Refine Search

New Search

Advanced search

Results in Journal Health Information : Jurnal Penelitian: 61

(searched for: journal_id:(4333389))
Page of 7
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Nitya Nurul Fadilah
Health Information : Jurnal Penelitian, Volume 12, pp 99-106; doi:10.36990/hijp.vi.193

Abstract:
Hiperurisemia merupakan tingginya kadar asam urat dalam darah dan dapat menimbulkan penyakit gout. Salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi hiperurisemia adalah allopurinol. Penggunaan obat tersebut menimbulkan berbagai efek samping jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Tumbuhan jelatang diketahui mengandung flavonoid yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Studi ini dilakukan untuk menguji aktivitas tanaman jelatang dan untuk mengetahui dosis efektifnya dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah pada mencit. Pada penelitian ini, ekstrak dibuat dengan menggunakan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Uji dilakukan pada mencit yang diinduksi kalium oksonat dan jus hati ayam agar menaikkan kadar asam uratnya. Kemudian hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yakni terdiri dari kelompok kontrol negatif (NaCMC 0,5%BB), kontrol positif (allopurinol 13mg/kgBB), kelompok dosis I (125mg/kgBB), dosis II (250mg/kgBB), dan dosis III (500mg/kgBB). Selanjutnya diukur penurunan kadar asam urat darah mencit pada tiap jam selama 5 jam. Kemudian data penurunan kadar asam urat diolah secara statistik menggunakan metode Anova dan Duncan. Berdasarkan hasil uji pada mencit, ekstrak jelatang memiliki aktivitas antihiperurisemia dengan dosis berturut-turut adalah 500mg/kg BB (89,91%), 250mg/kg BB (73,7%), dan 125 mg/kg BB (63,56%). Catatan PenerbitPolekkes Kemenkes Kendari menyatakan tetap netral sehubungan dengan klaim dari perspektif atau buah pikiran yang diterbitkan dan dari afiliasi institusional manapun. PendanaanPenelitian ini didanai oleh Universitas Perjuangan Tasikmalaya.
Hery Prambudi
Health Information : Jurnal Penelitian, Volume 12, pp 76-85; doi:10.36990/hijp.vi.168

Abstract:
Kandungan flavonoid pada Daun jambu biji berperan untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah, antiinflamasi dan analgetik. Tujuan penelitian ini mengetahui efek analgetik dan pada konsentrasi berapa efek analgetik tersebut pada infus daun jambu biji merah mencit jantan dengan metode rangsangan kimia Jenis penelitian ini eksperimen murni menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor, kemudian diinduksi dengan asam asetat 1%v/v dosis 50 mg/kgBB secara intraperitonial (i.p) sebagai induksi nyeri atau sakit, dibiarkan selama 15 menit. Lalu dilakukan perlakuan pada masing-masing kelompok konsentrasi 10%b/v, 15%b/v, dan 20%b/v. Kemudian digunakan larutan suspensi parasetamol 1% dosis 65 mg/kgBB sebagai kontrol positif, aquadest sebagai kontrol negatif diberikan secara oral. Diamati jumlah geliat yang timbul dalam 5 menit selama 1 jam, lalu ditentukan persentase daya analgetiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infus daun jambu biji merah, memiliki efek analgetik hasil persentase daya analgetik sebesar 87,88% yang mendekati persentase daya analgetik parasetamol sebesar 100%. Catatan PenerbitPolekkes Kemenkes Kendari menyatakan tetap netral sehubungan dengan klaim dari perspektif atau buah pikiran yang diterbitkan dan dari afiliasi institusional manapun.
Lilin Rosyanti, Indriono Hadi
Health Information : Jurnal Penelitian, Volume 12, pp 107-130; doi:10.36990/hijp.vi.191

Abstract:
Stres dan kecemasan adalah reaksi terhadap situasi yang mengancam dan tak terduga seperti dalam wabah pandemi koronavirus. Petugas kesehatan adalah yang paling rentan terhadap hal tersebut. Reaksi terkait stres meliputi perubahan konsentrasi, lekas marah, cemas, susah tidur, berkurangnya produktivitas, dan konflik antarpribadi, dalam kasus selanjutnya, mereka akan mengalami kondisi kejiwaan yang lebih parah, pemisahan dari keluarga, situasi abnormal, peningkatan paparan, ketakutan akan penularan COVID-19, perasaan gagal dalam menangani prognosis yang buruk, fasilitas teknis yang tidak memadai, APD, alat dan peralatan, untuk membantu merawat pasien. Petugas kesehatan mengalami kesulitan mempertahankan kondisi kesehatan fisik dan mental yang berisiko mengalami gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, stres berat, dan kelelahan. Faktor risiko lain yang diidentifikasi adalah perasaan tidak didukung, kekhawatiran tentang kesehatan pribadi, takut membawa infeksi dan menularkannya kepada anggota keluarga atau orang lain, diisolasi, perasaan tidak pasti, stigmatisasi sosial, beban kerja yang berlebihan, dan merasa tidak aman ketika memberikan layanan perawatan dan kesehatan pada pasien COVID-19. Catatan PenerbitPolekkes Kemenkes Kendari menyatakan tetap netral sehubungan dengan klaim dari perspektif atau buah pikiran yang diterbitkan dan dari afiliasi institusional manapun. PendanaanPenulis tidak menerima pendanaan yang sifatnya spesifik untuk kajian ini.
Rizki Muliani, Andria Pragholapati, Irman
Health Information : Jurnal Penelitian; doi:10.36990/hijp.vi.190

