Refine Search

New Search

Results in Journal Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat: 43

(searched for: journal_id:(7019967))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Selvyen Sophia, Rini Sumanti Sapalakkai, Dewi Lidya S, Irfan Feriando Simanjuntak, Septerianus Waruwu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 32-41; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.168

Abstract:
The Sunday school teacher is God's partner in educating Sunday school children, regarding Christian Religious Education for which he has a responsibility, to seek the salvation of the souls of every student in his class. For this reason, Sunday school teachers need to foster children's enthusiasm in learning God's Word, so that the children's spiritual growth process is well accommodated. But often what happens is the lack of attention from the children so that it becomes an obstacle in conveying God's Word. So Sunday school teachers need to do a strategy for this. One of the Sunday school teacher strategies to foster children's enthusiasm in learning God's Word used in this article, is by playing and singing methods. The purpose of this service is to foster children's enthusiasm for learning by bringing children to know Jesus as Savior, and making children able to have noble character according to the teachings of Christ. By teaching songs, making games, and giving gift packages to children, it is hoped that children can participate in these learning activities and can absorb every story of God's Word that is preached by the Sunday school teacher.Keywords: learning; played; sing; Sunday school teacher; strategy; Nipah Bay Island Abstrak Guru sekolah minggu merupakan mitra Allah dalam mendidik anak sekolah minggu, mengenai Pendidikan Agama Kristen yang mana ia memiliki tanggungjawab, untuk mengusahakan keselamatan jiwa setiap murid yang ada di dalam kelasnya. Untuk itulah, guru sekolah minggu perlu menumbuhkan semangat anak dalam belajar Firman Tuhan, dengan begitu proses pertumbuhan rohani anak-anak terakomodasi dengan baik. Namun seringkali yang terjadi adalah kurangnya perhatian dari anak-anak sehingga menjadi penghambat dalam menyampaikan Firman Tuhan. Maka guru sekolah minggu perlu melakukan strategi akan hal tersebut. Salah satu strategi guru sekolah minggu untuk menumbuhkan semangat anak dalam belajar Firman Tuhan yang dipakai dalam artikel ini, yaitu dengan metode bermain dan bernyanyi. Tujuan dari pengabdian ini adalah menumbuhkan semangat anak belajar dengan membawa anak-anak mengenal Yesus sebagai Juruselamat, serta menjadikan anak-anak dapat berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Kristus. Dengan mengajarkan lagu, membuat games, dan pemberian paket hadiah kepada anak, diharapkan anak dapat berpartisipasi dalam kegiatan belajar tersebut serta dapat menyerap setiap cerita Firman Tuhan yang diberitakan oleh guru sekolah minggu. Kata kunci: belajar; bermain; bernyanyi; guru sekolah minggu; strategi; pulau Teluk Nipah
Nova Ritonga, Mathan Yunip, Saedo Marbun
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 22-31; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.161

Abstract:
Children are gifts that must be educated with faith in God. At their young age, children are not yet able to distinguish between good and bad, so they are easily influenced and cannot give an answer if someone asks about their faith. Current technological developments affect children's interest in learning. One of them, there are spectacles that are not educational so that it affects the personality of children. For this reason, an effort is needed to instill faith in children so that they can have a growing and solid faith. This Community Service (PkM) activity aims to provide faith strengthening for PAUD Menara Terang Pulung Kencana students through mentoring in Christian Religious Education. This activity was carried out using the coloring method of Bible stories in collaboration with the storytelling method. Coloring pictures can make PAUD students excited, making it easier for them to understand and remember what they are learning. Throughout the activity, the PkM team observed that the children were very enthusiastic about participating in the event from beginning to end. When finished coloring the children can tell what they colored. This shows that this activity can strengthen children's faith. Keywords: bible; children; faith; learning; Christian education; strengthening Abstrak Anak adalah anugerah yang harus dididik dengan iman kepada Allah. Di usia mereka yang masih belia, anak belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga mudah terpengaruh dan belum dapat memberi jawab jika ada orang yang bertanya tentang imannya. Perkembangan teknologi saat ini, mempengaruhi minat anak-anak dalam belajar. Salah satunya, adanya tontonan-tontonan yang tidak mendidik sehingga mempengaruhi keperibadian anak-anak. Untuk itu, diperlukan satu upaya untuk menanamkan iman kepada anak-anak agar mereka dapat memiliki iman yang bertumbuh dan kokoh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan penguatan iman kepada peserta didik PAUD Menara Terang Kota Pulung Kencana melalui pendampingan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Kegiatan ini dilakukan dengan metode mewarnai gambar cerita Alkitab yang dikolaborasikan dengan metode bercerita. Kegiatan mewarnai gambar mampu membuat peserta didik PAUD bersemangat, mempermudah mereka memahami dan mengingat apa yang sedang dipelajari. Sepanjang kegiatan berlangsung, tim PkM mengamati bahwa anak-anak sangat antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir. Setelah selesai mewarnai anak-anak dapat menceritakan apa yang mereka warnai. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat memberi penguatan iman kepada anak-anak. Kata kunci: alkitab; anak-anak; iman; pembelajaran; pendidikan agama Kristen; penguatan
Simon Simon, Tommy Lantang, Auw Tammy Yulianto, Albertus Kurniadi Saputro
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 1-11; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.157

Abstract:
The world's demands for publication in accredited journals and international journals require articles to be written using the Mendeley application. However, the use of the Mendeley application in writing articles is still not fully understood by students. Among the groups who did not understand were the postgraduate students of the Anugrah Indonesia Theological College (STTAI). Writing references in scientific works as well as in the work of assignments, is still done manually. On that basis, this topic was written by researchers to explain about Mendeley Desktop as well as provide mentoring training in using Mendeley Desktop and Mendeley Web Importer. This mentoring training was conducted for 40 STTAI postgraduate students for four weeks online with a duration of two and a half to three hours. As a result of this mentoring training on the use of Mendeley Desktop, STTAI postgraduate students know and are proficient in Mendeley Desktop. After training, students can use Mendeley in writing references for every lecture assignment and writing articles or thesis or dissertation proposals. This shows that the mentoring training for using Mendeley Desktop has achieved satisfactory results as expected.Keywords: mendeley desktop; reference; training; accompaniment; scientific work; STTAI Abstrak Tuntutan dunia publikasi pada jurnal-jurnal terakreditasi dan jurnal internasional mewajibkan artikel menulis dengan menggunakan aplikasi mendeley. Namun, penggunaan aplikasi mendeley dalam penulisan artikel kebanyakan masih belum dipahami oleh para mahasiwa. Kelompok yang belum memahami itu di antaranya dari para mahasiwa pascasarjana Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia (STTAI). Penulisan referensi dalam karya ilmiah maupun dalam pengerjaan tugas, masih dilakukan secara manusal. Atas dasar itulah, maka topik ini ditulis oleh peneliti untuk menjelaskan perihal mendeley desktop sekaligus memberikan pelatihan pendampingan dalam menggunakan mendeley desktop dan mendeley web importer. Pelatihan pendampingan ini dilakukan kepada 40 mahassiwa pascasarjana STTAI selama empat minggu melalui daring dengan durasi waktu dua setengah sampai tiga jam. Hasil dari pelatihan pendampingan penggunaan mendeley desktop ini, para mahasiwa pascasarjana STTAI mengetahui dan mahir dalam mendeley desktop. Setelah dilakukan pelatihan, maka setiap tugas perkuliahan dan penulisan artikel maupun proposal tesis atau disertasi, mahasiswa dapat menggunakan mendeley dalam penulisan referensi. Ini menunjukkan pelatihan pendampingan penggunaan mendeley desktop ini mencapai hasil yang memuaskan sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: mendeley desktop; referensi; pelatihan; pendampingan; karya ilmiah; STTAI
Ireni Irnawati Pellokila, Maria Indriani Sesfao
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 74-86; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i2.144

Abstract:
The purpose of this activity is to provide understanding and knowledge to Sunday school teachers about learning media as well as an experience for Sunday school teachers in the Central Kupang City class about the importance of using learning media and school activities and the use of puppet stage media. This activity is intended to add insight and skills Sunday school teachers in utilizing various available media in delivering interesting Bible stories to children, so that the process of Sunday school activities can run with enthusiasm and joy. Because in school learning that is carried out in the congregation is still very boring for children, especially for small and middle class children, the same teaching methods are carried out from week to week by Sunday school teachers such as stories and coloring pictures. This causes Sunday school children to feel lazy to come to Sunday school, let alone listen to the stories that are told. Because especially for children's classes, they prefer to listen to something interesting. The methods used in this service activity are socialization, mentoring and training, and reflection. From the service activities carried out, the results obtained are Sunday school teachers understand about learning media and the importance of using learning media in Sunday schools to attract children's interest in participating in Sunday school activities, especially using the puppet stage media which is interesting and fun, even school teachers are starting to can use and have the initiative to make their own existing learning media, especially dolls from patchwork/recycled materials. Keywords: Sunday school; media; puppet stage; training Abstrak Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada guru sekolah minggu tentang media pembelajaran serta sebagai pengalaman bagi guru sekolah minggu di klasis Kota Kupang Tengah tentang pentingnya pemanfaatan media pembelajaran dan kegiatan sekolah dan penggunaan media panggung boneka, Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan keterampilan guru sekolah minggu dalam pemanfaatan berbagai media yang tersedia dalam penyampaian cerita Alkitab kepada anak yang menarik, sehingga proses kegiatan sekolah minggu dapat berjalan dengan semangat dan sukacita. Karena dalam pembelajaran sekolah yang dilakukan di jemaat masih sangat membosankan bagi anak, khususnya anak kelas kecil dan kelas tanggung, metode mengajar yang sama yang dilakuakn dari minggu ke minggu oleh pengajar sekolah minggu seperti cerita dan mewarnai gambar. Hal ini menyebabkan anak sekolah minggu merasa malas untuk datang ke sekolah minggu, apalagi mendegarkan cerita yang disampaikan. Sebab khusus untuk kelas anak, lebih senang mendegarkan sesuatu yang menarik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi, pendampingan dan pelatihan, serta refleksi. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan, maka hasil yang diperoleh yaitu guru sekolah minggu memahami tentang media pembelajaran dan pentingnya pemanfaatan media pembelajaran di sekolah minggu untuk menarik minat anak dalam mengikuti kegiatan sekolah minggu, khususnya menggunakan media panggung boneka yang menarik dan menyenangkan, bahkan guru sekolah mulai dapat menggunakan dan memiiki inisiatif untuk membuat sendiri media belajar yang ada khususnya boneka dari bahan perca/daur ulang. Kata kunci: sekolah minggu; media; panggung boneka; pelatihan
Oktaffi Arinna Manasikana, Andhika Mayasari, M. Bambang Edi Siswanto, Ita Rahmania Kusumawati, Andri Wahyu Wijayadi, Noer Af’Idah, Dewi Kusumaningsih
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 42-52; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.172

