Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Golden Age: 76

(searched for: journal_id:(4261593))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Lesi Sri Lestari, Mira Mayasarokh
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 351-361; doi:10.29408/jga.v4i02.2620

Abstract:
Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Sementara itu dari sisi internal salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru adalah regulasi diri guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala RA terhadap kinerja guru di PC Cilimus Kab. Kuningan; (2) seberapa besar pengaruh regulasi diri guru terhadap kinerja guru RA di PC Cilimus Kab. Kuningan; dan (3) seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala RA dan regulasi diri guru terhadap kinerja guru di PC Cilimus Kab. Kuningan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah guru Raudhatul Athfal di PC Cilimus Kabupaten Kuningan yang berjumlah 61 guru dari 23 lembaga. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala likert yang memiliki 4 alternatif jawaban. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis uji parsial (Uji t) dan uji simultan (Uji F) menggunakan software SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kepemimpinan kepala RA berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja guru sebesar 1,202; kemudian (2) Regulasi diri guru berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja guru sebesar 0,469; dan (3) Kepemimpinan kepala RA dan regulasi diri guru secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebesar 90,7%, sedangkan 9,3% lainnya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Hariadi Hariadi, Suryansah Suryansah, Muhammad Sururuddin, Yul Alfian Hadi
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 387-393; doi:10.29408/jga.v4i02.2671

Abstract:
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak hubungan Game Anak Usia Dini terhadap latihan motorik halus melalui akuatik introduction to cooperative Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kuantitatif. adalah metode tesperbuatan. Populasi penelitian ini adalah siswa R.A. Al-Irsyad Nw Kuang Derek Rumbuk yang memiliki siswa sebanyak 10 siswa pada kelas B sekaligus sampel, Teknik pengumpulan data menggunakan tes perbuatan dengan pre-test sebelum diberikan perlakuan,dan post-test setelah diberikan perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji-t sebagai uji hipotesis penelitian. Hasil pada saat lemparan pertama kelompok A hanya mampu memmasukkan bola plastic ke dalam keranjang sebanyak 5 % dan kelompok B sebanyak 4. 5%. Kemudian pada lemparan ke dua kelompok A sebanyak 7 % dan Kelompok B sebanyak 10 %. Pada kesempatan kedua kelompok A disuruh untuk mengangkat dan menyebut huruf yang dipegang, semua peserta mengenal huruf dan bisa menyebut huruf yang dipegang hal yang sama juga dilakukan pada kelompok B. Namun pada kelompok B hanya satu peserta yang belum bisa menyebut huruf namun sudah mengenal huruf yang ditunjukkan. Kalau dipersentasekan dari kesempatan pertama kelompok A yang sudah mengenal huruf sebanyak 20% dan kelompok B sebanyak 10% sedangkan yang belum bisa mengenal huruf dari kelompok A sebanyak 30% dan kelompok B sebanyak 40%. Setelah diberikan kesempatan kedua kelompok A yang sudah bisa menyebut dan mengenal angka sebanyak 100% dan pada kelompok B Sebanyak 90%. sehinnga dapat di simpulkan bahwa ada hubungan Latihan Motorik Halus Melalui Akuatik Introduction To Cooperative dan Game Anak Usia Dini.
Chitra Charisma Islami, Mira Mayasarokh
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 379-386; doi:10.29408/jga.v4i02.2630

