Refine Search

New Search

Results in Journal EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika: 18

(searched for: journal_id:(5982516))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Syamsuriyawati Husema, Rahmawati Rahmawati, Nirfayanti Nirfayanti
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 60-66; https://doi.org/10.46918/equals.v4i1.943

Abstract:
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan metakognisi dalam pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII.A SMP Hang Tuah Makassar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.A dengan mengambil 3 orang siswa yang mewakili kelompok kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian dengan kemampuan tinggi dapat menyelesaikan soal yang diberikan, hampir semua indikator terpenuhi pada masing-masing proses perencanaan (planning), pemantauan (monitoring), maupun evaluasi (evaluation). Untuk subjek dengan kemampuan sedang dalam pemecahan masalah tidak lebih baik dibanding kelompok tinggi saat merencanakan penyelesaian pada masing-masing proses perencanaan (planning), pemantauan (monitoring), maupun evaluasi (evaluation). Kemudian untuk subjek dengan rendah dalam pemecahan masalah semua indikator tidak terpenuhi pada masing-masing proses perencanaan (planning), pemantauan (monitoring), maupun evaluasi (evaluation).
Sutamrin Sutamrin, Khadijah Khadijah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 28-41; https://doi.org/10.46918/equals.v4i1.892

Abstract:
Kemampuan berpikir kritis penting untuk mengembangkan kemampuan kognitif mahasiswa dan penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berusaha menemukan bagaimana kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru Pendidikan Matematika STKIP Pembangunan Indonesia dalam penerapan Project Based Learning berbentuk video pembelajaran untuk Mata Kuliah Aljabar Elementer. Teknik pengumpulan data dalam bentuk video, dokumentasi dan laporan proyek. Teknik analisis data file video pembelajaran dan laporan proyek berdasarkan indikator berpikir kritis, yaitu (1) memberikan penjelasan sederhana, (2) membangun keterampilan dasar, (3) membuat inferensi, (4) membuat penjelasan lebih lanjut, dan (5) mengatur strategi dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan dan tampilan video pembelajaran yang dibuat oleh mahasiswa, proses berpikir kritis yang paling banyak dilakukan oleh mahasiswa adalah memberikan penjelasan sederhana (PS), membangun keterampilan dasar (KD), dan mengatur Strategi dan Teknik (ST). Namun kemampuan mengatur Strategi dan Teknik (ST) masih kurang, yang terlihat dari tampilan video pembelajaran yang masih kurang menarik. Kemampuan membuat inferensi (MI) dan memberikan penjelasan lebih lanjut (PL) juga perlu dikembangkan dan dilatihkan. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan Project Based Learning (PjBL) mampu mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa baik kemampuan berpikir kritis dalam materi pembelajaran Aljabar Elementer, kemampuan berpikir kritis dalam menjelaskan materi pembelajaran, maupun kemampuan berpikir kritis dalam pembuatan video pembelajaran. Temuan penelitian ini dapat digunakan untuk merancang metode pembelajaran berbasis proyek yang dapat mengasah kemampuan berpikir kritis.
Hasnaa Indar Nurazhaar, Hamidah Suryani Lukman, Ana Setiani
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 50-59; https://doi.org/10.46918/equals.v4i1.937

Abstract:
Kemampuan berpikir kreatif matematis sangat penting karena menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki siswa dalam dunia pendidikan pada abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkatan kemampuan berpikir kreatif matematis dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian ini yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan desain penelitian deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data berupa pemberian tes serta wawancara. Subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Kota Sukabumi yang dikategorikan berdasakan tingkatan kemampuan awal matematika, yaitu siswa dengan kemampuan tinggi, siswa dengan kemampuan sedang, dan siswa dengan kemampuan rendah. Berdasarkan hasil penelitian siswa dengan kemampuan tinggi dan kemampuan sedang memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis pada tingkat 3 (kreatif) memenuhi aspek fluency dan flexibility, dan siswa dengan kemampuan rendah memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis pada tingkat 1 (kurang kreatif) memenuhi aspek fluency.
Misveria Villa Waru
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 21-27; https://doi.org/10.46918/equals.v4i1.803

