Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Pewarta Indonesia: 54

(searched for: journal_id:(4310696))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Irma Fika Dita, Poppy Ruliana
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 12-27; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.96

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis proses komunikasi politik keluarga Ratu Atut dalam meningkatkan elektabilitas Benjamin-Pilar Saga dalam Pilkada Tangerang Selatan, Desember 2020. Konsep komunikasi politik digunakan untuk menjelaskan proses komunikasi yang dijalankan oleh dinasti keluarga dalam meningkatkan elektabilitas di pemilihan umum, sehingga teori dinasti politik dan konsep elektabilitas juga diperlukan. Penelitian ini didasarkan pada fenomenologi dan menggunakan metode penelitian studi kasus. Observasi, diskusi mendalam, tinjauan pustaka, dokumentasi, dan penelusuran internet digunakan untuk memperoleh data. Tahapan reduksi data, display, dan diversifikasi/kesimpulan digunakan untuk melakukan analisis data. Temuan penelitian adalah: Pertama, Benyamin-Pilar yang berasal dan/atau sudah menjadi kekuatan politik lokal yang mengakar di Tangerang Selatan, memiliki popularitas dan elektabilitas yang lebih kuat dibanding dengan figur yang baru muncul dengan rekam jejak yang belum banyak terlihat dan diketahui oleh konstituen. Kedua, Benyamin-Pilar dengan dukungan dinasti keluarga Ratu Atut, memiliki keunggulan berupa koneksi keluarga, sumber daya uang dan jaringan, serta hubungan simbiosis dengan partai politik, sehingga memiliki lebih banyak komunikator/pembawa pesan dalam komunikasi politik yang dijalankan. Ketiga, parakomunikator memanfaatkan media massa, media sosial, dan kampanye langsung (door to door) untuk menjalankan berbagai bentuk komunikasi politik selama pilkada. Keempat, faktor politik uang mendominasi kesediaan warga untuk memilih, bukan karena kesadaran yang terbangun oleh derajat literasi politik yang memadai.
Mayla Putri Andriani, Edy Prihantoro
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 41-59; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.102

Abstract:
Business strategy is the main thinking base in determining information technology strategy because the strategy states the company's vision and mission as well as performance targets for each function and organizational structure.The purpose of this study was to determine the business communication strategy in the field of information technology in supporting sales at PT Lazada Indonesia. This study uses a qualitative approach and constructivism paradigm. The analysis technique used is data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions and verification. The results of the study state that through the media website, Lazada Indonesia can conduct business communication with consumers. Lazada Logistics Indonesia's Corporate IT in its business communication strategy uses Alibaba's baseline communication, only different cultures. The business communication strategy has been effective, as evidenced by the lack of complaints, as evidenced by user reduce complaints, issues that are handled so that they do not recur. In the face of increasingly fierce competition, Lazada Corporate IT needs to make improvements, make something different from other e-commerce, and carry out IT improve support for other teams to be able to compete. The solution in dealing with obstacles is that each leader has a special way, each is more flexible, makes the team like friends, raises awareness in working according to their respective personalities. Communicating with related teams, treating users when there is an issue down, the IT team always backing up, lips service – performance. Lazada Logistics Indonesia Corporate IT always conducts evaluations, internally weekly meetings, reports and evaluations are carried out. Externally it is always done, there is an “IT-Help Desk” asking users for complaints, identification and action.
Irving Rizky Ferdana, Tuti Widiastuti
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 84-92; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.98

Abstract:
Agar pelaksanaan kampanye berjalan sukses, diperlukan strategi komunikasi politik yang harus direncanakan dan dikelola dengan baik serta didukung oleh tim sukses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan pendekatan komunikasi politik dalam memenangkan Marsiaman Saragih dari PDIP pada Pemilihan Legislatif tahun 2019 di Daerah Pemilihan Riau-2. Konsep yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi politik, strategi komunikasi politik, pemilihan umum. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan informan kunci dari para staf ahli dan tim sukses. Data sekunder diperoleh dari dokumen terkait penelitian, dan internet untuk memperoleh informasi penelitian. Reduksi data, penyajian, dan pembuktian digunakan untuk menganalisis data. Strategi komunikasi dilakukan melalui tahap mengamati masalah, merencanakan dan membuat program, dan mengambil tindakan untuk berkomunikasi, serta mengevaluasi program kerja. Temuan penelitian ini adalah: komunikasi interpersonal yang sifatnya langsung atau tatap muka ternyata lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan media massa dalam meraih perolehan suara.
Saepudin Saepudin, Megandaru Widhi Kawuryan
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 60-71; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.97

Abstract:
Partisipasi perempuan dalam politik mencapai perkembangan yang signifikan dalam satu dekade ini. Semakin banyak perempuan menjadi pemimpin parlemen di Asia Pasifik, Afrika, Eropa, Amerika Serikat. Puan Maharani, Ketua DPR RI dapat disejajarkan dengan pemimpin wanita dalam parlemen dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan kominikasi politik kepemimpinan transformasional perempuan dalam parlemen. Paradigma penelitiannya, fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, dan wawancara mendalam terhadap sembilan anggota DPRRIsebagai informan yang berinteraksi dengan Puan Maharani, dan bisa memberikan informasi mengenai komunikasi politik kepemimpinan transformasional Puan Maharani. Langkah selanjutnya melakukan studi kepustakaan, dokumentasi, dan penelusuran melalui internet. Reduksi data, display, dan verifikasi/kesimpuan adalah tahapan analisis data yang digunakan dalam studi ini. Temuan penelitian ini adalah, sebagai komunikator politik, peran kepemimpinan transformasional Puan Maharani dipengaruhi oleh perjalanan panjang pengalaman berorganisasi sebelumnya. Media komunikasi yang digunakan adalah komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok yang sifatnya interaksional, baik secara langsung melalui pertemuan tatap muka dengan konstituen, serta memanfaatkan media massa, dan media sosial untuk menginformasikan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan parlemen. Sebagai pemimpim parlemen Puan Maharani telah berhasil membangun ruang komunikasi secara terbuka.
Ririt Yuniar, Muhamad I.C Bintang, Diah Fitria Ningrum, Rajab Ritonga
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 28-40; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.103

Abstract:
Implementasi nilai-nilai Pancasila yang tampak mulai luntur dalam etika berkomunikasi dan dinamikanya pada proses pembelajaran online maupun bermedia sosial diseluruh wilayah Indonesia perlu menjadi kewaspadaan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila dalam etika berkomunikasi, sebagai fondasi pendidikan cerdas berkarakter dengan sosialisasi nilai-nilai Pancasila untuk diterapkan dalam proses pembelajaran online agar capaian pembelajaran dapat optimal dan tepat sasaran. Mixedmethod digunakan dalam kajian ini selain analisis kualitatif dan perlu kuesioner yang dipakai untuk mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin dialami oleh responden dalam memahami atau menafsirkan pertanyaan, dengan analisis deskriptif kualitatif. Data primer studi dokumentasi literatur penelitian terdahulu dan kuesioner sosialisasi berupa penyuluhan yang dilakukan untuk upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman melunturnya nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran daring perlu diangkat agar membawa dampak positif dalam proses edukasi. Teori Komunikasi dengan model komunikasi transaksional untuk mengupas pentingnya hubungan antara komunikator dengan komunikan saling bertanggung jawab atas efek dan efektivitas komunikasi yang berlangsung. Hasil dari penelitian ini adalah penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan sebagai sebuah upaya kewaspadaan melalui sosialisasi yang secara masif harus terus dilaksanakan secara menyeluruh dan menjadi gerakan nasional.
Reza Karendha, Hafied Cangara, Umaimah Wahid
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 116-128; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.93

