Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat: 25

(searched for: journal_id:(6367378))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
, Ayu Titis Rukmana Sari, Erfina Vernandika Valensia
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 76-85; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.126

Abstract:
Keinginan orangtua dalam setiap keluarga tentunya selalu menginginkan anak-anaknya menjadi yang terbaik dan melakukan segala sesuatunya dengan baik juga. Hal ini menentukan bentuk atau gaya pengasuhan yang diterapkan orangtua untuk kehidupan anak-anaknya. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman orangtua atau wali murid dalam menerapkan gaya pengasuhan demi berkembangnya sikap kemandirian dan meningkatnya kemampuan problem solving anak. Fokus pengabdian kegiatan parenting dalam pola asuh orang tua ini mendukung indikator kinerja utama Dosen sebagai praktisi dan akademisi berkegiatan diluar kampus dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Metode yang diterapkan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan rencana keberlanjutan program, serta monitoring dan evaluasi. Adapun hasil pengabdian masyarakat adalah meningkatnya kemampuan pemahaman tentang pentingnya parenting orang tua dalam meningkatkan kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah anak dengan komponen materi pengabdian, ketercapaian jumlah peserta kegiatan, sesi diskusi dan tanya jawab, refleksi peserta kegiatan, serta ketercapaian peserta dalam memahami materi pengabdian. Implikasi kegiatan parenting ini yaitu adanya kegiatan pendampingan mitra secara berkelanjutan yang dilaksanakan melalui media sosial
Gita Anggria Resticka, Erwita Nurdiyanto, Nila Mega Marahayu
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 101-112; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.131

Abstract:
Penyiaran berita termasuk dalam bidang jurnalistik. Saat ini kebutuhan akan tenaga professional jurnalisitik sangat tinggi, sehingga banyak dibuka sekolah atau perguruan tinggi dengan penjurusan broadcasting. Sehubungan dengan hal tersebut, dibutuhkan strategi-strategi khusus untuk dapat menghasilkan lulusan yang kreatif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan pasar jurnalistik. Tujuan dalam pelaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan penyiaran berita pada siswa jurusan broadcasting di SMK Negeri 3 Banyumas. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah SMK Negeri 3 Banyumas yang merupakan satu-satunya sekolah seni di wilayah karesidenan Banyumas yang memiliki jurusan broadcasting. Tema kegiatan pengabdian yaitu seni dan budaya Banyumas sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat setempat. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu sosialisasi melalui worskhop mengenai materi-materi yang berkaitan dengan penyiaran berita khususnya penyusunan naskah berita dan pembacaan naskah berita. Selanjutnya, siswa melaksanakan praktik lapangan dengan mengumpulkan, mengolah, mendeskripsikan dan menyusun naskah berita, mengedit serta melaporkan dalam sebuah tayangan yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas melalui unggahan youtube. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa produk penyiaran berita audiovisual bertema seni dan budaya Banyumas dengan mengambil objek sentra Batik Papringan di desa Papringan, kecamatan Banyumas dan wisata religi makam Mbah Agung Karang Banar desa Kalisalak, kecamatan Kebasen
Mohammad Salehudin
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 57-68; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.80

Abstract:
Pendampingan dan pemberdayaan ini bertujuan kegiatan pembedayaan dan pendampingan kepada masyarakat (PkM) ini dalam bentuk workshop/ pelatihan sebagai sosialisasi dan pendampingan kepada guru-guru sekolah dasar tentang menulis artikel ilmiah dan cara publikasi di jurnal nasional terakreditasi dalam upaya meningkatkan karya dan kinerja guru di Kota Balikpapan. Peserta berjumlah 22 orang guru-guru di kota Balikpapan Kalimantan Timur. Hasil penelitian menemukan bahwa peserta «guru menulis » mampu mengoperasionalkan aplikasi mendeley sebagai reference manager, peserta mampu membuat draf artikel dan mampu menulis artikel menguasai struktur artikel (IMRAD) dengan baik, peserta guru menulis mampu registrasi dan submit (mengirimkan) artikel ke jurnal tujuan. Hasil pendampingan berhasil menerbitkan artikel pada terindeks nasional dan jurnal nasional terakreditasi Sinta, dan disarankan diadakan pelatihan selanjutnya untuk guru menulis artikel ke jurnal internasional bereputasi
Jauharoti Alfin, Amira Fatin, Aulia Ningrum, Khoiru Ummah, Moh. Anshori, Juhaeni Juhaeni, Safaruddin Safaruddin, Hasmiati
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 24-40; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.79