Abstract:
Layanan bimbingan konseling perlu di terapkan di semua jenjang pendidikan dikarenakan proses pengalaman belajar dan pembelajaran di tingkat pendidikan usia dini dan sekolah dasar akan berpengaruh terhadap perilaku di masa depannya di tingkat sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas maupun tingkat perguruan tinggi. Untuk itu berdasarkan hasil dari pra-penelitian yang diperoleh dan didukung oleh pendapat para ahli perlu adanya model layanan BK AUD dengan teknik biblioterapi untuk meningkatkan perilaku empati. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) yang didasarkan pada prinsip-prinsip dan langkah-langkah dari Borg & Gall. Dari penelitian ini dihasilkan: (a) 1) Tingkat perilaku empati siswa di Kober Rabbani secara global sebelum diberi perlakuan berada pada kategori sedang, setelah diberikan perlakuan berada pada kategori tinggi. (b) Dihasilkan model layanan BK AUD dengan teknik biblioterapi untuk meningkatkan perilaku empati aud yang terdiri dari 7 komponen yaitu 1) Rasional, 2) Visi dan misi, 3) Tujuan, 4) Isi Layanan BK siswa PAUD dengan teknik biblioterapi, 5) Dukungan Sistem, 6) Prosedur Layanan BK siswa PAUD dengan teknik biblioterapi, 7) Evaluasi dan Tindak Lanjut. (c) Model Layanan BK AUD dengan teknik biblioterapi efektif dalam meningkatkan perilaku empati siswa Kober Rabbani.
Yani Yani, Mohammad Salehudin, Sri Yatun, Denok Lailatin Komariah, Nur Eka Rizky Aminda, Pratiwi Hidayati, Nur Latifah, Aisyah Aisyah
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 394-406; doi:10.29408/jga.v4i02.2767

Abstract:
Pembelajaran tatap muka menjadi primadona pembelajaran dengan berbagai bentuk dan hasil belajar yang diharapkan, namun di masa new normal sebagai kelanjutan pandemi covid-19 pembelajaran online menjadi kebijakan pemerintah tidak terkecuali di lavel PAUD, tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi guru dalam implementasi holistik integratif pendidikan anak usia dini pada kondisi new normal. Pendekatan penelitian kuantitatif survey pada 49 responden guru PAUD di Kabupaten Penajam Paser Utara, dibagikan dalam google form dengan 12 item pertanyaan penelitian yang dianalisis dengan desktiptif kuantitatif. Hasil penelitian bahwa persepsi guru dalam implementasi Holistik Integratif (HI) dengan hasil sangat baik, artinya implementasi HI dalam pandangan guru PAUD berjalan dengan sangat baik meliputi dua komponen HI, pertama implementasi HI dengan prinsip pembelajaran PAUD kedua implementasi kecerdasan anak. Saran untuk penelitian selanjutnya dikembangakan pada studi berbagai variabel yang meliputi layanan, lembaga PAUD, kebijakan pemerintah, aspek penilaian dan aspek perkembangan pengetahuan AUD.
Dinda Rizki Tiara, Eriqa Pratiwi
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 362-368; doi:10.29408/jga.v4i02.2624

Abstract:
Pembelajaran daring yang tiba – tiba harus dilakukan di lembaga pendidikan anak usia dini karena kondisi pandemi, menyebabkan guru harus siap beradaptasi dan melakukan pembelajaran daring. Kesiapan guru harus diukur dan menjadi dasar pengembangan pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dengan metode literature review ini bertujuan untuk mengetahui urgensi dari mengukur kesiapan guru dalam pembelajaran daring serta mencari skala untuk mengukurnya. Hasil literature review yang dilakukan menunjukan penting untuk mengetahui kesiapan guru dalam pembelajaran daring karena akan mempengaruhi kesiapan lembaga PAUD dan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran daring. Terdapat berbagai jenis instrument yang dapat diadaptasi untuk mengukur kesiapan guru dalam pembelajaran daring yangd dapat disesuaikan dengan keadaan dari lenbaga PAUD masing – masing.
Badri Munawar, Ade Farid Hasyim, Minhatul Ma'arif
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 310-321; doi:10.29408/jga.v4i02.2473

Abstract:
This study aims to see the increase in the use of digital teaching materials assisted by Animaker applications for PAUD teachers in Pandeglang Regency. The use of animation in learning process is to enrich the creativity of teachers in the technological era. The problem that occurs in the education process in PAUD is the lack of access to operate digital-based teaching materials, even though facilities are available such as laptops or projectors. The learning process carried out in early childhood education seems boring. For this reason, learning using animated videos is expected to easily enrich teaching materials for teachers. Researchers used the ADDIE model (Analysis, Design, Develop, Implementation, and Evaluation). The research subjects were 30 PAUD teachers in Pandeglang Regency. The results of the research conducted at the evaluation stage showed as much as 85.2% which can be categorized as very high. Digital teaching materials use the help of an effective Animaker application for PAUD teachers.
Sri Wahyuni, Reswita Reswita, Mar'Atul Afidah
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 297-309; doi:10.29408/jga.v4i02.2441

