Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Farmagazine: 46

(searched for: journal_id:(6018771))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Ni Nyoman Sri Mas Hartini, Bisma Nugraha, Akhmad Priyadi
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 1-7; doi:10.47653/farm.v8i1.526

Abstract:
Jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat, hingga tahun 2018 jumlahnya tercatat 265 juta jiwa. Hal inilah yang mendorong pemerintah membentuk program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan pertumbuhan penduduk, salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang dan obat (MKJP). Namun faktanya, wanita usia subur (WUS) pengguna kontrasepsi jangka pendek lebih banyak dibandingkan dengan pengguna jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap serta hubungan faktor-faktor tersebut pada WUS pengguna alat kontrasepsi jangka pendek terhadap penerapan MKJP serta hubungan faktor tersebut di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang menggunakan metode kontrasepsi jangka pendek. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling dan diperoleh sampel sebanyak 362 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan WUS pengguna kontrasepsi jangka pendek tentang kontrasepsi jangka panjang (MKJP) berada pada kategori baik (77,47%), persepsi WUS dalam kategori positif (76,21%) dan sikap WUS berada pada kategori positif (73,02%). Hubungan antara pengetahuan dengan persepsi maupun sikap memiliki kekuatan yang lemah, artinya dapat dikatakan pengetahuan mengenai MKJP pengaruhnya sangat kecil terhadap persepsi dan sikap pemilihan kontrasepsi MKJP.
Jaka Supriyanta, Nita Rusdiana, Putri Dyah Kumala
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 8-16; doi:10.47653/farm.v8i1.527

Abstract:
Sabun adalah campuran senyawa natrium atau kalium dengan asam lemak yang berisi sedikit komponen asam miristat atau laurat. Sabun transparan merupakan salah satu inovasi produk menjadikan sabun lebih menarik. Minyak atsiri daun jeruk limau dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan sabun padat transparan minyak atsiri daun jeruk limau dan aktivitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus. Sampel berupa daun jeruk limau yang dibuat menjadi minyak atsiri dengan metode destilasi uap air. Selanjutnya, dibuat sediaan sabun padat transparan dan diformulasikan menjadi lima formula dengan konsentrasi minyak atsiri daun jeruk limau 0%; 0,04%; 0,2%; 1%; dan 5%. Kelima sabun padat transparan yang dihasilkan kemudian dibandingkan sifat fisik dan aktivitas antibakteri dengan sabun padat transparan antibakteri di pasaran. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan minyak atsiri daun jeruk limau dengan jumlah yang berbeda pada setiap formula dapat menghasilkan sabun padat transparan dengan pH 10-11 dan tidak berpengaruh terhadap kemampuan sabun membentuk dan mempertahkan busa yaitu 64,45%. Peningkatan konsentrasi minyak atsiri daun jeruk limau pada setiap formula dapat mempengaruhi bau yaitu khas daun jeruk limau dan warna yaitu kuning. Aktifitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5% yaitu 25,56 mm.
Ni Made Santi
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 25-31; doi:10.47653/farm.v8i1.534

Abstract:
Produksi radikal bebas yang melebihi kebutuhan akan menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan senyawa yang bersifat sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan suatu senyawa yang mampu menghambat kerusakan akibat oksidasi radikal bebas. Senyawa antioksidan alami dapat bersumber dari beberapa tanaman, salah satunya yaitu bunga gemitir (Tagetes erecta Linn.). Aktivitas antioksidan ekstrak bunga gemitir disebabkan karena keberadaan senyawa flavonoid, fenolik, dan karotenoid. Tujuan artikel review ini adalah untuk mengetahui manfaat bunga gemitir sebagai antioksidan. Review artikel ini dibuat dengan metode studi literatur, yaitu dengan menggunakan artikel penelitian terdahulu yang diperoleh melalui proses pencarian literatur terkait manfaat ekstrak bunga gemitir sebagai antioksidan. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak bunga gemitir memiliki aktivitas sebagai antioksidan alami dan beberapa senyawa yang berperan yaitu flavonoid (kuersetagetin), fenolik, dan karotenoid (lutein).
Sefi Megawati, Reni Rahmawati, Nuriyatul Fhatonah
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 39-45; doi:10.47653/farm.v8i1.531