Abstract:
Penelitian ini akan mengkaji dampak yang ditimbulkan pada hasil belajar akibat transisi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ke Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada Mata Pelajaran Tema Kelas III-B MI Nahdlatul Ulama Ngingas Waru, Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan pada hasil belajar akibat transisi PJJ yang telah dilalui peserta didik kurang lebih selama 1 tahun, menuju PTMT yang tentu memerlukan adaptasi pada kebiasaan peserta didik. Pada penelitian ini, dua hasil belajar peserta didik dibandingkan, yakni pada saat PJJ, dan PTMT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan uji Paired Sample T-Test. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas III-B di MINU Ngingas Waru. Dari hasil penelitian memberikan gambaran bahwa terdapat dampak akibat transisi PJJ menuju PTMT pada hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada PJJ menunjukkan nilai yang cukup tinggi, namun hasil belajar peserta didik pada PTMT mengalami penurunan. Di lain sisi, dampak yang dapat ditinjau dari perspektif lain adalah, antusiasme dan minat belajar peserta didik pada saat PTMT lebih besar daripada PJJ.
Arfatul Makiyah, Aa Juhanda
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 86-100; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.121

Abstract:
PHBS adalah semua perilaku kesehatan masyarakat yang dilakukan atas kesadaran pribadi. Tujuan PHBS secara umum adalah sama, yakni meningkatkan kesadaran masyarakan untuk mau menjalankan hidup bersih dan sehat. PHBS di lingkungan keluarga sudah sejak lama digaungkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan. Namun, PHBS di lingkungan keluarga kini terasa semakin krusial mengingat keluarga merupakan tempat berkumpul di rumah di masa new normal pandemi virus corona. PHBS di lingkungan keluarga adalah pelaksanaan prosedur kesehatan tertentu dengan memberdayakan anggota keluarga perawat di lingkungan keluarga. Mereka diharapkan melakukan pola hidup sehat untuk menciptakan sekolah dan lingkungan di sekitar rumah yang sehat pula. Manfaat PHBS di rumah adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan di rumah akan berjalan lancar, sedangkan kesehatan anggota keluarga perawat di sekitar juga tidak terganggu. Pengabdian dilaksanakan pada hari senin tanggal 8 Februari 2021 secara daring dan asesmen lapangan secara luring di rumah keluarga perawat di kota dan kabupaten Sukabumi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah dengan bantuan power point, diskusi dengan para perawat dan juga demonstrasi 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar. Pesertanya adalah perawat di kota dan kabupaten Sukabumi yang berjumlah 40 orang. Pengabdian dilaksanakan secara mandiri dan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Fauziah Fauziah, Jamaluddin Jamaluddin, Fitriani Fitriani
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 9-23; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.69

Abstract:
Metode debat aktif merupakan metode dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didik, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, membangun rasa percaya diri, hingga pada proses menghargai pendapat lawan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk 1) membuktikan efektivitas metode debat aktif ditinjau dari kemampuan komunikasi peserta didik pada mata pelajaran PAI di kelas XI MIPA 4 UPT SMA Negeri 1 Sinjai 2) membuktikan seberapa besar efektivitas metode debat aktif ditinjau dari kemampuan komunikasi peserta didik pada mata pelajaran PAI di kelas XI MIPA 4 UPT SMA Negeri 1 Sinjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen quasi tipe non equivalent control group design. Populasi berjumlah 60 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing jumlah peserta didik 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumen. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, lembar angket, dan pedoman dokumen. Adapun teknik analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif, serta statistik inferensial yang mencakup uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) serta uji hipotesis (independent sample t-test dan uji N-gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) metode debat aktif efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi peserta didik di kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional berdasarkan hasil uji independent sample t-test yang menunjukkan thitung > ttabel dengan nilai 5,644 > 2,00172. Selain itu, diketahui bahwa α = 0,05 ≥ dari nilai Sig. (2-tailed) dengan nilai 0,05 ≥ 0,000. 2) tingkat efektivitas metode debat aktif ditinjau dari kemampuan komunikasi peserta didik pada kelas eksperimen adalah 63% termasuk dalam kategori cukup efektif dan kelas kontrol 24% dalam kategori tidak efektif yang diperoleh berdasarkan hasil rata-rata uji N-gain.
Juhaeni, Safaruddin Safaruddin, Jauharoti Alfin
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 69-75; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.135

