Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas

Journal Information
ISSN / EISSN : 23386878 / 26203243
Current Publisher: Universitas Wahid Hasyim Semerang (10.31942)
Total articles ≅ 49
Filter:

Latest articles in this journal

Bekti Taufiq Taufiq Ari Nugroho
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 7; doi:10.31942/pgrs.v7i1.2722

Abstract:AbstracUtilization of Information Technology for Learning Islamic Education (PAI) in SD Negeri Candirejo can be grouped into three functions, namely: a) Independent / classical learning media; 2) InformationTechnology that is used for learning aids; 3) Information Technology relatedas a source of learning (learning resurces). Development of learningprograms at SD Negeri Candirejo, namely: a) Behavioral technologyprogram stage; b) Stage instructional technology; c) Stage performancetechnology. SD Negeri Candirejo, needs to use and maximize learning mediathat can support the development of Islamic religious education itself. PAIteachers at Candirejo Public Elementary School will play a role inmanaging the entire learning process by creating learning conditions in sucha way that each child can learn effectively and efficiently. Starting fromchoosing materials, theories, methods, techniques, strategies and learningmedia. As an assessment of student learning outcomes (evaluator of studentlearning), teachers are required to play a role in continuously following thelearning outcomes achieved by students from time to time. As a director oflearning (teacher of learning), the teacher has a role to always generate,maintain, and increase the motivation of students to learn and as a guide inlearning.Keywoard: Utilization of Information Technology, Learning PAIAbstrakPemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran PendidikanAgama Islam (PAI) di SD Negeri Candirejo dapat dikelompokkan ke dalamtiga fungsi, yaitu: a) Media Pembelajaran mandiri/klasikal; 2) TeknologiInformasi yang dimanfaatkan untuk alat bantu pembelajaran; 3) TeknologiInformasi yang terkait sebagai sumber belajar (learning resurces). Pengembangan program belajar di SD Negeri Candirejo yaitu: a) Tahap programbehavioral technology; b) Tahap instructional technology; c) Tahapperformance technology.PROGRESS – Volume 7, No. 1, Juni 2019 1Jurnal Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid HasyimSD Negeri Candirejo, perlu menggunakan dan memaksimalkan mediapembelajaran yang dapat menunjang terhadap pengembangan pendidikanagama Islam itu sendiri. Guru PAI di SD Negeri Candirejo akan berperanmengelola seluruh proses pemeblajaran dengan menciptakan kondisi-kondisibelajar sedemikian rupa sehingga setuiap anak dapat belajar secara efektifdan efisien. Mulai dari memilih materi, teori, metode, teknik, strategimaupun media pembelajaran. Sebagai penilai hasil belajar siswa (evaluatorof student learning), guru dituntut untuk berperan secara terus-menerusmengikuti hasil-hasil belajar yang dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu.Sebagai pengarah belajar (director of learning), guru berperan untuk senantiasa menimbulkan, memelihara, dan meningkatna motivasi siswa untuk belajar dan sebagai pembimbing dalam belajar.Kata Kunci: Pemanfaatan Teknologi Informasi, Pembelajaran PAI
Mar’Atul Lutfiyah
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 7; doi:10.31942/pgrs.v7i1.2724

Abstract:This study aims to: (1) determine the relationship between criticalreading skills and the quality of PAI students' quantitative thesis writing, (2)find out the relationship between logical thinking and PAI Student'squantitative thesis quality, (3) find out the relationship between criticalreading skills and logical thinking together with the quality of quantitativethesis writing for PAI students. This research is a quantitative research witha design of product moment correlation analysis and multiple linearregression. The study was conducted at the Pemalang Tarbiyah College ofSciences (STIT). The population is 100 students. The sample was taken byproportionate stratified random sampling of 65 students. Data was collectedthrough questionnaires. Data analysis includes descriptive analysis, testinganalysis prerequisites, and hypothesis testing. The results showed that: (1)there was a positive and significant relationship between critical readingskills and the quantitative quality of PAI students' thesis, (2) there was apositive relationship and significance between logical thinking and PAIStudent's quantitative thesis quality, (3) positive and significance betweencritical reading skills and logical thinking with the quality of quantitativethesis writing for PAI students. This means that the quality of quantitativethesis writing of PAI (Y) students can increase by improving critical readingskills (X1) and the ability to think logically (X2).Keywords: critical reading, logical thinking, and quantitative thesis
Etik Kurniawati
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 7; doi:10.31942/pgrs.v7i1.2723