Abstract:
Stroke merupakan suatu kondisi emergensi terjadinya defisit neurologis fokal maupun global yang disebabkan adanya gangguan pembuluh darah otak, baik berupa penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang lebih dari 24 jam. Antiplatelet merupakan salah satu terapi yang digunakan untuk penderita stroke iskemik yang bekerja dengan cara menghambat agregasi trombosit.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat antiplatelet dan mengevaluasi penggunaan obat antiplatelet pada pasien stroke iskemik yang ditinjau dari parameter tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi dan tepat dosis. Peneltian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang tahun 2019 dan merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan sampel sebanyak 78 pasien dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian evaluasi penggunaan antiplatelet kombinasi (aspilet dan klopidogrel) 65,38%, terapi tunggal aspilet 30,76% dan terapi tunggal klopidogrel 3,84%. Evaluasi tepat pasien tepat pasien 96,15%, tepat obat 96,15%, tepat indikasi 100% dan tepat dosis 100%. Kesimpulan penelitian ini penggunaan antiplatelet yang paling banyak digunakan adalah kombinasi aspilet dengan klopidogrel. Penggunaan antiplatelet belum memenuhi kriteria tepat obat dan tepat pasien.
Abdul Aziz Setiawan, Jaka Supriyanta, Nurul Aini Wahidah
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 46-53; doi:10.47653/farm.v8i1.532

Abstract:
Pemasaran farmasi adalah suatu sub-spesialis pemasaran dimana pharmaceutical care diaktualisasikan. Orientasi pemasaran farmasi tidak hanya terbatas pada produk tetapi justru memberikan perhatian yang besar pada layanan farmasi yang prima. Ini mengindikasikan bahwa eksistensi pemasaran farmasi adalah memberi kepuasan atas kebutuhan dan keinginan pasien, bukan hanya sekedar menjual produk untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keputusan pasien dalam memilih obat parasetamol anak di Apotek Wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang berdasarkan produk (product), harga(price), tempat (place), dan promosi (promotion). Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis data yaitu data kuantitatif dan menggunakan instrumen kuesioner sebayak 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu yang mampu berkomunikasi dengan baik, melihat dan membaca dengan baik, dan berusia lebih dari 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel produk sebanyak 77% responden menyatakan setuju, variabel harga sebanyak 84% responden menyatakan setuju, variabel tempat sebanyak 86% responden menyatakan setuju, dan variabel promosi sebanyak 44% responden menyatakan setuju terhadap tahap keputusan pasien dalam membeli obat parasetamol anak di apotek kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan persamaan linier variabel tempat dan promosi mempengaruhi keputusan pasien dalam membeli obat parasetamol anak.
Aurelia Da Silva Sequeira Fraga, Nur Oktavia, Reginardis Ariarce Mulia
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 17-24; doi:10.47653/farm.v8i1.530

Abstract:
Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyerang organ paru yang biasa disebut TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien baru tuberkulosis paru yang dievaluasi berdasarkan tepat dosis, tepat lama pengobatan, kesesuaian penatalaksanaan efek samping OAT, dan hasil pengobatan di Puskesmas Oebobo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel yang didapat sebesar 68 pasien yang merupakan pasien baru dan terdiagnosa tuberkulosis paru BTA positif dan negatif dengan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Hasil penelitian menggambarkan bahwa OAT yang digunakan adalah OAT KDT kategori 1 dengan rasionalitas penggunaan OAT yaitu tepat dosis (100%), tepat lama pengobatan (94,11%) dan penatalaksanaan terhadap efek samping OAT KDT kategori 1 belum sesuai dengan pedoman Kemenkes tahun 2014 serta data hasil pengobatan pasien terdiri atas pasien sembuh (57,35%), pasien pengobatan lengkap (36,76%), pasien putus berobat (0,00%), pasien gagal pengobatan (0,00%), pasien meninggal (4,41%) dan tidak dievaluasi (1,47%). Kesimpulan pada penelitian ini, pengobatan untuk pasien baru TB paru sudah sesuai.
La Ode Akbar Rasydy, Diana Sylvia, Zenniah Anggraeni Zein
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 66-74; doi:10.47653/farm.v8i1.535