Abstract:
Workshop inovasi media pembelajaran bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada pendidik dalam mendesain media dan evaluasi pembelajaran melalui platform quizizz. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui zoom meeting yang diikuti oleh 12 guru Madrasah Ibtidaiya se Kabupaten Sinjai. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yakni mengecek persiapan peserta selanjutnya melaksanakan workshop dengan menyapaikan materi serta praktik step by step dalam mendesain media dan evaluasi pembelajaran menggunakan platform quizizz hingga semua peserta berhasil mendesain 1 media dan evaluasi yang siap digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi untuk mengetahui tanggapan peserta terkait: 1) kemampuan pemateri dalam dalam meyampaikan materi workshop yakni 83% (Sangat baik) dan 17% (Baik); 2). Relevansi materi dengan pembelajaran masa kini yakni 92% (sangat relevan) dan 8% (relevan); 3) Kebermanfaatan materi dalam menigkatkan kompetensi guru dalam desain media pembelajaran yakni 92% (sangat bermanfaat) dan 8% (Bermanfaat)
Dwikoranto Dwikoranto, Madlazim Madlazim, Budi Jatmiko, Munasir Munasir, Utama Alan Deta
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 41-50; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.116

Abstract:
Pandemi COVID-19 telah menurunkan penghasilan, menghilangkan pekerjaan, mengganggu kesehatan masyarakat. Tanpa kecuali masyarakat desa Iker Iker Cerme Gresik harus bisa mengatasi dan bangkit melalui hasil panen Cabe mereka. Pandemi mempengaruhi penjualan cabe beserta olahannya dan bidang kuliner yang memanfaatkannya. Cabe merupakan bahan pokok yang tidak stabil harga dan pasokannya, cuaca dan kondisi alam sangat mempengaruhi produktivitasnya. Kekeringan yang panjang dan hujan yang berlebihan menjadi kendala bagi petani Cabe. Harga cabe yang terus melambung, membuat tengkulak menangguk untung sesaat tetapi masyarakat umum yang resah. Harga Cabe mahal saat stok di petani habis atau menipis. Kisaran harga yang terlalu fluktuatif tersebut mengganggu bagi petani dan masyarakat serta bidang wirausaha kuliner yang berbahan dasar Cabe. Solusi untuk mengatasi hal tersebut tim PkM Unesa berkolaborasi, bersinergi mengedukasi ibu-ibu PKK menangani hasil cabe dengan diversifikasi olahan berbahan dasar cabe. Dilakukan pelatihan dengan metode tanya jawab, demonstrasi dan praktek untuk menghasilkan olahan yang variatif menjadi abon cabe, saus cabe, stik cabe, aneka sambal cabe, bubuk cabe, berkedel cabe, yang higienis dengan pengemasannya. Kegiatan PkM yang dilakukan menyebabkan ibu-ibu PKK desa Iker Iker memiliki keterampilan pengolahan Cabe dan timbul jiwa wira usaha baru untuk menambah penghasilan bagi keluarga dimasa Pandemi Covid-19.
Elpisah Elpisah, Suarlin Suarlin, Nurfadila Nurfadila, Sigit Bin Basso
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 51-56; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.124