Abstract:
Penelitian ini mengangkat tema program food estate di tengah masa pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Penelitian ini membahas bagaimana sebuah berita dikemas pada portal online Tempo.co dan Pikiran-Rakyat.com tentang pemberitaan program food estate di tengah situasi wabah Covid-19. Periode pemberitaan waktu yang dipilih adalah dari tanggal 22 Agustus 2021 hingga 25 Agustus 2021. Dalam penelitian ini digunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian ini adalah, dua portal online mempunyai sisi pro kontra antara pihak penyelenggara program food estate yakni Kementerian Pertanian dan Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) serta pihak pengawas yakni DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Republik Indonesia. Pemberitaan Tempo.co mengkonstruksi realitas dengan menonjolkan fakta pada jalannya program sesuai target yang dicanangkan hingga 2024, sedangkan pemberitaan Pikiran-Rakyat.com justru tidak berjalan efektif dan hanya memboroskan anggaran Negara.
Edy Prihantoro, Endah Purwitasari, Noviawan Rasyid Ohorella
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 103-115; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.104

Abstract:
Balikpapan adalah satu wilayah yang akan berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara (IKN). Potensi wisata terus dikembangkan sebagai daya tarik masyarakat untuk mengunjungi Balikpapan dan IKN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan media dan electronic word of mouth pada akun Instagram @fdwb_bpn terhadap minat berkunjung pada destinasi ekowisata di Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Teori yang digunakan adalah teori S – O – R yang bertujuan untuk mengetahui perubahan sikap pengikut/followers akun instagram @ fdwb_bpn. Hasil penelitian yang dilakukan pada 398 responden menunjukkan bahwakedua variabel independen yaitu terpaan media dan electronic – word of mouth secara bersama – sama memiliki pengaruh terhadap minat berkunjung. Pengikut akunInstagram @fdwb_bpnselalu mengikuti postingan terutama terkait destinasi wisata Balikpapan, khususnya ekowisata sehingga mereka selalu mendapatkan informasi-informasi yang dapat mempengaruhi mereka untuk tertarik berkunjung ke Balikpapan. Berkunjung ke Balikpapan saat ini menjadi daya tarik masyarakat, selain dapat berwisata juga dapat menjadi pengunjung dan saksi keberadaan Ibu Kota Negara yang berada di wilayah Kabupaten Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Putri Erviyanti, Tengku Rayhan Makarim
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 72-83; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.91

Abstract:
Krisis merupakan hal yang paling tidak diinginkan oleh semua organisasi atau perusahaan, tetapi krisis tidak dapat dihindari dan datang saat yang tidak terduga. Pada bulan Juli 2018, PT Pertamina (Persero) terkena krisis yang disebabkan adanya kebocoran surat internal mengenai kondisi keuangan PT Pertamina (Persero) dari BUMN di media online. Akibat dari kebocoran surat tersebut PT Pertamina (Persero) mendapatkan pemberitaan negatif dari berbagai media dan membuat media bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi dengan kondisi keuangan Pertamina. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persepsi menjadi lebih penting dibandingkan realita. Adanya berita dengan tone negatif akan mempengaruhi reputasi perusahan sehingga perlu ada strategi komunikasi yang baik untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini secara khusus ditujukan untuk mengetahui bagaimana PT Pertamina (Persero) dalam penanganan pemberitaan “Pertamina Jual Aset”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur kepada informan dimanajemen PT Pertamina (Persero). Fokus penelitiannya adalah komunikasi krisis dengan menggunakan Image Restoration Theory (IRT) dari Coombs. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Corporate Communication PT Pertamina (Persero) sudah melakukan strategi terbaik dalam menangani krisis terhadap pemberitaan negatif di media mengenai Pertamina, yang berjudul Pertamina Jual Aset.
Gustav Aulia, Grace Heidy Jane Amanda Wattimena, Deddy Irwandy, Siti Tania Purwanti, Pawanbir Kaur, Tiara Annisa
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 1-11; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.101

Abstract:
Pasal 60A ayat 22 UU Cipta Kerja mengamanatkan, migrasi sistem televisi terestrial analog ke digital harus diselesaikan paling lambat dua tahun sejak UU itu berlaku. Oleh karena itu, pemerintah harus mensosialisasikan informasi kepada seluruh masyarakat tentang siaran televisi digital sehingga siap bermigrasi dari televisi analog. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya komunikasi publik yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam menyelesaikan migrasi sistem televisi terestrial analog ke digital. Dengan menggunakan teori Quadruple Helix yang mengkolaborasikan empat unsur: pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat akan menggali keterlibatan antara semua komponen dalam konsep Quadruple Helix dalam mengkomunikasikan migrasi televisi analog ke digital. Dengan menggunakan metodologi kualitatif yang akan mengelaborasi dari keterlibatan narasumber yang mengacu pada empat komponen utama dalam Quadruple Helix, dan disesuaikan dengan kualifikasi dari masing-masing komponen. Hasil komunikasi publik yang dilaksanakan oleh pemerintah masih dominan disampaikan melalui ruang digital karena faktor situasi pandemi COVID-19. Pesan utama dari komunikasi publik masih menekankan pada aspek teknis. Upaya komunikasi publik yang tepat akan menjadikan proses migrasi sistem televisi terestrial analog ke digital ini berjalan lancar. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan keuntungan teknologi baru yang terlambat diterapkan di Indonesia ini.
Indah Yunita Sari Sihite, Retno Septaningtyas Wahyu Pangestu, Mathias Christopher Politon
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 4, pp 93-102; https://doi.org/10.25008/jpi.v4i1.89

Abstract:
Dunia periklanan menjadi salah satu yang terdampak akibat Pandemi Covid-19. Banyak perusahaan menyesuaikan anggaran untuk pemasaran dan periklanan. Hal tersebut membuat penggunaan media periklanan luar ruang kurang dilirik oleh perusahaan karena terbatasnya mobilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend periklanan di masa pandemi dan penggunaan media iklan luar ruang di tengah terbatasnya mobilitas masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan, dunia periklanan di masa pandemi memiliki tren baru. Pemasaran di media sosial menjadi salah satu yang dilirik karena penggunaannya di masyarakat terus meningkat. Selain itu, influencer juga menjadi salah satu yang diperhitungkan oleh perusahaan. Konten di media periklanan juga berubah, banyak muatan emosionalnya, untuk bisa membangun hubungan emosional antara brand dan penggunanya. Penggunaan media iklan luar ruang juga mengadopsi konsep hubungan periklanan tersebut. Banyak reklame dibuat untuk meningkatkan kepedulian dan himbauan kepada masyarakat. Masa depan media iklan luar ruang mulai terlihat karena vaksinasi yang meluas akan membuat masyarakat bisa beraktivitas kembali di luar ruangan.
Ramadhani Indah Al Dillah, Yasir Yasir
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 67-79; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i2.82