Abstract:
Interests and talents have a very big influence in achieving educational, job, position, or career achievements. Multiple Intelligences or multiple intelligences are various skills and talents that students have to solve various problems in learning and life. MA Midanutta'lim students Jogoroto Jombang do not yet know the urgency of talent and interest in achieving academic and career achievements, nor do they recognize their own talents and interests. The service that is carried out for the students of MA Midanutta'lim Jogoroto Jombang is training to track students' talents and interests. The purpose of this interest and talent training using the Multiple Intelligences method is to find out the interests and talents and intelligence of MA Midanut Ta'lim Jogoroto Jombang students. Based on the results of the dedication that has been carried out, it can be concluded as follows: 1) The talent and interest search training activities through the Multiple Intelligences approach are running smoothly. 2) The highest intelligence is linguistic 69.23% and the least naturalist intelligence is 9.23%. From the results of the questionnaire on student responses to this training, most of them 98% agreed. This shows that the training received a good response.Keywords: interest; talent; multiple intelegences Abstrak Minat dan bakat sangat besar pengaruhnya dalam mencapai prestasi pendidikan, pekerjaan, jabatan, atau karir. Multiple Intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan berbagai keterampilan dan bakat yang dimiliki siswa untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam pembelajaran dan kehidupan. Siswa MA Midanutta’lim Jogoroto Jombang belum mengetahui urgensi bakat dan minat dalam mencapai prestasi akademik dan karir, juga belum mengenali bakat dan minat yang ada pada diri mereka sendiri. Pengabdian yang dilakukan pada siswa MA Midanutta’lim Jogoroto Jombang adalah pelatihan penelusuran bakat dan minat pada siswa. Tujuan pelatihan minat dan bakat dengan metode Multiple Intelegences ini adalah untuk mengetahui minat dan bakat serta kecerdasan pada siswa MA Midanut Ta’lim Jogoroto Jombang. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Kegiatan pelatihan penelusuran bakat dan minat melalui pendekatan Multiple Intellegences berjalan lancar. 2) Kecerdasan terbanyak adalah pada linguistik 69,23% dan paling sedikit kecerdasan naturalis 9,23%. Dari hasil angket respon siswa terhadap pelatihan ini terbanyak 98% setuju. Hal ini menunjukkan pelatihan mendapat respon baik. Kata kunci: bakat; minat; multiple intelegences
Ezra Tari, Lanny I.D. Koroh, Umar Ali, Martin Ch. Liufeto, Talita Tlonaen
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 43-51; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i2.145

Abstract:
Classroom action training was agreed upon by the service team, starting with concerns about the teacher's difficulties. The service team found that many teachers had not been able to combine observations in class. This research is a way of teacher research in the classroom to find problems in the learning process. The teacher found many problems related to learning, namely process design, media, learning techniques, and learning outcomes. To realize good classroom action research techniques, training is done. Some teachers have not been able to write a good scientific paper. So the service team trains skilled teachers in writing. The method of service in this service begins with planning the location of the service. The plan is carefully prepared to avoid obstacles in the field. This training produces groups of writer teachers according to their respective fields. The team already found teachers who did classroom action research. However, the difficulty in pouring it in the article. So that the team assists in writing classroom action research articles that will be published in journals, follow-up assistance is carried out in WhatsApp groups.Keywords: report; theory; learning; writing; class actionAbstrak Pelatihan tindakan kelas disepakati oleh tim pengabdian, diawali keresahan akan kesulitan guru dalam melakukannya. Tim pengabdian menemukan masih banyak guru yang belum bisa meramu hasil pengamatan dalam kelas. Kegiatan ini merupakan cara penelitian guru dalam kelas untuk menemukan masalah dalam proses pembelajaran.Guru menemukan banyak masalah terkait pembelajaran, yakni: rancangan proses, media, teknik pembelajaran, dan hasil pembelajaran.Untuk merealisasikan teknik penelitian tindakan kelas yang baik, maka dibuat pelatihan. Ada juga guru yang belum mampu menulis sebuah karya ilmiah yang baik. Maka tim pengabdian melatih guru terampil dalam menulis.Metode pengabdian ini diawali dengan merencanakan lokasi pengabdian. Rencana dipersiapkan dengan matang agar tidak ada kendala di lapangan. Pelatihan ini menghasilkan kelompok guru penulis sesuai bidang masing-masing. Tim menemukan sudah ada guru yang dapat membuat penelitian tindakan kelasn namun masih kesulitan dalam menuangkannya ke dalam artikel sehingga tim mendampingi dalam penulisan artikel penelitian tindakan kelas yang akan diterbitkan di jurnal. Selanjutnya, pendampingan lanjutan dilakukan dalam grup WhatsApp.Kata kunci: laporan; materi; pembelajaran; penulisan; tindakan kelas
Rismag Dalena Florentina Monica Br Manurung, Jenri Prada Sibarani, Betaria Siahaan, Sylvia Natalia, Ivan Ivan, Yunardi Kristian Zega, Daniel Agustin
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 66-73; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i2.148

Abstract:
The purpose of this Community Service is to encourage Sunday school teachers on the island of Teluk Nipah to be involved in shaping the character of the children being taught. This is because, in reality on the island of Teluk Nipah, the involvement of Sunday school teachers in the formation of the character of the children being taught is still very low, this can be seen from the Sunday school worship activities that have been carried out. The method used in this Community Service activity is worship services by making games that can foster children's enthusiasm to learn God's word. The result of this activity is that there are as many as 87% of children who are enthusiastically present when participating in a series of worship service activities with games. The involvement of Sunday school teachers in this activity, including: opening the hearts of children to come to worship, diligently reading God's word, and children can apply cooperation, honesty, and togetherness.Keywords: Teacher, Character, Sunday school, Played, Nipah Bay Island Abstrak Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk mendorong para guru sekolah minggu di pulau Teluk Nipah agar terlibat dalam pembentukan karakter anak-anak yang diajar. Pada realitanya di pulau Teluk Nipah keterlibatan guru sekolah minggu dalam pembentukan karakter anak-anak yang diajar masih sangat kurang, hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan ibadah sekolah minggu yang telah dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pelayanan ibadah dengan membuat permainan yang dapat menumbuhkan semangat anak-anak agar belajar firman Tuhan. Hasil dari kegiatan ini adalah ada sebanyak 87% anak-anak yang antusias hadir saat mengikuti rangkaian kegiatan pelayanan ibadah dengan permainan. Adapun keterlibatan guru sekolah minggu dalam kegiatan ini, di antaranya: kegiatan bermain tebak lagu, tebak gambar, dan UNO. Kata kunci: Guru, Karakter, Sekolah Minggu, Bermain, Pulau Teluk Nipah
Fransiskus Irwan Widjaja, Rubin Adi Abraham, Daniel Ginting, Antonius Natan, Ardy Lahagu, Rini Rini, Ronald Sianipar, Benteng Martua Mahuraja Purba, Ferdinandes Petrus Bunthu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 12-21; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.134

Abstract:
This activity started from data from the Bethel research center, the GBI Synod which conducted research in May-June 2020 throughout Indonesia. Surprisingly 64% of the total GBI officials are experiencing economic hardship. Based on this need, the Department of Mission and Tribal Church Planting was neglected by the GBI synod, in collaboration with the Community Service Team (PkM) of STT Real Batam, which took the initiative to hold a national webinar. The purpose of this assistance is to improve the skills of God's servants in procuring daily needs and increase the knowledge of pioneering servants of God or pastors in the mission field for economic strengthening in the context of independent mission services. The method used is debriefing by practitioners in their respective fields, workshops, questions and answers, discussions. Even though this activity is carried out zooming in on the pandemic, this activity has a very positive impact on God's servants in growing an interest in being independent from finance. In carrying out this community service activity for God's servants, pioneers, and spearheads of service, it is carried out through sustainable missionomic webinars.Keywords: economy; servant of God; Skills; accompaniment; sustainable missionomic Abstrak Kegiatan ini bermula dari data pusat penelitian Bethel, Sinode GBI yang melakukan penelitian pada bulan Mei-Juni 2020 di seluruh Indonesia. Sangat mengejutkan 64% dari total pejabat GBI mengalami kesulitan ekonomi. Berdasarkan kebutuhan itu, maka Departmen Misi dan Penanaman Gereja Suku terabaikan sinode GBI bekerjasama dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT Real Batam berinisiatif mengadakan webinar nasional. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan hamba Tuhan dalam pengadaan kebutuhan hari-hari dan menambah pengetahuan para hamba Tuhan perintis atau gembala di ladang misi untuk penguatan ekonomi dalam rangka pelayanan misi mandiri. Metode yang digunakan adalah pembekalan oleh praktisi di bidang masing-masing, workshop, tanya jawab, diskusi. Sekalipun aktifitas ini dilakukan secara zooming pada pandemi, namun kegiatan ini sangat berdampak positif kepada hamba Tuhan dalam menumbuhkan minat mandiri dari keuangan. Dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini terhadap hamba Tuhan, perintis, dan ujung tombak pelayanan, dilaksanakan melalui webinar suistainable missionomic. Kata kunci: ekonomi; hamba Tuhan; keterampilan; pendampingan; sustainable missionomic
Endik Firmansah, Adi Prasetyo Wibowo
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 52-65; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i2.163

Abstract:
Interfaith dating is a phenomenon that cannot be avoided. Regardless of the pros and cons of the church on whether or not different religions are allowed to date. The church thinks that assistance for interfaith courtship is very useful because it can be a medium to prevent interfaith marriages that are contrary to the basic values of the Christian faith. Responding to interfaith courtship, the church cannot remain silent. The church must be active to play a maximum role in preventing interfaith courtship by providing assistance to interfaith dating couples, in this case Christianity and Islam. The interesting thing is, in 2 Corinthians 6:14-18 there is an implied method to provide assistance to interfaith courtship, behind the strict commandment that forbids having an interfaith partner. This paper will use a postpositivism qualitative approach, accompanied by examples of interfaith courtship cases that occurred in GBT Sei Menggaris, North Kalimantan. As for the results of this assistance, interfaith couples can be directed to courtship guidance with partners who share the same faith, namely by following the Christian faith.Keywords: church; the book of Corinth; accompaniment; pastoral; different religion datingAbstrak Pacaran beda agama adalah sebuah fenomena yang tidak bisa dihindari. Terlepas dari pro dan kontra gereja terhadap boleh tidaknya pacaran beda agama. Gereja emikirkan pendampingan terhadap pacaran beda agama amat bermanfaat karena dapat menjadi sebuah media untuk mencegah terjadinya perkawinan beda agama yang bertentangan dengan nilai dasar iman Kristen. Menyikapi pacaran beda agama, gereja tidak bisa tinggal diam. Gereja harus aktif untuk berperan semaksimal mungkin mencegah terjadinya pacaran beda agama dengan melalukan sebuah pendampingan kepada pasangan pacaran beda agama, dalam hal ini Kristen dan Islam. Menariknya adalah, di dalam 2 Korintus 6:14-18 terdapat metode secara tersirat untuk melakukan pendampingan pada pacaran beda agama, di balik perintah tegas yang melarang untuk memiliki pasangan beda agama. Penulisan ini akan menggunakan metode pendekatakan kualitatif pospositivisme dengan disertai contoh kasus pacaran beda agama yang terjadi di GBT Sei Menggaris, Kalimantan Utara. Adapun hasil dari pendampingan ini, pasangan beda agama dapat diarahkan kepada bimbingan pacaran dengan pasangan yang seiman yaitu dengan mengikuti iman Kristen. Kata Kunci : gereja; kitab Korintus; pendampingan; pastoral; pacaran beda agama
Septerianus Waruwu, Daniel Ginting, Go Heeng, Masran P. Hutagalung
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 58-64; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i2.109