Abstract:
Adanya pandemic Covid-19 mendorong setiap indvidu untuk mampu memberikan perlindungan terhadap dirinya agar mampu terhindar dari dampak negatif dari virus ini. Salah satu upaya yang banyak dilakukan agar tidak terkontaminasi dengan virus ini yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta sering menggunakan hand sanitizer. Namun upaya ini terkendala karena harga masker dan hand sanitizer terbilang mahal dan sulit didapatkan, terlebih lagi di wilayah pedesaan. Selain itu, connector masker juga menjadi salah satu barang yang penting. Kondisi ini mendorong tim untuk mengadakan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan hand sanitizer dan connector masker kepada ibu PKK Dusun Balleanging Desa Manimbahoi, Gowa. Proses pelatihan ini menggunakan bahan baku yang sangat mudah di dapatkan namun sesuai dengan prosedur pembuatan. Setelah mengikuti pelatihan ini kemampuan ibu PKK Dusun Balleanging mencapai 100% dalam hal pembuatan hand sanitizer dan connector masker dan digunakan setelah penelitian selesai
Rini Yulianti Putri
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 2, pp 1-8; https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.133

Abstract:
Since the Covid-19 pandemic, all activities have been hampered, from work to school which hampers the conventional learning process or face-to-face learning. The objectives of this research aims to discover the positive things taken from YouTube for online English learning media daring this covid-19 pandemic. This research is qualitative research in which the author uses the literature study observations taken from previous researchers. Currently, schools have implemented online learning, where teachers are required to use a monotonous lecture method. This is one of the problems that will cause students to be unenthusiastic and unfocused when studying. Therefore, this study shows that utilizing Youtube media can improve vocabulary and student understanding in English lessons, increasing student achievement. However, there must be disadvantages every time there are advantages: the lack of optimal supervision of students, poor signal or internet network, and high quotas are the obstacles to using YouTube as a learning medium
Angga Setiawan, Herlina Puji Utami, Putri Datalia Jatayu
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 81-91; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.68

Abstract:
Industri keripik tempe di Kelurahan Ngantru tidak dapat berkembang secara siginifikan diakrenakan terdapat industri lain yang berada di Desa Bendorejo yang lokasinya lebih strategis di pinggir jalan nasional dan pemasaran keripik tempe di Kelurahan Ngantru sangat terbatas untuk pemenuhan pasar lokal serta kondisi tersebut diperparah pada masa pandemi covid-19. Salah satu solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan tentang pemasaran industri keripik tempe yaitu melalui pemasaran secara online. Hasil yang diperoleh setelah mengimplementasikan pemasaran secara online kepada pengusaha UMKM keripik tempe adalah adanya perubahan pola pikir dan kesadaran pengusaha keripik tempe untuk menjual keripik tempe, pengetahuan pengusaha tentang strategi pemasaran berbasis online melalui e-commerce atau market place meningkat, jangkauan pasar pemasaran keripik tempe semakian meluas tidak hanya pemenuhan pasar lokal dan perubahan omset penjualan yang semakin naik dikarenakan kenaikan permintaan pasar yang tidak hanya pasar lokal namun juga pasar nasional. Tata kelola manajemen pemasaran semakin baik dengan dibentuknya paguyupan pengusaha keripik tempe yang bertujuan untuk melakukan diskusi secara rutin, baik dengan antar pengusahana, kelurahan, maupun pemerintahan Kabupaten Trenggalek.
Elpisah, Andi Tenri, Andi Bida, Sitti Hajar, Putri Athirah
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 110-117; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.61

Abstract:
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tambahan mengenai pemanfaatan jamur tiram yang sangat bermanfaat dan dapat bernilai ekonomis. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan dalam bentuk praktek. Penyampaian materi pada pelatihan ini dilakukan secara klasikal, semua peserta mengikuti materi yang disampaikan dengan cara ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pelatihan pembuatan jamur tiram crispy adalah: para guru dan murid dapat memahami dan mengerti mengenai langkah-langkah dalam pembuatan produk olahan jamur tiram yakni jamur tiram crispy, para guru dapat mengolah sendiri produk dari jamur tiram yaitu jamur tiram crispy yang sudah dipraktekkan, Masyarakat mempunyai inovasi sendiri kedepannya untuk membuat produk olahan dari jamur tiram, selain menjadi kamur tiram crispy juga dapat dibuat nugget dan olahan lainnya, Dapat menjadikan olahan produk jamur tiram sebagai usaha kecil menengah dan dapat menyokong perekonomian terutama dapat menambah penghasilan untuk guru-guru karena dapat dibuat dengan mudah dan dengan bahan alami yang mudah didapatkan.
Ega Safitri, Titin
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 74-80; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.12