Abstract:
Konvergensi menjadi langkah mutlak bagi Surat Kabar Haraian Riau Pos untuk dapat mempertahankan eksistensi di tengah ketatnya persaingan media. Media massa harus berjalan beriringan dengan globalisasi dan internet untuk terus bertahan, apalagi di tengah pandemi yang memperparah badai industri media kini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori Konvergensi Kontinum dari Daily, Demo, Spillman.Hasil penelitian menemukan, Riau Pos telah melaksanakan seluruh tahapan Konvergensi Kontinum.Cross Promotion, Clonning, Coopetition, dan Content Sharing yang dilakukan Riau Pos bersama-sama dengan media di bawah Riau Pos Grup (RPG) dan perusahaan utama yakni Jawa Pos Group (JPG). Dasar dari pelaksanaan konvergensi ini adalah kolaborasi yang saling menonjolkan karakteristik masing-masing platform. Full convergence telah terlaksana meskipun belum sempurna, dengan pengimplementasian 3M yakni Multichannel, Multimedia, dan Multiplatform. Seluruh tahapan konvergensi inilah yang dimaksudkan dalam Teori Konvergensi Kontinum. Dalam mengatur tarif iklan, Riau Pos melakukan adaptasi tarif semenjak adanya website dan media sosial. Selain itu dilakukan pula strategi bina relasi dan seasonal promotion.
Rama Kertamukti, Mochamad Sodik, B J Sujibto
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 105-123; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i2.86

Abstract:
UIN Sunan Kalijaga is one of the State Islamic Universities that applies website media as a medium to provide information to users both for the academic community and the general public who want to know information related to information about campus, one of which is news information, registration, announcements and so on. The strength of the website becomes a measuring tool in determining rankings in Webometrics. The purpose of ranking or webometrics (https://www.webometrics.info/) is to promote the publication of the website. Supports Open Access, electronic access to scientific publications and other academic materials. This article tries to explain the website visibility of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta as an effort to increase webometrics ranking. This study uses a qualitative approach with a descriptive type, by analyzing information sources, website structure and technology with bibliometric and infometric approaches used by the website of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The results of the analysis obtained by measuring the usability element, the uin-suka.ac.id website shows the uin-suka.ac.id website looks quite "friendly" to use on mobile phones or smartphones that access the uin-suka.ac website. en. Analysis of Information Quality shows that the uin-suka.ac.id website does not yet have good backlinks. The quality of service interactions perceived by users of the uin-suka.ac.id website does not appear to have produced a good enough impression in their trust and empathy activities in the access process, such as in terms of transactions and information security, message delivery, personalization and communication activities.
Mulyono Sri Hutomo, Rajab Ritonga
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 80-85; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i2.83

Abstract:
The mass media industry particularly print media in Indonesia comes under heavy pressure to survive in the era of digital disruption. High printing costs, coupled with high distribution costs and employee salaries have caused difficulties for print media companies to maintain their businesses. Some print media companies have opted to shut down their businesses, while others have to survive by making various efficient efforts and diversifying their businesses. The convergence of print media into digital media has offered an alternative to maintain print media as the management of Telaah Strategis magazine has done. This research aims to see the efforts made by the management of Telaah Strategis magazine to survive in the media industry in Indonesia. The results of this research show that Telaah Strategis magazine uses a variety of media convergence models to be able to maintain its task of disseminating information by transforming it into a news portal and digital magazine and appearing in the social media platform. In addition, it also markets its digital magazine at online product sale exchange.
Arief Wibowo, Satiri Satiri, Poppy Ruliana, Kresno Yulianto
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 86-94; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i2.84

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi Word of Mouth (WOM) terhadap keputusan pembelian barang di Nano Komputer, sebuah toko yang mempunyai fokus dalam menjual barang elektronik berupa komputer serta kebutuhan kantor lainnya. Nano Komputer melakukan metode penyampaian pesan kepada konsumen dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Metode yang digunakan adalah survei yang diberikan kepada kelompok yang akan diteliti. Rancangan penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari pengaruh antar dua variable yaitu Variabel (X), Word of Mouth sedangkan variabel (Y) adalah Keputusan Pembelian. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah karyawan Kompleks Perkantoran Kartini Depok yaitu 96 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner akan diberikan kepada responden. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang positif antara variabel Word of Mouth (WOM) terhadap Keputusan Pembelian yang didukung oleh hasil survei dan perhitungan secara statistik menggunakan software SPSS, dengan kata lain seluruh karyawan Kompleks Perkantoran Kartini Depok yang membeli kebutuhan computer di NanoKomputer dipengaruhi oleh komunikasi Word of Mouth.
Sofa Sakinah
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 95-104; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i2.85

Abstract:
The development of digital media technology gave rise to social media, especially Instagram which is a site used to exchange information and fulfill social communication needs in various circles. This study specifically analyzes the use of the Close Friend feature found on Instagram social media which is used for various objectives of each user. The research method uses descriptive quantitative content analysis through text analysis from various previous studies related to the use of the Instagram feature. One study showed that the effectiveness of the Instagram feature in increasing adolescent friendships in the digital era was dominant in the Close Friends feature as much as 61.2%. Close friends feature (close friend) was promoted because of the self-disclosure factor, as well as the convenience of users in uploading Instagram stories. The level of openness to the high categorydue to the proximity selecting and content sharing on this feature. The close friends feature is considered more private for Instagram users because they are free to choose their audience and upload based on their needs and desires. It was also mentioned how users manage their privacy when using the Instastory feature on Instagram social media where the privacy management is based on the Communication Privacy Management (CPM) criteria or Communication Privacy Management and is seen in the usage strategy when using the Insta Story feature on Instagram. Informants tend to have different reasons behind their decision to reset their privacy when using their social media.
Haresti Asysy Amrihani
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 124-131; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i2.87

Abstract:
Seorang pemimpin memiliki peran strategis dalam memimpin organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Pemimpin diharapkan memiliki gaya komunikasi yang bisa diterima oleh semua anggota elemen organisasi. Padahal, gaya retorika komunikasi seorang pemimpin dipengaruhi oleh berbagai situasi dinamis yang dihadapinya dalam memimpin organisasi, sehingga adakalanya dia tampil dengan gaya komunikasi yang temperamental atau marah-marah. Penelitian ini bertujuan menggali lebih dalam gaya retorika pemimpin organisasi yang juga pejabat publik dan bersikap tempramental dalam berkomunikasi kepada khalayaknya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan teori retorika Aristoteles dan social judgement theory sebagai pisau analisisnya. Temuan studi ini adalah, pejabat publik menggunakan gaya retorika deliberative dalam berkomunikasi dengan khalayaknya di ruang publik. Sebagian audience bisa menerima gaya retorika pejabat publik tersebut (latitude of acceptance), namun ada yang menolak (latitude of rejection), dan ada yang menyatakan tidak menghiraukannya (latitude of noncommitment).
Hapsoro Pandu Buwono
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 32-41; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i1.61

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Front Pembela Islam (FPI) memanfaatkan YouTube sebagai media komunikasi bagi masyarakat dalam meningkatkan citra organiasi kemasyarakatan tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Data yang dikumpulkan dan digunakan adalah data sekunder dengan mengobservasi akun YouTube Front TV, portal berita online, dan lain-lain.Hasil penelitian menunjukkan, YouTube sebagai salah satu saluran media komunikasi FPI cukup membantu dalam menyebarkan informasi ke masyarakat. Akun YouTube Front TV juga menjadi referensi bagi televisi dan portal berita online dalam mendapatkan informasi terkait FPI untuk kemudian mengutipnya.
Moch March Ghifary Zartian, Prudensius Maring
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 12-18; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i1.64

