Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik: 24

(searched for: journal_id:(6139729))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Mimpin Sembiring, Thomas Tarigan
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 131-147; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i2.56

Abstract:
Regulasi emosi dimaknai sebagai kemampuan untuk mengendalikan dan mengelola emosi individu agar emosinya menjadi stabil. Sementara resiliensi akademik adalah kapasitas individu dalam menghadapi dan mengatasi segala permasalahan, tantangan, dan hambatan untuk dapat meraih sukses dalam studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan regulasi emosi dengan resiliensi akademik siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X sampai Kelas XII SMA Seminari Menengah Pematangsiantar, pada tahun ajaran 2021 yang berjumlah 218 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala resiliensi akademik siswa dan skala regulasi emosi dengan menggunakan skala Likert 4 opsi. Data yang terkumpul terlebih dahulu diuji dengan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya diuji normalitasnya. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 16 item skala resiliensi akademik mendapat nilai r hitung terendah sebesar 0.162 > 0.1161 (r tabel). Sedangkan 15 item skala regulasi emosi mendapat nilai r tabel paling rendah sebesar 0.403. Dengan demikian seluruh item dari kedua variabel dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach skala regulasi emosi adalah sebesar 0.878. Sedangkan untuk resiliensi akademik adalah sebesar 0.894. Dengan demikian reliabilitas masing-masing skala telah terpenuhi. Sementara uji linearitas menunjukkan bahwa korelasi variabel X – Y sebesar 0.000.05. Ini berarti variabel X berkorelasi signifikan dan positif dengan variabel Y . Selanjutnya, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa regulasi emosi berkontribusi sebesar 50,2% terhadap resiliensi akademik siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa regulasi emosi merupakan faktor pelindung bagi resiliensi akademik siswa SMA Seminari Menengah Pematangsiantar.
Emmeria Tarihoran
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 111-130; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i2.61

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan peluang dalam pelaksanaan pembelajaran daring di STP-IPI Malang selama masa pandemi Virus Corona 19 (COVID-19) dari perspektif mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik (PKK). Data diperoleh melalui survei dengan angket terbuka yang diedarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan inferensi. Tahap reduksi data dilakukan dengan mengelompokkan semua data yang diperoleh menurut kategori yang ditentukan. Selain itu, penyajian data berdasarkan kategori yang diatur menurut peraturan kemudian menghilangkan hal-hal yang tidak sesuai. Tahap selanjutnya, memberikan makna dan kesimpulan dari data yang diolah sebagai hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang pembelajaran online menawarkan kesempatan untuk belajar bagaimana menggunakan teknologi dengan fungsi yang tersedia, membantu mahasiswa untuk lebih kreatif, serta memperoleh kemampuan untuk membentuk pembelajaran menggunakan sarana yang tersedia di perangkat teknologi yang digunakan. Meskipun demikian, pada kenyataannya kecenderungan malas, kurang berinteraksi dengan teman sebaya, kurang disiplin, mudah bosan, dan kurang fokus dalam belajar merupakan tantangan yang mendominasi mahasiswa. Sangat dirasakan bahwa penerapan pembelajaran pembentukan diri yang menjadi ciri khas dari Program Studi PPAK ini tidak dapat dilaksanakan secara efektif dan maksimal.
Keristian Dahurandi, Paulus Tolo, Fredrikus Djelahu Maigahoaku
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 196-219; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i2.52

Abstract:
Pendidikan karakter merupakan aksentuasi pendidikan Indonesia sekarang ini. Amanat UUD 1945 alinea ke-4 yang mendorong tujuan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, secara operasional diimplementasikan dalam rencana strategis pendidikan formal melalui rancangan kurikulum 2013 yang menekankan “peningkatan akhlak yang mulia”. Ada berbagai nilai karakter yang ingin ditanamkan pada peserta didik. Salah satu nilai karakter yang penting adalah nilai moral religius. SMAK Setia Bhakti Ruteng, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu sekolah menengah atas yang fokus pada penanaman nilai karakter religius khususnya nilai moral Kristiani. Sesuai spirit pengelola sekolah, yaitu Para Suster SSpS (Servorum Spiritu Sancto), nilai moral Kristiani/Katolik merupakan pusat perhatian pengembangan karakter di tempat ini. Nilai tersebut meliputi kerja sama, kejujuran, tanggung jawab, iman/percaya, pengorbanan, keserdehanaan dan kasih. Hasil tes awal menunjukkan bahwa tiga nilai yaitu kerja sama, kejujuran dan tanggung jawab dinilai kurang memuaskan dimiliki para peserta didik. Terdorong oleh keprihatinan terhadap kondisi awal ini maka dilakukan suatu tindakan penanaman nilai dengan menerapkan metode penelitian tindakan yang meliputi tahap pra tindakan, tindakan siklus I dan tindakan siklus II dengan berpedoman pada metode penelitian tindakan Kemis dan Mc Stagart. Langkah-langkah setiap tahapan siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan refleksi. Isi tindakan yang dilakukan adalah internalisasi nilai moral Kristiani dalam setiap tahap tindakan dengan menggunakan pendekatan community building. Hasil tindakan menunjukkan bahwa pendekatan community building memiliki tren penilaian positif dengan perolehan gain score sebesar 62%. Itu berarti pendekatan community building yang dilakukan dapat mendongkrak kenaikan 62% nilai moral Kristiani peserta didik di SMAK Setia Bhakti Ruteng.
Alfredo Reynold Reba, Sefrianus Juhani, Aprilius Bedu Beke, Bruno Rhaki Mbani, Edwinandus Dhajo Reda, Fransiskus B. Bop Dala, Karolus Dule
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 178-195; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i2.62