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kelayakan media pembelajaran dengan video animasi powtoon; (2) respons terhadap media pembelajaran dengan video animasi powtoon; (3) hasil belajar setelah menerapkan media pembelajaran dengan video animasi powtoon. Teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab kelayakan media, respons, dan hasil belajar setelah menerapkan media pembelajaran dengan video animasi powtoon. Penelitian terdahulu yang sudah terkumpul selanjutnya dikompilasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai pengembangan media pembelajaran dengan video animasi powtoon. Hasil penelitian (1) media pembelajaran dengan video animasi powtoon dikatakan layak karena memenuhi aspek-aspek kevalidan media terhadap video animasi powtoon dengan persentase rata-rata penialain validasi ≥ 61% - 100% dengan kualitatif baik hingga sangat baik, (2) respons terhadap media pembelajaran dengan video animasi powtoon dikatakan baik karena responden menunjukkan ketertarikan terhadap media dengan persentase rata-rata peniaian hasil respons ≥ 61% - 100% dengan baik hingga sangat baik, (3) media pembelajaran dengan video animasi powtoon yang dapat meningkatkan hasil belajar adalah media pembelajaran dengan video animasi powtoon yang telah memenuhi aspek kelayakan media serta hasil uji penerapan media menunjukkan peningkatan hasil belajar setelah menerapkan video animasi powtoon.
Erma Perwitasari, Harsiti, Vidila Rosalina
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 133-140; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.66

Abstract:
Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir 10 bulan di tahun 2020 ini, secara nyata berdampak pada perekonomian negara negara di dunia termasuk Indonesia. Telah menjadi fakta bahwa kemampuan perusahaan semakin kurang menyerap tenaga kerja sementara jumlah para pencari kerja semakin bertambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan inspirasi kreativitas usaha, memperkenalkan strategi pemasaran produk serta menginisiasi kelahiran wirausahawan muda di kalangan mahasiswa tingkat akhir di Universitas Mathla'ul Anwar, Pandeglang. Pelatihan ini dilaksanakan melalui zoom sebagai media penyampai secara daring karena waktu pelaksanaan bersamaan dengan berlakunya PSBB di wilayah Banten. Materi pelatihan yang disampaikan adalah konsep pemasaran produk, berbagai jenis pemasaran, fungsi pemasaran dan strategi pemasaran produk. Dari hasil angket yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan, para peserta lebih memahami berbagai strategi pemasaran produk. Kendala yang dialami selama pelaksanaan acara adalah jaringan internet yang tidak stabil. PKM kewirausahaan lanjutan sebaiknya menghadirkan wirausahawan yang berpengalaman lapangan, sehingga peserta mendapatkan referensi lebih mengarah pada alternatif pemecahan masalah.
Dema Yulianto, , Rosa Imani Khan, Ridwan
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 92-101; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.45

Abstract:
Efektivitas peningkatan pembelajaran dan pemanfaatan teknologi informasi berbasis elektronik yaitu dengan pembelajaran e-learning yang dapat diterapkan kedalam beberapa mata kuliah. SPADA Indonesia adalah salah satu program e-learning Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi. Tujuan pelaksanaan SPADA adalah untuk memberikan panduan bagi para Dosen dalam merancang pembelajaran secara blended leaning yang menarik untuk mata kuliah daring. Metode pelaksanaan terdiri atas observasi awal, observasi lanjutan, forum group discussion, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dengan kombinasi ceramah, simulasi, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbentuk pelatihan. Pelatihan ini menghadirkan pembicara yang memiliki keahlian di bidang Psikologi Pendidikan dan PAUD, dan dihadiri Dosen-Dosen program studi Pendidikan Guru PAUD. Selama pelaksanaan kegiatan, tidak didapatkan kendala yang berarti. Interaksi diantara rekan Dosen lainnya dalam praktik dapat terlihat bahwa para Dosen senang mendapatkan metode belajar mengajar yang lebih efisien. Implikasi dari kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan topik yang sama yaitu Learning Management System (LMS) akan tetapi dengan penguasaan materi yang lebih mendalam, waktu yang lebih lama, dan juga dengan menambah peserta kegiatan yaitu mahasiswa.
Amir Hamzah, Rr Prima Dita Hapsari, Paula Theodora, Dahlia Amelia, Dasa Rahardjo Soesanto, Ipah Masripah, Hesti Umiyati, Suhadarliyah
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 118-132; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.50