Abstract:
Top Files merupakan sebuah program acara televisi magazine yang ditayangkan di Stasiun Televisi iNews. Tantangan yang dihadapi oleh seorang produser ialah penonton yang semakin cerdas dalam memilih sebuah tayangan program televisi. Hal ini menarik untuk mengetahui bagaimana strategi kreatif produser dalam mempertahankan eksistensi program acara Top Files tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penelusuran dokumen dan diakhiri dengan analisis. Hasil penelitian yang diperoleh adalah untuk dapat mempertahankan eksistensi sebuah program televisi dibutuhkan peran aktif dari produser untuk dapat mengembangkan ide kreatif yang telah dihasilkan oleh teman-teman kreatif, pemilihan berita yang up-to-date yang berdasarkan elemen-elemen sebagai berikut: target penonton, bahasa naskah, format acara, punching line, gimmick dan funfare, clip hanger, time dan bumper, penata artistik, music dan fashion, ritme dan birama acara, logo dan music track untuk ID tune, General Rehearsal (GR), dan interactive program dan peran stasiun televisi, memancarkan siaran program televisi ke seluruh pelosok Indonesia agar dapat dinonton dimana saja.
Wahyu Agus Triyono, Ahmad Toni
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 1-11; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i1.67

Abstract:
Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan data primer berasal dari Tempo.co dan Kumparan.com mengenai polemik mobil PCR yang diminta Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Penelitian ini untuk mengetahui framing portal berita tempo.co dan kumparan.com pada pemberitaan mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Surabaya. Rentang waktu pemberitaan yang dipilih adalah terbitan 29 Mei sampai 31 Mei 2020. Peneliti menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan, pemberitaan dari kedua media online itu mengarah pada pembahasan tentang rivalitas antara Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa. Kumparan.com mengkonstruksi realitas dengan menonjolkan fakta pada masalah birokrasi komunikasi Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sedangkan Tempo.co mengkontruksi fakta: polemik dua mobil PCR tersebut berkaitan dengan konflik politik antara Risma dan Khofifahdalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 dan Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020.
Ranu Adhe Bhaskara, Poppy Ruliana, Kresno Yulianto
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 42-58; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i1.68

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui opini mahasiswa terkait pemberitaan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa, petinggi Polri, pengusaha dan kuasa hukum dengan perannya masing-masing sebagai opinion leaders di media online tempo.co. Teori opini yang digunakan adalah ABC’s of Attitude yang dikemukakan D. W. Rajecky (1982) yang terdiri dari Affect, Behaviour, dan Cognition. Paradigma penelitian yang digunakan adalah positivistik, dan pendekatan penelitian ini adalah kuantitaif. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi angkatan 2018-2019 jurusan penyiaran yang berjumlah 196 orang. Untuk mengukur jumlah sempel, peneliti menggunakan rumus Isaac Michael dengan tingkat kesalahan 10% dan mendapatkan hasil 115 orang sebagai responden. Pengumpulan data dilakukakan melalui tahap observasi, penyebaran kuesioner, dokumentasi, studi kepustakaan, dan pencarian informasi melalui web untuk memperoleh data yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori ABC’s of Attitude membentuk opini negatif tentang pemberitaan kasus suap yang melibatkan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra dan memberikan opini postif pada tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus enam tersangka dalam kasus itu di media online Tempo.co sebagai ungkapantentang topik kontroversial. Temuan penelitian ini ada kecenderungan hubungan aspek jenis kelamin, usia, dan pendidikan dengan opini mahasiswa.
Hendra Hendra, Umaimah Wahid
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 59-66; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i1.63

Abstract:
Artikel ini berisi Analisis Semiotika lirik lagu “Lekas Pulih” Karya Fiersa Besari. Metode semiotika yang akan digunakan adalah semiotika Saussure. Dalam teori Saussure dijelaskan bahwa tanda memiliki unsur yang saling berhubungan yaitu penanda (signifier), petanda (signified). Proses ini menghubungkan antara lirik lagu dengan dunia eksternal yang sesungguhnya. Hasil penelitian ini, lirik lagu “Lekas Pulih” memiliki makna yang saling berkaitan dan mengandung pesan motivasi yang sangat kuat, karena di dalamnya terdapat banyak kata-kata yang sifatnya sangat membangun dalam memberikan motivasi kepada pasien yang terpapar Covid 19, serta meyakinkan mereka untuk sembuh dan berharap situasi akan kembali pulih. Lirik itu memotivasi para tenaga medis, dan pasien yang terkonfirmasi covid 19, jangan pernah berhenti untuk berjuang dalam keadaan yang sangat sulit tapi bisa memotivasi dan menguatkan satu sama lain. Model teori dari Saussure lebih memfokuskan perhatian langsung kepada tanda itu sendiri. Dalam penelitian terhadap lirik lagu "Lekas Pulih" ini, peneliti membuat interprestasi dengan membagi keseluruhan lirik lagu menjadi beberapa bait dan selanjutnya perbait akan dianalisis dengan menggunakan teori semiotika dari Saussure.
Ben Isa Muhammad
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 3, pp 19-31; https://doi.org/10.25008/jpi.v3i1.53

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna yang terkandung dalam visual logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia dan bagaimana peran perubahan logo tersebut sebagai bagian dari corporate rebranding Kementerian BUMN. Tanda-tanda pada logo itu dianalisa dan dimaknai menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce. Kesimpulan yang didapat adalah pemaknaan tanda pada logo baru Kementerian BUMN sesuai dengan nilai-nilai organisasi kementerian BUMN yang terangkum dalam akronim AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Penggunaan warna biru pada monogram logo BUMN, adalah memberikan citra profesional terpercaya. Secara khusus warna biru tua mencerminkan sifat bijak dan biru muda mencerminkan sifat progresif. Penggunaan lambang negara sebagai simbol yang menegaskan bahwa organisasi ini merupakan instansi pemerintah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perubahan logo ini merupakan bentuk rebranding dalam tingkatan corporate rebranding yang revolusioner dan merepresentasikan transformasi nilai dari administrasi periode sebelumnya dan menjadi kunci dalam proses mengkomunikasikan transformasi tersebut ke internal dan eksternal organisasi.
Dicky Fajar Purwa Hadi
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 85-89; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i2.50

Abstract:
Budaya minum kopi yang awalnya berasal dari barat muncul sebagai salah satu kebutuhan yang tidak terlepaskan dalam kehidupan banyak orang terutama para pencinta kopi. Meningkatnya permintaan terhadap kopi, memancing munculnya berbagai brand dan kedai-kedai kopi di sekitar masyarakat. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini secara purposive mengambil studi kasus di Doktorandus Koffie yang sudah menggunakan beberapa kegiatan komunikasi pemasaran terpadu. Sumber data pada penelitian ini adalah narasumber, dan observasi lapangan. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, pencatatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dengan verifikasinya untuk mengetahui masing-masing kegiatan Integrated Marketing Communication yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie merupakan kegiatan yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk menginformasikan Doktorandus Koffie kepada para konsumen dan menarik minat konsumen.
Sukma Alam
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 121-136; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i2.33

Abstract:
Penelitian ini meneliti kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Mahasiswa Papua dipersekusi oleh ormas dan warga sekitar karena diduga merusak bendera merah putih. Aparat keamanan ikut menjaga situasi justru diduga berujar rasis terhadap mahasiswa Papua hingga situasi nasional panas khususnya di daerah Papua dan Papua Barat. Tentu media tidak luput dari peristiwa tersebut untuk menentukan sikap dalam sebuah berita. Jika berita tidak mempertimbangkan penyelesaian konflik atau memperkeruh situasi menjadi panas maka di sinilah muncul jurnalisme damai (peace journalisme) sebagai wadah perdamaian dan berakhirnya konflik. Penelitian ini bertujuan, pertaa, untuk mengetahui framing tribunnews.com dan detik.com dalam berita kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua, dan kedua mengetahui jurnalisme damai dalam berita tribunnews.com dan detik.com terkait kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua. Hasilnya, frame tribunnews.com dan detik.com sama-sama meletakan mahasiswa Papua sebagai korban rasisme dan tidak bersalah. Sementara praktik jurnalisme damai bagi tribunnews.com selalu berusaha menyampaikan keadilan bagi mahasiswa Papua untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedangkan detik.com berusaha menyampaikan rekonsiliasi bahwa ujaran rasisme menyangkut bangsa Indonesia.
Riko Setiawan, Prudensius Maring
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 90-96; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i2.38