Abstract:
Krisis lingkungan hidup merupakan salah satu persoalan yang selalu berkaitan dengan kehidupan manusia. Sementara itu, ada berbagai tradisi budaya yang mengajarkan cinta, hormat, serta keselarasan dengan alam dan lingkungan hidup. Lagi tradisi tradisi ini kerap menyebut Sang Pencipta sebagai pengada dan pemberi keharmonisan. Menurut mereka, bisa saja krisis lingkungan hidup disebabkan oleh pudarnya pemahaman akan Allah sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta. Keyakinan ini juga ternyata juga merupakan prinsip dasar dalam Ritual Ngeti Uma. Tujuan dari artikel ini adalah menyajikan konsep yang benar tentang Allah dan relasi-Nya dengan ciptaan-ciptaan dalam Ritual Ngeti Uma pada masyarakat Ende-Lio. Penelitian sebagai dasar artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan beberapa informan kunci. Penelitian menemukan bahwa di dalam ritual ini memang ada konsep keyakinan akan Allah dan relasi-Nya dengan ciptaan. Allah disebut sebagai Du’a Ngga’e. Konsep ini memiliki kemiripan dengan konsep yang ada dalam Gereja Katolik. Allah dilihat sebagai pencipta, penyelenggara, serta pemberi kesuburan tanah dan pertumbuhan alam ciptaan.
Paulinus Tibo, Ronika Tindaon
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 148-163; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i2.59

Abstract:
Manusia dalam kehidupan adalah bagian dari kebudayaannya. Dalam kebudayaan manusia tumbuh dan berkembang dan menemukan makna hidupnya dalam masyarakat. Konsep ini tidak terlepas dari sistem kekerabatan dalam Sulang Silima Pakpak, yang mempertahankan kebudayaan sebagai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan revelasi Allah pada Sulang Silima Pakpak dalam hidup menggereja umat. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan teknik observasi,wawancara, dan dokumentasi. Sasaran penelitian adalah masyarakat suku Pakpak Barat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan pada Sulang Silima memiliki nilai–nilai yang sesuai dengan nilai moral dalam hidup menggereja dan dengan demikian, punya relevansi untuk kehidupan dan perkembangan iman umat.
Andarweni Astuti, Gunawan Gunawan
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 164-177; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i2.63

Abstract:
Pemerintah Indonesia terus berjuang mengatasi kemiskinan, antara lain dengan menyalurkan bantuan langsung tunai kepada keluarga tidak mampu. Upaya tersebut jelas tidak ideal. Yang perlu terus diupayakan pemerintah adalah pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM). Salah satu contoh upaya pemerintah yang dapat dijadikan model pemberdayaan yang baik adalah revitalisasi Kampung Batik Semarang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis revitalisasi Kampung Batik Semarang sebagai sebuah proses entrepreneurial yang inovatif, berdampak positif, dan berkelanjutan. Tujuan lainnya adalah supaya dari temuan-temuan penelitian para mahasiswa STPKat Santo Fransiskus Asisi Malang dapat mendalami proses entrepreneurial yang konkrit. Temuan-temuan hasil penelitian: Kampung Batik Semarang dapat menjadi contoh keberhasilan proses entrepreneurial. Telah terjadi revitalisasi budaya dan industri dengan terciptanya lapangan-lapangan pekerjaan yang baru dan berkelanjutan. Berkelanjutan, dalam arti: lestarinya motif-motif batik yang unik serta proses penerusannya ke generasi selanjutnya.
Mimpin Sembiring, Abdi Guna Sitepu, Aser Wiro Ginting, Paulinus Tibo
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 037-050; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i1.30

