Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas

Journal Information
ISSN / EISSN : 2338-6878 / 2620-3243
Published by: Universitas Wahid Hasyim Semerang (10.31942)
Total articles ≅ 71
Filter:

Latest articles in this journal

Tomi Azami
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 9; doi:10.31942/pgrs.v9i1.4108

Abstract:
Beragam kekerasan baik fisik maupun verbal mengatasnamakan agama masih marak di Indonesia. Masyarakat minoritas kerap menjadi korban. Melihat hal tersebut, tidak hanya represif yang dilakukan, namun perlu upaya preventif untuk mengatasi permasalahan ini. Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dapat menjadi corong dalam mengambil peran ini. Kurikulum sebaiknya dikembangkan ke arah kontraradikalisme. Artikel ini merupakan hasil penelitian kepustakaan atau riset literatur, Pengumpulan data berupa data-data kepustakaan baik berupa buku, manuskrip, jurnal, maupun sumber-sumber berbentuk dokumentasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan upaya preventif dalam melakukan kontraradikalisme melalui jalur pendidikan. Pendidikan dapat menjadi senjata dalam mengonter radikalisme. Tataran praktisnya tercermin pada kurikulum PAI yang dikembangkan. Hal yang perlu digarisbawahi adalah definisi kurikulum memiliki jangkauan yang luas (tujuan, materi, strategi, media, dan evaluasi), kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler.
Bekti Taufiq Ari Nugroho, Mustaidah Mustaidah
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 9; doi:10.31942/pgrs.v9i1.4459

Abstract:
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu penelitiankualitatif yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Metode ini digunakan untuk menganalisis data mengenai obyek penelitian yaitu SD Negeri Candirejo, serta untuk menyimpulkan data-data di lapangan yang berhubungan dengan pelaksanaan metode Al-Husna dalam pembelajaran membaca Al-Qur`an. Hasil penelitiannya adalah Penerapan metode Al-Husna di SD Negeri Candirejo, mempunyai ciri khas tersendiri yaitu dengan pendekatan Klasikal dan Individual. Pendekatan metode Al-Husna dilaksanakan dengan 3 tehnik yaitu: 1) Tehnik 1 (tartil yaitu Tartil ialah mentajwidi huruf dan mengenal dimana harus waqaf); 2) Tehnik 2 (guru membaca siswa menirukan); 3) Tehnik 3 guru dan siswa sama-sama membaca dengan kaidah rasm utsmani. Evaluasi dalam tilawati ini dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk kenaikan jilid. Sedangkan untuk kenaikan halaman setiap di akhir pertemuan sebelim pulang, dengan ketentuan dari pendidik, dan sesuai pedoman pelaksanaan imtihan.
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 9; doi:10.31942/pgrs.v9i1.4514

Abstract:
Masyarakat indonesia sekarang ini siap atau tidak siap harus bisa melewati masa dimana setiap tahunnya selalu mengalami perubahan yang luar biasa baik di dalam dunia pendidikan sosial serta budaya yang ada peasti mengalami perubahan untuk kemajuan masyarakat yang ada pada saat ini. Terutama di era digitalisasi membawa dampak yang begitu besar bagi kehidupan umat manusia. Sehingga banyak sekali sektor kehidupan yang mengalami perubahan dan kemajuan berkat teknologi yang dihadirkan di era milenial pada saat ini. Begitu juga dalam dunia pendidikan pada umumnya termasuk yang terkena dampaknya Pendidikan Islam dimana para pengajarnya dituntut untuk mampu beradaptasi dan bersosialisasi agar tidak tertinggal jauh dari pendidikan model lainnya. Tidak terasa zaman telah merubah semuannya perkembangan yang pesat pada era revolusi industri 4.0 mengakibatkan banyak bermunculan inovasi media pembelajaran, seperti media komunikasi elektronik berupa handphone, televisi, radio, baik itu media elektronik yang lainnya atau media cetak dan lain sebagainya yang berhasil menembus batas geografis, sosial, dan politis secara intensif. Kecanggihan alat-alat teknologi merupakan karakteristik era revolusi industri 4.0. yang sangat luar biasa sehingga membawa perubahan yang positiv serta negatif tergantung bagaimana manusia tersebut memaknainnya dan memanfaatkannya untuk kebaikan ataupun keburukan.
Mahlail Syakur
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 9; doi:10.31942/pgrs.v9i1.2335