Abstract:
Pembelajaran Science, Technology, engineering, Art and Mathematic (STEAM) memiliki efek positif pada pembelajaran anak. Metode STEAM dalam pembelajaran mampu melatih peserta didik baik secara kognitif, keterampilan, maupun afektif. Tujuan yang akan dicapai melalui penelitian ini adalah tersusunnya sebuah model pembelajaran bermuatan STEAM yang dapat diterapkan di satuan PAUD. Metodologi penelitian yang digunakan adalah desain penelitian pengembangan atau research and development dengan responden pengelola dan guru PAUD di Kecamatan Rumbai Pesisir. Berdasarkan keseluruhan hasil kuesioner disimpulkan bahwa indikator yang menjadi tolok ukur keterbacaan kurikulum bermuatan STEAM. Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru setelah dilakukan ujicoba operasional model pengembangan kurikulum PAUD berbasis STEAM pada subjek penelitian yang telah dilakukan.
Made Vina Arie Paramitha, Vivi Supiati
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 343-350; doi:10.29408/jga.v4i02.2615

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan permainan sirkuit dalam menstimulus kemampuan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Teknik dan instrument pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, lembar observasi dan lembar validasi atau angket. Teknik analisis data uji efektivitas yang digunakan adalah dengan analisis statistik nonparametrik Uji Wilcoxon atau uji tanda. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 14 anak. Adapun hasil dari analisis data menunjukkan J- adalah 2 dan nilai J tabel untuk N=13 adalah 17, sehingga dapat dilihat bahwa J- < dari J tabel (2 < 17), sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan sirkuit efektif dalam menstimulus kemampuan motorik halus anak usia dini.
Sry Anita Rachman
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 322-331; doi:10.29408/jga.v4i02.2520

Abstract:
Nowadays, Education in family becomes an attention in COVID-19 pandemic. Parent’s role is being tested in covid-19 pandemic that surge this country, still giving the early age right for education. Strengthening parent’s role is needed to give understanding to early age about pandemic that being epidemics today, importance to stay at home in order to be save and not to be contracted and contract the virus. Besides need in education, there is another thing that parent must be pay attention that is health factor, need for child’s food and drink, psychological serenity, child’s comfortable when study and play at home. Through descriptive study approach with ten parent who have child age 4-6 years old as respondents through questionnaire and interview by applying protocol in new normal, got the results: 1. there were two of ten parent who can adapt with the role as educator for their children an able to make comfort when giving lesson to child at home. 2. two of ten parent are able to make good communication among father, mother and teacher at school while learning from home. 3. The ten parent are agree with online long distance learning for the sake of break of chain transmitting of covid-19.
Syahria Anggita Sakti, Universitas Pgri Yogyakarta
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 238-249; doi:10.29408/jga.v4i02.2019

Abstract:
This study aims to analyze the extent of the implementation of inclusive education in early childhood education institutions in Indonesia. Inclusive education at an early age begins by accommodating the needs of children, identifying the special needs of children, and mapping the development potential and barriers of children now and in the future. Inclusive education provides opportunities for children with special needs to get an equal education. The practice of the inclusive education system implemented at the level of early childhood education still leaves problems, the implementation of inclusive education which is apparently still not inclusive. The issue of educators, supporting facilities, and inclusive education curricula in early childhood education institutions is also not yet capable Inclusive education in Indonesia must involve parents, teachers and the environment, the implementation of inclusive education in Indonesia leads to the goal of inclusive learning that provides the broadest opportunities- breadth to all children including children with special needs to get proper education in accordance with their needs.
Yasa Griya Sejati, Indah Wati, Nur Fajriyah
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 282-289; doi:10.29408/jga.v4i02.2396

