Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2088-5792 / 2580-6513
Current Publisher: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 147
Filter:

Latest articles in this journal

Agni Kusuma Wardani
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 42-50; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3810

Abstract:
AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menceritakan kembali sebuah cerita oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita menggunakan model discovery learning dibantu dengan media pop up book. Teknik penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dan menggunakan desain peelitian Kemmis & McTaggart. Hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri 2 Purbadana menjunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan discovery learning dibantu dengan media pop up book berlangsung dengan baik. Hasil keterampilan berceita pada siklus I mencapai rata-rata 3,1 dengan persentase ketuntasan sebesar 34%, artinya keterampilan bercerita siswa masih termasuk dalam kategori cukup. Siswa masih belum lancar dalam kegiatan bercerita, sehingga pada masih membaca teks cerita. Siswa belum memiliki rasa keberanian dan percayaan diri yang tinggi untuk bercerita di depan kelas. Intonasi yang dikeluarkan siswa cukup pelan. Pada pertemuan 2 siswa bercerita sudah tidak membaca teks cerita, meskipun masih terdapat siswa yang perlu di bimbing oleh guru pada saat bercerita. Pada siklus II rata-rata keterampilan bercerita siswa 3,9 dengan persentase ketuntasan sebesar 86%, artinya keterampilan bercerita siswa sudah termasuk dalam kriteria baik. Keterampilan bercerita siklus II siswa sudah baik. Siswa mulai berani dan memiliki rasa percaya diri untuk maju bercerita tanpa membaca teks. Siswa mulai lancar dalam berceita, dibuktikan kerasnya intonasi yang dilafalkan pada saat bercerita. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model pembelajaran discovery learning dibantu dengan media pop up book dapat meningkatkan keterampilan berceirita siswa kelas IV SD Negeri 2 Purbadana.Kata kunci: Keterampilan bercerita, discovery learning, pop up book
M Yusuf Setia Wardana
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 69-78; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3874

Abstract:
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah kurangnya pengunaan media yang digunakan oleh guru dan inovasi pembelajaranya yang kurang sehingga hasil belajar matematika siswa rendah, hanya 37,04 % siswa yang lolos KKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk pre Experimental Design dengan desain one Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Donosari Kendal. Sampel yang diambil adalah 27 siswa kelas IV dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes, dokumentasi dan observasi. Hasil analisis observasi siswa menunjukkan bahwa presentase ketuntasan belajar klasikal posttest (77,78%) lebih presentase ketuntasan belajar klasikal pretest (40,74%), serta berdasarkan hasil uji t hasil belajar diketahui thitung lebih dari ttabel(3,43>1,624) dan berdasarkan hasil uji t keaktifan diketahui thitung lebih dari ttabel(3,47844>1,624). Kesimpulannya bahwa model Model Realistic Mathematic Education (RME) berbantu media pizza pecahan efektif terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya model Model Realistic Mathematic Education (RME) berbantu media pizza pecahan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar khususnya pada materi pecahan. Kata Kunci : Keefektifan, Model Realistic Mathematic Education (RME), Pizza Pecahan, Keaktifan, Hasil Belajar
Taufik Nurhidayat, Arifin Muslim, Karma Iswata Eka
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 79-87; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3873

Abstract:
AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah rendahnya sikap ilmiah dan prestasi belajar matematika pada materi pengukuran sudut kelas IVB di SD Negeri 2 Bojongsari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa menggunakan model quantum teaching. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklusnya terdapat empat tahapan yang dilaksanakan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2018/2019 mata pelajaran matematika materi pengukuran sudut. Subjek penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IVB berjumlah 21 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar skala sikap ilmiah dan soal evaluasi siswa. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan sikap ilmiah siswa dari nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 2,76 dengan kriteria baik meningkat menjadi 3,38 dengan kriteria sangat baik pada siklus II. Penelitian pada prestasi belajar siswa juga menunjukkan adanya peningkatan yang memperoleh nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 65,70 dengan ketuntasan belajar 40,48% meningkat menjadi 77,16 dengan ketuntasan belajar 71,43% pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model quantum teaching dapat meningkatkan sikap ilmiah dan prestasi belajar pada materi pengukuran sudut. Kata Kunci: model quantum teaching, sikap ilmiah, prestasi belajar matematika
Dewita Fitri Anti
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 30-41; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3862

