Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal As-Salam: 82

(searched for: journal_id:(4344324))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Rupiah
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 364-378; doi:10.37249/as-salam.v4i2.198

Abstract:
Madrasah sudah menerapkan program full day school, program ini selain memiliki kekuatan dan kebaikan juga memiliki problematika tersendiri. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan program full day school serta apa problematikanya. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa madrasah sudah menerapkan program full day school, dalam menerapkan program ini pembelajaran berakhir pada pukul 14.40 WIB dilanjutkan dengan program ekstrakurikuler dan sholat asar berjamaah guru dan siswa, barulah siswa diperbolehkan pulang. Adapun problematika paling besar yang ditemukan berupa kelelahan pada siswa, sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan maksimal. Problematika lain berupa siswa yang tidak membawa bekal berupa makanan dan minuman, serta kurangnya waktu siswa bersosialisasi dan membantu orang tua karena siswa harus pulang di sore hari. Pihak sekolah sudah berupaya mengatasi problematika yang dihadapi, tetapi belum bisa mengatasi masalah dengan maksimal. Program full day school sebaiknya dievaluasi serta dihentikan untuk sementara, hingga ditemukan program belajar yang lebih baik.
Yunie Amalia Rakhmyta, Rusmiati
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 379-390; doi:10.37249/as-salam.v4i2.186

Abstract:
Idiomatic expressions are expressions whose meanings cannot be derived from their literal meaning. Thus, it is viewed as a challenging part for EFL learners in either understanding or practicing them. However, using them in oral spoken adequately signifies that someone is a proficient English user. This research is carried out to depict the learner's application of idiomatic expressions in spoken English. It is performed to address the accompanying examination questions: (1) Do EFL learners of the English Department in IAIN Takengon use idiomatic expressions in speaking? (2) What type of idioms do they produce in speaking? (3) What is the most frequently used idiom type in their speaking?. 20 students' recordings were collected and analyzed using the descriptive qualitative method. The result shows that the learners use idiomatic expressions. The learners produced only three types of idiomatic expressions, namely phrasal verb idiom, tournures idiom, and irreversible compound idiom. Of all, phrasal verb idiom is the most frequently used. It is suggested that the learners are encouraged to be exposed to English more often to apply more idiomatic expressions in their speaking.
Mukhlis Lbs, Muhammad Hasyimsyah Batubara
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 318-331; doi:10.37249/as-salam.v4i2.211

Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metode pendidikan Islam dan pengaplikasianya. Pendekatan kajian diprogram dengan pendekatan kepustakaan, dimana data investigasi dihimpun dari sumber literature. Untuk pengambilan data yaitu dengan menghimpun rujukan tentang ranah kajian, selanjutnya menelisik karya pihak yang diteliti, kemudian megumpulkan karya dari sumber dan pihak lain berkenaan pandangan pihak yang diteliti. Setelah terkumpul selanjutnya data penelitian diulas memakai pendekatan interpretasi atau analisis konsep. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metode pendidikan Islam dan pengaplikasianya dapat ditinajau dalam: Pertama, sistem pengelolaan pendidikan. Kedua, kurikulum dan bahan ajar pendidikan Islam. Ketiga, metode, proses dan evaluasi pengajaran pendidikan Islam. Keempat, relasi peserta didik dan pendidik dalam penyelenggaraan pendidikan.
Rofiqotul Aini, Moh. Nurul Huda
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 345-363; doi:10.37249/as-salam.v4i2.222

Abstract:
Era revolusi Industri 4.0 ditandai dengan melejitnya arus teknologi dan informasi. Kurikulum pendidikan juga harus menyesuaikan dengan berubahnya zaman. Kurikulum 2013 yang sekarang ini digunakan mengalami beberapa revisi sebagai upaya penyempurnaan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perubahan zaman. Dampak dari revisi tersebut juga mengharuskan revisi terhadap buku ajar. Kualitas buku ajar harus dipertanyakan dan ditelaah kembali supaya buku yang digunakan sesuai dengan perkembangan zaman dan juga sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Berangkat dari kegelisahan ini, penelitian tentang analisis kualitas buku ajar PAI sangatlah penting untuk diteliti. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui kualitas buku ajar PAI Tingkat SMP kelas VII. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen berdasarkan pada standar BSNP yaitu penilaian kualitas kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan. Penelitian ini adalah study literature dengan menggunakan analisis data content analysis. Analisis kualitas buku ajar dilakukan secara sistematik, objektif, dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh adalah: pertama, penilaian komponen isi memperoleh skor 88 dengan persentase sebesar 91,67%; kedua, penilaian komponen penyajian memperoleh skor 54 dengan persentase sebesar 90%; ketiga, penilaian aspek bahasa mendapatkan skor 47 dengan persentase 97%, keempat, penilaian aspek kegrafikaan memperoleh skor 197 dengan persentase 94,71%. Secara keseluruhan hasil analisis kualitas buku ajar PAI dilihat dari empat komponen penilaian adalah 93,68% dengan predikat sangat layak.
Nurmalina
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 332-344; doi:10.37249/as-salam.v4i2.206

Abstract:
Penerapan sistem pembelajaran moving class menjadikan guru bidang studi berkewajiban terhadap pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran dikelas bidang studi yang diampunya. Penelitian ini bermaksud untuk memahami implementasi sistem pembelajaran moving class untuk meningkatkan pengelolaan sarana serta prasarana pendidikan pada SMP Negeri 1 Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yang menjadi subjek penelitian pada penelitian ini yaitu kepala sekolah dan wakil bidang kurikulum serta guru bidang studi. Metode penghimpunan data dengan observasi, interview serta studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan sistem pembelajaran moving class di SMP Negeri 1 Simpang Mamplam adalah: (a) sarana dan prasarana pembelajaran lebih terpelihara; (b) pengadaan sarana pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan media pembelajaran masing-masing bidang studi; (c) guru bidang studi menjadi penanggung jawab sarana pembelajaran di kelasnya; (d) kerusakan sarana dan prasarana pembelajaran dapat diminimalisir; (e) guru bidang studi berusaha mewujudkan suasana kelas yang memikat dan menyenangkan dengan membuat kreasi mading, pojok baca, tempat duduk yang bervariasi, serta penyediaan map gantung untuk hasil kerja siswa dikelas tersebut, dengan harapan peserta didik merasa senang dan termotivasi dalam belajar yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkatan mutu SMP Negeri 1 Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen.
Maskuri, Muhammad Riza, Subardi
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 284-300; doi:10.37249/as-salam.v4i2.223