Abstract:
Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilingkungan Perguruan Tinggi Lepisi adalah untuk memfasilitasi pemberian vaksin bagi masyrakat Kecamatan Karawaci Kota Tangerang dalam rangka membantu pemberantasan penyebaran covid-19. PkM ini dilaksanakan dalam waktu 2(dua) bulan yaitu sejak tanggal 1 Juli 2021 sampai dengan 31 Agustus 2021. Kegiatan dimulai dengan pembentukan tim PkM, menjalin kerjasama dengan mitra, penerimaan pendaftaran, instalasi perlengkapan dan peralatan. Pelaksanaan vaksin dilaksanakan dalam dua periode yaitu periode 1 dan 2, baik untuk pemberian vaksin dosis 1 dan dosis 2 (yang dibahas dalam artikel PkM ini hanya periode 1). Jumlah pendaftar pada periode 1 sebanyak 3946 peserta, dan yang berhasil memperoleh vaksin sebanyak 3906 peserta, dan sebanyak 40 perserta mengalami penundaan karena alasan kesehatan. Jumlah pendaftar pada pemberian vaksin dosis 2 adalah peserta yang mendapat vaksin dosis 1 yaitu sebanyak 3906. Dari jumlah ini peserta yang berhasil diberikan vaksin sebanyak 3900 peserta dan 6 peserta mengalami penundaan karena alasan kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Tim PkM perguruan tinggi Lepisi berupaya dan memberikan saran kepada Tim UPT Puskesma untuk mendampingi peserta sampai memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga semua peserta akhirnya bisa memperoleh vaksin, baik dosis 1 maupun dosis 2. Jenis vaksin yang digunakan UPT Puskesmas Karawaci adalah Sinovac BioTech.
Hudiono, Mochammad Taufik, Aad Hariyadi, , Amalia Eka Rakhmania
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 102-109; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.53

Abstract:
Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran secara klasikal yang bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan agama Islam kepada pelajar-pelajar yang merasa kurang menerima pelajaran agama Islam di sekolah. Taman Pendidikan Al-Qur’an Al Hikmah di kelurahan Buring, kecamatan Kedungkandang, kota Malang yang sudah lama berdiri sejak tahun 2014, tetapi sarana dan prasarana terkait proses pembelajaran yang dimilikinya sangat terbatas sehingga Pengajar di dalam memberikan materi belajar siswa masih menggunakan metode tradisional menggunakan papan tulis. Penggunaan sarana multimedia dapat menjadi pendukung untuk menerapkan sistem pembelajaran baru tanpa harus meninggalkan sistem tradisional. Adanya pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengajar untuk menggunakan perangkat audio visual sehingga dapat memperbaiki kualitas pembelajaran menjadi lebih modern dan mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan esensi pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan perangkat audio visual di dalam pembelajaran TPA Al-Hikmah meningkatkan ketertarikan santri dan mempermudah proses belajar mengajar.
M. Raynaldi Rosyidi Zamil, Putrie Syifa Udyaningsih
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 63-73; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.9

Abstract:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, serta mempelajari lebih dalam terkait pembelajaran IPA Terpadu model connected di Indonesia. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan cara studi literatur mengenai penelitian yang relevan mulai dari penelitian tahun 2012 sampai dengan penelitian tahun 2021. Berdasarkan kajian 30 penelitian yang relevan terkait pembelajaran IPA Terpadu model connected di Indonesia, menunjukkan hasil yang positif terkait dengan perkembangan pembelajaran, mulai dari meningkatnya minat belajar siswa, meningkatkan pemahaman, hasil belajar. Pada pembelajaran, IPA Terpadu memiliki peranan yang baik dan, sebab itu IPA Terpadu model connected dapat menjadi alternatif di dalam kelas pada saat pelaksanaan belajar- mengajar.
Wahyu Nugroho, Angga Setiawan, Bima Nur Romadhoni
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 141-151; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.64