Abstract:
The shepherd is a leader in the style of leadership offered by Jesus to his followers. This concept has been almost forgotten by some church leaders because today's church is more likely to be more inclined. The shepherd as a leader is a pattern of leadership that must be applied in Christian leadership, as Peter said in his writings 1 Peter 5:1-2 how a shepherd's attitude and responsibilities to the people led. The shepherd as a leader must be able to lead willingly, lead with devotion and be an example.AbstrakGembala sebagai pemimpin adalah gaya kepemimpinan yang ditawarkan oleh Yesus kepada pengikutnya. Konsep ini sudah hampir dilupakan oleh beberapa pemimpin gereja, karena gereja zaman sekarang lebih cenderung kesekuralisme. Gembala sebagai pemimpin merupakan satu pola kepimpinan yang harus diterapkan dalam kepemimpinan Kristen, seperti yang dikatakan Petrus dalam tulisannya 1 Petrus 5:1-2 bagaimana sikap dan tanggungjawab seorang gembala kepada umat yang dipimpin. Gembala sebagai pemimpin harus bisa memimpin dengan sukarela, memimpin dengan penuh pengabdian serta menjadi teladan.
Mangiring Tua Togatorop, Mitra Binariang Lase, Rima Kurnia, Desi Rante Padang, Ester Situmorang, Megawati Pelle, Elfrida Elena Br Silaban
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 1-6; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i1.111

Abstract:
As for the purpose of this study is to provide insights that are truly in accordance with the values of the Christian Faith regarding marriage so that divorce among the Christian community can be prevented. Marriage education is not sufficient only from understanding the customs alone, but it is much more important from the point of view of the Bible or the Teachings of God. Therefore marriage itself is the oldest institution in the world and also the first institution established by Allah on earth. Therefore it is very important for the Christian community to have the correct education about marriage so that divorce as early as possible can be prevented. By using qualitative analysis methods and collecting data sources by digging them from library books, as well as questionnaires that have determined the necessary data in accordance with Christian Community Marriage Education in Divorce Prevention. Based on the results collected, it was made that with the correct Marriage Education that can be applied by every family regarding the marriage they build, Christian Community marriages will be prevented from divorce.Abstrak Adapun yang menjadi tujuan dari Penelitian ini untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang benar sesuai dengan nilai-nilai Iman Kristen tentang pernikahan sedingga perceraian dikalangan masyarakat Kristen dapat dicegah. Edukasi pernikahan tidak cukup hanya dari pemahaman adat istiadat semata, melainkan jauh lebih penting dilihat dari sudut pandang Alkitab atau Ajaran Tuhan. Karena pernikahan itu sendiri merupakan lembaga tertua di dunia dan juga merupak lembaga pertama yang dibentuk oleh Alllah dibumi. Oleh sebab itu sangat penting sekali bagi masyarakat Kristen untuk memiliki edukasi yang benar tentang pernikahan sehingga perceraian sedini mungkin akan dapat dicegah. Dengan memakai metode analisis kualitatif dan mengumpulkan sumber-sumber data dengan menggalinya dari buku-buku pustaka, serta menyebarkan kuisioner yang sudah ditentukan data-data yang diperlukan yang sesuai dengan Edukasi Pernikahan Masyarakat Kristen Dalam Pencegahan Perceraian. berdasarkan hasil yang sudah dikumpulkan maka dibuatlah kesimpulan bahwa dengan adanya Edukasi Pernikahan yang benar dan dapat dipahami oleh setiap keluarga tentang pernikahan yang mereka bangun, maka pernikahan Masyarakat Kristen akan dapat dicegah dari perceraian.
Fredy Simanjuntak, Delfi Delfi, David Martinus Gulo, Messy Causa Primay, Yosepin Koreanti Hutabarat, Debora Agustina Ratu
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 13-19; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i1.96

Abstract:
Self-identity in a Christian perspective is very vital, especially in student life. A good self-identity is a process that is continuously formed through correct self-understanding. Individuals who do not have a good understanding of themselves will have the potential to experience an identity crisis which leads to being unable to accept themselves, difficult to realize the advantages and disadvantages that exist in themselves. Students are often a group that is quite vulnerable to experiencing a character crisis caused by a mistaken recognition of self-identity. This journal was compiled using descriptive qualitative methods. This paper aims to provide moral and psychological encouragement through fostering students so that they can understand their identity as followers of Christ. The results of this activity can be felt by students of STT Real Batam reaching 75%. This can be seen in the activities and behaviour of students both in the campus environment, dormitories and churches where they minister.Crisis, Self-Identity, STT Real BatamAbstrakIdentitas diri dalam perspektif kekristenan sangatlah vital, terutama pada kehidupan mahasiswa. Identitas diri yang baik adalah proses yang dibentuk terus melalui pemahaman diri yang benar. Individu yang tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai dirinya, akan berpotensi mengalami krisis identitas yang berujung pada tidak mampu menerima diri sendiri, sulit menyadari keunggulan maupun kekurangan yang ada pada dirinya. Mahasiswa kerap menjadi kelompok yang cukup rentan mengalami krisis karakter yang disebabkan oleh pengenalan yang keliru akan identitas diri. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Paper ini bertujuan untuk memberi dorongan secara moral dan psikologi lewat pembinaan mahasiswa supaya dapat memahami identitas dirinya sebagai pengikut Kristus. Hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh mahasiswa STT Real batam mencapai 75%. Hal ini nampak pada aktifitas dan perilaku mahasiswa baik di lingkungan kampus, asrama maupun gereja di mana mereka melayani
Ronald Sianipar, Fredy Simanjuntak, Desetina Harefa, Lidya Dewi S., Candra Gunawan Marisi, Ester Debora Br Siburian, Selvi Agustina, Eliyscha Janetta Lumbansiantar
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 31-38; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i2.125

Abstract:
Fulfilment of children's rights needs to be improved so that national development can run smoothly, for that the Regional Child Supervision and Protection Commission (hereinafter abbreviated as KPPAD) carries out its function in supervising children's problems, especially issues of sexual abuse. It is clear that supervision will determine the function of the KPPAD in achieving the goals and plans that must be realized as well as making policies that must be socialized to the public. This study uses a qualitative descriptive method. The purpose of the study was to determine the benefits and the inhibiting factors for implementing the benefits of the KPPAD Commission on Victims of Child Sexual Harassment in the Anambas Islands Regency. The final result of the study stated that the function of the KPPAD was still not optimal, namely the lack of socialization and the slow process of resolving cases.Abstrak Pemenuhan hak-hak anak perlu ditingkatkan agar pembangunan nasional dapat berjalan dengan lancar, untuk itu Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (untuk selanjutnya disingkat KPPAD) melaksanakan fungsi nya dalam mengawasi permasalahan anak terutama permasalahan pelecehan seksual. Hal ini Jelas bahwa pengawasan sangat menentukan fungsi KPPAD dalam usaha pencapaian tujuan dan rencana yang harus direalisasikan serta pembuatan kebijaksanaan yang harus disosialisasikan kepada publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manfaat dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan manfaat Komisi KPPAD Terhadap Korban Pelecehan Seksual Anak Di Kabupaten Kepulauan Anambas. Hasil akhir penelitian menyatakan bahwa fungsi KPPAD masih belum maksimal, yaitu masih kurang sosialisasi serta lambannya proses penyelesaian kasus.
Fransiskus Irwan Widjaja, Ronald Sianipar, Benteng M. M Purba, Ardy Lahagu, Talizaro Tafonao, Johannis Siahaya, Munatar Kause
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 39-45; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i2.126

Abstract:
Since it was officially announced by the government, that covid has entered Indonesia and the government is working hard to deal with the transmission. Galang Island Infection Special Hospital was built quickly. As a lay community and educational institution in Batam city, STT Real through LPMM in general and PKM Real in particular took part. Especially with the absence of medical masks. PKM STT Real Batam. The purpose of providing these masks is to help the government, especially the RSKI, to have sufficient stock of masks so that medical staff/health workers who work without psychological burdens will run out of masks. The methods used are fundraising, searching/purchasing masks and giving directly to N-users in this case are medical personnel and RSKI staff, volunteers. This gift has had a very positive impact on STT Real Batam for its concern and greatly helped RSKI in overcoming the shortage of pioneering masks and spearheading services.AbstrakSejak di umumkan oleh pemerintah secara resmi, bahwa covid telah masuk ke Indonesia dan pemerintah bekerja keras untuk menangani penularan. Rumah Sakit Khusus Infeksi pulau Galang di bangun dengan cepat. Sebagai masyarkat awam dan Lembaga Pendidikan yang ada di kota Batam, STT Real melalui LPMM secara umum dan secara khusus PKM Real turut ambil bagian. Terlebih lagi dengan adanya kekosongan masker medis. PKM STT Real Batam Tujuan dari pemeberiaan masker ini adalah untuk membantu pemerintah khususnya RSKI supaya memiliki stok masker yang cukup sehingga tenaga medis/ nakes bekerja tanpa beban psikis akan kehabisan masker. Metode yang digunakan adalah penggalangan dana, pencarian/pembelian masker dan pemberian secara langsung kepada N-user dalam hal ini adalah tenaga medis dan realawan para petugas RSKI. Pemberian ini ini sangat berdampak positif kepada STT Real Batam akan kepedulian dan sangat menolong RSKI dalam mengatasi kekurangan masker perintis dan ujung tombak pelayanan.
Irfan Feriando Simanjuntak1, Dewi Lidya S., Desetina Harefa, Rini Sumanti, Ester Debora Siburian, Yolenta Erika
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 24-30; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i1.120