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran open ended problem terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus di STIMIK Lamappoleonro. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan Teknik pengumpulan data menggunakan tes dalam bentuk one group Pretest - posttest design dengan teknik random sampling. Subyek penelitian ini yaitu mahasiswa program studi teknik informatika yang sedang menempuh mata kuliah Kalkulus pada semester genap tahun akademik 2018/2019. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar pretest 50,13 dan posttest 84. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t berpasangan diperoleh nilai t 27,13 dan sig. 0,0001 karena nilai sig lebih kecil dari 5% maka penerapan dengan model pembelajaran open ended problem dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kalkulus di STIMIK Lamappoleonro.
Rosida Marasabessy, Aan Hasanah, Dadang Juandi
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 1-20; https://doi.org/10.46918/equals.v4i1.874

Abstract:
Bangun ruang sisi lengkung merupakan bagian dari geometri yang mempelajarinya merupakan hal yang penting, karena memungkinkan siswa untuk menganalisis dan menafsirkan dunia tempat mereka tinggal serta membantu mereka dalam mengoperasikan materi lainnya. Akan tetapi, fakta yang ditemukan dilapangan menunjukkan masih ada hambatan dan kesalahan yang dijumpai siswa pada materi ini. Untuk mengatasinya diperlukan kegiatan penganalisaan kesalahan siswa dalam memecahkan masalah bangun ruang sisi lengkung. Hal ini bertujuan agar kesalahan-kesalahan dan faktor-faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dapat diketahui, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut dan penanganan terhadap kesalahan-kesalahan tersebut. Dengan demikian artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian berupa permasalahan-permasalahan yang umumnya dihadapi siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Kajian ini berupa penelusuran hasil penelitian pada jurnal-jurnal nasional. Kegiatan ini peneliti rangkum dari temuan hasil analisis 10 jurnal. Hasil pengkajian tersebut menunjukkan permasalahan yang dihadapi siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung secara umum adalah masalah konsep dan prinsip (prosedural, perhitungan, kecerobohan, dan kalkulasi). Dalam artikel ini juga diberikan upaya yang dapat dilakukan guru dalam membelajarkan bangun ruang sisi lengkung, diantaranya: menggunakan alat peraga, memberikan soal secara berkala, melakukan remedial bagi siswa yang mengalami kesulitan, dan dalam proses pembelajaran memperhatikan fase-fase perkembangan geometri siswa dalam teori van hiele. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam bidang pendidikan khususnya pengajaran matematika, di mana dapat dilakukan tindak lanjut dan penanganan terhadap permasalahan-permasalahan bangun ruang sisi lengkung yang ditemukan dalam kelas.
Amiruddin Amiruddin, Nanang Supriadi, Suherman Suherman
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 42-49; https://doi.org/10.46918/equals.v4i1.935

Abstract:
Motivasi belajar dari peserta didik sangat berguna didalam proses pembelajaran. Salah satu pemanfaatan teknologi internet yaitu menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan motivasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa komik matematika yang layak, menarik dan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan model penelitian Borg dan Gall yang telah diperbarui oleh Sugiyono. Subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas VII SMP Sentosa Bhakti Baturaja yang sedang menerima materi aritmatika sosial. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk komik matematika bernuasa islami berbantuan Instagram layak dan menarik serta dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Rezky Amaliah, Rahmawati Rahmawati,
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 101-112; https://doi.org/10.46918/equals.v3i2.758

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik kelas X SMK Kebangsaan Indonesia Maros pada materi geometri yakni 30 peserta didik (51,72%) dari 58 peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 75. Peserta didik masih kesulitan memvisualisasikan dan mengeksplorasi bangun tiga dimensi dikarenakan mereka hanya menghafal karakteristik bangun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) dalam hal ini aplikasi geogebra pada materi geometri. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMK Kebangsaan Indonesia Maros. Sampel diambil sebanyak 26 orang dari 58 peserta didik dengan menggunakan teknik sampling purposive. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dalam hal ini yang dinilai adalah aspek pengetahuan. Pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah Paired Sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest 42,73 dengan standar deviasi 8,784 sedangkan rata-rata nilai Posttest 81,61 dengan standar deviasi 6,788. Rata-rata skor gain ternormalisasi 0,69 dari data hasil belajar termasuk kategori sedang. Berdasarkan Uji-t, diperoleh nilai signifikansi 0,000 < dari yaitu 0,025 yang berarti ada pengaruh hasil belajar matematika peserta didik setelah diajar menggunakan pembelajaran berbasis Information and Communcation Technology (ICT) pada materi geometri, tes akhir juga memperlihatkan bahwa 23 dari 26 peserta didik (88,46%) telah mencapai KKM mata pelajaran matematika di SMK Kebangsaan Indonesia Maros.
Inayanti Fatwa, Khadijah Khadijah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 95-100; https://doi.org/10.46918/equals.v3i2.771