Abstract:
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk melihat seberapa jauh pemahaman orangtua dan anak tentang pandemi Covid-19 yang terjadi. Seberapa mampu peran orangtua dalam memberikan pemahaman dan pengertian pada anak tentang pandemi Covid-19 yang membuat mereka harus menjalani aktivitas di rumah. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan juga mampu menambah pengetahuan para orang tua untuk bisa lebih baik dalam menyikapi tentang permasalahan yang dialami oleh anak usia dini dalam menghadapi pandemi. Orangtua juga diharuskan memiliki rasa empati dan lebih memperhatikan emosional anak, karena peran orangtua juga sangat berpengaruh terhadap kualitas emosi dan mental anak. Penelitian ini menggunakan metode wawancara yang diberikan kepada peserta Webinar "Bincang Asyik" yang mengangkat tema tentang Menjaga Stabilitas Mental Anak Bagi Orangtua Selama Masa Pandemi Covid-19, yang dilaksanakan oleh Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Universitas Muhammadiyah Gresik dengan pembicara Yasa Griya Sejati, M.pd selaku dosen di prodi tersebut. Dalam proses penelitian ini dilakukan terhadap 30 orang peserta dengan diberikan 20 pertanyaan yang harus mereka isi di kuisioner yang telah di sediakan. Hasil dari penelitian tersebut mengungkap beberapa hal berikut : 1. Anak merasa aktivitasnya dibatasi karena harus terus berada di rumah selama pandemi. 2. Beberapa anak mengeluh ingin pergi ke sekolah dan kembali belajar dengan teman-teman sebayanya. 3. Orangtua merasa sedikit kesulitan karena harus menyediakan kegiatan yang kreatif dan menyenangkan untuk membuat anak tetap bisa belajar di rumah dengan baik.
Narendradewi Kusumastuti
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 333-342; doi:10.29408/jga.v4i02.2525

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi pilar-pilar karakter di TK ABA 2 Bojonegoro, meliputi: (1) perencanaan pembelajaran; (2) pelaksanaan pembelajaran; (3) evaluasi; (4) faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jenis studi kasus. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan anak. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu (1) Perencanaan pembelajaran implementasi nilai-nilai karakter yaitu guru menyiapkan program semester, RPPM, dan RPPH, buku pilar karakter, media yang digunakan; (2) Pelaksanaan pembelajaran dalam mengimplementasikan 18 nilai-nilai karakter terintegrasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, (a) nilai-nilai karakter yang diimplementasikan adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab; (b) Metode pembelajaran implementasi pilar-pilar karakter yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode bercerita, metode karyawisata, dan metode bermain; (3) Evaluasi pembelajaran dalam implementasi 18 nilai karakter yaitu observasi, percakapan, unjuk kerja, dan catatan anekdot; (4) Faktor pendukung yaitu anak sangat antusias saat kegiatan pembelajaran karakter, media yang digunakan bervariatif, orangtua sangat mendukung adanya pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah; (5) Faktor penghambat kurangnya waktu dalam pembelajaran nilai-nilai karakter.
Ayunda S.Ifadah
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 290-296; doi:10.29408/jga.v4i02.2419

Abstract:
Pada masa usia dini adalah masa kritis dalam perkembangan seorang anak. Segala aspek kehidupan anak berkembang dengan pesat termasuk dalam bidang literasi. Pemberian rangsangan pendidikan dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak untuk kesiapan dalam memasuki kehidupannya dimasa mendatang, penanaman budaya literasi yang dipupuk sejak dini akan memberikan dampak yang positif pada anak salah satu bentuk dari literasi yaitu baca-tulis . Dengan adanya Gerakan Literasi Nasional yang dibuat oleh pemerintah merupakan gambaran nyata betapa pentingnya literasi dalam kehidupan. Sebagai calon pendidik sudah seharusnya memiliki pemahaman yang luas tentang literasi baca-tulis anak usia dini karena hal tersebut merupakan modal dari salah satu kompetensi yang dimiliki oleh calon pendidik anak usia dini. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner, observasi,dan dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan skala guttman. Hasil penelitian diperoleh bahwa secara umum pemahaman literasi baca tulis anak usia termasuk dalam kategori paham dengan skor nilai 75 dan persentase 93,75%.
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i02.2306

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2420

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Yubaedi Siron, Mutriani Mula Putri Mama, Fillia Tri Utari
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 267-281; doi:10.29408/jga.v4i02.2385

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan perspektif guru tentang konten engineering di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan enam sampel guru yang sudah mempraktikkan konten engineering di PAUD. Pengumpulan data dilakukan dengan purpossive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konten engineering di PAUD adalah proses belajar dan bermain yang anak-anak dapat mengembangkan kemampuan mereka untuk memecahkan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berkomunikasi dengan baik. Guru menerapkan konten engineering berdasarkan pada tahap perkembangan anak, kemudian menggabungkan semua rencana pelajaran yang sesuai, metode pengajaran, media, dan proses penilaian. Konsep konten engineering terkait dengan keterlibatan orang tua dan dapat mengarahkan guru untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif.
Aldila Rahma
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 250-260; doi:10.29408/jga.v4i02.2124