Abstract:
Cerebral Palsy (CP) is a condition of brain damage or disorder that causes a person to have impaired movement. Under certain conditions, the situation can also interfere with the ability to hear, see, taste and speak, even mentally. It generally occurs in children or is a condition that is present at birth. From 1000 births, there is a 1-5 chance of a child being born with CP. With this fact, parents need to be made aware, nurtured and assisted in dealing with, especially if they have children with such conditions. For this reason, this socialization activity aims to raise awareness and provide knowledge about what CP is and how to deal with it, including giving spiritual advice to the parents. The activity was given to Christian families in the Special Children's Service Association (Persekutuan Anak Istimewa-PAKIS) of Batam, all of whom are parents with children with disabilities. The result of this community service is the delivery of material about CP and its handlers in the form of physical therapy including spiritual advice. The results of this socialization are useful so that parents in the PAKIS fellowship can increase their knowledge, insight, experience and motivation in dealing with such conditions.AbstrakCerebral Palsy (CP) merupakan kondisi gangguan otak yang menyebabkan seseorang terganggu gerakannya. Dalam kondisi tertentu, keadaan ini bisa juga mengganggu kemampuan mendengar, melihat, mengecap dan berbicara, bahkan juga mengganggu mental. Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak atau merupakan kondisi yang dibawa sejak lahir. Dari 1000 kelahiran, ada 1-5 kemungkinan anak terlahir dengan CP. Dengan fakta tersebut, para orang tua perlu disadarkan, dibina dan dibantu dalam menghadapi dan menangani, jika memiliki anak dengan kondisi demikian. Atas hal tersebut, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyadarkan dan memberikan pengetahuan tentang apa itu CP dan bagaimana penanganannya, termasuk juga memberi siraman rohani terhadap para orang tua tersebut. Kegiatan sosialisasi ini diberikan kepada keluarga-keluarga Kristen dalam Persekutuan Pelayanan Anak Istimewa (PAKIS) yang ada di pulau Batam yang kesemuanya merupakan orang tua dengan anak disabilitas. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adaah penyampaian materi tentang CP dan penangannya dalam bentuk terapi fisik termasuk siraman rohani. Hasil dari sosialisasi ini bermanfaat sehingga para orangtua dalam persekutuan PAKIS bisa meningkat pengetahuan, wawasan, pengalaman dan motivasi dalam menghadapi kondisi-kondisi demikian.
Ester Lina Situmorang, Daniel Agustin, Rikardo Dayanto Butar-Butar, Yuliati Siantajani, Lidya Dewi S, Florence Telaumbanua, Rohdamai Yanti Waruwu
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 1-12; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i1.95

Abstract:
The use of gadgets in early childhood has the potential to trigger social-emotional development disorders by showing symptoms such as the inability to get along with peers and the surrounding environment, children are unable to recognize their own emotions and those of others, children are also unable to communicate and interact with the surrounding environment. This study uses a qualitative method by analyzing various journals, books, and information about the socio-emotional development of early childhood, identifying indicators, urgency in early childhood social-emotional development so as to achieve the socio-emotional development of children who are able to socialize and behave to understand oneself and others. The results show 1). The use of gadgets can hinder the social-emotional development of early childhood. 2) The socio-emotional development of children really needs to be taught by parents or PAUD educators to help children develop in designing a better life .3). The urgency of socio-emotional development makes early childhood ready to face the needs of themselves and the surrounding environment. AbstrakPenggunaan gadget pada anak usia dini berpotensi memicu gangguan perkembangan sosial emosional dengan menunjukkan gejala – gejala seperti ketidakmampuan bergaul dengan teman sebayanya dan lingkungan sekitar, anak tidak mampu mengenali emosi dirnya sendiri dan orang lain, anak juga tidak mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengalisis berbagai Jurnal, buku- buku, dan informasi- informasi tentang perkembangan sosial-emosional anak usia dini, mengindentifasi indakator, urgensi dalam perkembangan sosial emosinal anak usia dini sehingga mencapai pengembangan sosial-emosial anak yang mampu bersosialisasi dan dan berprilaku memahami diri sendiri serta orang lain.Hasil penelitian menunjukkan1).Penggunaan gadget dapat menghambat perkembangan sosial-emosial anak usia dini.2) Perkembangan sosial-emosional anak sangat perlu diajarkan oleh orangtua atau pendidik PAUD untuk membantu perkembangan anak dalam mendesain kehidupan yang lebih baik.3). Urgensi perkembangan sosial emosional menjadikan anak usia dini siap menghadapi kebutuhan dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Fransiskus Irwan Widjaja, Daniel Ginting, Ronald Sianipar, Sabar Hutagalung, Winson Simmamora, Benteng Mm Purba, Ardi Lahagu, Evan Dongoran, Candra Gunawan Marisi
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 29-37; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i2.105

Abstract:
Papua, one of the richest provinces in Indonesia, contributes the most taxes, but Papua is one of the poorest regions in Indonesia with a low Human Development index. Indicators can be seen from the level of Education and the level of Health. One of the biggest humanitarian disasters in Papua's history in 2018 was the case of malnutrition in Asmat District, in Nakai village, Pulau Tiga District, and Agats City. The lack of volunteers and a large number of victims moved the PKM STT Real Batam in collaboration with volunteer doctors from GBI Myhome Tanjungpinang to go directly to help deal with malnutrition and other health treatments, as well as serve the community. The implementation method in this community service program, namely direct treatment and providing counseling, assistance to families who pay less attention to health. From the results of the evaluation with the PKM team, going directly to see the conditions and mentoring activities is very useful because, in addition to knowing the level of public health and helping to provide vitamins, vitamins, and other supplements, the theme also provides counseling, helps overcome social problems affected and their handling. Abstrak Papua, salah satu propinsi terkaya di Indonesia yang menyumbang pajak terbesar, tetapi Papua adalah salah satu daerah termiskin di Indonesia dengan indeks Pembangunan manusia yang rendah. Indikator dapat dilihat dari tingkat Pendidikan dan tingkat Kesehatan. Salah satu bencana kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah Papua di tahun 2018 adalah kasus gizi buruk di Kab Asmat, di kampung Nakai Distrik Pulau tiga dan Kota Agats. Minimnya relawan dan banyakknya korban menggerakkan PKM STT Real Batam yang menggandeng dokter relawan dari GBI Myhome Tanjungpinang untuk terjun langsung untuk membantu penanganan gizi buruk dan pengobatan kesehatan lainnya, serta melayani masyarakat. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini, yaitu pengobatan langsung dan memberi penyuluhan, pendampingan keluarga keluarga yang kurang memperhatikan Kesehatan. Dari hasil evaluasi dengan team PKM, turun langsung melihat kondisi dan pendampingan kegiatan sangat berguna karena selain mengetahui tingkat Kesehatan masyarakat dan membantu memberi vitamin vitamin dan supplement lainnya, tema juga memberi penyuluhan, membantu mengatasi masalah masalah social yang terdampak dan penanganannya.
Yudhy Sanjaya, Rini Sumanti Sapalakkai, Francois P Tomasoa, Joni Manumpak Parulian Gultom, Fredy Simanjuntak
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 17-22; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i1.103

Abstract:
Many young people or young people use drugs or illegal substances. This is of course a concern for many groups, including teachers or lecturers from educational institutions. If allowed to do so, it will be detrimental to the younger generation who later have an important role in society or the country. So it is necessary to make prevention efforts. The use of illegal substances is certainly harmful to the body and character and mental health. It can even cause death. But why is drug use among the younger generation or students? For this reason, this journal is compiled with the hope of motivating many agencies to make efforts to prevent drug use. AbstrakBanyak anak-anak muda atau generasi muda yang menjadi pengguna dari obat atau zat terlarang. Hal ini tentunya mejadi keresahan banyak kalangan termasuk guru atau dosen dari instansi pendidikan. Bila dibiarkan maka akan merusak generasi muda yang kelak memiliki peranan penting dalam masyarakat ataupun negara. Sehingga Perlu dilakukan upaya pencegahan. Penggunaan zat terlarang tentunya berbahaya baik bagi kesehatan tubuh maupun karater dan mental. Bahkan dapat menyebabkan kematian. Namun kenapa penggunaan narkoba justru banyak dikalangan generasi muda atau para pelajar. Untuk itulah jurnal ini disusun dengan harapan dapan menjadi pendorong banyak instansi melakukan upaya pencegahan penggunaan narkoba.
Joni Manumpak Parulian Gultom, Hendri Hutapea, Rikardo Butar-Butar, Eko Prasetyo
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 7-12; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i1.112

Abstract:
The faith mature of believers is the duty of church leaders also of all who have received salvation in Christ Jesus. It is also an urgent concern and needs facing by Indonesian male workers working in Malaysian palm oil fields.The people who need help and assistance spiritually to be accompanied and taught about the basic principles of God's Word. It is difficult faced because of the many obstacles and obstacles faced in being able to go to worship and serve God. The reason is,   the local church is limited. They do something for them is not maximize.  It is because constrained by the existing language and culture. How is the matter STT REAL can provide a little solution in building their faith and spiritual life? And what kind of strategies can be maximized to do for them? By using descriptive qualitative research methods, it is obtaining how the values and data are accurate directly. The purpose of this research is to make a positive contribution to building the Indonesian Christian community, especially those who are working in Malaysia that they remain in the faith and continue to experience good spiritual growth.Abstrak Pembinaan iman orang percaya bukan saja menjadi tugas dari para pemimpin gereja namun juga semua orang yang telah menerima keselamatan dalam Kristus Yesus. Hal ini jugalah yang menjadi perhatian dan kebutuhan yang urgen dihadapi oleh para pekerja pria Indonesia yang bekerja di lading lading sawit Malaysia. Mereka adalah orang yang memerlukan bantuan dan pertolongan khususnya secara rohani untuk didampingi dan diajarkan tentang prisn dasar Firman Tuhan. Hal ini menjadi kesulitan yang dihadapi karena banyaknya halangan dan hambatan yang dihadapi untuk bisa pergi beribadah dan melayani Tuhan. Alasan lainnya adalah bagaimana gereja lokal sangat terbatas sekali dapat melayani mereka karena terkendala dengan Bahasa dan budaya yang ada. Pertanyaannya adalah bagaimana STT REAL memberikan sedikit solusi dalam membina iman dan kehidupan rohani mereka? Dan strategi srategi seperti apa yang bisa dimaksimalkan untuk dikerjakan buat mereka? Dengan menggunakan metode penelitian desktiptif secara kualitatif didapatkan bagaimana nilai dan data data akurat secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat Kristen Indonesia khususnya yang sedang bekerja di Malaysia sehingga tetap bertahan dalam iman dan terus mengalami pertumbuhan kerohanian yang baik.
Johannes Tarigan, Fredy Simanjuntak, Septerianus Waruwu, David Martinus Gulo, Ya’Aman Gulo, Josanti Josanti, Otieli Harefa
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 19-23; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i1.114

Abstract:
Poverty is a condition that is never wanted by anyone. The condition of a large or small city does not guarantee that there will be no poor family in that place. However, the most important of these is what can happen to a poor family. How about their families, especially children born to poor families. Children who cannot afford it will certainly find it difficult to get an education and even their family's economic capacity may not be able to fulfil the three main human needs properly. Therefore, humans as social creatures cannot be separated from other humans. So that there need to be efforts from other individuals to help each other and the Halfway House becomes a solution for children who come from poor families.AbstrakKemiskinan merupakan keadaan yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Keadaan kota yang besar atau kecil tidak menjadi jaminan ditempat itu tidak terdapat keluarga yang tidak mampu. Namun, yang paling penting dari hal itu adalah apa yang dapat terjadi terhadap keluarga yang tidak mampu. Bagaimana keluarganya terkhusus anak-anak yang lahir dari keluarga yang tidak mampu. Anak-anak yang tidak mampu tentunya akan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan bahkan kemampuan ekonomi kelaurga mereka belum tentu dapat memenuhi tiga kebutuhan pokok utama manusia dengan layak. Oleh karena itu manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat lepas dari manusia lainnya. Sehingga perlu ada upaya dari individu lain untuk saling membantu dan Rumah Singgah menjadi salah satu solusi untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.
Fransiskus Irwan Widjaja, Talizaro Tafonao, Sabar Manahan Hutagalung, Selvyen Sophia, Mangiring Tua Togatorop, Roi Ganda Panggabean, Alfian Paskah Wayoi
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 26-33; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i1.98