Abstract:
Lembaga pendidikan Islam Dayah merupakan tradisi belajar mengajar Islam yang telah ada sejak masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara pada abad ke-8 Masehi. Perkembangan institusi Dayah sejak kemunculannya mengalami pasang surut dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberikan interpretasi atas perubahan institusi pendidikan Islam Dayah pasca kemerdekaan Indonesia yang menjadi momentum kebangkitannya pasca penjajahan dan perkembangannya pasca reformasi, khususnya sejak ditetapkannya Undang-Undang Pemerintahan Aceh No.11 Tahun 2006. Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Dayah di Aceh. Untuk menggali data terkait, penelitian ini melakukan wawancara terhadap sejumlah informan yang terdiri dari Praktisi Dinas Pendidikan, Abu, Teungku dan pengurus Dayah di Aceh. Untuk mendukung data terkait, penelitian ini juga menggunakan observasi dan studi dokumenter tentang Dayah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Dayah pasca kemerdekaan Indonesia sangat dipengaruhi oleh jaringan Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan yang dikembangkan oleh Abuya Syeikh Muhammad Wali Al-Khalidy. Sementara itu, perkembangan Dayah pasca reformasi mulai bergeser pengelolaannya dari pola berbasis masyarakat menjadi berbasis pemerintahan dengan melibatkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah berupa pengawasan, pengawasan mutu dan penguatan kapasitas manajerial sebagai wujud implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006.
Imam Munandar
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 260-268; doi:10.37249/as-salam.v4i2.214

Abstract:
This research tries to look closely at the background, organizing principle, and how the English in Focus coursebook is designed. To figure out the answer, the research employs a qualitative study with a descriptive approach. The book itself is analyzed by using three parameters set by Canale and Swain, namely 1. The background, 2.Organizing principle, and 3.Type of the syllabus. The research has found that the book is designed to be used in a target-removed context in the EFL context. Furthermore, the book follows the functional/notional syllabus. The conceptualization of language is designed to follow communicative functions, incorporating Canale and Swain's language model involving linguistic, discourse socio-cultural, and strategic components. Following that, the book integrates other syllabus strands. The functional approach is shown by different language functions presented to students, while the discourse syllabus is realized in the speech acts involving politeness and formal and informal language. The structural syllabus is indicated by the grammar items to be learned by students inductively. However, some issues should be addressed in the book. The strategic competence that underlies the syllabus is limitedly realized in the classroom activities. In this case, the books should consider the tasks that enable students to develop their skills in avoiding communication breakdowns such as turn-taking and repair.
Muhammad Hasyimsyah Batubara, Delfia Herwanis, Dharma
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 301-317; doi:10.37249/as-salam.v4i2.207

Abstract:
Reading comprehension is a skill that must be possessed by students so that they can take the main ideas of the text correctly. Based on researchers' observations, almost all students at SMA N 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara experienced difficulty reading comprehension skills. The researcher applied (OK5R Strategy) to determine its effect on students' reading comprehension of descriptive texts. This research uses quantitative methods with the type of experimental research and data collection using observation and tests. The sample used in this study was X IPA3 as an experimental class and X IPS2 as a control class, each consisting of 20 students. The findings on using the OK5R strategy positively affect the learning achievement of students' reading comprehension in grade X SMA N 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara. Based on these results, teachers can practice this strategy in the teaching and learning process.
Lola Mandasari, Elfi Rahmadhani, Septia Wahyuni
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 269-283; doi:10.37249/as-salam.v4i2.205

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran umum efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah analisis kompleks selama masa pandemic Covid 19 ditinjau dari hasil belajar dan respon mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI Tadris Matematika IAIN Takengon yang mengambil mata kuliah analisis kompleks. Efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah analisis kompleks ditinjau dari hasil belajar mahasiswa yang diperoleh mahasiswa pada akhir semester, dan respon mahasiswa yang diukur menggunakan angket secara online dengan menggunakan google form. Angket berisikan pernyataan terkait respon mahasiswa dengan menggunakan skala Guttman, dan kemudian dihitung persentasenya untuk menentukan kriteria interpretasi skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83 % mahasiswa tuntas belajar pada mata kuliah analisis kompleks, sisanya 17% tidak tuntas. Persentase rata-rata ketuntasan belajar mahasiswa yang mengambil mata kuliah analisis kompleks sebesar 78,75%, dengan tingkat capaian efektivitas “cukup efektif”. Hasil perhitungan persentase respon mahasiswa terhadap perkuliahan daring pada mata kuliah analisis komplek adalah 42% dengan kriteria interpretasi “cukup efektif”. Dari dua penemuan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas perkuliahan analisis kompleks secara daring masih dalam kategori “cukup efektif”, karena masih banyak kendala dan keterbatasan yang dihadapai oleh mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaannya.
Abdullah Syifa
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 180-194; doi:10.37249/as-salam.v4i2.210

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan e-learning dengan model evaluasi CIPP. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penarikan sampel menggunakan metode Slovin dengan jumlah responden 122 mahasiswa. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert yang disusun oleh peneliti yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kepada 54 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif atas evaluasi penggunaan e-learning pada program studi Psikologi Islam IAIN Pontianak. Evaluasi aspek konteks disimpulkan dalam kategori baik, dengan rincian nilai rata-rata untuk mengukur variabel kepercayaan diri pada aspek konteks sebesar 8,87. Variabel lingkungan dan budaya belajar berbasis TIK pada aspek konteks memiliki nilai rata-rata responden sebesar 6,17, sedangkan variabel pengetahuan mahasiswa tentang e-learning nilai rata-rata keseluruhan 9,07. Evaluasi aspek input termasuk pada kategori baik, dengan rincian variabel keterampilan mahasiswa dalam menggunakan komputer/laptop dan perlengkapan sebagai pendukung perkuliahan dengan rata-rata keseluruhan respon 9,41. Nilai rata-rata keseluruhan pada variabel kemampuan menggunakan internet untuk aktivitas perkuliahan responden sebesar 22,39. Evaluasi aspek proses disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah melakukan aktivitas dan keaktifan selama pembelajaran berbasis e-learning dengan nilai rerata 27,48 dan termasuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan dari hasil evaluasi aspek produk adalah mahasiswa memiliki penguasaan materi perkuliahan keterampilan yang tinggi dengan rata-rata respon 22,65.
Elismarwati
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 231-245; doi:10.37249/as-salam.v4i2.187

Abstract:
Pandemi Covid-19 telah membuat perubahan besar di sektor pendidikan, terutama sekolah. Sekolah di seluruh Indonesia saat pandemi Covid-19 didorong melakukan pembelajaran secara online. Persepsi guru Pendidikan Agama Islam terhadap pembelajaran berpengaruh terhadap proses pendidikan, demikian juga halnya persepsi guru terhadap kebijakan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi guru terhadap pembelajaran dan kebijakan pendidikan selama pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa guru merasa tidak puas terhadap pembelajaran yang dilakukan secara online, pembelajaran secara online belum berjalan dengan efektif, guru juga masih kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran secara online dan kesulitan dalam menguasai alat pengajarannya. Persepsi guru terhadap kebijakan pendidikan menunjukkan hal baik, karena sekolah siap dalam hal kebijakan, peraturan serta infrastruktur TIK berupa internet. Jaringan internet yang ada disekolah sangat membantu guru yang kesulitan untuk mendapatkan sinyal di rumah, sehingga guru dapat melaksanakan pembelajaran online dari sekolah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Awal Kurnia Putra Nasution, Nurul Qomariyah Ahmad
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 195-204; doi:10.37249/as-salam.v4i2.219

