Refine Search

New Search

Results in Journal TESLA: Jurnal Teknik Elektro: 97

(searched for: journal_id:(4323824))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Venny Venny, Endah Setyaningsih
Published: 26 April 2022
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 24, pp 82-90; https://doi.org/10.24912/tesla.v24i1.18444

Abstract:
Lighting is one of the main aspects that has an important role in production activities, especially in the medium-scale industrial production process. To get optimal lighting performance, a light source is needed that can meet the needs of lighting levels in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) regarding lighting for medium-scale industrial workplaces or laboratory rooms of educational institutions. Based on the need for a good lighting system, a system in the form of Automatic dimming light was designed that can be programmed to meet the lighting standards according to SNI. The lamp has a controller design concept that automatically uses a 10 watt bulb which is able to provide 500 lux lighting at a distance of 40 cm from the table surface. Using the light intensity sensor module to read the light intensity value so that the lighting can be processed by Arduino Uno and then forwarded to the bulb. It aims to provide adequate lighting in accordance with the desired standard, which is 500 luxABSTRAK: Kehidupan sehari-hari orang selalu membutuhkan pencahayaan yang bersumber pada lampu. Pencahayaan merupakan salah satu aspek utama yang memiliki peran penting dalam kegiatan produksi, terutama pada proses produksi industri skala menengah. Untuk mendapatkan kinerja pencahayaan yang optimal maka dibutuhkan suatu sumber cahaya yang dapat memenuhi kebutuhan tingkat pencahayaan yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai pencahayaan tempat kerja industri skala menengah atau ruangan laboratorium lembaga pendidikan. Pencahayaan yang cukup untuk bidang laboratorium pendidikan menurut SNI adalah sebesar 500 lux. Atas dasar kebutuhan akan sistem pencahayaan yang baik ini, dirancanglah sebuah sistem berupa Automatic dimming light yang dapat diprogram untuk memenuhi standar pencahayaan sesuai SNI. Lampu ini memiliki konsep rancangan pengontrol secara otomatis menggunakan sistem dimmer yang mampu memberikan pencahayaan sebesar 500 lux pada jarak 40 cm terhadap permukaan meja ataupun dapat mengurangi tingkat pencahayaan jika sistem mendeteksi tingkat pencahayaan sudah cukup memenuhi standar menurut SNI. Sistem ini menggunakan input yang berupa sensor intensitas cahaya untuk pembacaan nilai intensitas cahaya agar pencahayaan. Sistem akan diproses oleh Arduino Uno untuk melanjutkan perintah kepada modul dimmer agar dapat bekerja menambahkan atau mengurangi tingkat pencahayaan hingga mencapai nilai yang telah ditetapkan sesuai dengan SNI. Hal tersebut akan diteruskan ke output yang berupa sebuah lampu. Hal ini bertujuan agar dapat memberikan pencahayaan yang dikeluarkan sudah cukup sesuai dengan standar yang diinginkan yaitu 500 lux.
Moh. Wahyu Aminullah, Muhni Pamuji, Yuslan Basir
Published: 26 April 2022
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 24, pp 1-12; https://doi.org/10.24912/tesla.v24i1.13265

Abstract:
The grounding system must be connected to every electrical panel of the building so that electrical installations, equipment, and people in the building can avoid the danger of overcurrent or voltage. In fact, the installation of grounding on prepaid kWh meters, especially in residential areas, is partially grounded because of the reason that errors often occur. This research was conducted when the prepaid kWh meter used grounding, kWh without using grounding, and kWh using grounding combined to Neutral with a different voltage source. The results of the study with three different test methods show that there is a difference in Power (W) and information on the Prepaid kWh Meter when testing the voltage varying from 270 V to TRIP at a voltage below 80 V. The power when testing using grounding is more maximal at a voltage of 220 -270V. when the voltage drops, testing using grounding is better because at a voltage of 140V there is already a warning sign in the form of a palm image on the prepaid kWh meter. Whereas in the test without using grounding, the warning appears at a voltage of 110V. The calculation of usage error at 220V shows that the smallest prepaid kWh meter error is using grounding of 1.063%. Meanwhile, the prepaid kWh meter error without grounding is 3.76%, and using grounding connected to neutral is 35.38%. Testing and calculating the prepaid kWh meter is very good when it is grounded. Starting from calculating small errors to maintaining losses from leakage currents in home electrical equipment and installations.ABSTRAK: Sistem grounding harus terkoneksi pada setiap panel listrik bangunan gedung agar instalasi listrik,peralatan, dan manusia yang berada pada bangunan tersebut dapat terhindar dari bahaya arus atau tegangan lebih. Kenyataannya pemasangan grounding pada kWh meter prabayar terutama di area perumahan sebagian tidak dipasang grounding dengan alasan sering terjadi error. Penelitian ini dilakukan pada saat kWh meter prabayar menggunakan grounding, kWh tanpa menggunakan grounding, dan kWh menggunakan grounding di gabung ke Netral dengan sumber tegangan yang berbeda. Hasil Penelitian dengan tiga metode pengujian yang berbeda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Daya (W) dan keterangan pada kWh Meter Prabayar saat dilakukan pengujian tegangan yang bervariasi dari 270 V hingga TRIP pada tegangan dibawah 80 V. Daya pada saat pengujian menggunakan grounding lebih maximal pada tegangan 220-270V. ketika tegangan turun, pengujian menggunakan grounding lebih baik dikarenakan pada tegangan 140V sudah ada tanda peringatan berupa gambar telapak tangan pada kWh meter prabayar. Sedangkan pada pengujian tanpa menggunakan grounding, maka peringatan tersebut muncul pada tegangan 110V. Perhitungan error pemakaian pada tegangan 220V menunjukkan error kWh meter prabayar terkecil adalah menggunakan grounding sebesar 1,063%. Sedangkan error kWh meter prabayar tanpa grounding sebesar 3,76%, dan menggunakan grounding disambung ke netral sebesar 35,38%. Pengujian dan perhitungan kWh meter prabayar sangat baik bila dipasang grounding. Mulai dari perhitungan error yang kecil hingga menjaga kerugian dari arus bocor pada peralatan maupun instalasi listrik rumah.
Joni Welman Simatupang, Faisal Syamsuri, Ria Bramasto, Fajar Choirul Anam, R. Hilary Yoga Ardanta
Published: 26 April 2022
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 24, pp 13-24; https://doi.org/10.24912/tesla.v24i1.15371

Abstract:
Bending is one of the causes of signal transmission loss through the electromagnetic wave medium in the optical fiber. There are two types of bendinglossess: microbending and macrobending. Both of them occur when the surface of the optical fiber cable experiences external pressure which causes deformation in the core of the optical fiber. Bending causes the loss of the optical transmission power affected by decreased light intensity, therefore the output ratio becomes degraded to the input one. This kind of condition assumed can be utilized for designing the optical fiber-based sensor by observing the response of the optical fiber against the external disturbances or stimulation.One example is the mechanical force that causes the deformation to the optical fiber. Based on the simulation result through the Matlab programming for macrobending loss, it was obtained that the highest power loss at 1.817×10-4 dB/mm on the 10mm bending radius for the 1650nm wavelength, and the lowest at 2.683×10-8 dB/mm on the 20mm bending radius for the 1250 nm wavelength. Meanwhile for microbending loss, it obtained the largest change of transmission coefficient at 59.070% for 100mm spacer length with applied mechanical force as large as 106 dynes or 10N, and the smallest change at 0.591% for 10mm spacer length with applied mechanical force as large as 105 dynes or 1N. These significant changes of the measured values show that the optical fiber, by simulation, is pretty responsive against the external stimulations, either on the macroscopic scale or the microscopic scale. So that based on its responsiveness, we can assume that optical fiber is most likely possible to be utilized in variousmodern fiber optic sensor for many applied technologiesABSTRAK: Lendutan atau bending merupakan salah satu penyebab kerugian transmisi sinyal melalui medium gelombang elektromagnetik berupa cahaya melalui pada serat optik. Terdapat dua jenis bending, yaitu macrobending dan microbending. Keduanya adalah tipe lendutan yang terjadi ketika permukaan serat optik mendapat tekanan eksternal yang menyebabkan terjadinya deformasi pada inti serat optik. Lendutan mengakibatkan berkurangnya daya transmisi optik dikarenakan berkurangnya intensitas cahaya, sehingga nilai keluarannyamenjadi terdegradasi. Kondisi tersebut diasumsikan dapat dimanfaatkan untuk perancangan sensor berbasis serat optik dengan mengamati respon serat optik terhadap gangguan eksternal. Sebagai contoh berupa gaya mekanis yang menyebabkan serat optik terdeformasi. Berdasarkan hasil simulasi melalui Matlab untuk macrobending, diperoleh kerugian dayatertinggi sebesar 1.817 × 10-4 dB/mm pada radius bending 10 mm untuk panjang gelombang 1650 nm, dan terendah sebesar 2.683 × 10-8 dB/mm pada radius bending 20 mm untuk panjang gelombang 1250 nm. Sementara untuk microbending, diperoleh perubahan koefisien transmisi tertinggi sebesar 59.070% untuk panjang penyekat 100 mm dengan gaya mekanis sebesar 106 dyne atau 10 N, dan terendah sebesar 0.591% untuk panjang penyekat 10 mm dengan gaya mekanis sebesar 105 dyne atau 1 N. Perubahan nilai yang sangat signifikan tersebut menunjukkan bahwa serat optik secara simulasi cukup responsif terhadap stimulasi eksternal, baik dalam skala makro maupun mikro. Berdasarkan sifatnya yang cukup responsif, dapat disimpulkan bahwa serat optik sangat mungkin untuk dimanfaatkan dalam perancangan sistem sensor moderen untuk berbagai aplikasi teknologi.
Aliza Cahyo Putranto, Muhammad Yaser
Published: 26 April 2022
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 24, pp 70-81; https://doi.org/10.24912/tesla.v24i1.12106

Abstract:
During the Corona Virus Diseases-19 (COVID-19) pandemic, the recording of kilo Watt hours (kWh) meters was not carried out in every home due to Work from Home (WFH). The calculation of the electricity bill for consumers whose kWh meter is not recorded is done by averaging the electricity usage for the previous three months. Increased activity at home also increases household electricity consumption. Supervision of the use of electric power by customers is needed as transparency in the use of electric power. Therefore, in this study, a real-time internet of things-based disconnection and measurement system for electric power usage was designed. In this design, limiting the maximum electrical power can be done by the NodeMCU which controls the Solid-State Relay (SSR) as a switch, the NodeMCU can communicate with the internet so that officers do not need to visit the customer's house to change the electrical power. The system of changing electrical power and measuring electrical power can be monitored throughout Indonesia with an internet connection from the NodeMCU to the customer. The PZEM-004T sensor can detect the current flowing in the mains and also the AC voltage which can be used as a measurement of electrical power by the NodeMCU. The web design is made so that customers can see the amount of electricity bills running in real time. the power factor in the design of the constant device is 0.8 or 20 percent lower than the power factor used in the Itron kWh meter. So, there is a 20% margin between the power on the tool and the kWh meter. The cut-off test was successful for 450W and 900W maximum powerABSTRAK: Selama pandemi Corona Virus Diseases-19 (COVID-19) pencatatan kilo Watt hours (kWh) meter tidak dilakukan di setiap rumah karena Work from Home (WFH). Perhitungan tagihan listrik bagi konsumen yang tidak tercatat kWh meternya dilakukan dengan cara merata-ratakan penggunaan listrik tiga bulan sebelumnya. Peningkatan aktifitas di rumah juga meningkatkan konsumsi listrik rumah tangga. Pengawasan penggunaan daya listrik oleh pelaggan diperlukan sebagai transparansi penggunaan daya listrik. Oleh karena itu pada studi ini dirancang sistem pemutusan dan pengukuran penggunaan daya listrik secara realtime berbasis internet of things. Pada perancangan ini, pembatasan daya maksimum listrik dapat dilakukan NodeMCU yang mengendalikan Solid State Relay (SSR) sebagai saklar, NodeMCU dapat berkomunikasi dengan internet sehingga petugas tidak perlu mengunjungi rumah pelanggan untuk merubah daya listrik. Sistem perubahan daya listrik dan pengukuran daya listrik dapat di pantau di seluruh Indonesia dengan koneksi internet dari NodeMCU ke pelanggan. Sensor PZEM-004T dapat mendeteksi arus yang mengalir pada listrik dan juga tegangan listrik AC yang dapat digunakan sebagai pengukuran daya listrik oleh NodeMCU. Perancangan web dibuat agar pelanggan dapat melihat jumlah tagihan listrik yang berjalan secara real time. faktor daya pada perancangan alat konstan yaitu 0,8 atau 20 persen lebih rendah dibandingkan faktor daya yang digunakan pada kWh meter Itron. Sehingga terdapat margin 20% antara daya pada alat dan kWh meter. Pengujian pemutusan daya berhasil dilakukan untuk daya maksimum 450W dan 900W.
Zaki Alvin, Ulinnuha Latifa, Reni Rahmadewi, Rahmat Hidayat
Published: 26 April 2022
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 24, pp 25-35; https://doi.org/10.24912/tesla.v24i1.16329

Abstract:
The fuzzy logic method is a method that is not much different from the case that resembles the level of thinking of people's logical reasoning. It has two inputs from two different sensors with linguistic values or called membership degrees and the resulting voltage is 0 - 5.5 Volts. The PIR sensor will work optimally at a distance of 4 meters where for the sensitivity of the PIR sensor itself it can react in a time range of 3-4 seconds and for its own range of approximately 4 meters and on the LM35 sensor test that this sensor is better for temperature due to the sensitivity of detecting temperature when compared to a thermometer, this sensor will be able to stabilize the room temperature which is less precise, so that in making the room for automatic cooling the sensor works optimally in a room measuring 4 x 4 meters. ABSTRAK: Metode fuzzy logic merupakan metode tidak beda jauh dengan halnya yang menyerupai pemikiran tingkat penalaran logika orang. Memiliki dua inputan dari dua sensor yang berbeda dengan nilai linguistik atau disebut derajat keanggotaan dan tegangan yang dihasilkan dengan sebesar 0 - 5,5 Volt. Sensor PIR akan bekerja optimal pada jarak 4 meter dimana untuk sensitivitas sensor PIR sendiri dapat bereaksi pada rentan waktu 3 – 4 detik dan untuk lebar jangkauan sendiri pada kurang lebih 4 meter dan pada pengujian sensor LM35 bahwa sensor ini terhadap suhu lebih baik dikarenakan sensitivitas mendeteksi suhu apabila dibandingkan dengan termometer, maka sensor ini akan lebih dapat menstabilkan suhu ruangan yang kurang tepat, sehingga pada pembuatan ruangan untuk pendingin otomatis agar sensor bekerja secara optimal pada ruangan yang berukuran 4 x 4 meter. Kata Kunci: Room Cooling, Fuzzy Logic, Sensor LM35, Programmable Logic Control (PLC), Sensor PIR
Amrina Rosyada, Zurnawita Zurnawita, Dikki Chandra
Published: 26 April 2022
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 24, pp 56-69; https://doi.org/10.24912/tesla.v24i1.17753

Abstract:
Nowadays everyone demands to be able to access the internet well and quickly through their personal smartphone. In order to be able to access the internet properly, the network must have a good signal quality and be able to connect always even when traveling. Therefore, to determine the quality of  Handover  4G LTE operator Tri and Indosat, a study was conducted at the frequencies of 1800 Mhz and 2100 Mhz with the drive test method. From the results of the drive test, it is known that the quality of the  Handover  for the LTE network for the Padang – Pariaman railway line is in good condition.. ABSTRAK: Sistem grounding harus terkoneksi pada setiap panel listrik bangunan gedung agar instalasi listrik,peralatan, dan manusia yang berada pada bangunan tersebut dapat terhindar dari bahaya arus atau tegangan lebih. Kenyataannya pemasangan grounding pada kWh meter prabayar terutama di area perumahan sebagian tidak dipasang grounding dengan alasan sering terjadi error. Penelitian ini dilakukan pada saat kWh meter prabayar menggunakan grounding, kWh tanpa menggunakan grounding, dan kWh menggunakan grounding di gabung ke Netral dengan sumber tegangan yang berbeda. Hasil Penelitian dengan tiga metode pengujian yang berbeda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Daya (W) dan keterangan pada kWh Meter Prabayar saat dilakukan pengujian tegangan yang bervariasi dari 270 V hingga TRIP pada tegangan dibawah 80 V. Daya pada saat pengujian menggunakan grounding lebih maximal pada tegangan 220-270V. ketika tegangan turun, pengujian menggunakan grounding lebih baik dikarenakan pada tegangan 140V sudah ada tanda peringatan berupa gambar telapak tangan pada kWh meter prabayar. Sedangkan pada pengujian tanpa menggunakan grounding, maka peringatan tersebut muncul pada tegangan 110V. Perhitungan error pemakaian pada tegangan 220V menunjukkan error kWh meter prabayar terkecil adalah menggunakan grounding sebesar 1,063%. Sedangkan error kWh meter prabayar tanpa grounding sebesar 3,76%, dan menggunakan grounding disambung ke netral sebesar 35,38%. Pengujian dan perhitungan kWh meter prabayar sangat baik bila dipasang grounding. Mulai dari perhitungan error yang kecil hingga menjaga kerugian dari arus bocor pada peralatan maupun instalasi listrik rumah.
Dahliya Sulastri, Ilham Akbar Darmawan
Published: 26 April 2022
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 24, pp 47-55; https://doi.org/10.24912/tesla.v24i1.13498