Abstract:
Children are one of the most disaster-prone community members due to their limited experience, knowledge, and physical. Therefore, children must be introduced as early as possible about disaster knowledge through education at school. Teaching and learning of disaster material can be done through science learning activities. This article aims to describe various methods and science learning activities, which are fun and attractive to convey disaster knowledge comprehend by children. This paper using a qualitative method approach with document study research types. An introduction of disaster knowledge to children in schools is a part of nonstructural mitigation efforts through education
Mulianah Khaironi
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 261-266; doi:10.29408/jga.v4i02.2272

Abstract:
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B melalui penggunaan media bahan alam. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 orang peserta didik yang berusia 5-6 tahun. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui pengamatan menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif secara deskriptif. Hasil penelitian pada siklus 1 pertemuan 1 rata-rata perkembangan kognitif anak mencapai 60%, dan pada pertemuan ke-2 mencapai 66%. Pada siklus 2, yaitu pada pertemuan ke-1 memperoleh persentase rata-rata 80% dan rata-rata 87% pada pertemuan ke-2. Selain mengembangkan kognitif, penggunaan bahan alam dapat meningkatkan interaksi peserta didik dengan alam, sehingga peserta didik dapat mengeksplor alam untuk mengembangkan kognitifnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengembangan kognitif anak kelompok B melalui penggunaan media bahan alam
Dwi Nurhayati Adhani, Fikri Nazarullail
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 369-378; doi:10.29408/jga.v4i02.2625

Abstract:
This research is located at the Early Childhood Education Unit (Roudlotul Athfal) in Bangkalan Regency by examining traditional games that use natural ingredients. Traditional games are games that use traditional tools and are characteristic of certain regions or have become a distinctive feature in Indonesia. Traditional games use simple tools derived from simple materials and natural materials available in the environment. The purpose of this study was to describe traditional games using natural materials in Bangkalan. Researchers used a qualitative research approach with a type of case study. The data collection methods used by researchers were interviews and observations and the stages of data analysis used an interactive model. The results of this study indicate that the tools used to play traditional games are very dependent on the area where they are played, namely when playing traditional games in coastal areas, the tools used come from the sea such as shells, small corals, tamarind seeds that grow near the beach , and if you play traditional games located near rice fields and plantations, the game tools used use leaves and bamboo trees. Traditional games using natural materials can optimize children's development, such as communication skills, creativity, fine and gross motives.
Fitri Ayu Fatmawati
Published: 31 December 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 407-412; doi:10.29408/jga.v4i02.2427

Abstract:
Karakter anak harus dibentuk sejak anak usia dini. Tujuannya dari pembentukan karakter ini agar anak memiliki kepribadian yang baik sehingga ketika anak sudah menginjak dewasa maka ia akan menjadi anak yang shaleh maupun shalehah sehingga akan bisa memberikan manfaat yang untuk sesama. Tanpa proses pemberian pengasuhan dan pendidikan yang benar, mustahil untuk mencetak anak yang berkarakter. Dengan pembentukan karakter anak sejak dini diharapkan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan penyimpangan perilaku pada anak, terlebih di era modern ini media-media yang dapat menimbulkan permasalahan penyimpangan pada anak semakin banyak. Rumusan masalah ini adalah pendidikan karakter yang di implementasikan kepada anak usia dini khususnya bagi orangtua yang bekerja. Penelitian ini bertujuan yaitu Untuk mengetahui pendidikan karakter anak yang orangtuanya bekerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research) dan dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi pendidikan karakkter anak yang orangtuanya bekerja dapat terlaksana dengan baik, dengan penanaman akhlakul karimah, seperti horm
Yunita - Sari, Siti Khosiah, Kristiana Maryani
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 20-29; doi:10.29408/jga.v4i01.1874