Abstract:
Sebagai bentuk kesadaran dalam mengoptimalkan pembelajaran pada masa peralihan setelah pandemi covid-19 para pendidik perlu mengambil peran lebih awal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar dengan mengadakan pelatihan dalam bentuk pengabdian masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah upaya nyata untuk mengoptimalkan pembelajaran blended learning berbantuan learning system managemen Google Classroom untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru dengan menjalin kerjasama sesuai dengan instansi sasaran. Kegiatan pelatihan ini ada karena kondisi di satuan pendidikan yang belum pernah tersentuh pelatihan dalam peningkatan kualitas pembelajaran blanded berbantuan LMS. Metode yang digunakan dalam pengoptimalisasi pembelajaran blanded adalah cermah, diskusi, praktik implementasi aplikasi Google Classroom yang terakomodasi dengan face to facehome visit(blended). Sasaran Pengabdian masyarakat ini meliputi pendidik dan tenaga kependidikan di SDN 1 Ngares dan SDN 2 Ngares kabupaten Trenggalek sejumlah 15 guru, 2 operator dan 3 staf karyawan sekolah. Hasil akhir yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat meningkatkan keterampilan guru dalam mengoptimalkan blanded learning berbantuan google classroom, sehingga nantinya memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran guru.
Nyiayu Fahriza Fuadiah, Marhamah Marhamah, Eka Fitri Puspa Sari, Jumroh Jumroh, Lusiana
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 152-160; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i2.54

Abstract:
Perkembangan dunia pendidikan berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masa pandemi covid-19 membuat semua aspek kehidupan melakukan perubahan termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan informasi yang semakin canggih ini dapat memberikan kemudahan bagi siswa, karena dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran. Oleh Karena itu, seorang pendidik harus memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi dan mengembangkan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang sesuai di era digital adalah video pembelajaran. Pembuatan video pembelajaran menuntut guru untuk memiliki video sendiri yang akan dikembangkan. mengembangkan video pembelajaran merupakan hal yang penting bagi seorang pendidik. Namun, tidak setiap pendidik dapat melaksanakannya dikarenakan keterbatasan keterampilan dalam menggunakan aplikasi komputer. Bahkan tidak sedikit guru yang belum pernah membuat video pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan dan membekali guru tentang video pembelajaran serta membantu guru mengembangkan video pembelajaran. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan guru dalam membuat video pembelajaran sehingga memberikan dampak terhadap kinerja guru.
Supeno, Indrawati, Sutarto
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 47-53; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.2

Abstract:
Pembelajaran di sekolah harus dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Untuk itu, sebelum melaksanakan pembelajaran, guru harus mendesain perencanaan pembelajaran sebelum diimplementasikan di dalam kelas. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Salah satu sistem pendukung pembelajaran yang dapat didesain oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran adalah bahan ajar dalam bentuk modul. Modul pembelajaran merupakan bahan ajar yang dikemas secara sistematis dan menarik sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam belajar secara mandiri. Modul pembelajaran dapat didesain dengan mengintegrasikan berbagai aktivitas belajar dan alat penilaian yang berorientasi pada asesmen kompetensi minimum. Guru mata pelajaran fisika dalam naungan MGMP Fisika MAN 2 Jember memiliki masalah dalam hal melakukan kegiatan pengembangan profesi utamanya penulisan modul fisika. Tim pengusul yang merupakan para dosen di FKIP Universitas Jember merasa perlu untuk pengadaan pelatihan penulisan modul fisika untuk para guru di sekolah tersebut. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis modul fisika yang berpotensi untuk digunakan untuk mendukung proses pembelajaran fisika yang berkualitas sehingga mereka mampu mengembangkan kompetensi profesionalisme guru.
Irda Sukmawati Dewi
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 16-31; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.3