Abstract:
In the schematic of the electric motor repair procedure, it can be explained that the repair process can be divided into four handling parts, which include operations, quality control, mechanical and electrical. induction before and after repair. The data taken is the data of the 380V cage induction motor belonging to PLTU Indramayu. In the testing process both before and after the repair there are several measurements, namely: Insulation Resistance Test, Resistance Test, Winding Wave Test Running test. In the insulation resistance test, the results obtained are an average of 2000 MΩ or above 100 MΩ so that the stator after being repaired is in good condition, as well as the results of the resistance test, the result is that the deviation balance between the coils is not more than 5%. The results of the Surge test after the repair also showed that there was no noise and good, for the results of the motor rotation test, vibration and temperature, all of them were in accordance with the 2015 EASA AR100 standard. Inspection of the motor before repairing (electrical test before repairing) must be more thorough because the inspection become the basis for determining what process will be carried out next
ABSTRAK: Pada skema prosedur perbaikan motor listrik dapat dijelaskan bahwa proses perbaikan dapat di bagi menjadi empat bagian penanganan yaitu meliputi operasional, quality control, mechanical dan electrical Penelitian dilaksanakan di PT Mesindo Tekninesia departemen QC (Quality Control) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung tentang pengujian elektrik motor induksi sebelum perbaikan dan setelah perbaikan. Data yang diambil adalah data motor induksi sangkar 380V milik PLTU Indramayu. Dalam proses pengujian baik sebelum maupun sesudah perbaikan terdapat beberapa pengukuran yaitu:Tes Tahanan Isolasi,Tes Resistansi ,Tes Gelombang Belitan Running test. Pada pengujian insulation resistance hasil yang didapat rata-rata 2000 MΩ atau berada diatas 100 MΩ sehingga stator setelah diperbaiki dalam keadaan bagus, begitupun pada hasil resistance Test hasilnya yaitu balance deviasi antar coil tidak lebih dari 5%. Hasil Surge test setelah perbaikan pun menunjukkan bahwa tidak ada noise dan baik, untuk hasil dari pengujian putaran motor, getaran dan suhu semuanya sudah sesuai dengan standar EASA AR100 2015. Pemerikasaan motor sebelum diperbaiki (electrical test before repairing) harus lebih teliti lagi karena pemeriksaan tersebut menjadi dasar penentu untuk proses apa yang akan dilakukan selanjutnya
Gita Kartika Rizqofani, Denda Dewatama, Mila Fauziyah
Published: 26 April 2022
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 24, pp 36-46; https://doi.org/10.24912/tesla.v24i1.16950

Abstract:
Solar energy as an alternative way of anticipating the crisis of electrical energy. The output voltage of solar energy is unstable depends on the intensity of solar radiation and temperature. Solar energy obtained needs to be stored in batteries. On the other hand, battery charging system requires constant voltage, dc-dc converter is the right solution. Cuk converter is one of dc-dc converter topology that has the advantage of stable continuous current at input and output.. The purpose of this research to design and realize a battery charging system with fuzzy logic controller on the cuk converter. The fuzzy logic controller method to generate Pulse Width Modulation (PWM) so that the output voltage is 14 Volt. Fuzzy logic control uses the Mamdani method with 5 error membership functions and 5 delta error membership functions, as well as 5 output membership functions that is single tone. The results of the research that has been done for the response signal graph generated from fuzzy logic control parameters are for Response time (tr) = 0.74 seconds, Peak time (tp) = 1.243 seconds, % over shoot = 0%, Settling time (ts) = 1,243 seconds, Error (ess) = 0.17. the conclusion of this research is that the output of the singletone fuzzy control system response (-4, -2, 0, 2, 4) for the parameters applied shows a stable output value and can work well acording to the design.
ABSTRAK: Energi surya sebagai cara alternatif dalam mengantisipasi krisis energi listrik. Tegangan keluaran dari energi surya tidak stabil tergantung dari intensitas dari radiasi matahari dan suhu. Energi surya yang diperoleh perlu disimpan pada baterai. Disisi lain, sistem pengisisan baterai membutuhkan tegangan konstan, dengan menggunakan dc-dc konverter adalah solusi yang tepat. Cuk converter merupakan salah satu topologi dc-dc konverter yang memiliki keunggulan arus kontinyu yang stabil pada input dan output-nya. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan merealisasikan sistem pengisisan baterai dengan kontrol logika fuzzy pada cuk converter. Metode kontrol logika fuzzy berfungsi untuk membangkitkan Pulse Width Modulation (PWM) sehingga tegangan keluarannya yaitu 14 Volt. Kontrol logika fuzzy dengan metode Mamdani dengan 5 fungsi keanggotaan error dan 5 fungsi keanggotaan delta error, serta 5 fungsi keanggotaan keluaran berupa single tone. Darihasil penelitian yang telah dilakukan untuk grafik sinyal respon yang dihasilkan dari parameter kontrol logika fuzzy untuk Response time (tr) = 0.74 detik, Peak time (tp) = 1.243 detik, % over shoot = 0%, Settling time (ts) = 1,243 detik, Error (ess) = 0.17. Kesimpulan dari penelitian ini untuk keluaran respon sistem kontrol fuzzy singletone (-4, -2, 0, 2, 4) pada parameter yang diterapkan menunjukkan nilai keluaran yang stabil dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan perancangan
Amalia Herlina, Latifah Latifah, Amma Emanihim
Published: 20 May 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 1-10; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i1.9266

Abstract:
Silo bunker is a place to collect coal from the stock pile which is carried by a conveyor before it is smoothed in the pulverzer or mill. The bunker silo can hold 60 tons of coal. One of the content contained in coal is carbon monoxide gas. Carbon monoxide is a poisonous gas and an explosion can occur if it is indoors. This research designed a switching system for measuring carbon monoxide using a sequential switching concept based on the NOVA sequencer product, namely 402as Automatic Sequenser using the research and development (RnD) research method, where the design is designed to be useful as a control media and to monitor the amount of carbon monoxide gas content on the bunker silo. The sequential switching design of the PLTU Unit 5 and 6 Paiton based silo bunker was built to control the relay that simulates the circuit breaker (B) function on the 3 way valve solenoid and monitors the carbon monoxide gas content using the MQ-7 sensor. The sensor readings are displayed on the LCD and serial monitor contained in the Arduino IDE application. The sequential switching design of the bunker silo that uses a microcontroller, namely the Arduino Uno R3 Board, is functioning quite well, but the MQ-07 sensor readings often experience error values. As for the 3 way valve solenoid, you must usea compressor to get the pressure on R so that the trigger on the solenoid can workABSTRAK:Silo bunker merupakan tempat penampungan batubara dari stock pile yang dibawa oleh konveyor sebelum dihaluskan di pulverizer atau mill. Silo bunker dapat menampung 60 ton batu bara. Kandungan yang terdapat dalam batu bara adalah salah satunya yaitu gas karbon monoksida. Karbon monoksida merupakan gas beracun dan dapat terjadi ledakan apabila dalam ruangan tertutup. Peneliitian ini merancang suatu sistem switching pada pengukuran karbon monoksida dengan menggunakan konsep sekuensial switching berdasarkan produk NOVA sequenser yaitu 402as Otomatis Sequenser dengan menggunakan metode penelitian research and development (RnD), dimana rancang bangun yang dirancang berguna sebagai media control dan monitor besar kandungan gas karbon monoksida pada silo bunker. Perancangan sekuensial switching pada silo bunker PLTU Unit 5 dan 6 Paiton berbasis mikrokontroller dibangun untuk mengontrol relay yang mensimulasikan fungsi circuit breaker (CB) pada solenoid 3 way valve dan memonitor kandungan gas karbon monoksida dengan menggunakan Sensor MQ-7. Adapun hasil pembacaan sensor ditampilkan pada LCD dan serial monitor yang terdapat dalam aplikasi Arduino IDE. Rancang bangun sekuensial switching pada silo bunker yang menggunakan mikrokontroller yaitu boart Arduino Uno R3 yang berfungsi cukup baik, namun pembacaan sensor MQ-7 sering mengalami nilai error. Sedangkan untuk solenoid 3 way valve harus menggunakan kompresor untuk mendapatkan tekanan pada R supaya trigger pada solenoid dapat bekerja
Eza Bintang Ramadhan, Sudarti Sudarti
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 124-133; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.12132

Abstract:
The problem of waste in the territory of Indonesia is quite high due to the large number of people in Indonesia. One of them is household waste. The amount of household waste that is increasingly piling up and not being processed or utilized properly and correctly results in these problems. Various kinds of household waste are often encountered such as wet waste, dry waste, organic waste and inorganic waste. With these problems, a solution was found to utilize this household waste as a source of electrical energy by using a thermal converter technique. The purpose of writing this article is to suppress the accumulation of household waste which can later be used as a source of electrical energy that is safe for the environment. In writing this article the author uses the article review method. The method of collecting data in this article is by reviewing articles from several existing reference journals. The data taken from the writing of this article is the potential source of electrical energy from the utilization of household waste using thermal converter technology. The results obtained from the use of this thermal converter technology are the efficiency that works for each thermal converter technology used. Then the potential resulting from the use of this thermal converter technology produces greater electrical energy with the use of an increasing number of household waste as well.ABSTRAK: Permasalahan sampah di wilayah Indonesia tergolong cukup tinggi yang diakibatkan dari banyaknya jumlah penduduk di Indonesia. Salah satunya sampah yang berasal dari rumah tangga. Banyaknya sampah rumah tangga yang semakin menumpuk dan tidak diolah atau dimanfaatkan secara baik dan benar mengakibatkan terjadinya permasalahan tersebut. Berbagai macam sampah rumah tangga yang sering ditemui seperti sampah basah, sampah kering, sampah organik dan sampah anorganik. Dengan adanya permasalahan tersebut ditemukan solusi untuk memanfaatkan sampah rumah tangga ini sebagai sumber energy listrik dengan menggunakan teknik thermal converter. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menekan penumpukan sampah rumah tangga yang nantinya bisa digunakan sebagai pemenuhan sumber energy listrik yang aman bagi lingkungan. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode review artikel. Cara pengumpulan data pada artikel ini yaitu dengan review artikel dari beberapa jurnal referensi yang ada. Data yang diambil dari penulisan artikel ini yaitu potensi sumber energi listrik dari hasil pemanfaatan sampah rumah tangga dengan menggunakan teknologi thermal converter. Hasil yang didapatkan dari penggunaan teknologi thermal converter ini yaitu efisiensi yang bekerja untuk tiap teknologi thermal converter yang digunakan. Kemudian potensi yang dihasilkan dari penggunaan teknologi thermal converter ini menghasilkan energy listrik yang semakin besar dengan penggunaan jumlah sampah rumah tangga yang semakin banyak juga.
Suraidi Suraidi, Meirista Wulandari
Published: 20 May 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 24-33; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i1.11918

Abstract:
This study discusses an automatic hand washing system with water and liquid soap that comes out automatically. The results of this study are used as material for electronics training activities at high school level in the form of community service activities. This system can be applied to a place to wash hands in schools, colleges or malls. Water sources can be collected or directly using a water pipe, while liquid soap uses a bottle holder or the like. The water and liquid soap control system has a separate or separate circuit. The system for controlling water consists of an infrared sensor module which is applied as a proximity sensor, a relay module and a solenoid valve to open or close the water tap. The use of a solenoid valve when the water source uses a direct tap and the use of a water pump for the water source uses a reservoir. The system for controlling liquid soap consists of a proximity sensor module, a switching transistor circuit, and a mini DC submersible pump. All modules are tested to determine the characteristics of each module, so that you know the type of relay module and switching transistors to be used. The type of relay used is the active low type and the switching transistor type used is PNP. There were two systems that were tested, and they worked properly according to the original design, so it could be said that the whole system was working well. System testing can be seen at the following link https://www.youtube.com/watch?v=gi5XiWMZuNU&t=51s
ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang sistem mencuci tangan otomatis dengan air dan sabun cair yang keluar secara otomatis. Hasil penelitian ini sebagai materi untuk kegiatan pelatihan elektronika di sekolah tingkat SMA dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sistem ini bisa diterapkan untuk tempat mencuci tangan di sekolah, kampus atau mall. Sumber air bisa dengan ditampung atau langsung menggunakan pipa air, sedangkan sabun cair menggunakan tempat botol atau sejenisnya. Sistem pengendali air dan sabun cair mempunyai rangkaian yang terpisah atau tersendiri. Sistem untuk mengendalikan air terdiri dari modul sensor infra merah yang diaplikasikan sebagai sensor proximity, modul relay dan solenoid valve untuk membuka atau menutup keran air. Penggunaan solenoid valve bila sumber air menggunakan keran langsung dan penggunaan pompa air untuk sumber air menggunakan penampungan. Sistem untuk mengendalikan sabun cair terdiri dari modul sensor proximity, rangkaian transistor switching, dan pompa mini DC celup. Semua modul diuji untuk mengetahui karakteristik tiap modul, sehingga mengetahui jenis modul relay dan transistor switching yang akan digunakan. Jenis relay yang digunakan yaitu jenis aktif low dan jenis transistor switching yang digunakan yaitu PNP. Ada dua sistem yang diuji, dan bekerja dengan baik sesuai dengan rancangan semula, sehingga bisa dikatakan sistem keseluruhan bekerja dengan baik. Pengujian sistem dapat dilihat pada link berikut https://www.youtube.com/watch?v=gi5XiWMZuNU&t=51s
Muhamad Suryanto, Feby Ardianto, Bengawan Alfaresi
Published: 20 May 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 81-93; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i1.9139

Abstract:
The amusement rides, has a height limit for riding a rides. The regulation was made for security and safety when riding a rides. In dangerous amusement rides, height regulation is made with a minimum height with a high enough number, the height limit can be above 130 cm. The limit makes many visitors can’t ride rides because they have less height. But even though the regulation has been made, there are still many visitors who still want to ride the amusement rides even though its height is insufficient. Therefore, it would be more effective if an automatic door was made that could detect the height of the visitor's and the door would open if the visitor's had a sufficient height. This door is placed in the position before the queue, so in addition to the automatic door, there is also a system of counting the number of visitors who are in the queue. The number of queues will be displayed on the seven segment screen and if the queue is full it will be informed on the LCD. The height limit on this door is made with a minimum height of 130 cm so that the door is open. This door height and automatic queuing system uses the Arduino Mega microcontroller and the FC-51 infrared obstacle sensor to detect visitors. Besides this door is equipped with LEDs and loudspeakers as a provider of information about the visitors of the amusement rides is allowed to enter or not due to the height of the visitor'sABSTRAK: Sebuah wahana bermain, memiliki peraturan batas tinggi badan untuk menaiki wahana. Peraturan tersebut dibuat demi keamanan dan keselamatan saat menaiki suatu wahana. Dalam wahana yang berbahaya, peraturan batas tinggi badan dibuat dengan tinggi minimal dengan angka yang cukup tinggi, batas tinggi bisa berupa diatas 130 cm. Batas tersebut membuat banyak pengunjung wahana tidak bisa menaiki wahana karena memiliki tinggi yang kurang. Walaupun peraturan tersebut sudah dibuat, masih banyak pengunjung wahana yang tetap ingin menaiki wahana walaupun tinggi nya kurang mencukupi. Oleh karena itu, akan lebih efektif jika dibuat sebuat pintu otomatis yang dapat mendeteksi tinggi badan pengunjung wahana dan pintu akan terbuka jika pengunjung wahana memiliki tinggi yang cukup. Pintu ini diletakan pada posisi sebelum antrian, maka selain pintu otomatis, juga ada sistem penghitung jumlah pengunjung yang berada didalam antrian. Jumlah antrian akan ditampilkan di layar seven segment dan jika antrian penuh akan diinformasikan pada LCD. Batas tinggi badan pada pintu ini dibuat dengan tinggi minimal 130 cm agar pintu terbuka. Sistem pintu pengukur tinggi dan antrian otomatis ini menggunakan mikrokontoler Arduino Mega serta sensor infrared obstacle FC-51 untuk mendeteksi adanya pengunjung. Selain itu pintu ini dilengkapi dengan LED dan loudspeaker sebagai pemberi informasi tentang pengunjung wahana diperbolehkan untuk masuk atau tidak dikarenakan tinggi badan pengunjung wahana
Wafa Tajul Arifin Bisri
Published: 20 May 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 34-45; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i1.9288