Abstract:
Indonesia merupakan negara dengan konsumsi beras terbesar setelah Banglades yang merupakan sebagai makanan pokok. Mutu beras dapat dilihat dari aktivitas budidaya padi tergantung pada proses penanaman dan lingkungan sekitar, seperti penggunaan pupuk anorganik, kualitas tanah, cuaca serta air yang tercemar oleh limbah industri juga dapat berpotensi dalam pencemaran bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan kandungan logam Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Merkuri (Hg), Timbal (Pb) dan Besi (Fe) pada 3 sampel beras yang ditanam di daerah Industri Karet Mekar Jaya. Sampel beras yang diambil dari hulu, tengah dan hilir persawaan disekitar industri dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dan pengujian dilakukan dengan 2 pengulangan. Dari hasil penelitian analisis logam Cd, Cu, Hg, Pb dan Fe yang diperoleh, sampel beras hanya mengandung logam Cu dan Fe, sedangkan logam Cd, Hg dan Pb tidak dapat terdeteksi. Logam Cu yang terkandung pada beras dipersawahan tersebut pada daerah hulu, tengah dan hilir berturut-turut 4,765; 4,73 dan 4,13 mg/kg sedangkan logam Fe berturut-turut 6,8; 5,76 dan 5,025 mg/kg. Kesimpulan yang diperoleh bahwa pada sampel beras 1, 2 dan 3 tidak terdeteksi logam Cd, Hg dan Pb, kadar logam Cu masih dalam batas aman menurut BPOM no 03725/B/SK/VII/89 sedangkan kadar logam Fe yang diperoleh melebihi batas aman menurut Permenkes no 492/MENKES/Per/IV/2010.
Meta Safitri, Febriyani Kholifah, Saru Noliqo Rangkuti
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 32-38; doi:10.47653/farm.v8i1.528

Abstract:
Konstipasi merupakan ketidakmampuan melakukan evakuasi tinja secara sempurna yaitu berkurangnya frekuensi buang air besar dari biasanya. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan berefek laksatif adalah Daun ketepeng cina (Cassia Aalata linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat laksatif infusa daun ketepeng cina. Percobaan ini dilakukan terhadap 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok dan 5 ekor tiap kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberikan Na.CMC 0,5% dan kelompok II sebagai kontrol positif diberikan Dulcolactol 10 gram/15 ml, sedangkan Kelompok III, IV, V diberikan infusa daun ketepeng cina dengan konsentrasi 54,6 mg / 200 gr BB; 109,2 mg / 200 gr BB dan 218,4 mg / gr BB. Pengujian aktivitas laksatif menggunakan metode transit intestinal yaitu mengevaluasi rasio dari panjang usus yang dilalui oleh marker norit terhadap panjang usus keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun ketepeng cina mempunyai efek laksatif dan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, glikosida, fenolik dan antrakuin. Kemampuan efek laksatif paling terbesar ditunjukkan pada dosis III sebesar 16,08%. Berdasarkan hasil statistik uji post hoc bahwa perlakuan dosis I, II dan III setara dengan kelompok kontrol positif p >0,05 yang artinya semua dosis perlakuan memiliki efek laksatif.
Dyah Aryantini
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 54-60; doi:10.47653/farm.v8i1.537

