Refine Search

New Search

Results in Journal TESLA: Jurnal Teknik Elektro: 72

(searched for: journal_id:(4323824))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Willy Tanadi, Muliady Muliady
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 175-191; doi:10.24912/tesla.v0i0.9032

Abstract:
The success of harvesting white oyster mushrooms depends on the treatment especially the conditions of temperature, humidity, and light intensity in the mushroom house, the placement of sensors must be precise so it can represent the conditions inside the white oyster mushroom and proper action can be taken. Determination of the location of the sensor point is done using the Finite Element Method approach by dividing the mushroom house into small segments to help analyze the parameters of temperature, humidity, and light intensity inside. The control system uses an ON-OFF hysteresis controller mode. Temperature and humidity sensors (DHT11) are positioned respectively on the left, center, and right side of the mushroom house. Data from DHT11 measurement is processed by NodeMcu V3 microcontroller and then will activate the actuator. The interface (GUI) for monitoring is designed to use Blynk application. The controlled parameters meet the needs of white oyster mushrooms, temperatures of 20-26°C with the error 2°C, humidity 80-90% with the error 5%, and lighting 200-640lux with the error 10 lux. The control signal can keep the range of parameters maintained.ABSTRAK: Keberhasilan panen jamur Tiram Putih tergantung pada perawatan yang diterapkan terutama kondisi suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya di dalam kumbung, penempatan sensor harus tepat sehingga sensor dapat mereprensentasikan keadaan di dalam kumbung jamur tiram putih sehingga aksi yang tepat dapat dilakukan. Penentuan letak titik sensor dilakukan dengan menggunakan pendekatan Finite Element Method yaitu membagi kumbung menjadi segment-segment kecil untuk membantu menganalisis parameter suhu, kelembapan dan intensitas cahaya di dalam kumbung jamur tiram putih. Sistem kontrolmenggunakan mode pengontrol ON-OFF hysteresis. Sensor suhu dan kelembapan (DHT11) diposisikan masing-masing pada bagian kiri, tengah, dan kanan kumbung. Data hasil pengukuran DHT11 diolah oleh mikrokontoler NodeMcu V3 yang akan mengaktifkan aktuator di dalam kumbung. Antarmuka (GUI) untuk monitoring parameter yang diamati menggunakan aplikasi Blynk. Parameter yang dikontrol dapat memenuhi kebutuhan jamur tiram putih, yaitu suhu 20-26°C dengan error 2°C, kelembapan 80-90% dengan error 5%, dan pencahayaan 200-640lux dengan error 10lux. Sinyal kontrol yang dihasilkan mampu menjaga agar range parameter yang dibutuhkan tetap terjaga.
Nurul Amandha Adistia, Rizky Aditya Nurdiansyah, Juno Fariko, Vincent Vincent, Joni Welman Simatupang
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 105-116; doi:10.24912/tesla.v22i2.9107

Abstract:
The need of energy increases each year. Likewise, the need for electrical energy increased proportionally with the economic development and Indonesian populations. To meet the needs of national electrical energy, the implementation of new and renewable energy is indispensable, such as geothermal energy, wind and biomass. They have substantial potential in Indonesia. This research aims to explore Indonesia’s capacity of new and renewable energy for electrical energy, as well as how much energy that can has already been utilized, and the constraints such as natural and human resources or other factors, to achieve the fulfil the target in 2025 about fulfilment of national electrical energy needs. This research uses Systematic Literature Review (SLR). The data are secondary, which are collected from several journals, research articles, media, and government agency reports, especially the Ministry of energy and mineral resources (ESDM). The result shows that for the installed capacity in the plan for 2019 - 2028, wind energy contributes the highest with 82,76%. Geothermal contributes 25.31%, and biomass contributes 4.92%. In fact, in this year of 2020, new and renewable energy could not meet the government's target. Several factors that impede the development of new and renewable energy, especially the geothermal, wind, and biomass, are funding, bad-coordinated plan, and also the implementation. Additionally, there is COVID-19 pandemic in 2020, and all funds are diverted for the treatment of the pandemic crisis.ABSTRAK:Kebutuhan akan energi terus meningkat seiring dengan bertambahnya waktu. Begitupun kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat seiring perkembangan perekonomian dan penduduk Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik nasional, maka peran Energi Baru Terbaharukan (EBT) sangat diperlukan, diantaranya panas bumi, angin, dan biomassa. Ketiga energi tersebut memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi EBT di Indonesia menjadi energi listrik, serta seberapa besar energi yang sudah dapat dimanfaatkan, dan juga kendala-kendala baik alam maupun sumber daya manusia ataupun faktor lain, agar dapat mencapai target terdekat yaitu di tahun 2025 sebagai pemenuhan kebutuhan listrik negara dari EBT. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data yang dikumpulkan bersifat data sekunder, yaitu berupa pengumpulan jurnal dan artikel penelitian yang sudah ada, dari media massa, dan laporan dari badan pemerintah, khususnya kementerian ESDM. Berdasarkan hasil analisis kapasitas terpasang terhadap rencana energi tahun 2019 – 2028, energi angin memiliki persentase terbesar yaitu 82,76%, panas bumi sebesar 25,31%, dan biomassa sebesar 4,92%. Pada kenyataannya di tahun 2020 ini, EBT belum bisa mencapai target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor penghambat kemajuan proyek pembangunan ataupun peningkatan hasil EBT khususnya panas bumi, angin, dan biomassa, seperti pendanaan, perencanaan yang tidak terkoordinasi dengan baik, dan implementasi yang sulit. Selain itu, di tahun 2020 masih terjadi pandemi COVID-19 yang menjadi faktor penghambat karena semua dana dialihkan untuk penanganan krisis pandemi.
Suroso Suroso, Ciksadan Ciksadan, Sholihatun Sholihatun
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 93-104; doi:10.24912/tesla.v22i2.9068

Abstract:
Sriwijaya State Polytechnic is an educational institution that provides wireless hotspots in every lecture building. With the increasing need for internet, especially on Youtube streaming, it is necessary to have an analysis in each lecture building to find out QoS (Quality of Service) and RMA (Reliability, Maintainability, and Availability) on the Wireless LAN network at Sriwijaya State Polytechnic. This study uses the Action Research method. For QoS measurement using wireshark software and Axence netTools by logging in through the hotspot for each department at the Sriwijaya State Polytechnic, to find out the performance of a network using PRTG (Paessler Router Traffic Grapher) software using the ping IP Address sensor will display the availability monitoring results. The results of the largest measurement of maximum bandwidth are 21,639,256 bit / s in the Business Administration Department, for the highest delay and jitter values are 36 ms and 0.050 ms in the KPA building (Administrative Head Office). The result of the largest packet loss is 0.093% in the Department of Electrical Engineering, for the largest throughput is 0.918 Mbit / s at 1080HD video quality in the Accounting Department. Monitoring RMA aims to determine the performance of an internet network with an Availability result of 99%, this is categorized in good condition. It can be concluded that the QoS measurement results based on the TIPHON version are categorized as very good and the RMA monitoring results have good network performance results as well.Keyword: Streaming Youtube, Parameter QoS, wireshark, RMA ABSTRAKPoliteknik Negeri Sriwijaya merupakan salah satu instansi pendidikan yang menyediakan wireless hotspot di setiap gedung kuliah. Dengan adanya kebutuhan internet yang semakin meningkat khususnya pada streaming Youtube maka perlu adanya analisis disetiap gedung kuliah untuk mengetahui QoS (Quality of Servie) dan RMA (Reliability, Maintainability, and Availability) pada jaringan Wireless LAN di Politeknik Negeri Sriwijaya . Penelitian ini menggunakan metode Action Research. Untuk pengukuran QoS menggunakan software wireshark dan Axence netTools dengan cara login melalui hotspot untuk masing-masing jurusan di Politeknik Negeri Sriwijaya sedangkan untuk mengetahui kinerja dari sebuah jaringan menggunakan software PRTG (Paessler Router Traffic Grapher) dengan menggunakan sensor ping IP Address akan menampilkan hasil monitoring availability. Hasil pengukuran terbesar bandwidth maksimal yaitu 21,639,256 bit/s di Jurusan Adminstrasi Bisnis, untuk nilai delay dan jitter tertinggi yaitu 36 ms dan 0,050 ms di gedung KPA (Kantor Pusat Administrasi). Hasil packet loss terbesar yaitu 0,093% pada Jurusan Teknik Elektro, untuk troughput terbesar yaitu 1,681 Mbit/s pada kualitas video 1080HD pada Jurusan Akuntansi. Monitoring RMA bertujuan untuk mengetahui kinerja dari suatu jaringan internet dengan hasil Availability sebesar 99% hal ini dikategorikan dalam kondisi yang baik. Dapat disimpulkan hasil pengukuran QoS berdasarkan versi TIPHON hasilnya dikategorikan sangat bagus dan untuk hasil monitoring RMA memiliki hasil kinerja jaringan yang baik juga.Kata Kunci: Streaming Youtube, Parameter QoS, wireshark, RMA
Sulastri Sulastri, Moh. Bachrudin, Safrudin Safrudin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 151-162; doi:10.24912/tesla.v0i0.9146

Abstract:
Research on the flow of Backwash Pumps at PLTU Unit 5 and Unit 6 requires a flow rate control system so that there is no excess flow rate and minimize the deficiencies that occur. Therefore, the flow rate control system requires a set point value as the control limit. Control is generally used in the industrial sector, namely PID control. In this control system there are weaknesses, namely the control process is still carried out by trial and error and currently many are done manually by trial and error or trial and error methods so the results are not necessarily correct and you have to do various kinds of experiments to get the value and response well. To solve the problems that occur, it is necessary to do mathematical modeling of a plant in order to obtain a transfer function and an alternative approach is needed to obtain a better, faster, and ideal system value for carrying out the control process. The method used in the PID (Proportional-Integral-Derivative) control system is the Ziegler-Nichols method. The method in this study aims to maintain the stability of the flow rate system on the Backwash Pump filter according to the desired set-point. According to the simulation and analysis results, it is known that by using the Ziegler-Nichols setting calculation method, the value of Kp = 1.812, Ti = 4.505, Td = 1.126125 with Risetime = 1.82s, Peaktime = 4.6s, Settlingtime = 13.6 and Overshoot = 33.6% is obtained. The method used can be seen from the response system in the Ziegler-Nichols setting calculation method. It appears that the results are better and ideal than other system responses. So it can be concluded according to the results of the parameters applied that the PID controller with the Ziegler-Nichols method is the ideal method for the flow rate control system on the Backwash Pump Filter.ABSTRAK:Penelitian aliran pada Backwash Pump di PLTU Unit 5 dan Unit 6, diperlukan suatu sistem pengendalian laju aliran supaya tidak terjadi laju aliran yang berlebih dan untuk meminimalisir kekurangan yang terjadi. Oleh karena itu sistem pengendalian laju aliran diperlukan nilai set point sebagai batas pengendali. Pengendalian pada umumnya digunakan pada sektor industri yaitu pengendalian PID. Pada sistem pengendalian initerdapat suatu kekurangan yaitu proses pengendalian masih dilakukan dengan coba-cobad dan saat ini lebih banyak dilakukan secara manual dengan metode trial dan error atau coba-coba sehingga untuk memperoleh hasilnya belum tentu benar dan harus melakukan berbagai percobaan untuk mendapatkan nilai dan respon yang baik. Untuk mengatasi masalah yang terjadi perlu dilakukan permodelan matematis pada suatu plant demi mendapatkan fungsi alih dan dibutuhkan suatu pendekatan alternatif untuk mendapatkan suatu nilai sistem yang lebih baik, lebih cepat, dan ideal untuk melakukan proses pengendalian. Metode yang digunakan pada sistem pengendalian PID (Proporsional-Integral-Derivative) yaitu dengan metode Ziegler-Nichols. Metode pada penelitian ini bertujuan untuk menjaga suatu kestabilan sistem laju aliran pada Filter Backwash Pump sesuai dengan set-point yang diinginkan. Sesuai dengan hasil simulasi dan analisis, diketahui bahwa menggunakan metode perhitungan setting Ziegler-Nichols memperoleh nilai besaran Kp = 1.812, Ti = 4.505, Td = 1.126125 dengan Risetime = 1.82s, Peaktime = 4.6s, Settlingtime= 13.6 dan Overshoot= 33.6%. Metode yang digunakan dapat dilihat dari sistem responnya pada metode perhitungan setting Ziegler-Nichols dapat dilihat hasilnya lebih baik dan ideal daripada respon sistem yang lainnya. Sehingga bisa disimpulkan sesuai dengan hasil parameter yang diterapkan bahwa Pengendali PID dengan menggunakan metode Ziegler-Nichols ialah metode yang ideal untuk sistem pengendalian laju aliran pada Filter Backwash Pump
Abdur Rahman Wahid, Ilmi Rizki Imaduddin, Moh. Bachrudin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 192-202; doi:10.24912/tesla.v22i2.9149

Abstract:
PT. PLN is a State-owned enterprise (BUMN) engaged in electricity (generation, transmission, distribution). The company experienced problems every month there are arrears in electricity bill payments that have not been paid by postpaid customers. To reduce the amount of arrears, PLN officers must visit the customer's house to make a disconnection. In this study, a monitoring system for electrical energy arrears using SMS can cut off the electricity of customers who are in arrears. In designing this tool using components including Arduino Uno, relay, SIM module, step down, and SMS gateway as a communication tool with cell phones. In this test, the tool functions very well, because the maximum capacity of the relay used is 10 amperes, so this tool can be used on customers with a maximum power of 2200 VA, for testing conducted by experimenting with 2 real customer houses, data obtained from PLN for customers who are in arrears in order to disconnect and connect electricity to customers' homes that are in arrears, and reduce the amount of arrears every month so that the PLN business can survive and even develop better. This tool is inside the PLN seal, so customers cannot damage it.ABSTRAK:PT. PLN adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang ketenagalistrikan (pembangkit, taransmisi, distribusi). Perusahaan mengalami kendala tiap bulannya terdapat tunggakan pembayaran rekening listrik yang belum dilunasi oleh pelanggan pascabayar. Untuk menekan jumlah tunggakan petugas PLN harus mendatangi rumah pelanggan dalam melakukan pemutusan. Pada penelitian ini menggunakan sistem monitoring tunggakan energi listrik menggunakan SMS yang dapat memutus aliran listrik pelanggan yang menunggak. Dalam Perancangan alat ini menggunakan komponen diantaranya arduino uno, relay, modul sim, step down, dan sms gateway sebagai komunikasi alat dengan ponsel. Pada pengujian ini, alat berfungsi dengan sangat baik, karena kapasitas maksimal relay yang digunakan adalah 10 ampere, sehingga alat ini bisa digunakan pada pelanggan dengan daya maksimal 2200 VA, untuk pengujian dilakukan dengan percobaan 2 rumah pelanggan real, data yang diperoleh dari PLN untuk pelanggan yang menunggak supaya melakukan pemutusan dan penyambungan aliran listrik pada rumah pelanggan yang menunggak, serta menekan jumlah tunggakan setiap bulan nya agar bisnis PLN bisa bertahan bahkan berkembang lebih baik lagi. Alat ini berada di dalam segel PLN, sehingga pelanggan tidak dapat merusaknya. Kata kunci : Data Tunggakan Rekening Listrik, SMS Gateway, KWH Meter Pascabayar
Nurhaimi Nurhaimi, Amalia Herlina, Moh. Bachrudin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 163-174; doi:10.24912/tesla.v0i0.9151