Abstract:
The purpose of this service activity is to increase public understanding in Mentengah Lingga Village, Lingga District, Lingga Regency about preventing the spread of Covid-19. Covid-19 is a virus that damages the human health system and not only affects health but also affects the economy, politics and social order in society. This activity was carried out by the team/lecturer based on the problems experienced by the community/partners during observations where the community in the village did not follow the health protocols as stipulated by the government. The method of implementing this community service is socialization and education and counselling to partners as well as simulations in carrying out every activity about the 3M movement (wearing masks, keeping distance and washing hands). After this activity is carried out, the results obtained are that the community can carry out and apply it 95% as explained in this article. This can be seen in the appreciation from the entire community and government when the team/lecturer carries out this activity. AbstrakTujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di Desa Mentengah Lingga Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga tentang pencegah penyebaran Covid-19. Covid-19 ini merupakan virus yang merusak sistem kesehatan manusia dan tidak hanya mempengaruhi dari segi kesehatan saja namun juga mempengaruhi ekonomi, politik dan tatanan sosial di dalam masyarakat. Kegiatan ini lakukan oleh tim/dosen didasarkan pada masalah yang dialami oleh masyarakat/mitra pada saat melakukan observasi dimana masyarakat di Desa tersebut tidak mengikuti protokol kesehatan sebagaimana aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yakni sosialisasi dan edukasi dan penyeluhan kepada mitra serta simulasi dalam melaksanakan setiap kegiatan tentang gerekan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Setelah kegiatan ini dilakukan, hasil yang dapatkan adalah masyarakat dapat melakukan dan menerapkannya 95% sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Hal ini nampak pada apresiasi dari seluruh masyarakat dan pemerintah pada saat tim/dosen melaksanakan kegiatan ini.
Ronald Sianipar, Mangiring Tua Togatorop, Erwin B. Joya, Adis Klara Yunita, Messy Causa Primay, Fredy Simanjuntak, Alfons R. Tampenawas
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 55-63; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i2.127

Abstract:
This study aims to find out how the Religious Harmony Forum, the Sri Tanjung Village Head and community leaders in the Anambas Islands Regency carry out their roles as stipulated in the Joint Regulation of the Minister of Home Affairs and the Minister of Religion No. 9 and No. 8 of 2006. Research This is a qualitative research using descriptive analysis. The success of harmony and tolerance is largely determined by the role of the Government, Religious Harmony Forum (FKUB) administrators and community leaders as a management team that transmits policy information after it has been formulated at the Central level to the District. This structured accountability is based on the level of bureaucratic compliance with the bureaucracy above it or the level of the bureaucracy as formulated, the existence of a smooth routine and the absence of problems; and implementation and desired impact (benefits) of all existing and targeted programs. So that the policy implementation process as an effort to provide information or messages from higher institutions to lower institutions is measured for its performance success. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Forum Kerukunan Umat Beragama, Kepala Desa sri tanjung dan tokoh masyarakat di Kabuapaten Kepulauan Anambas dalam melaksanakan perannya sebagaimana dengan fungsinya yang ditetapkan dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No.9 dan No.8 Tahun 2006. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan analisis deskriftif. keberhasilan sebuah kerukunan dan tolerasnsi sangat ditentukan oleh peran Pemerintah, pengurus FKUB dan Tokoh Masyarakat sebagai tim manajemen yang meneruskan informasi-informasi kebijakan setelah dirumuskan ditingkat Pusat sampai ke Kabupaten. Pertanggungjawaban terstruktur ini didasarkan pada tingkat kepatuhan birokrasi terhadap birokrasi di atasnya atau tingkatan birokrasi sebagaimana telah dirumuskan, adanya kelancaran rutinitas dan tidak adanya masalah; serta pelaksanaan dan dampak (manfaat) dikehendaki dari semua program yang ada dan terarah. Sehingga proses implementasi kebijakan sebagai upaya pemberian informasi atau pesan dari institusi yang lebih tinggi ke institusi yang lebih rendah diukur keberhasilan kinerjanya.
Joni Manumpak Parulian Gultom, Timotius Togatorop, Candra Gunawan Simanjuntak, Alexander Djuang Papay, Daniel Agustin, Irfan Feriando Simanjuntak
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 50-54; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i2.124

Abstract:
The stewardship of mission churches abroad is urgent and cannot be waiting. BCM Perak as a Local Church in Malaysia stands as a form of outreach to the souls of the Indonesian Migrant Workers who work there, requiring servants of God and leaders who can be relied on them. That is related to the limited number of ministers and leaders of the local church who can speak Indonesian. However, the local congregation, mostly Indonesian workers, does not have sufficient capacity and capability to serve and lead. The local mission church lacks ministers in almost all of its existing ministries. Discipleship is a strategic step to give birth to new Christian ministers and leaders with strategies for discipleship and mentoring of local churches. So that the church does not experience service stagnation and can still be a forum for continuous congregational faith development. This research is using the descriptive qualitative method. The purpose of this paper is to provide encouragement and longing for church members to take burdened in taking part in the stewardship of the local church maximally and continuously. The results obtained are an increase in the general number of God's servants as much as 45% of the existing number by looking at the effectiveness and efficiency of stewardship in the local church. AbstrakPenatalayan gereja misi di luar negeri adalah sangat urgen dan tidak dapat ditunda. BCM Perak sebagai Gereja Lokal di Malaysia berdiri sebagai bentuk penjangkauan jiwa jiwa dari Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di sana memerlukan para pelayan Tuhan dan pemimpin pemimpin yang bisa di andalkan. Hal ini berkaitan dengan sangat terbatasnya sekali para pelayan dan pemimpin dari gereja lokal yang memang bisa berbahasa Indonesia. Namun warga gereja yang sebagian besar di isi oleh tenaga kerja Indonesia yang bekerja tidak cukup mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang memadai untuk bisa melayani dan juga memimpin. Gereja misi lokal kekurangan pelayan Tuhan hampir diseluruh bagian penatalayan yang ada. Pemuridan adalah menjadi langkah yang strategis untuk dapat melahirkan pelayan dan pemimpin Kristen yang baru strategi pemuridan dan mentoring gereja lokal sehingga gereja tidak mengalami stagnasi pelayanan dan tetap dapat menjadi wadah untuk pembinaan iman jemaat secara kontinyu. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan dari paper ini adalah untuk memberikan dorongan dan kerinduan bagi warga gereja untuk terbeban dalam mengambil bagian dari penatalayanan gereja lokal secara maksimal dan terus berlangsung secara kontinyu. Hasil yang sudah dapat dilihat adalah terjadi peningkatan secara umum jumlah pelayanan Tuhan sebanyak 45% dari jumlah yang ada dengan melihat efektifitas dan efisiensi penatalayanan yang ada dalam gereja lokal.
Vicky Bgd Paat, Masroni Masroni, Maniur Orlando Nainggolan, Boy Joko Prawira Naibaho, Samuel Gultom, Rickki Setia Budi Situmeang
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 62-67; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i2.129

Abstract:
The family is an institution built by God Himself through a marriage, therefore it is a noble thing, which is given by God to humans. Genesis 1:28 records that God blessed Adam and Eve before they were commanded to reproduce. Therefore, marriage must be carried out by a man and a woman on the basis of harmony, one heart, agreement, full of love, trust in one another, and rely on God's grace. Marriage must not be carried out by trial and error, damaged by lack of wisdom, insulted or defiled; marriage should be respected and upheld by fearing the Lord and remembering God's purpose in marriage. In Matthew 19 God concludes, “ὃ οὖν ὁ θεὸς συνέζευξεν ἄνθρωπος μὴ χωριζέτω” (Therefore, what God has joined together, man should not divorce). This truth is proof that God actually builds families and blesses with the aim that households on earth live in God's plan, namely carrying out God's mission on this earth. AbstrakKeluarga adalah lembaga yang dibangun oleh Allah sendiri melalui sebuah pernikahan, oleh karenanya hal ini adalah mulia, yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Kejadian 1:28 mencatat bahwa Tuhan memberkati Adam dan Hawa sebelum mereka diperintahkan untuk beranak cucu. Oleh karenanya pernikahan harus dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dengan dasar rukun, sehati, setujuan, penuh kasih sayang, percaya seorang akan yang lain, dan bersandar kepada kasih karunia Tuhan. Pernikahan tidak boleh dilakukan dengan coba-coba, dirusak oleh karena kurang bijaksana, dinista atau dinajiskan; pernikahan harus dihormati dan dijunjung tinggi dengan takut akan Tuhan serta mengingat tujuan Allah dalam pernikahan. Dalam Matius 19 Tuhan menyimpulkan, “ὃ οὖν ὁ θεὸς συνέζευξεν ἄνθρωπος μὴ χωριζέτω” (karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia). Kebenaran tersebut menjadi bukti bahwa Allah secara nyata membangun keluarga dan memberkati dengan tujuan agar rumah tangga dibumi hidup dalam rencana Allah yaitu melaksanakan misi Allah atas bumi ini.
Alexander Djuang Papay, Rikardo D. Butar-Butar, Yefta Arisma, Bulu Salempang4
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 11-16; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i1.102

Abstract:
Violence in the household is an act that is carried out in the household by a husband, wife, or child, which has a negative impact on physical, psychological integrity and harmonious relationships. There are various forms of violence that occur in households, and it could be that we are experiencing violence without realizing it, or in the households around us. Domestic violence is an act that violates the law because it needs to be prevented. For that, every individual needs to know and understand what domestic violence is, what are the factors for the occurrence of domestic violence and how to overcome it. AbstrakKekerasan dalam rumah tangga merupakan tindakan yang dilakukan didalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang memberi dampak buruk bagi keutuhan fisik, psikis dan keharmonisan hubungan. Ada berbagai bentuk kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, dan bisa saja tanpa disadari kekerasan itu sedang kita alami, ataupun rumah tangga disekitar kita. Kekerasan dalam rumah tangga perbuatan yang melanggar hukum karena itu perlu dilakukan pencegahan. Untuk itu setiap individu perlu mengetahui dan memahami apa itu kekerasan dalam rumah tangga, apa yang mejadi faktor-faktor terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan bagaimana menanggulanginya
Fredy Simanjuntak, Rita Evimalinda, Ardianto Lahagu, Efvi Noyita, Ester Lina Situmorang, Agiana Her Visnhu Ditakristi
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 13-18; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i1.113