Abstract:
Cats is one of the most popular animals in the world that have various breeds. One of the most popular types is Persian and Angora. It requires discipline and persistence both in maintaining cleanliness and also in providing food in caring cats. Constraints in feeding cats are due to the routine activities of the owner outside the home, so providing cat food every day cannot be controlled properly and can make cats more susceptible to disease. This requires an automatic feeding device that can be used to assist cat owners in providing feed on a scheduled basis. This study uses a microcontroller with Arduino Uno as a control system to control input and output. RTC as a scheduled determinant will give commands to the Arduino Uno to drive the mini servo. Mini servo as the main container activator opens the main container which will later fall into the weighing container. The load cell sensor can weigh the feed which will be poured through the mini servo. The percentage that was tried was up to 99%. It works on the condition that the main container is filled with more feed. However, if the feed is filled with ¾, the feed that comes out will be more preciseABSTRAK: Kucing merupakan hewan populer di dunia yang mempunyai garis keturunan atau ras yang bermacam-macam salah satunya yang paling banyak digemari adalah jenis persia dan angora. untuk memelihara kucing memerlukan sebuah kedisiplinan dan ketekunan baik dalam merawat kebersihan dan juga dalam pemberian pakan. Kendala dalam pemberian pakan kucing dikarenakan rutinitas kegiatan si pemilik diluar rumah, sehingga pemberian pakan kucing di setiap harinya tidak dapat terkontrol dengan baik dan dapat membuat kucing jadi lebih mudah terserang penyakit. Untuk itu dibutuhkan sebuah mekanisme alat pemberi pakan otomatis yang dapat digunakan untuk membantu pemilik kucing dalam memberikan pakan secara terjadwal. Penelitian ini menggunakan mikrokontroler dengan Arduino uno sebagai sistem control untuk mengendalikan input dan output.RTC sebagai penentu jadwal yang nantinya akan memberi perintah pada Arduino uno untuk menggerakkan mini servo. Mini servo sebagai penggerak wadah utama membuka wadah utama yang nantinya akan jatuh ke wadah timbangan. Sensor loadcell dapat menimbang pakan yang nanti akan dituangkan melalui mini servo. Presentase uii coba yang dilakukan mencapai 99%. Dimana jika wadah utama diisi penuh pakan yang di keluarkan lebih banyak. Namun jika pakan terisi ¾ maka pakan yang keluar akan lebih presisi
Desmira Desmira
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 104-113; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.10954

Abstract:
ABSTRACTS : Eightmart is a minimarket in the main lobby at Serang Raya University that provides the needs of students while on campus. By understanding consumer behavior in the current digital era that cannot be separated from smartphones, the management is trying to make a new breakthrough by promoting goods sold at Eightmart using Smartphones and making hotspot connections available for free and providing comfortable seats and tables for learn while enjoying the food at Eightmar. The purpose of this research is to produce an application for visitors and students to get information with relevant content according to the location where they are. The benefit of this research is that Eightmart management can promote products that have price cuts. Researchers can notify smartphone users of product promos where they are near the provider of goods or services at that time (realtime). The test was carried out by connecting a smartphone at a location using Bluetooth LE technology and trying it on smartphone consumers, by testing with two smartphones with the first specification on a smartphone with 2GB ram specifications with marshmellow OS specifications and the second with 512 ram smartphones and kitkat OS. The research method in this research is observation, interviews and literature study with a waterfall model development model. The results of the study The maximum Bluetooth connection distance that has been tested on two different smartphones and the minimum use in Bluetooth LE is operated on 4.4 kitkat, so the signal strength results are different in the two operating systems. In the cubeacon application on the samsung J1 ace, the signal range is about 12.3 meters, and on the samsung xiaomi redmi 4a it is about 16.5 metersABSTRAK: Eightmart merupakan minimarket yang ada dilobi utama yang berada di Universitas Serang Raya yang menyediakan kebutuhan mahasiswa ketika berada dikampus. Dengan memahami perilaku konsumen diera digital saat ini yang tidak lepas dari smartphone maka pihak manajemen berusaha membuat suatu trobosan baru dengan mempromosikan barang-barang yang dijual di Eightmart dengan menggunakan Smartphone serta membuat koneksi hospot selaku tersedia dengan gratis dan menyediakan tempat duduk dan meja yang nyaman buat belajar sambil menikmati makanan yang ada di Eightmar. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan aplikasi bagi pengunjung dan mahasiswa untuk mendapatkan informasi dengan konten yang relevan sesuai dengan lokasi dimana mereka berada. Manfaat dari penelitian ini adalah menejemen Eightmart dapat mempromosikan produk yang ada pemotongan harga .Peneliti dapat menginformasikan promo produk kepada pengguna smartphone dimana mereka berada di dekat penyedia barang atau jasa saat itu juga (realtime). Pengujian dilakukan dengan menghubungkan smartphone di lokasi dengan memanfaatkan teknologi Bluetooth LE dan di coba pada smartphone konsumen, dengan melakukan pengujian dengan dua smartphone dengan spesifikasi berbeda, yang pertama pada smartphone dengan spesifikasi ram 2GB dengan OS marshmellow dan yang kedua dengan smartphone ram 512 dan OS kitkat. Metode penelitian dalam penelitian adalah observasi,wawancara dan studi literature dengan model mengembangkan model air terjun atau waterfall . Hasil dari penelitian Jarak koneksi Bluetooth maksimum yang telah di uji pada kedua smartphone berbeda dan penggunaan dalam Bluetooth LE minimum di operasikan pada 4.4 kitkat, sehingga hasil kekuatan sinyal ternyata berbeda pada kedua sistem operasi tersebut. Pada aplikasi cubeacon yang ada di samsung J1 ace jangkauan sinyal nya yaitu sekitar 12,3 meter, dan pada samsung xiaomi redmi 4a yaitu sekitar 16,5 meter.
Ade Purwanto
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 94-103; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.9615

Abstract:
Cannabis has been a major problem regarding drugs abuse in the world, especially in the South East Asia. This study offers a potential solution to increase the effectiveness of Cannabis control in remote areas using time and cost-effective method by applying RPAS and a hyperspectral camera in the program. RPAS will be the platform to airborne the hyperspectral camera in order to identify potential Cannabis plantation so that a measured appropriate handling could be executed. BPPT has developed several tactical RPASs with an operating radius range up to 150km and a flight endurance up to 6 hours. The platform is capable of carrying mission-specific payloads and obtaining data in real-time and at low cost. Plants identification was determined using Hyperspectral camera with wavelength between 400 to 900 nm. Indoor and outdoor measurement was done. The study shows that the hyperspectral camera was capable of classifying target plant out of the others. The study shows that combination of RPAS and hyperspectral technology would be able to determine the particular spectral signature of the cannabis with the highest result compared to other methods available in IndonesiaABSTRAK: Penyalahgunaan Ganja telah menjadi salah satu masalah utama mengenai narkoba di dunia, terutama di Asia Tenggara. Studi ini menawarkan solusi potensial untuk meningkatkan efektivitas pengendalian Ganja di daerah terpencil dengan menggunakan metoda, waktu dan biaya yang efektif dengan melibatkan teknologi PUNA dan kamera hiperspektral dalam program tersebut. PUNA digunakan untuk menerbangkan sensor hiperspektral untuk kemudian melakukan identifikasi lading Ganja, sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat. BPPT telah berhasil mengembangkan beberapa PUNA taktikal dengan jangkauan radius operasi hingga 150km dan ketahanan terbang hingga 6 jam. Platform ini mampu membawa payload spesifik untuk misi dan mendapatkan data secara real-time dan berbiaya rendah. Identifikasi tanaman dilaksanakan menggunakan sensor hiperspectral milik BPPT dengan panjang gelombang antara 400 sampai 900 nm. Pengambilan data dalam ruangan tertutup dan di ruangan terbuka juga telah dilakukan. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa kamera hiperspektral mampu mengklasifikasikan tanaman yang telah ditentukan dari tanaman lainnya. Studi tersebut menunjukkan bahwa kombinasi teknologi PUNA dan hiperspektral ini akan dapat menentukan tanda spektral tertentu dari ganja dengan hasil yang paling optimal dibandingkan dengan berbagai metoda lain yang ada di Indonesia.
Mujiono Mujiono, Albert Gifson Hutajulu, Syah Alam
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 161-170; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.9708

Abstract:
The Indonesian College of Technology (STTI) is a private university that has adequate infrastructure in the field of information technology. The face-to-face learning process in class that has been running so far still has weaknesses, plus the covid-19 pandemic makes lectures carried out online. The real problem faced by every STTI lecturer or student is mainly about the attendance of students or lecturers who are unable to attend. The STTI campus which organizes employee class lectures, where at some time you have to leave the city to work on a project, both maintenance and development. Likewise, at one point, a lecturer also has needs outside the city, for example, education and training, seminars and others that cannot be left behind. In this study, the design and construction of an e-learning learning system or digital "classroom" using MOODLE (Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment) was carried out, which means a dynamic learning place using an object-oriented model. Moodle is a free Course Management System (CMS) application that can be accessed using a web browser and can be accessed without time and distance limits. The research activity begins by identifying the learning problem that you want to solve, collecting lecture data and analyzing data as a basis for the MOODLE configuration. The test results show that the STTI e-learning system has run well and is in accordance with the designABSTRAK: Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) merupakan perguruan tinggi swasta yang mempunyai sarana dan prasarana di bidang teknologi informasi yang memadai. Proses pembelajaran tatap muka di kelas yang selama ini berjalan masih memiliki kelemahan, ditambah adanya pandemi covid-19 yang membuat perkuliahan dilaksanakan secara online. Masalah riil yang dihadapi oleh setiap dosen atau mahasiswa STTI terutama adalah tentang kehadiran mahasiswa atau dosen yang berhalangan hadir. Kampus STTI yang menyelenggarakan perkuliahan kelas karyawan, dimana dibeberapa waktu harus keluar kota untuk mengerjakan sebuah project baik maintenance ataupun develop. Demikian juga sebaliknya disuatu saat dosen juga memiliki kebutuhan diluar kota misal diklat, seminar dan lain-lain yang tidak bisa ditinggalkan. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun dan pembuatan sebuah sistem pembelajaran e-learning atau “ruang kelas” digital menggunakan MOODLE (Modular Object Oriented DynamicLearning Environment) yang berarti tempat belajar dinamis dengan menggunakan model berorientasi objek. Moodle merupakan sebuah aplikasi gratis Course Management System (CMS) yang dapat diakses dengan menggunakan web browser dan dapat di akses tanpa batas jarak dan waktu. Kegiatan penelitian dimulai dengan melakukan identifikasi masalah pembelajaran yang ingin diselesaikan, melakukan pengumpulan data perkuliahan dan melakukan analisis data sebagai dasar dalam konfigurasi MOODLE. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem e-learning STTI telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan perancangan
Hilal Quthbirrobbaani, Suyanto Suyanto, Endang Sukarna
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 181-195; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.13234

Abstract:
Dams are structures that play a critical role in flood management. A water level meter and a floodgate control are installed on the dam to enable this function. With the limited actions performed by the duty officers, manual water level measurement cannot be done on a continual basis. Furthermore, physically opening and closing the sluice gate requires human effort. The subject of this final research project is on making tools for monitoring water levels and rainfall continuously and in real time remotely, as well as designing systems that can control sluice gates automatically or manually by operators remotely. From the test results, the duration of the sensor data transmission is 1,21 seconds, with an error value of 2,97% of the air altitude sensor reading of the actual value and the rainfall sensor value of 0,053 inches/trip.. In addition, the duration of sending the sluice gate opening/closing instruction is 0,84 seconds and has a precision level of 100% of sluice gate. Sluice control settings can use automatic or manual control modes. Data from sensor readings and sluice control are contained in the SCADA HMI, which can be monitored and controlled remotely with IoT communicated ABSTRAK: Bendungan merupakan bangunan yang memiliki peran penting dalam pengendalian banjir. Untuk dapat melakukan fungsi tersebut, terdapat pengukur ketinggian muka air serta kontrol pintu air pada bendungan. Pengukuran ketinggian muka air secara manual tidak bisa dilakukan secara terus menerus dengan keterbatasan kegiatan yang dilakukan petugas jaga. Dan juga, pengaturan pintu air secara manual masih menggunakan tenaga manusia. Penelitian tugas akhir ini berfokus pada pembuatan alat untuk pemantauan ketinggian air dan curah hujan secara terus-menerus dari jarak jauh, serta merancang sistem yang dapat mengontrol pintu air secara otomatis maupun manual oleh operator dari jarak jauh selama terdapat jaringan internet dengan komunikasi IoT. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa durasi pengiriman data sensor terhitung sebesar 1,21 detik, dengan nilai persentase error pembacaan sensor ketinggian air sebesar 2,97% dari nilai ketinggian air sebenarnya dan nilai sensor curah hujan sebesar 0,053 inch/trip. Selain itu, untuk durasi pengiriman instruksi buka/tutup pintu air terhitung sebesar 0,84 detik dan memiliki tingkat presisi bukaan pintu air sebesar 100. Pengaturan kontrol pintu air dapat menggunakan mode kontrol otomatis maupun manual. Data hasil pembacaan sensor maupun kontrol pintu air terdapat pada HMI SCADA, yang dapat dipantau dan dikontrol dari jarak jauh.
Dandy Permana Putra, Agus Wagyana
Published: 20 May 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 71-80; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i1.9499

Abstract:
The amusement rides, has a height limit for riding a rides. The regulation was made for security and safetywhen riding a rides. In dangerous amusement rides, height regulation is made with a minimum height with a high enoughnumber, the height limit can be above 130 cm. The limit makes many visitors can’t ride rides because they have less height.But even though the regulation has been made, there are still many visitors who still want to ride the amusement rides eventhough its height is insufficient. Therefore, it would be more effective if an automatic door was made that could detect theheight of the visitor's and the door would open if the visitor's had a sufficient height. This door is placed in the positionbefore the queue, so in addition to the automatic door, there is also a system of counting the number of visitors who are in thequeue. The number of queues will be displayed on the seven segment screen and if the queue is full it will be informed on theLCD. The height limit on this door is made with a minimum height of 130 cm so that the door is open. This door height andautomatic queuing system uses the Arduino Mega microcontroller and the FC-51 infrared obstacle sensor to detect visitors.Besides this door is equipped with LEDs and loudspeakers as a provider of information about the visitors of the amusementrides is allowed to enter or not due to the height of the visitor's. ABSTRAK:Sebuah wahana bermain, memiliki peraturan batas tinggi badan untuk menaiki wahana. Peraturan tersebutdibuat demi keamanan dan keselamatan saat menaiki suatu wahana. Dalam wahana yang berbahaya, peraturan batas tinggibadan dibuat dengan tinggi minimal dengan angka yang cukup tinggi, batas tinggi bisa berupa diatas 130 cm. Batas tersebutmembuat banyak pengunjung wahana tidak bisa menaiki wahana karena memiliki tinggi yang kurang. Walaupun peraturantersebut sudah dibuat, masih banyak pengunjung wahana yang tetap ingin menaiki wahana walaupun tinggi nya kurangmencukupi. Oleh karena itu, akan lebih efektif jika dibuat sebuat pintu otomatis yang dapat mendeteksi tinggi badanpengunjung wahana dan pintu akan terbuka jika pengunjung wahana memiliki tinggi yang cukup. Pintu ini diletakan padaposisi sebelum antrian, maka selain pintu otomatis, juga ada sistem penghitung jumlah pengunjung yang berada didalamantrian. Jumlah antrian akan ditampilkan di layar seven segment dan jika antrian penuh akan diinformasikan pada LCD. Batastinggi badan pada pintu ini dibuat dengan tinggi minimal 130 cm agar pintu terbuka. Sistem pintu pengukur tinggi dan antrianotomatis ini menggunakan mikrokontoler Arduino Mega serta sensor infrared obstacle FC-51 untuk mendeteksi adanyapengunjung. Selain itu pintu ini dilengkapi dengan LED dan loudspeaker sebagai pemberi informasi tentang pengunjungwahana diperbolehkan untuk masuk atau tidak dikarenakan tinggi badan pengunjung wahana.
Ahmad Fachri Haekal, Joni Fat, Hadian Satria Utama
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 171-180; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.12117

Abstract:
This study discussed the analysis of rectangular patch microstrip antenna with FR-4 substrate on 2-.3-G-Hz_frequenc-y-f-or LTE applications. The results of this test are expected to be useful for students or common people who need it. 4G is a development of technology that was previously 3G technology. With the existence of 4G technology, will help people easier to access data quickly anywhere anytime. To support 4G technology, an antenna that can support wireless communication is needed where the type of antenna that can provide this service is a microstrip antenna.Microstrip antenna is a type of antenna that has a thin board shape and has the advantage of working at very high frequencies. Microstrip antennas have advantages that lie in their small and light physical form with various patch shapes such as rectangles, squares, triangles. (triangular), circle (circular), ellipse (elliptical), circular ring. In this simulation and analysis process, using FR-4 substrate material at a frequency of 2.3GHz and AWR microwave office application for the measurement method. Antenna parameters are important in thedesign or analysis of an antenna because the antenna parameters are the benchmark f-or-t’he ante-nna’s-perf-ormance. The parameters that being analyzed consists of return--lo-ss, Vol-tage-Sta’nding Wa’ve-Ra’tio-(VS’WR), an-d input impedance. T’h’e result i-s that the return loss value is -12.07dB below -9.54Db, the VSWR value is 1.664 which is the ideal value, while the Z impedance is 0.60707 and the imaginary value is 0.0802743.ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang analisa antena miksrostrip patch rectangular dengan substrat FR-4 pada.frekuensi 2,3GHz untuk-aplikasi-LTE._Hasil dari pengujian ini diharapkan bermanfaat untuk mahasiswa ataupun orang awam yang memerlukannya. 4G merupakan pengembangan dari teknologi yang tadinya adalah teknologi 3G. Dengan adanya teknologi’4G ini mempermudah manusia dalam mengakses data dengan cepat dimana saja dan kapan saja. Untuk mendukung teknologi 4G, dibutuhkan sebuah antena yang bisa mendukung komunikasi tanpa kabel dimana tipe antena yang dapat memberikan-layanan tersebut adalah antena-mikrostrip. Antena mikrostrip merupakan tipe antena yang memiliki-bentuk papan tipis dan mempunyai kelebihan berkerja pada frekuensi yang tinggi. Antena-mikrostrip memiliki keunggulan yang terletak pada bentuk fisiknya yang kecil dan ringan dengan bentuk patch beragam seperti persegi Panjang (rectangular), persegi (square), segitiga (triangular), lingkaran (circular), elips (elliptical), circular ring. Dalam proses simulasi dan analisa ini, menggunakan bahan substrat FR-4 pada frekuensi 2,3GHz dan aplikasi AWR microwave office untuk metode pengukurannya. Parameter antena merupakan hal yang berarti dalam perancangan ataupun analisa pada suatu antena disebabkan parameter antena merupakan tolak”ukur dari performansi-antena”itu”sendiri. Parameter yang dianalisa yaitu loss, Voltage’Standing.Wave Rasio, dan input-impedance. Adapun hasilnya diperoleh nilai dari return loss -12.07dB dibawah -9,54Db, untuk nilai VSWR memperoleh nilai 1.664 yang merupakan nilai ideal, Sedangkan Z impedansi yang memperoleh nilai 0.60707 dan nilai imajiner 0.0802743.
Rio Dwi Heri K, Ira Aprilia, Dyah Ariyanti
Published: 20 May 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 58-70; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i1.9227