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan peneliti melihat fenomena selfie sebagai bukti kehadiran (presensi) kelas online para siswa yang belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Selama pandemik Covid-19, kehadiran pelajar di sekolah ditiadakan, diganti dengan belajar dari rumah secara virtual. Bentuk kehadiran mereka dalam kelas online dibuktikan melalui foto selfie sekaligus sebagai bukti telah melakukan kegiatan belajar dari rumah. Para pelajar sekolah dasar (SD), khususnya di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat selalu menggunakan atribut sekolah dengan beragam ekspresi wajah saat berfoto selfie. Para pelajar SD tersebut diharuskan mengirimkan foto selfie mereka ke group whatsApp yang dibuat oleh wali murid masing masing. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi dari Alfred Schutz, dan dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui motif para pelajar berfoto selfie dalam berbagai tampilan diri. Hasil penelitian menunjukan, terdapat tiga motif selfie di kalangan pelajar SD di daerah Kebon Jeruk Jakarta Barat saat mengirim foto selfie mereka sebagai presensi kelas virtual yakni: (1) sebagai bukti kehadiran, (2) membangun citra diri, dan (3) untuk menarik perhatian orang lain.
Awen Asrizal Malindo
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 78-84; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i2.49

Abstract:
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalam logo PT. Grab Indonesia sebagai identitas perusahaan dilihat dari makna denotasi, konotasi dan mitos. Berdasarkan hasil penelitian, pemaknaan denotatif pada logo PT. Grab Indonesia memiliki filosofi yang dalam tentang sebuah kehidupan yang digambarkan melalui simbol dua garis berwarna hijau bertuliskan “Grab”. Logo ini terinspirasi dari jalan raya yang tidak putus, merepresentasikan kesempatan-kesempatan untuk pelanggan, mitra, karyawan, hingga masyarakat yang tidak berujung. Hidup dan kehidupan membutuhkan sebuah keseimbangan atas segala realitas dan konsekuensi yang ada dan filosofi tersebut yang digambarkan melalui logotype dan logogram sebagai elemen pembentuk logo perusahaan. Makna konatif ditunjukkan dengan berbagai elemen pada logo berbentuk dua garis yang mewakili jalan raya, sedangkan mitosnya adalah dua garis pada logo tersebut, diartikan sebagai suatu aplikasi dan pengguna, dimana aplikasi tersebut diciptakan untuk melengkapi segala aktifitas pengguna.
Destaria Verani Soe'Oed, Ahmad Toni
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 113-120; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i2.35

Abstract:
Tempat wisata outdoor pertama di Indonesia, Dunia Fantasi, memiliki jingle sebagai identitas kreatif yang sudah ada sejak tempat wisata itu berdiri tahun 1985 dan hingga sekarang jingle itu masih tetap dikumandangkan tanpa pernah mengalami perubahan lirik maupun nada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna struktur teks, dan konteks sosial yang ada pada jingle Dunia Fantasi tersebut dengan menggunakan model analisis wacana Teun A. Van Dijk. Data sumber primer maupun sekunder didapat dari arsip dokumentasi teks dan lirik jingle, serta data kepustakaan, dan dari berbagai tulisan maupun informasi terkait obyek yang diteliti. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivis, untuk menggali apa yang dirasakan oleh pengarang jingle. Temuan penelitian dari analisis teks dan konteks sosial ialah, adanya wacana ekspresi kebahagiaan keluarga yang dibangun bagi pengunjung Dunia Fantasi lewat lirik jingle yang digubah oleh pengarangnya.
Dedi Sahputra
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 97-105; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i2.42

Abstract:
Hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum secara khusus diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang diterbitkan Dewan Pers sebagai panduan bagi wartawan dalam menjalankan peliputan anak. Dewan Pers juga melakukan uji kompetensi bagi wartawan dengan materi uji antara lain pemahaman wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak melanggar hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Uji Kompetensi Wartawan dapat meningkatkan pemahaman dan ketrampilan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum. Pendekatan studi ini menggunakan kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai informasi terkait dengan permasalahan yang dibahas. Temuan penelitian menunjukkan, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan menambah pemahaman dan ketrampilan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik dalam melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum.
Ira Dasuki
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2, pp 106-112; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i2.36

Abstract:
Film merupakan salah satu media massa yang paling berperan dalam menggambarkan suatu realitas sosial yang ditayangkan, kemudian pesan dari isi cerita sebuah film dapat diterima dengan baik oleh penonton. Perkembangan film yang bertemakan remaja, semakin beragam dalam membangun suatu cerita yang menarik, semakin berani mengangkat topik-topik yang sebelumnya dianggap tabu, seperti edukasi seksual. Salah satunya adalah film “Dua Garis Biru” yang membahas tentang bagaimana remaja perempuan pelaku seks pranikah dikemukakan dalam film drama remaja dengan tujuan untuk menyampaikan makna edukasi seksual melalui tokoh Dara dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis wacana model Teun Van Dijk. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bahwa setiap remaja perlu mengetahui dan memahami tentang pendidikan seksual sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bentuk penyimpangan seksual memang beragam, namun film ini membahas kepada kehamilan pranikah.
Muhammad F.S. Putra, Taufan T. Akbari, Rossi A. Christy
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i1.30

Abstract:
Sebagai Abang dan None Jakarta, setiap individu harus memiliki karakter-karakter Duta Pariwisata yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan penampilan Abang None Jakarta Selatan di depan panggung dengan kehidupan aslinya di belakang panggung, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang digunakan. Menghubungkan teori interaksi simbolik dan pendekatan dramaturgi serta konsep mengenai diri terutama dalam mengelola impresi, penelitian dilakukan terhadap dua pasang pemenang Abang None dan dua pasang Finalis Abang None Jakarta Selatan di tahun 2017 dan 2018 melalui metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi serta triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa panggung depan Abang dan None merupakan hasil dari pengembangan karakter asli yang dimiliki di belakang panggung. Setiap individu dilengkapi dengan sikap dan kostum sebagai pendukung penampilannya sebagai Abang dan None di depan panggung. Sedangkan panggung belakang menjadi tempat terdapatnya kepribadian karakter dan tantangan diri yang tidak ditampilkan. Strategi pengelolaan impresi yang tepat akan mendukung penampilan setiap individu pada saat memerankan Abang dan None sebagai Duta Pariwisata.
Nadia Qisthina Putri
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i1.28

Abstract:
Perkembangan internet mendorong munculnya berbagai aplikasi baru mulai dari Instagram, Facebook maupun lainnya. Pengertian media menurut pengertian ahli adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Media juga dapat diakses sebagai jasa informasi, dalam hal ini untuk memilih tempat makan yang dinamakan aplikasi Qraved. Qraved didirikan pada tahun 2013, merupakan perusahaan direktori reservasi kuliner yang dinilai berhasil memberikan solusi “Makan apa dan dimana”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Qraved bagi masyarakat dalam meilih tempat makan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Pengukuran efektivitas menggunakan metode penyebaran kuesioner dengan tujuan yaitu mengukur perilaku konsumen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diujivaliditas dan realibilitasnya. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 100 orang pengguna aplikasi Qraved. Dengan penelitian kuantitatif deskriptif peneliti mengukur efektifitas dari aplikasi Qraved menggunaan model komunikasi EPIC Model yaitu mengukur efektivitas dari segi empathy, persuation, impact dan communication. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi Qraved efektif dalam membantu masyarakat memilih tempat makan.
Deni Yanuar
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i1.31

