Jurnal Sains dan Kesehatan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2303-0267 / 2407-6082
Total articles ≅ 108
Filter:

Latest articles in this journal

Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 107-114; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.126

Abstract:
Penyakit demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam lebih dari satu minggu yang mengakibatkan gangguan pencernaan dan dapat menurunkan tingkat kesadaran. Pengobatan demam tifoid dapat dilakukan dengan cara pemberian terapi antibiotik. Penggunaan antibiotik dengan biaya yang relatif tinggi belum tentu bisa menjamin efektivitas kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biaya antibiotik dari pasien demam tifoid di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra periode 2017. Metode pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarakan catatan rekam medis pasien demam tifoid yang di rawat inap periode Januari hingga Desember 2017. Data efektivitas biaya pengobatan antibiotik dianalisis dengan nilai ACER. Hasil penelitian dari 79 pasien menunjukkan bahwa penderita demam tifoid terbanyak diderita oleh perempuan dengan persentase 53,16 % dan berusia usia 6 hingga 11 tahun dan 26 hingga 35 tahun dengan persentase yang sama sebanyak 17,72 % dengan lama rawat inap 4 hari dan obat antibiotik yang memiliki efektivitas lebih baik adalah ampisilin yang dapat menurunkan suhu demam sebesar 36,70 ºC dengan biaya Rp. 46,695.77 selama 4,3 hari dengan nilai ACER yaitu Rp. 398,543.00.
, Ressi Susanti, Nadasyifa Shalihah Az-Zahra
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 93-99; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.123

Abstract:
Hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya diabetes melitus, stroke, osteoartritis dan gagal jantung. Hipertensi dengan dan tanpa komplikasi dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hidup pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi agar dapat dilakukan pencegahan dan evaluasi kualitas hidup pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah observasional cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) Questionnaire dan Visual Analog Scale (VAS) pada 102 pasien hipertensi. Analisis data dilakukan dengan mengubah skoring EQ5D menjadi indeks EQ5D, menentukan mean/median nilai VAS serta dilakukan uji t. Diperoleh 26 pasien (25,49%) tidak memiliki masalah pada kelima dimensi dengan indeks EQ5D tertinggi. Dimensi yang paling banyak dimiliki pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi adalah rasa sakit/tidak nyaman sebesar 63,72%. Kualitas hidup diukur menggunakan VAS diperoleh median 75. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi menggunakan VAS dan terdapat perbedaan kualitas hidup antara pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi menggunakan EQ5D.
Syahrida Dian Ardhany, Yunari Puspitasari, Yuyun Meydawati, Susi Novaryatiin
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 121-126; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.136

Abstract:
Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)urb) is one of plants of Central Kalimantan. Empirically, Bawang dayak is used to treat skin problems, one of them is acne vulgaris, so that it is necessary to test the inhibition of ethanolic extract of Bawang Dayak against acne causing such as P.acnes. In the pharmaceutical world there is still no research conducted on the manufacture of antiacne cream contain ethanolic extract of Bawang Dayak bulbs, so the researchers conducted it to improve the efficiency of the use of traditional medicine. The results of phytochemical screening showed that ethanolic extract of bawang dayak contained flavonoid, alkaloid, saponin, tanin and catechol with the inhibition zone classified as moderate activity at the concentration of 1% and weak activity at other concentrations (5%, 10% and 15%). Based on the evalution of cream preparations the results of the organoleptic test for antuacne cream have a dark brown color and distinctive odor, homogen for homogeneity test, adhesion test and dispersion test according to the requirements and the pH observation showed ph (6) suitable for topical application. Based on these results, the evaluation antiacne cream fulfills the physical test, but it needs to be developed further for stability and effectiveness of antiacne cream against the bacteria acnes causing.
, Laela Fitriani, Lia Marliani
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 83-88; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.114