Abstract:
The "Mental & Spiritual Development" program was initiated by STT REAL Batam and GBI Windsor House of Glory. This coaching program is a routine program of STT REAL Batam to carry out the threefold missions of higher education, which is the first program/pilot project in collaboration with GBI Windsor Square House of Glory which is committed to the field of Mental & Spiritual Development of Christian Inmates in Child Correctional Institutions Batam. It is hoped that this coaching program, can support government programs in rehabilitative, corrective, and educative services to the inmates and take part in building the values of life so that they can equip the inmates spiritually so that they can carry out their roles as good and good citizens of society. useful. This coaching program itself is a mentoring movement to improve the quality of piety to God Almighty, intellectual, professional attitudes and behaviour, physical and spiritual health of the inmates. Furthermore, coaching is expected so that they are able to improve themselves and do not repeat the crimes that have been committed.Abstrak Program “Mental & Spiritual Development” ini digagas oleh STT REAL Batam dan GBI Windsor House of Glory. Program pembinaan ini merupakan program rutin STT REAL Batam untuk mengemban tridharma perguruan tinggi yang merupakan program/pilot project pertama bekerjasama dengan GBI Windsor Square House of Glory yang berkomitmen pada bidang Pembinaan Mental & Spiritual Narapidana Kristen di Lembaga Pembinaan Anak Kelas II Batam. Diharapkan program pembinaan ini, dapat mendukung program pemerintah dalam pelayanan rehabilitatif, korektif, dan edukatif kepada warga binaan serta ikut membangun nilai-nilai kehidupan sehingga dapat membekali warga binaan secara spiritual agar dapat menjalankan perannya dengan baik. dan warga masyarakat yang baik. berguna. Program pembinaan ini sendiri merupakan gerakan pendampingan untuk meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku profesional, kesehatan jasmani dan rohani warga binaan. Selanjutnya diharapkan pembinaan agar mereka mampu memperbaiki diri dan tidak mengulangi kejahatan yang telah dilakukan.
Evans Dusep Dongoran, Johanes Waldes Hasugian, Josanti Josanti, Alex Djuang Papay
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 7-11; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i1.117

Abstract:
Religious moderation is a religious attitude that is balanced between the practice of one's own religion and respect for the religious practices of other people with different beliefs. The attitude of religious moderation must be instilled from an early age among students, in the midst of the development of radical understanding among students. For Christian students, religious moderation is instilled through Christian education which is centred on Jesus. So that through the example of Jesus, students can have a balanced attitude between loving God and others, having an attitude of tolerance and respecting differences. AbstrakModerasi beragama adalah sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan. Sikap Moderasi beragama harus ditanamkan sejak dini dikalangan pelajar, ditengah berkembangnya paham radikal dikalangan pelajar. Bagi pelajar Kristen Moderasi beragama ditanamkan melalui pendidikan Agama Kristen yang perpusat kepada Yesus. Sehingga melalui teladan Yesus para pelajar dapat memiliki sikap keseimbangan antara mengasihi Allah dan sesama, memiliki sikap toleransi dan menghargai perbedaan.
Mangiring Tua Togatorop, Ardianto Lahagu, Michael Cornelius Pua, Rame Irma Ida, Ulina Wati Br Siregar, Sukardin Zebua
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 23-28; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i1.104

Abstract:
This research is a study on “Efforts to Prevent Interfaith Marriages for STT Real Batam Students. The main problems are 1. What are the causes of the rise of interfaith marriages, 2? What efforts are being made to minimize the prevalence of interfaith marriages, 3? What is the solution to the rise of interfaith marriages? The goal is whether or not interfaith marriages are carried out according to religion according to the biblical perspective. The type of research used is qualitative research, with a sociological approach. The results of the study indicate that efforts to educate the basics and criteria in choosing a life partner according to the teachings of the Christian religion must be planted in Christian families as early as possible so that wherever they are in the future or in whatever environment they are, they are still able to hold and have one principle. choosing the right life partner according to the Bible.AbstrakPenelitian ini adalah studi tentang “Upaya Pencegahan Perkawinan Beda Agama bagi Mahasiswa STT Real Batam. Pokok permasalahannya: 1. Apa penyebab maraknya perkawinan beda agama, 2. Upaya apa yang dilakukan unuk meminimalisir maraknya perkawinan beda agama, 3. Apa solusi maraknya pernikahan beda agama? Tujuannya adalah Boleh atau tidaknya Perkawinan beda agama dilangsungkan menurut agama menurut perspektif alkitab. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya didikan dasar-dasar dan kriteria-kriteria dalam memilih pasangan hidup menurut ajaran agama Kristian haruslah ditanam dalam diri keluarga Kristen sedini mungkin, sehingga dimanapun mereka berada kelak atau dilingkungan mana pun mereka, mereka tetap mampu untuk memegang dan mempunyai satu prinsip pemilihan pasangan hidup yang benar menurut Alkitab.Kata kunci: Edukasi, Pemuda, Pencegahan Perkawinan Beda Agama.
Rita Evimalinda, Ester Lina Situmorang, Agustin Soewitomo Putri, Benteng Martua Mahuraja Purba, Efvi Noyita5
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 12-16; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i1.118

Abstract:
The level of drug abuse has worried all parties because it can damage the body and soul Social relations and the nation's future. Even so, there are still many who have not paid attention to this problem, perhaps they do not understand the multidimensional problems caused by drugs ranging from the dangers of drug addiction, dropping out of school, the destruction of social relationships, household fractures to serious crimes that are included in criminal law. This community service explains the dangers caused by drug abuse. It is hoped that after this community service, the GPI Batu Aji Center youth will also provide an explanation to their friends or their environment about the dangers of drugs so that all healthy and prosperous families are protected from the dangers of this illegal drug. Abstrak Tingkat penyalahgunaan narkoba telah meresahkan Semua pihak Karena dapat merusak jiwa raga Hubungan sosial dan masa depan bangsa . Sekalipun demikian masih banyak yang belum perhatian terhadap masalah ini mungkin belum memahami masalah multidimensi yang ditimbulkan oleh narkoba mulai dari bahaya ketagihan obat, putus sekolah, hancurnya hubungan social, keretakan rumah tangga hingga kejahatan berat yang masuk dalam hukum pidana. Pengabdian masyarakat ini menjelaskan tentang bahaya yang diakibatkan penyalahgunaan narkoba. Diharapannya setelah pengabdian masyarakat ini remaja GPI Batu Aji Centre turut memberikan penjelasan kepada teman atau lingkungannya akan bahaya narkoba sehingga semua keluarga sehat, sejahtera terhindar dari bahaya obat terlarang ini. Kata kunci: Penyuluhan, Mengantisipasi, Penyalahgunaan Narkoba, remaja, Gereja Pentakosta Indonesia.
Clarins Claristha H.D. Simatupang1, Fredy Simanjuntak, Ardianto Lahagu, Adenia Hotmayesi Sinaga, Foera-Era Ndruru, Ester Erlita Silaban, Yoeli Zai, Rame Ima Irda
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 52-57; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i2.108

Abstract:
This study aims to determine the extent to which students view batik craftsmen at STT Real Batam. This research also provides an insight into the important role of students in preserving the cultural heritage of the Indonesian nation which must be preserved and preserved. By using the qualitative analysis method and collecting data based on literature review and questionnaires, data will be formulated regarding the views of STT Real Batam students about written batik. Based on these results, it can be concluded that the students' view of batik craftsmen is that making batik takes a lot of time, can be done part-time, requires a large amount of capital, requires an artistic spirit, is more suitable for women and requires perseverance. With research, strategies can be formulated and things that must be improved for the development of extracurricular batik at STT Real Batam. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana pandangan para mahasiswa terhadap pengerajin batik di STT Real Batam. Penelitian ini juga memberikan pandangan akan peran penting mahasiswa dalam melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga. Dengan mengunakan metode analisis kulitatif dan mengumpulkan data berdasarkan kajian pustaka dan kuisioner akan dirumuskan data data mengenai pandangan mahasiswa STT Real Batam tentang batik tulis. Berdasarkan hasil itu, dapat di simpulkan pandangan mahasiswa terhadap pengerajin batik bahwa membatik menghabiskan banyak waktu, dapat dilakukan sebagai sambilan, memerlukan modal yang besar, memerlukan jiwa seni, lebih cocok dilakukan oleh perempuan dan memerlukan ketekunan. Dengan penelitian dapat dirumuskan strategi dan hal-hal yang harus ditingkatkan untuk pengembangan ekstrakulikuler batik yang ada di STT Real Batam.
Fredy Simanjuntak, Rita Evimalinda, Ester Lina Situmorang, Lidya Dewi S, Yefta Arisma, Ceria Ceria, Susilo Susanto
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 17-23; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i1.119

Abstract:
This service aims to provide psycho-educational guidance to Christian female inmates at the Class II B Women's Prison in Batam so that the inmates return to fully understand themselves as noblewomen. This study involved 35 Christian female inmates in the Class II B Women's Prison in Batam. The methods used are self-compassion therapy, psychoeducation and woman discussion, as well as games for participants. Based on the results of the study, it can be concluded that there is an increase in the inmates' understanding of Self-Compassion so that after this therapy the inmates understand the recovery of their image and are able to accept themselves with their current conditions in prison. Furthermore, for psychoeducation of the role of women in ideals, participants have the tools to evaluate themselves with their roles so far and desire to experience transformation in themselves to become noblewomen in society.AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk memberikan pembinaan psiko-edukasi pada warga binaan wanita kristen di Lapas Perempuan Kelas II B Batam, agar warga binaan kembali memahami dirinya secara utuh sebagai perempuan yang mulia. Penelitian ini melibatkan 35 warga binaan wanita beragama Kristen yang ada di Lapas Perempuan Kelas II B Batam. Metode yang digunakan adalah self-compassion therapy, psikoedukasi dan woman discussion, serta games bagi peserta. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pemahaman peserta warga binaan tentang Self-Compassion agar setelah terapi ini warga binaan memahami pemulihan akan gambar dirinya serta mampu menerima dirinya dengan kondisi saat ini di Lapas. Selanjutnya untuk psikoedukasi peran perempuan dalam cita-cita , peserta memiliki alat untuk mengevaluasi diri dengan perannya selama ini dan berkeinginan untuk mengalami transformasi pada diri sendiri untuk menjadi perempuan yang mulia di masyarakat.
Johannes Tarigan, Yusak Hentrias Ferry, Fredy Simanjuntak, Zakaria Lumban Gaol, Ester Novia Padidi, Dian Kristina Sijabat
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 42-49; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i2.122

Abstract:
As we know that humans have physical, mental and spiritual needs. All parts of this human need to be fulfilled. In an effort, LPPM Real Batam together with NGO Partners Cares for the Nation started a pilot project to provide health, food and clothing assistance to the poor in the city of Batam. The purpose of the activity is to provide counselling as well as education and assistance in the form of free food and medication. The implementation method for this community service program is counselling families and health checks from children to the elderly. From the results of the evaluation with the PKM team, this activity is very useful because, in addition to easing the burden on the poor, it also helps people who have problems with their health.AbstrakSebagaimana yang kita ketahui bahwa manusia mempunyai kebutuhan jasmani, jiwani dan rohani. Semua bagian dari manusia ini perlu dipenuhi. Dalam Upaya LPPM Real Batam bersama Mitra LSM Peduli bangsa memulai pilot-project untuk mberikan bantuan kesehatan, makanan dan pakaian kepada masyarakat miskin di kota Batam. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan penyuluhan serta edukasi dan bantuan berupa makanan dan pengobatan gratis. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini, yaitu penyuluhan keluarga-keluarga dan pemeriksaan kesehatan dari mulai anak-anak sampai lansia. Dari hasil evaluasi dengan team PKM, kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain meringankan beban warga miskin , juga membantu mengatasi warga yang bermasalah dengan kesehatannya
Yudhy Sanjaya, Manahan Uji Simanjuntak, Go Heeng, Susilo Susanto, Ervi Johan Lo, Josanti Josanti, Agiana Her Visnhu Ditakristi
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 34-42; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i1.99