Abstract:O improve teacher competency in schools one way is through the management of Islamic education institutions that favor the improvement of teachercompetencies. What is the supervision of Islamic education institutions inincreasing the professionalism of teachers in the Darusalam Middle School Sragen.This study aims to describe the management plan of Islamic education institutionsin enhancing the professionalism of teachers at the Darusalam Middle School inSragen.. The research subjects were the Principal of the Middle School ofDarussalam Darussalam Sragen, Deputy Head of Affairs (curriculum, studentaffairs, finance, facilities), TU Staff and Teachers. Data obtained throughobservation, interviews, and documentation. After collecting data, presenting data,and analyzing data. The data shows that the increase in the competence of teachersat the IT Darussalam Middle School can be achieved through two things, namelythe efforts of teachers and the participation of educational institutions. The effortsof teachers in order to improve their competence through four things, include:pedagogical, personal, social and professional competencies.Key Word: Management of Islamic Education Institutions, Teacher ProfessionalismAbstrakMeningkatkan kompetensi guru di sekolah salah satu caranya adalah melalui manajemen lembaga pendidikan Islam yang berpihak pada peningkatankompetensi guru. Penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan perencanaan manajemenlembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP ITDarusalam Sragen. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah SMP IT DarussalamSragen, Wakil Kepala urusan (kurikulum, kesiswaan, keuangan, sarana prasarana),Staf TU dan Guru. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Setelah melakukan pengumpulan data, penyajian data, dan analisis data diperolehdata bahwa peningkatan kompetensi guru SMP IT Darussalam dapat diraih melaluidua hal yaitu dengan usaha dari guru dan peran serta lembaga pendidikan. Upayaguru dalam rangka meningkatkan kompetensinya melalui empat hal, meliputi:kompetensi pedagogik, pribadi, sosial dan profesional. Kata Kunci: Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, Profesionalisme Guru
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 7; doi:10.31942/pgrs.v7i1.2726

Abstract:This study describes the need to reconstruct the role of Islamic educationteachers in the post-truth era. This research is a descriptive study using aqualitative approach. In the era of post-truth, hoax, bullshit and radical ideological propaganda a threat in life. So the role of the teacher needs to be reconstructedbecause of the conditions and demands of the times. Society in the post-truth eracannot be separated from the digital world. Likewise, students as the millennialgeneration who live in the digital era need to get attention and bang from theteacher. In the post-truth era teachers are not only enough to have basicqualifications and competencies as educators. So that in this study the teacherbesides having competence as an ideal educator, teachers need to be literate intechnology and media literacy, spirit of nationalism, become educators and jihadisin the real world and cyberspace. In other words the role of Islamic educationteachers in the post-truth era is not only to be educators and jihadis in the realworld but also in cyberspace.Keywords: teacher, Islamic education, post-truthAbstrakPenelitian ini memaparkan tentang perlunya merekonstruksi peran gurupendidikan Islam di era post-truth. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifdengan menggunakan pendekatan kualitatif. Di era post-truth, hoax, bullshit danpropaganda ideologi yang radikal memenjadi ancaman dalam kehidupan. Sehinggaperan guru perlu direkonstruksi karena kondisi dan tuntutan zaman. Masyarakat diera post-truth tidak dapat lepas dari dunia digital. Demikian juga peserta didiksebagai generasi mileneal yang hidup di era digital perlu mendapat perhatian dandentuhan dari guru. Di era post-truth guru tidak hanya cukup dengan memilikikualifikasi dan kompetensi dasar sebagai pendidik. Sehingga dalam penelitian iniguru selain memiliki kompetensi sebagai pendidik yang ideal, guru perlu melekteknologi dan melek media, berjiwa nasionalisme, menjadi pendidik dan jihadis didunia nyata dan dunia maya. Dengan kata lain peran guru pendidikan Islam di erapost-truth adalah tidak hanya menjadi pendidik dan jihadis didunia nyata tetapi juga di dunia maya.Kata kunci : guru, pendidikan Islam, post-truth
Nurul Azizah
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 7; doi:10.31942/pgrs.v7i1.2725