Abstract:
Keterampilan sosial merupakan kecakapan yang perlu dimiliki oleh setiap peserta didik karena keterampilan sosial ini merupakan bagian dari kecakapan hidup. Keterampilan sosial juga dapat menuntut peserta didik meraih keberhasilan dalam kehidupan sosialnya di sekolah maupun di masyrakat. Kehidupan serta pergaulan peserta didik yang baik dapat menumbuhan keterampilan sosial peserta didik. Lewat keterampilan sosial inilah peserta didik akan mampu berhubungan serta merespon orang lain dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran guru Pendidikan Agama Katolik dalam meningkatkan keterampilan sosial peserta didik SMA Swasta Santa Maria Kabanjahe dengan informan sebanyak 12 orang yang terdidri dari: Guru Pendidikan Agama Katolik, Kepala Sekolah dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data penelitian diproleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlangsung sejak Maret hingga Mei 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Katolik sudah dijalankan sebaik mungkin dalam meningkatkan keterampilan sosial peserta didik, peserta didik di SMA Swasta Santa Maria Kabanjahe memiliki keterampilan sosial yang baik melalui peran guru Pendidikan Agama Katolik yang meliputi: peran guru Pendidikan Agama Katolik sebagai suri teladan, sebagai pengelola pembelajaran, sebagai motivator, dan sebagai pelaksana kurikulum
Gustaf Hariyanto, Andreas Muhrotien, Mayong Andreas Acin
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 017-036; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i1.36

Abstract:
Antara pendidikan dengan ajaran moral, dan pendidikan dengan agama di lain pihak. Orang-orang pada beberapa dekade sebelumnya berkeyakinan bahwa inti dari seluruh pendidikan terletak pada kekuatan moral dan agama. Moralitas sangat terkait dengan perilaku manusia yang ditinjau dari sisi normatif. Misalnya, apa yang harus dilakukan ternyata berbeda dengan apa yang senyatanya dilakukan. Selain dengan diri kita sendiri, moralitas juga terkait dengan tindakan yang memengaruhi kepentingan dan kebahagiaan orang lain. Namun, klaim-klaim moral tersebut harus disikapi dan diterima secara kritis. Artinya, harus ada pengertian mendasar dan kritis mengapa seseorang harus bertindak seturut ketentuan tertentu. Dalam hal ini diperlukan pemahaman mengenai konsep moralitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru agama Katolik jenjang Sekolah Menengah Atas mengenai relasi antara ajaran moral dan agama. Aspek yang ingin diketahui mencakup bagaimana pemahaman mendasar dan kritis para guru agama berupa orientasi fundamental dalam memertanggungjawabkan pandangan-pandangan moral secara rasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Selain wawancara dan angket, dalam penelitian ini juga digunakan teknik Focus Group Discussion. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman guru mengenai ajaran moral dan agama bersifat dinamis, utuh dan holistik. Temuan penelitian memerlihatkan bahwa sebagian besar guru agama Katolik berpandangan bahwa ajaran moral sudah jelas dengan sendirinya, dan antara ajaran moral dan agama pada dasarnya sama, baik dari sisi materi maupun bentuk.
Fransiska Romana Wuriningsih, Gregorius Daru Wijoyoko
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 063-089; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i1.45

Abstract:
Tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengevaluasi secara mendalam pelaksanaan pengajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) terhadap mahasiswa di kampus Semarang. Tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan keberhasilan atau ketidakberhasilan kegiatan mengajar pendidikan Agama Katolik terhadap mahasiswa di kampus Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development. Peneliti bertindak sebagai analis dari subjek penelitian yang terlibat proses belajar mengajar Pendidikan Agama Katolik di kampus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa untuk mengimplementasikan nilai-nilai iman PAK secara maksimal, perlu ada perbaikan kualitas intern (kualitas kedekatan hubungan dosen/murid dengan Tuhan, kesiapan belajar dan mengajar, pendalaman pengetahuan teologis, kecerdasan emosional, bahasa yang mudah dimengerti, pengendalian diri) yang dilakukan oleh dosen dan murid selama pembelajaran. Setelah itu perlu ada perbaikan kualitas ekstern (menerapkan nilai-nilai PAK kepada masyarakat plural). Terakhir, perlu diadakan perbaikan modul dengan mengintegrasikan nilai-nilai sukacita Injili.
Paulinus Tibo, Maria Elpina Padang, Regina Sipayung
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 051-061; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i1.39

