perlu ditingkatkan. Cara pemberian serta jenis pupuk yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar menjadi efektif terhadap tanaman Marigold. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan pupuk NPK dalam bentuk konsentrasi dan interval pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman Marigold. Penelitian didesain dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan konsentrasi pupuk NPK yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa pupuk (K0), 100 mg/liter air (K1), dan 150 mg/liter air (K2). Faktor kedua adalah interval pemupukan NPK yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 1 kali/minggu (F1), 1 kali/2 minggu (F2), dan 1 kali/3 minggu (F3). Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga didapatkan kombinasi perlakuan sebanyak 27 plot. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, inisiasi bunga, diameter bunga, lama kesegaran bunga. Perlakuan konsentrasi 150 mg/liter air dengan interval pemupukan 1 kali/minggu menjadi input yang optimal untuk pertumbuhan tanaman Marigold.Kata kunci: marigold, konsentrasi, interval, pupuk
Restu Prasetya Mukmin
Published: 31 December 2019
Agrin, Volume 23; doi:10.20884/1.agrin.2019.23.2.488

Abstract:
Tanaman kelapa sawit memiliki kandungan polisakarida dan polifenol yang tinggi. Kontaminasi polisakarida dan polifenol menyebabkan sulitnya proses isolasi RNA dari jaringan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimasi beberapa protokol isolasi RNA tanaman kelapa sawit yang efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, pada bulan Oktober-Desember 2018 di Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Jalan Taman Kencana No. 1 Bogor 16128. Penelitian dilakukan dengan melaksanakan teknik isolasi RNA menggunakan tiga protokol, yaitu modifikasi Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide (CTAB), kit isolasi RNA RNeasy Plant Mini Kit (Qiagen), dan kit isolasi NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel). Sampel yang digunakan adalah daun dan akar tanaman kelapa sawit berumur kurang dari tiga bulan dengan bobot 0,1 gram dan 2,5 gram yang disesuaikan untuk tiap protokol. Variabel yang diamati adalah konsentrasi (ng/µl), kemurnian (rasio A260/A280 dan A260/A230), dan pita RNA pada elektroforesis gel agarosa. Hasil penelitian menunjukkan, RNA total hasil isolasi protokol NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel) memiliki kualitas paling tinggi. Konsentrasi RNA total daun dan akar kelapa sawit yang didapatkan melalui protokol NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel) sebesar 338 ng/µl dan 184,4 ng/µl dengan rasio A260/A280 RNA total daun dan akar kelapa sawit sebesar 2,13 dan 2,18 serta rasio A260/A230 sebesar 2,09 dan 2,20. Hasil elektroforesis gel agarosa menunjukkan integritas yang bagus dari RNA total hasil isolasi RNeasy Plant Mini Kit (Qiagen) dan NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel), namun terdapat kontaminasi dan smear pada RNA total hasil isolasi CTAB modifikasi 1 dan 2. Kata kunci: kelapa sawit, isolasi RNA, spektrofotometer, elektroforesis gel agarosa
Back to Top Top