Abstract:AbstracAkikah is a form of parental love and the provision of the first education for children. The marriage practiced by the Jahiliyah in ancient times was replaced by the Prophet with the practices of Islamic marriage andcontained educational value in it. This study focused on the akikah traditionscontained in the book of hadith mu'tabar. This research is a qualitativeresearch in the form of a research library that collects data from relevantbooks. The purpose of this study is to find out the akikah rituals contained inthe hadith of marriage, and to know the value of Islamic education containedin it.This research shows that the akikah hadith narrated by Abi Buraidah,Ali, Samurah, and 'Aisyah contain several rituals, including: cutting a child'shair, smearing his hair with za'faran oil, alms as heavy as hair that has beencut, named, tahnik, and akikah. From this practice, akikah contains values ofIslamic education, including: faith education, moral education, healtheducation, social education, psychology education, and beauty education.Key Word: Islamic Education, Hadits AkikahAbstrakAkikah merupakan bentuk kasih sayang orang tua dan pemberianpendidikan pertama bagi anak. Akikah yang dipraktekkan orang Jahiliyahpada zaman dahulu diganti oleh Rasulullah dengan praktik-praktik akikahislami dan mengandung nilai pendidikan di dalamnya. Penelitian inidifokuskan pada hadis-hadis akikah yang terdapat dalam kitab hadismu’tabar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupalibraryresearchyang mengumpulkan data-data dari buku-buku yang relevan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ritual-ritual akikah yang terdapatdalam hadis akikah, serta untuk mengetahui nilai pendidikan Islam yangterdapat di dalamnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis akikah yang diriwayatkan oleh Abi Buraidah, Ali, Samurah, dan ‘Aisyah mengandung beberapa ritual, di antaranya: memotong rambut anak, melumuri rambutnyadengan minyak za’faran, sedekah seberat rambut yang telah dipotong, diberinama, tahnik, dan akikah. Dari praktik tersebut, akikah mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, di antaranya: pendidikan keimanan, pendidikan akhlak, pendidikan kesehatan, pendidikan sosial, pendidikan psikologi, dan pendidikan keindahan.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Hadis Akikah.
Mokhamad Miptakhul Ulum
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 6; doi:10.31942/pgrs.v6i2.2539

Abstract:Implementation of education that is very instant and commercial candamage the process of character building of the nation so that in the longterm make education not as a means of social reconstruction but socialdeconstruction. It is necessary that there is a long process in learning so thereis no moral decadence. The concept ofṭūluaz-zamān in the Ta‘līm alMuta‘allim according to Az-Zarnuji is very important as a terms of studying.Az-Zarnuji combines ṭūluaz-zamān with żaka' (intelligent), ḥirṣin,(willingness), iṣṭibārin (patient), bulgatin (money) and irsyādiustāżin(teacher guidance) as an inseparable entity to produce learners qualified andable to understand about the process of seeking knowledge both formal,informal and nonformal. Ṭūluaz-zamān is important for students to cultivateblessings but must be accompanied by khidmah (devotion), ta'allum(learning) and ta'alluq bi syaikh (relationship with the teacher).Kata Kunci: Ṭūlu az-zamān , Ta‘līm al-Muta‘allim, Az-ZarnujiAbstrakPenyelenggaraan lembaga pendidikan yang sangat instan dankomersial dapat merusak proses pembentukan karakter bangsa sehinggadalam jangka panjang menjadikan pendidikan bukan sebagai saranarekonstruksi sosial tapi dekonstruksi sosial. Proses pendidikan yang lamadalam menimba ilmu sangat penting agar tidak terjadi dekadensi moral.Konsepṭūlu az-zamān dalam kitab Ta‘līm al-Muta‘allim menurut Az-Zarnujisangat penting sebagai syarat menuntut ilmu. Az-Zarnujimengkombinasikanṭūlu az-zamān dengan żaka’ (cerdas), ḥirṣin, (kemauan),iṣṭibārin (sabar), bulgatin (ada uang) dan irsyādi ustāżin (bimbingan guru)sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk menghasilkan pesertadidik yang berkualitas dan mampu memahami tentang proses mencari ilmubaik formal, informal maupun nonformal. Tulu az-zaman itu penting bagisantri untuk menumbuhkan berkah namun harus di sertai dengankhidmah(pengabdian), ta’allum (belajar) dan ta’alluq bi syaikh (hubungan dengankyai).Kata Kunci: Ṭūluaz-zamān,Ta‘līm al-Muta‘allim, Az-Zarnuji
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 6; doi:10.31942/pgrs.v6i2.2537