Abstract:
Tanaman daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) adalah tanaman yang banyak ditemukan sebagai perindang di jalanan dan belum banyak dieksplorasi. Tanaman ini diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, dan tanin yang kaya akan manfaat salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan senyawa tannin total ekstrak etanol daun kupu-kupu. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dan analisis KLT secara kualitatif dilakukan untuk mengetahui adanya senyawa flavonoid, fenol. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan konsentrasi 10, 50, 100, 150, dan 200 ppm, sedangkan penetapan kandungan senyawa tanin total ditetapkan secara spektrofotometri menggunakan asam galat sebagai standar. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid dan fenol, sedangkan hasil KLT ekstrak dengan standar asam galat belum menunjukkan pemisahan yang berarti karena terjadi tailing. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH memberikan hasil IC50 706 ± 1,52 ppm. Hasil uji kandungan senyawa tannin total ekstrak daun kupu-kupu adalah 33,3± 0,58 mg GAE/g ekstrak. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kupu-kupu masuk dalam kategori lemah karena IC50 yang diperoleh lebih dari 200 ppm dan kandungan senyawa tannin total dalam setiap gram ekstrak adalah 33,3± 0,58 mg ekuivalen dengan tiap gram asam galat
Dina Pratiwi
Jurnal Farmagazine, Volume 8, pp 61-65; doi:10.47653/farm.v8i1.533

Abstract:
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis serius di Indonesia yang disebabkan oleh pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antidiabetes yaitu ciplukan (Physalis Angulata Linn.). Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa-senyawa yang berasal dari tanaman ciplukan (Physalis Angulata Linn.) pada reseptor PPAR-𝛾. Pada penelitian ini digunakan metode molecular docking menggunakan AutoDock 4.2.6. Hasil docking menunjukkan nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa aktif dari tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap reseptor PPAR-𝛾 yaitu 4,7-didehydrophysalin B memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -6,39 kcal/mol, Physagulin-F memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -10,10 kcal/mol, Physordinose B memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -5,92 kcal/mol, dan rutin memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -6,97 kcal/mol. Nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa aktif terbaik dari tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap reseptor PPAR-𝛾 yaitu Physagulin-F dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) -10,10 kcal/mol dan dapat berinteraksi lebih baik dibanding obat antidiabetes Thiazolinedione yang memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -7,99 kcal/mol.
Reza Aditya Sunaryo, Mohammad Zaky, La Ode Akbar Rasydy
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 61-67; doi:10.47653/farm.v7i2.478

Abstract:
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tanaman buah dari keluarga (Oxalidaceae) dengan marga (Averrhoa). Buah belimbing wuluh memiliki daya simpan yang relative singkat sekaligus memiliki rasa asam sehingga kurang disukai jika dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat dibuat menjadi sediaan nutraseutikal gummy candies serta dapat mengetahui formula manakah yang paling disukai responden dan hasil evaluasi fisik yang terbaik dalam sediaan gummy candies . sampel berupa buah belimbing wuluh dilakukan dengan metode spray drying yang diformulasikan menjadi sediaan gummy candies dengan variasi konsentrasi sukrosa 115 mg, 230 mg, 345 mg, 490 mg, 575 mg. semua sediaan di uji dengan pengujian organoleptis, keseragaman bobot dan hedonik. Hasil dari evaluasi sediaan gummy candies menyatakan bahwa sediaan gummy candies memenuhi mutu fisik. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan gummy candies sari buah belimbing wuluh menunjukkan hasil uji yang paling disukai dari sediaan gummy candies yaiitu pada formula 3 dengan kadar sukrosa 345 mg berdasarkan parameter rasa, warna, aroma dan bentuk.hasil dari uji keseragaman bobot yaitu pada formula 3 yang paling disukai panelis. Kata Kunci : buah belimbing wuluh, gummy candies
Ristiana Della, Nita Rusdiana
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 49-53; doi:10.47653/farm.v7i2.301