Abstract:
Catfish cultivation activities have become the livelihood of most communities. There are also communities that make catfish ponds as side businesses, some make fish ponds as fishing ponds and some that make catfish ponds because of the hobby of the community. In catfish ponds there are several things to be aware of, among others, water quality and drainage in ponds, where catfish growers pay less attention to the quality of water in the pond so that fish production becomes decreased and also water drainage in the water filling is still done manually. So in this study has been made a noise level detection tool and measuring the volume of water using Light Dependent Resistor  (LDR) sensor and Ultrasonic sensor, where the LDR sensorasa meter ofturbidity level. When the LDR sensor  detects the noise then the water will be drained. And ultrasonic sensors as a water volume gauge that will serve to detect the volume of water when the water is drained and when filling water. The system uses the Arduino Uno microcontroller as a controller of the LDR sensor and the Ultrasonic sensor.The test percentage reached 85.71%, and the readings of the LDR sensor murky water > 110, medium water 70-100, and clear water 40-60. While ultrasonic sensor readings the maximum water volume limit is 16.5 liters and the minimum water volume limit is 3 liters. This test is carried out on the aquarium.ABSTRAK: Kegiatan budidaya ikan lele sudah menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat. Ada juga masyarakat yang menjadikan kolam ikan lele sebagai usaha sampingan, ada juga yang menjadikan kolam ikan sebagai usaha tempat pemancingan dan ada juga yang menjadikan kolam ikan lele karena hobby dari masyarakat. Pada kolam lele terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain, kualitas air dan pengurasan pada kolam, dimana pembudidaya lele kurang memperhatikan kualitas air pada kolam sehingga produksi ikan menjadi menurun dan juga pengurasan air pada pengisian air masih dilakukan secara manual. Maka pada penelitian ini telah dibuat alat pendeteksi tingkat kekeruhan dan mengukur volume air yang menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR) dan sensor Ultrasonik, sensor LDR ini sebagai pengukur tingkat kekeruhan. Ketika sensor LDR mendeteksi kekeruhan maka air akan terkuras. Dan sensor Ultrasonik sebagai pengukur volume air yang akan berfungsi mendeteksi volume air disaat air terkuras dan disaat pengisian air. Sistem ini menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengontrol dari sensor LDR dan sensor Ultrasonik. Presentase uji coba yang dilakukan mencapai 85.71%, dan hasil pembacaan sensor LDR air keruh > 110, air sedang 70-100, dan air jernih 40-60. Sedangkan hasil pembacaan sensor Ultrasonik batas maksimal volume air 16,5 liter dan batas minimal volume air 3 liter. Pengujian ini dilakukan pada akuarium.
Rangga Farras Alsajid, Suhartati Agoes, Henry Candra
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 151-160; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.9610

Abstract:
The current use of traditional house keys is still considered very less secure so that other methods are needed to improve the level of security. Humans have their own unique characteristics to distinguish one human from another. One of them is the face. This study aims to create an automatic modelling system that can detect a person's face. This modelling system is expected to be able to make a decision whether the person who will enter the house is a occupants of the house or someone else. This automated modelling system uses digital image processing. Feature extraction in this modelling system uses the Wavelet Dauechies 1 Transformation and for its classification uses the Backpropagation Neural Network method. This modelling system experimented 30 times for occupants with 28 successes and 2 failures. Meanwhile, for non-occupants, 30 trials were carried out with a result that 30 times successfully refused entry. This modelling system has an accuracy of 97.33% with an error of 0.38, the Mean Absolute Percentage of 26.23% and the Mean Square Error of 0.38
ABSTRAK: Penggunaan kunci rumah saat ini yang masih tradisional dirasa masih sangat kurang keamanannya sehingga dibutuhkan metode lain untuk memperbaiki tingkat keamanannya. Manusia memiliki ciri khas masing masing untuk membedakan manusia yang satu dengan yang lainnya. Salah satu ciri khas pada manusia adalah wajah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk membuat sistem pemodelan otomatis yang bisa mendeteksi wajah seseorang. Sistem pemodelan ini diharapkan bisa mengambil sebuah keputusan apakah orang yang akan masuk ke dalam rumah merupakan penghuni rumah atau orang lain. Sistem pemodelan otomatis ini menggunakan pengolahan citra digital. Ekstraksi ciri pada sistem pemodelan ini menggunakan Transformasi Wavelet Dauechies 1 dan untuk klasifikasinya menggunakan metode Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation. Sistem pemodelan ini melakukan percobaan sebanyak 30 kali untuk penghuni dengan hasil 28 kali berhasil dan 2 kali gagal. Sedangkan untuk yang bukan penghuni dilakukan percobaan sebanyak 30 kali percobaan dengan hasil 30 kali berhasil ditolak masuk. Sistem pemodelan ini mempunyai akurasi 97,33% dengan Error sebesar 0,38, Mean Absolute Percentage nya sebesar 26,23% dan Mean Square Error nya sebesar 0,38
Muamar Khadafi, Ade Purwanto, Tris Dewi Indraswati
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 114-123; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.11629

Abstract:
Fuze is a device to ensure the safety, to prepare and to detonate a warhead, with a certain requirements which is set from the design of the mechanism. The design of the fuze requires that the system must be robust so that it will not endangered the handling, transporting and storing the warhead. In addition to that, a fuze must be confirmed that it will trigger the explosion of the warhead when it reaches the target. The sensitive application of the fuze in the military world makes the design mostly confidential and only a little portion is revealed in the media and scientific article. All of this problem contribute to the inability of Indonesia to produce it’s own fuze, either the mechanic, chemical or electro-mechanic version of it. All of Indonesian warhead uses imported fuze from overseas, which makes Indonesian military depends on other countries. In this study, prototype of a robust detonator system for a proximity fuze, a type of electro-mechanic fuze that uses a range-sensor to determine the detonation time of the warhead, is made. The system was made using an SF30C Laser as the proximity sensor and a detonation system utilizing an electric signal. The Printed Circuit Board (PCB) was custom built with the majority of components using the Surface Mount Devices (SMD) design style, a Lithium Polymer type battery with a voltage of 7.4 VDC was used as the power supply. The Arduino Pro-Micro was used to be the processor,  which was placed on the PCB using a Pin Through Hole (PTH) system. Several configurations have been tested and documented.The detonation system using double-PhotoMOS was proved to be the most reliable compared to several other systems. PhotoMOS was configured so that when it was activated, Proximity Fuze would be able to send an electric current to the detonator, so that the detonator will be burt. The results of experiments shows that the Photomos can trigger detonator explosions at an average error target distance of 1,15%. Thus the Proximiti fuze prototype can be said to work well and is possible to be applied in the defense industryABSTRAK: Fuze merupakan perangkat untuk mengamankan, menyiapkan dan meledakan suatu hulu ledak dengan persyaratan yang telah ditetapkan pada perancangan mekanisme kerjanya. Desain Fuze mewajibkan agar sistem yang digunakan robust sehingga tidak membahayakan penanganan, pemindahan dan penyimpanan hulu ledak. Di sisi lain, fuze harus dipastikan bisa meledakkan hulu ledak ketika mencapai sasaran. Penggunaan fuze yang sangat sensitif di dunia militer membuat desain Fuze bersifat rahasia, dan hanya sedikit yang diulas secara detil di media maupun artikel ilmiah. Beberapa masalah ini membuat Indonesia belum mampu membuat Fuze, baik tipe mekanik, kimia maupun elektronik. Seluruh hulu ledak yang menggunakan Fuze di Indonesia menggunakan Fuze impor dari luar negri, menjadikan militer Indonesia bergantung kepada negara lain.Dalam studi ini dibuat prototipe sistem detonator handal untuk fuze Proximiti, yaitu salah satu tipe Fuze elektro-mekanik, yang menggunakan sensor jarak untuk menentukan waktu peledakan hulu ledaknya. Sistem dibuat menggunakan Laser SF30C sebagai sensor proximity dan sistem detonasi berupa sinyal elektrik. Printed Circuit Board (PCB) dibangun secara khusus dengan mayoritas komponen menggunakan gaya desain Surface Mount Devices (SMD), catu daya menggunakan baterai tipe Lithium Polymer dengan tegangan 7.4 VDC. Prosesor menggunakan Arduino Pro-Micro yang diletakkan pada PCB dengan sistem Pin Through Hole (PTH). Beberapa konfigurasi telah diujikan dan didokumentasikan. Sistem detonasi menggunakan double-PhotoMOS terbukti paling handal dibandingkan beberapa sistem yang lainnya. PhotoMOS dikonfigurasikan agar ketika telah aktif, fuze Proximiti dapat mengalirkan arus listrik kepada detonator, sehingga detonator akan terbakar. Hasil percobaan yang dilakukan fuze Proximiti dapat memicu ledakan detonator pada rata – rata error jarak dari target sebesar 1.15%. Dengan demikian prototipe fuze Proximiti dapat dikatakan bekerja dengan baik dan dimungkinkan untuk dapat direalisasikan dalam industri pertahana
Nada Araminta, Agus Wagyana
Published: 3 November 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 134-150; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i2.13225

Abstract:
Land fires are a tragedy that is difficult to control if the fire is large and can result in considerable losses. To be able to reduce the impact of losses due to land fires, an early warning is needed, therefore an application system is made that can detect land fires based on fire, smoke and temperature parameters. The methods used in the process of making this application are application system planning, application feature planning, layout design and java programming for each feature using Android Studio, configuration and programming on firebase, and finally the application can be released. This application uses firebase as a database platform that will store sensor data, user data, and cloud functions. The way this application works is that the application will display data on land conditions in real time, and when there is a change in status, the firebase will execute a command to provide a fire status warning via push notification in the form of a "safe", "alert", "fire level 1" status, or “fire level 2” to the application so that landowners can act on them immediately. The quality of this application is assessed through testing based on the ISO/EIC 25010 standard, namely testing database accuracy, compatibility, usability, and performance efficiency aspects. With the test results of 100% database accuracy, 100% compatibility, and 86% usability, the application is categorized as very feasible and with 3,213% CPU usage efficiency and 159,213 KB memory that meets little eye standards, it shows that the "Siaga Api" application has very good qualitABSTRAK: Kebakaran lahan merupakan tragedi yang sulit untuk dikendalikan jika api sudah besar dan dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Untuk dapat mengurangi dampak kerugian akibat kebakaran lahan, diperlukan adanya sebuah peringatan dini, maka dari itu dibuatlah sebuah sistem aplikasi yang dapat mendeteksi kebakaran lahan berdasarkan parameter api, asap dan suhu. Metode yang digunakan pada proses pembuatan aplikasi ini adalah perencanaan sistem aplikasi, perencanaan fitur aplikasi, perancangan layout serta pemrograman java untuk setiap fitur menggunakan Android Studio, konfigurasi dan pemrograman pada firebase, dan akhirnya aplikasi dapat di release. Aplikasi ini menggunakan firebase sebagai platform database yang akan menyimpan data sensor, data pengguna, serta cloud function. Cara kerja dari aplikasi ini adalah aplikasi akan menampilkan data kondisi lahan secara realtime, dan ketika terjadi perubahan status maka firebase akan mengeksekusi perintah untuk memberikan peringatan status kebakaran melalui push notification berupa status “aman”, “waspada”, “kebakaran level 1”, atau “kebakaran level 2” ke aplikasi sehingga pemilik lahan dapat langsung bertindak menanganinya. Kualitas aplikasi ini dinilai melalui pengujian yang berdasarkan standar ISO/EIC 25010 yaitu pengujian akurasi database, aspek compatibility, usability, dan performance efficiency. Dengan hasil uji akurasi database 100%, compatibility 100%, dan usability 86% aplikasi dikategorikan sangat layak serta dengan performance efficiency CPU usage 3,213% dan memory 159,213 KB yang memenuhi standar little eye menunjukkan bahwa aplikasi “Siaga Api” memiliki kualitas yang sangat baik.
Bangun Samudra, Ira Aprilia, Misdiyanto Misdiyanto
Published: 20 May 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 11-23; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i1.9228

Abstract:
The need for basic commodities in Indonesia increases every year. Especially for the needs of tomatoes, which are consumed by most of Indonesian people every day. Tomato has several uses based on its color, such as the raw (green) and half-ripe (yellow) tomatoes for cooking spices, while the ripe (red) tomatoes are used for making beverage. On the other hand, most of farmers still use manual methods to sort the tomatoes, from picking the tomatoes until sorting them by color. As a result, to provide the market's demands, farmers experience several obstacles, such as the large amount of labor required and the farmers' saturation during the tedious sorting process. Therefore, from this problem, it is needed a tool that can sort tomatoes by color automatically using the TCS3200 sensor as a color detector and Arduino as the control center for the tool. Using these tools, farmers can work faster and reduce boredom due to a tedious process. The results of the study were carried out through 10 times testing that showed 7 times success and 3 times errors. From these tests it can be concluded that the accuracy rate of the tool is 70%.
ABSTRAK: Kebutuhan bahan pokok di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Khususnya untuk kebutuhan buah tomat yang setiap hari dibutuhkan hampir semua masyarakat Indonesia. Buah tomat memiliki beberapa kegunaan jika dilihat dari warnanya, untuk buah tomat yang belum matang (hijau) dan yang setengah matang (kuning) untuk campuran bumbu masak sedangkan untuk buah tomat yang matang (merah) digunakan untuk membuat jus. Tapi sebagian besar petani masih menggunakan cara manual untuk memilah buah tomat tersebut. Mulai dari memetik tomat terlebih dahulu kemudian memilahnya berdasarkan warnanya. Akibatnya untuk memenuhi jumlah kebutuhan yang ada, petani mengalami beberapa kendala. Oleh karena itu, dari masalah tersebut dibuatkan alat yang dapat mensortir buah tomat berdasarkan warna secara otomatis menggunakan sensor TCS3200 sebagai pendeteksi warna dan arduino sebagai pusat pengendali alat tersebut. Dengan adanya alat ini petani dapat melakukan pekerjaan persortiran lebih cepat dan dapat mengurangi kejenuhan karena proses yang membosankan. Hasil dari penelitian dilakukan 10x pengujian terdapat 7x berhasil dan 3x error. Dari pengujian tersebut dapat disimulkan bahwa tingkat akurasi alat sebesar 70%.
Yanuar Ramadhan
Published: 20 May 2021
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 23, pp 46-57; https://doi.org/10.24912/tesla.v23i1.9296

Abstract:
Mango is one of the fruits that thrive in Indonesia. Mango can easily be grown in yards and gardens as a livelihood in the Probolinggo. There are still many systems that use human labor so it takes a relatively longer time to manage. In fact, fruit trade rs, especially for mangoes, generally can not sort the fruit by its size or weight accurately. Because of the condition, a mango separator system was made based on the weight. To measure the weight of the mango, a censor (Load Cell) is needed as a weight censor which is controlled by the Arduino Uno microcontroller. It is aslo used to help the conveyor as a carrier for mangoes moving to the fruit weighing tub. The mango separator using Load Cell sensors has an accuracy rate about 98.48%. Ultrasonic sensors have an accuracy rate about 88.01%. The testing of the mango separator based on the overall weight has an accuracy rate about 70%.ABSTRAK: Mangga adalah salah satudari sekian banyak buah yang tumbuh subur diIndonesia. Mangga dapat dengan mudah tumbuh di pekarangan dan di kebun-kebun sebagai mata pencaharian bagi masyarakat probolinggo. Kehidupan sehari-hari masih banyak sistem yang masih mempergunakan tenaga manusia sehingga membutuhkan waktu yang relative lebih lama. Pada kenyataannya para pedagang buah khususnya buah mangga umumnya tidak dapat mensortir buah berdasarkan ukuran atau berat secara teliti dan akurat. Maka dibuatlah sistem alat pemisah buah mangga berdasarkan beratnya. Untuk mengukur berat buah mangga manalagi dibutuhkan sensor (Load Cell) sebagai sensor berat yang di kendalikan oleh mikrokontroller Arduino Uno serta konveyor sebagai pengangkut buah mangga agar bergerak ke bak penimbang buah. Alat pemisah buah mangga menggunakan sensor Load Cell memiliki tingkat akurasi sebesar 98,48%. Adapun sensor ultrasonik memiliki tingkat akurasi sebesar 88.01%. Dan pengujian alat pemisah buah mangga berdasarkan berat secara keseluruhan memiliki tingkat akurasi sebesar 70%.
Sulastri Sulastri, Moh. Bachrudin, Safrudin Safrudin
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 151-162; https://doi.org/10.24912/tesla.v0i0.9146