Abstract:This research is conducted with the aim to find out the reasons for theimplementation of Islamic Education in the Christian Education Institute andto find out the problem of learning Islamic Education in the ChristianEducation Institution and its solution. This is a qualitative descriptiveresearch with the data sources of documents and interviews. The techniqueof data collection is through observation, documentation and interviews. Thetechnique of data analyzing is inductively using the Miles and Hubermanmodel, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The approach used is a interaksi edukatif approach. The results showed thatthe reason of applying an Islamic Education learning in SMK PenaburPurworejo due to the government regulation to implement ReligiousEducation in each Educational institution.Keywords: Implementation, Problems, SolutionAbstrakPenelitianini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui alasandiimplementasikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di LembagaPendidikan Kristen dan untuk mengetahui problem pembelajaran PendidikanAgama Islam di Lembaga Pendidikan Kristen serta solusinya. Jenispenelitian ini kualitatif diskriptif dengan sumber data dokumen dannarasumber.Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi danwawancara. Teknik analisis data penelitian secara induktif denganmenggunakan modelMiles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajiandata, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalahpendekatan interaksi edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatpembelajaran PAI di SMK Penabur Purworejo karena mengikuti peraturanpemerintah untuk mengimplementasikan Pendidikan Agama di setiaplembaga Pendidikan.Kata kunci: Implementasi, Problematika, Solusi
Taslim Sahlan, Laila Ngindana Zulfa
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 6; doi:10.31942/pgrs.v6i2.2540

Abstract:AbstracIndonesia is a multicultural and multireligious country. Therefore, it isnecessary to study the development model of religion that emphasizes thelearning model with the overriding goal of combating violence, poverty,corruption, manipulation and the like. Many events anarchism (hardness)and terrorism in the name of Islam, invite the questions that it is true thatIslam as a religion rahmatanlil 'alamin. For these conditions, the concept ofIslamic education-based pluralist-multicultural is an offer that is absolutelynecessary, in order to create conditions more progressive in terms oftolerance.Keywords: Islamic Education, Pluralist-Multicultural, Anarchism.AbstrakIndonesia merupakan negara dan bangsa yang multikultural danmultireligius, oleh sebab itu perlu adanya model pengembanganpembelajaran agama yang menekankan kepada model pembelajaran dengantujuan utama yaitu memerangi kekerasan, kemiskinan, korupsi, manipulasidan sejenisnya. Merebaknya peristiwa anarkisme (kekerasan) dan terorismeyang mengatasnamakan Islam, mengundang pertanyaan benarkah Islamsebagai agamarahmatan lil ‘alamin. Untuk kondisi tersebut, koseppendidikan Islam berbasis pluralis-multikultural merupakan tawaran yangmutlak perlu, supaya tercipta kondisi yang lebih progesif dalam artiantoleransi.Kata kunci: Pendidikan Islam, Pluralis-Multikultural, Anarkisme.
Muhammad Ahsanul Husna
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 6; doi:10.31942/pgrs.v6i2.2541

