AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2089-8703 / 2442-5419
Published by: Universitas Muhammadiyah Metro (10.24127)
Total articles ≅ 444
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Asri Dwita, Sugiman Sugiman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 758-765; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3462

Abstract:
Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang diperlukan di abad 21 sehingga kemampuan tersebut merupakan hal yang perlu diperhatikan. Penelitian ini akan membahas tentang kesalahan siswa dalam menjawab soal tes kemampuan berpikir kreatif matematis pada materi pecahan berdasarkan prosedur Newman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan siswa terkait soal-soal tes kemampuan berpikir kreatif materi pecahan. Subjek dalam penelitian ini adalah 13 siswa SMP di Pagaralam yang berada di kelas VII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive-qualitative. Dalam hal ini, instrumen yang digunakan adalah soal-soal esai tes kemampuan berpikir kreatif dengan indikator-indikator yaitu kelancaran, fleksibilitas dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan dalam Reading, Comprehension, Transformation, Process Skill, dan Encoding berdasarkan prosedur Newman. Penelitian ini menyatakan bahwa kesalahan dalam reading menyebabkan siswa tidak mencapai indikator kelancaran dengan maksimal. Kesalahan pada comprehension menyebabkan siswa tidak dapat mencapai indikator fleksibelitas dengan maksimal. Selain itu, pencapaian pada indikator kebaruan perlu didukung oleh kemampuan siswa untuk menjawab soal tanpa melakukan.kesalahan.
Pratiwi Novitasari, Budi Usodo, Laila Fitriana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 1118-1131; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3657

Abstract:
This research aims to determine the mathematical representation ability of students with sequential and random thinking styles in solving HOTS-based mathematical problems. This type of research is a qualitative descriptive study. The instrument that used in this research is the main instrument (researcher) and supporting instrument (questionnaire, test, and interviews). The data collection was carried out by online due to the Covid-19 pandemic conditions which made it impossible to collect the data directly. The data analysis techniques of research are reduction data, presentation data, and drawing conclusions.. The subjects of this study were four students with CS, AS, CR, and AR thinking style. The results of research showed that students with a concrete sequential thinking style were able to meet the indicators of visual, symbolic, and verbal mathematical representation abilities. Students with an abstract sequential thinking style are able to meet the indicators of visual and verbal mathematical representations. Students with a concrete random thinking style are able to meet the indicators of visual, symbolic, and verbal mathematical representation abilities. Students with abstract random thinking style are only able to meet the indicators of visual mathematical representation ability in solving HOTS-based mathematical problems.
Supratman Supratman, La Ode Sirad Sirad, Andriani Putri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 1284-1292; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3648

Abstract:
AbstrakPenelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana kemampuan berpikir krits matematika siswa pada kelas yang diajar dengan mengunakan model pembelajaran STAD (2) Bagaimana kemampuan berpkir kritis matematika siswa pada kelas yang diajar menggunakan model pembelajran Learning Together (3) Apakah terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpkir kritis matematika siswa yang diajar menggunkan model pembelajaran STAD dan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Together. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran STAD dan Learning Together. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Latambaga Tahun Ajaran 2018/2019 yang teridiri atas 4 kelas dengan jumlah keseluruhan sebanyak 94 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan cluster random sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.Selanjutnya hasil pengujian berdasarkan pengujian hipotesis: dilakukan statistik uji-t (polled varian) diperoleh , yang berarti diterima. Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai secara signifikan anatara kelas eksperiimen I dan kelas eksperimen II. Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis; learning together; STAD Abstract This research is an experimental research, with the aim of knowing: (1) How are students 'critical thinking skills in a class taught using the STAD learning model (2) How are students' critical mathematical thinking skills in a class taught using the Learning Together learning model (3) Are There is a difference in the average critical thinking ability of students who are taught using the STAD learning model and students who are taught using the Learning Together learning model. The hypothesis in this study is that there is a difference in the average critical thinking ability of students who are taught using the STAD and Learning Together learning models. The population in this study were all class VIII students of SMP Negeri 2 Latambaga for the 2018/2019 academic year, which consisted of 4 classes with a total of 94 students. Sampling was done using cluster random sampling. Sampling was done by random sampling. The data analysis technique uses descriptive statistics and inferential statistics. Furthermore, the test resuLearning Togethers are based on hypothesis testing: t-test statistics are carried out (polled variant) is obtained , which mean received. Thus, there is no significant difference in mean scores between the experimental class I and the experimental class II. Keywords: Critical thinking ability; learning together; STAD
Rahmiliasari Samnufida, Sugiman Sugiman, Heri Retnawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 774-785; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3467