Abstract:
The performance of teachers is one of the success factors of the school. Advance and retreat of school are determined by the performance of individual teachers in the school. In improving the teacher’s performance, it takes the role of the principal is using his leadership style. Principal’s who use the democratic leadership style is open so that it can improve the performance of teachers and the achievement of objectives together. The principal’s democratic leadership style is thought to influence the teacher’s performance. This study aims to determine the effect of the influence of the principal’s democratic leadership style on the teacher’s performance of PAUD in Anyar, Serang-Banten. This research uses the Ex Post Facto method. Data collection techniques for variables the principal's democratic leadership style and teacher performance of PAUD using a questionnaire (questionnaire), which is given to 17 teacher respondents in Anyar, Serang-Banten Data analysis technique using product moment Pearson correlation analysis, Based on the results of research shows the correlation coefficient between variables the principal democratic leadership style on teacher performance of 0.627 means there is an influence between the influence principal's democratic leadership on the teachers performance of PAUD Anyar, Serang-Banten.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2245

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2182

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2109

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2175

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2049

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Aas Hasnah
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 69-79; doi:10.29408/jga.v4i01.2073

Abstract:
Pemahaman number sense penting diberikan kepada anak sejak dini, agar anak memiliki pengetahuan dasar dalam konsep bilangan yang berguna bagi kehidupannya. Beberapa penelitian anak-anak usia tujuh hingga sembilan tahun memperlihatkan, mereka merasa takut atau khawatir dengan matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan number sense pada anak usia 5-6 tahun di Kober Harapan Bunda melalui penerapan media corong berhiitung. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) atau PTK, sebanyak dua siklus di Kober Harapan Bunda Kabupaten Sumedang. Subjek penelitian, anak kelompok usia 5-6 tahun yang berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi dan tes unjuk kerja. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan persentase dan indek gain. Hasil penelitian melalui penerapan media corong berhitung selain dapat meningkatkan kemampuan anak dalam memahami number sense dapat meningkatkan minat belajar anak. number sense anak dari 3,9%, siklus I mencapai 37,7%, dan siklus II meningkat menjadi 96,1%.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2018

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Erik Erik, Badroeni Badroeni, Nika Cahyati
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 160-166; doi:10.29408/jga.v4i01.2219

Abstract:
Home Literacy adalah kegiatan belajar anak dalam pengembangan bahasa anak usia dini sebelum masuk lembaga PAUD yang membantu anak dalam kemampuan awal membaca anak, akan tetapi masih sedikit orang tua yang memahami akan pentingnya home literacy pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kegiatan home literacy terhadap kemampuan membaca awal anak. Penelitian menggunakan pendekatan kulitatif dengan pendekatan Fenomenalogi. Penelitian ini dengan membagi cluster orangtua dilihat dari tingkat pendidikan orangtua anak usia dini. Hasil dari penelitian ini orangtua yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi mempunyai kesadaran yang tinggi dalam melakukan home literacy kepada anak yang berdampak pada kemampuan anak dalam pengembangan bahasa yang lebih baik. Orangtua yang berlatar belakang pendidikan rendah, kurang kesadaran dalam melakukan home literacy dan tidak memahami dalam strategi pengajaran home literacy menjadikan anak tidak lebih baik dalam kemampuan membaca awal. Hal ini berdampak pada kesiapan anak sekolah pada jenjang pendidikan anak usia dini.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2181

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2244

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2187

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2167

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Nugroho Prasetya Adi, Vava Imam Agus Faisal
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4, pp 59-68; doi:10.29408/jga.v4i01.2070

Abstract:
The entry of foreign cultures through various things caused the fading of the knowledge of Indonesia’s young generation toward their own culture. The introduction of culture from an early age should be encouraged to overcome these problems. One of them through education, where students are introduced to their culture’s through the learning process. The introduction of the culture through education can be given by science material, where science is subject which is very closely related to the surrounding environment. Science learning is rarely associated with the value of local wisdom, even though science is very closely with environment and culture. The purpose of this study is produce PSLM based on wonosobo local wisdom and examine properness of PSLM based on Wonosobo Local Wisdom material. The research method is R&D, where the product produced is PSLM for early childhood. The result showed that PSLM has been produced that is materially feasible with a very good category based on expert judgment.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2233

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2203

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2224

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.2141

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Published: 30 June 2020
Jurnal Golden Age, Volume 4; doi:10.29408/jga.v4i01.1809