Abstract:AbstracDiscussion Method On Learning Classical Books to Improving ReadingSkills. Essay. Muhammad AhsanulHusna. The yellow book is a classic bookthat written by scholars' salaf, and use arabic language, without harakat(punctuation), without a description of the local language.Compiled inbrownish yellow sheets, containing various scientific disciplines, bothreligious and non-religious, among boarding schools. The method mostclsssical of yellow book learning is known as the Bandongan term, which isto sharpen the yellow text with a beard meaning and written by Arabic Pegonas a local language. Kyai told directly to students, and satri wrote what wassaid by the Kyai. This learning system is a monologue, there is no directdialogue with the santri, except the explanation of Kyai that related with theyellow book that is being read.Key words: Learning Classic Books, Improving Reading SkillsAbstrakMetode Diskusi Dalam Pemebelajaran Kitab Kuning Klasik DalamPeningkatan Keterampilan Membaca. Essay. Muhammad Ahsanul Husna.Kitab kuning adalah kitab klasik yang ditulis oleh para ulama’ salaf, yangdituangkan dalam bahasa Arab, tanpa harakat (tanda baca), tanpa keteranganbahasa lokal. Disusun dalam lembaran-lembaran berwarna kuningkecokelatan, berisi berbagai disiplin ilmu pengetahuan, baik keagamaanmaupun non keagamaan, diajarkan dikalangan pondok pesantren. Medotepembelajaran kitab kuning paling klasik dikenal dengan istilahBandongan,yaitu mengasahi teks kitab kuning dengan makna jenggot bertuliskan ArabPegon dalam ejaan bahasa lokal setempat. Disampaikan secara langsung olehKyai dihadapan para santri, yang menulis apa yang diucapkan oleh Kyai.Sistem pembelajaran ini monolog, tidak terjadi dialog dengan santri secaralangsung, kecuali penjelasan Kyai yang berhubungan dengan teks kitabkuning yang sedang dibaca.Kata Kunci: Pemebelajaran kitab kuning Klasik, Keterampilan Membaca
Prawidya Lestari
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 6; doi:10.31942/pgrs.v6i2.2538

Abstract:Whereas in this modern era the Needs of superior human resource that areintelligent and religious is incrising. Islamic boarding schools as one of theoldest educational institutions in Indonesia has produced religious humanfigures, on the other hand Islamic higher education as a modern educationalinstitution gives a pattern in the embodiment of intelligent human beings.Unfortunately, the two biggest educational potentials owned by the majorityNahdlatulUlama organization are still independent, it hasn't synchronizedproperly yet. On the basis of these conditions, education thinkers andinstitutions in the NahdlatulUlama environment should pay more attention sothat Islamic boarding schools and Islamic higher education can besynchronized as an innovative effort to prepare the human resources neededin their day to welcome a century of Nahdlatul Ulama.Keywords: Pesantren Education, Islamic Religion College and HumanResourcesAbstrakZaman modern ini kebutuhan sumber daya manusia unggul yang berkaraktercerdas dan religious meningkat. Pondok pesantren sebagai salah satulembaga pendidikan tertua di Indonesia telah menghasilkan figure manusiayang religious, disatu sisi perguruan tinggi islam sebagai lembagapendidikan modern memberi corak dalam perwujudan manusia yang cerdas.Sayangnya dua potensi pendidikan terbesar yang dimiliki oleh organisasiNahdlatul Ulama mayoritas masih berdiri sendiri, belum tersinkronisasidengan baik. Atas dasar kondisi itu, sudah semestinya para pemikirpendidikan dan instansi dilingkungan Nahdlatul Ulama menunjukkanperhatian lebih agar pendidikan pesantren dan perguruan tinggi Islam dapattersingkronisasi sebagai usaha kreatif dan inovatif untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang dibutuhkan di zamannya guna menyongsong satu abadNahdlatul Ulama.Kata Kunci: Pendidikan Pesantren, Perguruan Tinggi Islam dan SumberDayaManusia