Abstract:
Peran guru di sekolah luar biasa sangat penting untuk anak tunagrahita. Dalam pendampingan guru tersebut, semua guru ambil bagian secara nyata dalam bentuk kehadiran dan bertugas. Keikutsertaan guru dalam bertugas misalnya sebagai guru kelas mendampingi anak tunagrahita dalam memanfaatkan keterampilan vokasional barang bekas, mendorong kreativitas anak tunagrahita untuk memberikan contoh barang bekas dengan praktik yang sederhana dan membawa anak tunagrahita belajar di luar kelas untuk memanfaatkan barang bekas dan sebagainya. Keikutsertaan anak tunagrahita ini tidak terlepas dari peran guru kelas. Peran guru bukan hanya sekedar sebagai pembimbing, pendorong kreativitas, dan inovator melainkan begitu banyak peran yang dibutuhkan seorang guru mengajar di sekolah luar biasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini nampak bahwa dalam masa pandemi covid-19 peran guru tidak hilang melainkan telah mengambil tugas dengan baik untuk meningkatkan pemanfaatan barang bekas dengan kegiatan keterampilan vokasional di sekolah
Fabianus Selatang, Melfiani Merlin, Witria Wanda, Theresia Mando Tato
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 001-016; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i1.44

Abstract:
Bertekun dan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari, hidup dalam persekutuan, makan bersama, dan memuji Allah (Kis 2:41-47) merupakan cara hidup Jemaat Perdana. Pola hidup Jemaat Perdana menjadi contoh hidup Kristiani dewasa ini. Hal yang mau dipaparkan dalam artikel ini adalah doa bersama dalam komunitas dan bagaimana itu menjiwai para pengasuh dalam seluruh pola pengasuhan kepada anak-anak/orang berkebutuh-an khusus. Doa dan hidup berkomunitas menjadi ciri khas hidup umat beriman Katolik secara khusus para pengasuh di komunitas para Suster atau Bruder ALMA. Tujuan penelitian ini adalah menggali pengaruh doa bersama dalam komunitas para pelayan/pengasuh terhadap pelayanan pastoral bagi anak-anak/orang berkebutuhan khusus. Metode yang dipakai adalah kuantitatif inferensial. Pendekatan kuantitatif yang dimaksudkan adalah sebuah langkah untuk membuktikan hubungan antar-variabel. Variabel bebasnya adalah doa bersama dalam komunitas, sedangkan variabel terikatnya adalah pelayanan pengasuh. Populasinya adalah seluruh pengasuh/perawat anak berkebutuhan khusus di Komplek Dieng No. 40 Malang yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik non probability sampling. Seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Software SPSS versi 16 dipakai oleh penulis dalam rangka mengolah data dan melihat pengaruh antara dua variabel. Taraf signifikannya sebesar 5%. Hasil yang diperoleh: 1) Nilai r-tabel dari 30 sampel untuk variabel bebas dan terikat sebesar 0,361; 2) hasil uji reliabilitas variabel bebas 0,797>0,6 nilai Cronbach’s alpa; sedangkan variabel terikat 0,672; 3) Nilai r-hitung variabel bebas dan variabel terikat 0,138931> r-tabel 0,361. Jadi, H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, terdapat hubungan positif dan signifikan antara doa bersama dalam komunitas dengan pelayanan pengasuh; 4) Berdasarkan analisa regresi linear sederhana diperoleh nilai konstan dari Unstandardized Coefficients sebesar 32.188, sedangkan nilai koefisien regresi sebesar 0,073. Kesimpulannya doa bersama dalam komunitas berpengaruh positif terhadap pelayanan para pengasuh bagi anak-anak/orang berkebutuhan khusus di komunitas.
Gregorius Daru Wijoyoko, Andarweni Astuti
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 2, pp 089-110; https://doi.org/10.52110/jppak.v2i1.40

Abstract:
Penelitian ini membahas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa. Terdapat tujuh subjek dalam penelitian ini. PPL dalam progam S-1 Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memantapkan dan mematangkan potensinya sebagai calon guru agama yang profesional. PPL online adalah salah satu mata kuliah wajib tempuh untuk menuntaskan dan menerapkan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk diaplikasikan di lingkungan sekolah. Dengan adanya PPL online ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan diri untuk bekal sebagai calon tenaga kependidikan yang sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga akademis dalam dunia pendidikan.Tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui proses mahasiswa menjadi bertanggung jawab atau tidak bertanggung jawab dalam kegiatan mengajar PPL secara online. Tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan keberhasilan atau ketidakberhasilan kegiatan mengajar PPL secara online yang dimiliki oleh mahasiswa STPKat Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif studi kasus. Peneliti bertindak sebagai saksi hidup dari pola perilaku tanggung jawab subjek penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan empat hal. Pertama, kedewasaan menjadi faktor utama dalam tanggung jawab PPL secara online. Kedua, spritualitas iman menjadi faktor penting dalam tanggung jawab PPL secara online. Ketiga, komitmen untuk berpartisipasi aktif dalam PPL online baik dari pihak guru maupun murid menjadi faktor penting dalam keberhasilan tanggung jawab PPL. Keempat, interaksi ekologis baik dari pihak mikro-meso-ekso-makrosistem menjadi faktor penting dalam keberhasilan PPL secara online.
Erikson Simbolon, Paulinus Tibo, Rudi Hironimus Matondang
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 138-148; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i2.29