Abstract:
Research on the flow of Backwash Pumps at PLTU Unit 5 and Unit 6 requires a flow rate control system so that there is no excess flow rate and minimize the deficiencies that occur. Therefore, the flow rate control system requires a set point value as the control limit. Control is generally used in the industrial sector, namely PID control. In this control system there are weaknesses, namely the control process is still carried out by trial and error and currently many are done manually by trial and error or trial and error methods so the results are not necessarily correct and you have to do various kinds of experiments to get the value and response well. To solve the problems that occur, it is necessary to do mathematical modeling of a plant in order to obtain a transfer function and an alternative approach is needed to obtain a better, faster, and ideal system value for carrying out the control process. The method used in the PID (Proportional-Integral-Derivative) control system is the Ziegler-Nichols method. The method in this study aims to maintain the stability of the flow rate system on the Backwash Pump filter according to the desired set-point. According to the simulation and analysis results, it is known that by using the Ziegler-Nichols setting calculation method, the value of Kp = 1.812, Ti = 4.505, Td = 1.126125 with Risetime = 1.82s, Peaktime = 4.6s, Settlingtime = 13.6 and Overshoot = 33.6% is obtained. The method used can be seen from the response system in the Ziegler-Nichols setting calculation method. It appears that the results are better and ideal than other system responses. So it can be concluded according to the results of the parameters applied that the PID controller with the Ziegler-Nichols method is the ideal method for the flow rate control system on the Backwash Pump Filter.ABSTRAK: Penelitian aliran pada Backwash Pump di PLTU Unit 5 dan Unit 6, diperlukan suatu sistem pengendalian laju aliran supaya tidak terjadi laju aliran yang berlebih dan untuk meminimalisir kekurangan yang terjadi. Oleh karena itu sistem pengendalian laju aliran diperlukan nilai set point sebagai batas pengendali. Pengendalian pada umumnya digunakan pada sektor industri yaitu pengendalian PID. Pada sistem pengendalian initerdapat suatu kekurangan yaitu proses pengendalian masih dilakukan dengan coba-cobad dan saat ini lebih banyak dilakukan secara manual dengan metode trial dan error atau coba-coba sehingga untuk memperoleh hasilnya belum tentu benar dan harus melakukan berbagai percobaan untuk mendapatkan nilai dan respon yang baik. Untuk mengatasi masalah yang terjadi perlu dilakukan permodelan matematis pada suatu plant demi mendapatkan fungsi alih dan dibutuhkan suatu pendekatan alternatif untuk mendapatkan suatu nilai sistem yang lebih baik, lebih cepat, dan ideal untuk melakukan proses pengendalian. Metode yang digunakan pada sistem pengendalian PID (Proporsional-Integral-Derivative) yaitu dengan metode Ziegler-Nichols. Metode pada penelitian ini bertujuan untuk menjaga suatu kestabilan sistem laju aliran pada Filter Backwash Pump sesuai dengan set-point yang diinginkan. Sesuai dengan hasil simulasi dan analisis, diketahui bahwa menggunakan metode perhitungan setting Ziegler-Nichols memperoleh nilai besaran Kp = 1.812, Ti = 4.505, Td = 1.126125 dengan Risetime = 1.82s, Peaktime = 4.6s, Settlingtime= 13.6 dan Overshoot= 33.6%. Metode yang digunakan dapat dilihat dari sistem responnya pada metode perhitungan setting Ziegler-Nichols dapat dilihat hasilnya lebih baik dan ideal daripada respon sistem yang lainnya. Sehingga bisa disimpulkan sesuai dengan hasil parameter yang diterapkan bahwa Pengendali PID dengan menggunakan metode Ziegler-Nichols ialah metode yang ideal untuk sistem pengendalian laju aliran pada Filter Backwash Pump
Suroso Suroso, Ciksadan Ciksadan, Sholihatun Sholihatun
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 93-104; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i2.9068

Abstract:
Sriwijaya State Polytechnic is an educational institution that provides wireless hotspots in every lecture building. With the increasing need for internet, especially on Youtube streaming, it is necessary to have an analysis in each lecture building to find out QoS (Quality of Service) and RMA (Reliability, Maintainability, and Availability) on the Wireless LAN network at Sriwijaya State Polytechnic. This study uses the Action Research method. For QoS measurement using wireshark software and Axence netTools by logging in through the hotspot for each department at the Sriwijaya State Polytechnic, to find out the performance of a network using PRTG (Paessler Router Traffic Grapher) software using the ping IP Address sensor will display the availability monitoring results. The results of the largest measurement of maximum bandwidth are 21,639,256 bit / s in the Business Administration Department, for the highest delay and jitter values are 36 ms and 0.050 ms in the KPA building (Administrative Head Office). The result of the largest packet loss is 0.093% in the Department of Electrical Engineering, for the largest throughput is 0.918 Mbit / s at 1080HD video quality in the Accounting Department. Monitoring RMA aims to determine the performance of an internet network with an Availability result of 99%, this is categorized in good condition. It can be concluded that the QoS measurement results based on the TIPHON version are categorized as very good and the RMA monitoring results have good network performance results as well.Keyword: Streaming Youtube, Parameter QoS, wireshark, RMA ABSTRAKPoliteknik Negeri Sriwijaya merupakan salah satu instansi pendidikan yang menyediakan wireless hotspot di setiap gedung kuliah. Dengan adanya kebutuhan internet yang semakin meningkat khususnya pada streaming Youtube maka perlu adanya analisis disetiap gedung kuliah untuk mengetahui QoS (Quality of Servie) dan RMA (Reliability, Maintainability, and Availability) pada jaringan Wireless LAN di Politeknik Negeri Sriwijaya . Penelitian ini menggunakan metode Action Research. Untuk pengukuran QoS menggunakan software wireshark dan Axence netTools dengan cara login melalui hotspot untuk masing-masing jurusan di Politeknik Negeri Sriwijaya sedangkan untuk mengetahui kinerja dari sebuah jaringan menggunakan software PRTG (Paessler Router Traffic Grapher) dengan menggunakan sensor ping IP Address akan menampilkan hasil monitoring availability. Hasil pengukuran terbesar bandwidth maksimal yaitu 21,639,256 bit/s di Jurusan Adminstrasi Bisnis, untuk nilai delay dan jitter tertinggi yaitu 36 ms dan 0,050 ms di gedung KPA (Kantor Pusat Administrasi). Hasil packet loss terbesar yaitu 0,093% pada Jurusan Teknik Elektro, untuk troughput terbesar yaitu 1,681 Mbit/s pada kualitas video 1080HD pada Jurusan Akuntansi. Monitoring RMA bertujuan untuk mengetahui kinerja dari suatu jaringan internet dengan hasil Availability sebesar 99% hal ini dikategorikan dalam kondisi yang baik. Dapat disimpulkan hasil pengukuran QoS berdasarkan versi TIPHON hasilnya dikategorikan sangat bagus dan untuk hasil monitoring RMA memiliki hasil kinerja jaringan yang baik juga.Kata Kunci: Streaming Youtube, Parameter QoS, wireshark, RMA
Agustian Lukmanul Hakim, Ilmi Rizki Imaduddin, Moh. Bachrudin
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 129-138; https://doi.org/10.24912/tesla.v0i0.9147

Abstract:
Submerged Scraper Conveyor (SSC) is one of the main equipment at PT PJB UP Paiton 1-2. Serves to transport bottom ash material produced by the boiler to the chute dump truck or to the bottom ash silo through the conveyor belt. The change in the use of coal from medium rank coal to low rank coal causes the volume of bottom ash material produced by the boiler to increase, so there are several problems including material overload, blockage in the transfer chute and damage to the crusher. Therefore, in this study, the design of a material monitoring system in SSC was carried out using the ubidots IoT platform. Researchers used ultrasonik sensors to measure the level of material on the scraper and then visualized it on a graph which can be accessed via the website. Then a warning is added via telegram when the material level is above 50 cm. Based on the test results, it can be concluded that the monitoring system that has been designed can display material level graphs stably with an accuracy of ± 2 cm on the online ubidots platform and successfully sends notifications via telegram when material levels are detected. >50 cm.ABSTRAK:Submerged Scraper Conveyor (SSC) merupakan salah satu perlengkapan utama di PT PJB UP Paiton 1-2. Berfungsi untuk mengangkut material bottom ash yang dihasilkan oleh boiler ke chute dump truck atau ke bottom ash silo melalui conveyor belt. Perubahan penggunaan batubara dari batubara medium rank ke batubara low rank menyebabkan volume material bottom ash yang dihasilkan boiler menjadi semakin meningkat, sehingga terdapat beberapa permasalahan diantaranya material overload, penyumbatan pada transfer chute dan kerusakan pada crusher. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem monitoring material di SSC dengan menggunakan platform ubidots IoT. Peneliti menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur level material pada scraper kemudian divisualisasikan pada grafik yang dapat diakses melalui website. Kemudian ditambahkan Peringatan melalui telegram saat level material di atas 50 cm. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa sistem monitoring yang telah dirancang dapat menampilkan grafik level material secara stabil dengan akurasi ± 2 cm pada platform ubidots secara online dan berhasil mengirimkan notifikasi melalui telegram ketika terdeteksi level material >50 cm.
Muhammad Zaini, Safrudin Safrudin, Moh. Bachrudin
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 139-150; https://doi.org/10.24912/tesla.v0i0.9081

Abstract:
The development renewable energy uses is increasing, including micro-hydro power plants. A micro hydro power plant technically works by utilizing the height of the water fall, water discharge and water pressure. This energy is converted into mechanical energy by rotating the turbine shaft, after which the mechanical energy on the turbine shaft is transferred to the transmission and then connected to a generator to be converted into electrical energy. Due to the power losses created and the time factor, a micro hydro power plant needs regular checking or monitoring. However, conventional micro hydro power plants are still checked manually. So from the above problems, research was carried out in the form of designing a monitoring system for voltage, current and frequency in micro-hydro power plants based on the Internet of Things (IoT). From the monitoring of voltage, current and frequency, it is hoped that the actions will be taken and when the maintenance will be carried out. This design is done by designing software and hardware. Hardware includes the ESP32 microcontroller board which is used to read and process voltage, current and frequency sensor data from the PZEM-004T v3 sensor module and remotely control solid state relay (SSR relay). Then, software design such as the Internet of Things (IoT) is carried out using the Ubidots platform and connected to the internet via a Wi-Fi connection for monitoring and notification via Telegram messages. In the monitoring system testing, notification and control of SSR relays were obtained from the results of sending data to Ubidots and the success of sending SSR relay notifications and controls. Data transmission, notification and SSR relay control has a 100% success.ABSTRAK:Perkembangan pemanfaatan energi baru dan terbarukan semakin meningkat, diantaranya pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Pembangkit listrik tenaga mikrohidro secara teknik bekerja dengan memanfaatkan ketinggian jatuh air, debit air dan tekanan air. Dari energi tersebut diubah menjadi energi mekanik dengan memutar poros turbin, setelahnya energi mekanik pada poros turbin ditransfer menuju transmisi kemudian disambungkan dengan generator untuk kemudian diubah menjadi energi listrik. Karena adanya rugi-rugi daya yang tercipta dan faktor waktu, pembangkit listrik tenaga mikrohidro dibutuhkan pengecekan atau monitoring secara berkala. Namun pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro konvensional masih dilakukan pengecekan secara manual. Maka dari permasalahan diatas dilakukanlah penelitian berupa perancangan sistem monitoring tegangan, arus dan frekuensi pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro berbasis Internet of Things (IoT). Dari pemantauan tegangan, arus dan frekuensi tadi diharapkan mampu dianalisis tindakan apa yang akan dilakukan dan kapan akan dilakukan perawatan.Perancangan ini dilakukan dengan merancang perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat keras di antaranya board mikrokontroler ESP32 yang digunakan untuk membaca dan mengolah data sensor tegangan, arus dan frekuensi dari modul sensor PZEM-004T v3 dan mengontrol solid state relay (SSR relay) secara jarak jauh. Kemudian dilakukan perancangan perangkat lunak seperti Internet of Things (IoT) dengan menggunakan platform Ubidots dan dihubungakan ke internet melalui koneksi Wi-Fi guna monitoring dan notifikasi melalui pesan Telegram.Pada pengujian sistem monitoring, notifikasi dan kontrol SSR relay didapatkan dari hasil pengiriman data ke Ubidots dan keberhasilan pengiriman notifikasi dan kontrol SSR relay. Pengiriman data, notifikasi dan kontrol SSR relay memiliki keberhasilan sebesar 100%.
Ahmad Rizqi Saifuddin, Kiki Prawiroredjo, Susan Sulaiman
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 117-128; https://doi.org/10.24912/tesla.v0i0.8702

Abstract:
Prototype of Mobile Main Control Fire Alarm (MCFA) for Medium Fire Risk Areas as at automotive component production department in-service part room, is an active fire protection system that can be a solution to simplify and speed up the time of fire fighting and securing activity during fire accident using daily used media, that is smartphones. In this research, a system was created to detect fires due to smoke and flames, notify firefighters, show the real situation via a smartphone, and activate the fire extinguisher. The system uses an MQ-2 sensor as a smoke detector and a KY-026 sensor as a flame detector connected with Node MCU as the main component completed by an IP camera to monitor the actual condition of fire location. The system consists of an alarm that indicates a fire, fire location information, and a display of the actual conditions from a camera integrated into the MCFA mobile application. The application can control a relay to turn on/off a pump as a fire extinguisher works when the user wants it. The value of smoke concentrations used as an indicator of the occurrence of a fire is when it exceeds 2112 ppm, while the value of light intensity used is when it exceeds 35 lux. Result data of acquisition and monitoring are sent to an Android smartphone using a Wi-Fi network that can be accessed in real-time. From the test results, it is found that the farthest distance that a smoke detector can detect is 25 cm while the flame detector is 65 cm. The average time needed by the system from a notification time until the start extinguishes fire is 3,019 minutes. ABSTRAK:Prototipe Mobile Main Control Fire Alarm (MCFA) untuk Area Risiko Kebakaran Tingkat Sedang seperti di bagian produksi komponen otomotif di ruang service part, merupakan sistem proteksi kebakaran aktif yang dapat menjadi solusi untuk mempermudah dan mempercepat waktu tindakan pemadaman dan pengamanan saat terjadinya kebakaran menggunakan media yang digunakan sehari-hari, yaitu smartphone. Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem yang dapat mendeteksi kebakaran karena asap dan nyala api, memberi notifikasi kepada petugas kebakaran, memperlihatkan keadaan riil melalui smartphone dan mengaktifkan pemadam kebakaran. Sistem terdiri dari sensor MQ-2 sebagai detektor asap dan sensor KY-026 sebagai detektor nyala api yang dihubungkan dengan Node MCU sebagai komponen utama dilengkapi kamera IP untuk memantau kondisi aktual lokasi kebakaran. Sistem terdiri dari alarm indikasi kebakaran, informasi lokasi kebakaran, dan tampilan kondisi aktual dari kamera yang terintegrasi pada aplikasi mobile MCFA. Aplikasi tersebut juga dapat menginstruksikan relay untuk on/off pompa sebagai alat pemadam api bekerja ketika user menghendakinya. Nilai kadar kepekatan asap yang digunakan sebagai indikator terjadinya kebakaran adalah apabila sudah melebihi 2112 ppm, sedangkan nilai intensitas cahaya yang digunakan adalah apabila sudah melebihi 35 lux. Data hasil akuisisi dan pemantauan dikirim ke smartphone Android menggunakan jaringan Wi-Fi yang dapat diakses secara realtime. Dari hasil pengujian didapat bahwa jarak terjauh yang dapat dideteksi sensor asap yaitu 25 cm sedangkan flame detector 65 cm. Rata-rata waktu yang dibutuhkan sistem dari notifikasi sampai mulai memadamkan api adalah 3,019 menit
Nurhaimi Nurhaimi, Amalia Herlina, Moh. Bachrudin
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 163-174; https://doi.org/10.24912/tesla.v0i0.9151