Abstract:
Water is a primary need both in the household and industrial world. In every industry almost entirely requires water. One of the level control systems in the industry is to use a manual system. The disadvantage of the manual system is that it takes a long time to reach the desired water level and is prone to human errors in reading from the water level. To fix this problem, there is an alternative, namely using an automatic level control system using sensors to read the water level in the tank which is more precise in reading. The aim of this research is to analyze the level control of a tank using PID control. With the parameters Kp, ti and td will be calculated using the Ziegler Nichols method. In this study, the Matlab R2016a software was used to simulate the Kp, ti and td parameters of the PID controller. The results showed that the response of water level control using the PID controller was able to reach the desired setpoint with a rise time of 1,83 seconds, a maximum overshoot of 33,6% achieved at 4,6 seconds and a settling time of 13,7 secondsABSTRAK:Air merupakan kebutuhan primer baik dalam dunia rumah tangga maupun dunia industri. Dalam setiap industri hampir seluruhnya membutuhkan air. Salah satu sistem pengendalian level yang ada di industri adalah dengan menggunakan sistem manual. Kekurangan dari sistem manual membutuhkan waktu yang lama dalam mencapai level air yang diinginkan dan rawan terjadi human error dalam pembacaan dari level air. Untuk memperbaki masalah tersebut maka terdapat alternatif yaitu menggunakan sistem pengendali level otomatis menggunakan sensor untuk membaca level air dalam tanki yang lebih presisi dalam pembacaan. Tujun penelitian ini adalah untuk menganalisa pengendalian level dari sebuah tanki dengan menggunakan kontrol PID. Dengan parameter Kp, ti dan td akan dihitung menggunakan metode Ziegler Nichols. Dalam penelitian ini digunakan software Matlab R2016a untuk mensimulinkkan parameter Kp,ti dan td dari kontroler PID. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon pengendalian level air dengan menggunakan kontroler PID mampu mencapai setpoint yang diinginkan dengan rise time sebesar 1,83 detik, maximum overshoot sebesar 33,6% dicapai pada 4,6 detik dan settling time 13,7 detik
Ahmad Rizqi Saifuddin, Kiki Prawiroredjo, Susan Sulaiman
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 117-128; doi:10.24912/tesla.v0i0.8702

Abstract:
Prototype of Mobile Main Control Fire Alarm (MCFA) for Medium Fire Risk Areas as at automotive component production department in-service part room, is an active fire protection system that can be a solution to simplify and speed up the time of fire fighting and securing activity during fire accident using daily used media, that is smartphones. In this research, a system was created to detect fires due to smoke and flames, notify firefighters, show the real situation via a smartphone, and activate the fire extinguisher. The system uses an MQ-2 sensor as a smoke detector and a KY-026 sensor as a flame detector connected with Node MCU as the main component completed by an IP camera to monitor the actual condition of fire location. The system consists of an alarm that indicates a fire, fire location information, and a display of the actual conditions from a camera integrated into the MCFA mobile application. The application can control a relay to turn on/off a pump as a fire extinguisher works when the user wants it. The value of smoke concentrations used as an indicator of the occurrence of a fire is when it exceeds 2112 ppm, while the value of light intensity used is when it exceeds 35 lux. Result data of acquisition and monitoring are sent to an Android smartphone using a Wi-Fi network that can be accessed in real-time. From the test results, it is found that the farthest distance that a smoke detector can detect is 25 cm while the flame detector is 65 cm. The average time needed by the system from a notification time until the start extinguishes fire is 3,019 minutes.ABSTRAK:Prototipe Mobile Main Control Fire Alarm (MCFA) untuk Area Risiko Kebakaran Tingkat Sedang seperti di bagian produksi komponen otomotif di ruang service part, merupakan sistem proteksi kebakaran aktif yang dapat menjadi solusi untuk mempermudah dan mempercepat waktu tindakan pemadaman dan pengamanan saat terjadinya kebakaran menggunakan media yang digunakan sehari-hari, yaitu smartphone. Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem yang dapat mendeteksi kebakaran karena asap dan nyala api, memberi notifikasi kepada petugas kebakaran, memperlihatkan keadaan riil melalui smartphone dan mengaktifkan pemadam kebakaran. Sistem terdiri dari sensor MQ-2 sebagai detektor asap dan sensor KY-026 sebagai detektor nyala api yang dihubungkan dengan Node MCU sebagai komponen utama dilengkapi kamera IP untuk memantau kondisi aktual lokasi kebakaran. Sistem terdiri dari alarm indikasi kebakaran, informasi lokasi kebakaran, dan tampilan kondisi aktual dari kamera yang terintegrasi pada aplikasi mobile MCFA. Aplikasi tersebut juga dapat menginstruksikan relay untuk on/off pompa sebagai alat pemadam api bekerja ketika user menghendakinya. Nilai kadar kepekatan asap yang digunakan sebagai indikator terjadinya kebakaran adalah apabila sudah melebihi 2112 ppm, sedangkan nilai intensitas cahaya yang digunakan adalah apabila sudah melebihi 35 lux. Data hasil akuisisi dan pemantauan dikirim ke smartphone Android menggunakan jaringan Wi-Fi yang dapat diakses secara realtime. Dari hasil pengujian didapat bahwa jarak terjauh yang dapat dideteksi sensor asap yaitu 25 cm sedangkan flame detector 65 cm. Rata-rata waktu yang dibutuhkan sistem dari notifikasi sampai mulai memadamkan api adalah 3,019 menit
Muhammad Zaini, Safrudin Safrudin, Moh. Bachrudin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 139-150; doi:10.24912/tesla.v0i0.9081

Abstract:
The development renewable energy uses is increasing, including micro-hydro power plants. A micro hydro power plant technically works by utilizing the height of the water fall, water discharge and water pressure. This energy is converted into mechanical energy by rotating the turbine shaft, after which the mechanical energy on the turbine shaft is transferred to the transmission and then connected to a generator to be converted into electrical energy. Due to the power losses created and the time factor, a micro hydro power plant needs regular checking or monitoring. However, conventional micro hydro power plants are still checked manually. So from the above problems, research was carried out in the form of designing a monitoring system for voltage, current and frequency in micro-hydro power plants based on the Internet of Things (IoT). From the monitoring of voltage, current and frequency, it is hoped that the actions will be taken and when the maintenance will be carried out. This design is done by designing software and hardware. Hardware includes the ESP32 microcontroller board which is used to read and process voltage, current and frequency sensor data from the PZEM-004T v3 sensor module and remotely control solid state relay (SSR relay). Then, software design such as the Internet of Things (IoT) is carried out using the Ubidots platform and connected to the internet via a Wi-Fi connection for monitoring and notification via Telegram messages. In the monitoring system testing, notification and control of SSR relays were obtained from the results of sending data to Ubidots and the success of sending SSR relay notifications and controls. Data transmission, notification and SSR relay control has a 100% success.ABSTRAK:Perkembangan pemanfaatan energi baru dan terbarukan semakin meningkat, diantaranya pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Pembangkit listrik tenaga mikrohidro secara teknik bekerja dengan memanfaatkan ketinggian jatuh air, debit air dan tekanan air. Dari energi tersebut diubah menjadi energi mekanik dengan memutar poros turbin, setelahnya energi mekanik pada poros turbin ditransfer menuju transmisi kemudian disambungkan dengan generator untuk kemudian diubah menjadi energi listrik. Karena adanya rugi-rugi daya yang tercipta dan faktor waktu, pembangkit listrik tenaga mikrohidro dibutuhkan pengecekan atau monitoring secara berkala. Namun pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro konvensional masih dilakukan pengecekan secara manual. Maka dari permasalahan diatas dilakukanlah penelitian berupa perancangan sistem monitoring tegangan, arus dan frekuensi pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro berbasis Internet of Things (IoT). Dari pemantauan tegangan, arus dan frekuensi tadi diharapkan mampu dianalisis tindakan apa yang akan dilakukan dan kapan akan dilakukan perawatan.Perancangan ini dilakukan dengan merancang perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat keras di antaranya board mikrokontroler ESP32 yang digunakan untuk membaca dan mengolah data sensor tegangan, arus dan frekuensi dari modul sensor PZEM-004T v3 dan mengontrol solid state relay (SSR relay) secara jarak jauh. Kemudian dilakukan perancangan perangkat lunak seperti Internet of Things (IoT) dengan menggunakan platform Ubidots dan dihubungakan ke internet melalui koneksi Wi-Fi guna monitoring dan notifikasi melalui pesan Telegram.Pada pengujian sistem monitoring, notifikasi dan kontrol SSR relay didapatkan dari hasil pengiriman data ke Ubidots dan keberhasilan pengiriman notifikasi dan kontrol SSR relay. Pengiriman data, notifikasi dan kontrol SSR relay memiliki keberhasilan sebesar 100%.
Agustian Lukmanul Hakim, Ilmi Rizki Imaduddin, Moh. Bachrudin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 129-138; doi:10.24912/tesla.v0i0.9147

Abstract:
Submerged Scraper Conveyor (SSC) is one of the main equipment at PT PJB UP Paiton 1-2. Serves to transport bottom ash material produced by the boiler to the chute dump truck or to the bottom ash silo through the conveyor belt. The change in the use of coal from medium rank coal to low rank coal causes the volume of bottom ash material produced by the boiler to increase, so there are several problems including material overload, blockage in the transfer chute and damage to the crusher. Therefore, in this study, the design of a material monitoring system in SSC was carried out using the ubidots IoT platform. Researchers used ultrasonik sensors to measure the level of material on the scraper and then visualized it on a graph which can be accessed via the website. Then a warning is added via telegram when the material level is above 50 cm. Based on the test results, it can be concluded that the monitoring system that has been designed can display material level graphs stably with an accuracy of ± 2 cm on the online ubidots platform and successfully sends notifications via telegram when material levels are detected. >50 cm.ABSTRAK: Submerged Scraper Conveyor (SSC) merupakan salah satu perlengkapan utama di PT PJB UP Paiton 1-2. Berfungsi untuk mengangkut material bottom ash yang dihasilkan oleh boiler ke chute dump truck atau ke bottom ash silo melalui conveyor belt. Perubahan penggunaan batubara dari batubara medium rank ke batubara low rank menyebabkan volume material bottom ash yang dihasilkan boiler menjadi semakin meningkat, sehingga terdapat beberapa permasalahan diantaranya material overload, penyumbatan pada transfer chute dan kerusakan pada crusher. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem monitoring material di SSC dengan menggunakan platform ubidots IoT. Peneliti menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur level material pada scraper kemudian divisualisasikan pada grafik yang dapat diakses melalui website. Kemudian ditambahkan Peringatan melalui telegram saat level material di atas 50 cm. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa sistem monitoring yang telah dirancang dapat menampilkan grafik level material secara stabil dengan akurasi ± 2 cm pada platform ubidots secara online dan berhasil mengirimkan notifikasi melalui telegram ketika terdeteksi level material >50 cm.
Nurwijayanti Kusumaningrum, Fitriah Fitriah
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 12-22; doi:10.24912/tesla.v22i1.7810

Abstract:
Cotton candy is one of Indonesia's traditional foods which was quite popular in its time. Cotton candy is made from sugar that is given food coloring, cotton candy is made using a special tool that rotates and produces refined sugar fibers. Most cotton candy consists of air cotton candy feels sweet and sticky. Even though it looks like wool yarn ... The design of this cotton candy maker uses an arduino uno microcontroller, equipped with a temperature sensor, 3 push buttons and a heating stove as a heating container for the sugar container design of this tool. All Arduino Uno microcontroller working systems have been programmed using the C program language on the Arduino Uno microcontroller. Using a dose of 1/2 spoonful sugar, the average initial temperature (54.5 ° C) and the average final temperature (64.8 ° C) were obtained. Measuring one (1) spoonful of sugar, the initial heating temperature with an average (68.8oC) average final temperature (74.2oC). The dose of sugar 1 1/2 spoon, the initial temperature of the heater with an average (70.4 ° C) the average temperature of the final heater (77.4). This tool takes time to heat the heating stove in approximately 2 minutes to reach ambient temperature (54oC). Testing to find out the exact time of each dose of sugar. as in the dose of half a sugar (1/2) a spoon an average of about 120 seconds is obtained, a dose of sugar (one) spoon is obtained an average time of about 150 seconds and in a sugar one and a half (1½) spoon an average time is obtained about 180 seconds. ABSTRAK:Permen kapas adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang cukup populer pada masanya. Permen kapas dibuat dari gula yang diberi pewarna makanan, permen kapas dibuat menggunakan sebuah alat khusus yang berputar dan menghasilkan serat – serat gula yang halus. Sebagian besar permen kapas terdiri dari udara permen kapas terasa manis dan lengket. Meskipun terlihat seperti benang wol..Perancangan pembuat permen kapas ini menggunakan mikrokontroler arduino uno, dilengkapi sensor suhu, 3 buah push button dan kompor pemanas sebagai pemanas wadah penampung gula perancangan alat ini. Semua sistem kerja mikrokontroller arduino uno sudah diprogram menggunakan bahasa program C pada mikrokontroler Arduino Uno.Menggunakan takaran gula 1/2 sendok, didapatkan suhu awal rata-rata (54,5oC) dan suhu akhir rata-rata (64,8oC). Takaran gula satu (1) sendok, suhu awal pemanas dengan rata-rata (68,8oC) suhu akhir rata-rata (74,2oC). Takaran gula 1 1/2 sendok, suhu awal pemanas dengan rata-rata (70,4oC) suhu akhir pemanas rata-rata (77,4). Alat ini membutuhkan waktu untuk memanaskan kompor pemanas dalam waktu kurang lebih 2 menit untuk mencapai suhu sekitar (54oC). Pengujian untuk mengetahui waktu yang tepat dari setiap takaran gula. seperti pada takaran gula setengah (1/2) sendok diperoleh rata-rata waktu sekitar120 detik, takaran gula satu (1) sendok diperoleh rata-rata waktu sekitar150 detik dan pada takarang gula satu setengah (1 ½) sendok diperoleh rata-rata waktusekitar 180 detik.
Juara Mangapul Tambunan, Anggi Pindo Winata
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 80-92; doi:10.24912/tesla.v22i1.7406