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efek penggunaan metode Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan (PAIKEM). Permasalahan penelitian ialah apakah metode pembelajaran Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan efektif terhadap prestasi akademik peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas VIII B Sekolah Menengah Pertama Swasta Santo Xaverius 2, Kabanjahe. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan-informan kunci dari penelitian terdiri atas Kepala Sekolah, guru Pendidikan Agama Katolik, dan Peserta Didik. Data yang sudah terkumpul dari lapangan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mereduksi, menyusun display data dan menyimpulkan data penelitian. Untuk mengukur keabsahan data penelitian maka peneliti melakukan triangulasi baik teknik maupun sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan (PAIKEM) berpengaruh baik terhadap prestasi akademik peserta didik. Kendala yang dialami peserta didik adalah pembelajaran yang belum sepenuhnya tatap muka atau masih daring karena pandemi. Walaupun demikian, disadari bahwa pembelajaran daring dan pembelajaran tatap muka tetap akan diterapkan berdampingan, juga di masa depan.
Eugenius Ervan Sardono, Lorensius Fura, Kristoforus Ganordin, Antonius Denny Firmanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 197-212; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i2.13

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami aspek fundamental katekese di tengah umat. Rupanya pewartaan dapat diresapi dengan mulus ketika tim pastoral menggalakkan “spiritualitas Kotew”. “Kotew” dalam masyarakat Suku Manyaan dan Tewoyan, Kandui, Kalimantan Tengah diartikan sebagai singgah, mampir atau nongkrong. Bevans, seorang teolog kontekstual, dengan melihat pemahamannya tentang Wahyu Tuhan, sikapnya terhadap pengalaman manusia, pemahamannya tentang normativitas Kitab Suci atau tradisi, seseorang dapat memilih untuk masuk ke dalam dialog yang saling kritis antara masa lalu dan masa kini menurut pendapatnya. Temuan dalam penelitian ini adalah fungsi “Kotew” dalam berpastoral perlu ditonjolkan di kalangan umat di Paroki St. Petrus Kanisius Kandui. Ketika khotbah, renungan, ceramah yang mendalam dari segi makna hanya berhenti di altar, umat paroki dapat merasakan “kehangatan persaudaraan” yang ditemui dalam “Kotew”. Konteks utama penelitian adalah umat paroki st. Petrus kanisius kandui. Perkembangan misi baik dari segi kuantitas maupun kualitas terus berlanjut di Paroki St. Petrus Kanisius Kandui. Paroki ini memang baru menjadi paroki Mandiri pada tahun 2013 dan kongregasi SMM yang dipercayakan oleh Uskup Palangka Raya untuk membuka misi di sana. Paroki ini memang sudah dipersiapkan untuk menjadi paroki pada tahun 1999. Namun, secara administratif dan mandiri, Kandui baru menjadi paroki pada tahun 2013. Metodologi yang digunakan penulis dalam tulisan ini adalah metode kualitatif, yaitu fenomenologi. Penelitian ini bersumber dari pengalaman kehidupan iman umat.
Juli Antonius Sihotang
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 182-196; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i2.16

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami pengenalan akan Allah dalam pengalaman hidup manusia setiap hari, sehingga keberadaan-Nya yang paradoks tidak membuat manusia berhenti untuk semakin mengenal Dia. Penelitian ini memiliki empat rumusan masalah. Pertama, bagaimana pemahaman kaum muda Katolik tentang harapan? Kedua, bagaimana pemahaman kaum muda Katolik tentang iman? Ketiga, bagaimana kaum muda Katolik mengalami Allah ketika berhadapan dengan kesulitan dan penderitaan hidup? Keempat, apa yang membuat kaum muda Katolik berharap dan mengimani Allah lebih dalam hingga saat ini? Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah 13 orang kaum muda Katolik, yang memiliki latar belakang pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, dan usia yang beragam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara melalui facebook dan instagram, serta membagikan pertanyaan melalui google forms dan email. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harapan dipahami sebagai kekuatan atau pegangan hidup manusia. Sedangkan iman merupakan dasar pengharapan dan kepercayaan akan Allah yang memampukan seseorang untuk mengalami kehadiran dan pertolongan-Nya dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan hidup. Dengan demikian kaum muda Katolik berharap dan mengimani Allah dalam hidup, sekalipun dalam kenyataannya tidak selalu mudah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengenalan akan Allah hanya akan dialami apabila seseorang memiliki pemahaman yang baik dan mendalam mengenai harapan dan iman dalam peziarahan hidupnya di dunia.
Intansakti Pius X
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 170-181; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i2.12