Abstract:
Water is a primary need both in the household and industrial world. In every industry almost entirely requires water. One of the level control systems in the industry is to use a manual system. The disadvantage of the manual system is that it takes a long time to reach the desired water level and is prone to human errors in reading from the water level. To fix this problem, there is an alternative, namely using an automatic level control system using sensors to read the water level in the tank which is more precise in reading. The aim of this research is to analyze the level control of a tank using PID control. With the parameters Kp, ti and td will be calculated using the Ziegler Nichols method. In this study, the Matlab R2016a software was used to simulate the Kp, ti and td parameters of the PID controller. The results showed that the response of water level control using the PID controller was able to reach the desired setpoint with a rise time of 1,83 seconds, a maximum overshoot of 33,6% achieved at 4,6 seconds and a settling time of 13,7 secondsABSTRAK:Air merupakan kebutuhan primer baik dalam dunia rumah tangga maupun dunia industri. Dalam setiap industri hampir seluruhnya membutuhkan air. Salah satu sistem pengendalian level yang ada di industri adalah dengan menggunakan sistem manual. Kekurangan dari sistem manual membutuhkan waktu yang lama dalam mencapai level air yang diinginkan dan rawan terjadi human error dalam pembacaan dari level air. Untuk memperbaki masalah tersebut maka terdapat alternatif yaitu menggunakan sistem pengendali level otomatis menggunakan sensor untuk membaca level air dalam tanki yang lebih presisi dalam pembacaan. Tujun penelitian ini adalah untuk menganalisa pengendalian level dari sebuah tanki dengan menggunakan kontrol PID. Dengan parameter Kp, ti dan td akan dihitung menggunakan metode Ziegler Nichols. Dalam penelitian ini digunakan software Matlab R2016a untuk mensimulinkkan parameter Kp,ti dan td dari kontroler PID. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon pengendalian level air dengan menggunakan kontroler PID mampu mencapai setpoint yang diinginkan dengan rise time sebesar 1,83 detik, maximum overshoot sebesar 33,6% dicapai pada 4,6 detik dan settling time 13,7 detik
Nurul Amandha Adistia, Rizky Aditya Nurdiansyah, Juno Fariko, Vincent Vincent, Joni Welman Simatupang
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 105-116; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i2.9107

Abstract:
The need of energy increases each year. Likewise, the need for electrical energy increased proportionally with the economic development and Indonesian populations. To meet the needs of national electrical energy, the implementation of new and renewable energy is indispensable, such as geothermal energy, wind and biomass. They have substantial potential in Indonesia. This research aims to explore Indonesia’s capacity of new and renewable energy for electrical energy, as well as how much energy that can has already been utilized, and the constraints such as natural and human resources or other factors, to achieve the fulfil the target in 2025 about fulfilment of national electrical energy needs. This research uses Systematic Literature Review (SLR). The data are secondary, which are collected from several journals, research articles, media, and government agency reports, especially the Ministry of energy and mineral resources (ESDM). The result shows that for the installed capacity in the plan for 2019 - 2028, wind energy contributes the highest with 82,76%. Geothermal contributes 25.31%, and biomass contributes 4.92%. In fact, in this year of 2020, new and renewable energy could not meet the government's target. Several factors that impede the development of new and renewable energy, especially the geothermal, wind, and biomass, are funding, bad-coordinated plan, and also the implementation. Additionally, there is COVID-19 pandemic in 2020, and all funds are diverted for the treatment of the pandemic crisis.ABSTRAK:Kebutuhan akan energi terus meningkat seiring dengan bertambahnya waktu. Begitupun kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat seiring perkembangan perekonomian dan penduduk Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik nasional, maka peran Energi Baru Terbaharukan (EBT) sangat diperlukan, diantaranya panas bumi, angin, dan biomassa. Ketiga energi tersebut memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi EBT di Indonesia menjadi energi listrik, serta seberapa besar energi yang sudah dapat dimanfaatkan, dan juga kendala-kendala baik alam maupun sumber daya manusia ataupun faktor lain, agar dapat mencapai target terdekat yaitu di tahun 2025 sebagai pemenuhan kebutuhan listrik negara dari EBT. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data yang dikumpulkan bersifat data sekunder, yaitu berupa pengumpulan jurnal dan artikel penelitian yang sudah ada, dari media massa, dan laporan dari badan pemerintah, khususnya kementerian ESDM. Berdasarkan hasil analisis kapasitas terpasang terhadap rencana energi tahun 2019 – 2028, energi angin memiliki persentase terbesar yaitu 82,76%, panas bumi sebesar 25,31%, dan biomassa sebesar 4,92%. Pada kenyataannya di tahun 2020 ini, EBT belum bisa mencapai target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor penghambat kemajuan proyek pembangunan ataupun peningkatan hasil EBT khususnya panas bumi, angin, dan biomassa, seperti pendanaan, perencanaan yang tidak terkoordinasi dengan baik, dan implementasi yang sulit. Selain itu, di tahun 2020 masih terjadi pandemi COVID-19 yang menjadi faktor penghambat karena semua dana dialihkan untuk penanganan krisis pandemi.
Willy Tanadi, Muliady Muliady
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 175-191; https://doi.org/10.24912/tesla.v0i0.9032

Abstract:
The success of harvesting white oyster mushrooms depends on the treatment especially the conditions of temperature, humidity, and light intensity in the mushroom house, the placement of sensors must be precise so it can represent the conditions inside the white oyster mushroom and proper action can be taken. Determination of the location of the sensor point is done using the Finite Element Method approach by dividing the mushroom house into small segments to help analyze the parameters of temperature, humidity, and light intensity inside. The control system uses an ON-OFF hysteresis controller mode. Temperature and humidity sensors (DHT11) are positioned respectively on the left, center, and right side of the mushroom house. Data from DHT11 measurement is processed by NodeMcu V3 microcontroller and then will activate the actuator. The interface (GUI) for monitoring is designed to use Blynk application. The controlled parameters meet the needs of white oyster mushrooms, temperatures of 20-26°C with the error 2°C, humidity 80-90% with the error 5%, and lighting 200-640lux with the error 10 lux. The control signal can keep the range of parameters maintained.ABSTRAK: Keberhasilan panen jamur Tiram Putih tergantung pada perawatan yang diterapkan terutama kondisi suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya di dalam kumbung, penempatan sensor harus tepat sehingga sensor dapat mereprensentasikan keadaan di dalam kumbung jamur tiram putih sehingga aksi yang tepat dapat dilakukan. Penentuan letak titik sensor dilakukan dengan menggunakan pendekatan Finite Element Method yaitu membagi kumbung menjadi segment-segment kecil untuk membantu menganalisis parameter suhu, kelembapan dan intensitas cahaya di dalam kumbung jamur tiram putih. Sistem kontrolmenggunakan mode pengontrol ON-OFF hysteresis. Sensor suhu dan kelembapan (DHT11) diposisikan masing-masing pada bagian kiri, tengah, dan kanan kumbung. Data hasil pengukuran DHT11 diolah oleh mikrokontoler NodeMcu V3 yang akan mengaktifkan aktuator di dalam kumbung. Antarmuka (GUI) untuk monitoring parameter yang diamati menggunakan aplikasi Blynk. Parameter yang dikontrol dapat memenuhi kebutuhan jamur tiram putih, yaitu suhu 20-26°C dengan error 2°C, kelembapan 80-90% dengan error 5%, dan pencahayaan 200-640lux dengan error 10lux. Sinyal kontrol yang dihasilkan mampu menjaga agar range parameter yang dibutuhkan tetap terjaga.
Abdur Rahman Wahid, Ilmi Rizki Imaduddin, Moh. Bachrudin
Published: 30 November 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 192-202; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i2.9149

Abstract:
PT. PLN is a State-owned enterprise (BUMN) engaged in electricity (generation, transmission, distribution). The company experienced problems every month there are arrears in electricity bill payments that have not been paid by postpaid customers. To reduce the amount of arrears, PLN officers must visit the customer's house to make a disconnection. In this study, a monitoring system for electrical energy arrears using SMS can cut off the electricity of customers who are in arrears. In designing this tool using components including Arduino Uno, relay, SIM module, step down, and SMS gateway as a communication tool with cell phones. In this test, the tool functions very well, because the maximum capacity of the relay used is 10 amperes, so this tool can be used on customers with a maximum power of 2200 VA, for testing conducted by experimenting with 2 real customer houses, data obtained from PLN for customers who are in arrears in order to disconnect and connect electricity to customers' homes that are in arrears, and reduce the amount of arrears every month so that the PLN business can survive and even develop better. This tool is inside the PLN seal, so customers cannot damage it. ABSTRAK: PT. PLN adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang ketenagalistrikan (pembangkit, taransmisi, distribusi). Perusahaan mengalami kendala tiap bulannya terdapat tunggakan pembayaran rekening listrik yang belum dilunasi oleh pelanggan pascabayar. Untuk menekan jumlah tunggakan petugas PLN harus mendatangi rumah pelanggan dalam melakukan pemutusan. Pada penelitian ini menggunakan sistem monitoring tunggakan energi listrik menggunakan SMS yang dapat memutus aliran listrik pelanggan yang menunggak. Dalam Perancangan alat ini menggunakan komponen diantaranya arduino uno, relay, modul sim, step down, dan sms gateway sebagai komunikasi alat dengan ponsel. Pada pengujian ini, alat berfungsi dengan sangat baik, karena kapasitas maksimal relay yang digunakan adalah 10 ampere, sehingga alat ini bisa digunakan pada pelanggan dengan daya maksimal 2200 VA, untuk pengujian dilakukan dengan percobaan 2 rumah pelanggan real, data yang diperoleh dari PLN untuk pelanggan yang menunggak supaya melakukan pemutusan dan penyambungan aliran listrik pada rumah pelanggan yang menunggak, serta menekan jumlah tunggakan setiap bulan nya agar bisnis PLN bisa bertahan bahkan berkembang lebih baik lagi. Alat ini berada di dalam segel PLN, sehingga pelanggan tidak dapat merusaknya. Kata kunci : Data Tunggakan Rekening Listrik, SMS Gateway, KWH Meter Pascabayar
Albert Gifson Hutajulu, Masbah Rt Siregar, Mohammad Priyo Pambudi
Published: 30 March 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 23-33; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i1.7333

Abstract:
Indonesia is a tropical area that has a very large amount of sunlight which is a potential renewable energy with an average daily irradiation of 4.5 - 4.8 kWh / m2.As a renewable energy, sunlight is not pollutant, will not run out, but is free or free.Therefore this energy source can be utilized for electricity through the Solar Power Plant (PLTS) system. This research will discuss the design of On Grid Solar Power Generation (PLTS) systems by generating 60% of the load capacity in the Learning Farm area.The power generated is 68.17 kWp using 100 solar cell modules. This PLTSis designed to reduce electricity consumption from PLN in Ancol Ecopark.This location is considered to have good solar radiation potential and a largeavailability of land. The results of this design are expected to be a referencefor the Ancol ecopark learning farm in order to obtain a good match between energy needs, price, and quality.ABSTRAK: Indonesia merupakan daerah tropis yang mempunyai sinar matahari yang sangat besar menjadi potensi energi terbarukan dengan iradiasi harian rata-rata 4,5 – 4,8 kWh/m2. Sebagai energi terbarukan, sinar matahari tidak bersifat polutif, tidak akan habis, namun bersifat gratis atau cuma-cuma. Maka dari itu sumber energi ini dapat dimanfaatkan untuk kelistrikan melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pada penelitian ini akan dibahas perancangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid dengan membangkitkan 60 % dari kapasitas beban di area Learning Farm. Besar daya yang dibangkitkan sebesar 68,17 kWp dengan menggunakan 100 modul sel surya. PLTS ini dirancang untuk mengurangi pemakaian listrik dari PLN di Ecopark Ancol. Lokasi ini dinilai memiliki potensi radiasi matahari yang cukup baik dan ketersediaan lahan yang luas. Hasil dari perancangan ini diharapkan menjadi acuan bagi pihak ecopark learning farm Ancol agar diperoleh kesesuaian antara kebutuhan energi, harga, dan kualitas yang baik
Juara Mangapul Tambunan, Anggi Pindo Winata
Published: 14 May 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 80-92; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i1.7406

Abstract:
In a system of gas and steam power plants, there are several factility, equipment reliability, security systems, loading conditions a has a total power of 909 MW requires a reliable, safe, selective, of interference so that the fulfillment of electricity needs continue generator transformer that works based on the current balance surement and protection component to compare the secondary cT must be zero , so that if a disturbance occurs on the relay trelay time for other relays to work. For this reason,it is necess the ideal CT ratio selection obtained from the calculation of the 00/1 HV with erroneis match obtained at 0.826% for LV side andith a maximum erroneism of 5% based on PLN standards. Afterrent are obtained, the values of which are 0.1788 A and 1.332 A.ABSTRAK: Pada suatu sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap, terdapat beberapa faktor yang mendukung pola pengoperasiannya seperti ketersediaan bahan bakar, keandalan peralatan, keandalan sistem pengamanan, pembebanan dan cuaca. PLTGU PT.PJB Unit Muara Karang yang mempunyai total daya sebesar 909 MW membutuhkan sistem proteksi yang andal, aman, selektif, sensitif dan cepat untuk mengisolir kemungkinan terjadinya gangguan agar pemenuhan kebutuhan listrik tetap terpenuhi. Komponen Relai Differensial merupakan proteksi utama generator transformator berkapasitas 322,1 MVA yang bekerja berdasarkan keseimbangan arus dimana dihubungkan dengan current transformator (CT) sebagai komponen pengukuran dan proteksi untuk membandingkan arus sekunder yang masuk dari CT sisi low voltage ke CT sisi high voltage harus sama dengan nol, sehingga jika terjadi gangguan pada transformator relai ini akan bekerja secara cepat dan tepat tanpa ada waktu delay untuk relay lain bekerja. Untuk itu telah dilakukan setting Relay Differential dengan perhitungan rasio CT ideal didapat dari perhitungan sebesar 15000/5A untuk sisi 16,5 kV dan 1500/5A sisi 157,5 kV dan error mismatch yang didapat sebesar 0,826% untuk sisi 16,5 kV dan 0,866% untuk sisi 157,5 kV dimana hasil ini masih dapat ditolerir dengan maksimal error mismatch sebesar 5% berdasarkan standar PLN. Setelah melakukan perhitungan tersebut maka didapatkanlah arus diferensial dan arus setting yang nilainya masing-masing sebesar 0,1788 A dan 1,332 A. Kemudian dilakukan simulasi trip dengan software 87T.
Arsyad Ramadhan Darlis, Dean Adrian
Published: 30 March 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 34-44; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i1.7770

Abstract:
The people with visual impairment have problems in mobility and orientation, especially in the outdoor environment. Recently, traffic lights systems, which is a facility where someone crosses do not support visually implaired people so they still need help from others in crossing the road. In this study, a system that integrates traffic lights is implemented using Visible Light Communication (VLC) technology, where the VLC transmitter is mounted on a traffic light, and the VLC receiver is installed as a wearable device that can be used with the audio information signal. The measurement is done by considering the use of color filters. The measurement results show that the transmitter system has been able to send signals with audio frequencies from 300 Hz to 4000 Hz. Besides that, receiving an information signal consisting of a audio signal from a transmitter mounted on a traffic light with a red, yellow and green color filter can be received by a VLC receiver that is placed on a visually impaired person of good quality with the signal voltage received above 4 Vpp, where the use of a yellow filter shows the best signal reception results with a voltage output of 5.00 Vpp at a frequency of 2400 Hz compared to other color filters.ABSTRAK: Penyandang tuna netra memiliki masalah dalam hal mobilitas dan orientasi, khususnya di lingkungan luar (outdoor). Pada sistem yang terdapat pada lampu lalu lintas (traffic light) yang merupakan fasilitas dimana seseorang menyebrang saat ini belum mendukung penyandang tuna netra, sehingga sampai saat ini masih membutuhkan bantuan orang lain dalam menyebrang jalan. Pada penelitian ini, sebuah sistem yang diintegrasikan pada lampu lalu lintas diimplementasikan menggunakan teknologi Visible Light Communication (VLC), dimana VLC transmitter dipasang pada lampu lalu lintas dan VLC receiver dipasang sebagai wearable device dengan sinyal informasi suara digunakan oleh penyandang tunanetra sehingga dapat menerima informasi mengenai kondisi lampu lalu lintas pada saat itu. Pengujian sistem dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan filter berwarna. Hasil pengukuran menunjukan bahwa sistem transmitter telah dapat mengirimkan sinyal dengan frekuensi suara dari 300 Hz sampai 4000 Hz. Disamping itu, penerimaan sinyal informasi berupa sinyal suara dari transmitter yang terpasang pada lampu lalu lintas dengan filter warna Merah, Kuning dan Hijau telah dapat diterima oleh receiver yang ditempatkan pada penyandang tuna netra dengan kualitas baik dengan tegangan sinyal yang diterima diatas 4 Vpp, dimana penggunaan filter warna kuning menunjukan hasil penerimaan sinyal yang paling baik dengan tegangan output 5,00 Vpp pada frekuensi 2400 Hz dibandingkan dibandingkan penggunaan filter warna lainnya
Sudimanto Sudimanto, Kevin Kevin
Published: 14 May 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 1-11; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i1.7807