Published: 31 December 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 64-72; doi:10.29408/goldenage.v3i02.1557

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dapat digunakan oleh orangtua di rumah, untuk menstimulasi perkembangan literasi anak usia dini. Data pada penelitian ini diperoleh dari kuesioner dan Forum Group Discussion (FGD). Kuesioner diisi oleh 80 orangtua (ibu atau bapak) yang memiliki anak dengan rentang usia 5-6 tahun, dan tinggal di wilayah Yogyakarta. Selanjutnya 30 dari 80 orang tua tersebut, mengikuti FGD. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa anak lebih sering berinteraksi dengan huruf dan kata melalui perangkat multimedia. Selain itu anak lebih mudah untuk menyerap informasi dengan mengoptimalkan seluruh inderanya. Masalah yang dihadapi orangtua adalah kurangnya keterampilan dalam membimbing anak melakukan aktivitas literasi dirumah dengan mengoptimalkan indera yang dimiliki anak. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan suatu model pembelajaran yang dapat dilakukan orangtua dirumah dengan mengoptimalkan seluruh indera anak, agar kemampuan literasi anak meningkat.
La Hewi
Published: 31 December 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 73-83; doi:10.29408/goldenage.v3i02.1644

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengasuhan anak usia dini di suku laut yaitu desa Mola Selatan Kabupaten Wakatobi. Untuk mendapatkan data yang komprehensif peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan interactive model dari Miles dan Huberman dengan langkah-langkah analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik credibility (derajat kepercayaan) yakni, triangulasi member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pengasuhan anak usia dini di suku laut desa Mola Selatan ambivalen antara di rumah dan di sekolah yaitu selama anak di sekolah diberikan perhatian dan kontrol yang sangat ketat sementara di rumah tidak diberikan perhatian dan kontrol. pertama, pengasuhan anak usia dini di desa Mola Selatan Kabupaten Wakatobi dominan menggunakan pola asuh yang memanjakan anak.Kata Kunci:
Dewi Mayangsari,
Published: 31 December 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 126-135; doi:10.29408/goldenage.v3i02.1720

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas media pembelajaran podcast ececast berbasis teknologi informasi audio. Peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian yaitu mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura yang berjumlah 84 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas media pembelajaran podcast yang didapatkan dari angket minat belajar dan hasil pre-post nilai mata kuliah diantaranya bahwa minat masuk kategori cukup yaitu dari 45,04 menjadi 44,80, sedangkan nilai mata kuliah mengalami peningkatan dari 59,4 dengan kategori sedang menjadi 68,60 termasuk kategori baik. Media podcast dianggap efektif untuk meningkatkan hasil belajar.
Published: 31 December 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 136-142; doi:10.29408/goldenage.v3i02.1753

Abstract:
Through a behavioral approach the child will interact with peers, interaction with peers is needed by children so that all activities in school can run as desired. Prosocial in children must be fostered early on. The research conducted was Classroom Action Research, data analysis using quantitative data analysis techniques with research subjects children aged 5-6 years at TK Aisyiyah III Pekanbaru City. the results of this study can be concluded that the prosocial behavior of B3 TK Aisyiyah III group can be improved through a behavioral approach ( reinforcement techniques). Increased child prosocial behavior can be seen in the results of pre-action research obtained 45% are in undeveloped criteria. In the first cycle meeting 2 was obtained 59% which is in the criteria began to develop. In the second cycle meeting 2 obtained 76% of children are in the criteria of developing according to expectations. The study was stopped until the second cycle because it met the criteria for success indicators that is at least 70% of children whose prosocial behavior developed as expected.
Published: 31 December 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 116-125; doi:10.29408/goldenage.v3i02.1676

Abstract:
Tujuan dari permainan ritmik yaitu untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak tunagrahita. Anak dengan keterbelakangan mental (tunagrahita) yang ringan memiliki rata-rata IQ kurang dari 70. Hal tersebut menyebabkan mereka memiliki keterbatasan dalam mengembangkan keterampilan kognitif, verbal, motorik, dan juga keterampilan sosial. Salah satu cara untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak tunagrahita adalah dengan betunagrahitaain dan permainan yang digunakan adalah permainan ritmik.. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggabungkan studi pustaka dan juga pengamatan. terhadap perkembangan sosial emosional anak tunagrahita ringan. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa permainan ritmik dapat mengembangkan kemampuan sosial emosional anak tunagrahita ringan khususnya kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri dan kemandirian.
Published: 31 December 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 107-115; doi:10.29408/goldenage.v3i02.1662