Abstract:
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui sejauh mana peranan gerakan pramuka dalam mengembangkan nilai-nilai Kristiani di My Little Island (MLI) Elementary School Malang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Variabel yang digunakan ialah variabel tunggal, yaitu: peranan gerakan pramuka dalam mengembangkan nilai-nilai Kristiani di MLI. Data dikumpulkan melalui angket tertutup secara online menggunakan google form. Penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sekolah dasar kelas 4-6 yang beragama Katolik dan Protestan. Teknik analisis data menggunakan uji deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang peranan gerakan pramuka dalam mengembangkan nilai-nilai Kristiani di MLI, diperoleh skor rata-rata sebesar 4,22. Nilai ini termasuk dalam kategori interval 4.21-5.00, yakni: sangat baik. Menilik hasil ini, pihak MLI direkomendasikan untuk meneruskan integrasi gerakan Pramuka dan sejenisnya dalam kurikulum mereka karena terbukti bahwa kegiatan-kegiatan tersebut efektif dalam meningkatkan penghayatan nilai-nilai kristiani para siswa dalam tataran praktis. Supaya lebih tajam lagi, penelitian ini perlu dilengkapi penelitian kualitatif dengan melakukan observasi langsung dan wawancara dengan para informan kunci.
Andarweni Astuti
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 149-169; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i2.32

Abstract:
Tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jiwa kewirausahaan berdasarkan karakteristik individual, psikologi dan kontekstual. Tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui faktor-faktor sikap dan kontekstual yang mempengaruhi mahasiswa membentuk jiwa kewirausahaanya dan tujuan penelitian ketiga adalah mengetahui ciri-ciri wirausaha yang dimiliki oleh mahasiswa STPKat Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggambarkan fenomena yang ada saat ini di STPKat St. Fransiskus Asisi, dengan pendekatan kuantitatif dan Metode Analisis Likert. Temuan-temuan dalam penelitian ini adalah 62% faktor-faktor pembentuk jiwa kewirausahaan berasal dari karakter demografi umur dan status; 72% berasal dari sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang; 82% berasal dari faktor kontekstual berupa adanya training kewirausahaan dan niat kuat untuk menjadi seorang guru agama Katolik dengan kepemilikan usaha sampingan. Faktor sikap dan kontekstual yang mempengaruhi dalam hal konsep diri sebesar 73% serta dalam hal minat berwirausaha sebesar 88%. Ciri-ciri wirausahawan ditampakkan dalam rasa percaya diri sebesar 82%; berorientasi pada hasil sebesar 83%; keberanian mengambil risiko sebesar 75%; kepemimpinan sebesar 83%; keorisinilan 77%; dan berorientasi masa depan sebesar 79%. Rasa percaya diri, berorientasi pada hasil, dan kepemimpinan merupakan ciri-ciri wirausaha yang ditemukan pada sebagian besar mahasiswa STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang.
Wiwin Wiwin, Antonius Denny Firmanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 125-137; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i2.31

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk membangun model spiritualitas pastoral yang cocok untuk para katekis dalam era digital. Hal ini penting supaya para katekis memiliki semangat dalam melayani umat melalui berbagai media teknologi yang berkembang saat ini. Katekis merupakan sebutan untuk mereka yang terlibat dalam karya pewartaan dan pendamping yang dilakukan kepada umat. Agar pewartaan dan karya pastoral berdaya guna, mereka memerlukan cara menghadirkan diri secara baru. Penulis melakukan penelitian ini berupaya untuk membentuk model spiritualitas pastoral bagi para katekis di era digital. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode dokumentasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mencari dan membaca dokumen-dokumen dan tulisan-tulisan yang memiliki keterkaitan dengan tema. Selanjutnya ada proses analisis dan interpretasi data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa era digital membawa peluang dan tantangan bagi para katekis. Dari berbagai tantangan yang ada di era digital ditemukan dua model spiritualitas yang cocok untuk diterapkan, yaitu spiritualitas pastoral inkarnatoris dan keugaharian. Kedua model spiritualitas ini dapat diterapkan dalam pewartaan dan pendampingan yang dilakukan oleh para katekis, sehingga pewartaan mengenai kerajaan Allah semakin dipahami oleh umat. Selain itu, berkat semangat inkarnatoris dan keugaharian, katekis dapat membantu umat untuk semakin mengenal Allah hingga membuatnya semakin berharap dan mengimani Allah.
Suko, Thomas Kuslin, Martinus Marthin
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 44-65; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i1.2