Abstract:
In a system of gas and steam power plants, there are several factility, equipment reliability, security systems, loading conditions a has a total power of 909 MW requires a reliable, safe, selective, of interference so that the fulfillment of electricity needs continue generator transformer that works based on the current balance surement and protection component to compare the secondary cT must be zero , so that if a disturbance occurs on the relay trelay time for other relays to work. For this reason,it is necess the ideal CT ratio selection obtained from the calculation of the 00/1 HV with erroneis match obtained at 0.826% for LV side andith a maximum erroneism of 5% based on PLN standards. Afterrent are obtained, the values of which are 0.1788 A and 1.332 A.ABSTRAK:Pada suatu sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap, terdapat beberapa faktor yang mendukung pola pengoperasiannya seperti ketersediaan bahan bakar, keandalan peralatan, keandalan sistem pengamanan, pembebanan dan cuaca. PLTGU PT.PJB Unit Muara Karang yang mempunyai total daya sebesar 909 MW membutuhkan sistem proteksi yang andal, aman, selektif, sensitif dan cepat untuk mengisolir kemungkinan terjadinya gangguan agar pemenuhan kebutuhan listrik tetap terpenuhi. Komponen Relai Differensial merupakan proteksi utama generator transformator berkapasitas 322,1 MVA yang bekerja berdasarkan keseimbangan arus dimana dihubungkan dengan current transformator (CT) sebagai komponen pengukuran dan proteksi untuk membandingkan arus sekunder yang masuk dari CT sisi low voltage ke CT sisi high voltage harus sama dengan nol, sehingga jika terjadi gangguan pada transformator relai ini akan bekerja secara cepat dan tepat tanpa ada waktu delay untuk relay lain bekerja. Untuk itu telah dilakukan setting Relay Differential dengan perhitungan rasio CT ideal didapat dari perhitungan sebesar 15000/5A untuk sisi 16,5 kV dan 1500/5A sisi 157,5 kV dan error mismatch yang didapat sebesar 0,826% untuk sisi 16,5 kV dan 0,866% untuk sisi 157,5 kV dimana hasil ini masih dapat ditolerir dengan maksimal error mismatch sebesar 5% berdasarkan standar PLN. Setelah melakukan perhitungan tersebut maka didapatkanlah arus diferensial dan arus setting yang nilainya masing-masing sebesar 0,1788 A dan 1,332 A. Kemudian dilakukan simulasi trip dengan software 87T.
Andrew Jussac Jusran, Chairul G. Irianto, Henry Candra
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 69-79; doi:10.24912/tesla.v22i1.7114

Abstract:
Photovoltaic (PV) modules are devices that convert sunlight to electricity. The usages of PV modules become more popular from time to time. In a certain condition, PV modules can have multiple problems. One of many problems found in usages of PV modules is shading. Shading is a condition where sunlight is blocked by objects that makes shadow around the surface of PV modules which lead to a decreasing of productivity and efficiency in power generation. Shading issue can occurs to a single cell or group of cells in PV module which not only can cause a drastic decreasing in power generation but also can cause structure failure and fire. Equation modeling is needed to represent power, current, and voltage characteristic of PV module when shading occurs. Method that used in this research is a synthesis of several method which is detailed equation modeling of PV module and varying shading amount of a PV module using Simulink MATLAB program. The results shows that current and voltage characteristic and power and voltage characteristic are representing PV module behaviour in shading condition which can be analysed and lead to further research and development of PV devices and systems.ABSTRAK:Modul Photovoltaic (PV) adalah perangkat yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Penggunaan modul PV menjadi semakin populer dari waktu ke waktu. Pada kondisis tertentu, modul PV dapat mengalami gangguan. Salah satu gangguan dalam penggunaan modul PV adalah shading. Shading adalah kondisi di mana sinar matahari terhalangi oleh suatu objek, di mana objek tersebut menghasilkan bayangan pada permukaan modul PV yang mengakibatkan berkurangnya produktifitas dan efisiensi dari pembangkitan listrik. Gangguan shading dapat terjadi pada satu sel PV atau beberapa sel PV yang tidak hanya mengakibatkan berkurangnya pembangkitan listrik secara drastis tetapi juga kerusakan struktur dan kebakaran. Pemodelan persamaan diperlukan untuk merepresentasi karakteristik daya, arus dan tegangan pada saat terjadinya gangguan shading. Metode yang digunakan pada penelitian tersebut adalah sintesa dari beberapa metode yaitu pemodelan detail persamaan modul PV dan memvariasikan besaran gangguan shading pada modul PV menggunakan program Simulink MATLAB. Hasil dari penilitan memperlihatkan karakteristik arus dan tegangan dan karakteristik daya dan tegangan merepresentasikan modul PV pada saat mengalami shading di mana hasil tersebut dapat dianalisis dan digunakan untuk penelitian yang lebih lanjut dan pengembangan dari perangkat PV dan sistem PV
Sudimanto Sudimanto, Kevin Kevin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 1-11; doi:10.24912/tesla.v22i1.7807

Abstract:
The development of technology for warehousing is more advanced, either is the process of moving goods that canbe done automatically without intervention from people which make business processes more precise, fast and accurate. With theprocess that can run automatically make the process work more efficient, flexible and run continuously. Controlling and automationcan be done easily, efficiently and quickly. Design goods moving robot is intended to facilitate the process of moving items especiallyin the warehouse section. The goods moving robot can move goods from the place of taking goods to the place of storage of goods incontinuously and over and over again, so makes the process of moving goods can go on. The control of the goods moving robot isuse Arduino UNO as the control center on the robot, as well as the LDR (Light Dependent Resistor) sensor which supports to checkson what is available. The motion system in the robot uses 1 motor driver, servo motor to raise and lower the Fork which is necessaryto lift and unload goods and 2 DC motors that aim to move the robot from one place to another. The goods moving robot does themoving of goods which is in progress continuously taking the goods that are in the place of taking the goods and will stop if at theplace of taking the goods in an empty conditionABSTRAK:Perkembangan teknologi dalam bidang pergudangan mengalami banyak kemajuan, salah satunya adalah prosespemindahan barang dapat berjalan secara otomatis tanpa adanya gangguan atau campur tangan manusia sehingga membuat prosesbisnis menjadi lebih tepat, cepat dan akurat. Dengan adanya sebuah proses yang dapat berjalan secara otomatis dapat membuat prosesyang ada di dalam pekerjaan menjadi lebih efisien, fleksibel dan berjalan terus menerus. Pengendalian dan otomatisasi dapatdilakukan dengan mudah, efisien dan cepat. Perancangan robot pemindahan barang bertujuan agar mempermudah proses pemindahanbarang khususnya yang ada pada bagian pergudangan. Robot pemindah barang dapat memindahkan barang dari tempat pengambilanbarang ke tempat penyimpanan barang secara terus menerus dan berulang, sehingga membuat proses pemindahan barang dapatberjalan terus. Pengontrolan robot pemindah barang ini menggunakan Arduino UNO sebagai pusat kendali pada robot, serta sensorLDR (Light Dependent Resistor) yang bertujuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap muatan yang tersedia. Sistem gerak padarobot menggunakan 1 buah motor driver, motor servo untuk menaikan dan menurunkan Fork yang mana berfungsi untuk melakukanpengangkatan dan penurunan barang dan 2 buah motor DC yang bertujuan untuk menggerakan robot dari satu tempat ke tempatlainnya. Robot pemindah barang melakukan pemindahan barang secara terus menerus mengikuti ketersediaan barang yang ada ditempat pengambilan barang dan akan berhenti bila di tempat pengambilan barang dalam kondisi kosong
Mochammad Aziz, Yosua Marcellino, Intan Agnita Rizki, Sri Anwar Ikhwanuddin, Joni Welman Simatupang
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 45-55; doi:10.24912/tesla.v22i1.7898

Abstract:
: Indonesia's population growth is still ongoing and energy demand for transportation continues to increase from year to year. Moreover, the use of fossil fueled-based motor vehicle is increasing and filling the city main roads and highways. Petroleum which is used as conventional vehicle fuel today is a non-renewable energy. Electric vehicle is one of the means of transportation that can meet the needs of the society mobility, but still environmentally friendly because it does not have exhaust gas or emissions. There are so many negative effects from exhaust gas or emissions resulting from combustion of conventional car engines. Among other negative impacts are on health and human well-being and also the environment. The Indonesian government plans seriously in realizing the conversion of electric-based vehicles (EV). However, many people do not know the technology used in the electric vehicle yet. In this descriptive-explanatory paper, we will discuss this technology development and types of electric vehicle in general, and also a bit of autonomous vehicle. In addition, it was also discussed regarding the support of the Indonesian government for public concerns about the lack of facilities for electric vehicle such as public charging facilities. In addition, support for policies and other incentive will also be elaborated in this paper. This policies and incentive are expected to have a significant impact in-line with the increasing of consumer awareness to switch from conventional cars to electric vehicles.ABSTRAK:Pertumbuhan penduduk Indonesia masih terus berlangsung dan kebutuhan energi untuk transportasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Terlebih penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil (fossil fueled-based motor vehicle) semakin meningkat dan memenuhi jalan-jalan raya perkotaan dan tol. Minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar mobil konvensional saat ini merupakan energi yang tidak terbarukan. Mobil listrik merupakan salah satu sarana transportasi yang bisa memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat namun tetap ramah lingkungan karena tidak memiliki polusi atau emisi gas buang. Banyak sekali dampak negatif dari polusi atau emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran mesin mobil konvensional. Antara lain dampak negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia serta lingkungan hidup. Pemerintah Indonesia berencana serius dalam mewujudkan konversi kendaraan berbasis listrik (KBL). Namun masyarakat belum mengetahui teknologi yang digunakan pada mobil listrik. Dalam tulisan yang bersifat descriptive- explanatory ini akan dibahas mengenai perkembangan teknologi mobil listrik ditambah sedikit tentang kendaraan otomatis (autonomous vehicle). Selain itu juga akan membahas dukungan pemerintah Indonesia terhadap mobil listrik sebagai solusi bagi kekuatiran masyarakat mengingat fasilitas pengisian umum yang masih minim atas kendaraan mobil listrik. Selain itu dukungan terhadap kebijakan dan insentif lainnya pun juga akan dibahas dalam artikel ini. Kebijakan dan insentif ini diharapkan bisa berdampak signifikan sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen untuk beralih dari mobil konvensional menjadi mobil listrik
Rizki Priya Pratama
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 56-68; doi:10.24912/tesla.v22i1.7862

Abstract:
The smart home is a system that provides comfort, safety, and energy savings, automatically. This system can be used to control electrical equipment such as lights, water pumps, air conditioners, etc. By replacing any conventional switch into a wireless switch, users can control this device from inside and outside the home automatically. The design of this lamp controller uses the ESP8266 module, relay driver, Tenstar Robot SMPS power supply, and TTP223 touch sensor. This control device is made as small as possible so that it can fit into inbow dus switch. The ESP8266 programming platform is Arduino by implementing the PubSubClient library for communication on the MQTT protocol. With the MQTT protocol, the system is created by giving orders via the topic "/order/(ruang)" and see the status of the lights with the topic "/ status/(ruang)". The command and status method is also applied to the Android application "Kontrol Rumah MQTT" so users can more easily. Besides, this control device is equipped with a schedule that can be set through the Android application. Based on the test results, the system has worked according to plan and can control all lights with the Android application, Kontrol Rumah MQTT. Messages "/order/(ruang)" from the Android application to the lamp controller can be received and sent back via "/status/(ruang)" properly. By using the MQTT broker address: broker.hivemq.com, the publish-subscribe process has 100% success. Meanwhile, testing the lamp schedule on the lamp control device can work correctly according to the schedule given.ABSTRAK: Rumah pintar adalah sebuah sistem yang memberikan kenyamanan, keamanan dan penghematan energi, secara otomatis pada sebuah rumah. Sistem ini dapat digunakan untuk mengendalikan peralatan-peralatan listrik seperti lampu, pompa air, pendingin ruangan dll. Dengan mengganti setiap saklar konvensional menjadi saklar wireless, pengguna dapat mengontrol perangkat ini dari dalam maupun dari luar rumah secara otomatis. Perancangan pengendali lampu ini menggunakan modul ESP8266, driver relay, power supply SMPS Tenstar Robot dan sensor sentuh TTP223. Perangkat pengendali ini dibuat sekecil mungkin sehingga dapat masuk pada inbow dus saklar. Platform pemrograman ESP8266 adalah Arduino dengan menerapkan library PubSubClient untuk komunikasi pada protokol MQTT. Dengan protokol MQTT, sistem dibuat dengan memberikan perintah melalui topik “/order/(ruang)” dan melihat status lampu dengan topik “/status/(ruang)”. Metode perintah dan status tersebut juga diterapkan pada aplikasi Android “Kontrol Rumah MQTT” sehingga pengguna dapat lebih mudah. Selain itu, perangkat pengendali ini dilengkapi dengan jadwal yang dapat diatur melalui aplikasi Android. Berdasarkan hasil pengujian, sistem telah bekerja sesuai dengan perencanaan dan mampu mengendalikan lampu seluruhnya dengan aplikasi Android, Kontrol Rumah MQTT. Pesan “/order/(ruang)” dari aplikasi Android ke pengendali lampu ESP8266 dapat diterima dan dikirim kembali melalui “/status/(ruang)” dengan baik. Dengan menggunakan alamat MQTT broker : broker.hivemq.com, proses publish - subscribe mempunyai keberhasilan 100%. Sedangkan, pengujian jadwal lampu pada perangkat pengendali lampu dapat bekerja dengan benar sesuai jadwal yang diberikan.
Arsyad Ramadhan Darlis, Dean Adrian
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 34-44; doi:10.24912/tesla.v22i1.7770