Abstract:
Online learning has been chosen to be applied in all tertiary institutions in Indonesia; this also applies to IAIN Takengon. Student perception is one of the determinants of the success of the learning that is carried out. The purpose of writing this article is to find out how students' perceptions of online learning have been implemented and the factors that influence these perceptions. The research method used is an online survey using google form. The results showed that students' perceptions of online learning were not very good; this was caused by several factors, such as poor internet access, burdensome internet quota, difficulty communicating with lecturers, so students were not ready to use applications when online learning was carried out. There needs to be much improvement in the online learning system implemented; this indicates that universities are not ready to carry out online lectures.
Firmansyah, Ega Gradini
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 246-259; doi:10.37249/as-salam.v4i2.184

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan daya serap ujian nasional mata pelajaran matematika SMP/MTs Tahun 2019 di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Metode ini digunakan untuk memetakan daya serap materi ujian nasional matematika SMP/MTs Tahun 2019 di Kabupaten Aceh Tengah. Selain itu dibandingkan daya serap untuk beberapa kelompok sekolah yang ada di Kabupaten Aceh Tengah. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi laporan hasil ujian nasional oleh Pusat Penilaian Pendidikan (PUSPENDIK) Kemdikbud RI. Data yang dianalisis adalah data penguasaan materi/daya serap mata pelajaran matematika seluruh satuan pendidikan SMP/MTs di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2019. Analisis data menunjukkan rata-rata daya serap UN matematika SMP/MTs Tahun 2019 di Kabupaten Aceh Tengah pada materi bilangan, aljabar, serta geometri dan pengukuran berada pada kategori kurang (≤ 55%). Adapun rata-rata daya serap materi statistika dan peluang berada pada kategori cukup. Pada materi bilangan, indikator dengan daya serap terendah adalah “menganalisis masalah tentang kreasi deret aritmatika yang baru”. Pada materi aljabar, indikator dengan daya serap terendah adalah “menganalisis masalah tentang persamaan linear dua variable”. Pada materi geometri dan pengukuran, indikator dengan daya serap terendah adalah “menghitung panjang unsur tertentu dalam kesebangunan”. Pada materi statistika dan peluang, indikator dengan daya serap terendah “menganalisis masalah yang berhubungan dengan pemusatan”.
Darmi
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 205-215; doi:10.37249/as-salam.v4i2.221

Abstract:
The Covid-19 pandemic has caused many changes in the education sector; learning is currently being carried out by paying attention to social distancing, resulting in very significant changes in learning methods. Learning Islamic Religious Education is one that is affected by this. The purpose of this article is to find out how the learning process of Islamic Religious Education during the Covid-19 pandemic, the learning media used, the effectiveness of learning, and the challenges faced. The research method used is library research, where this article will describe the latest and updated conditions of Islamic Religious Education learning. The results showed that learning Islamic Religious Education was carried out without face-to-face. Learning was carried out online, starting from the elementary school level to college; only at the early childhood level learning was carried out at home. The learning media used are entirely technology-based by utilizing the internet. The effectiveness of learning cannot be concluded because of the lack of data sources. The big challenge faced is the decline in student morale when learning is done online. It takes a special good learning format for learning Islamic Religious Education so that the learning objectives can be achieved.
Delfia Herwanis, Susidamaiyanti
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 216-230; doi:10.37249/as-salam.v4i2.185

Abstract:
Teks Deskriptif merupakan salah satu materi yang diajarkan pada Mata kuliah Writing II bagi mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris Semester II. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif dalam Bahasa Inggris bagi mahasiswa Prodi TBI melalui Clustering Technique. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi TBI Semester II TA 2018/2019 berjumlah 11 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data awal diperoleh dari hasil evaluasi kemampuan menulis teks deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan menulis teks desriptif melalui clustering technique mahasiswa Prodi TBI Semester II TA 2018/2019 di STAIN Gajah Putih Takengon.
Rosliana Harahap
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 167-179; doi:10.37249/as-salam.v4i1.144

Abstract:
Mathematical literacy is the capacity of individuals to formulate, use and interpret mathematics in various contexts. Mathematical literacy skills consist of 6 levels, level I, II, and III are low level thinking abilities while level IV, V and VI are high level thinking abilities. These levels can be measured using PISA questions, PISA questions are arranged with content, context and process. Mathematical literacy ability can develop human mindset so that it can find solutions to every problem. This research was conducted to determine the level of literacy ability of students in the first semester of TMA IAIN Takengon TA. 2019 / 2020. This study uses a quantitative description approach. population and sample of 11 students in semester I of TMA IAIN Takengon. The students will be given a math literacy ability test which will be calculated on average. The results of the 11 students' mathematical literacy ability test at level I have an average score of 68.18 so that the mathematics literacy ability of students is in the moderate category, at level II the average score of the student is 69.09 in the medium category, level III average score students are 67.72 in the medium category, the average level IV score of students is 51.81 in the low category, at level V the average score of students is 45 in the low category and at level VI the average score of students is 28.63 in the category low. And the score of 11 students' mathematical literacy ability is 55,076 in the low category. Because the overall mathematical literacy ability of students in the category is low so it must be done innovation and development of appropriate learning models so that students' mathematical literacy skills are even better. Keywords: Literacy ability, Mathematics, PISA Abstrak: Kemampuan literasi matematika adalah kapasitas individu untuk memformulasikan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Kemampuan literasi matematika dapat mengembangkan pola pikir manusia sehingga dapat menemukan solusi dari setiap masalah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi mahasiswa semester I TMA IAIN Takengon TA. 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kuantitatif. Dengan populasi dan sampel seluruh mahasiswa semester I TMA IAIN Takengon yang berjumlah 11 orang. Mahasiswa akan diberikan tes kemampuan literasi matematika yang selanjutnya nilainya akan dihitung rata-ratanya. Hasil tes kemampuan literasi matematika 11 mahasiswa tersebut pada level I memilki rata-rata nilai 68,18 sehingga kemampuan literasi matematika mahasiswa dalam kategori sedang, pada level II rata-rata hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 69,09 dalam katerogi sedang, pada level III nilai rata-rata hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 67,72 dalam kategori sedang, pada level IV rata-rata nilai hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 51,81 dalam kategori rendah, pada level V nilai rata-rata kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 45 dalam kategori rendah dan pada level VI rata-rata nilai kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 28,63 dalam kategori rendah. Dan nilai rata-rata kemampuan literasi matematis 11 mahasiswa tersebut adalah 55,076 dalam kategori rendah. Karena kemampuan literasi mahasiswa matematika dalam kategori rendah maka perlu dilakukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika mereka. Kata Kunci : Kemampuan literasi, Matematika, PISA
Muhammad Hasyimsyah Batubara, Muhammad Gita Swara Mahardhika
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 61-78; doi:10.37249/as-salam.v4i1.175