Abstract:
The danger of drugs is very real where this is very troubling among teachers or lecturers from educational institutions. Many young people are victimized and if left unchecked it will damage the younger generation which will certainly threaten the life of the nation in the future. Prevention needs to be done. The influence of the use of these prohibited substances can harm the user both for the health of the body and ruster and mental. It can even lead to death. There needs to be an effort to find out why drug use is actually a lot among the younger generation or students. Therefore, this journal was compiled with the hope that it can be a driver for many parties to make efforts to prevent drug use through socialization among young people.AbstrakBahaya narkoba merupakan hal yang sangat nyata dimana ini sangat meresahkan kalangan termasuk guru atau dosen dari instansi pendidikan. Banyak anak muda yang menjdai korban dan bila dibiarkan maka akan merusak generasi muda yang pastinya akan mengancam kehidupan bangsa kedepannya. Pencegahan perlu dilakukan. Pengaruh penggunaan zat terlarang tersebut dapat memberbahayakan penggunanya baik bagi kesehatan tubuh maupun karater dan mental. Bahkan dapat menyebabkan kematian. Perlu adanya upaya mencari tahu mengapa penggunaan narkoba justru banyak dikalangan generasi muda atau para pelajar. Untuk itulah jurnal ini disusun dengan harapan dapat menjadi pendorong banyak pihak untuk melakukan upaya pencegahan penggunaan narkoba melalui sosialisasi di kalangan anak muda.
Vitari Yunita Tarigan, Selvyen Sophia, Daniel Agustin, Yusak Hentrias Ferry, Ferdinandes Petrus Bunthu
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 1-5; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i1.100

Abstract:
A fun teaching and learning process is very important in increasing interest in learning so as to encourage learning outcomes to increase. To create a pleasant learning atmosphere, teachers need to have various kinds of learning skills, one of which is related to their ability to apply appropriate learning models. Of the many existing learning models, one of which is the problem-based learning model. This model aims to create an atmosphere of the teaching and learning process that triggers students to be active so that they are able to develop changing their character and increase their self-potential. This research uses descriptive qualitative research methods. learning if applied properly is very significant in improving student learning outcomes. Therefore the authors encourage educators to use this learning model in the teaching and learning process. AbstrakProses belajar mengajar yang menyenangkan merupakan hal yang sangat penting dalam meninggkatkan minat belajar sehingga mendorong hasil belajar meningkat.Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, maka guru perlu memiliki berbagai macam keterampilan pembelajaran, salah satunya adalah berkaitan dengan kemampuannya dalam mengapliksaikan model pembelajaran yang tepat guna.Dari sekian banyak model pembelajaran yang ada salah satunya adalah model problem besed learning.Model ini bertujuan mewujudkan suasana proses belajar mengajar yang memicu siswa keaktifan peserta didik sehingga mampu mengembangkan mengubah karakternya dan menaikkan potensi diri.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.Model problem besed learning jika diterapkan dengan baik sangat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Oleh sebab itu penulis mendorong para pendidik untuk menggunakan model pembelajaran ini. Dalam proses belajar mengajar.
Elda Br Situmorang, Haposan Simanjuntak, Rita Evimalinda, Ardianto Lahagu, Lidya Dewi S., Rikardo Butar-Butar, Ester Lina Situmorang
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 55-61; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i2.128

Abstract:
This research was conducted by the author aims to determine how the influence of PAK Teacher Professionalism on Student Interest in Learning. The research was conducted using descriptive qualitative methods by interviewing several active teaching staff and browsing several books related to PAK teacher professionalism and learning interest. The results of the study show that the influence of PAK Teacher Professionalism on Student Interest in School is very large and good in meeting the development of knowledge and spiritual character of students towards Christian Religious Education. AbstrakPenelitian ini di lakukan oleh penulis bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Profesionalisme Guru PAK terhadap Minat Belajar Siswa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dekriptif dengan melakukan wawancara terhadap beberapa tenaga pengajar yang aktif dan menelusuri beberapa buku yang berkaitan dengan profesonalisme Guru PAK dan Minat Belajar. Hasil dari penelitian menunjukan pengaruh Profesionalisme Guru PAK terhadap Minat Belajar Siswa Disekolah sangat besar dan baik dalam memenuhi perkembangan pengetahuan dan karakter rohani siswa terhadap Pendidikan Agama Kristen.
Fredy Simanjuntak, Candra Gunawan Marisi, Ardianto Lahagu, Benteng M. M. Purba, Agustinus Sihombing
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 6-10; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i1.101

Abstract:
Spirituality is the value or understanding possessed by humans in behaving with one another, even their relationship with God which is influenced by the environment, experience and knowledge. Every human being has Spirituality in him, and spirituality affects both individual behaviour in society or other individuals. The Indonesian state by law certainly has the goal of creating good community conditions in the midst of society. The state wants the assisted citizens or Correctional Institution communities to receive guidance in order to create this good condition. However, this wish has not been carried out properly, due to a lack of experts. So how does Christianity view this? Certainly the question will arise as well what should be done to bring the assisted people from living the wrong way to the right direction by cultivating their spirituality and of course teaching them Christian spirituality. AbstrakSpritualitas adalah nilai atau pemahaman yang dimiliki oleh mansuia dalam berperilaku satu dengan yang lainya bahkan hubungan dengan Tuhan yang dipengaruhi oleh lingkungan hidup, pengalaman dan pengetahuan. Setiap manusia memiliki Spiritualitas dalam dirinya, dan spritiualitas mempengaruhi baik buruknya perilaku individu ditengah-tengah masyarakat atau terhadap individu lainnya. Negara Indonesia secara hukum tentunya memiliki tujuan agar terciptanya kondisi masyarakat yang baik ditengah-tengah masyarakat. Negara ingin warga binaan atau masyarakat lapas mendapat binaan agar terciptanya keadaan yang baik tersebut. Namun keinginan itu belum terlaksana dengan baik, dikarenakan kurangnya tenaga ahli. Lantas bagaimana kekristenan memandang hal ini. Tentunya akan timbul pertanyaan juga apa yang harus dilakukan untuk membawa warga binaan dari hidup yang salah menuju arah yang benar. Tentu saja dengan membina spiritualitas mereka dan tentunya mengajarkan kepada mereka spiritualitas Kristen.
Talizaro Tafonao, Fransiskus Irwan Widjaja, Sabar Manahan Hutagalung, Haposan Simanjuntak, Vicky B. G. D. Paat, Sihar Lamhot Simatupang, Juntriman Purba
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 20-25; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i1.97

Abstract:
The purpose of this service is to maximize children's ability to read and write in Mentuda Village, Lingga Regency while studying at home. The impact of Covid-19 has disrupted the learning system in various schools including children in Mentuda Village. This activity is carried out based on the problems experienced by the children as explained in this article. The method of implementing this community service is lectures, discussions, simulations and practices on how to read correctly. After this activity was carried out, the results obtained were that about 90% of children read well as the results in the explanation in this article. This can be seen in every activity carried out by the children who are very enthusiastic in participating in each session that has been arranged by the team. This means that activities like this are very effective to continue to be carried out for children. AbstrakTujuan pengabdian ini adalah untuk memaksimalkan kemampuan anak dalam baca dan tulis di Desa Mentuda Kecamatan Lingga Kabupaten selama belajar di rumah. Dampak dari Covid-19 ini telah mengganggu sistem belajar di berbagai sekolah termasuk anak-anak yang ada di Desa Mentuda. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan masalah yang dialami oleh anak-anak sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yakni ceramah, diskusi, simulasi dan praktik tentang cara membaca yang benar. Setelah kegiatan ini dilakukan, hasil yang dapatkan adalah anak-anak membaca dengan baik sekitar 90% sebagaimana hasil dalam penjelasan dalam artikel ini. Hal ini nampak pada setiap kegaitan yang dilakukan anak-anak sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi yang telah diatur oleh tim. Artinya bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini sangat efektif untuk terus dilakukan kepada anak-anak.
Johannes Tarigan, Yusak Hentrias Ferry, Yonatan Togodi, Feberianus Telaumbanua
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 1-6; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i1.116

Abstract:
Batam Center Ferry Port is the place where this social service activity is carried out. This port is a gateway for foreigners and Indonesian citizens to go to neighbouring countries. Therefore, the NGO PEDULI BANGSA is moved to help the government through community service activities in collaboration with the Indonesian Journalists Association and the Local Youth Association. The purpose of this service is to help the government to prevent the spread of the Covid-19 outbreak in the city of Batam. The forms and methods of the activities carried out are increasing public awareness about health by distributing free masks in the midst of the scarcity and high price of masks, then conducting counselling on how to use masks correctly. The result of this activity is an increase in public awareness about the importance of preventing the spread of the Covid-19 outbreak by wearing the right masks. AbstrakPelabuhan Ferry Batam Center merupakan tempat kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan. Pelabuhan ini merupakan gerbang keluar masuk bagi WNA dan WNI menuju negara tetangga. Oleh karena itu, LSM PEDULI BANGSA tergerak untuk membantu pemerintah melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia dan Persatuan Pemuda Tempatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 di kota Batam. Bentuk dan metode kegiatan yang dilakukan yaitu peningkatan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dengan membagikan masker gratis di tengah-tengah kelangkaan dan mahalnya harga masker, kemudian melakukan penyuluhan cara menggunakan masker yang benar. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 dengan memakai masker yang benar.
Vicky Bgd Paat, Irfan Feriando Simanjuntak, Harls Evan R. Siahaan
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 38-45; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i2.106