Abstract:
Abstrak Komunikasi masuk dalam salah satu keterampilan abad ke-21 di framework PISA 2018 yang akan diukur. Selain itu tujuan pembelajaran matematika menurut Permendikbud bahwa salah satunya siswa mampu mengkomunikasikan gagasan serta mampu menyusun bukti matematika dengan menggunakan simbol matematika. Sehingga guru di tuntut untuk meningkatkan komunikasi siswa khusus di masa pandemi sekarang yang menerapkan pembelajaran secara daring (online). Sehingga tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam membantu perkembangan komunikasi matematis siswa selama pembelajaran online. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis Fenomenalogi. Data dikumpulkan melalui wawancara via wa dengan 12 guru SMP Sumatera Selatan. Analisis data yang digunakan ialah Miles dan Huberman dengan tahapan (1) pengumpulan data;(2) reduksi data dan penyajian; dan (3) menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa kesulitan guru dalam membantu perkembangan komunikasi matematis siswa yaitu : pelaksanaan proses pembelajaran, kondisi siswa dan ekonomi serta teknis pembelajaran online. Kata kunci: Komunikasi Matematis, Pembelajaran Online Abstract Communication get into one of the 21st Century skills in Framework PISA 2018 to be measured. In addition, the purpose of learning mathematics according Permendikbud is one of them is able to communicate ideas and able to compile mathematical evidence using with mathematical symbols. So, the teachers are demanded to foster student mathematical communication especially in current pandemic that implementations online learning. Therefor, the purpose of this study is describe teacher’s difficulties in fostering student mathematical communication during online learning. This study is qualitative research type of phenomenology. Data collected through interview WA with 12 teacher in South Sumatera. Data analysis use Miles and Huberman namely : (1) data collection (2) data reduction and presentation; and (4) Draw conclusions. The result show that there are several teacher’s difficuly in fostering students’ mathematical communication i.e : implementation of learning process, student conditions and techonology, economics. Keyword : Mathematics Communication, Online Learning
Hartatiana Hartatiana, Ambarsari Kusuma Wardani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 670-678; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3334

Abstract:
Problem solving is an important part of learning mathematics, but the problem solving ability of students in Indonesia is still low. This study develops problem solving tasks in an Islamic context for junior high school students. Practicality was obtained through test questions on one-to-one and small groups of 22 (twenty two) students from several cities in Indonesia as well as analysis of student work results, questionnaires and interviews. The results of data analysis indicate that practicality Islamic context problem tasks have been obtained and have high validity and reliability so that the questions are feasible to use.
Yulia Haryono, Ratulani Juwita, Shinta Vioni
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 849-859; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3510

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesulitan belajar dalam memecahkan masalah yang ditinjau dari minat dan apa saja faktor penyebab peserta didik mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah tersebut ditinjau dari minat belajar. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dipilih secara purposive sampling yaitu membuka 6 orang, 2 orang minat belajar tinggi, 2 orang minat belajar sedang dan 2 orang minat belajar. Instrumen yang digunakan adalah angket minat belajar, soal tes pemecahan masalah dan wawancara.Angket minat belajar dianalisis berdasarkan pengelompokan minat belajar, tes pemecahan masalah berdasarkan indikator kesulitan dalam memecahkan masalah dan analisis secara kualitatif menurut Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan minat belajar, peserta didik mengalami kesulitan dalam menyusun rencana, peserta didik dengan minat belajar sedang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan rencana, serta peserta didik mengalami kesulitan dalam menyusun rencana, menyelesaikan rencana, dan menyelesaikan menyelesaikan kembali.
Anderson Leonardo Palinussa, Hanisa Tamalene
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 951-963; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3558