Abstract:
Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan ialah kenitu (Chrysophyllum cainito L.) yang merupakan famili sapotacea. Tanaman ini juga biasa digunakan masyarakat sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar flavonoid, fenol serta aktivitas antioksidan pada daun dan kulit batang kenitu. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks bertingkat menggunakan tiga pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Penetapan kadar flavonoid dan fenol dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Visibel. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryllhydrazil). Hasil penetapan kadar menunjukkan kandungan flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak n-heksan daun (6,106 mg Qe/ 100 mg), kandungan fenol tertinggi terdapat pada ekstrak etanol daun (24,483 mg GAE / 100 mg ) dan kandungan karotenoid tertinggi terdapat pada ekstrak daun etil asetat (6,2386±0,0138 mg BE/100mg). Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak etanol daun kenitu memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dengan nilai IC50 10,81 ppm.
, Welinda Dyah Ayu,
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 100-106; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.117

Abstract:
Ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) mempunyai aktivitas antibakteri yang cukup baik terhadap beberapa bakteri patogen diantaranya bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E. coli. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap beberapa bakteri patogen tersebut untuk kemudian diformulasi menjadi bentuk sediaan krim untuk mempermudah penggunaannya serta mengetahui pengaruh formulasi krim fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E.coli. Krim memiliki konsentrasi fraksi etil 6%, 8% dan 10%. Krim dievaluasi (organoleptis, viskositas, pH dan daya sebar) serta aktivitas antibakterinya terhadap bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E. coli. Hasil pengamatan sifat fisik krim menunjukkan dengan adanya kenaikan konsentrasi fraksi etil asetat akan menyebabkan peningkatan viskositas secara berturut-turut 3,26 Pa.s; 3,34 Pa.s dan 3,58Pa.s, penurunan pH secara berturut-trurut,56; 7,39 dan 7,27 serta penurunan daya sebar krim secara berturut-turut 5,1cm; 4,7cm and 4,0cm. Uji organoleptis (bentuk, warna, bau dan homogenitas) menunjukkan adanya stabilitas pada sediaan krim. Krim memiliki warna hijau dengan kontras warna yang sesuai dengan konsentrasi fraksi etil yang digunakan, berbau khas daun kirinyuh dan memiliki homogenitas yang baik. Krim dengan fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh memberikan aktivitas daya hambat pada bakteri S.aureus secara berturut-turut 12,52mm; 13,90mm dan 12,42 mm. Pada bakteri E. aeruginosa memberikan aktivitas daya bunuh secara berturut-turut 13.21 mm; 13.70 mm dan 12.49 mm. Pada bakteri E.coli dengan daya bunuh berturut-turut adalah 13.46 mm; 13.30 mm dan 13,18 mm
, Vinda Maharani Patricia
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 115-120; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.138

Abstract:
In Indonesia, it is not uncommon to find children who suffer from fever which can occur due to the change of weather from the rainy season during the dry season or vice versa. Communities in rural areas generally use onion (Allium ascalonicum L) to relieve fever in children. Cream preparations are made by varying the concentration of the emulgator to determine the effect of different concentrations of the emulgator on the physical characteristics of the cream preparation. The emulgator used is tween 80 and span 60 with a concentration of Formula 1: 3.5%, Formula 2: 3.75%, formula 3: 4%. Physical evaluations carried out in this study were organoleptic, pH, homogeneity, cream washability, cream type, viscosity, spreadability, adhesion, and freeze-thaw tests. The results of the study it can be concluded that the differences in the concentration of the emulgator can affect the physical characteristics of the cream preparation, namely in the spreading test and the adhesion test shows that F3 (4%) can reduce the spreadability of the cream preparation but can be attached to a long time when compared to F1 (3.5%) and F2 (3.75%). The physically optimal cream preparation formula is F1 and F2 because it meets all the requirements in the evaluation test. Keywords: Cream, onion, emulgator, physical characteristics
, Alfiah Nur Irza Gunawan, Ratih Dewi Saputri, Mulyadi Tanjung
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 89-92; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.121