Abstract:
Penelitian ini berjudul “Peran Media Baru dalam Mengubah Perilaku Perokok Tembakau ke Rokok Elektrik di Kota Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media baru dalam merubah perilaku perokok tembakau ke elektrik di Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Objek penelitian dalam penelitian ini ialah peran media baru. Objek penelitiannya tentang perilaku perokok tembakau elektrik di Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara mendalam yang dilakukan pada pengguna vapor dan studi dokumentasi pada media baru. Hasil penelitian menunjukkan, Instagram dan Youtube memjadi salah satu sumber informasi pengguna vapor tentang referensi terkait dunia vapor. Permasalahan yang dialami oleh pengguna rokok ialah bagaimana caranya menghilangkan kecanduan rokok tembakau yang dialami oleh mereka sehingga mereka beralih pada rokok elektrik, karena alasan kesehatan dan keuangan. Informasi yang didapatkan pengguna vapor dapat ditemukan di media-media baru dan memberikan gambaran tentang cara penggunaan vapor, sehingga dapat merubah perilaku mereka.
Petrus Finsensio Musacarlos, Lisa Esti Puji Hartanti
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i1.29

Abstract:
Dalam berbagai usaha bisnis baik yang menghasilkan barang maupun jasa, peran pemasaran sangatlah penting karena merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan bisnis. Novel Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990, merupakan produk best seller di Indonesia yang dihasilkan dari strategi komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran berperan penting dalam proses pembentukan persepsi konsumen dan membentuk perubahan perilaku konsumen sehingga terjadi tindakan pembelian terhadap sebuah produk yang dipasarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh penerbit Mizan terhadap novel Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data yaitu dengan teknik wawancara, observasi, dan mengumpulkan data kepustakaan. Kemudian dijabarkan secara deskriptif dan dianalisis menggunakan teori strategi komunikasi pemasaran menurut Smith & Zook (2011) yang meliputi analisis situasi, tujuan, strategi, taktik, pelaksanaan, dan kontrol. Hasil penelitian ini adalah; strategi komunikasi pemasaran terhadap sebuah produk harus disusun dengan baik dan teliti, agar tujuan dan rencana atau strategi komunikasi pemasaran yang ingin dicapai dapat berhasil.
Evi Novianti, Rafael Miku Beding, Shandra Rama Panji Wulung
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i1.26

Abstract:
Indonesia adalah bangsa yang multikultur, ragam kebudayaan tersebar hampir diseluruh daratan kepulauan bumi pertiwi ini. Perkembangan zaman, mengharuskan manusia menerima teknologi sebagai salah satu bagian dari proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi media sosial khususnya Facebook di Nusa Tenggara Timur dan implikasinya terhadap grup Facebook Sejarah Timor Jilid II. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang holistik mengenai fenomena yang sedang terjadi saat ini. Perolehan data primer melalui wawancara, sementara data sekunder didapatkan melalui beberapa kajian terdahulu. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan data yang diperoleh. Facebook adalah sebuah media sosial yang terus berkembang setiap tahunnya. Aktivitas diskusi kebudayaan kini tidak hanya dilakukan secara pertemuan langsung. Melainkan bisa melalui fitur Grup yang ada di facebook. Grup Sejarah Timor Jilid II adalah sebuah grup yang beranggotakan 36 ribu akun yang secara aktif menjadikan setiap postingan sebagai salah satu sarana untuk saling berdiskusi mengenai budaya dan sejarah Nusa Tenggara Timur.
Lusyane Margaretha, Afrina Sari, Ahmad Toni
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i1.25

Abstract:
CSR adalah komitmen bisnis untuk berperilaku etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, serta masyarakat lokal dan masyarakat pada umumnya. Salah satu bentuk implementasi kegiatan CSR telah dilaksanakan oleh The Body Shop di Indonesia dengan CSR Program Bring Back Our Bottle yang mengajak pelanggan mengembalikan kemasan kosong ke gerai The Body Shop Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi langkah lanjutan dari The Body Shop di Indonesia untuk mewujudkan perusahaan yang aman lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan public relations dan evaluasi program corporate social responsibility bring back our bottle the body shop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan Model Two-Way Symmetric, konsep Manajemen dan Public Relations. Hasil dari penelitian ini adalah The Body Shop mampu menjalankan program-program CSR-nya dengan baik dan menganggumkan. Adapun kegiatan CSR pada The Body Shop Program Lingkungan The Body Shop Indonesia adalah Bring Back Our Bottle. CSR merupakan tanggung jawab sosial dari perusahaan pada dasarnya memiliki konsep dengan visi yang sama yang untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Timotius Rudyanta
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 2; https://doi.org/10.25008/jpi.v2i1.27

Abstract:
Di Indonesia mulai bermunculan layanan keuangan berbasis digital, salah satunya adalah E-wallet. Go-Pay merupakan dompet virtual untuk menyimpan Go-Jek credit yang bisa digunakan untuk membayar transaksi. Go-Pay telah memperluas jangkauan hingga ke usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya suatu perubahan dalam media pembayaran yang terjadi pada masa lampau dan masa kini. Hal ini karena adanya perubahan jaman, semua ingin lebih mudah seiring dengan majunya teknologi. Peneliti menggunakan teori Phenomology of Perception untuk mengungkapkan fenomena dengan cara melihat keterikatan antara individu tidak bisa dipisahkan karena individu melakukan interaksi. Peneliti menggunakan metode kualitatif karena ingin memahami fenomena scan QR code yang terjadi dengan menggunakan pemikiran Merleau Ponty. Unit analisisnya adalah persiapan pedagang UMKM dalam menghadapi fenomena pembayaran melalui scan QR code Go-Pay. Peneliti melakukan wawancara terhadap lima pemilik dan karyawan warung makan. Peneliti juga melakukan observasi atas hasil wawancara. Kesimpulan penelitian, banyak pedagang UMKM yang belum memahami fenomena Go-Pay ini disbanding dengan yang paham fenomena ini. Hal ini karena kurangnya perhatian dari Go-Pay dalam menjelaskan kegunaan dari scan QR Go-Pay kepada pedagang UMKM. Banyak pedagang UMKM yang mengikuti pedagang lainnya tanpa memahami kegunaan scan QR Go-Pay.
Aguswandi Aguswandi, Hafied Cangara, M Iqbal Sultan
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 183-188; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.19

Abstract:
Media massa televisi diyakini sebagai media yang mampu mengkonstruksi sesuatu melalui pemberitaan dan iklan untuk membangun opini publik. Penelitian ini untuk mengetahui bentuk konstruksi pemberitaan Partai Perindo yang ditayangkan iNews priode Oktober 2017–Maret 2018. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan Partai Perindo di iNews dilihat dari perspektif netralitas dan keberpihakan, kepemilikan dan opini publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis versi Norman Fairclough. Penelitian ini dilakukan di iNews deingan mengumpulkan hasil rekaman pemberitaan Partai Perindo melalui akun official iNews di YouTube dan wawancara dengan informan. Data pendukung diperoleh melalui buku, jurnal, penelitian ilmiah dan internet. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) iNews melakukan konstruksi terhadap Partai Perindo melalui pemberitaan dan iklan dengan cara peningkatan intensitas dan durasi pemberitaan. iNews ikut menyebarkan ideologi Partai Perindo sebagai partai yang peduli dengan kesejahteraan masyarakat kecil. (2) iNews mendukung gerakan-gerakan politik Partai Perindo dalam pemberitaan, itu dilakukan melalui pemilihan kosa kata yang positif dan pemilihan narasumber dari pihak Perindo sendiri. Kepemilikan Hary Tanoesoedibjo di iNews membuatnya mudah membangun opini publik untuk kepentingan partai politiknya.
, Gracia Rachmi Adiarsi
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 62-75; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.8