Abstract:
The people with visual impairment have problems in mobility and orientation, especially in the outdoor environment. Recently, traffic lights systems, which is a facility where someone crosses do not support visually implaired people so they still need help from others in crossing the road. In this study, a system that integrates traffic lights is implemented using Visible Light Communication (VLC) technology, where the VLC transmitter is mounted on a traffic light, and the VLC receiver is installed as a wearable device that can be used with the audio information signal. The measurement is done by considering the use of color filters. The measurement results show that the transmitter system has been able to send signals with audio frequencies from 300 Hz to 4000 Hz. Besides that, receiving an information signal consisting of a audio signal from a transmitter mounted on a traffic light with a red, yellow and green color filter can be received by a VLC receiver that is placed on a visually impaired person of good quality with the signal voltage received above 4 Vpp, where the use of a yellow filter shows the best signal reception results with a voltage output of 5.00 Vpp at a frequency of 2400 Hz compared to other color filters.ABSTRAK: Penyandang tuna netra memiliki masalah dalam hal mobilitas dan orientasi, khususnya di lingkungan luar (outdoor). Pada sistem yang terdapat pada lampu lalu lintas (traffic light) yang merupakan fasilitas dimana seseorang menyebrang saat ini belum mendukung penyandang tuna netra, sehingga sampai saat ini masih membutuhkan bantuan orang lain dalam menyebrang jalan. Pada penelitian ini, sebuah sistem yang diintegrasikan pada lampu lalu lintas diimplementasikan menggunakan teknologi Visible Light Communication (VLC), dimana VLC transmitter dipasang pada lampu lalu lintas dan VLC receiver dipasang sebagai wearable device dengan sinyal informasi suara digunakan oleh penyandang tunanetra sehingga dapat menerima informasi mengenai kondisi lampu lalu lintas pada saat itu. Pengujian sistem dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan filter berwarna. Hasil pengukuran menunjukan bahwa sistem transmitter telah dapat mengirimkan sinyal dengan frekuensi suara dari 300 Hz sampai 4000 Hz. Disamping itu, penerimaan sinyal informasi berupa sinyal suara dari transmitter yang terpasang pada lampu lalu lintas dengan filter warna Merah, Kuning dan Hijau telah dapat diterima oleh receiver yang ditempatkan pada penyandang tuna netra dengan kualitas baik dengan tegangan sinyal yang diterima diatas 4 Vpp, dimana penggunaan filter warna kuning menunjukan hasil penerimaan sinyal yang paling baik dengan tegangan output 5,00 Vpp pada frekuensi 2400 Hz dibandingkan dibandingkan penggunaan filter warna lainnya
Albert Gifson Hutajulu, Masbah Rt Siregar, Mohammad Priyo Pambudi
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 23-33; doi:10.24912/tesla.v22i1.7333

Abstract:
Indonesia is a tropical area that has a very large amount of sunlight which is a potential renewable energy with an average daily irradiation of 4.5 - 4.8 kWh / m2.As a renewable energy, sunlight is not pollutant, will not run out, but is free or free.Therefore this energy source can be utilized for electricity through the Solar Power Plant (PLTS) system. This research will discuss the design of On Grid Solar Power Generation (PLTS) systems by generating 60% of the load capacity in the Learning Farm area.The power generated is 68.17 kWp using 100 solar cell modules. This PLTSis designed to reduce electricity consumption from PLN in Ancol Ecopark.This location is considered to have good solar radiation potential and a largeavailability of land. The results of this design are expected to be a referencefor the Ancol ecopark learning farm in order to obtain a good match between energy needs, price, and quality.ABSTRAK:Indonesia merupakan daerah tropis yang mempunyai sinar matahari yang sangat besar menjadi potensi energi terbarukan dengan iradiasi harian rata-rata 4,5 – 4,8 kWh/m2. Sebagai energi terbarukan, sinar matahari tidak bersifat polutif, tidak akan habis, namun bersifat gratis atau cuma-cuma. Maka dari itu sumber energi ini dapat dimanfaatkan untuk kelistrikan melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pada penelitian ini akan dibahas perancangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid dengan membangkitkan 60 % dari kapasitas beban di area Learning Farm. Besar daya yang dibangkitkan sebesar 68,17 kWp dengan menggunakan 100 modul sel surya. PLTS ini dirancang untuk mengurangi pemakaian listrik dari PLN di Ecopark Ancol. Lokasi ini dinilai memiliki potensi radiasi matahari yang cukup baik dan ketersediaan lahan yang luas. Hasil dari perancangan ini diharapkan menjadi acuan bagi pihak ecopark learning farm Ancol agar diperoleh kesesuaian antara kebutuhan energi, harga, dan kualitas yang baik
Hendrianto Husada, Samsurizal Samsurizal
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 113-122; doi:10.24912/tesla.v21i2.7182

Abstract:
Virtual instrumentation is a new technology that combines hardware and software computer technology which replace instrument traditional in measurement so that more efficient and accurate. One of the softwares that is used within building a virtual instrumentation is made by National Instrument and called Labview .Combination electronics digital hardware and software labview build an instrument that can do measurement as needed withquite cheap investatment .In this case Laptop and Labview is used to display temperature and Humidity that are captured by arduino system in the display that is easy to see . Wihin this article writer do researching about monitoring temperature and humidity using labview with Arduino system for preventing fire disaster. The sensor used to measure temperature and humidity is DHT11 and the microcontroller used is Arduino Un. The monitoring humidity and tenperature are did at Laboratory of Industrial Electronic STT PLN Jakarta. The results of this study are monitoring temperature and humidity can be done continuously with the Virtual Instrumentation System. Early detection of fire hazard occurs when the temperature change is monitored, the value rises and the humidity value decreases in a very short period of timeABSTRAK:Instrumentasi virtual adalah suatu teknologi baru yang menggabungkan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak komputer menggantikan alat ukur tradisional dalam pengukuran agar lebih efisien dan akurat. Salah satu perangkat lunak yang digunakan dalam membangun suatu instrumentasi virtual adalah perangkat lunak buatan perusahaan National Instrument yang disebut Labview. Penggabungan perangkat keras dan perangkat lunak Labview bisa membentuk alat ukur yang bisa melakukan pengukuran yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan dengan investasi biaya yang tidak mahal. Dalam hal ini Laptop dengan Labview berfungsi untuk menampilkan hasil penangkapan data temperatur dan kelembaban oleh Sistem Arduino dalam bentuk tampilan yang mudah dilihat. Dalam artikel ini penulis melakukan penelitian mengenai pemantauan temperatur dan kelembaban untuk pencegahan bahaya kebakaran. Sistem tersebut digunakan sebagai pendeteksi dini bahaya kebakaran. Sensor yang digunakan untuk mengukur temperature dan kelembaban udara adalah DHT11 dan mikrokontroler yang digunakan adalah arduino uno. Pemantauan temperatur dan kelembaban dilakukan di Laboratorium Elektronika Industri STT PLN Jakarta. Hasil penelitian ini adalah pemantauan temperatur dan kelembaban dapat dilakukan secara terus menerus dengan Sistem Instrumentasi Virtual. Pendeteksian dini bahaya kebakaran terjadi saat adanya perubahan temperatur yang dipantau nilainya semakin naik dan nilai kelembaban yang semakin turun dalam kurun waktu yang sangat singkat.
Endah Setyaningsih, Tommy Tommy, Harlianto Tanudjaja
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 145-155; doi:10.24912/tesla.v21i2.7186

Abstract:
Baby incubator is very important to keep the newborn’s body temperature especially for premature babies. Premature babies is the babies that born less than 37 weeks and has less than 2500 grams body weight. Baby incubator is designed to have a lenght of 70 cm, a width of 40 cm, and a height of 60 cm. The system of baby incubator will automatically turn on or turn off the fan, heater or humidifier in accordance with the range of temperature and humidifier that has been set. The range of humidifier inside the baby incubator is 40% - 60%. The range of temperature can be set in a Graphical User Interface (GUI). At GUI, user can fill and show babies profile, babies activity, level of baby’s bilirubin, and the range of temperature. Those Datas are saved in a database’s tables. GUI can show the temperature and humidity of babies incubator in form of graph. Babies monitoring can be done by wireless. There is a monitoring device that can buzz if the baby is crying. This system has a database that can store incubator room temperature-humidity data, baby’s temperature, sound counters, biodata, activity, bilirubin and incubator temperature regulation. Can also provide information about the incubator's humidity and baby's temperature on the LCD and GUI and can save the record of the activities carried out by the baby, as well as keep a record of the baby's bilirubin value and turn on the lights automatically according to the bilirubin value inputABSTRAK:Inkubator bayi sangat berperan penting untuk menjaga suhu tubuh bayi baru lahir khususnya bagi bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang dari 37 minggu dan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Inkubator bayi yang dirancang memiliki ukuran ruang panjang 70 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Sistem dari inkubator bayi ini akan secara otomatis menyalakan atau mematikan kipas, heater atau humidifier sesuai dengan batas suhu dan kelembaban yang telah diatur. Batas kelembaban udara di dalam inkubator bayi adalah sebesar 40% sampai 60%. Batas suhu inkubator bayi diatur sesuai dengan umur dan berat badan bayi. Pengaturan batas suhu inkubator bayi dapat diatur pada sebuah Graphical User Interface (GUI). Pada GUI, pengguna dapat mengisi dan menampilkan biodata bayi, aktivitas bayi, tingkat bilirubin bayi dan batas suhu inkubator yang diinginkan. Data-data tersebut disimpan pada tabel-tabel yang berada pada sebuah basis data. GUI juga dapat menampilkan suhu dan kelembaban inkubator bayi dalam bentuk grafik. Pemantauan bayi dapat dilakukan secara wireless. Terdapat sebuah alat pemantau yang akan berbunyi apabila bayi menangis. Sistem ini memiliki database yang dapat menyimpan data suhu-kelembaban ruang inkubator, suhu tubuh, counter suara, biodata, aktivitas, bilirubin dan pengaturan temperatur inkubator. Juga dapat memberikan informasi mengenai suhu-kelembaban inkubator dan suhu tubuh bayi pada LCD dan GUI dan dapat menyimpan record aktivitas yang dilakukan bayi, serta menyimpan record nilai bilirubin bayi dan menyalakan lampu secara otomatis sesuai dengan nilai bilirubin yang di­-input.
Suraidi Suraidi, Shinta Nathania
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 123-134; doi:10.24912/tesla.v21i2.7183

Abstract:
Smart-kontak is a portable power outlet that can be controlled remotely by using Android application and website. Android application can run smart-kontak through Bluetooth, whereas website can manage smart-kontak through Wi-Fi. Both Android application and website can control the power button of the smart-kontak, however there is an additional feature on the website as a timer setting which will set how long the smart-kontak be on. The on/off status and remaining time of the smart-kontak can be seen on Android application and website. Its system design uses microcontroller LOLIN D32 as processing module and Arduino Software (IDE) to write the program. Android application is designed by using Android Studio Software while the website is written with HTML. System testing is done by controlling the smart-kontak through Android application and website. The testing shows that smart-kontak can be run through Android application and website according to the program and all modules function well.ABSTRAK: Smart-kontak merupakan stopkontak portable yang dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan aplikasi Android dan situs web. Aplikasi Android dapat mengendalikan smart-kontak melalui Bluetooth, sedangkan situs web dapat mengendalikan smart-kontak melalui Wi-Fi. Aplikasi Android dan situs web dapat mengatur on/off dari smart-kontak, namun pada situs web terdapat fitur tambahan berupa timer untuk mengatur lamanya smart-kontak menyala. Status on/off dan remaining time dari smart-kontak dapat dilihat pada Aplikasi Android dan situs web. Perancangan sistem ini menggunakan mikrokontroler LOLIN D32 sebagai modul pemrosesnya dan Arduino Software (IDE) untuk menulis program. Aplikasi Android dirancang menggunakan software Android Studio sedangkan situs web ditulis menggunakan HTML. Pengujian sistem ini dilakukan dengan mengendalikan smart-kontak melalui aplikasi Android dan situs web. Pengujian sistem menunjukkan bahwa smart-kontak dapat dikendalikan melalui aplikasi Android dan situs web sesuai dengan program yang dibuat dan semua modul berfungsi sesuai dengan baik
Hadian Satria Utama, Jullio Setiawan, Pono Budi Mardjoko
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 135-144; doi:10.24912/tesla.v21i2.7184

Abstract:
The gate of the house has a very important role in everyday life, especially as a house with the road limits. The gate used in Indonesia on average has a work method pushed or pulled to close or open. To ease the burden of users, then built a remote gate control system. Control of the gate can be done using an Android smartphone as the interface. By using Bluetooth connections and programs on Android smartphones, users can simply control open or close the gate with just a touch. The designed gate can also be locked using an electric lock, so Android smartphone users can lock and unlock the fence. The system is also equipped with an object sensor that can resist the movement of the gate so as not to close when the object from the direction of the house wants to leave the house. Each key function and fencing motion can also be done without a Bluetooth connection that is by using a manual button module that has been designed using a microcontroller. Any function that can be done by programmable gate using a microcontroller is Arduino Mega. The results achieved in testing this system is the gate can be controlled remotely using a Bluetooth connection to open/close the gate, as well as lock/unlock the gate. In addition, the gate can be locked and unlocked remotely using the program on Android smartphones, besides that each function can be done without Bluetooth connection using manual buttonABSTRAK:Pintu pagar rumah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama sebagai pembatas rumah dengan jalan. Pintu pagar yang digunakan di Indonesia rata-rata memiliki cara kerja didorong atau ditarik untuk menutup atau membuka. Untuk meringankan beban pengguna, maka dibangun sebuah sistem pengontrolan pintu pagar jarak jauh. Pengontrolan pintu pagar dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah smartphone Android sebagai antar muka. Dengan menggunakan koneksi Bluetooth dan program pada smartphone Android maka pengguna dengan mudahnya melakukan kontrol buka atau tutup pintu pagar dengan hanya sentuhan. Pintu pagar yang dirancang juga dapat dikunci dengan menggunakan sebuah kunci elektrik, sehingga pengguna smartphone Android dapat mengunci dan membuka kunci pagar. Sistem ini juga dilengkapi dengan sebuah sensor obyek yang dapat menahan gerakan pintu pagar agar tidak menutup ketika obyek dari arah dalam rumah ingin keluar rumah. Tiap fungsi kunci dan gerak pagar juga dapat dilakukan tanpa koneksi Bluetooth yaitu dengan menggunakan modul tombol manual yang telah dirancang menggunakan mikrokontroler. Setiap fungsi yang dapat dilakukan oleh pintu pagar diprogram menggunakan sebuah mikrokontroler yaitu Arduino Mega. Hasil yang dicapai pada pengujian sistem ini adalah pintu pagar dapat dikontrol dari jarak jauh menggunakan koneksi Bluetooth untuk melakukan buka/tutup pintu pagar, serta kunci/buka kunci pintu pagar. Selain itu pintu pagar dapat dikunci dan buka kunci dari jarak jauh menggunakan program pada smartphone Android, selain itu tiap fungsi tersebut dapat dilakukan tanpa koneksi Bluetooth dengan menggunakan tombol manual.
Akmal Radiansyah, Albert Gifson
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 100-112; doi:10.24912/tesla.v21i2.7180