Abstract:
AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa untuk mengerjakan soal yang bersifat analisis dan kerja sama siswa untuk berdiskusi memecahkan suatu permasalahan di kelas IV SD Negeri 3 Kaliori. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kerja sama siswa menggunakan media Monopoli Invers pada tema 7 yaitu indahnya keragaman di negeriku. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus dari kegiatan penelitian tindakan kelas ini memiliki empat tahapan yang dilaksanaan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 19 siswa yang teridiri dari 10 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa, lembar observasi kerja sama siswa dan lembar evaluasi keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang dilihat dari nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 60,78 dengan kriteria cukup baik menjadi 81,05 dengan kriteria sangat baik pada siklus II. Hasil penelitian pada kerja sama siswa juga menunjukkan adanya peningkatan kerja sama siswa yang diperoleh dari hasil lembar observasi kerja sama siswa pada siklus I yaitu 76,20 dengan kriteria baik meningkat pada siklus II menjadi 92,31 dengan kriteria sangat baik.Kata Kunci: media monopoli invers, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama.AbstractThe background of this research is the low critical thinking skills of students to work on task analysis questions and student collaboration to solve problems in class IV of SD Negeri 3 Kaliori. This study aims to improve critical learning and cooperation between students using the media of Inversion Monopoly on theme 7, namely the beauty of the difference in my country. The method of this research is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Each cycle of this classroom action research activity has four steps implemented, namely planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were all fourth grade students who received 19 students consisting of 10 male students and 9 female students. The instruments used were observation sheets of teacher and student activities, student cooperation observation sheets and student critical thinking skills assessment sheets. The results showed differences in students seen in the average value of students in the first cycle of 60.78 with the criteria quite good to 81.05 with very good criteria in the second cycle. The results of the research on student cooperation also showed an increase in the results of student cooperation obtained from the results of collections of student cooperation in the first cycle of 76.20 with the improvement criteria in the second cycle...
Aisyah Melati Sukma
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 1-10; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3871

Abstract:
Latar belakamg penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar peserta didik menjadi suatu permasalahan yang harus diatasi, Untuk mengatasi rendahnya hasil belajar peserta didik, perlu diadakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai yaitu mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor Kelas V Di Sd Negeri 4 Kotayasa melalui penggunaan model Children Learning In Science (CLIS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di Di Sd Negeri 4 Kotayasa pada semester 2 tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 24 peserta didik yang terdiri dari terdiri dari 12 peserta didik laki-laki dan 12 peserta didik perempuan. Alat pengumpulan data menggunakan lembar tes evaluasi dalam bentuk uraian, lembar penilaian afektif, lembar penilaian psikomotor, lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi peserta didik, serta dokumentasi. Hasil peningkatan yang terjadi dapat dilihat pada setiap siklusnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada tema 8 lingkungan sahabat kita kelas V SD Negeri 4 Kotayasa, kecamatan Sumbang, Banyumas.
Nur Zulfa
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 11-21; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3252

Abstract:
Abstrak Pendidikan penting diberikan kepada seluruh anak untuk meningkatkan pemahaman dan pola pikirnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Matematika materi Bangun Datar bagi siswa kelas IV SD Negeri Kalibeluk 01, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantu media papan berpetak. Sumber data berasal dari guru dan siswa kelas IV yang berjumlah 29 orang. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini yaitu Nonprobability Sampling dengan jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttes design. Hipotesis penelitian menunjukkan jika Ho : thitung< ttabel model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together berbantu media papan berpetak tidak efektif terhadap hasil belajar materi bangun datar siswa kelas IV SDN Kalibeluk 01. Ha: thitung ≥ ttabel model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together berbantu media papan berpetak efektif terhadap hasil belajar materi bangun datar siswa kelas IV SDN Kalibeluk 01.
Nimatul Maolia, Dhi Bramasta, Ana Andriani
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 22-29; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3866

