Refine Search

New Search

Advanced search

Results in Journal Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan: 16

(searched for: journal_id:(6024943))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Dedi Supriadi, Meidha Fitri
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 1, pp 18-26; doi:10.47685/barakuda45.v1i1.16

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Dirja Dirja, Cahya Abdurahman
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 1, pp 27-32; doi:10.47685/barakuda45.v1i1.17

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Fatmawati Marasabessy
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 2, pp 28-34; doi:10.47685/barakuda45.v2i1.56

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) di sekitar pesisir timur perairan Biak. Ikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari nelayan yang beroperasi di sekitar perairan pesisir timur pulau Biak menggunakan jenis alat tangkap mini purse seine. Pengambilan ikan contoh dimulai dari bulan Januari sampai Juni 2018 dan analisa ikan dilakukan di laboratorium Akademi Perikanan Kamasan Biak. Hasil penelitian ditemukan hubungan panjang berat memperlihatkan bahwa nilai koefisien regresi (b) R. kanagurta jantan dan betina yaitu 2,77 dan 2,96 termasuk allometrik negatif. Hal ini merupakan pertumbuhan panjang lebih dominan dibandingkan berat. Sedangkan untuk campuran ikan jantan dan betina memiliki nilai b sebesar 3,12 yaitu pertumbuhan berat lebih cepat dari pertumbuhan panjang. Faktor kondisi R.kanagurta berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada masing-masing jenis kelamin dapat dikatakan berfluktuasi. Faktor kondisi keseluruhan berkisar antara 0.0357–2.2812. Ikan kembung laki-laki tergolong montok.
Andi Perdana Gumilang, Evi Susilawati
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 2, pp 10-19; doi:10.47685/barakuda45.v2i1.55

Abstract:
Wilayah cirebon yang memiliki pelabuhan perikanan sebagai tempat pendaratan hasil tangkapan memiliki peranan yang strategis dalam pengembangan ekonomi perikanan. Namun peran dan potensi tersebut masih belum dioptimalkan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan subsektor perikanan pada pembangunan ekonomi wilayah berbasis komoditas hasil tangkapan unggulan di pelabuhan perikanan kejawanan yang merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Cirebon. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komoditas perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang menjadi unggulan utama adalah Cumi-cumi, Pari, Layang, Tetengkek, Tongkol, Abu-abu, Kuwe, Japuh, Alu-Alu, Biji Nangka, Golok-golok, dan Talang. Hal ini karena memiliki nilai pertumbuhan LQ positif dengan skor 3. Skor LQ 3 mengindikasikan bahwa jenis-jenis ikan tersebut terkonsentrasi pendaratannya secara relatif di pelabuhan perikanan kejawanan dan dapat terus dikembangkan dengan pengelolaan perikanan secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Peranan subsektor perikanan Cirebon merupakan sektor basis dengan nilai LQ 3,02.
Dedi Supriadi, Sri Rahayu, Andi Perdana Gumilang
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 2, pp 1-9; doi:10.47685/barakuda45.v2i1.58

Abstract:
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Cirebon berada di bagian Timur Jawa Barat, merupakan pelabuhan tipe B yang didominasi oleh kapal dengan alat tangkap jala cumi (cast net) dengan jumlah sebanyak 123 unit kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah manganalisis komposisi hasil tangkapan dan tingkat keramahan alat tangkap jala cumi (cast net) berdasarkan komposisi hasil tangkapan utama dan sampingan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan survei. Data hasil tangkapan ikan dikumpulkan dari unit alat tangkap jala cumi (cast net) sebanyak 10 (sepuluh) unit kapal pada tahun 2018. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan tingkat keramahannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa alat tangkap jala cumi (cast net) dengan komposisi hasil tangkapan didominasi oleh cumi-cumi sebesar 97% dan sisanya sebanyak 3% terdiri dari ikan lemuru, layang dan teri. Adapun ukuran hasil tangkapan cumi-cumi yang didaratkan di PPN Kejawanan Cirebon memiliki ukuran dengan kategori cumi besar 27-30 cm dengan jumlah total 79.324,64 kg dan cumi ukuran kecil 1-7 cm dengan jumlah total 18.411,29 kg. Nilai tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap jala cumi (cast net) diperoleh dengan jumlah nilai total 30. Berdasarkan nilai tersebut maka alat tangkap jala cumi (cast net) dikategorikan sebagai alat tangkap yang sangat ramah lingkungan.
Dewi Nurhayati, Dwi Atika
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 1, pp 33-45; doi:10.47685/barakuda45.v1i1.18

Abstract:
Pelabuhan perikanan merupakan merupakan basis utama dalam kegiatan industri perikanan tangkap. Pelabuhan perikanan pantai Eretan merupakan pelabuhan perikanan tipe C. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aktivitas operasional dan mengetahui tingkat kinerja operasional PPP Eretan Indramayu. Metode yang digunakan adalah metode penelitian survei dan metode purposive sampling untuk metode pengumpulan data. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui aktivitas PPP Eretan Indramayu dan metode pembobotan/scoring method untuk mengetahui kinerja operasional PPP Eretan Indramayu. Aktifitas kunjungan kapal dan pendaratan ikan menunjukan bahwa jumlah kunjungan kapal dan jumlah produksi ikan dan produksi es mengalami peningkatan pada tahun 2016. Sedangkan jumlah air bersih dan jumlah BBM yang disalurkan meningkat pada tahun 2015 namun mengalami penurunan pada tahun 2016. Hasil dari wawancara kepuasan nelayan menyatakan bahwa lebih dari 80% responden merasa puas dengan pelayanan yang ada di PPP Eretan Indramayu. Hasil scoring method diperoleh bahwa kinerja operasional PPP Eretan Indramayu selama 5 tahun dari tahun 2012 sampai tahun 2016 dikatakan cukup baik dengan nilai riil jumlah skor yaitu 3,04.
Didha Andini Putri, Iik Ilpah
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 1, pp 8-17; doi:10.47685/barakuda45.v1i1.15