Abstract:
Today students’ are sometime less interested in understanding active and passive voice, so that when they learn it, there is a lot of incomprehension in understanding it, especially in transforming active to passive voice. This research are to know and to find out the most dominant the students’ difficulties in transforming active to passive voice form at fourth semester students’ STAIN Gajah Putih Takengon Aceh in 2017/2018 Academic Year. This study was conducted using a qualitative approach. The source of the data for this study was taken at fourth semester students’ of English Department of STAIN GP Takengon Aceh. Besides, the source of data in this research also a grammar lecturer. The technique of data collection were used observation, documentation, and interviews technique. The data analysis were used the Miles and Huberman’s models, including reduction of data, display, and conclusions; drawing/verifying. The outcomes of analysis, the researcher found the most dominant students’ difficulties in changing active to passive voice were: difficulties in determining subject, difficulties in using auxiliary verb be, and difficulties in using verb3 in passive voice and most dominant difficulties was found in form of past continuous they are not able to understand well, due to still use tools (dictionary). Based on the findings of this study, the researcher concluded that some students’ have a fairly good ability in understanding passive voice form, but some of the other students’ must also improve their understanding in English grammar. Keywords: Active and Passive Voice, Analysis, Students’ Difficulties Abstrak: Dewasa ini mahasiswa terkadang kurang tertarik untuk memahami bentuk active dan passive voice, sehingga ketika mereka mempelajarinya, ada banyak kesulitan dalam memahaminya, terutama dalam mengubah bentuk active menjadi passive. Penelitian ini untuk melihat dan mengetahui kesulitan paling dominan dalam mengubah bentuk active menjadi passive mahasiswa semester empat prodi bahasa Inggris STAIN Gajah Putih Takengon Aceh pada Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini diambil dari mahasiswa semester empat prodi bahasa Inggris STAIN Gajah Putih Takengon Aceh dan dosen prodi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil analisis, peneliti menemukan kesulitan siswa yang paling dominan dalam mengubah active menjadi passive adalah: kesulitan dalam menentukan subjek, mengunakan auxiliary verb be, dan kesulitan dalam menggunakan kata kerja bentuk ke 3, dan yang paling dominan ditemukan kesulitan dalam merubah past continuous, sehingga membutuhkan alat (kamus). Berdasarkan temuan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa beberapa mahasiswa memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memahami bentuk passive, tetapi beberapa siswa lain harus meningkatkan pemahaman mereka dalam tata bahasa Inggris. Kata Kunci: Active dan Passive Voice, Analisis, Kesulitan Siswa
R Mochamad A
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 124-142; doi:10.37249/as-salam.v4i1.168

Abstract:
This study aims to analyze the salat movements associated with Covid-19 and economic turbulence. The secret in the salat movement gives health to the human body. By continuing to carry out the obligation of salat as a Muslim, and the current economic condition shaken by Covid-19, could become one of the strongholds of economic turbulence. Data is taken from content in the form of stages of ablution and salat movement, secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), World Health Organization (WHO), International Monetary Fund (IMF), and Worldbank. This study uses a content analysis methodology, with a Hahslm theory approach that integrates Covid-19, Islamic economics and religiosity and the Koran. The results show that health, patience and religiosity can strengthen the resilience of Covid-19 as well as by offering salat to face the economic crisis. Keywords: Islam, Health, Salat Movement, Covid-19, Economy Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan sholat yang berkaitan dengan Covid-19 serta turbulensi ekonomi. Rahasia dalam gerakan shalat memberikan kesehatan bagi tubuh manusia. Dengan tetap menjalankan kewajiban salat sebagai seorang umat Islam, dan keaadan ekonomi saat ini yang tergunvang oleh Covid-19 bisa menjadi salah satu benteng pertahanan terhadap turbelensi ekonomi. Data diambil dari konten berupa tahapan wudu dan gerakan salat, data sekunder diperoleh dari Biro Pusat Statistik (BPS), World Health Organization (WHO), International Monetary Fund (IMF), dan Worldbank. Studi ini menggunakan metodologi analisis konten, dengan pendekatan teori Hahslm yang mengintegrasikan Covid-19, ekonomi dan religiusitas Islam dan Al-Quran. Hasil menunjukkan bahwa kesehatan, kesabaran, dan religiusitas dapat memperkuat ketahanan diri dari Covid-19 serta dengan salat untuk menghadapi krisis ekonomi. Kata-kata kunci: Islam, Kesehatan, Gerakan Shalat, Covid-19, Ekonomi
Rohman
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 152-166; doi:10.37249/as-salam.v4i1.161

Abstract:
This study aims to show the application of the strategy and Madrasah leadership management towards quality improvement of education. The location of the study was conducted at Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta). This type of research is a qualitative descriptive and data collection method is done by non-participant observation, in-depth interviews, and documentation. The result shown that the head of madrasah had applied strategic steps towards quality improvement of education. The priority in teachers’ training to improve their skill and learning process among students in three domains; academic, tahfidz and research. In optimizing these steps madrasah collaborates with education stakeholders, universities, training centers, academics and the community to provide guidance and assistance in improving the learning process in the internal madrasah. Besides the head of the madrasah manage activities by distributing responsibilities to each field in the madrasah organization. In addition, the relationship between the headmaster and its member are built through an intensive dialogical approach and open communication with the aim that works can be carried out together in order to improve the quality of education. Keywords: Strategy, Management, Quality of Education, Madrasah Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan penerapan strategi dan pengendalian kepemimpinan Madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Lokasi penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan berupa prioritas pada kegiatan pelatihan terhadap guru untuk meningkatkan skil mereka, dan prioritas peningkatan proses pembelajaran di kalangan siswa dalam tiga ranah yaitu akademis, tahfidz, dan riset. Dalam optimalisasi langkah-langkah tersebut pihak madrasah melakukan kerja sama dengan para stakeholders pendidikan, yakni perguruan tinggi, balai pelatihan, akademisi dan masyarakat guna memberi bimbingan dan pendampingan dalam meningkatkan proses pembelajaran di internal madrasah. Sementara pengendalian yang dilakukan kepala madrasah terhadap aktivitas kerja dengan cara mendistribusikan tanggung jawab terhadap masing-masing bidang dalam organisasi madrasah. Di samping itu hubungan kepala madrasah dengan bawahan dibangun dengan pendekatan dialogis dan keterbukaan komunikasi yang intensif dengan tujuan agar aktivitas kerja dapat dilakukan secara bersama-sama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Kata Kunci: Strategi, Pengendalian, Kepemimpinan, Mutu Pendidikan, Madrasah.
Putri Wulan Dhari
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 110-123; doi:10.37249/as-salam.v4i1.169

Abstract:
This study aims to described an language error in scientific article made by lecturer in STAIN Gajah Putih Takengon. The data of this research were taken from four scientific article made by lecturer in STAIN Gajah Putih Takengon. Research data in the form of errors in Indonesian language in spelling, diction, sentences, and paragraphs contained in a scientific article. Data collection techniques in the form of documentary study technique . The research results show that; 1) 753 data errors were found in the total; 2) the most common language errors is in spelling, which is 463 data, 3) errors in diction which is 215 data; 4) errors in the use of sentences of 67 data; and 5) errors in the paragraph aspects were found in 8 data.Keywords: language errors, scientific article Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam artikel ilmiah dosen STAIN Gajah Putih Takengon. Sumber data penelitian ini adalah empat artikel ilmiah dosen STAIN Gajah Putih Takengon. Data penelitian berupa kesalahan berbahasa Indonesia dalam ejaan, diksi, kalimat, dan paragraf yang terdapat dalam artikel ilmiah. Teknik pengumpulan data berupa teknik studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) ditemukan kesalahan berbahasa sebanyak 753 data secara keseluruhan; 2) kesalahan berbahasa yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan pada ejaan, yaitu sebanyak 463 data; 3) kesalahan dalam pemilihan kata (diksi), yaitu sebanyak 215 data; 4) kesalahan dalam pemakaian kalimat sebanyak 67 data; dan 5) kesalahan pada aspek pemaragrafan ditemukan sebanyak 8 data.Kata kunci: kesalahan berbahasa, artikel ilmiah
Nurul Qomariyah Ahmad, Suminah, Ruri Amanda
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 95-109; doi:10.37249/as-salam.v4i1.166