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa pada materi SPLDV dengan menggunakan model pembelajaran RME, PBL dan konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Ambon. Populasi pada penelitian ini sebanyak 6 kelas dengan sampel adalah 3 kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tiga kelas yang terpilih adalah kelas VIII3, VIII5 dan VIII6. Kelas VIII3 menggunakan model pembelajaran PBL, kelas VIII5 menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas VIII6 menggunakan model pembelajaran RME. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan N-Gain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, selanjutnya digunakan uji analisis variansi satu arah (One Way ANOVA) untuk menguji perbedaan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan pada hasil analisis data maka diperoleh kesimpulan, 1) terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran RME, PBL dan Konvensional, 2) terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran RME, PBL dan konvensional. Hal ini terlihat pada nilai sig kelas RME terhadap kelas konvensional yaitu 0,00 < 0,05 (nilai α), sehingga terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar antara kelas RME dan kelas konvensional. Selanjutnya nilai sig RME terhadap PBL yaitu 0,012 < 0,05 (nilai α), sehingga terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar antara kelas RME dan kelas PBL. Sedangkan nilai Sig kelas PBL terhadap kelas konvensional yaitu 0,003 < 0,05 (nilai α), sehingga terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar antara model pembelajaran PBL dan model pembelajaran konvensional.
Elita Mega Selvia Wijaya, Nathasa Pramudita Irianti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 648-658; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3103

Abstract:
This study aims to improve students' critical thinking skills in the Mathematics Education Major through the Realistic Mathematics Education (RME) Approach. The research method used is Class Action Research according to Kemmis and Mc Taggart which consists of four stages, namely plan, action, observe, and reflect. This research consists of two cycles with each cycle consisting of two meetings. The results showed that the Realistic Mathematics Education (RME) approach can improve students' critical thinking skills. This increase can be seen from the results of student activities that have increased from the first cycle to the second cycle. The increase was apparent from the results of observations of meeting 1 and meeting 2 in the first series of 83.5% and 87.5%, which increased to 86% and 93% in the second cycle. Based on the results of this study it can be concluded that the Realistic Mathematics Education (RME) approach can improve students' critical thinking skills.
Purna Bayu Nugroho, Badawi Badawi, Agung Prihatmojo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 467-478; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3519