Abstract:
Kabupaten Cirebon adalah wilayah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki wilayah laut dengan potensi perikanan tangkap dengan panjang garis pantai 54 km2.Desa Gebang Mekar merupakan desa dengan penduduk hampir 90% berpenghasilan dari hasil perikanan.Salah satunya dengan melakukan usaha penangkapan Bubu Lipat (fishing basket).Alat tangkap bubu memberikan kontribusi yang besar bagi analisa usaha hasil tangkapan perikanan laut.Keberhasilan hasil usaha alat tangkap bubu lipat dilihat dari aspek finansial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan data primer dan data sekunder.Komposisi hasil tangkapan yang didapatkan selama penelitian yaitu : Rajungan,Ikan, Udang, Balakutak. Total hasil penangkapan selama penelitian adalah sebanyak 675 ekor. Hasil tangkapan terbanyak adalah rajungan sebanyak 368 ekor. Hasil tangkapan utama selama penelitian adalah rajungan, dan hasil tangkapan sampingan yaitu : ikan, udang, balakutak. Data hasil tangkapan yang dihasilkan yaitu hasil tangkapan utama 55% dan hasil tangkapan sampingan 45%.
Dirja Dirja, Muhammad Ichsan Faturrohman
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 1, pp 46-56; doi:10.47685/barakuda45.v1i2.41

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi tangkapan ikan menggunakan alat tangkap jaring. Faktor produksi meliputi ABK (X1), Setting(penurunan jaring) (X2), jumlah bahan bakar (X3), waktu perendaman (X4), dan total panjang rampus (X5) dan penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2019, lokasi pengumpulan data lapangan dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pantai Bondet (PPP) Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis Regresi Linier Berganda (RLB) menggunakan aplikasi SPSS. Berdasarkan analisis RLB dihasilkan persamaan Y = -17,622 (C) + 2,422 (X1) + 11,628 (X2) + -911 (X3) + 103 (X4) + 049 (X5). Hasil data uji SPSS RLB menunjukkan jika kenaikan (X1) ABK nilai sebesar 1 (orang)maka akan menambah produksi sebesar 2,422, (X2) Settingnilai sebesar 1(penurunan jaring) maka akan menambah produksi sebesar 11,628, (X3) Jumlah Bahan Bakar nilai sebesar 1(liter) maka akan mengurangi produksi sebesar -911, (X4) Lama Perendaman nilai sebesar 1 maka akan menambah produksi sebesar 103, dan (X5) Total Panjang Jaring Rampus nilai sebesar 1 (meter)maka akan menambah produksi sebesar 049.
Didha Andini Putri, Safanah Dewi
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 1, pp 88-103; doi:10.47685/barakuda45.v1i2.45

Abstract:
Pada tahun 2015 nelayan di Kabupaten Cirebon mulai belajar dan mengganti alat tangkap serta perahu mereka dengan alat tangkap bolga (mini purse seine) dengan hasil tangkapan utamanya adalah teri (Engraulidae). Bolga (mini purse seine) dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan alat tangkap lainnya seperti garok, kejer, rampus dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya investasi, pendapatan dan keuntungan serta bagaimana kelayakan usaha alat tangkap bolga (mini purse seine) di Desa Gebang Mekar Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Kelayakan usaha bolga (mini purse seine) ini menghasilkan beberapa perhitungan yang menyatakan usaha perikanan tangkap ini layak. Penelitian alat tangkap Mini Purse Seine memperoleh penerimaan sebesar Rp.1.376.100.000;/tahun dan memperoleh keuntungan sebesar Rp.764.710.000 /tahun. Usaha alat tangkap bolga di Desa Gebang Mekar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk balik modal, yaitu hanya selama 9,5 bulan. Hal tersebut yang menjadi alasan beberapa nelayan beralih menggunakan alat tangkap bolga (mini purse seine).
Dedi Supriadi, Tri Nur Hadi Wijaya Kusuma, Andi Perdana Gumilang
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Volume 1, pp 57-71; doi:10.47685/barakuda45.v1i2.43

Abstract:
Penelitian ini mengkaji mengenai analisis nilai tukar hasil perikanan pada unit pengelolaan ikan skala kecil di Kota Cirebon. Penelitian ini dilaksanakan terhitung pada bulan Mei – Juli 2018, betempat di 2 lokasi yaitu Kelurahan Kesenden dan Kelurahan Panjunan Kota Cirebon. Metode pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling deskriptif dan menggunakan analisis data deskriptif presentase. Nilai Tukar Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (NTP2HP) terkecil yaitu 0,84 untuk olahan pepes ikan di Kelurahan Kesenden dan terbesar yaitu 1,54 untuk olahan kerupuk kulit ikan di Kelurahan Panjunan dengan nilai NTP2HP 1,089. Indeks Nilai Tukar Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (INTP2HP) terkecil yaitu 92,59 untuk olahan ikan asin di Kelurahan Kesenden dan terbesar yaitu 200 untuk olahan pepes ikan di Kelurahan Panjunan nilai INTP2HP 141,278.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top