Abstract:
Employee engagement bukan hanya masalah dalam dunia Human Resources (HR) tapi juga merupakan tantangan dalam dunia komunikasi. Terciptanya engagement berkaitan erat dengan perilaku dan komunikasi sehari-sehari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal dan motivasi internal terhadap employee engagement di Persuahaan JJI, Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teori Komunikasi internal, motivasi dan employee engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal dan motivasi internal berpengaruh signifikan terhadap employee engagement di Perusahaan JJI di kantor pusat Jakarta. Komunikasi internal dan motivasi internal secara bersama berpengaruh signifikan terhadap employee engagement di Perusahaan JJI.
Dessyca Elizabeth
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.18

Abstract:
Vessels merupakan jasa modifikasi dalam pembuatan kafe kontainer serta dapat menyediakan training terhadap sumber daya manusia. Perusahaan Vessels masih tergolong perusahaan baru yang berdiri sejak 2018, dikarenakan perusahaan Vessels masih tergolong baru, maka Vessels belum memiliki identitas perusahaan seperti logo. Perancangan identitas perusahaan juga meliputi dalam pengaplikasian logo terhadap media visual yang dibutuhkan seperti stationary set, business documents, uniform, vehicle dan company profile. Perancangan identitas perusahaan dibuat melalui langkah-langkah dari Alina Wheeler.
Aisha Andari Rahmiputri
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.17

Abstract:
Membaca merupakan seuatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia. Dapat dikatakan membaca merupakan salah satu kegiatan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari seseorang. Konsep utama dari membaca adalah memahami makna yang terkandung dalam sebuah teks. Oleh karena itu pemahaman seseorang terhadap pentingnya pemahaman membaca (reading comprehension) merupakan hal yang penting untuk dipelajari. Hal ini dibutuhkan sebab pemahaman membaca dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia dan menjadikan seseorang lebih kritis dalam menanggapi sebuah berita. Makalah ini akan membahas beberapa konsep utama dalam membaca diantaranya pentingnya mengetahui interpretasi dalam membaca, tujuan dalam membaca, bagaimana menjadi pembaca yang terampil, hingga pembahasan mengenai clickbait dan peranan teknologi dalam mempengaruhi minat baca masyarakat Indonesia.
Vashty Ghassany Shabrina
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.16

Abstract:
Seiring berjalannya waktu, revolusi industri terus mengalami perkembangan. Kini, perindustrian dan manufaktur dunia telah menghadapi revolusi berikutnya yakni revolusi industri keempat atau revolusi digital. Era ini diwarnai oleh munculnya berbagai dan perubahan yang terjadi dalam teknologi yang mengakibatkan dampak terhadap berbagai bidang, salah satunya adalah aspek pemasaran. Pemasaran saat ini sudah beralih dari konsep pemasaran tradisional menjadi pemasaran digital, dimana perdagangan atau trading sudah mencapai hitungan detik karena segala transaksinya dilakukan secara online dengan bantuan internet. Revolusi digital turut mengubah perilaku konsumen terhadap pemasaran. Perubahan perilaku konsumen tersebut terlihat dari cara mereka mencari, membayar, menggunakan hingga membuang barang-barang yang dibeli setelah dikonsumsi. Kebiasaan konsumen dalam mengkonsumsi media juga berubah drastis, dan hal ini yang mendorong para pemasar untuk membuat strategi-stragi dan berinovasi guna menemukan saluran alternatif yang lebih efektif untuk menarik konsumen.
Selvi Siregar, Carly Stiana Sumampouw
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 91-104; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.13

Abstract:
In an increasingly online world, the ability to use Computer-Mediated Communication (CMC) and communicate effectively with people from other cultures are key to success. The purpose of this study is to examine how young generation with different cultural background are doing the communication process (specifically in creating messages, choosing the communication device and choosing the time mode) using CMC medium, and how they are dealing with the possible barriers that could hinder the collaboration effectiveness. We refer the cultural differences on cultural dimensions by Hofstede. This research uses qualitative with a case-study method and analyzed multiple sources of evidence such as recorded correspondence, logbook, focus group discussions, direct observation and experts’ interview for data collection. Participants are 30 Journalism students from Pelita Harapan University (UPH) Indonesia and Queensland University of Technology (QUT) Australia who join a collaboration project from October – November 2018. This study shows that Individualism, Masculinity and Power Distance cultural dimensions really affect how they communicate to each other. The students use mostly asynchronous communication such as chat text, email and google doc for their communication tools because the available technologies especially internet connections did not yet support this group collaboration using CMC optimally. This project cannot be finalized without CMC however some barriers needed to be overcome to increase the effectiveness of future collaboration.
Olivia Christine Pangaribuan, Irwansyah Irwansyah
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 134-145; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.11

Abstract:
Dunia kini tengah menghadapi revolusi industri 4.0, sebuah era terobosan teknologi baru, yang mencakup bidang luas seperti kecerdasan buatan, robotika, internet of Things (IoT), kendaraan otonom, pencetakan 3D, nanoteknologi, bioteknologi, ilmu material, penyimpanan energi dan komputasi kuantum. Persaingan ekonomi dalam revolusi industri 4.0 berbeda dari periode sebelumnya. Agar tetap dapat bertahan menghadapi revolusi industri 4.0, baik perusahaan maupun negara harus berada di perbatasan inovasi dalam segala bentuknya, yang berarti strategi yang terfokus pada pengurangan biaya akan kurang efektif dibandingkan dengan yang menawarkan produk dan layanan dengan cara yang lebih inovatif. Revolusi industri juga kini sudah merambah ke industri media cetak. Media cetak, kini perlahan-lahan mulai beranjak menuju digital dan memanfaatkan internet of things (IoT).
Priatna Priatna
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 115-132; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.15

Abstract:
Publishing industry is a business that relies on the advertising and circulation. As part of it, the print magazine industry’s total revenue mainly is received from its subscription and retail. As the rapid development of online media nowadays, the print magazine company is hit hard. Its revenue were decreased, especially from both revenue sources. On the side of online media, the total revenue is growing significantly. Although the percentage growth is only about 10% at the moment, the figure continues to grow. Although the trend in recent years continues to decline, the print magazine company still depend on its business to generate greater revenue. In the same time, they develops its digital media business. Several theoretical studies and previous research revealed how to maintain the print magazine business. One of it says that publishers should enlarger the number of customers compared to retail buyers, because the growing number of subscribers could give the assurance for its revenue. In the long run, it could bring more power to the company to survive. For this reason, this study aims to determine the factors that affect the magazine readers to subscribe. The method used quantitative approach by relying on the survey through questionnaires. The data processing tools were using Excel, SPSS 16 and Structural Equation Model (SEM). The result of this study is, service quality of the magazine publisher become the most dominant factor that attract people to subscribe. Then it followed by customer service quality, physical magazine quality, corporate reputation and brand, price, objectivity and promotion.
Johan Wirasahidan
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 82-90; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.12