Abstract:
An electric motor that is used continuously will experience a decline in performance and even be damaged, maintenance and repair of electric motors must be done based on standards so that all existing specifications can be met and repairs deserve to be accepted. Where in this case motor repair is done by overhauling, where overhaul is a comprehensive repair or maintenance activity by repairing or replacing parts of electric motors that are damaged. Based on visual data and electrical measurements the decrease in the value of the polarization index (PI) of the induction motor is caused by dirty and moist winding conditions. Overhaul is done in 8 stages, namely; planning, dismantling, electrical measurement, mechanical measurement, electrical action, mechanical action, assembling and no load test running. After overhauling, the result shows that the value of the polarization index (PI) increased by 1.4 from 1.8 to 3.2, which is above the standard value set by IEEE 43.ABSTRAK:Suatu motor listrik yang digunakan terus menerus akan mengalami penurunan performa bahkan rusak, perawatan dan perbaikan motor listrik harus dilakukan berdasarkan standar supaya semua spesifikasi yang ada dapat terpenuhi dan perbaikan layak untuk diterima. Dimana pada kasus ini perbaikan motor diakukan dengan cara overhaul, dimana overhaul merupakan kegiatan perbaikan atau perawatan secara menyeluruh dengan cara memperbaiki atau mengganti bagian dari motor listrik yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data visual dan pengukuran elektrik penurunan nilai polarization index (PI) motor induksi disebabkan oleh kondisi winding yang kotor dan lembab. Overhaul dilakukan dengan 8 tahapan, yaitu; planning, dismantling, pengukuran elektrik, pengukuran mekanik, tindakan elektrik, tindakan mekanik, assembling dan running test no load. Setelah overhaul didapatkan hasil bahwa nilai polarization index (PI) meningkat sebesar 1.4 dari sebelumnya 1.8 menjadi 3.2, berada diatas nilai standar yang ditetapkan oleh IEEE 43
Juara Mangapul Tambunan, Hary Mulyono
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 87-99; doi:10.24912/tesla.v21i2.7179

Abstract:
Transmission line is a very absolute thing in an electric power system. In the distribution of electricity from generating centers to loads (consummers), where the distance is quite far it is done through the transmission line. Transmission channels those are generally used based on construction are the lattice type and steel pole. The transmission channel has a safe limit against other objects around it according to the standard set. The air transmission line uses a TACSR (Thermal Aluminium Conductor Steel Reinforce) conductor which has a working capacity with temperatures up to 1500C. Based on calculations when the distance is 212m with a temperature of 1500C the value of the roof is 9,40m. When the distance is 173m with a temperature of 1500C the maximum value of the roof is 7.8m. When The condition of the temperature and the length of the span affect the value of the roof the greater of the temperature and the length of the span, so the greater of the resistance.ABSTRAK:Saluran transmisi adalah suatu hal yang sangat mutlak dalam suatu sistem tenaga listrik. Dalam penyaluran tenaga listrik dari pusat-pusat pembangkit ke beban (konsumen), dimana jaraknya cukup jauh maka dilakukan lewat saluran transmisi. Saluran transmisi yang umum digunakan berdasarkan konstruksinya adalah tipe lattice dan steel pole. Saluran transmisi ini memiliki batas aman terhadap obyek lain yang ada di sekitarnya sesuai standar yang ditetapkan. Saluran transmisi udara menggunakan konduktor jenis TACSR (Thermal Aluminium Conductor Steel Reinforced) yang memiliki kemampuan kerja dengan suhu sampai 1500C. Berdasarkan perhitungan pada saat jarak span 212 m dan dengan suhu 1500C andongan maksimumnya bernilai 9,40 m. Pada saat jarak 173 m dan dengan suhu 1500C andongan maksimalnya 7,8m. Pada saat jarak 233 m dengan suhu 1500C andongan maksimumnya adalah 10,58m. Keadaan suhu dan panjang span mempengaruhi nilai andongan, semakin besar suhu dan panjang span maka nilai andongan akan semakin besar.
Bobby Demeianto, Boby Wisely Ziliwu
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 183-192; doi:10.24912/tesla.v21i2.7227

Abstract:
Water Treatment Plant called IPA 1 located on Jl. Penjernihan II No.1 Pejompongan is one of the water installations owned by a water treatment company in DKI Jakarta that operates 24 hours non-stop to produce clean water with a capacity of 2500 liters per second (2500 lps). In a Water Treatment Installation (IPA) there is a process of processing and distributing water, to distribute water needs needed auxiliary equipment that is able to supply clean water as needed. In water supply applications at water treatment plants (IPA), the need for clean water, especially in the capital city of DKI Jakarta, is increasingly increasing, making the pump's performance even greater in its distribution so that it often ignores the amount of energy used in producing and distributing clean water. Testing a distribution pump is needed to determine the working characteristics of a pump. One of the variables tested to determine the pump's working characteristics in terms of electricity is to test the relationship between the motor rotation speed used (RPM) and the flow rate of water generated from the pump (liters / second). It can be seen that if the electric motor used to rotate the pump works in a low rotation, then the electric power used will be low and vice versa. One obstacle that may be faced when we are going to do a test to find out the motor rotation characteristics with the flow rate of water, especially in a water treatment plant in Jakarta is that the distribution of water to the public should not be interrupted when we do the testing, so the data obtained will be difficult to obtain completely, especially when the motor rotates at low speed. One approach that can be taken to look for values that are not measurable is to use polynomial regression. The purpose of this study is to look for variables that cannot be measured at the time of the test, especially the water speed rate variable at each motor rotation change which is regulated by Variable Speed Drive (VSD) on motor pumps number two, three, and four using formula obtained from the coefficients of the polynomial regression method. One formula produced by this polynomial regression is Q = 0.0005 N2 - 0.2231 N - 14.101, with an R2 value of 99.79%, where Q is the water flow rate (liters / second) and N is the motor rotation speed (RPM) ).ABSTRAKInstalasi Pengolahan Air IPA 1 yang berlokasi di Jl. Penjernihan II No.1 Pejompongan merupakan salah satu instalasi air yang dimiliki sebuah perusahaan pengolahan air di DKI Jakarta yang beroperasi selama 24 jam non stop untuk menghasilkan air bersih dengan kapasitas 2500 liter per detik (2500 lps). Pada suatu Instalasi Pengolahan Air ( IPA ) terdapat proses pengolahan dan pendistribusian air, untuk mendistribusikan kebutuhan air dibutuhkan peralatan bantu yang mampu menyuplai air bersih sesuai dengan yang dibutuhkan. Dalam aplikasi penyuplaian air pada instalasi pengolahan air (IPA), kebutuhan air bersih khususnya di daerah ibu kota DKI Jakarta semakin lama semakin meningkat membuat kinerja pompa semakin besar dalam pendistribusiannya sehingga sering mengabaikan besarnya energi yang di pakai dalam menghasilkan dan mendistribusikan air bersih. Pengujian suatu pompa distribusi diperlukan untuk mengetahui karakteristik kerja dari suatu pompa tersebut. Salah satu variable yang diuji untuk mengetahui karakteristik kerja pompa tersebut dalam hal kelistrikannya adalah dengan menguji karakteristik hubungan kecepatan putaran motor yang digunakan ( RPM ) dengan laju aliran air yang dihasilkan dari pompa tersebut ( liter / detik ). Dapat diketahui bahwa apabila motor listrik yang dipakai untuk memutar pompa bekerja dalam putaran yang rendah, maka daya listrik yang dipakai pun akan rendah begitu pula sebaliknya. Salah satu kendala yang mungkin dihadapi pada saat kita akan melakukan pengujian untuk mengetahui karakteristik putaran motor dengan laju aliran air khususnya pada suatu instalasi pengolahan air di Jakarta adalah distribusi air kepada masyarakat tidak boleh terganggu pada saat kita melakukan pengujian, sehingga data yang diperoleh akan sulit didapatkan secara lengkap khususnya pada saat motor berputar pada putaran rendah. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mencari nilai-nilai yang tidak terukur tersebut adalah dengan menggunakan regresi polynomial. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari variable-variabel yang tidak dapat terukur pada saat dilakukannya pengujian, khususnya variabel laju kecepatan air pada setiap perubahan putaran motor yang diatur oleh Variable Speed Drive ( VSD ) pada motor-pompa nomor dua, tiga, dan empat dengan menggunakan rumus yang didapatkan dari koefisien-koefisien metode regresi polynomial. Salah satu rumus yang dihasilkan dengan regresi polynomial ini adalah Q = 0.0005 N2 – 0.2231 N – 14.101, dengan nilai R2 sebesar 99,79 %, dimana variable Q merupakan laju aliran air ( liter / detik ) dan variable N merupakan kecepatan putaran motor ( RPM ).
Michael Albertus, Muliady Muliady
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 170-182; doi:10.24912/tesla.v21i2.7189

Abstract:
Air conditioner control using speech recognition is made to help people with disabilities that unable to operate remote control physically but have verbal abilities. Verbal control allows disabled people adjust temperatures and fan speed. Speech received by Respeaker 2-mics Pi HAT module, converted into wav, processed by Google Assistant API with Natural Language Processing algorithm by categorizing words into their types, subject, predicate, object, and description to facilitate Google Assistant API. Words matched with command in command text database Raspberry Pi 3 to enable local commands modulates signal in form of space-coded signal on GPIO, transmitted through infrared transmitter to control the Air Conditioner. Infrared database obtained by receiving infrared signal through infrared receiver that have been coded by LIRC into pulse space, calling function is created, compared in command text database.The infrared light distance from the infrared transmitter can be sent to air conditioner up to 600 cm with β NPN 2N2222A transistor worth 257, Resistor base value is 1500 Ohm, and Resistor collector value is 6.2 Ohm. Speech to text experiments with background sound intensity 35-40 dB, respondent’s sound intensity 50-70dB, and the respondent’s distance to the microphone 40-50 cm. System can recognize respondent’s speeches with success rate above 50%. The word “High” in fan speed speech experiments cannot be detected by the system, so it is necessary to add other word to be recognized. The system can receive Google Translate speech and only got one failure.ABSTRAK:Perangkat elektronik air conditioner dengan pengendalian pengenalan ucapan untuk membantu penyandang tunadaksa yang tidak mampu mengendalikan remote secara fisik tetapi memiliki kemampuan verbal. Pengendalian dengan cara verbal memungkinkan penyandang tunadaksa untuk mengubah suhu dan mengatur fan speed air conditioner. Ucapan diterima modul Respeaker 2-mics Pi HAT dikonversi menjadi format wav kemudian diolah oleh Google Assistant API dengan algoritma Natural Language Processing yaitu mengategorikan kata menjadi jenisnya, subjek, predikat, objek, dan keterangannya untuk mempermudah pencarian pada kamus Google Assistant API. Kata tersebut dibandingkan dengan perintah ucapan pada commandtextdatabaseRaspberry Pi 3 yang mengaktifkan local command dan memodulasi sinyal space-coded signal pada GPIO, ditransmisikan melalui infrared transmitter untuk mengatur air conditioner. Infrareddatabase diperoleh melalui penerimaan cahaya infrared dan dikodekan menjadi pulse space oleh software LIRC menjadi fungsi pemanggilan, dipasangkan dengan perintah ucapan commandtextdatabase. Jarak cahaya infrared dari infrared transmitter dapat dikirimkan ke air conditioner hingga sejauh 600 cm dengan transistor NPN 2N2222A bernilai 257, nilai Resistor base sebesar 1500 Ohm, dan nilai Resistor collector sebesar 6,2 Ohm. Uji cobaspeech to text dengan kondisi intensitas background sound 35-40 dB, intensitas suara responden 50-70 dB, dan jarak responden ke microphone 40-50 cm. Sistem yang direalisasi mampu mengenali ucapan yang diberikan responden dengan keberhasilan di atas 50%. Ucapan “High” pada pengujian ucapan fan speed tidak dapat dideteksi oleh sistem, oleh karena itu perlu ditambahkan ucapan suhu agar ucapan dikenal. Sistem mampu menerima ucapan Google Translate dan hanya mendapatkan satu kali kegagalan deteksi ucapan
Eko Syamsuddin, Makclin Makclin, Yohanes Calvinus
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 156-169; doi:10.24912/tesla.v21i2.7188

Abstract:
Food and beverage producers are required to put an expiration date on each production package in accordance with SNI. So far, small-scale entrepreneurs have affixed the expiration date by attaching stickers, installing the expiration mark in this way requires a relatively long time, so that the product ready for distribution is hampered in its distribution. To overcome this, we need a machine that can help small entrepreneurs to reduce the time in affirming the expiration date. This tool can print the expiration date automatically by the hot stamping method. This tool uses an AC motor to drive the rewinder and a DC motor to run the stamping head. Changing the date of printing is also easy, just use an L key to release and install characters. This tool is controlled by a microcontroller as a regulator of input, output, and printing distance settings with a choice of 10 modes. The conclusion that can be drawn from the design of an expiry date printing tool on a plastic pack with the hot stamping method is that the expiry date printing device on this plastic package can print an expiration date on plastic with a stamping head distance of 2.6 cm and the printing distance is determined by the input mode of the user assisted by eye-mark sensors in accordance with the plastic layout design. Starting from an average distance of 1.22 cm for Mode 1, up to 9.26 cm for Mode 10. Based on these conclusions, this tool has been tested to print well in a choice of 10 modes automatically.ABSTRAK:Produsen makanan dan minuman diwajibkan mencantumkan tanggal kadaluarsa pada setiap kemasan produksinya sesuai dengan SNI. Pengusaha kecil selama ini membubuhi tanggal kadaluarsa dengan menempelkan stiker, pemasangan tanda kadaluwarsa dengan cara ini membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga produk siap edar terhambat dalam distribusinya. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan mesin yang dapat membantu pengusaha kecil untuk mengurangi waktu dalam pembubuhan tanggal kadaluarsa. Alat ini dapat mencetak tanggal kadaluarsa secara otomatis dengan metode hot stamping. Alat ini menggunakan motor AC untuk menggerakkan rewinder dan motor DC untuk menjalankan stamping head. Penggantian tanggal pencetakan juga mudah, hanya menggunakan sebuah kunci L untuk melepas dan memasang karakter. Alat ini dikendalikan oleh mikrokontroler sebagai pengatur input, output, serta pengaturan jarak pencetakan dengan pilihan 10 mode. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan alat pencetak tanggal kadaluarsa pada plastik pack dengan metode hot stamping adalah alat pencetak tanggal kadaluarsa pada kemasan plastik ini dapat mencetak tanggal kadaluarsa pada plastik dengan jarak stamping head 2,6 cm dan jarak pencetakan dideterminasikan dengan input mode dari pengguna yang dibantu oleh sensor eye-mark sesuai dengan layout design plastik. Mulai dari jarak rata-rata 1,22 cm untuk Mode 1, hingga 9,26 cm untuk Mode 10. Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut alat ini telah teruji dapat mencetak dengan baik di pilihan 10 mode tersebut secara otomatis
Wiliam Wiliam, Budi Kartadinata, Linda Wijayanti
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 69-78; doi:10.24912/tesla.v21i1.3252