Abstract:
The mualaf community of Kala Hamlet, Wih Ilang Village , Central Aceh Regency, Aceh Province, embraced Islam simultaneously and massively. They are Karo Catholics who previously lived in the Karo District of North Sumatra Province. One of the reasons for the transfer of the Karo community to the Kala hamlet was to make a living. The transfer process has been going on since the 1990. It takes process and effort to become a good Muslim. The purpose of this research is to know the religious transformation in the field of worship. This research uses descriptive qualitative with in-depth interview techniques, FGD, documentation and observation. The validity of the data uses triangulation techniques with Milles and Hubberman analysis . Based on the results of the study, it was found that the converts of the people of Kala underwent a process of transforming religious life in the field of worship by committing to perform worship according to Islamic teachings properly and correctly , despite the limited conditions and constraints when embracing Islam had been 30 years old . thus causing them to experience delays in understanding the Koran reading and prayer reading in worship rituals. In addition there are still many practices of compassion that they have not yet understood and will result in suboptimal levels of worship. Keywords: Transformation, Religious, Mualaf Abstrak: Masyarakat mualaf Dusun Kala Desa Wih Ilang Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh memeluk agama Islam secara serempak dan masif. Mereka merupakan keturunan suku Karo beragama Katholik yang sebelumnya berdomisili di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Salah satu alasan perpindahan masyarakat Karo tersebut ke Dusun Kala untuk mencari penghidupan. Proses perpindahan sudah berlangsung sejak tahun 1990-an. Dibutuhkan proses dan usaha agar menjadi seorang Muslim yang baik. Tujuan dari penelitian ini mengetahui transformasi keagamaan pada bidang ibadah. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, FGD, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan analisis Milles and Hubberman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa masyarakat mualaf Dusun Kala menjalani proses transformasi kegamaan pada bidang ibadah dengan berkomitmen menjalankan ibadah sesuai ajaran Islam secara baik dan benar, walaupun kondisi yang terbatas serta mengalami kendala ketika memeluk agama Islam sudah berusia 30 tahun. sehingga menyebabkan mereka mengalami keterlambatan dalam memahami bacaan Alquran maupun bacaan doa dalam ritual ibadah. Selain itu masih banyak praktik ibadah yang belum mereka pahami dan akan berakibat tidak optimalnya tataran ibadah. Kata Kunci: Transformasi, Keagamaan, Mualaf
Mukhlis Lbs
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 79-94; doi:10.37249/as-salam.v4i1.170

Abstract:
The aim of this research is to look at the thoughts of the founder of NU KH. Hasyim Ash'ari on the concept of education so that it can be obtained comprehensively. This research model is carried out using a library-research approach, in collecting data carried out by collecting references on the topic being studied, tracing the work of the character being studied, and looking for the work of other parties with regard to the thought of Hadratus Shaykh Hasyim Asy'ari ideologically, social, cultural and religious. The research data consisted of primary sources and secondary data. After the research data has been collected, it is processed by reading and classifying its contents, then data interpretation is carried out through the content of ideas or concept analysis. The findings in this research are that KH. Hasyim Ash'ari on the concept of education: First, it is seen from the aspect of the relationship between science and religion that cannot be separated. Secondly, education must contain moral values through aesthetic values with sufistic breath. Third, applying the principles of ahl as-Sunnah wa al-Jamaah (tawazun, tawassuth, ta‘adul and tasamuh) in the implementation of education. Keywords: KH. Hasyim Ash'ari, Thought, Education Abstrak: Penelitian ini tujuannya melihat pemikiran pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari terhadap konsep pendidikan sehingga dapat diperoleh dengan komprehensif. Model penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kepustakaan (library-research), dalam pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan rujukan mengenai topik yang sedang kaji, menelusuri karya tokoh yang sedang diteliti, dan mencari karya pihak lain yang berkenaan dengan pemikiran Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari secara ideologis, sosial, kultural dan keagamaan. Data penelitian terdiri dari sumber primer dan data sekunder. Setelah dikumpulkan data penelitian diolah dengan dibaca dan diklasifikasikan isinya, selanjutnya dilakukan interpretasi data melalui isi gagasan atau analisa konsep (conten analysis).Temuan dalam penelitia ini bahwa pemikiran KH. Hasyim Asy’ari terhadap konsep pendidikan: Pertama, dilihat dari aspek hubungan ilmu dan agama yang tidak bisa dipisahkan. Kedua, pendidikan harus memuat nilai-nilai moral melalui nilai-nilai estetis yang bernafaskan sufistik. Ketiga, menerapkan prinsip-prinsip ahl as-Sunnah wa al-Jamaah (tawazun, tawassuth, ta‘adul dan tasamuh) dalam pelaksanaan pendidikan. Kata kunci: KH. Hasyim Asy’ari, Pemikiran, Pendidikan
Rini Yusmarti, Yasir Arafat, Dessy Wardiah
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 143-151; doi:10.37249/as-salam.v4i1.160

Abstract:
The focus of this research is on the supervisory management of academic supervisors at MTs Negeri 2 Ogan Ilir. The research objective is to look at how to manage academic supervision in MTs Negeri 2 Ogan Ilir, such as planning, implementing, evaluating, and following up on academic supervision. This research uses a qualitative approach. The results obtained from the perspective of academic supervision planning at MTs Negeri 2 Ogan Ilir can be said to work well with the supervision planning program. Academic oversight by supervisors at MTs Negeri 2 Ogan Illir has been carried out but not yet optimal because the frequency of visits is still lacking. An evaluation of academic oversight at MTs Negeri 2 Ogan Ilir has been carried out but not yet effective. The follow-up of the academic supervision conducted by the supervisor in MTs Negeri 2 Ogan Ilir is quite adequate. Keywords: Management, Academic Supervision, and Supervisor. Abstrak: Fokus penelitian ini pada manajemen pengawas akademik pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Ilir. Tujuan penelitian adalah untuk melihat bagaimana mengelola pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir, seperti perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan menindaklanjuti pengawasan akademik. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian diperoleh dari sisi perencanaan pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir dapat dikatakan berhasil dengan baik dengan program perencanaan pengawasan. Pengawasan akademik oleh pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Illir telah dilakukan tetapi belum optimal karena frekuensi kunjungan masih kurang. Evaluasi pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir telah dilakukan tetapi belum efektif. Tindak lanjut dari pengawasan akademik yang dilakukan oleh pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Ilir cukup memadai. Kata Kunci: Manajemen, Pengawasan Akademik, Pengawas.
Carona Elianur
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 37-45; doi:10.37249/as-salam.v4i1.142