Abstract:
ABSTRAK Pemerintah RI telah mengeluarkan Permenkes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 yang mewajibkan penulisan resep dengan nama generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah untuk mengantisipasi tingginya harga obat. Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati staf medis, disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. Formularium bermanfaat sebagai acuan bagi penulis resep, mengoptimalkan pelayanan kepada pasien, memudahkan perencanaan, dan penyediaan obat pada fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian dilakukan di RSU Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persentase penulisan resep dalam nama generik dan kesesuaian dengan Formularium Rumah Sakit pada pasien BPSJ penyakit jantung koroner rawat jalan di RSU kabupaten Tangerang periode Februari-Juni 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase penulisan resep dengan nama generik periode bulan Februari-Juni 2019 sebesar 66,7% dan persentase penulisan resep dengan Formularium Rumah Sakit rata-rata sebesar 7,28%. Penulisan resep pasien BPJS penyakit jantung koroner rawat jalan di poli jantung RSU Kabupaten Tangerang belum sesuai dengan PerMenKes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 dan Formularium RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2018. Kata kunci : BPJS Kesehatan, Formularium Rumah Sakit, Resep Obat Generik.
Widia Novietaningtyas, Selpina Kurniasih, Nuriyatul Fhatonah
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 68-74; doi:10.47653/farm.v7i2.425

Abstract:
Sectio Caesarea (SC) adalah persalinan buatan, janin dilahirkan melalui insisi pada dinding abdomen (lapartomi) dan dinding uterus/ rahim (histerektomi), dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin lebih dari 500 gram. Angka kelahiran dengan metode operasi sesar berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 sebesar 9,8% dari total 49.603 kelahiran sepanjang tahun 2010 sampai dengan 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar, serta mengevaluasi berdasarkan tepat obat, tepat dosis dan tepat waktu pemberian. Jenis Penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dan berupa data retrospektif dilakukan melalui rekam medik pasien operasi sesar tahun 2018 dengan jumlah pasien 95 pasien yang dibandingkan dengan Pedoman Penggunaan Antibiotik Profilaksis RSUD Kab Tangerang dan ASHP 2012. Hasil penelitian menunjukan pola penggunaan obat antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar yaitu dengan terapi tunggal Sefotaksim (97,89%) dan terapi tunggal Seftriakson (2,11%). Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis pada Pasien Operasi Sesar yaitu tepat obat (100%), tepat dosis (100%) dan tepat waktu pemberian (3,16%). Kata Kunci: Antibiotik Profilaksis, Evaluasi Penggunaan Obat
Siti Mayholida, Zennith Putri Dewianti, Diana Sylvia
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 1-6; doi:10.47653/farm.v7i2.283

Abstract:
ABSTRAK Kerang hijau sangat digemari oleh masyarakat karena harga yang lebih murah dari ikan. Kualitas kerang hijau dapat menurun jika ada pencemaran logam berat seperti timbal dan kadmium dalam perairan yang mempunyai dampak buruk bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal dan kadmium pada kerang hijau (Perna viridis L.) di perairan kabupaten Tangerang menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Sampel yang dianalisis sebanyak 6 sampel kerang hijau sebelum dan sesudah perebusan. Hasil analisis kandungan timbal dan kadmium pada kerang hijau di perairan kabupaten Tangerang yaitu tidak terdeteksi adanya kandungan timbal dan kadmium didalamnya, tetapi untuk mengetahui perairan yang menghasilkan hasil analisis terbesar maka harus dihitung hasil konsenterasi sebenarnya yang dihasilkan dan hasil rata-rata konsenterasi yaitu analisis timbal pada kerang hijau di perairan Kronjo 0,1695, Tanjung Kait -0,1288 dan Cituis -0,08065 mg/kg. Sedangkan untuk nilai rata-rata konsenterasi Kadmium pada perairan Kronjo -0,6699 mg/kg, Tanjung Kait -0,5052 dan Cituis -0,4280 mg/kg. Sedangkan hasil sesudah perebusan pada kerang hijau yaitu hasil rata-rata analisis timbal pada perairan Kronjo 0,15558 mg/kg, Tanjung Kait 0,1998 dan Cituis -0,09997 mg/kg, sedangkan dalam analisis Kadmium yaitu perairan Kronjo -0,5868, Tanjung kait -0,5943 dan Cituis -0,658 mg/kg. Kata Kunci : Kerang hijau (Perna viridis L.), Pencemaran, Spektofotometri Serapan Atom (SSA)
Purwaniati Purwaniati, Aiyi Asnawi
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 30-42; doi:10.47653/farm.v7i2.172