Abstract:
Komunitas merek merupakan kajian yang menarik untuk di teliti. Pada dasarnya, komunitas berdiri atas kesamaan merek tertentu lalu mereka berkumpul membentuk suatu kelompok bagi para penggunanya sebagai wadah berbagi cerita dan memberi solusi mengenai produk yang mereka pakai. Setiap aktivitas mereka berbagi cerita tentang merek yang mereka pakai akan membentuk interaksi dan pola komunikasi antar sesama anggota kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pola komunikasi komunitas Mifans Depok dalam menjaga keutuhan kelompok. Metode yang dipakai menggunakan pendekatan studi kasus dan menggunakan paradigm konstruktivisme. Teori yang dipakai adalah teori groupthink dari pemikiran Irvin L. Janis. Hasil yang didapat yaitu terdapat pola jaringan komunikasi bintang atau semua saluran yang dilakukan kelompok dalam proses komunikasi. Sehingga anggota kelompok merasa nyaman dan memiliki hubungan yang bersifat interpersonal. Simpulan yang didapat yaitu pola komunikasi semua saluran memberikan manfaat bagi keutuhan kelompok. Dengan pola komunikasi yang dapat dilakukan oleh anggota dengan anggota lainnya menciptakan hubungan sosial yang dekat dan tidak memberikan jarak hubungan bagi anggota lainnya karena anggota dapat mengekspresikan ide dan pendapat tanpa rasa canggung.
Dian Dinata Houston, Deddy Irwandy
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 105-114; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i2.14

Abstract:
Perkembangan teknologi semakin berkembangan dan terus maju. Secara sadar maupun tidak sadar, perkembangan teknologi telah mengubah perilaku masyarakat. Dengan adanya internet, masyarakat bisa mencari tahu destinasi wisata apa yang cocok untuknya tanpa harus mengunjunginya terlebih dahulu. Industri pariwisata semakin berkembang dan menjadi idola di Indonesia. Jakarta memiliki banyak tempat wisata salah satunya adalah SnowBay Waterpark. SnowBay Waterpark Jakarta merupakan tempat wisata air yang letaknya didalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII merupakan tempat wisata yang bisa disebut sebagai one stop attraction. Dengan adanya internet, masyarakat bebas menentukan kemana destinasi wisata yang cocok untuk dirinya termasuk pengeluaran yang akan dikeluarkan untuk menuju tempat wisata tersebut. Berbagai tempat wisata melakukan kegiatan promosi yang beragam seperti promosi online maupun promosi offline. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Marketing Communication dari SnowBay Waterpark Jakarta dalam menjaga kepuasan pengunjung. Penelitian ini menggunakan teori Bauran Pemasaran Jasa (Product, Price, Place, Promotion, Physical Evidence, People, and Process) yang dapat dilihat dari dua sudut yaitu sudut perusahaan atau organisasi dan sudut customer. Dengan dua sudut pandang yang berbeda ini, Organisasi atau perusahaan dinilai lebih mudah untuk memahami kepuasan pelanggan berdasarkan sudut pandang customer. Penelitian ini juga menggunakan teori pendukung yaitu teori Bauran Komunikasi Pemasaran dan Kepuasan Pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan model analisis data menggunakan model Miles and Huberman dan menggunakan teknik kepercayaan menggunakan model Triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah Strategi Marketing Communication yang dilakukan lebih diarahkan pada elemen Interactive Marketing berupa digital marketing melalui digital platform (Tokopedia, Traveloka, Shopee,dll) dan social media (Instagram dan Youtube).
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 48-52; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.6

Abstract:
IAIN Purwokerto merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Islam Negeri di Purwokerto dan banyak diminati calon mahasiswa. Perguruan Tinggi ini, memiliki beberapa program studi yang menjadi unggulan. Salah satunya adalah program studi Pendidikan Agama Islam. Kajian ini berusaha mengungkapkan motif mahasiswa memilih program studi Pendidikan Agama Islam di IAIN Purwokerto. Metode kajiannya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Tmuan penelitian, adalah motif mahasiswa memilih program studi Pendidikan Agama Islam berbeda-beda, namun secara garis besar terbagi dua yaitu: pertama, motif yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar; seperti ingin menjadi guru Pendidikan Agama Islam, ingin belajar mengaji dan kedua motif lain; seperti faktor orang tua, ikut-ikutan teman, sebagai pelampiasan.
Wuryanti Puspitasari,
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 76-81; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.9

Abstract:
Beberapa waktu yang lalu publik dikejutkan oleh berita mengenai kasus prostitusi online yang melibatkan artis. Pemberitaan mengenai kasus tersebut memenuhi ruang-ruang publik, mulai dari media sosial hingga media-media arus utama turut memberitakannya. Namun, dari berbagai pembingkaian, sebagian besar pemberitaan terfokus pada sosok sang artis, mulai dari foto hingga aktivitas selama ini, gaya hidup dan lain sebagainy. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif bertujuan mendapatkan penjelasan mengenai sudut pandang media massa dalam mengangkat dan memberitakan kasus prostitusi online. Validitas data diukur dengan teknik triangulasi dengan teknik pengambilan data wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media massa kurang sensitif gender dalam pemberitaan kasus prostitusi online karena cenderung menjadikan perempuan sebagai objek. Selain itu, pemberitaan bias gender terkait erat dengan budaya patriarki yang hidup di masyarakat yang terbentuk dari realitas konstruksi sosial.
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 53-61; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.7

Abstract:
Feminisme dimaknai sebagai suatu gerakan atau aksi perlawanan atas dominasi pria dalam kehidupan yang kini dimanifestasikan melalui media massa dan media sosial. Pada hakikatnya, media sosial adalah salah satu jenis media massa. Perbedaan keduanya terletak pada kelembagaan dan pertanggungjawaban atas informasi yang diberikan. Meskipun demikian, keduanya sama-sama menjadi perantara bagi sesama pengguna media. Sama-sama bisa memberikan pengaruh terhadap masyarakat, secara kognitif, afektif dan konatif. Feminisme di dunia virtual hadir dalam kedua bentuk tersebut. Konten yang dimuat di antaranya tentang kekerasan terhadap perempuan; fisik dan nonfisik, penindasan dan pembedaan perlakuan di lingkungan kerja, serta pembedaan peluang untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang setara. Pemuatan konten tersebut memiliki satu tujuan yaitu menyetarakan hak antara laki-laki dan perempuan. Namun jika dicermati, hak yang diperjuangkan oleh feminis tidak melulu perempuan, tetapi juga hak gender; feminin dan maskulin dan hak sebagai manusia atau HAM (Hak Asasi Manusia). Berangkat dari tuntutan atas HAM inilah, muncul gagasan tentang kebebasan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pemberitaan media massa (media sosial) terkait feminisme, dengan menggunakan studi kepustakaan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah, dalam penyajian konten seputar feminisme; kesetaraan dan kebebasan perempuan, ada perluasan makna yang mengarah pada kebebasan seksualitas, mengarah pada LGBT dan berubahnya norma sosial tentang seksualitas itu sendiri.
Dessy Trisilowaty
Jurnal Pewarta Indonesia, Volume 1, pp 34-42; https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.4

Abstract:
Media memiliki kekuatan dalam mempersatukan informasi lalu lalang tiada henti. Kejeliannya memuat setiap tema dapat membuat informasi yang terkait menjadi booming dan terus menerus mendapat perhatian masyarakat. Kehadiran media non mainstream ikut meramaikan beredarnya informasi sekaligus mengangkat nama sebuah destinasi wisata. Menjadi sebuah kekuatan tersendiri saat bahasan tentang tempat wisata baru terutama di pulau Madura yang selama ini terkenal dengan pulau garam. Keindahannya patut dikunjungi sebagai alternatif wisata baik keindahan alam, wisata kuliner dan budayanya.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top