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui peningkatan hasil belajar matematika wajib dengan penerapan model pembelajaran kooperatif siswa kelas XII SMAN 8 Takalar. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui persentase ketuntasan klasikal dari tes awal (pre-test), siklus I, dan siklus II. Pada tes awal sebelum mendapatkan perlakuan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran matematika wajib, nilai rata-rata tes hasil belajar siswa mencapai 59,91. Selanjutnya pada tes hasil belajar siklus I meningkat menjadi 69,27. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 9,36. Kemudian pada tes hasil belajar siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 82,61. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 13,34. Sebelum diadakan perlakuan tindakan jumlah siswa yang mencapai indikator kriteria ketuntasan minimal (kkm) yakni ≥72 adalah 14 orang siswa atau 42,42% sedangkan dilihat dari kegiatan siklus I jumlah siswa yang mencapai nilai kkm meningkat menjadi 21 siswa atau 63,64%. Peningkatan juga terlihat pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai nilai kkm sebanyak 29 siswa atau 87,88%.
Sitti Asriyanti
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 63-70; https://doi.org/10.46918/equals.v3i2.670

Abstract:
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan one group pretest-posttest desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Maros dengan sampel yang dipilih menggunakan metode Simple random sampling, sebanyak 12 siswa dalam satu kelas eksperimen yaitu kelas VII F. Pengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar matematika dan lembar observasi yang telah divalidasi oleh ahli. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji normalitas sebagai uji prasyarat analisis dan uji paired sample t-test sebagai uji hipotesis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil pretest 46,83, sedangkan rata-rata posttest 84.25. Berdasarkan uji-t diperoleh 0,000 < ???? = 0,025 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran cooperative tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan media whatsapp terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Maros. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan hal ini ditunjukkan dengan menggunakan model pembelajaran two stay two stray dengan media whatsapp pada materi bangun datar segiempat terhadap prestasi belajar matematika kelas VII SMP Negeri 1 Maros.
Fardinah Fardinah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 77-84; https://doi.org/10.46918/equals.v3i2.759

Abstract:
Model mangsa pemangsa adalah model yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara dua populasi yang bersifat mangsa dan pemangsa. Pada model mangsa pemangsa dasar selalu diasumsikan bahwa kedua populasi dalam kondisi sehat. Namun, pada kenyataannya dapat kita jumpai kondisi pada lingkungan yang menunjukkan bahwa terdapat mangsa atau pemangsa dengan kondisi sakit yang berpengaruh terhadap pertahanan hidup dan berburu makanan. Penelitian ini menganalisis model mangsa pemangsa dengan adanya penyakit pada populasi mangsa yaitu dengan menyusun model, menentukan titik kesetimbangan model, serta menganalisis kestabilan lokal titik kesetimbangan model tersebut berdasarkan nilai eigen yang ditentukan dengan kriteria Routh-Hurwitz. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat tiga titik kesetimbangan model yaitu titik kestimbangan tanpa adanya populasi, titik kesetimbangan tanpa populasi mangsa sakit dan titik kesetimbangan tanpa populasi pemangsa. Titik kesetimbangan tanpa adanya populasi tidak stabil dan titik kesetimbangan tanpa adanya populasi mangsa sakit atau pemangsa akan stabil tergantung pada hubungan parameter-parameter yang digunakan dalam model tersebut.
Syamsuriyawati Husema
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 71-76; https://doi.org/10.46918/equals.v3i2.750

Abstract:
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Matematika melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus meliputi empat tahap kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, angket, dan tes tertulis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan presentase yang dilakukan dengan mendeskripsikan data kuantitatif yang diperoleh. berdasarkan hasil penelitian penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hal ini didukung dengan rata-rata skor hasil belajar pada siklus I 73,90 meningkat menjadi 80,46 pada siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muslim Maros mengalami peningkatan melalui model pembelajaran Problem Based Learning.
Dedy Setyawan, Arnianti Amir
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 85-94; https://doi.org/10.46918/equals.v3i2.757