Abstract:
Nowadays, industry technology are developed to make productivity more efficient. The main problem that hampers the production process is using human labor. Therefore, industrial robots are developed to work more efficiently such as robots moving goods. The purpose of this research is to apply the robot arm to the process of moving goods that can be monitored and controlled remotely using Human Machine Interface (HMI). Robots require controllers as regulator of production processes such as Arduino Uno microcontroller and Programmable Logic Controller (PLC). Arduino Uno is used as a data processor from color sensor, then Arduino Uno will control the relay module which is used to communication medium with PLC. TCS230 is a color sensor that is also able to read the existence of an object. This color sensor produces digital frequencies as an output with the period that will be calculating by Arduino Uno. The object with color that have been detected will be move by the robot arm to a predetermined position. The arm of the robot moves using pneumatik and dc motors, as well as the limit switch as the x-axis position sensor of the robotic arm. The carrying of an object will be done with the air suction through a small hole that assisted by rubber lip. The pneumatik that used to suck an object has a cylindrical iron rod.ABSTRAK: Sekarang ini, teknologi bidang industri terus dikembangkan agar produktifitas menjadi semakin lebih efisien. Permasalahan utama yang menghambat proses produksi adalah penggunaan tenaga kerja manusia. Oleh karena itu, dikembangkanlah robot industri yang mampu bekerja lebih efisien seperti robot pemindah barang. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan lengan robot untuk proses pemindahan barang yang dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh menggunakan Human Machine Interface (HMI). Robot membutuhkan kontroler sebagai pengatur proses produksi seperti mikrokontroler Arduino Uno dan Programmable Logic Controller (PLC). Arduino Uno digunakan sebagai pengolah data dari sensor warna, kemudian Arduino Uno akan mengaktifkan relay modul yang berguna sebagai media komunikasi dengan PLC. TCS230 merupakan sensor warna yang sekaligus mampu membaca keberadaan objek. Sensor warn a ini menghasilkan keluaran berupa frekuensi digital yang akan dihitung periodenya oleh Arduino Uno. Benda yang telah dideteksi warnanya akan dipindahkan oleh lengan robot ke posisi yang telah ditentukan. Lengan robot bergerak menggunakan pneumatik dan motor dc, serta limit switch sebagai sensor posisi sumbu x dari lengan robot. Pengambilan benda dilakukan dengan hisapan udara melalui lubang kecil yang dibantu oleh bibir karet sebagai perekat. Pneumatik yang digunakan sebagai penghisap benda memiliki batang besi berupa silinder.
Cover -
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 1-1; doi:10.24912/tesla.v21i1.3331

Editorial -
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 1-1; doi:10.24912/tesla.v21i1.3255

Erwani Merry Sartika, T. Rudy Sarjono, Jeremy Jonathan
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 62-68; doi:10.24912/tesla.v21i1.3251

Abstract:
The equation of the ball and beam plant model has a lot of research. Generally, ball and beam plants use a lever on the part that is connected to the motor. In this paper plant ball and beam is used without a lever. The lever is changed by a circle that is moved not through the center so that it can raise and bring down the beam through the side of the circle which causes changes in the motorservo position to the movement of the ball becomes non-linear. For this reason, the equation of the existing ball and beam plant cannot be used to represent the characteristics of the plant. In this paper, ball and beam plants without levers were identified using the least square method to obtain the model equation.The least square method was successfully used to identify the model of plant ball and beam without a lever in the form of a second-order equation consisting of 2 poles and 1 zero with a validation value (loss function) of 0.1220 Persamaan model plant ball and beam telah banyak yang meneliti. Umumnya plant ball and beam menggunakan tuas di bagian yang terhubung pada motor. Pada makalah ini digunakan plant ball and beam tanpa tuas. Tuas diubah dengan lingkaran yang digerakkan tidak melalui pusat sehingga dapat menaikkan dan menurunkan beam melalui sisi lingkaran tersebut yang menyebabkan perubahan posisi motorservo terhadap pergerakan bola menjadi tidak linier. Dengan alasan tersebut maka persamaan plant ball and beam yang sudah ada tidak dapat digunakan untuk mewakili karakteristik plant tersebut. Pada makalah ini plant ball and beam tanpa tuas di identifikasi menggunakan metode least square untuk mendapatkan persamaan model. Metode least square berhasil digunakan untuk mengidentifikasi model plant ball and beam tanpa tuas berupa persamaan orde dua yang terdiri dari 2 pole dan 1 zero dengan nilai validasi (loss function) sebesar 0.1220.
Panduan Penulisan -
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 1-1; doi:10.24912/tesla.v21i1.3257

Joni Fat, Henry Candra, Wiliam Wiliam
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 79-86; doi:10.24912/tesla.v21i1.5886

Abstract:
Internet of Things (IoT) and blockchain are two technologies which are pioneer nowadays and in the future. IoT become pioneer because our goverment sets Industrial Revolution 4.0 which signifies the IoT technology. For blockchain, it is a technology which has a significant development. These two technologies have a good future. The innovation in this design is combining these two technologies. IoT has a problem in securitization, but blockchain has an advantage in security. So, by combining these technologies, the problem could be resolved. This design used microcontroller ESP32. It will collect three data sets, i.e. altitude, pressure and temperature. The data will be sent through Internet to Ethereum blockchain network in Ropsten TestNet. The Data will store in state variables. Twenty data have been sent and tested. The data has been verified to be stored in Ethereum Virtual Machine because the data could be verified through etherscan.io. So, the conclusion is this design could prove that blockchain could be used to data securitization in IoT. Internet of Things (IoT) dan blockchain merupakan dua teknologi yang akan menjadi pioneer saat ini dan di masa mendatang. Pioneer saat ini karena pemerintah menetapkan Revolusi Industri 4.0 yang salah satu titik beratnya adalah IoT. Untuk blockchain, saat ini merupakan teknologi yang mengalami perkembangan signifikan. Kedua teknologi ini menjanjikan. Salah satu hal yang dapat menjadi inovasi adalah menggabungkan keduanya. IoT memiliki permasalahan pada sekuriti, sedangkan blockchain memiliki keunggulan dalam hal sekuriti. Dengan demikian, menggunakan teknologi blockchain untuk aplikasi IoT akan menjadi solusi. Alat yang dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32. Alat ini akan mengakuisis data dari tiga buah sensor, yaitu sensor ketinggian, tekanan dan suhu. Data-data ini dikirim melalui Internet ke jaringan blockchain Ethereum di TestNet Ropsten. Data tersebut akan disimpan di state variables. Dua puluh data dikirim dan berhasil disimpan di Ethereum Virtual Machine. Ini terbukti dengan setiap data yang dikirim dapat divalidasi dan terekam di etherscan.io. Dengan demikian, perancangan alat ini berhasil membuktikan bahwa IoT dapat menggunakan blockchain untuk sekuritisasi data.
Muliady Muliady, Ezra Julio Subagya
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 26-35; doi:10.24912/tesla.v21i1.3244

Abstract:
Generally aerial mapping mission is a high cost operation and require an aircraft that must be controlled by a reliable pilot. In an effort to solve the problem. Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology becomes one of the solutions, due to consideration of operational costs, accident risk, and flight preparation time. This research shows an aerial mapping system using a fixed wing glider plane characteristics UAV built from polyfoam, balsa wood, and carbon fiber. The shape of the wing airfoil is flat-bottomed and the wing's position is top wing. The UAV motion controllers are ailerons, elevators, rudders driven by servo motors. Use the flight controller to allow aircraft to fly automatically. The altitude, speed, and position of the aircraft can be monitored via telemetry connected to the flight controller and a laptop. The aerial mapping method implemented is photogrammetric. The UAV will fly to the area to be mapped and do a sequential photo shoot until the entire area is covered. All photo data will be processed to become a territorial map. Using mission planner software for UAV programming and PIX4D software for image data processing. The UAV has been tested to air automatically following the programmed lanes. The flight controller can trigger the camera automatically at the pre-programmed position. Testing of map quality results was obtained by experimental flight of 100m, 125m, and 150m with a cruising speed of 12m /s. The best map result is from a height of 100m with a cruising speed of 12 m / s aircraft.Umumnya misi pemetaan udara memerlukan biaya operasional yang tinggi dan pesawat terbang yang harus dikendalikan oleh pilot yang andal. Dalam upaya menyelesaikan masalah, teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menjadi salah satu solusi, karena pertimbangan biaya operasional, risiko kecelakaan, dan waktu persiapan penerbangan. Penelitian ini menunjukkan sistem pemetaan udara menggunakan pesawat fixed wing UAV berkarakteristik glider yang dibangun dari polyfoam, kayu balsa, dan serat karbon. Bentuk airfoil sayap datar-bottomed dan posisi sayap adalah sayap atas. Kontrol gerak UAV adalah ailerons, elevator, kemudi yang didorong oleh motor servo. Gunakan pengontrol penerbangan untuk memungkinkan pesawat terbang secara otomatis. Ketinggian, kecepatan, dan posisi pesawat dapat dipantau melalui telemetri yang terhubung ke pengontrol penerbangan dan laptop. Metode pemetaan udara yang diterapkan adalah fotogrametri. UAV akan terbang ke area yang akan dipetakan dan melakukan pemotretan berurutan hingga seluruh area tertutup. Semua data foto akan diproses menjadi peta teritorial. Menggunakan perangkat lunak perencana misi untuk pemrograman UAV dan perangkat lunak PIX4D untuk pemrosesan data gambar. UAV telah diuji untuk mengudara secara otomatis mengikuti jalur terprogram. Pengontrol penerbangan dapat memicu kamera secara otomatis pada posisi yang diprogram sebelumnya. Pengujian hasil kualitas peta diperoleh dengan penerbangan eksperimental 100m, 125m, dan 150m dengan kecepatan jelajah 12m/s. Hasil peta terbaik adalah dari ketinggian 100m dengan kecepatan jelajah 12 m/s pesawat.
Herawati Ys, Gahara Nur E.P
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 9-17; doi:10.24912/tesla.v21i1.3242

Abstract:
When the inductive reactive load is higher, it will cause a voltage drop, increase the power losses in the system, decrease the power factor and decrease the capacity of the electrical power distribution. To reduce the load of inductive reactive power, a capacitive reactive power source is needed by installing the capacitor with the optimal size and at the right location. The method used to determine the optimal size and location of fuzzy logic-genetic algorithm. The parameters used in this simulation are minimal channel power losses while still meeting the specified voltage limit, Vmin = 0.95 PU and Vmax = 1.05 PU. The test results show that the location of the optimal capacitor placement with fuzzy logic-genetic algorithm is on bus 11 and bus 12. The test result from the study of newton raphson power flow, determining the location capacitor with fuzzy logic and determining the optimal capacitor size with genetic algorithm takes about 4 minutes.Ketika beban reaktif induktif semakin tinggi maka akan menyebabkan menurunnya tegangan, memperbesar rugi-rugi daya pada sistem, menurunnya faktor daya serta menurunnya kapasitas penyaluran daya listrik. Untuk mengurangi beban daya reaktif induktif diperlukan sumber daya reaktif kapasitif yaitu dengan memasang kapasitor dengan ukuran yang optimal dan pada lokasi yang tepat. Metode yang digunakan untuk menentukan ukuran dan lokasi optimal yaitu fuzzy logic-agoritma genetika. Parameter yang digunakan pada simulasi ini yaitu rugi-rugi daya saluran minimal dengan tetap memenuhi batas tegangan yang ditentuka yaitu voltage limit, Vmin= 0.95 PU dan PU and Vmax = 1.05 PU. Hasil pengujian menunjukan bahwa letak penempatan kapasitor yang optimal dengan fuzzy logic-algoritma genetika pada bus 11 dan bus 12. Hasil pengujian dari studi aliran daya dengan Newton-Raphson, penentuan letak kapasitor dengan logika fuzzy, dan optimasi ukuran kapasitor dengan algoritma genetika membutuhkan waktu sekitar 4 menit.
Munnik Haryanti, Muhammad Awaludin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 44-49; doi:10.24912/tesla.v21i1.3246

Abstract:
Wind Tunnel is a tool used in aerodynamic research to study the effect of moving air trough solid object. Data retrieval carried out in the wind tunnel at Suryadarma still uses a ruler. The method is still manual, resulting in less precision in data collection.To facilitate reading in the wind tunnel, a system is made using the MPXV 7002 sensor. This data reading system is connected to an LCD as a display in monitoring the resulting speed changes.From the results of the study it can be concluded that the measurement of pressure the greater the rotation of the engine in the wind tunnel, the greater the value of pressure produced based on testing using MPXV7002 sensor with 800 RPM, 1000 RPM, 1200 RPM. The resulting voltage is 2.25 V, 2.27 V, 2.28 V. With observed speeds 8, 10, 12 m / s compared with anemometers 7.8 m / s, 9.5 m / s and 12 m / s. And the resulting error is 1.5%, 1.9%, 2%. Wind Tunnel adalah sebuah alat yang di gunakan dalam penelitian aerodinamika untuk mempelajari efek dari udara yang bergerak melewati benda padat. Pengambilan data yang dilakukan pada wind tunnel Universitas Suryadarma masih menggunakan penggaris. Cara tersebut masih manual sehingga mengakibatkan kurang presisi dalam pengambilan data. Untuk memudahkan pembacaan pada wind tunnel maka dibuatlah sebuah sistem dengan menggunakan sensor MPXV 7002. Sistem pembacaan data ini dihubungkan dengan sebuah LCD sebagai tampilan dalam memonitoring perubahan kecepatan yang dihasilkan.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengukuran tekanan semakin besar putaran Engine pada wind tunnel semakin besar pula nilai tekanan yang dihasilkan berdasarkan pengujian menggunakan sensor MPXV7002 dengan RPM 800, RPM 1000, RPM 1200 . Tegangan yang dihasilkan 2,25 V, 2,27 V, 2,28 V. Dengan kecepatan yang diamati 8, 10, 12 m/s dibandingkan dengan anemometer 7,8 m/s , 9,5 m/s dan 12 m/s. Dan eror yang dihasilkan 1,5 %, 1,9 %, 2 %.
Nova Eka Budiyanta, Mega Cynthia Wishnu, Doli Ramli W, Lukas Lukas
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 1-8; doi:10.24912/tesla.v21i1.3241