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Sampel pada penelitian ini adalah artikel ilmiah yang telah di publikasikan di jurnal mahasiswa dan nasional sebanyak 33 artikel. Berdasarkan analisis 33 artikel tentang pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia, dapat diketahui bahwa pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik, yang meliputi tercapainya ketuntasan hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, psikomotor, dan afektif), peserta didik lebih mudah memahami materi IPA Terpadu, meningkatkan, peserta didik aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, meningkatkan penguasaan konsep peserta didik.
Sri Astutik, Subiki, Singgih Bektiarso
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 54-62; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.5

Abstract:
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengimplementasikan PTK dan menyusun hasil penelitian PTK adalah dengan mengadakan pelatihan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan penilaian hasil belajar seiring dengan meningkatnya keterampilan guru dalam mengimplementasikan PTK dan menyusun hasil penelitian PTK serta terjalin kerjasama yang baik antara FKIP dengan khalayak sasaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan adalah metode ceramah, metode diskusi, dan metode praktik dalam mengimplementasikan dan menyusun hasil penelitian PTK. Khalayak sasaran yang menjadi objek dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru SMAN Panarukan Situbondo sebanyak 41 orang guru. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan guru dalam mengimplementasikan PTK dan menyusun hasil penelitian PTK sehingga memberikan dampak terhadap kinerja guru dan proses belajar mengajar.
Siti Nur Rahma, Hikmasanti Agustin
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 1-15; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.1

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan, menganalisis, dan menyandingkan model pembelajaran IPA Terpadu Robin Forgarty yang difokuskan pada model integrated atau keterpaduan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode kajian literasi berdasarkan artikel dan buku yang relevan dengan model integrated di Indonesia dalam kurung waktu 2012-2021. Adapun dalam menganalisis data penelitian, penulis menggunakan metode berfikir induktif. Metode ini menyatukan berbagai informasi dari penelitian sebelumnya terkait model integrated pada pembelajaran IPA di Indonesia untuk digeneralisasikan menjadi suatu pemikiran baru yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Berdasarkan hasil kajian dari 20 artikel dari penelitian terdahulu, dapat diketahui bahwa model integrated pada tahun 2012-2021 berisi pengembangan dan penerapan bahan ajar. Adapun jenis dan metode penelitian yang dilakukan bervariasi diantaranya penelitian dan pengembangan, kuasi eksperimen atau eksperimen semu serta penelitian literature riview. Pengembangan dan penerapan bahan ajar ipa terpadu model integrated terbukti secara umum efektif diterapkan dalam pembelajaran, serta dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, prestasi belajar, dan membentuk karakter peserta didik. Oleh karenanya, pembelajaran IPA terpadu model integrated dapat dijadikan solusi alternatif guru dalam proses pembelajaran IPA di Indonesia.
Juriyah
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 32-46; https://doi.org/10.53621/jippmas.v1i1.6

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan dalam mengetahui, mendeskripsikan, menganalisis, sekaligus membandingkan implementasi pembelajaran IPA Terpadu model shared dari model lainnya di Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan strategi penelitian kualitatif, dimana data yang dikumpulkan adalah karya ilmiah yang relevan dan artikel yang mendukung penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini yaitu sumber data, dimana data diperoleh dari karya ilmiah terdahulu yang berkaitan dengan pembahasan yang dianalisis kembali guna memecahkan masalah yang diteliti. Kelebihan model shared dari model lainnya adalah materi menjadi lebih kontekstual serta fokus terhadap keterpaduan setiap bidang IPA dalam aspek konsep, sikap, dan keterampilan. Selain itu, lebih mudah menciptakan kolaborasi dalam perancangan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan analisis 20 artikel pembelajaran IPA Terpadu model shared di Indonesia dan sepuluh artikel pembelajaran IPA Terpadu model selain shared di Indonesia, dapat diketahui bahwa pembelajaran IPA Terpadu model shared di Indonesia berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik, yang meliputi tercapainya ketuntasan hasil belajar peserta didik, lebih mudah memahami materi IPA Terpadu, meningkatkan keterampilan proses sains, aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, meningkatkan penguasaan konsep, meningkatkan kemampuan literasi sains, dan merubah konsistensi konsepsi peserta didik dari tidak paham menjadi paham.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top