Abstract:
The development of technology for warehousing is more advanced, either is the process of moving goods that canbe done automatically without intervention from people which make business processes more precise, fast and accurate. With theprocess that can run automatically make the process work more efficient, flexible and run continuously. Controlling and automationcan be done easily, efficiently and quickly. Design goods moving robot is intended to facilitate the process of moving items especiallyin the warehouse section. The goods moving robot can move goods from the place of taking goods to the place of storage of goods incontinuously and over and over again, so makes the process of moving goods can go on. The control of the goods moving robot isuse Arduino UNO as the control center on the robot, as well as the LDR (Light Dependent Resistor) sensor which supports to checkson what is available. The motion system in the robot uses 1 motor driver, servo motor to raise and lower the Fork which is necessaryto lift and unload goods and 2 DC motors that aim to move the robot from one place to another. The goods moving robot does themoving of goods which is in progress continuously taking the goods that are in the place of taking the goods and will stop if at theplace of taking the goods in an empty conditionABSTRAK:Perkembangan teknologi dalam bidang pergudangan mengalami banyak kemajuan, salah satunya adalah prosespemindahan barang dapat berjalan secara otomatis tanpa adanya gangguan atau campur tangan manusia sehingga membuat prosesbisnis menjadi lebih tepat, cepat dan akurat. Dengan adanya sebuah proses yang dapat berjalan secara otomatis dapat membuat prosesyang ada di dalam pekerjaan menjadi lebih efisien, fleksibel dan berjalan terus menerus. Pengendalian dan otomatisasi dapatdilakukan dengan mudah, efisien dan cepat. Perancangan robot pemindahan barang bertujuan agar mempermudah proses pemindahanbarang khususnya yang ada pada bagian pergudangan. Robot pemindah barang dapat memindahkan barang dari tempat pengambilanbarang ke tempat penyimpanan barang secara terus menerus dan berulang, sehingga membuat proses pemindahan barang dapatberjalan terus. Pengontrolan robot pemindah barang ini menggunakan Arduino UNO sebagai pusat kendali pada robot, serta sensorLDR (Light Dependent Resistor) yang bertujuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap muatan yang tersedia. Sistem gerak padarobot menggunakan 1 buah motor driver, motor servo untuk menaikan dan menurunkan Fork yang mana berfungsi untuk melakukanpengangkatan dan penurunan barang dan 2 buah motor DC yang bertujuan untuk menggerakan robot dari satu tempat ke tempatlainnya. Robot pemindah barang melakukan pemindahan barang secara terus menerus mengikuti ketersediaan barang yang ada ditempat pengambilan barang dan akan berhenti bila di tempat pengambilan barang dalam kondisi kosong
Nurwijayanti Kusumaningrum, Fitriah Fitriah
Published: 14 May 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 12-22; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i1.7810

Abstract:
Cotton candy is one of Indonesia's traditional foods which was quite popular in its time. Cotton candy is made from sugar that is given food coloring, cotton candy is made using a special tool that rotates and produces refined sugar fibers. Most cotton candy consists of air cotton candy feels sweet and sticky. Even though it looks like wool yarn ... The design of this cotton candy maker uses an arduino uno microcontroller, equipped with a temperature sensor, 3 push buttons and a heating stove as a heating container for the sugar container design of this tool. All Arduino Uno microcontroller working systems have been programmed using the C program language on the Arduino Uno microcontroller. Using a dose of 1/2 spoonful sugar, the average initial temperature (54.5 ° C) and the average final temperature (64.8 ° C) were obtained. Measuring one (1) spoonful of sugar, the initial heating temperature with an average (68.8oC) average final temperature (74.2oC). The dose of sugar 1 1/2 spoon, the initial temperature of the heater with an average (70.4 ° C) the average temperature of the final heater (77.4). This tool takes time to heat the heating stove in approximately 2 minutes to reach ambient temperature (54oC). Testing to find out the exact time of each dose of sugar. as in the dose of half a sugar (1/2) a spoon an average of about 120 seconds is obtained, a dose of sugar (one) spoon is obtained an average time of about 150 seconds and in a sugar one and a half (1½) spoon an average time is obtained about 180 seconds. ABSTRAK:Permen kapas adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang cukup populer pada masanya. Permen kapas dibuat dari gula yang diberi pewarna makanan, permen kapas dibuat menggunakan sebuah alat khusus yang berputar dan menghasilkan serat – serat gula yang halus. Sebagian besar permen kapas terdiri dari udara permen kapas terasa manis dan lengket. Meskipun terlihat seperti benang wol..Perancangan pembuat permen kapas ini menggunakan mikrokontroler arduino uno, dilengkapi sensor suhu, 3 buah push button dan kompor pemanas sebagai pemanas wadah penampung gula perancangan alat ini. Semua sistem kerja mikrokontroller arduino uno sudah diprogram menggunakan bahasa program C pada mikrokontroler Arduino Uno.Menggunakan takaran gula 1/2 sendok, didapatkan suhu awal rata-rata (54,5oC) dan suhu akhir rata-rata (64,8oC). Takaran gula satu (1) sendok, suhu awal pemanas dengan rata-rata (68,8oC) suhu akhir rata-rata (74,2oC). Takaran gula 1 1/2 sendok, suhu awal pemanas dengan rata-rata (70,4oC) suhu akhir pemanas rata-rata (77,4). Alat ini membutuhkan waktu untuk memanaskan kompor pemanas dalam waktu kurang lebih 2 menit untuk mencapai suhu sekitar (54oC). Pengujian untuk mengetahui waktu yang tepat dari setiap takaran gula. seperti pada takaran gula setengah (1/2) sendok diperoleh rata-rata waktu sekitar120 detik, takaran gula satu (1) sendok diperoleh rata-rata waktu sekitar150 detik dan pada takarang gula satu setengah (1 ½) sendok diperoleh rata-rata waktusekitar 180 detik.
Rizki Priya Pratama
Published: 30 March 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 56-68; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i1.7862

Abstract:
The smart home is a system that provides comfort, safety, and energy savings, automatically. This system can be used to control electrical equipment such as lights, water pumps, air conditioners, etc. By replacing any conventional switch into a wireless switch, users can control this device from inside and outside the home automatically. The design of this lamp controller uses the ESP8266 module, relay driver, Tenstar Robot SMPS power supply, and TTP223 touch sensor. This control device is made as small as possible so that it can fit into inbow dus switch. The ESP8266 programming platform is Arduino by implementing the PubSubClient library for communication on the MQTT protocol. With the MQTT protocol, the system is created by giving orders via the topic "/order/(ruang)" and see the status of the lights with the topic "/ status/(ruang)". The command and status method is also applied to the Android application  "Kontrol Rumah MQTT" so users can more easily. Besides, this control device is equipped with a schedule that can be set through the Android application. Based on the test results, the system has worked according to plan and can control all lights  with the Android application, Kontrol Rumah MQTT. Messages "/order/(ruang)" from the Android application to the lamp controller can be received and sent back via "/status/(ruang)" properly. By using the MQTT broker  address: broker.hivemq.com, the publish-subscribe process has 100% success. Meanwhile, testing the lamp schedule on the lamp control device can work correctly according to the schedule given.ABSTRAK: Rumah pintar adalah sebuah sistem yang memberikan kenyamanan, keamanan dan penghematan energi, secara otomatis pada sebuah rumah. Sistem ini dapat digunakan untuk mengendalikan peralatan-peralatan listrik seperti lampu, pompa air, pendingin ruangan dll. Dengan mengganti setiap saklar konvensional menjadi saklar wireless, pengguna dapat mengontrol perangkat ini dari dalam maupun dari luar rumah secara otomatis. Perancangan pengendali lampu ini menggunakan modul ESP8266, driver relay, power supply SMPS Tenstar Robot dan sensor sentuh TTP223. Perangkat pengendali ini dibuat sekecil mungkin sehingga dapat masuk pada inbow dus saklar. Platform pemrograman ESP8266 adalah Arduino dengan menerapkan library PubSubClient untuk komunikasi pada protokol MQTT. Dengan protokol MQTT, sistem dibuat dengan memberikan perintah melalui topik “/order/(ruang)” dan melihat status lampu dengan topik “/status/(ruang)”. Metode perintah dan status tersebut juga diterapkan pada aplikasi Android “Kontrol Rumah MQTT” sehingga pengguna dapat lebih mudah. Selain itu, perangkat pengendali ini dilengkapi dengan jadwal yang dapat diatur melalui aplikasi Android. Berdasarkan hasil pengujian, sistem telah bekerja sesuai dengan perencanaan dan mampu mengendalikan lampu seluruhnya dengan aplikasi Android, Kontrol Rumah MQTT. Pesan “/order/(ruang)” dari aplikasi Android ke pengendali lampu ESP8266 dapat diterima dan dikirim kembali melalui “/status/(ruang)” dengan baik. Dengan menggunakan alamat MQTT broker : broker.hivemq.com, proses publish - subscribe mempunyai keberhasilan 100%. Sedangkan, pengujian jadwal lampu pada perangkat pengendali lampu dapat bekerja dengan benar sesuai jadwal yang diberikan.
Mochammad Aziz, Yosua Marcellino, Intan Agnita Rizki, Sri Anwar Ikhwanuddin, Joni Welman Simatupang
Published: 30 March 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 45-55; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i1.7898

Abstract:
: Indonesia's population growth is still ongoing and energy demand for transportation continues to increase from year to year. Moreover, the use of fossil fueled-based motor vehicle is increasing and filling the city main roads and highways. Petroleum which is used as conventional vehicle fuel today is a non-renewable energy. Electric vehicle is one of the means of transportation that can meet the needs of the society mobility, but still environmentally friendly because it does not have exhaust gas or emissions. There are so many negative effects from exhaust gas or emissions resulting from combustion of conventional car engines. Among other negative impacts are on health and human well-being and also the environment. The Indonesian government plans seriously in realizing the conversion of electric-based vehicles (EV). However, many people do not know the technology used in the electric vehicle yet. In this descriptive-explanatory paper, we will discuss this technology development and types of electric vehicle in general, and also a bit of autonomous vehicle. In addition, it was also discussed regarding the support of the Indonesian government for public concerns about the lack of facilities for electric vehicle such as public charging facilities. In addition, support for policies and other incentive will also be elaborated in this paper. This policies and incentive are expected to have a significant impact in-line with the increasing of consumer awareness to switch from conventional cars to electric vehicles.ABSTRAK:Pertumbuhan penduduk Indonesia masih terus berlangsung dan kebutuhan energi untuk transportasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Terlebih penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil (fossil fueled-based motor vehicle) semakin meningkat dan memenuhi jalan-jalan raya perkotaan dan tol. Minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar mobil konvensional saat ini merupakan energi yang tidak terbarukan. Mobil listrik merupakan salah satu sarana transportasi yang bisa memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat namun tetap ramah lingkungan karena tidak memiliki polusi atau emisi gas buang. Banyak sekali dampak negatif dari polusi atau emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran mesin mobil konvensional. Antara lain dampak negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia serta lingkungan hidup. Pemerintah Indonesia berencana serius dalam mewujudkan konversi kendaraan berbasis listrik (KBL). Namun masyarakat belum mengetahui teknologi yang digunakan pada mobil listrik. Dalam tulisan yang bersifat descriptive- explanatory ini akan dibahas mengenai perkembangan teknologi mobil listrik ditambah sedikit tentang kendaraan otomatis (autonomous vehicle). Selain itu juga akan membahas dukungan pemerintah Indonesia terhadap mobil listrik sebagai solusi bagi kekuatiran masyarakat mengingat fasilitas pengisian umum yang masih minim atas kendaraan mobil listrik. Selain itu dukungan terhadap kebijakan dan insentif lainnya pun juga akan dibahas dalam artikel ini. Kebijakan dan insentif ini diharapkan bisa berdampak signifikan sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen untuk beralih dari mobil konvensional menjadi mobil listrik
Juara Mangapul Tambunan, Hary Mulyono
Published: 31 January 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 87-99; https://doi.org/10.24912/tesla.v21i2.7179

Abstract:
Transmission line is a very absolute thing in an electric power system. In the distribution of electricity from generating centers to loads (consummers), where the distance is quite far it is done through the transmission line. Transmission channels those are generally used based on construction are the lattice type and steel pole. The transmission channel has a safe limit against other objects around it according to the standard set. The air transmission line uses a TACSR (Thermal Aluminium Conductor Steel Reinforce) conductor which has a working capacity with temperatures up to 1500C. Based on calculations when the distance is 212m with a temperature of 1500C the value of the roof is 9,40m. When the distance is 173m with a temperature of 1500C the maximum value of the roof is 7.8m. When The condition of the temperature and the length of the span affect the value of the roof the greater of the temperature and the length of the span, so the greater of the resistance.ABSTRAK:Saluran transmisi adalah suatu hal yang sangat mutlak dalam suatu sistem tenaga listrik. Dalam penyaluran tenaga listrik dari pusat-pusat pembangkit ke beban (konsumen), dimana jaraknya cukup jauh maka dilakukan lewat saluran transmisi. Saluran transmisi yang umum digunakan berdasarkan konstruksinya adalah tipe lattice dan steel pole. Saluran transmisi ini memiliki batas aman terhadap obyek lain yang ada di sekitarnya sesuai standar yang ditetapkan. Saluran transmisi udara menggunakan konduktor jenis TACSR (Thermal Aluminium Conductor Steel Reinforced) yang memiliki kemampuan kerja dengan suhu sampai 1500C. Berdasarkan perhitungan pada saat jarak span 212 m dan dengan suhu 1500C andongan maksimumnya bernilai 9,40 m. Pada saat jarak 173 m dan dengan suhu 1500C andongan maksimalnya 7,8m. Pada saat jarak 233 m dengan suhu 1500C andongan maksimumnya adalah 10,58m. Keadaan suhu dan panjang span mempengaruhi nilai andongan, semakin besar suhu dan panjang span maka nilai andongan akan semakin besar.
Andrew Jussac Jusran, Chairul G. Irianto, Henry Candra
Published: 14 May 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 22, pp 69-79; https://doi.org/10.24912/tesla.v22i1.7114

Abstract:
Photovoltaic (PV) modules are devices that convert sunlight to electricity. The usages of PV modules become more popular from time to time. In a certain condition, PV modules can have multiple problems. One of many problems found in usages of PV modules is shading. Shading is a condition where sunlight is blocked by objects that makes shadow around the surface of PV modules which lead to a decreasing of productivity and efficiency in power generation. Shading issue can  occurs to a single cell or group of cells in PV module which not only can cause a drastic decreasing in power generation but also can cause structure failure and fire. Equation modeling is needed to represent power, current, and voltage characteristic of PV module when shading occurs. Method that used in this research is a synthesis of several method which is detailed equation modeling of PV module and varying shading amount of a PV module using Simulink MATLAB program. The results shows that current and voltage characteristic and power and voltage characteristic are representing PV module behaviour in shading condition which can be analysed and lead to further research and development of PV devices and systems.
ABSTRAK:Modul Photovoltaic (PV)adalah perangkat yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Penggunaan modul PV menjadi semakin populer dari waktu ke waktu. Pada kondisis tertentu, modul PV dapat mengalami gangguan. Salah satu gangguan dalam penggunaan modul PV adalah shading. Shading adalah kondisi di mana sinar matahari terhalangi oleh suatu objek, di mana objek tersebut menghasilkan bayangan pada permukaan modul PV yang mengakibatkan berkurangnya produktifitas dan efisiensi dari pembangkitan listrik. Gangguan shading dapat terjadi pada satu sel PV atau beberapa sel PV yang tidak hanya mengakibatkan berkurangnya pembangkitan listrik secara drastis tetapi juga kerusakan struktur dan kebakaran. Pemodelan persamaan diperlukan untuk merepresentasi karakteristik daya, arus dan tegangan pada saat terjadinya gangguan shading. Metode yang digunakan pada penelitian tersebut adalah sintesa dari beberapa metode yaitu pemodelan detail persamaan modul PV dan memvariasikan besaran gangguan shading pada modul PV menggunakan program Simulink MATLAB. Hasil dari penilitan memperlihatkan karakteristik arus dan tegangan dan karakteristik daya dan tegangan merepresentasikan modul PV pada saat mengalami shading di mana hasil tersebut dapat dianalisis dan digunakan untuk penelitian yang lebih lanjut dan pengembangan dari perangkat PV dan sistem PV
Hendrianto Husada, Samsurizal Samsurizal
Published: 31 January 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 113-122; https://doi.org/10.24912/tesla.v21i2.7182

Abstract:
Virtual instrumentation is a new technology that combines hardware and software computer technology which replace instrument traditional in measurement so that more efficient and accurate. One of the softwares that is used within building a virtual instrumentation is made by National Instrument and called Labview .Combination electronics digital hardware and software labview build an instrument that can do measurement as needed withquite cheap investatment .In this case Laptop and Labview is used to display temperature and Humidity that are captured by arduino system in the display that is easy to see . Wihin this article writer do researching about monitoring temperature and humidity using labview with Arduino system for preventing fire disaster. The sensor used to measure temperature and humidity is DHT11 and the microcontroller used is Arduino Un. The monitoring humidity and tenperature are did at Laboratory of Industrial Electronic STT PLN Jakarta. The results of this study are monitoring temperature and humidity can be done continuously with the Virtual Instrumentation System. Early detection of fire hazard occurs when the temperature change is monitored, the value rises and the humidity value decreases in a very short period of timeABSTRAK:Instrumentasi virtual adalah suatu teknologi baru yang menggabungkan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak komputer menggantikan alat ukur tradisional dalam pengukuran agar lebih efisien dan akurat. Salah satu perangkat lunak yang digunakan dalam membangun suatu instrumentasi virtual adalah perangkat lunak buatan perusahaan National Instrument yang disebut Labview. Penggabungan perangkat keras dan perangkat lunak Labview bisa membentuk alat ukur yang bisa melakukan pengukuran yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan dengan investasi biaya yang tidak mahal. Dalam hal ini Laptop dengan Labview berfungsi untuk menampilkan hasil penangkapan data temperatur dan kelembaban oleh Sistem Arduino dalam bentuk tampilan yang mudah dilihat. Dalam artikel ini penulis melakukan penelitian mengenai pemantauan temperatur dan kelembaban untuk pencegahan bahaya kebakaran. Sistem tersebut digunakan sebagai pendeteksi dini bahaya kebakaran. Sensor yang digunakan untuk mengukur temperature dan kelembaban udara adalah DHT11 dan mikrokontroler yang digunakan adalah arduino uno. Pemantauan temperatur dan kelembaban dilakukan di Laboratorium Elektronika Industri STT PLN Jakarta. Hasil penelitian ini adalah pemantauan temperatur dan kelembaban dapat dilakukan secara terus menerus dengan Sistem Instrumentasi Virtual. Pendeteksian dini bahaya kebakaran terjadi saat adanya perubahan temperatur yang dipantau nilainya semakin naik dan nilai kelembaban yang semakin turun dalam kurun waktu yang sangat singkat.
Akmal Radiansyah, Albert Gifson
Published: 31 January 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 100-112; https://doi.org/10.24912/tesla.v21i2.7180