Abstract:
Islam as a part of the social system comes with a mission as rahmah lil-‘alamin to take part in nation-building. On the other sides Indonesia is a multicultural country where Islam is one of the subsystems. Therefore, Islam should be introduced as the potential for an inclusive, democratic and pluralist. Sunan Kudus spreads Islam by way of acculturation traditions and local culture because at that time the majority of the population is Hindu Holy.This research includes the study of literature (library research) using the method of documentation and descriptive. Descriptive method is used to describe all of the information about the fatwa Sunan Kudus and his background. The researcher also used a historical approach to photographing the events of the past time.There are two findings in this study, namely: (1) Prohibition of slaughtering cows that produce discourse that the Kudus people have high awareness for religious tolerance when Islam was come to Kudus, (2) Character education in banning slaughter cows produced a discourse that architecture of Mosque and Kudus Minaret and fatwa "Prohibition of slaughtering cows" contains the educational value of inter-religious tolerance.Methods and strategies of propaganda Sunan Kudus conceived a view to educating the Muslim community in order to have a noble character, are willing to respect and appreciate the confidence the Hindu community who believed that the cow is considered sacred animals.
Hadi Susilo
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 9; doi:10.31942/pgrs.v9i1.3841

Abstract:
In forming literate souls in students, it is not as easy as turning your palms. Therefore, through literate mental education, children will apply to their souls. Some of the methods used include the method of habituation, exemplary and so on.Now we see the level of Indonesian literacy research entitled World's Most Literate Nations Ranked, conducted by Central Connecticut State University, Indonesia is ranked 60th out of 61 countries regarding interest read. By exploring the verses of the Qur'an, Surat al-Kahf, verse 109, it will reveal an extraordinary literacy message that can be implemented in the world of education today. The role of educators in shaping a literate spirit is not only in conveying ways, but also by giving examples, and doing good habituation. The amount of knowledge, information, said Allah, requires a literate soul so that one can always seek the scientific information needed and according to what is desired.
Ali Imron
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 9; doi:10.31942/pgrs.v9i1.3935

Abstract:
Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai pendidikan tauhid Imam Ahmad bin Hanbal. Hal ini dilakukan karena selama ini Imam Ahmad bin Hambal lebih popular sebagai ulama Hadits dan atau ulama fiqih. Di sisi lain proses pendidikan yang dialami dan terima oleh Imam ahmad bin Hanbal jarang terungkap dalam kajian secara khusus termasuk kajian tentang nilai-nilai pendidikan tauhidnya. Peneliti melakukan kajian kualitatif pustaka terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan nilai-nilai Pendidikan Tauhid dan dihubungkan dengan Imam Ahmad bin Hambal. Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan ditemukan hasil bahwa bahwasannya pendidikan tauhid merupakan proses penanaman ketauhidan atas keesaan Allah SWT. Ini penting untuk ditanamkan kepada manusia khususnya umat Islam dari sejak dini sekalipun. Imam Ahmad bin Hanbal sebagai salah satu ulama fiqh memiliki pendapat yang tidak jauh berbeda dengan ulama fiqih lainnya tentang tauhid dan nilai-nilai pendidikan tauhid. Hal ini dipertegas dalam peryataannya yaitu beriman hanya kepada Allah SWT, yakin atas keesaan Allah dan Allah pencipta alam semesta, serta percaya akan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT yang ada di dalam Al-Qur’an. Nilai-nilai pendidikan tauhid Imam Ahmad bin Hanbal dapat dikelommpokkan menjadi tiga nilai utama yaitu: nilai-nilai perilaku seorang muslim dalam hubungannnya kepada Allah SWT, diri sendiri dan kepada sesama manusia. Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan, Tauhid, Imam Ahmad bin Hambal Abstract This paper aims to describe the values of tauhid education from the perspective of Imam Ahmad bin Hanbal. This is done because during this time Imam Ahmad bin Hambal is more popular as a scholar of Hadith and / or scholar of fiqh. On the other hand, the educational process experienced and received by Imam Ahmad bin Hanbal is rarely revealed in specific studies including studies on the values of his tawhid education. The researcher conducted a qualitative literature review of various literatures related to the values of Tawheed Education and associated with Imam Ahmad bin Hambal. Based on the descriptive analysis carried out, it was found that tauhid education is a process of cultivating monotheism on the oneness of Allah SWT. This is important to instill in humans, especially Muslims from an early age. Imam Ahmad bin Hanbal as one of the scholars of fiqh has an opinion that is not much different from other fiqh scholars about tawhid and the values of tawhid education. This is emphasized in his statement, namely believing only in Allah SWT, believing in the oneness of Allah and Allah who is the creator of the universe, and believing in the names and attributes of Allah SWT that are in the Al-Quran. The values of Imam Ahmad bin Hanbal's monotheistic education can be grouped into three main values, namely: the values of the behavior of a Muslim in relation to Allah SWT, himself and to fellow humans. Keywords: Educational Values, Tawheed, Imam Ahmad bin Hambal
Khikayah Khikayah, Heru Prastyo
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 9; doi:10.31942/pgrs.v9i1.4458