Abstract:
Kondisi kritis pada pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif bisa menimbulkan kecemasan pada keluarga. Kecemasan keluarga muncul akibat adanya ancaman kematian, kecacatan, dan biaya perawatan yang mahal. Upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan adalah dengan psikoterapi melalui interaksi komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen ZSAS (Zung-Self Anxiety Scale). Analisa data menggunakan t-test: two-sample assuming unequal variances. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah komunikasi terapeutik adalah 42.73 dan 36.43. Tingkat kecemasan sebelum komunikasi terapeutik yaitu ringan (56.7%) dan sedang (43.3%), dan tingkat kecemasan sesudahnya adalah ringan (100%). Nilai uji T yang dilakukan mendapatkan Thitung 4.49 dengan P-value 0,000 dan kolerasi 0,613. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara pemberian komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien yang dirawat di Ruang Intensif.
Kartini
Health Information : Jurnal Penelitian; doi:10.36990/hijp.vi.192

Abstract:
Menopause merupakan salah satu tahapan kehidupan yang pasti akan dialami oleh semua wanita. Menopause merupakan periode peralihan dari masa subur menuju masa tua. Usia terjadinya menopause pada wanita berbeda-beda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan usia menopause di Puskesmas Mekar Kota Kendari. Desain penelitian yang digunakan ialah Cross Sectional. Sampel dalam penelitian adalah wanita menopause di Kota Kendari. Jenis data adalah data primer dan sekunder. Data diperoleh dari wawancara pada wanita menopause di Kota Kendari. Data dianalisis dengan uji Chi square (χ2). Hasil penelitian menyatakan sebagian besar usia menopause pada wanita dalam kategori normal (usia 45-55 tahun). Ada hubungan antara paritas dengan usia menopause (χ2=12,19; p=0,002); ada hubungan antara usia menarche dengan usia menopause (χ2=13,86; p=0,001); ada hubungan antara usia pertama kali melahirkan dengan usia menopause (χ2=6,24; p=0,012); ada hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi oral dengan usia menopause (χ2=7,456; p=0,024); ada hubungan antara aktivitas fisik dengan usia menopause (χ2=10,77; p=0,005); tidak ada hubungan antara riwayat merokok dengan usia menopause pada wanita di Puskesmas mekar Kota Kendari (χ2=0,276; p=0,599). Wanita usia subur diharapkan dapat meningkatkan informasi tentang menopause dan faktor yang berhubungan dengan usia menopause sehingga dapat mengurangi kecemasan dalam memasuki usia menopause. Bidan agar lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang faktor yang mempengaruhi usia menopause baik melalui konseling maupun penyuluhan, sehingga diharapkan dapat dilakukan penanganan atau upaya secara dini terhadap wanita sebelum memasuki masa menopause. Kata kunci: usia menopause, usia menarche, usia pertama melahirkan, kontrasepsi oral, aktifitas fisik
Irpan Ali Rahman, Iin Inayah, Lilis Rohayani
Health Information : Jurnal Penelitian, Volume 12, pp 53-62; doi:10.36990/hijp.vi.161

Abstract:
Sistem informasi penggunaan tempat tidur merupakan bentuk manajemen yang berperan dalam peningkatan mutu Rumah Sakit. pelaporan kinerja rawat inap masih memiliki hambatan dan kendala untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan alat bantu berbasis komputer untuk memudahkan proses perhitungan. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan rancangan aplikasi perhitungan berbasis komputer. Jenis penelitian kualitatif dengan desain research and development pada tahap ke lima dan berada di level satu. Hasil penilaian dari ahli media didapatkan nilai rata-rata 4 termasuk kategori ‘layak’ dan ahli materi mendapatkan nilai rata-rata 4.27 dalam kategori ‘sangat layak’. Kesimpulan bahwa secara keseluruhan rancangan aplikasi bisa diterapkan. Saran dari hasil penelitian ini pihak manajemen rumah sakit diharapkan dapat memanfaatkan sistem informasi untuk memudahkan kepala ruangan serta pihak manajemen rumah sakit dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkannya pada level 2, 3, dan 4.
Euis Nurlaela, Sri Yunanci V Gobel
Health Information : Jurnal Penelitian; doi:10.36990/hijp.vi.147