Abstract:
Corona virus desease 2019 (COVID-19) yang disebabkan Severe acute respiratory syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2) telah menjadi wabah global. Hingga saat belum ada obat atau vaksin untuk terapi COVID-19 ini. Upaya penemuan obat baru atau pengujian terhadap obat yang telah ada mendesak untuk dilakukan. Penentuan target kerja obat COVID-19 yang tepat menjadi tantangan tersendiri, karena sebagai virus baru strukturnya belum diketahui secara jelas. Dalam kesempatan ini, kami melakukan sistematik review untuk dapat mengidentifikasi molekul-molekul yang dapat menjadi target kerja obat anti COVID-19. Review ini diawali dengan penelusuran pustaka pada database Pubmed dengan menggunakan kata kunci “SARS-CoV-2 drug target”. Main protease (Mpro), angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), protein spike dan RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) merupakan protein target yang paling banyak digunakan dalam penelitian.
Indah Wulan Sari, Junaidin Junaidin, Dina Pratiwi
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 54-60; doi:10.47653/farm.v7i2.194

Abstract:
Diabetes tipe 2, Orthosiphon stamineus B, α-glucosidase, moleculer docking.
Sefi Megawati, Agil Restudiarti, Selpina Kurniasih
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 43-48; doi:10.47653/farm.v7i2.167

Abstract:
Gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal selama 3 bulan atau lebihdisebabkan oleh abnormalitas struktural atau fungsional dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus. Terapi gagal ginjal kronik yang banyak digunakan adalah hemodialisa. Dampak dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa salah satunya adalah anemia. Anemia pada gagal ginjal kronik muncul ketika kreatinin turun kira-kira 40ml/menit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola penggunaan obat anemia serta evaluasi penggunaan obat anemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa berdasarkan empat aspek ketepatan yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif pada rekam medik pasien di RSUD Kabupaten Tangerang periode Januari-Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penggunaan obat anemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yaitu jenis terapi tunggal (74%) dan terapi kombinasi (26%). Sedangkan obat yang digunakan adalah epoetin alfa, transfusi prc, asam folat dan vitamin B12. Evaluasi penggunaan obat anemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yaitu tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (96%) dan tepat dosis (100%).
Faisal Ismail, Dilla Kanitha
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 7-13; doi:10.47653/farm.v7i2.523

Abstract:
Aterosklerosis memiliki peranan penting dalam penyakit jantung koroner dengan ditandai dengan adanya penumpukan terus-menerus plak di dinding pembuluh darah arteri koroner. Pentoxyfillin merupakan turunan metilxantin. Pada pemakaian obat dalam pentoxyfillin digunakan untuk aterosklerosis atau diabetes mellitus dengan indikasi meredakan sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan metetapkan kadar dari pentoxyfillin. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dengan pembuatan pellet KBr. Pembuatan pellet dibuat dengan menggunakan tekanan menggunakan alat hand press dengan bobot tekanan 8 ton. Dilanjutkan dengan penetapan kadar pentoxyfillin dalam sediaan tablet menggunakan metode spektrofotometri UV-Visibel pada panjang gelombang maksimum ± 274 nm, dengan menggunakan methanol sebagai blangko. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapat hasil identifikasi berupa bilangan gelombang pada daerah 3000-2750 cm-1 yang menunjukkan gugus -CH, -CO, amida -CO rengang, pada bilangan gelombang 1750-1500 cm-1 yang menunjukkan gugus -CH dan pada bilangan gelombang 750 - 800 cm-1 menunjukkan gugus -CH2, dan hasil kadar 407 mg. Dari hasil pengujian kadar tablet pentoxyfillin dapat disimpulkan bahwa sediaan tablet pentoxyfillin memenuhi persyaratan Standar Internal.
Jaka Supriyanta, Ghita Ananda El-Haque, Trisna Lestari
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 14-19; doi:10.47653/farm.v7i2.183