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan habituasi serta kontribusi keagamaan Siswa SDIT Nidaul Hikmah Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif, yaitu : reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi Hasil penelitian memaparkan bahwa aktifitas keagamaan yang dilakukan di SDIT Nidaul Hikmah Kota Salatiga Tahun 2018 berupa: ceramah keagamaan, PHBI dan pengamalan ajaran agama berupa: shalat dhuha, tahfidz, dan shalat berjamaah (Dhuhur, dan Azhar). Aktivitas keagamaan berkontribusi bagi diri siswa antara lain :1) menanamkan pembiasaan beribadah, 2) menumbuhkan kedisiplinan, dan membiasakan siswa hidup dekat dengan agama, 3) pembiasaan anak berperilaku sesuai nilai- nilai ajaran Islam, jujur, bertanggung jawab dan berkarakter. Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas dan habituasi memberikan kontribusi yang positif pada diri siswa di SDIT Nidaul Hikmah yang berupa kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Mudzakkir Ali, Muh Syaifuddin
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 8; doi:10.31942/pgrs.v8i2.3961

Abstract:
In the mid of widespread radicalism in society, it has become a concern of many circles, especially eduacation expert. Various concept of deradicalization were presented in various media in order to create a conducive situation in society. Ibn Miskawaih can be seen as the first character to propose the concept of the middle path (moderate) as a character value that reject the minus and plus extrimities. It is necessary to reveal his concept in the field of character education. Keywords: Ibn Miskawaih and Character Education Abstrak Di tengah maraknya paham radikal di masyarakat, menjadi keprihatinan banyak kalangan, terutama para ahli pendidikan. Berbagai konsep deradikalisasi disuguhkan di berbagai media guna mewujudkan situasi kondusif di masyarakat. Ibn Miskawaih dapat dipandang sebagai tokoh pertama yang menyodorkan konsep jalan tengah (moderat) sebagai nilai karakter yang menolak ekstrimitas minus dan ekstrimitas plus. Di sinilah perlunya mengungkap kembali konsep Dia di bidang pendidikan karakter. Kata Kunci: Ibn Miskawaih dan Pendidikan Karakter
Siti Kusrini
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 8; doi:10.31942/pgrs.v8i2.3958

Abstract:
Abstrac This research is a descriptive qualitative research, which seeks to describe or describe objects clearly and systematically without any engineering or manipulation and non-experimentation. This type of research is field research, using a qualitative approach that emphasizes the analysis of the deductive- inductive inference process as well as an analysis of the dynamics of the relationship between the observed phenomena using the method of observation, interviews, and documentation. While the data analysis process is carried out through the process of data collection, reduction, data display, and Conclusion drawing / verification. The results showed that the 2013 Curriculum for Islamic Religious Education and Character has been implemented, but not maximally in SD Negeri Batursari 6, Mranggen District, Demak Regency, both in terms of learning planning, learning implementation and learning assessment. This is due to the lack of readiness of teachers in implementing the 2013 Curriculum due to delays in socialization and training for the 2013 Curriculum. Keywords: 2013 Curriculum, Islamic Education, Character Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang berusaha menggambarkan atau mendeskripsikan objek secara jelas dan sistematis tanpa ada rekayasa dan manipulasi serta non-eksperimen. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih menekankan analisis pada proses penyimpulan deduktif-induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan antara fenomena yang diamati dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan proses analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduction, data display, dan Conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sudah diimplementasikan, namun belum maksimal di SD Negeri Batursari 6 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, baik dari segi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 akibat keterlambatan sosialisasi dan pelatihan Kurikulum 2013. Kata Kunci: Kurikulum 2013, Pendidikan Islam, Budi Pekerti
Moh Syakur, Muhammad Faiq
Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, Volume 8; doi:10.31942/pgrs.v8i2.3960

Abstract:
In the global economy, ethnic Chinese entrepreneurship strategy is one of the concepts of a mature economy. In fact, china is now one of the largest economic powers in the World. No wonder indonesia has a direct influence on the economic impact of China. One of the effects is that the majority of indonesia's growing economy is controlled by ethnic Chinese. Therefore, it is necessary to look at the entrepreneurial benefits carried out by ethnic Chinese who convert to Islam. Keywords: Entrepreneurship, Chinese, Islam Abstrak Dalam ekonomi global, strategi kewirausahaan etnis Tionghoa merupakan salah satu konsep perekonomian yang sudah matang. Bahkan, kini negara China merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Dunia. Tak heran jika negara Indonesia mendapat pengaruh secara langsung dampak perekonomian dari China. Salah satu dampaknya adalah mayoritas perekonomian yang berkembang di Indonesia dikuasai oleh etnis Tionghoa. Untuk itu, perlu kiranya melihat khasanah kewirausahaan yang dilakukan oleh etnis Tionghoa yang memeluk agama Islam. Kata kunci: Kewirausahaan, Tionghoa, Islam
Back to Top Top