Abstract:
An electric motor that is used continuously will experience a decline in performance and even be damaged, maintenance and repair of electric motors must be done based on standards so that all existing specifications can be met and repairs deserve to be accepted. Where in this case motor repair is done by overhauling, where overhaul is a comprehensive repair or maintenance activity by repairing or replacing parts of electric motors that are damaged. Based on visual data and electrical measurements the decrease in the value of the polarization index (PI) of the induction motor is caused by dirty and moist winding conditions. Overhaul is done in 8 stages, namely; planning, dismantling, electrical measurement, mechanical measurement, electrical action, mechanical action, assembling and no load test running. After overhauling, the result shows that the value of the polarization index (PI) increased by 1.4 from 1.8 to 3.2, which is above the standard value set by IEEE 43.ABSTRAK:Suatu motor listrik yang digunakan terus menerus akan mengalami penurunan performa bahkan rusak, perawatan dan perbaikan motor listrik harus dilakukan berdasarkan standar supaya semua spesifikasi yang ada dapat terpenuhi dan perbaikan layak untuk diterima. Dimana pada kasus ini perbaikan motor diakukan dengan cara overhaul, dimana overhaul merupakan kegiatan perbaikan atau perawatan secara menyeluruh dengan cara memperbaiki atau mengganti bagian dari motor listrik yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data visual dan pengukuran elektrik penurunan nilai polarization index (PI) motor induksi disebabkan oleh kondisi winding yang kotor dan lembab. Overhaul dilakukan dengan 8 tahapan, yaitu; planning, dismantling, pengukuran elektrik, pengukuran mekanik, tindakan elektrik, tindakan mekanik, assembling dan running test no load. Setelah overhaul didapatkan hasil bahwa nilai polarization index (PI) meningkat sebesar 1.4 dari sebelumnya 1.8 menjadi 3.2, berada diatas nilai standar yang ditetapkan oleh IEEE 43
Hadian Satria Utama, Jullio Setiawan, Pono Budi Mardjoko
Published: 31 January 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 135-144; https://doi.org/10.24912/tesla.v21i2.7184

Abstract:
The gate of the house has a very important role in everyday life, especially as a house with the road limits. The gate used in Indonesia on average has a work method pushed or pulled to close or open. To ease the burden of users, then built a remote gate control system. Control of the gate can be done using an Android smartphone as the interface. By using Bluetooth connections and programs on Android smartphones, users can simply control open or close the gate with just a touch. The designed gate can also be locked using an electric lock, so Android smartphone users can lock and unlock the fence. The system is also equipped with an object sensor that can resist the movement of the gate so as not to close when the object from the direction of the house wants to leave the house. Each key function and fencing motion can also be done without a Bluetooth connection that is by using a manual button module that has been designed using a microcontroller. Any function that can be done by programmable gate using a microcontroller is Arduino Mega. The results achieved in testing this system is the gate can be controlled remotely using a Bluetooth connection to open/close the gate, as well as lock/unlock the gate. In addition, the gate can be locked and unlocked remotely using the program on Android smartphones, besides that each function can be done without Bluetooth connection using manual buttonABSTRAK:Pintu pagar rumah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama sebagai pembatas rumah dengan jalan. Pintu pagar yang digunakan di Indonesia rata-rata memiliki cara kerja didorong atau ditarik untuk menutup atau membuka. Untuk meringankan beban pengguna, maka dibangun sebuah sistem pengontrolan pintu pagar jarak jauh. Pengontrolan pintu pagar dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah smartphone Android sebagai antar muka. Dengan menggunakan koneksi Bluetooth dan program pada smartphone Android maka pengguna dengan mudahnya melakukan kontrol buka atau tutup pintu pagar dengan hanya sentuhan. Pintu pagar yang dirancang juga dapat dikunci dengan menggunakan sebuah kunci elektrik, sehingga pengguna smartphone Android dapat mengunci dan membuka kunci pagar. Sistem ini juga dilengkapi dengan sebuah sensor obyek yang dapat menahan gerakan pintu pagar agar tidak menutup ketika obyek dari arah dalam rumah ingin keluar rumah. Tiap fungsi kunci dan gerak pagar juga dapat dilakukan tanpa koneksi Bluetooth yaitu dengan menggunakan modul tombol manual yang telah dirancang menggunakan mikrokontroler. Setiap fungsi yang dapat dilakukan oleh pintu pagar diprogram menggunakan sebuah mikrokontroler yaitu Arduino Mega. Hasil yang dicapai pada pengujian sistem ini adalah pintu pagar dapat dikontrol dari jarak jauh menggunakan koneksi Bluetooth untuk melakukan buka/tutup pintu pagar, serta kunci/buka kunci pintu pagar. Selain itu pintu pagar dapat dikunci dan buka kunci dari jarak jauh menggunakan program pada smartphone Android, selain itu tiap fungsi tersebut dapat dilakukan tanpa koneksi Bluetooth dengan menggunakan tombol manual.
Suraidi Suraidi, Shinta Nathania
Published: 31 January 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 123-134; https://doi.org/10.24912/tesla.v21i2.7183

Abstract:
Smart-kontak is a portable power outlet that can be controlled remotely by using Android application and website. Android application can run smart-kontak through Bluetooth, whereas website can manage smart-kontak through Wi-Fi. Both Android application and website can control the power button of the smart-kontak, however there is an additional feature on the website as a timer setting which will set how long the smart-kontak be on. The on/off status and remaining time of the smart-kontak can be seen on Android application and website. Its system design uses microcontroller LOLIN D32 as processing module and Arduino Software (IDE) to write the program. Android application is designed by using Android Studio Software while the website is written with HTML. System testing is done by controlling the smart-kontak through Android application and website. The testing shows that smart-kontak can be run through Android application and website according to the program and all modules function well.ABSTRAK: Smart-kontak merupakan stopkontak portable yang dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan aplikasi Android dan situs web. Aplikasi Android dapat mengendalikan smart-kontak melalui Bluetooth, sedangkan situs web dapat mengendalikan smart-kontak melalui Wi-Fi. Aplikasi Android dan situs web dapat mengatur on/off dari smart-kontak, namun pada situs web terdapat fitur tambahan berupa timer untuk mengatur lamanya smart-kontak menyala. Status on/off dan remaining time dari smart-kontak dapat dilihat pada Aplikasi Android dan situs web. Perancangan sistem ini menggunakan mikrokontroler LOLIN D32 sebagai modul pemrosesnya dan Arduino Software (IDE) untuk menulis program. Aplikasi Android dirancang menggunakan software Android Studio sedangkan situs web ditulis menggunakan HTML. Pengujian sistem ini dilakukan dengan mengendalikan smart-kontak melalui aplikasi Android dan situs web. Pengujian sistem menunjukkan bahwa smart-kontak dapat dikendalikan melalui aplikasi Android dan situs web sesuai dengan program yang dibuat dan semua modul berfungsi sesuai dengan baik
Endah Setyaningsih, Tommy Tommy, Harlianto Tanudjaja
Published: 31 January 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 145-155; https://doi.org/10.24912/tesla.v21i2.7186

Abstract:
Baby incubator is very important to keep the newborn’s body temperature especially for premature babies. Premature babies is the babies that born less than 37 weeks and has less than 2500 grams body weight. Baby incubator is designed to have a lenght of 70 cm, a width of 40 cm, and a height of 60 cm. The system of baby incubator will automatically turn on or turn off the fan, heater or humidifier in accordance with the range of temperature and humidifier that has been set. The range of humidifier inside the baby incubator is 40% - 60%. The range of temperature can be set in a Graphical User Interface (GUI). At GUI, user can fill and show babies profile, babies activity, level of baby’s bilirubin, and the range of temperature. Those Datas are saved in a database’s tables. GUI can show the temperature and humidity of babies incubator in form of graph. Babies monitoring can be done by wireless. There is a monitoring device that can buzz if the baby is crying. This system has a database that can store incubator room temperature-humidity data, baby’s temperature, sound counters, biodata, activity, bilirubin and incubator temperature regulation. Can also provide information about the incubator's humidity and baby's temperature on the LCD and GUI and can save the record of the activities carried out by the baby, as well as keep a record of the baby's bilirubin value and turn on the lights automatically according to the bilirubin value inputABSTRAK:Inkubator bayi sangat berperan penting untuk menjaga suhu tubuh bayi baru lahir khususnya bagi bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang dari 37 minggu dan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Inkubator bayi yang dirancang memiliki ukuran ruang panjang 70 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Sistem dari inkubator bayi ini akan secara otomatis menyalakan atau mematikan kipas, heater atau humidifier sesuai dengan batas suhu dan kelembaban yang telah diatur. Batas kelembaban udara di dalam inkubator bayi adalah sebesar 40% sampai 60%. Batas suhu inkubator bayi diatur sesuai dengan umur dan berat badan bayi. Pengaturan batas suhu inkubator bayi dapat diatur pada sebuah Graphical User Interface (GUI). Pada GUI, pengguna dapat mengisi dan menampilkan biodata bayi, aktivitas bayi, tingkat bilirubin bayi dan batas suhu inkubator yang diinginkan. Data-data tersebut disimpan pada tabel-tabel yang berada pada sebuah basis data. GUI juga dapat menampilkan suhu dan kelembaban inkubator bayi dalam bentuk grafik. Pemantauan bayi dapat dilakukan secara wireless. Terdapat sebuah alat pemantau yang akan berbunyi apabila bayi menangis. Sistem ini memiliki database yang dapat menyimpan data suhu-kelembaban ruang inkubator, suhu tubuh, counter suara, biodata, aktivitas, bilirubin dan pengaturan temperatur inkubator. Juga dapat memberikan informasi mengenai suhu-kelembaban inkubator dan suhu tubuh bayi pada LCD dan GUI dan dapat menyimpan record aktivitas yang dilakukan bayi, serta menyimpan record nilai bilirubin bayi dan menyalakan lampu secara otomatis sesuai dengan nilai bilirubin yang di­-input.
Eko Syamsuddin, Makclin Makclin, Yohanes Calvinus
Published: 31 January 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 156-169; https://doi.org/10.24912/tesla.v21i2.7188

Abstract:
Food and beverage producers are required to put an expiration date on each production package in accordance with SNI. So far, small-scale entrepreneurs have affixed the expiration date by attaching stickers, installing the expiration mark in this way requires a relatively long time, so that the product ready for distribution is hampered in its distribution. To overcome this, we need a machine that can help small entrepreneurs to reduce the time in affirming the expiration date. This tool can print the expiration date automatically by the hot stamping method. This tool uses an AC motor to drive the rewinder and a DC motor to run the stamping head. Changing the date of printing is also easy, just use an L key to release and install characters. This tool is controlled by a microcontroller as a regulator of input, output, and printing distance settings with a choice of 10 modes. The conclusion that can be drawn from the design of an expiry date printing tool on a plastic pack with the hot stamping method is that the expiry date printing device on this plastic package can print an expiration date on plastic with a stamping head distance of 2.6 cm and the printing distance is determined by the input mode of the user assisted by eye-mark sensors in accordance with the plastic layout design. Starting from an average distance of 1.22 cm for Mode 1, up to 9.26 cm for Mode 10. Based on these conclusions, this tool has been tested to print well in a choice of 10 modes automatically.ABSTRAK:Produsen makanan dan minuman diwajibkan mencantumkan tanggal kadaluarsa pada setiap kemasan produksinya sesuai dengan SNI. Pengusaha kecil selama ini membubuhi tanggal kadaluarsa dengan menempelkan stiker, pemasangan tanda kadaluwarsa dengan cara ini membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga produk siap edar terhambat dalam distribusinya. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan mesin yang dapat membantu pengusaha kecil untuk mengurangi waktu dalam pembubuhan tanggal kadaluarsa. Alat ini dapat mencetak tanggal kadaluarsa secara otomatis dengan metode hot stamping. Alat ini menggunakan motor AC untuk menggerakkan rewinder dan motor DC untuk menjalankan stamping head. Penggantian tanggal pencetakan juga mudah, hanya menggunakan sebuah kunci L untuk melepas dan memasang karakter. Alat ini dikendalikan oleh mikrokontroler sebagai pengatur input, output, serta pengaturan jarak pencetakan dengan pilihan 10 mode. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan alat pencetak tanggal kadaluarsa pada plastik pack dengan metode hot stamping adalah alat pencetak tanggal kadaluarsa pada kemasan plastik ini dapat mencetak tanggal kadaluarsa pada plastik dengan jarak stamping head 2,6 cm dan jarak pencetakan dideterminasikan dengan input mode dari pengguna yang dibantu oleh sensor eye-mark sesuai dengan layout design plastik. Mulai dari jarak rata-rata 1,22 cm untuk Mode 1, hingga 9,26 cm untuk Mode 10. Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut alat ini telah teruji dapat mencetak dengan baik di pilihan 10 mode tersebut secara otomatis
Michael Albertus, Muliady Muliady
Published: 31 January 2020
TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Volume 21, pp 170-182; https://doi.org/10.24912/tesla.v21i2.7189

Abstract:
Air conditioner control using speech recognition is made to help people with disabilities that unable to operate remote control physically but have verbal abilities. Verbal control allows disabled people adjust temperatures and fan speed. Speech received by Respeaker 2-mics Pi HAT module, converted into wav, processed by Google Assistant API with Natural Language Processing algorithm by categorizing words into their types, subject, predicate, object, and description to facilitate Google Assistant API. Words matched with command in command text database Raspberry Pi 3 to enable local commands modulates signal in form of space-coded signal on GPIO, transmitted through infrared transmitter to control the Air Conditioner. Infrared database obtained by receiving infrared signal through infrared receiver that have been coded by LIRC into pulse space, calling function is created, compared in command text database.The infrared light distance from the infrared transmitter can be sent to air conditioner up to 600 cm with β NPN 2N2222A transistor worth 257, Resistor base value is 1500 Ohm, and Resistor collector value is 6.2 Ohm. Speech to text experiments with background sound intensity 35-40 dB, respondent’s sound intensity 50-70dB, and the respondent’s distance to the microphone 40-50 cm. System can recognize respondent’s speeches with success rate above 50%. The word “High” in fan speed speech experiments cannot be detected by the system, so it is necessary to add other word to be recognized. The system can receive Google Translate speech and only got one failure.ABSTRAK:Perangkat elektronik air conditioner dengan pengendalian pengenalan ucapan untuk membantu penyandang tunadaksa yang tidak mampu mengendalikan remote secara fisik tetapi memiliki kemampuan verbal. Pengendalian dengan cara verbal memungkinkan penyandang tunadaksa untuk mengubah suhu dan mengatur fan speed air conditioner. Ucapan diterima modul Respeaker 2-mics Pi HAT dikonversi menjadi format wav kemudian diolah oleh Google Assistant API dengan algoritma Natural Language Processing yaitu mengategorikan kata menjadi jenisnya, subjek, predikat, objek, dan keterangannya untuk mempermudah pencarian pada kamus Google Assistant API. Kata tersebut dibandingkan dengan perintah ucapan pada commandtextdatabaseRaspberry Pi 3 yang mengaktifkan local command dan memodulasi sinyal space-coded signal pada GPIO, ditransmisikan melalui infrared transmitter untuk mengatur air conditioner. Infrareddatabase diperoleh melalui penerimaan cahaya infrared dan dikodekan menjadi pulse space oleh software LIRC menjadi fungsi pemanggilan, dipasangkan dengan perintah ucapan commandtextdatabase. Jarak cahaya infrared dari infrared transmitter dapat dikirimkan ke air conditioner hingga sejauh 600 cm dengan transistor NPN 2N2222A bernilai 257, nilai Resistor base sebesar 1500 Ohm, dan nilai Resistor collector sebesar 6,2 Ohm. Uji cobaspeech to text dengan kondisi intensitas background sound 35-40 dB, intensitas suara responden 50-70 dB, dan jarak responden ke microphone 40-50 cm. Sistem yang direalisasi mampu mengenali ucapan yang diberikan responden dengan keberhasilan di atas 50%. Ucapan “High” pada pengujian ucapan fan speed tidak dapat dideteksi oleh sistem, oleh karena itu perlu ditambahkan ucapan suhu agar ucapan dikenal. Sistem mampu menerima ucapan Google Translate dan hanya mendapatkan satu kali kegagalan deteksi ucapan
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top