Abstract:
Distribusi obat merupakan suatu proses yang penting dalam menjaga efikasi, keamanan, dan kualitas suatu obat, pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) perlu diterapkan pada fasilitas Apotek agar mutu obat dapat terjamin sampai ke tangan pasien. CDOB adalah cara distribusi atau penyaluran obat dan atau bahan obat yang bertujuan memastikan mutu sepanjang jalur distribusi atau penyaluran sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pendistribusian obat di Apotek Wilayah Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang berdasarkan Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.34.11.12.7542 Tahun 2012. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan memberikan kuisioner ke Apotek yang ada di Wilayah Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang yang meliputi aspek profil sarana, bangunan dan peralatan, pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, penyaluran, penanganan produk kembali dan kadaluarsa, dan pemusnahan. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan CDOB kesesuaian dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.34.11.12.7542 Tahun 2012 di Apotek Wilayah Kecamatan Cikupa, pada aspek profil sarana sebesar 77,3%, aspek bangunan dan peralatan sebesar 83,3 %, aspek pengadaan sebesar 72.2%, aspek penerimaan dan penyimpanan sebesar 91,1 %, aspek penyaluran sebesar 44,4 %, aspek penanganan produk kembalian dan kadaluarsa sebesar 73,3%, dan aspek pemusnahan sebesar 68,3%. Kata Kunci: Cara Distribusi Obat yang Baik, Apotek, Kecamatan Cikupa
Rahmawida Putri, Riki Hardiansah, Jaka Supriyanta
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 20-29; doi:10.47653/farm.v7i2.208

Abstract:
Ekstrak etanol 96% daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas farmokologi sebagai antibakteri, antelmintik, antimalaria dan antiinflamasi. Aktivitas tersebut diduga disebabkan kandungan kimia yang terdapat di dalam ekstrak. Salah satu senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun pepaya adalah alkaloid karpain yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik sediaan salep dan pada konsentrasi berapakah sediaan salep ekstrak etanol 96% daun pepaya (Carica papaya L.) mempunyai aktivitas yang paling optimal terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Jenis penelitian ini yaitu penelitian secara eksperimental dengan analisis secara deskriptif. Pembuatan ekstrak daun pepaya dilakukan dengan metode maserasi, yang kemudian digunakan sebagai zat aktif pada sediaan salep antijerawat dengan konsentrasi FI 5%, FII 10% dan FIII 20%. Hasil penelitian menunjukkan sediaan salep antijerawat ekstrak etanol 96% daun pepaya mempunyai sifat fisik yang baik, dan hasil pengujian antibakteri tidak memberikan efek penghambatan terhadap bakteri Propionibacterium acnes dikarenakan konsentrasi ekstrak terlalu rendah.
Susanti Susanti, Richa Mardianingrum
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 13-17; doi:10.47653/farm.v7i1.151

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Wahyu Fajar, Tri Mulyani
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 58-65; doi:10.47653/farm.v7i1.156

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Gina Septiani Agustien, Susanti Susanti
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 32-36; doi:10.47653/farm.v7i1.152

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rr. Asih Juanita, Debby Juliadi
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 51-57; doi:10.47653/farm.v7i1.154

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sefi Megawati, Nur’Aini Nur’Aini, Dewi Kurniasih
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 1-12; doi:10.47653/farm.v7i1.159

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Achmad Faruk Alrosyidi, Fauzan Humaidi, Iffah Wulandari Aprilia
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 66-71; doi:10.47653/farm.v7i1.155

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
La Ode Akbar Rasydy, Banu Kuncoro, Muhammad Yusuf Hasibuan
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 45-50; doi:10.47653/farm.v7i1.150

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Debby Debby Juliadi, Rr. Asih Juanita
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 37-44; doi:10.47653/farm.v7i1.153

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ni Nyoman Sri Mas Hartini, Indah Febriyanti Amir, Rizki Siti Nurfitria
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 24-31; doi:10.47653/farm.v7i1.158