Abstract:
LGBTQ is a fact of existence so it cannot be considered as an issue only. LGBTQ is not just a problem to be addressed so that it becomes a pro or con in society, including Christians, because LGBTQ is not a "rumor" or hearsay. LGBTQ is a fact or reality that exists in society. What is the Bible's answer about LGBTQ in 1 Corinthians 6:9-11, Paul states Don't be misguided! The fornicator, ... the adulteress, the effeminate, the sorcerer ... will not inherit the kingdom of God. The verb “ἦτε” (ēte) in verse 11 confirms that in the Corinthian church there were people called “οὔτε μοιχοί, οὔτε μαλακοί, οὔτε ἀρσενοκοῖται” (oute moikhi, oute malakoi, oute arsenokoitai). The word that is often debated is “ἀρσενοκοῖται” (arsenokoitai). “arsenokoitai, can refer to a grown man who has a slave who is used as a sexual partner to fulfill his lust, so clearly this is a sin that requires church ministry as an expression of Christ's love that they need the true gospel that saves. Through this discussion, I judge for us to return to the gospel which is the power of God that saves every believer! That is the gospel that makes the arsenokoitai give themselves to be sanctified and become people who are sanctified and justified in the name of the Lord Jesus Christ. AbstrakLGBTQ merupakan sebuah fakta keberadaannya sehingga tidak bisa dianggap sebagai sebuah isu saja. LGBTQ tidak sekedar sebuah masalah untuk ditanggapi sehingga menjadi pro atau kontra di masyarakat termasuk Kristen , karena LGBTQ bukan sebuah sebuah “desas-desus” atau kabar angina.. LGBTQ adalah sebuah sebuah fakta atau kenyataan yang ada di masyarakat. Apakah jawaban Alkitab tentang LGBTQ dalam 1 Korintus 6:9-11, Paulus menyatakan Janganlah sesat! Orang cabul, ... orang berzinah, banci, orang pemburit ... tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Kata kerja “ἦτε” (ēte) dalam ayat 11 menegaskan bahwa di jemaat Korintus ada orang yang disebut “οὔτε μοιχοί, οὔτε μαλακοί, οὔτε ἀρσενοκοῖται” (oute moikhi, oute malakoi, oute arsenokoitai). Kata yang sering diperdebatkan adalah “ἀρσενοκοῖται” (arsenokoitai). “arsenokoitai, dapat mengacu ke lelaki dewasa yang memiliki seorang budak yang dijadikan mitra seksualnya dalam melampiaskan nafsu syahwatnya, jadi jelas ini adalah dosa yang membutuhkan pelayanan gereja sebagai wujud kasih Kristus bahwa mereka membutuhkan Injil yang sejati yang menyelamatkan. Melalui diskusi ini saya menyerukan untuk kita kembali kepada Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya itu! Itulah Injil yang membuat para arsenokoitai memberi diri mereka disucikan dan menjadi orang-orang yang dikuduskan dan dibenarkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Fredy Simanjuntak, Mangiring Tua Togatorop, Ardianto Lahagu, Roy Martin Simanjuntak, Stefanus Meo Nekin
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, pp 46-54; https://doi.org/10.53547/rcj.v3i2.123

Abstract:
This article discusses the Creativity Program initiated by the Theology Study Program with STT Real Batam students to take advantage of their free time to cultivate the entrepreneurial spirit of students through the skills of making tofu and tempeh. This was initially motivated by daily needs in the dormitory so that students could also eat simple, everyday foods that are no less healthy and beneficial for the body. The implementation method for this PkM program is by visiting one of the tofu-tempe production centres in Batu Aji. The purpose of the activity is to provide skills to students so as to foster an entrepreneurial spirit for STT Real Batam students. From the results of the evaluation, it was noted that he had attended several pieces of training from theory to practice. Students are motivated to develop such training in the campus environment. The implementation of this PKM is very useful to increase student creativity so that the production of tofu and tempeh can be used as a medium for Micro, small and medium enterprises and at the same time to complement the daily food needs of the hostel.AbstrakArtikel ini membahas tentang Program Kreativitas yang digagas oleh Prodi Teologi dengan mahasiswa STT Real Batam untuk memanfaatkan masa luang untuk menumbuhkan jiwa enterpreneuship mahasiswa melalui keterampilan pembuatan tahu dan tempe. Hal ini awalnya dimotivasi kebutuhan sehari-hari di asrama supaya mahasiswa pun dapat mengkomsi makanan sederhana sehari-hari yang tak kalah sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Metode pelaksanaan pada program PkM ini yaitu dengan mengunjungi salah satu pusat produksi tahu-tempe di Batu Aji. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan meningkatkan keterampilan kepada mahasiswa sehingga menumbuhkan jiwa enterpreneurship bagi mahasiswa STT Real Batam. Dari hasil evaluasi, tercatat selama mengikuti beberapa kali pelatihan dari teori sampai praktek. Mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan pelatihan pembuatan tersebut di lingkungan kampus. Pelaksanaan PKM ini sangat berguna untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa untuk ditambah hasil produksi tahu dan tempe dapat dijadikan sarana UMKM dan sekaligus untu melengkapi keperluan makanan asrama sehari-hari.
Fredy Simanjuntak, Ya’Aman Gulo2, Alfredo Manurung, George Samaran, Oferianus Bulolo, Soraya Sara Kawai, Elda Br. Situmorang
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 46-51; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i2.107

Abstract:
This study aims to determine the extent to which training on the use of waste into compost for STT REAL Batam students. This study also provides an insight into the important role of society in maintaining environmental cleanliness and how to manage and utilize waste that has been thrown away into compost or fertilizer that can be used for agricultural needs and other things. So that the Indonesian nation becomes a country that can keep the environment clean from waste pollution, both plastic waste and non-plastic waste. By using a qualitative analysis method and collecting data based on case studies and interviews so that it will be formulated in the form of written data, data which includes training on the use of waste into compost so that based on these results, it can be concluded that training on the use of waste into compost can be done as a side job, which does not require large capital but requires the involvement of STT Real Batam students in utilizing organic waste into compost. Therefore, this research can be reviewed so that it becomes a strategy formulation that must be improved for extracurricular development and student competence at STT REAL Batam.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui sejauh, mana pelatihan pemanfaatan sampah menjadi kompos bagi mahasiswa STT REAL Batam. Penelitian ini juga memberikan pandangan akan peran penting masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan bagaimana mengelolah dan memanfaatkan sampah yang sudah di buang menjadi sebuah kompos atau pupuk yang dapat di gunakan untuk kebutuhan pertanian dan hal lainya. Sehingga bangsa Indonesia menjadi negara yang dapat menjaga kebersihan lingkungan dari pencemaran sampah baik itu sampah plastic-maupun sampah non plastic.Dengan mengunakan metode analisis kualitatif dan mengumpulkan data berdasarkan study kasus dan wawancara sehingga akan dirumuskan dalam bentuk data tulisan,data yang mencakup tentang pelatihan pemanfaatan sampah menjadi kompos sehingga Berdasarkan hasil itu, dapat di simpulkan bahwa pelatihan pemanfaatan sampah menjadi kompos dapat dilakukan sebagai sambilan pekerjaan, yang tidak memerlukan modal yang besar, namun memerlukan keterlibatan mahasiswa STT Real Batam dalam memanfaatkan sampah organic menjadi kompos oleh sebab itu Dengan penelitian ini dapat di tinjau sehingga menjadi rumusan strategi yang harus ditingkatkan untuk pengembangan ekstrakulikuler dan kompetensi mahasiswa yang ada di STT REAL Batam.
Mangiring Tua Togatorop, Septerianus Waruwu, Yudhy Sanjaya, Elia Bara Kusuma Penusa Sumiran, Permon Asso, Karisma Valensia
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 34-41; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i2.121

Abstract:
Marriage in Christianity is a gift from God. But a harmonious marriage requires good guidance too. Therefore, premarital counselling is an important need for church couples who want to carry out marriage. The purpose of this study is to help and provide opportunities for potential couples to understand the meaning and significance of marriage. The research method used is a qualitative approach with a descriptive method. The results of the study show that counselling is effective in providing an early briefing to every couple not only to be married but also to be committed to living in God's truth to become a quality family product that is a representation of God on earth. Abstrak Pernikahan dalam kekristenan adalah Anugerah Allah. Namun pernikahan yang harmonis memerlukan bimbingan yang baik pula. Oleh karena itu konseling pranikah adalah kebutuhan yang penting bagi pasangan jemaat yang hendak melaksanakan pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu dan memberikan kesempatan bagi calon pasangan untuk memahami makna dan arti pernikahan. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bimbingan konseling efektif memberikan pembekalan dini kepada setiap pasangan bukan hanya sekedar berumah tangga tetapi juga untuk berkomitmen hidup dalam kebenarn Allah menjadi produk keluarga berkualitas yang menjadi representasi Allah di bumi.
Fransiskus Irwan Widjaja, Daniel Ginting, Ronald Sianipar, Sabar M Hutagalung, Winson Simmamora, Benteng Mm Purba
REAL COSTER: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 2, pp 24-33; https://doi.org/10.53547/rcj.v2i1.115

Abstract:
Indonesia is part of the Ring of Fire region, an area filled with volcanoes. One of the biggest disasters in 2018 was the earthquake, Liquidfaksi and Tsunami in the Central Sulawesi area. The earthquake tsunami covered Palu City and Donggala Regency, Parigi Moutong Regency, Sigi Regency, Central Sulawesi Province. The lack of volunteers and a large number of victims moved the PKM STT real to go directly to the handling of victims of the earthquake and tsunami. As well as serving the affected communities who live in tents and are separated from their extended family, which causes high levels of stress. The community service team provides assistance and provides short solutions. Insights on Pastoral Counseling Services, Healing Inner Wounds, Trauma, Praying, serving the sick, building temporary houses, sending PAK teachers and Alumni to teach at the earthquake site. Access to information is still lacking, making the PKM team prepare short observations and research to distribute assistance and services as needed. The purpose of this activity is to provide understanding, knowledge and assistance. Volunteer groups in carrying out practices and activities to help friends in refugee camps together with other institutions. The implementation method for this community service program is assisting families and helping the learning of children who cannot go to school. From the results of the evaluation with the PKM team, training and mentoring activities are very useful because, in addition to knowing the level of stress, it helps overcome social problems that are affected and how to handle them. AbstrakIndonesia bagian dari wilayah rings of Fire, daerah yang di penuhi gunung api. Salah bencana yang terbesar di tahun 2018 adalah gempa bumi, Liquidfaksi dan Tsunami di daerah Sulawesi Tengah. Gempa tsunami meliputi Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah. Minimnya relawan dan banyakknya korban menggerakkan PKM STT real untuk terjun langsung untuk penanganan korban gempa dan tsunami. Serta melayani masyarakat terdampat yang tinggal di tenda tenda dan terpisah dari keluarga besar, masyarakat yang mengakibatkan tingginya tingkat stress. Team pengabdian masyarakat melakukan pendampingan dan memberi solusi solusi singkat. Wawasan mengenai Pelayanan Pastoral Konseling, Penyembuhan Luka Batin, Trauma, Mendoakan, melayani yang sakit, membangun rumah sementara, mengutus guru guru PAK dan Alumni untuk mengajar di lokasi gempa. Akses informasi yang masih kurang, membuat team PKM mempersiapkan pengamatan dan penelitian singkat untuk menyalurkan bantuan dan pelayanan sesuai yang di butuhkan Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan bantuan. Kelompok relawan dalam melakukan praktek dan aktivitas membantu teman teman di pengungsian Bersama sama dengan Lembaga lainnya. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini, yaitu pendampingan keluarga keluarga dan membantu pembelajaran anak anak yang tidak dapat sekolah. Dari hasil evaluasi dengan team PKM, pelatihan dan pendampingan kegiatan sangat berguna karena selain mengetahui tingkat stress, membantu mengatasi masalah masalah social yang terdampak dan penanganannya.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top