Abstract:
This research was conducted to find out the learning media used by islamic education teachers in implementing online learning. This online learning is carried out throughout schools in Indonesia, to prevent the spread of coronavirus (covid-19). The formulation of the problems in this study are: (a) What is the media used by islamic education teachers in Bengkulu in teaching online ?; and (b) What is the response of islamic education teachers in Bengkulu Tengah to online learning ?. This type of research is a descriptive study with a quantitative approach. The research subjects taken were islamic education teachers in Bengkulu Tengah district. Data collection techniques using online questionnaires. The conclusions obtained in this study are: (a). The media used by islamic education teachers in Bengkulu in teaching online is the Whatsapp application and zoom cloud; and (b) islamic education teacher responses in Bengkulu Tengah to online learning the majority of teachers said that online learning was not effective. Keywords: Online Learning Media, PAI Teachers Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui media pembelajaran yang digunakan oleh guru PAI dalam melaksanakan pembelajaran secara daring. Pembelajaran secara daring ini dilakukan diseluruh sekolah di Indonesia, untuk menghambat penyebaran coronavirus (covid-19). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (a) Apa media yang digunakan oleh guru PAI di Bengkulu tengah dalam mengajar secara online?; dan (b) Bagaimana tanggapan guru PAI di Bengkulu Tengah terhadap pembelajaran secara daring?. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yang diambil adalah guru PAI di kabupaten Bengkulu Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket secara online. Kesimpula yang didapat dalam penelitian ini yaitu: (a). Media yang digunakan oleh guru PAI di Bengkulu tengah dalam mengajar secara online adalah aplikasi Whatsapp dan zoom cloud; dan (b) Tanggapan guru PAI di Bengkulu Tengah terhadap pembelajaran secara daring mayoritas guru mengatakan bahwa pembelajaran secara daring tidak efektif. Kata Kunci: Media Pembelajaran Daring, Guru PAI
Barkat Amiruddin
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 28-36; doi:10.37249/as-salam.v4i1.146

Abstract:
Learning from Home Program have started since the covid19 pandemic entered Indonesia. Educators and education staff have implemented this program in schools. The purpose of this study was to determine the perceptions of teaching staff and education staff towards Learning from Home Program, the positive and negative impacts of the Learning from Home Program, and the obstacles in implementing the Learning from Home Program. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted in 4 schools in the Central Bengkulu area, with 72 respondents. The results of the study found that most of the teaching staff and education staff did not like the Learning from Home Program, which was 61.1% or as many as 44 people. Positive impacts of the Home Learning Program, namely: (a) Learning becomes more time-efficient; (b) Train students to be more independent and responsible; (c) Making teachers more creative in making learning media and quizzes and multimedia supporting the learning process; and others. The negative impacts of the Home Learning Program, namely: (a) Reduced communication between teacher and students; (b) Learning becomes more difficult to control; (c) Difficulties in evaluating children; and others. Constraints in the implementation of the Learning from Home Program, namely: (a) Not all students have the tools to support the learning process; (b) Poor internet network in remote areas; (c) Lack of interaction and communication between students and teachers; and (d) There are still students who underestimate online learning. Keywords: Perception, Educators, Educators, Learning from Home Program Abstrak: Program belajar dari rumah sudah mulai dilakukan sejak pandemi covid19 masuk ke Indonesia. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan telah menerapkan program ini disekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terhadap program belajar dari rumah, dampak positif dan negatif Program Belajar dari Rumah, serta kendala dalam penerapan Program Belajar dari Rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 4 sekolah di daerah Bengkulu Tengah, dengan jumlah responden sebanyak 72 orang. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tidak menyukai Program belajar dari Rumah, yaitu sebanyak 61,1% atau sebanyak 44 orang. Dampak positif Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Pembelajaran menjadi lebih hemat waktu; (b) Melatih siswa lebih mandiri dan bertanggung jawab; (c) Membuat guru lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran dan kuis serta multimedia pendukung proses pembelajaran; dan lain-lain. Dampak negatif Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Komunikasi yang berkurang antara guru dan siswa; (b) Pembelajaran jadi lebih susah untuk di control; (c) Kesulitan dalam evaluasi terhadap anak; dan lain-lain. Kendala dalam penerapan Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Tidak semua siswa mempunyai alat pendukung proses pembelajaran; (b) Buruknya jaringan internet di daerah pedalaman; (c) Kurangnya interaksi dan komunikasi antara siswa dan guru; dan (d) Masih ada siswa yang menganggap remeh terhadap pembelajaran daring. Kata Kunci: Persepsi, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, Program Belajar dari Rumah
Imam Munandar
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 46-60; doi:10.37249/as-salam.v4i1.172

Abstract:
The syllabus function as a framework that provide a national standard from which teachers gain a clear target of teaching English in schools. This research is a descriptive study by which it critically reviews the English language syllabus in Singapore, as an advance syllabus at time. The instrument of the review is a set of syllabus review outlined by Chew. This research has found th the at syllabus is seen to be organized around the functional approach which necessitates the language in use. Besides, it conceptualizes language as an integration of linguistics, sociocultural, discourse and strategic competences. Teaching and learning leaning language is heavily put on learning process. It sees language acquisition involves certain processes and strategies, and thus teacher should focus on them. The syllabus implementation faces some challenges. Some teachers have different belief and values from the syllabus and resist the adoption. While the syllabus prescribes the communicative approach, they retain structuralism and behaviorism in teaching and learning the language. This situation is worsened by some technical issues. Some heads of department in schools have weak socialization of the syllabus in their schools, leading it unnoticed by teachers. Some textbooks fail to comply with the approach prescribed in the syllabus and thus demand a larger effort from teachers to select textbooks that accurately reflect the syllabus. Keywords: Chew’s Critical Review of Syllabus, English language syllabus, English Language Teaching Abstrak: Fungsi silabus sebagai kerangka kerja yang menyediakan standar nasional supaya para guru mendapatkan target yang jelas untuk mengajar bahasa Inggris di sekolah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang mengkaji silabus bahasa Inggris secara kritis di Singapura, sebagai silabus lanjutan pada saat itu. Instrumen ulasan adalah seperangkat tinjauan silabus yang digariskan oleh Chew. Penelitian ini menemukan bahwa silabus diorganisir dengan pendekatan fungsional yang mengharuskan bagaimana bahasa digunakan. Selain itu, bahasa dikonsepkan sebagai integrasi linguistik, sosiokultural, wacana dan kompetensi strategis. Mengajar dan belajar bahasa sangat bergantung pada proses belajar. Hal ini terlihat dari penguasaan bahasa melibatkan proses dan strategi tertentu, dan dengan demikian guru harus fokus pada strategi tersebut. Sementara itu, implementasi silabus menghadapi beberapa tantangan. Beberapa guru memiliki kepercayaan dan nilai yang berbeda dari silabus dan menolak untuk di adopsi. Ketika silabus menentukan pendekatan komunikatif, mereka mempertahankan strukturalisme dan behaviorisme dalam mengajar dan belajar bahasa. Situasi ini diperburuk oleh beberapa masalah teknis. Beberapa kepala departemen di sekolah memiliki sosialisasi silabus yang lemah di sekolah mereka, sehingga tidak diperhatikan oleh guru. Beberapa buku teks gagal mematuhi pendekatan yang ditentukan dalam silabus dan karenanya menuntut upaya yang lebih besar dari guru untuk memilih buku teks yang secara akurat yang mencerminkan silabus. Kata Kunci: Analisa kritis silabus Chew, Silabus Bahasa Inggris, Pembelajaran Bahasa Inggris
Abdul Hafiz
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 1-12; doi:10.37249/as-salam.v4i1.150