Abstract:
Penelitian ini membahas tentang pengaruh kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang berkenaan dengan 1)Kemampuan numerik peserta didik kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru 2)Hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru 3) Pengaruh kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru. Pendekatan penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas VII SMP Negerin 11 Maros Baru yang berjumlah 133 yang terdiri dari 5 kelas. Sedangkan sampel yang akan diteliti adalah 133 siswa melalui teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan numerik dan dokumentasi hasil belajar matematika. Selanjutnya, teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial, dimana untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan analisis Regresi Linier Sederhana. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif, untuk kemampuan numerik diperoleh nilai rata-rata 76,4 berada pada kategori sedang dari 133 sampel diperoleh nilai terendah 57, nilai tertinggi 96, dan untuk hasil belajar matematika diperoleh nilai rata-rata 60,13 berada pada kategori rendah dari 133 sampel diperoleh nilai terendah 12 dan nilai tertinggi 92. Adapun hasil analisis statistik inferensial (Regresi Linear Sederhana) diperoleh ???????????? < ???? (0,007 < 0,05 Dengan demikian dapat disimpulkn bahwa kemampuan numerik berpengaruh terhadap hasil belajar matematika peserta didik.
Khadijah Khadijah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 21-29; https://doi.org/10.46918/eq.v3i1.581

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggali ketertarikan guru dalam menggunakan alat peraga untuk mengoptimalkan pembelajaran dan bagaimana peningkatan pengetahuan guru-guru SMP Kabupaten Maros dalam penggunaan alat peraga Teorema Pythagoras. Penelitian ini dilakukan pada guru-guru SMP di Kabupaten Maros. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru. Teknik pengumpulan data yaitu dengan pengamatan langsung, angket respon guru dan dokumentasi. Hasil pengamatan langsung, respon guru dan dokumentasi dianalisis dengan menghitung persentase respon guru dan interpretasi hasil analisis. Hasil penelitian diperoleh peningkatan pengetahuan mengoptimalkan pembelajaran dengan alat peraga dengan skor rata-rata respon sebesar 4,3 dari rentang skor 1 sampai 5 atau dalam persentase sebesar 86 % yang menunjukkan guru-guru setuju dengan tingginya peningkatan pengetahuan dalam mengoptimalkan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Respon guru-guru tersebut menunjukkan besarnya ketertarikan mereka dalam menggunakan alat peraga. Terdapat 8 dari 10 orang guru atau 80 % guru-guru SMP yang mampu menggunakan alat peraga Teorema Pythagoras. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan dan peningkatan pengetahuan guru-guru SMP Kabupaten Maros dalam penggunaan alat peraga Teorema Pythagoras untuk mengoptimalkan pembelajaran.
Ernawati Ernawati, Pertiwi Indah Lestari
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 50-62; https://doi.org/10.46918/eq.v3i1.582

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian Pre-Experimental. Dengan tujuan untuk mengerahui apakah metode problem solving model polya efektif terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaiakan soal cerita matematika. Adapun rancangan penelitian ini berbentuk One Group Pretest-Posttest Design dengan menggunakan perlakuan pada objek penelitian dengan melibatkan satu kelas saja sebagai kelas eksperimen tanpa variabel kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 tepatnya pada bulan Februari - April 2019. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 11 Maros Baru. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran menggunakan metode problem solving model Polya dalam menyelesaikan soal cerita matematika dikategorikan aktif, untuk kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan metode problem solving model Polya dikatakan baik, respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode problem solving model Polya dalam menyelesaikan soal cerita matematikadikategorikan positif, sedangkan untuk hasil ketuntasan siswa secara klasikal pada pembelajaran yang menggunakan metode problem solving model Polya dalam menyelesaikan soal cerita matematikajuga dikategorikan tuntas. Sesuai dengan syarat keefektifan pembelajaran yaitu suatu pembelajaran dikatakan efektif jika dari empat aspek yang ditentukan telah dipenuhi, dengan syarat satu dan empat harus dipenuhi, maka dari uraian hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat dikatakan bahwa pembelajaran menggunakan metode problem solving model Polya dalam menyelesaikan soal cerita matematikapada materi pokok persamaan linear tiga variabel kelas X SMA Negeri 11 Maros Baru dikatakan efektif.
Nurmahwati Nurmahwati, Rahmawati Rahmawati
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 41-49; https://doi.org/10.46918/eq.v3i1.575