Abstract:
Dua senyawa alkaloid furokuinolin, diktammin (1) dan skimmianin (2) telah berhasil diisolasi dari kulit batang Zanthoxylum acanthopodium DC. Penentuan struktur kedua senyawa alkaloid ditetapkan berdasarkan analisis spektrum UV, IR, MS, 1D dan 2D NMR. Uji aktivitas antikanker senyawa 1–2 terhadap sel murine leukemia P-388 memperlihatkan nilai IC50 10,41 dan 4,85 µg/ml.
, Ridho Sernawan
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 127-130; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.139

Abstract:
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tenaga kesehatan mempunyai peran penting bagi rumah sakit. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut tidak terlepas dari terpenuhinya kepuasan kerja pegawai rumah sakit yang berperan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Oleh karena itu, kepuasan kerja tenaga kesehatan sangatlah berpengaruh terhadap kinerja rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan kerja tenaga Apoteker dalam menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSDI Banjarbaru. Penelitian ini bersifat deskriftif yang menjelaskan tentang kepuasan kerja tenaga kesehatan (Apoteker). Aspek kepuasan kerja yang diukur adalah kepuasan terhadap beban kerja dan kepuasan terhadap insentif yang diperoleh. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Juni 2019. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 9 orang Apoteker. Hasil penelitian menyatakan bahwa 100% responden merasa puas terhadap beban pekerjaannya dan 88,99% responden merasa tidak puas tehadap insentif yang diperoleh. Kata Kunci : Kepuasan Kerja, Apoteker, Jaminan Kesehatan Nasional
Alhawaris
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 139-150; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.132

Abstract:
Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah infeksi virus. Virus Hepatitis C (VHC) merupakan salah satu virus dengan genom RNA yang dapat menyebabkan infeksi pada sel-sel hati (hepatosit) yang dapat menular melalui darah. VHC memiliki berbagai genotipe yang tersebar di berbagai belahan bumi yang telah teridentifikasi dan terklasifikasi. VHC tersusun atas berbagai protein yang merupakan hasil ekspresi RNA VHC. Protein tersebut terdiri atas protein struktural maupun non-struktural yang memiliki fungsi masing-masing, khususnya pada saat menginfeksi sel inang. Protein-protein VHC tersebut dapat menginisiasi sistem pertahanan tubuh sehingga timbul respon imum tubuh terhadap VHC. Genom VHC dapat mengalami mutasi sehingga mempu menghindari respon imun inangnya. Kegagalan respon imun tubuh untuk mengeliminasi VHC menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati hingga berpotensi mengalami sirosis bahkan kanker. Ko-ifeksi VHC dengan infeksi mikroorganisme lainnya atau bahan-bahan lainnya yang dapat menurunkan fungsi normal organ hati dapat memperparah perjalanan penyakit hati. Variasi genetik dan kecepatan VHC untuk bermutasi menyebabkan sulitnya memperoleh vaksin yang tepat untuk virus tersebut, sehingga berpotensi menjadi penyakit yang bersifat silent epidemic.
Nurul Fitriani, Herman Herman, Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan, Volume 2, pp 57-62; https://doi.org/10.25026/jsk.v2i1.116

Abstract:
Telah dilakukan penelitian yang berjudul Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sumpit (Brucea javanica (L.) Merr.) dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, nilai IC50, ekstrak yang memiliki aktivitas terbaik sebagai antioksidan, serta mengetahui potensi antioksidan daun sumpit (Brucea javanica (L.) Merr.) dibandingkan dengan kontrol positif vitamin C. Penelitian ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) yang diujikan pada ekstrak kasar metanol, ekstrak fraksi n-heksana, ekstrak fraksi etil asetat, dan ekstrak fraksi n-butanol daun sumpit (Brucea javanica (L.) Merr.). Nilai IC50 untuk masing-masing sampel antara lain 152 ppm pada ekstrak kasar, 227 ppm pada ekstrak fraksi n-heksana, 91,12 ppm pada ekstrak fraksi etil asetat, dan 154,54 ppm pada ekstrak fraksi n-butanol. Dari pengujian aktivitas antioksidan diketahui bahwa ekstrak yang memberikan aktivitas antioksidan terbaik adalah ekstrak fraksi etil asetat.
Back to Top Top