Abstract:
Rendahnya sikap toleransi dan tanggung jawab siswa melatarbelakangi penelitian ini, yang bertujuan untuk mengetahui sikap toleransi dan sikap tanggung jawab siswa SD N 1 Patikraja pada proses pembelajaran, dan mengetahui faktor penyebab kurangnya sikap toleransi dan tanggung jawab siswa kelas V SD Negeri 1 Patikraja pada proses pembelajaran. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, instrumen observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V SD N 1 Patikraja saat proses pembelajaran mempunyai sikap toleransi yang baik, hanya saja masih ada dua atau tiga siswa yang suka memilih-milih teman dalam berkelompok sedangkan sikap tanggung jawab siswa kelas V SD N 1 Patikraja saat proses pembelajaran sebagian besar sudah bagus, lebih dari lima belas siswa mempunyai sikap tanggung jawab yang bagus. Kurangnya sikap toleransi dan tanggung jawab siswa itu dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya melaksanakan hak dan kewajiban (faktor internal), pola asuh orang tua dan teman sebaya (faktor eksternal). Kata kunci : Sikap Toleransi, Sikap Tanggung Jawab, Proses Pembelajaran
Eka Puspita Sari
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 51-59; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3750

Abstract:
Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik di kelas V SD Negeri Kedondong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik melalui pembelajaran team quiz. Penelitian ini terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas V di SD Negeri Kedondong, Kecamatan Sokaraja, sebanyak 26 orang. Instrument yang digunakan adalah teknik tes menggunakan soal evaluasi dan teknik non tes menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan team quiz dapat meningkatkan efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik dengan kriteria baik.
Alfina Nurlitasari, Badarudin Badarudin, Karma Iswasta Eka
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 60-68; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3734

Abstract:
This research is motivated by the low level of questioning skills and student achievement. The purpose of this study is to see the improvement of questioning skills and student achievement by applying the Discovery Learning model. The type of research used is Classroom Action Research (CAR). The subjects in this study were 26th grade students of VB SD Negeri 1 Kedungbanteng, consisting of 13 male students and 13 female students. The data collection tool uses learning evaluation tests, observation sheets, questioning skills, observation sheets, activities of teachers and students. The results of the study show that learning using the Discovery Learning model can improve the skill of asking students who are in the criteria of skill and learning achievement that is in very good criteria.Keywords: Questioning Skills, Learning Achievement, Discovery Learning Model
Rofian Rofian
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), Volume 9, pp 88-99; doi:10.26877/malihpeddas.v9i1.3927

Abstract:
Pada jenjang pendidikan sekolah dasar, seorang siswa perlu diberikan pembekalan tentang pendidikan estetika. Melalui seni lukis seorang siswa bisa memperoleh pembelajaran kepekaan estetis dan kreativitas untuk pengungkapan emosi anak. Sanggar Klub Merby tempat pendidikan non-formal bergerak dibidang pendidikan kesenian (seni lukis). Melalui khursus atau les ini, seorang anak diberikan ketrampilan melukis, mengasah kepekaan estetis, mampu mengaktualisasikan dan mengekspresikan ide-ide kedalam karya seni lukis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Dengan setting penelitian di Sanggar Klub Merby Semarang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan penelitian kualitatif dan keabsahan data menggunakan Triangulasi data. Hasil penelitian yakni mengungkapka; (1) profil sanggar Klub Merby Semarang, (2) bentuk pelaksanaan proses pembelajaran di kelas lukis, dan (3) analisis hasil 15 buah karya lukis dari peserta kelas lukis dengan tingkat siswa sekolah dasar. Kesimpulannya dari analisa ke 15 karya lukis, menunjukkan bahwa karya lukisan tersebut merupakan bentuk ekspresi estetis dari pengungkapan emosional dan gagasan dari setiap siswa dengan kaidah penilaian estetika.
Back to Top Top