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Purwaniati Purwaniati, Ahmad Rijalul Arif, Anne Yuliantini
Jurnal Farmagazine, Volume 7, pp 18-23; doi:10.47653/farm.v7i1.157

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Nuriyatul Fhatonah1
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 39-46; doi:10.47653/farm.v6i2.137

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Trisna Lestari, Yusi Anggriani, Dian Ratih Laksmitawati
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 57-65; doi:10.47653/farm.v6i2.144

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Abdul Aziz Setiawan, Nabila Paramitha Aziz Chairunnisa
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 72-80; doi:10.47653/farm.v6i2.132

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sefi Megawati, Trisna Lestari, Wahyu Laras Setyani
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 10-17; doi:10.47653/farm.v6i2.140

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Pipit Novita, Winasih Rachmawati
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 47-56; doi:10.47653/farm.v6i2.136

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Hilda Damayanti, Zenith Putri Dewianti, Arini Aprilliani
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 32-38; doi:10.47653/farm.v6i2.138

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Arini Aprilliani, Hilda Damayanti, Zenith Putri Dewianti
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 27-31; doi:10.47653/farm.v6i2.139

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Zenith Putri Dewianti, Arini Aprillian, Hilda Damayanti
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 66-71; doi:10.47653/farm.v6i2.133

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sulistiorini Indriaty, Deni Firmansyah, Putri Sabhika Imany
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 1-9; doi:10.47653/farm.v6i2.141

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
La Ode Akbar Rasydy, Jaka Supriyanta, Dwi Novita
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 18-26; doi:10.47653/farm.v6i2.142

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Abdul Aziz Setiawan, Endang Sunariyanti, Anggiselina Gustiningtyas
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 32-41; doi:10.47653/farm.v6i1.130

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Shinta Chaerani, Nur’Afifah Husniah Fadla
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 1-8; doi:10.47653/farm.v6i1.125

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Asep Roni, Zahra Sayyidatunnisa, Wempi Budiana
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 19-24; doi:10.47653/farm.v6i1.126

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Vini Noviani, Shelly Thauresia, Partomuan Simanjuntak
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 22-28; doi:10.47653/farm.v6i1.524

Abstract:
Produk kosmetik untuk memecahkan masalah kerontokan rambut serta kebotakan banyak dikembangkan berasal dari produk sintesis yang dapat menimbulkan efek samping. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.) meningkatkan laju pertumbuhan rambut. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas penumbuh rambut yang mengandung fraksi air dan fraksi etil asetat yang mengandung flavonoid dari ekstrak etnaol daun teh hijau. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70% kemudian dilanjutkan partisi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air sehingga diperoleh fraksi n-heksan, etil asetat dan air. Sediaan uji dibuat dengan memvariasikan konsentrasi fraksi etil asetat dan fraksi air (konsentrasi 1% dan 4%) yang mengandung flavonoid. Hasil menunjukkan bahwa fraksi air 4% yang mengandung flavonoid memiliki aktivitas pertumbuhan rambut yang paling baik.Konsentrasi terbaik selanjutnya dibuat sediaan tonik rambut dengan bahan tambahan etanol 96%, propilen glikol, phenoxyethanol dan aquadest. Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa tonik rambut mempunyai aktivitas yang tidak berbeda dengan kontrol positif mulai pada minggu ke 1 sampai minggu ke 4.Sediaan tonik rambut tidak mengiritasi pada uji menggunakan kelinci. Hasil uji cemaran mikroba dengan metode Angka Lempeng Total sebelum dan sesudah uji stabilitas selama 1 bulan adalah 0 koloni/ml sehingga memenuhi persyaratan sediaan kosmetik < 108.
Banu Kuncoro, Yuli Yanti
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 42-50; doi:10.47653/farm.v6i1.128

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Umilawati Rawi, Shirly Kumala, Wahyudi Uun
Jurnal Farmagazine, Volume 6, pp 9-18; doi:10.47653/farm.v6i1.127

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top