Abstract:
Ada asumsi bahwa Guru agama Katolik pada umumnya masih kurang menggunakan media pembelajaran. Padahal, media itu sangat penting dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan pemanfaatan media selama ini oleh guru Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar di wilayah kota Pontianak, serta menemukan faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfataan media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Yang menjadi informan kunci adalah tujuh orang guru agama Katolik tingkat Sekolah Dasar. Data diperoleh dari hasil observasi langsung, wawancara dan dokumentasi lapangan. Hasil diolah dengan teknik analisis data secara kualitatif. Dari penelitian telah ditemukan hasil deskriptif kulaitatif yang menunjukan para guru Pendidikan Agama Katolik belum maksimal memanfaatkan media dalam proses belajar Agama Katolik di sekolah, meskipun faktor-faktor pendukung tersedia di tempat kerja mereka. Selain ruangan kelas, guru memiliki laptop, papan tulis, media gambar, dan buku ajar untuk belajar Agama Katolik. Beberapa faktor penghambat dalam pemanfaatan media dalam pembelajaran Agama Katolik juga ditemukan. Faktor internal, antara lain: kurangnya kemampuan guru dalam merancang media dan mendayagunakan teknologi, serta ada juga faktor kemalasan untuk belajar karena sulitnya teknologi tersebut. Faktor eksternal meliputi antara lain: kurangnya ruang belajar Agama Katolik sehingga kegiatan pembelajaran dilakukan di ruangan lain dan tidak jarang terjadi pindah-pindah ruangan kelas.
Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 66-89; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i1.6

Abstract:
Dalam pembinaan calon iman di seminari tinggi, ada 2 (dua) aspek penting yang tidak terpisahkan, yaitu pembinaan intelektual dan pembinaan hidup rohani. Dalam kenyataannya, bagaimana kita dapat melihat hubungan empiris antara iman kepada Yesus Kristus dengan penghayatan doa para kandidat tahbisan suci? Apa kontribusi konkretnya terhadap peningkatan pembinaan calon imam di seminari tinggi? Demi menjawab permasalahan tersebut, kami mengadakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis deskriptif terhadap para frater CSE. Dengan mengukur hubungan variabel Iman kepada Yesus Kristus, Putera Allah dengan variabel Penghayatan Hidup Doa Para Frater CSE. Kami memiliki keyakinan bahwa hubungan iman kepada Yesus Kristus dan penghayatan hidup doa akan membawa calon imam kepada perjumpaan yang hidup dengan Allah dalam Kristus dan mengubah hidupnya secara baru. Karena itu, kami merumuskan hipotesis minor sebagai demikian. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah sebagai Dasar Kehidupan Rohani Para Frater CSE komunitas studi Landak, Kalimantan – Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis minor dapat diterima. Kami mencatat ada hubungan yang signifikan antara iman kepada Yesus Kristus, Putera Allah dengan Penghayatan Hidup Doa Para Frater CSE Komunitas Studi Landak, Kalimantan - Barat. Ada hubungan positif antara Iman kepada Yesus Kristus, Putera Allah dengan Penghayatan Hidup Doa Para Frater CSE Komuntias Studi Landak, Kalimantan - Barat dengan skala prosentase antara 63% dan 55%.
Hartutik, Markus Dwi Setiawan
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 90-109; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i1.7

Abstract:
Latar belakang pendidikan katekis, minimnya bahan ajar Sakramen Penguatan yang terstandar menjadi pokok permasalahan. Tujuan penelitan ini adalah untuk mendiskripsikan pelaksanaan katekisasi Sakramen Penguatan, mendiskripsikan penyebab kurang optimalnya katekisasi, serta memberikan rekomendasi optimalisasi katekisasi Sakramen Penguatan di rayon Kota Semarang. Analisis data penelitian kualitatif ini diambil menurut metode Creswell, sedangkan pengumpulan data dengan cara Triangulasi melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan katekisasi Sakramen Penguatan di Rayon Kota Semarang telah berkembang dengan adanya koordinasi langsung maupun via media online, telah dilakukan telaah sumber bahan ajar, penerapan metode konstektual dan sharing pengalaman iman belum maksimum, hanya 58% katekis yang bermedia, dan hanya 75% katekis yakin terhadap penguasaan bahan ajar materi Sakramen Penguatan; (2) Penyebab kurang optimalnya adalah ada perbedaan selera media dan metode pembelajaran, latar belakang pendidikan katekis, kurangnya pembinaan dan regenerasi katekis, dan belum terstandarnya bahan ajar di rayon Kota Semarang, (3) Optimalisasi dilakukan dengan sosialisasi dan penyegaran materi secara periodik, pelatihan metode pengajaran yang menyenangkan, dialog terbuka terkait standar materi di rayon Kota Semarang, dan persyaratan katekis dengan spiritualitas pewarta.
Norbertus Labu
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 1-21; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i1.3