Abstract:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kelayakan bahan ajar berbasis data covid-19 untuk meningkatkan kewaspadaan mahasiswa Muhammadiyah terhadap hoaks, dan (2) capaian pembelajaran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kotabumi terkait kewaspadaan terhadap hoaks. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R & D) dengan model pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi sehingga hanya menggunakan 7 tahap saja. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mencakup: : (1) observasi dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan desain produk, (3) pengembangan desain produk, (4) validasi desain produk, (5) perbaikan desain, (6) uji coba awal dan (7) revisi produk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa: pedoman wawancara, lembar validasi, angket tanggapan pengguna, serta tes kewaspadaam terhadap hoaks. Subjek penelitian pada tahap pengumpulan data adalah 12 mahasiswa sedangkan pada tahap ujicoba awal produk adalah 24 mahasiswa semester 3 prodi Pendidikan Matematika yang sedang menempuh matakuliah Statistika. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan: (1) deskriptif kuantitatif untuk mengolah data skor dari penilaian ahli dan respon mahasiswa terhadap tes kewaspadaan terhadap hoaks, sedangkan (2) deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data berupa: (a) komentar saran perbaikan dari ahli pada saat proses validasi serta (b) hasil wawancara pada saat melakukan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bahan ajar berbasis data covid-19 berbentuk video yang dikembangkan layak untuk digunakan dengan kategori penilaian sangat baik; dan 2) Capaian pembelajaran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kotabumi terkait kewaspadaan terhadap hoaks cukup baik.Kata kunci: Bahan Ajar; Covid-19; Hoaks; Video dan Waspada AbstractThis study aims to determine: 1) the feasibility of Covid-19 data-based teaching materials to increase awareness of Muhammadiyah students against hoaxes, and (2) the learning outcomes of Muhammadiyah Kotabumi University students regarding awareness of hoaxes. This study uses the Research & Development (R & D) method with the modified Borg & Gall development model so that it only uses 7 stages. The development procedure in this study includes: (1) observation and information collection, (2) product design planning, (3) product design development, (4) product design validation, (5) design improvement, (6) initial trial and error. (7) product revision. The instruments used in this study were: interview guides, validation sheets, user response questionnaires, and tests for hoax alerts. The research subjects at the data collection stage were 12 students while at the initial trial stage the product was 24 students in the 3rd semester of Mathematics Education study program who were taking Statistics courses. Data analysis techniques in this study used the following approaches: (1) quantitative descriptive to process score data from expert assessments and student responses to the hoax awareness test, while (2) qualitative descriptive to describe data in the form of: (a) comments on suggestions for improvement from experts during the validation process and (b) the results of interviews during observations. The results of this study indicate that: 1) Covid-19 data-based teaching materials in the form of videos developed are suitable for use with very good assessment categories; and 2) The learning achievement of Muhammadiyah Kotabumi University students regarding awareness of hoaxes is quite good.Keywords: Alert; Covid-19; Hoax; Teaching materials; and Video
Timbul Yuwono, Arik Dwi Indah Ningrum, Djoko Adi Susilo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Volume 10, pp 479-490; https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3091

Abstract:
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk memperoleh media pembalajaran pop up book yang valid, praktis dan efektif dalam pembelajaran matematika. Peneliti menggunakan Model ADDIE dengan instrumen, yaitu angket dan post test berupa jawaban soal evaluasi untuk mengetahui keefektifan media. Uji coba dilakukan di SMP Taman Siswa Kesamben Blitar dan SMP PGRI 02 Kesamben Blitar. Berdasarkan hasil validasi darii validator memperoleh kriteria valid dari ahli materi memperoleh skor 3,58, ahli media memperoleh skor 3,43, dan validator dua ahli pembelajaran memperoleh skor 3,45 dengan kriteria valid. Kepraktisan media diperoleh dari hasil uji coba lapangan terbatas skor kepraktisan (Pk) 3,32 dengan kriteria praktis. Uji coba lapangan luas memperoleh skor kepraktisan (Pk) 3,37 dengan kriteria praktis. Keefektifan media dari siswa uji lapangan terbatas 100%, Keefektifan media dari tes siswa pada uji lapangan terbatas, yaitu 100%, sedangkan uji lapangan luas, yaitu 92,8% dengan kriteria efektif. Dilihat dari skornya, bahwa media hasil pengembangan dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran matematika.Abstract The purpose of this study was to obtain a valid, practical and effective pop up book learning medium in learning mathematics. Researchers used the ADDIE Model with instruments, namely questionnaires and post tests in the form of answers to evaluation questions to determine the effectiveness of the media. The trial was conducted at SMP Taman Siswa Kesamben Blitar and SMP PGRI 02 Kesamben Blitar. Based on the validation results, the validator obtained valid criteria from the material expert obtaining a score of 3.58, the media expert obtained a score of 3.43, and the validator of two learning experts obtained a score of 3.45 with valid criteria. The practicality of the media was obtained from the results of a limited field trial of a practicality score (Pk) of 3.32 with practical criteria. The broad field trial obtained a practicality score (Pk) of 3.37 with practical criteria. The effectiveness of the media from the students in the field test was limited to 100%, the effectiveness of the media from the student tests on the limited field test, namely 100%, while the broad field test was 92.8% with effective criteria. Judging from the score, that the developed media can be used effectively in learning mathematics.
Back to Top Top