Abstract:
This research is the result of tracer study alumni of Islamic Education programs for Early Childhood students at STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh. The need for tracer study data for alumni of study programs is needed to map the alumni existence and as an input for evaluating the internal quality of the study programs that have been implemented and taught to alumni. By using the census method, researchers took the entire PIAUD study program alumni, while the key informants in this study were 428 PIAUD Early Study alumni and graduate users. However, after conducting this research a total of 144 graduates were recorded. While supporting informants came from the head of the PIAUD study program, academic staff of STAIN GPA and other information. From this study it was revealed that graduates of the PIAUD study program had worked in various early childhood education institutions, such as being a TPA teacher, family planning teacher, kindergarten/RA teacher, civil servant, school principal, and school supervisor. And the average waiting period for them to get a job is less than one year. Keywords: Tracer Study, Alumni, Islamic Education programs for Early Chilhood Students Abstrak: Penelitian ini merupakan hasil tracer study alumni program studi Pendidikan Islam Anak usia Dini pada Sekolah Tinggi Agama Islam Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Kebutuhan akan data tracer study Alumni Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAIN GPA sangat dibutuhkan untuk memetakan keberadaan alumni serta sebagai bahan masukan evaluasi terhadap mutu internal pelaksanaan program studi yang telah dijalankan dan diajarkan kepada alumni. Dengan menggunakan metode sensus, peneliti mengambil keseluruhan alumni prodi PIAUD, adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah 428 alumni Prodi Pendidikan Islam Anak usia Dini dan pengguna lulusan. Namun setelah melakukan penelitian ini total lulusan yang terdata berjumlah 144 lulusan. Sementara informan pendukung berasal dari ketua prodi PIAUD, staf bagian akademik STAIN GPA dan informasi lainnya. Dari Penelitian ini terungkap bahwa lulusan prodi PIAUD telah bekerja di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini. Mulai dari guru TPA, guru KB, guru TK/RA, PNS, kepala sekolah, maupun pengawas sekolah. Dan rata-rata masa tunggu mereka dalam mendapatkan pekerjaan kurang dari satu tahun. Kata Kunci: Tracer Study, Alumni, Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Badrus Zaman
Jurnal As-Salam, Volume 4, pp 13-27; doi:10.37249/as-salam.v4i1.148

Abstract:
The purpose of this study is to describe the application of the active learning approach in inviting students to be able to think critically, be more creative, able to take roles, and be able to apply them. The research model is library research, research data from primary sources and secondary data. Then the data is processed by concept analysis. The conclusion of this study in the learning of PAI needs to be built an atmosphere such as encouraging learning is very important to attract students' interest in absorbing and interpreting the lessons that have been delivered by educators. Contextualizing the PAI material with other materials will make the students' understanding more comprehensive and integrate it with other subjects that can be easily understood. When a student understands the material received, the educator can ensure that the student is able to contextualize the material. Creativity and foresight of educators on social and cultural conditions must be able to illustrate the PAI material so that the material does not seem outdated and can be applied in appropriate conditions and conditions. This is also to facilitate students in understanding the material and its implementation in real life. Keywords: Implementation of Active Learning, PAI Learning Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk memaparkan penerapan pendekatan active learning dalam mengajak peserta didik untuk mampu berpikir kritis, lebih kreatif, mampu mengambil peran, dan mampu menerapkannya. Model penelitian ini adalah library-research, data penelitian dari sumber primer dan data sekunder. Kemudaian data-data ini diolah degan analisa konsep. Kesimpulan peneletian ini dalam pembelajaran PAI perlu dibangun suasana seperti pembelajaran yang menggembirakan sangat penting untuk menarik minat peserta didik dalam menyerap dan menginterpretasikan pelajaran yang telah disampaikan oleh pendidik. Dengan mengkontekstualkan materi PAI dengan materi yang lain, akan membuat pemahaman peserta didik menjadi lebih menyeluruh dan mengintegrasikannya dengan mata pelajaran lain yang dapat dengan mudah untuk dipahami. Ketika seorang peserta didik memahami materi yang diterima, maka pendidik bisa memastikan bahwa peserta didik tersebut mampu mengkontekstualkan materi tersebut. Kreativitas dan kejelian pendidik terhadap kondisi sosial dan budaya, harus mampu mengilustrasikan materi PAI agar materi tidak terkesan ketinggalan zaman dan mampu diterapkan dalam keadaan dan kondisi yang sesuai. Hal ini juga untuk memudahkan peserta didik dalam pemahaman materi serta implementasinya dalam kehidupan nyata. Kata Kunci: Penerapan Active Learning, Pembelajaran PAI
Ali Umar
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 67-75; doi:10.37249/as-salam.v3i3.138

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Mochammad Jiva Agung Wicaksono
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 90-101; doi:10.37249/as-salam.v3i3.140

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Munasprianto Ramli, Buchori Muslim,
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 102-115; doi:10.37249/as-salam.v3i3.141

Abstract:
Gagasan integrasi ilmu muncul karena adanya dikotomi atau pemisahan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum lainnya. Seiring dengan perkembangan gerakan integrasi keilmuan khususnya ilmu agama dan sains maka Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta hadir untuk melakukan gerakan integrasi keilmuan ini. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis aspek integrasi Islam berupa Al-Qur’an, hadist, fiqih dan usul fiqih, ayat kauniyah dan sejarah Islam dengan ilmu kimia pada materi pencemaran logam berat menggunakan metode 4S-TMD (Four Step Teaching Material Development). Metode 4S-TMD ini dilakukan dengan menggunakan empat tahap yang harus ditempuh, yang terdiri dari seleksi, strukturisasi, karakterisasi, dan reduksi. Pada tahap seleksi didapatkan 15 konsep kimia terintegrasi keislaman. Pada tahap strukturisasi didapatkan 6 konsep utama kimia terintegrasi keislaman. Pada tahap karakterisasi didapatkan hasil menunjukkan sebagian besar konsep-konsep materi yang terdapat pada bahan ajar tergolong konsep mudah, dengan persentase penulisan ide pokok sebesar 94,72% dan kualifikasi pemahaman mahasiswa angkatan 2015 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap konsep yang terintegrasi dikategorikan baik. Peneliti tidak menggunakan tahap reduksi dikarenakan tingkat keterpahaman mahasiswa sudah baik. Konsep-konsep kimia terintegrasi keislaman ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran terintegrasi keislaman pada program studi pendidikan kimia Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
, , Ewis Niati Simahara
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 76-89; doi:10.37249/as-salam.v3i3.139