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op terhadap kemampuan pemecahan masalah statistika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Minasate’ne Kab. Pangkep. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan nonequivalent control grup design, dimana terdapat dua kelompok belajar. Kelompok eksperimen diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op, dan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran Konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Minasate’ne dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian ini dianalsis secara deskriptif dan inferensial dengan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat analisis dan uji t sebagai uji hipotesa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata posttest pada kelas kontrol adalah 73,59 dengan standar deviasi 7,243 sedangkan rata-rata posttest pada kelas eksperimen adalah 82,69 dengan standar deviasi 8,177. Berdasarkan uji t, diperoleh nilai sig (2-tailed) < ½ α (0,000 < 0,025) yang menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op terhadap kemampuan pemecahan masalah statistika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Minasate’ne, melalui perhitungan effect size cohen’s d diketahui bahwa besar pengaruhnya adalah 1,199 yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 86% sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah statistika peserta didik SMP Negeri 1 Minasate’ne Kab. Pangkep.
Nur Rahmaeda, Dedy Setyawan
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 30-40; https://doi.org/10.46918/eq.v3i1.580

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan komunikasi matematika peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Maros. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan The Nonequivalent Control Grup Design, dimana terdapat dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diajar menggunakan model Problem Based Learning, dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 3 maros dengan pengambilan sampel dilakukan secara acak masing-masing sebanyak 30 peserta didik dalam satu kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik pada kelas X MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika berupa pretest dan posttest yang telah divalidasi oleh ahli. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat analisis dan uji t sebagai uji hipotesa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata posttest pada kelas kontrol adalah 61,50 dengan standar deviasi 11,956 sedangkan rata-rata posttest pada kelas eksperimen adalah 77,60 dengan standar deviasi 7,219. Berdasarkan uji t, diperoleh nilai p 0,000 < ½ α = 0,025 yang menunjukkan adanya perbedaan dari kemampuan komunikasi matematika kelas kontrol dan kelas eksperimen, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dari penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan komunikasi matematika peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Maros.
Marini Mansyur, Khaerani Khaerani
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 10-20; https://doi.org/10.46918/eq.v3i1.560

Abstract:
This research is an experimental research that aims to determine and measure the effect of applying the Missouri Mathematic Project (MMP) learning model to students' mathematical problem solving abilities. This type of research is quantitative research with one group pretest-posttest design. The population in this study were VII grade students of SMP Negeri 4 Bantimurung with 33 random samples taken in one experimental class. Data collection uses tests of students' mathematical problem solving abilities that have been validated by experts. The data of this study were analyzed descriptively and inferentially by the normality test as a test of the prerequisite for analysis. The results of data analysis showed that the average pre-test was 42.09 while the post-test average was 83.73. The average gain normalized score is 0.72 in the high category and is normally distributed for mathematical problem solving ability data. Based on the t-test it can be concluded that there is a significant increase that affects students' mathematical problem solving abilities by applying the Missouri Mathematic project (MMP) learning model.
Yahya Muhaimin
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 1-9; https://doi.org/10.46918/eq.v3i1.551

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika pada konsep kubus dan balok melalui metode CPDL (Ceramah plus demonstrasi dan latihan pada siswa kelas VIII G SMPN 5 MANDAI. penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang mengacu pada model spiral yang diawali dengan perencanaan (planning), pelaksanaan (acually), Observasi dan evaluasi (observation and evaluation), dan refleksi (reflective). penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. setiap siklus diadakan tes akhir siklus. penekanan utama dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar. data dikumpulkan dengan melalui observasi dan tes setiap akhir siklus. penelitian ini dianalis melalui analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika pada konsep kubus dan balok setelah penerapan Metode CPDL (Ceramah plus demonstrasi dan latihan). Hasil analisis hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan 17 orang (47,22%) siswa yang mencapai nilai 75 keatas, dan 19 orang (52,78%) siswa siswa yang mencapai nilai kurang dari 7. akhir siklus II dari 36 siswa, 35 orang (97,22%) siswa telah mencapai nilai 75 keatas, dan hanya 1 orang (2,78%) yang mencapai nilai kurang dari 75. kesimpulan penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa pada konsep kubus dan balok dapat ditingkatkan dengan Metode CPDL (Ceramah plus demonstrasi dan latihan), sehingga Metode ini layak dikembangkan dan diaplikasikan pada siswa kelas VIII SMP khususnya di Kabupaten Maros. Kata Kunci: metode CPDL, hasil belajar, matematika.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top