Abstract:
Increasing stress level among the people is rising a concern. Fidget devices are proposed as a way to help relieve stress. They are easy to use and can be carried everywhere. Two of most commonly used fidget devices are fidget spinner and fidget cube. These fidget devices are believed to cope with anxiety so that users can focus their nervous energy on fidget devices. In this research, the fidget device to be discussed is the fidget cube, since it is considered as safer and has various button than the fidget spinner. Not only stress relievers, IoT-based fidget cube also has the ability to send data to a web server. It aims to see a trend or data about the user's behavior, which buttons are often used by users and the frequency of using fidget cube in daily life. This data can later be used in other scientific fields.Tingkat stress di dunia mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, teknologi semakin berkembang menciptakan alat pengurang stres yang mudah digunakan dan dibawa kemanapun. Salah satu alat pengurang stres adalah fidget devices. Saat ini, ada dua bentuk fidget devices yang umum digunakan, yaitu fidget spinner dan fidget cube. Kedua fidget devices ini dipercaya untuk mengatasi kegelisahan sehingga pengguna dapat memusatkan kegelisahannya ke fidget devices. Dalam perancangan kali ini, fidget device yang akan dibahas adalah fidget cube karena fidget cube dirasa lebih aman dan lebih bervariasi jika dibandingkan fidget spinner. Tak hanya penghilang stres, fidget cube berbasis IoT juga memiliki kemampuan untuk mengirim data ke web server. Hal ini bertujuan untuk melihat suatu trend atau data mengenai perilaku si pengguna, tombol mana saja yang sering digunakan oleh pengguna dan frekuensi penggunaan fidget cube pada kehidupan sehari-hari. Data ini nantinya dapat digunakan dalam bidang keilmuan lainnya.
Aan Darmawan, Raymond Hianjaya
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 18-25; doi:10.24912/tesla.v21i1.3243

Abstract:
Inner-wood decay is hard to be detected. This research focused on inner-wood decay detection for Mahogany and Albasia Wood. Inner-wood decay can increase the possibility for tree or wood structure to collapse. An instrument is needed to detect inner-wood decay. Non-destructive testing (NDT) is one of the analyze technique for evaluating characteristic of a material. In this research, NDT is use as the analyze technique for getting the wood condition. There is lots of method for NDT, in this research ultrasound method with through transmission technique is chosen. Through transmission technique observe the amount of ultrasound that is sent from transducer transmitter through the wood that is tested and received by the transducer receiver. The amount of ultrasound that received will be higher if there is no inner-wood decay in the tested wood. The instrument that has been designed and realized can detect and classified inner-wood decay. The percentage of success in detecting condition Mahogany Wood with good quality is 98%, poor quality is 80%, and mediocre quality is 74%. The percentage of success in detecting condition Albasia Wood with good quality is 94%, poor quality is 86%, and mediocre quality is 72%.Peluruhan kayu bagian dalam sulit untuk dideteksi. Penelitian ini terfokuskan pada pendeteksian peluruhan kayu bagian dalam pada Kayu Mahoni dan Kayu Albasia. Peluruhan kayu bagian dalam dapat meningkatkan kemungkinan suatu pohon atau struktur kayu untuk rubuh, oleh sebab itu diperlukan suatu alat untuk mendeteksi peluruhan kayu bagian dalam. Uji tak rusak (UTR) merupakan salah satu teknik analisa untuk mengevaluasi ciri dari suatu material. Pada penelitian ini, UTR digunakan sebagai teknik analisa untuk mendapatkan kondisi kayu. Terdapat banyak metode dalam UTR, pada penelitian iini digunakan metode ultrasound dengan teknik through transmission. Teknik through transmission memperhatikan jumlah ultrasound yang terkirim dari transduser pemancar melewati kayu yang diuji lalu diterima transduser penerima. Jumlah ultrasound yang diterima transduser penerima akan lebih banyak apabila kayu tidak mengalami peluruhan kayu bagian dalam. Alat yang telah dirancang dan direalisasikan berhasil mendeteksi dan mengklasifikasi peluruhan kayu bagian dalam. Persentase keberhasilan mendeteksi kondisi kayu pada Kayu Mahoni dengan tanpa cacat adalah 98%, dengan cacat 80%, dan dengan cacat diisi sepihan kayu kering 74%. Presentase keberhasilan mendeteksi kondisi kayu pada Kayu Albasia dengan tanpa cacat adalah 94%. tanpa cacat adalah 86%, dan cacat diisi serpihan kayu kering adalah 72%.
Sandy Angriawan Sasmita, Muhammad Taufiq Ramadhan, Mochamad Iqbal Kamal, Yohanes Dewanto
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 57-61; doi:10.24912/tesla.v21i1.3249

Abstract:
Thermoelectric generator (TEG) has been used to produce electrical energy, the working principle of TEG, the temperature difference between two materials, will flow current, and produce a potential difference. This principle is known as the "Seebeck effect" which is a reverse phenomenon of the Peltier (Thermoelectric Cooling, TEC) effect. This research was conducted to determine the electrical nergy capacity produced for 10 TEG modules in series. Testing is done by utilizing heat energy from asphalt, water flow and connected to 10 TEG modules. The test results show that the maximum voltage is 18Voltdc 0.49 AmperePembangkit listrik termoelektrik (Thermoelectric Generator, TEG) telah digunakan untuk menghasilkan energi listrik, prinsip kerja TEG, perbedaan temperatur antar dua material, akan mengalirkan arus, dan menghasilkan beda potensial. Prinsip ini dikenal dengan “efek Seebeck” yang merupakan fenomena kebalikan dari efek Peltier (Thermoelectric Cooling, TEC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas energi listrik yang dihasilkanuntuk 10 modul TEG secara seri. Pengujian dilakukan dengan memanfaatkan energi panas dari aspal, aliran air dan terhubung pada 10 modul TEG. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan maksimal 18Voltdc 0,49Ampere.
Daftar Isi -
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 1-1; doi:10.24912/tesla.v21i1.3256

Budiman Wibowo, Hadian Satria Utama, Nurwijayanti Kusumaningrum
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 36-43; doi:10.24912/tesla.v21i1.3247

Abstract:
In a house or building of course there is a room that will be filled in some facilities such as lights, air conditioners, and of course the door. This room is used to rest when it's tired to work all day, or used for other things that use a room. With the development of technology to date, of course these technologies increasingly pamper people in this world. When I was lying on the mattress, there must be a sense of laziness to move from the mattress when it wants to turn on the air conditioner, and even the lights that exist in the bedroom. For example when someone wants to sleep sometimes there is a sense of lazy just to turn off the lights (for people who prefer to sleep in the condition of the room without any lighting) or install a sleeping light that makes the bedroom is not too dark and also if there is someone who wants to go into the room of course there is a sense of laziness to unlock the door of the room, and there is also a door as a means to get in and out of the room itself. Therefore, a system is needed to control the lamp, air conditioner, and door lock by using a control device. This control device is an Android-based mobile phone and uses bluetooth connection. Users can turn on or off the existing lights in the bedroom and can adjust the brightness of the lights to be adjusted for people who want to sleep under what conditions in the room, other than that the user can also turn on or turn off the AC when it is outside the bedroom and can also open or lock the door lock.Dalam sebuah rumah atau bangunan tentunya ada ruangan yang nantinya akan di isikan beberapa fasilitas seperti lampu, air conditioner, dan tentunya pintu. Ruangan ini biasa digunakan untuk beristirahat ketika sudah lelah bekerja seharian, atau digunakan untuk hal-hal lain yang menggunakan sebuah ruangan. Dengan berkembangnya teknologi hingga saat ini, tentunya teknologi-teknologi ini semakin memanjakan manusia di dunia ini. Ketika sudah berbaring di kasur, pasti ada rasa malas untuk beranjak dari kasur padahal ingin sekali untuk menyalakan air conditioner, mau pun lampu yang ada di dalam kamar tidur. Misalnya ketika seseorang ingin tidur kadang ada rasa malas hanya untuk mematikan lampu (bagi orang yang lebih suka tidur dalam kondisi ruangan tanpa ada pencahayaan) atau memasang lampu tidur yang membuat kamar tidur tidak terlalu gelap dan juga bila ada seseorang yang ingin masuk ke dalam kamar tentunya ada rasa malas untuk membuka kunci pintu kamar., dan juga terdapat pintu sebagai sarana untuk keluar masuk dari ruangan itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem untuk mengendalikan lampu, air conditioner, dan kunci pintu itu dengan menggunakan sebuah alat kendali. Alat kendali ini berupa handphone berbasis Android dan menggunakan koneksi bluetooth. Pengguna dapat menyalakan atau mematikan lampu yang ada di dalam kamar tidur serta dapat mengatur brightness dari lampu itu untuk dapat disesuaikan bagi orang yang ingin tidur dalam kondisi seperti apa pada...
Riny Alfina, Indrawan Arifianto, Dwi Astharini, Putri Wulandari
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 50-56; doi:10.24912/tesla.v21i1.3250

Abstract:
Methods FFT (Fast Fourier Transform) is a method for solving discrete signals which method IFFT (Inverse Fast Fourier Transform) is the reciprocal of the FFT method. Basically FFT only used for transformation and must not be separated from the method DFT (Discrete Fourier Transform). DFT is a mathematical transformation method for discrete time signal into a frequency domain. Examples for use of FFT-IFFT such as voice processing, OFDM and others. In this project the author designed the GUI for displaying the FFT and IFFT using LabVIEW. GUI design using Labview will inputed signal infromation or sample as desired and can be changed. From these results we obtained the value of V (amplitude), the value of the frequency and I/O (input/output) can be displayed in a single VI.Metode FFT (Fast Fourier Transform) merupakan metode untuk pemecahan sinyal diskrit yang mana metode IFFT (Inverse Fast Fourier Transform) adalah kebalikan dari metode FFT. Pada dasarnya FFT hanya digunakan untuk melakukan transformasi dan tentunya tidak lepas dari metode DFT (Discrete Fourier Transform). DFT merupakan metode transformasi matematis untuk sinyal waktu diskrit ke dalam domain frekuensi. Contoh untuk penggunaan FFT- IFFT seperti pengolahan suara, OFDM dan lain-lain. Pada projek ini penulis mendisain GUI untuk menampilkan nilai FFT dan IFFT menggunakan LabVIEW. Disain GUI menggunakan LabVIEW ini akan diinput sinyal informasi atau sample sesuai yang diinginkan dan dapat diubah-ubah. Dari hasil tersebut maka didapatkan nilai V (Amplitude), nilai frekuensi dan I/O (Input/Output) dapat ditampilkan dalam satu VI.
Daftar Redaksi -
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 1-1; doi:10.24912/tesla.v21i1.3254

Firmansyah Jaenaldi, Harlianto Tanudjaja, Suraidi Suraidi
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 20; doi:10.24912/tesla.v20i1.2825

Endah Setyaningsih, Jeanny Pragantha, Rizki A. Mangkuto
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 20, pp 7-15; doi:10.24912/tesla.v20i1.2815

Abstract:
Tunnel lighting during the day is very dependent on sunlight, especially access zones and threshold zones. The intensity of light in the zone must be able to compensate for the intensity of sunlight in front of the tunnel. For that artificial lighting will be placed in the access zone and the threshold zone must be arranged according to the presence of sunlight in front of the tunnel. At night, the threshold zone up to the exit zone must have the same illumination and luminance, and the value is not much different from the illumination and luminance that is on public roads before and after the tunnel. But in the daytime each zone must have different illuminations and luminance. This study took data from the Tomang tunnel, this tunnel consists of tunnels in the direction of Tangerang with an estimated average vehicle speed of 60 km / hour. The tunnel length is 120 m, width 7 m, height 4 m. The research in the form of this simulation uses LED lights, according to which currently there are 15 pieces installed, previously using 250 Watt HPS lights, as many as 20 pieces, with a distance between 6 m lights. The results showed that the lighting of the Tomang tunnel is currently not appropriate for daylight, because the lighting threshold zone is less able to meet the sun's luminance. As a result, during the day the threshold zone appears dark (there is a black hole phenomenon). While at night it produces excess illuminance and luminance, namely 104 lux illumination and 9.96 cd / m2 luminance greater than SNI standard 20 lux - 25 lux and 2 cd / m2. The use of LED lights produces higher luminance with less power, than HPS lamps. Pencahayaan terowongan pada siang hari sangat tergantung pada cahaya matahari, khususnya zona akses dan zona ambang. Intensitas cahaya pada zona tersebut harus dapat mengimbangi intensitas cahaya matahari di muka terowongan. Untuk itu pencahayaan buatan yang akan ditempatkan di zona akses dan zona ambang harus di tata sesuai adanya cahaya matahari di muka terowongan. Pada malam hari, zona ambang sampai dengan zona exit harus mempunyai iluminansi dan luminansi yang sama, dan nilainya tidak jauh berbeda dengan iluminansi dan luminansi yang ada pada jalan umum sebelum dan sesudah terowongan. Namun pada siang hari setiap zona harus mempunyai iluminansi dan luminansi yang berbeda. Penelitian ini mengambil data dari terowongan Tomang, terowongan ini terdiri dari terowongan ke arah Tangerang dengan perkiraan kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 60 km/jam. Panjang terowongan 120 m, lebar 7 m, tinggi 4 m. Penelitian yang berupa simulasi ini menggunakan lampu LED, sesuai yang saat ini terpasang sejumlah 15 buah, sebelumnya menggunakan lampu HPS 250 Watt, sebanyak 20 buah, dengan jarak antar lampu 6 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan terowongan Tomang saat ini kurang tepat untuk siang hari, karena pada zona ambang pencahayaannya kurang dapat memenuhi luminansi cahaya matahari. Akibatnya pada siang hari zona ambang nampak...
Evaristus Chandler Sunarto, Bekti Yulianti
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 20, pp 157-165; doi:10.24912/tesla.v20i2.2992