Abstract:
PISA menilai sejauh mana siswa yang duduk di akhir tahun pendidikan dasar (siswa berusia 15 tahun) telah menguasai pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk dapat berpartisipasi sebagai warga negara. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kondisi siswa yang tidak terbiasa menghadapi soal berdasarkan komponen PISA di sekolah dapat mengakibatkan dampak psikologis berupa rasa cemas karena anggapan siswa bahwa soal berdasarkan komponen PISA itu sulit untuk diselesaikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian soal berdasarkan komponen PISA terhadap kecemasan belajar matematika pada siswa kelas VIII MTsS Darul Mukhlisin. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal, yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas VIII MTsS Darul Mukhlisin yang berjumlah 100 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII karena untuk populasi sama dengan atau kurang dari 100 sebaiknya diambil semua sebagai sampel. Setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi diperoleh R atau 89, 39% kecemasan belajar matematika dipengaruhi oleh pemberian soal berdasarkan komponen PISA dan sisanya 10, 61% dipengaruhi oleh faktor lain. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa merasa cemas karena tidak mampu menyelesaikan suatu permasalahan atau soal berdasarkan komponen PISA sehingga siswa mengalami gejala fisik, kognitif, dan prilaku.
Abdul Jabar Idhaudin, Akhmad Alim, Abdul Hayyie Al Kattani
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 53-66; doi:10.37249/as-salam.v3i3.137

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Roslaini Roslaini
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 38-47; doi:10.37249/as-salam.v3i2.130

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Asdiana Asdiana
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 9-17; doi:10.37249/as-salam.v3i2.127

Abstract:
Masalah kenakalan remaja pada siswa yang sedang duduk di bangku sekolah bukan saja meresahkan orang tua dan masyarakat, namun juga meresahkan para guru di sekolah. Kenakalan tersebut terkait dengan masa pubertas yang sedang dihadapi, oleh karena itu perlu perhatian dan upaya dari orang tua, masyarakat dan guru yang salah satunya adalah guru pendidikan agama Islam. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dan kendala guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi kenakalan remaja pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Takengon yang sedang mengalami masa pubertas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Sesuai sumber data dapat di ambil langsung dari 20 orang siswa, 1 guru PAI dan 1 wakasek yang ada di SMP Negeri 5 Takengon. Sumber data sekunder adalah buku catatan kasus siswa dan foto kejadian kenakalan remaja. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, interview, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dengan triangulasi teknik. Langkah analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Bentuk kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon yaitu pelanggaran terhadap peraturan tata tertib sekolah, pelanggaran terhadap kegiatan belajar mengajar, pelanggaran terhadap ketenteraman sekolah, dan pelanggaran terhadap etika pergaulan dengan warga sekolah; (2) Faktor-faktor penyebab kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon, yaitu pada dasarnya kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon disebabkan atau ditimbulkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal pada diri siswa itu sendiri, dan faktor eksternal dalam hal ini faktor lingkungan keluarga serta lingkungan sosial (pergaulan antar siswa di sekolah); (3) Upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon adalah dilaksanakan dalam bentuk program sekolah berbasis karakter yang meliputi: (a) aspek pembinaan dan (b) aspek pencegahan kenakalan siswa. Penekanan program kegiatan ini adalah pada pengenalan dan pengamalan nilai-nilai karakter yang diharapkan melalui intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. (4) Kendala guru PAI dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon dapat dikelompokkan dalam dua faktor kendala, yaitu: (a) kendala internal sekolah, dan (b) kendala eksternal.
Imam Munandar
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 1-8; doi:10.37249/as-salam.v3i2.126

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rahmanita Zakaria
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 18-28; doi:10.37249/as-salam.v3i2.128

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rosliana Harahap
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 29-37; doi:10.37249/as-salam.v3i2.129

Abstract:
Kemampuan berpikir kritis matematis adalah kemampuan untuk menganalisis, menafsirkan, menalar, memprediksi, mengevaluasi dan merefleksikan serta dapat mendorong berkembangnya pemahaman dan penghayatan siswa terhadap prinsip, membantu meningkatkan potensi dan rasa percaya diri siswa dalam matematika. Penulis melihat kemampuan berpikir kritis matematis siswa di SMP Negeri 1 Bukit Bener Meriah masih kurang, khususnya pada pelajaran matematika materi Relasi dan fungsi. Oleh sebab itu, peneliti memilih pendekatan pembelajaran Reciprocal teaching sebagai salah satu alternative dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Adapun tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi Reciprocal teaching terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa di SMP Negeri 1 Bukit Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah siswa seluruh kelas VIII sebanyak 120 siswa. Dalam pengambilan sampel penulis menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan pengambilan sampel peneliti memilih kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil perhitungan gain diperoleh peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP N 1 Bukit dalam katagori sedang.
Muhammad Riza
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 48-60; doi:10.37249/as-salam.v3i1.119

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Cut Linda Marheni
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 1-12; doi:10.37249/as-salam.v3i1.112

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Dwi Sukmanila
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 23-35; doi:10.37249/as-salam.v3i1.117

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ali Umar, Nurul Qomariyah Ahmad
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 36-47; doi:10.37249/as-salam.v3i1.118

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Yunie Amalia Rakhmyta
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 13-22; doi:10.37249/as-salam.v3i1.116

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Mustafa Kamal Nasution, Awal Kurnia Putra Nasution
Jurnal As-Salam, Volume 3, pp 61-75; doi:10.37249/as-salam.v3i1.120

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rosliana Harahap
Jurnal As-Salam, Volume 2, pp 34-41; doi:10.37249/as-salam.v2i3.96

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Asdiana Asdiana
Jurnal As-Salam, Volume 2, pp 25-33; doi:10.37249/as-salam.v2i3.95

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Addahri Hafidz Awlawi
Jurnal As-Salam, Volume 2, pp 1-11; doi:10.37249/as-salam.v2i3.93

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Imam Munandar
Jurnal As-Salam, Volume 2, pp 123-133; doi:10.37249/as-salam.v2i3.108

Abstract:
This research has found that the pattern of ranks employed across the level of texts reveal a gradual development; from simple to complex. Namely, in the level of morphology, it shows that the texts develop from limited into varieduse of derivational and inflectional morphemes. This is in line with clause level of analysis in which we find its significant progress from simple clause to clause complex. Furthermore, the analysis of written language in term ofgrammatical function is one of Systematic Functional Grammar (SFG) contribution in language education. It can be a tool used by teachersand educators in assessingstudents’ language competences, especially in regard with students’ syntactic control over language. It can be expected to be an application of assessment that can provide a fundamental overview on how the assessed texts progress and develop. Meanwhile, another implication to language teaching is that it can provide an important view that teachers can rely on when deciding what level of topic leaningsthat suit their students.
Sungkawati Kardi Wahyuningsih
Jurnal As-Salam, Volume 2, pp 118-122; doi:10.37249/as-salam.v2i3.107

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Yunie Amalia Rakhmyta
Jurnal As-Salam, Volume 2, pp 134-141; doi:10.37249/as-salam.v2i3.109

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top