Abstract:
Salah satu upaya mempertahankan status gizi santri, maka pondok pesantren perlu mempertahankan dan meningkatkan konsumsi agar tetap adekuat pada proses penyelenggaraan makanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rancangan modul pendamping tentang pedoman penyelenggaraan makanan terhadap pengetahuan dan sikap tenaga pengolah makanan di pondok pesantren di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan quasi eksperiment dengan model one group pre-test post-test yaitu kelompok tenaga pengolah makanan sebanyak 48 orang diobservasi sebelum intervensi dengan pre-test dan setelah intervensi (pendampingan menggunakan modul selama 2 hari/minggu selama 1 bulan) dengan post-test I (setelah pelatihan) dan post-test II (setelah 1 bulan pelatihan). Hasil uji statistik tingkat pengetahuan dan sikap tenaga pengolah makanan diketahui antara sebelum, sesudah pelatihan (post test I) dan 1 bulan sesudah pelatihan (post-test II) diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) maka dapat disimpulkan ada perbedaan pengetahuan dan sikap tenaga pengolah makanan sebelum dan setelah pendampingan dengan menggunakan modul penyelenggaraan makanan.
Pipin Supenah
Health Information : Jurnal Penelitian; doi:10.36990/hijp.vi.166

Abstract:
Dermatofita merupakan golongan jamur yang mempunyai sifat dapat mencerna keratin seperti stratum korneum pada kulit (epidermis), rambut, kuku dan menyebabkan dermatofitosis. Tinea pedis disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita sering ditemukan pada telapak kaki dan sela jari kaki. Faktor predisposisi tinea pedis adalah penggunaan sepatu tertutup yang lama setiap hari, pemakaian kaos kaki ketika bekerja dan kontak langsung dengan air dalam jangka waktu lama. Penelitian ini berlokasi di Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon dan dilakukan pada pekerja batu alam yang sehari harinya bekerja di tempat yang lembab karena sering terkontak dengan air dan memakai sepatu boot dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jamur dermatofita dan persentase pekerja batu alam yang terinfeksi jamur dermatofita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan melakukan survei. Hasil identifikasi jamur dermatofita pada sela-sela jari pekerja batu alam yaitu ditemukan jamur Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes.
An'Nisaa Heriyanti, Restuning Widiasih, Murtiningsih
Health Information : Jurnal Penelitian; doi:10.36990/hijp.vi.154

Abstract:
Pemberian ASI kurang dan lambatnya perawatan terapi cahaya dapat memperberat akumulasiilirubin di dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi caring support NEOBIL terhadap perubahan nilai kadar bilirubin serum total hyperbilirubinemia fisiologis pada neonatus di Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan non-equivalent control group design pret-test post-test. Sampel diambil secara consecutive terbagi menjadi kelompok intervensi (29 responden) dan kelompok kontrol (29 responden) sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi tindakan dan alat mesin TMS 24i & 50i. Data dianalisa menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil menunjukan rata-rata kadar bilirubin serum total setelah pemberian intervensi pada kelompok intervensi (9,17) sedangkan kelompok kontrol (11,23) antara kedua kelompok terdapat penurunan yang bermakna (p-value 0,002). Berdasarkan hasil penelitian terapi caring support NEOBIL lebih efektif secara statistik membantu terapi cahaya menurunkan nilai kadar bilirubin serum total.
Nevi Kuspiana Lesmana, Asep Setiawan, Murtiningsih
Health Information : Jurnal Penelitian, Volume 12, pp 16-22; doi:10.36990/hijp.vi.153

Abstract:
Pelaksanaan jenjang karir perawat dimulai sejak adanya regulasi yang mengatur sistem jenjang karir perawat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor individu pasien dan implementasi jenjang karir perawat klinik terhadap kepuasan di Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Desain penelitian cross-sectional dengan jenis korelasional. Jumlah sampel sebanyak 96 responden sebagai pasien rawat inap. Pengumpulan data penelitian menggunakan intrumen kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji Spearman’s dan t-Independent. Hasil penelitian membuktikan bahwa implementasi jenjang karir perawat klinik memberikan pengaruh terhadap dimensi kepuasan pasien dengan p value 0.000. Oleh sebab itu direkomendasikan kepada manajemen Rumah Sakit dalam menerapkan jenjang karir perawat klinik perlu adanya komitmen pimpinan, alokasi biaya, sumber daya perawat yang memadai, peningkatan kesejahteraan perawat dan melengkapi sarana serta pra sarana. INFORMASI TAMBAHAN Catatan PenerbitPolekkes Kemenkes Kendari menyatakan tetap netral sehubungan dengan klaim dari perspektif atau buah pikiran yang diterbitkan dan dari afiliasi institusional manapun. PendanaanPenulis tidak menerima pendanaan yang sifatnya spesifik untuk kajian ini. Konflik KepentinganPenulis tidak memiliki konflik kepentingan. Berbagi DataKuesoioner penelitian dan hasil uji validitas-reliabilitasnya tersedia secara umum di https://doi.org/10.6084/m9.figshare.12442910
Page of 7
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top