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karekteristik gaya belajar VAK (visual, auditorial, kinestetik) siswa atau peserta didik di tingkat SMA. Gaya belajar merupakan modalitas belajar yang sangat penting. Informasi yang berhubungan dengan karakteristik gaya belajar siswa sangat penting bagi guru sehingga guru dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat, yang dengan demikian akan meningkatkan kualitas pembelajarannya. Siswa juga akan lebih mudah memotivasi dirinya dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian non-ekspereimen dan tergolong dalam penelitian deskriptif analitis kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAK St. Petrus Ende tahun ajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuesioner yang diisi oleh subjek penelitian. Angket gaya belajar ini diisi 189 siswa kelas X SMAK St. Petrus Ende tahun ajaran 2019/2020. Hasil analisis gaya belajar siswa kelas Xa didominasi oleh gaya belajar auditorial (50%). Kelas Xb didominasi oleh gaya belajar auditorial (60,53%). Kelas Xc didominasi oleh gaya belajar auditorial (68,42%). Kelas Xd didominasi oleh gaya belajar gabungan visual dan auditorial (37,84%). Kelas Xe didominasi oleh gaya belajar auditorial (55,27%). Secara keseluruhan gaya belajar siswa kelas X SMAK St. Petrus Ende angkatan 2019/2020 didominasi oleh gaya belajar auditorial, yaitu sebesar 52,91%.
Anselmus Mones, Cresensius Paulus Boli Toba
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 110-124; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i1.5

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan karekter terhadap kecerdasan emosional siswa, dan juga mengukur seberapa besar pengaruh pendidikan karakter tersebut terhadap kecerdasan emosional anak-anak remaja. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk dapat mengetahui dan sekaligus mengukur pengaruh antara varibel X dan Varibel Y. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Malaka Barat, terutama kelas XI dengan jumlah keseluruhan siswa sebanyak 160. Penentuan sampel dipilih dengan menggunakan teknik random sampling, sedangkan banyaknya sampel ditentukan dengan rumus slovin sebanyak 62 siswa. Penentuan sample ini dianggap reprentatif dan dapat dipertanggungjawab-kan karena menggunakan teknik baku yang dapat dipercaya. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan penyebaran angket, dan kemudian dilakukan analisis dengan terdahulu melakukan uji normalitas,uji korelasi product moment dan uji persaman regresi sederhana. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa antara pendidikan karakter di sekolah dan kecerdasan emosional memiliki hubungan yang “kuat”, di mana dari hasil pengujian korelasi product moment ditemukan koefesian korelasi sebesar 0,784 atau sebesar 61,46% jika dikonversi dengan menggunakan uji koefesian determinasi. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang kuat antara pendidikan karakter dan kecerdesan emosional remaja sebesar 61,46% dan sisanya 38,54% ditentukan oleh faktor lain.
Donatus Wea
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, Volume 1, pp 22-43; https://doi.org/10.52110/jppak.v1i1.8

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran variabel kompetensi sebagai variable yang memediasi pengaruh rekrutmen dan kesadaran akan panggilan terjadap kinerja guru pendidikan agama Katolik. Penelitian menggunakan data primer dengan mengambil sampel sebanyak 51 guru pendidikan agama Katolik di wilayah keuskupan agung Merauke. Lima hipotesis diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa lima hipotesis terbukti signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kompetensi memiliki peran penting sebagai mediasi, terbukti pengaruh rekrutmen dan kesadaran akan keluhuran panggilan sebagai guru pendidikan agama Katolik terhdadap kinerja secara langsung lebih kecil dibandingkan pengaruh tidak langsungnya, yaitu melalui kompetensi. Hal ini mengindikasikan bahwa kompetensi memainkan peranan yang dominan dalam meningkatkan kinerja guru pendidikan agama Katolik di sekolah. Temuan ini sekaligus menjadi masukan bagi para penyelenggara sekolah agar menerapkan prosedur rekrutmen dan seleksi calon guru pendidikan agama Katolik sesuai dengan Kitab Hukum Kanonik 1983. Proses rekrutmen yang spesifik tersebut, memberi peluang untuk memperoleh guru pendidikan agama Katolik yang sungguh menyadari keluhuran panggilannya dan memiliki kompetensi yang memadai. Aspek-aspek yang ada akan berpengaruh terhadap kinerja guru ketika terlibat aktif dalam mengajar dan mendidik anak-anak di sekolah.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top