Abstract:
The development of ground support equipment in the aviation world is increasingly advanced and cannot be separated from various problems in its operation on helicopters. Ground support is a supporting tool needed to help the performance of helicopters when aircraft maintenance is carried out in the work area within the airport or while in the hangar. Some obstacles to ground support faced include holding the load, maintaining the balance of the helicopter during the towing / pushback process, in the event that the air traffic guide will delay the towing / pushback process to cross the runway to overcome this problem, the prototype of Arduino transport equipment was designed as the main controller which is controlled by an Android smartphone via a Bluetooth connection. The prototype was designed using two DC motors that function as movers and steering so that they can move forward, backward, turn and stop.from the results of testing the prototype, the maximum PWM speed conditions required are 255, the input voltage on both DC motors is 7.32 Volt will produce a 76.8 RPM rotation on motor 1 and produce a 76.4 RPM rotation on the motor 2. At speed conditions minimum PWM required is 90, then the input voltage on both DC motors is 5.77 Volt will produce 63.9 RPM rotation on motors 1 and 64.1 RPM on motor 2Perkembangan peralatan ground support di dunia penerbangan semakin maju dan tidak dapat dipisahkan dari berbagai masalah dalam pengoperasiannya pada helikopter. Ground support merupakan alat penunjang yang dibutuhkan untuk membantu kinerja dari helikopter saat dilakukan perawatan pesawat udara di area kerjanya dalam lingkup bandara maupun saat berada didalam hanggar. Beberapa kendala ground support yang dihadapi antara lain menahan beban, menjaga keseimbangan helikopter selama prosestowing/pushback berlangsung, pada kondisi notam di mana pemandu lalu lintas udara akan menunda proses towing/pushback untuk menyebrang landasan pacu, untuk mengatasi masalah tersebut, maka dirancang prototipe alat angkut dengan arduino sebagai pengendali utamayang dikendalikan dengan smartphone android melalui koneksi bluetooth. Prototipe dirancang menggunakan dua motor DC yang berfungsi sebagai penggerak dan steering agar dapat bergerak maju, mundur, berbelok dan berhenti. Dari hasil pengujian prototipe, kondisi kecepatan maksimum PWM yang dibutuhkan sebanyak 255, maka tegangan input pada kedua motor DC adalah 7,32 Volt akan menghasilkan putaran 76,8 RPM pada motor 1 dan menghasilkan putaran 76,4 RPM pada motor 2. Pada kondisi kecepatan minimum PWM yang dibutuhkan sebanyak 90, maka tegangan input pada kedua motor DC adalah 5,77 Volt akan menghasilkan putaran 63,9 RPM pada motor 1 dan 64,1 RPM pada motor 2.
Nikolas Tjandra, Hugeng Hugeng, Nurwijayanti Nurwijayanti
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 20, pp 16-26; doi:10.24912/tesla.v20i1.2817

Abstract:
The development of the footwear industry is growing rapidly in the current modern world. The process of monitoring the amount of production is a major concern for all industries in the world. The monitoring system is mostly manual so that the production process has not been automated. This factor would cause difficulties for the production process to achieve production targets. The design of the monitor of the amount of production in the footwear industry will use an infrared sensor as a detector of number of shoes produced, then data from the sensor are transmitted wirelessly and received by the PC via the LAN connection. The advantages gained from the designed device is that the system is already automated, so it does not require manual counting of the number of shoes production and reduces human error. The device is equipped with a buzzer that serves as a marker that the failure is more than a specified percentage in each line of production. Warning on a PC with a display will appear red on the production line so that the head of the production can immediately handle the problem. The device is also designed to display the output data online with remote desktop technology so that the production process can be monitored by the company from anywhere throughout an Internet connection. Perkembangan dunia industri sepatu sudah semakin berkembang pesat dan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Proses pemantauan jumlah hasil produksi menjadi perhatian utama bagi semua industri yang ada di dunia. Sistem monitoring pada umumnya masih bersifat manual sehingga proses produksi belum terotomatisasi. Hal ini tentunya akan menghambat jalannya proses produksi sehingga target produksi sulit untuk dicapai. Perancangan dan implementasi alat pemantau jumlah hasil produksi dalam industri sepatu ini akan menggunakan sensor inframerah sebagai pendeteksi sepatu, yang kemudian data hasil sensor dikirimkan secara wireless dan diterima oleh personal computer (PC) melalui LAN. Keuntungan yang dapat diperoleh dari perancangan alat ini adalah sistem sudah bersifat otomatis sehingga tidak memerlukan penghitungan jumlah produksi secara manual dan mengurangi kesalahan manusia. Alat pemantau hasil produksi sepatu ini dilengkapi dengan buzzer yang berfungsi sebagai penanda bahwa sedang terjadi kegagalan yang melebihi dari persentase yang ditentukan di setiap line produksi. Peringatan pada PC pun akan muncul dengan tampilan berwarna merah pada line produksi yang bermasalah sehingga kepala produksi dapat segera menangani masalah yang ada. Alat ini juga dirancang agar dapat menampilkan data-data hasil produksi secara online dengan teknologi desktop remote sehingga proses produksi dapat dipantau oleh pimpinan perusahaan dari mana saja melalui koneksi interne
Stepen Tanggoro, Hadian Satria Utama, Yohanes Calvinus
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 20, pp 49-59; doi:10.24912/tesla.v20i1.2835

Abstract:
Nowadays, the development of technology is very vast, many conventional systems have turn into an automatic system. Using technology, conventional systems can be turn into an automatic system. In this design, it will change an access system in wedding reception that is changing the guest book filling from manual to automatic using a barcode and a camera. This system also uses a website filled with registry form, attendance form, guest book form and editing form. Moreover, this design has two modules, detection module and register module. The register module function as a guestbook substitute, the detection modul functions as guest detector that pass through and give signal to the register module. Beside register and detection module, a PC (personal computer) is used to update photos to website. In the website, has a data form addition, guestbook form, invitation list form and reservation form. Website functions as a media to process data. Data processing uses a database. Basically every guest will get a card filled with a username and password to access to the website and a barcode as an ID. After some tests, this system manages to delete, add and edit data from the database. Moreover, guests can look into the guestbook, invintation list and make a reservation. With this success this access system can fill a guest book automatically. Dewasa ini perkembangan teknologi sangatlah pesat, banyak sistem yang berubah dari sistem konvensional menjadi sistem otomatis. Dengan memanfaatkan teknologi sistem konvensional dapat diubah menjadi sistem yang otomatis. Pada perancangan ini akan merubah sistem akses pada resepsi pernikahan yaitu pengisian pada buku tamu pada resepsi ini akan dibuat menjadi otomatis. Teknologi yang dimanfaatkan pada sistem ini adalah barcode dan kamera. Pada sistem ini memanfaatkan website, website ini berisi form pedaftaran, form kehadiran, form buku tamu dan form edit data. Selain itu, pada perancangan ini digunakan dua modul yaitu modul pendeteksi dan modul registrasi. Modul registrasi berfungsi sebagai pengganti buku tamu dan modul pendeteksi berfungsi untuk mendeteksi tamu yang lewat dan memberikan sinyal ke modul registrasi. Selain modul registrasi dan modul pendeteksi akan digunakan sebuah PC (Personal Computer) yang berfungsi untuk meng-update data foto ke website. Pada website terdapat form tambah data, form buku tamu, form list undangan dan form reservasi. Website ini berfungsi sebagai media pengolahan data, pengolahan data ini memanfaatkan basis data. Pada dasarnya setiap tamu mendapatkan sebuah kartu yang berisi username, password untuk masuk ke website dan ID barcode sebagai tanda pengenal. Setelah melalui pengujian, sistem ini telah berhasil menghapus, menambah dan mengedit data pada basis data. Selain itu, tamu juga dapat melihat buku tamu, list undangan dan dapat melakukan reservasi. Dengan keberhasilan ini maka sistem akses ini dapat mengisi buku tamu secara otomatis
Milatu Fadilah Cholil, Agus Wagyana
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 20, pp 135-147; doi:10.24912/tesla.v20i2.2990

Abstract:
Media player is a software that is used to play multimedia content. PSBM that is stands for Program Studi Broadband Multimedia is a player operates in the desktop, made to be able to display multimedia files and live tv broadcasts. This application is built using Visual Studio 2010 with the .Net programming language on Windows. The testing are about the function, performance and quality of the application. The results are successful according to the design. The performance evaluated by testing the test command on the functions of application using Testingwhiz. The Risk Based Testing method is used of the probability error that occurs with the impact of the error generated by the probability. It is show several risky functions, there are stream, browse, play, open, close, go, back and refresh buttons. A risky function is the core in an application that happen when exposed to an error, it will inhibit the performance of the application itself. Quality testing results based on ISO-9216 standard (currently ISO-25010) about software quality showed that PSBM Player in the Medium category of 6 characteristics that influenced the quality with a questionnaire on 31 respondents. The data shows that the overall external quality of the PSBM Player is 0.35 which is in the Medium category and for Quality in Use of application is0.69 which is in the High category. Media player merupakan software yang digunakan untuk memutarkan sebuah konten multimedia. Aplikasi Program Studi Broadband Multimedia (PSBM) yang disebut PSBM Player ini dibuat untuk dapat menampilkan file multimedia serta siaran live televisi. Proses perancangan dan pembuatan menggunakan software Visual Studio 2010 dengan bahasa pemrograman .Net pada Windows. Pengujian aplikasi berupa pengujian fungsi, kinerja dan kualitas dari aplikasi. Hasil pengujian fungsi aplikasi berhasil sesuai dengan perancangan. Pengujian kinerja aplikasi dilakukan dengan menguji test command pada fungsi dalam aplikasi menggunakan software Testingwhiz. Perhitungan resiko fungsi dihitung dengan metode Risk Based Testing dari probabilias error yang terjadi dengan dampak error yang dihasilkan oleh probabilitas tersebut. Hasil pengujian yakni ada beberapa fungsi yang beresiko yaitu fungsi stream, browse, play, open, close, go, back dan refresh button. Fungsi yang beresiko tersebut merupakan fungsi inti pada aplikasi yang apabila terkena bug atau error akan menghambat kinerja dari aplikasi PSBM Player. Hasil pengujian kualitas berdasarkan standar ISO-9216 (saat ini ISO-25010) tentang kualitas software yakni PSBM Player masuk dalam kategori Medium dalam 6 karakteristik yang mendasari sebuah kualitas berdasarkan kuesioner pada 31 responden dengan pengolahan data menunjukan bahwa secara keseluruhan kualitas eksternal aplikasi PSBM Player ialah 0.35 yang termasuk ke dalam kategori Medium dan Quality in Use sebesar 0.69 di kategori High.
Dwi Haryanto, Nurwijayanti Kn
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 20, pp 118-126; doi:10.24912/tesla.v20i2.2988

Abstract:
Hydroponics is a method of farming without using soil as a planting medium. There are several types of hydroponics techniques, one of them is nutrient film technique (NFT) which uses water media containing nutrients, and the water flows thinly on average 0.5 mm - 3 mm, as thin as a film. Water circulation time is measured starting from time the water pump turned on until the water returns to the bottom storage tank. The time obtained is 280.8 seconds. The discharge time of water that is the time for the upper storage tank (400 ml) to run out is 129.4 seconds. The water circulation time starting from the upper storage tank until it reaches the bottom storage tank is 191.2 seconds. Hidroponik yaitu metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Terdapat beberapa macam teknik dalam hidroponik salah satunya adalah Nutrient Film Technique (NFT) dimana sistem ini menggunakan media air yang mengandung nutrisi, dan air tersebut mengalir tipis rata-rata 0.5 mm – 3 mm, tipis seperti film. Didapat waktu air sirkulasi dari saat pompa air ON sampai air kembali ke tangki penampungan bawah yaitu 280,8 detik. Waktu debit air dalam tangki penampungan atas (400 ml) habis yaitu 129,4 detik. Waktu air sirkulasi dari tangki penampungan atas ke tangki penampungan bawah yaitu 191,2detik
Budi Santosa Haryanto, Hadian Satria Utama, Dali Santun Naga
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 20, pp 70-81; doi:10.24912/tesla.v20i1.2969

Abstract:
This design aims to create a robot that can search the ball, approach the ball, and keep the ball from the field/own goalpost towards the pitch area/the opponent's goalpost also pay attention to the position of the obstacles and the robot’s position in the field. There are various movements such as looking for the ball, dribbling, and avoid the opponent. To be able to perform that movements the robot must be able to know what is the definition of the ball, the opponent, and goalpost. To know these objects then there must be a sensor that can read and that sensor is camera. The robot can know the object based on the different colors of each object caught by the camera. The capture of the camera then processed into a processor and the processor will determine the movement on the robot by sending current to the circuit driving the robot. Processor filters out the colors in turn at each color used. Processor then looks for the coordinates of the midpoint, and the area of the object detected. All values of the coordinates of the midpoint and the area of each color are used to determine the movement of the robot. Robot driving uses 3 driver motors DC, motors DC, and Omni wheels. The movements of the robot are going forward, rotating left/right, and standing still. The test results of the designed the robot successfully searched for the ball, approached the ball, kept the ball from the field/own goalpost towards the pitch area/the opponent's goalpost, and was prevented from going off the field. Perancangan ini bertujuan untuk membuat robot yang dapat mencari bola, mendekati bola, dan menjauhkan bola dari daerah lapangan/gawang sendiri ke arah daerah lapangan/gawang lawan dengan memperhatikan juga posisi halangan dan posisi robot di lapangan. Terdapat berbagai macam gerakan seperti mencari bola, menggiring bola, dan menghindari lawan. Untuk dapat melakukan gerakan-gerakan tersebut, robot harus dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan bola, lawan, dan gawang. Untuk mengetahui benda-benda tersebut maka harus terdapat sensor yang dapat membacanya yaitu kamera. Robot dapat mengetahui benda yang dimaksud berdasarkan warna-warna yang berbeda dari setiap benda hasil tangkapan kamera. Hasil tangkapan kamera kemudian diproses ke sebuah pemroses lalu pemroses menentukan penggerak pada robot dengan mengirim arus pada rangkaian penggerak robot. Pemroses memfilter warna yang ingin dideteksi saja secara bergilir pada setiap warna yang digunakan. Pemroses kemudian mencari koordinat titik tengah, dan luas dari benda yang dideteksi. Nilai-nilai koordinat titik tengah dan luas dari tiap warna yang digunakan ini lah yang menentukan pergerakan robot. Penggerak robot menggunakan 3 buah driver motor DC, motor DC, dan roda omni. Pergerakan robot yang dapat dilakukan adalah maju, berputar tempat kanan/kiri, berputar mengelilingi bola kanan/kiri, dan diam. Hasil pengujian robot yang dirancang berhasil mencari bola, mendekati bola, menjauhkan bola dari daerah...
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top