Abstract:
Abstrak: Kegiatan pembelajaran dalam memfasilitasi perkembangan anak di masa emasnya lebih cenderung pada identitas, relasi sosial, dan gender anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran kepala sekolah terhadap pendidikan berspektif gender di TK Negeri se-Kabupaten Sintang. Penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mendeskrispsikan bahwa peran kepala sekolah terhadap pendidikan berspektif gender sudah baik, yaitu kepala sekolah berperan sebagai edukator, sebagai manajer, sebagai suvervisor, sebagai inovator dan sebagai motivator. Adapun kendala yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan pendidikan berspektif gender yaitu pelaksanaan suvervisi tidak sesuai jadwal, kurangnya komunikasi antara kepala sekolah dengan sebagian stakeholder, dan kurang memperhatikan iklim kerjasama diantara sesama guru. Upaya mengatasi kendala adalah melibatkan guru dalam menyusun jadwal suvervisi dan mengadakan pertemuan untuk mengatasi kesulitan yang dialami guru.
Published: 31 December 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 84-94; doi:10.29408/goldenage.v3i02.1650

Abstract:
Kecerdasan emosional (EQ) pada anak usia dini tumbuh pada lima tahun pertama kehidupan anak. Pengembangan EQ membutuhkan peran serta orang tua dan guru. Selain hal tersebut, pengembangan aspek EQ dipengaruhi oleh lingkungan dan kebudayaan di sekitar anak. Salah satu kebudayaan yang mampu mengasah EQ adalah kebudayaan pitutur luhur. Pitutur luhur sebagai manifestasi peningkatan kecerdasan emosional dapat disampaikan secara verbal, oral maupun pictorial yang biasanya disebut dengan multirepresentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan model pembelajaran pitutur luhur sebagai pembentuk kecerdasan emosional anak usia 5–6 tahun. Data kebutuhan model diperoleh melalui kuesioner dan diskusi kelompok. Kuesioner diisi oleh 30 guru taman kanak-kanak yang berada di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Penelitian ini memiliki tujuan yang spesifik yang dapat diuraikan sebagai berikut: a) untuk mempelajari kondisi yang ada dari proses pembelajaran yang mampu membentuk kecerdasan emosional, b) untuk mengetahui karakter pitutur luhur yang perlu dikembangkan untuk membentuk kecerdasan emosional anak c) mengembangkan bentuk model pembelajaran pitutur luhur berbasis multirepresentasi yang mampu membentuk kecerdasan emosional.
Published: 31 December 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 95-106; doi:10.29408/goldenage.v3i02.1655

Abstract:
AbstrakPenelitian yang muncul pada saat ini banyak yang mengangkat tentang pengasuhan anak usia dini akan tetapi masih sedikit yang membahas tentang pengasuhan yang dikaitan dengan etnis dan budaya lokal yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pengasuhan anak usia dini pada keluarga Dayak Desa di Rumah Betang Ensaid Panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Infoman dalam penelitian ini adalah ketua adat, kepala dusun dan orang tua anak. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interactive model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gaya pengasuhan yang muncul adalah gaya pengasuhan authoritative (otoritatif) yang mengajarkan tentang kebebasan kepada anak tetapi anak masih bertanggungjawab. (2) Performa orang tua dalam pengasuhan anak meliputi kəsabaRan (kesabaran), kəjujuRan (kejujuran), tunuak (kepatuhan), təgas (ketegasan), bibas (kebebasan). Penelitian ini maka dapat membantu masyarakat mengetahui pengasuhan anak usia dini khususnya pada keluarga Dayak Desa.Kata kunci: Pengasuhan Anak Usia Dini; Keluarga Dayak Desa; Rumah Betang AbstrackThe research that appears at this time is a lot that raises about early childhood parenting, but there are still a few who discuss parenting related to ethnicity and local culture in Indonesia. The purpose of this study was to describe the parenting of early childhood to the families of Dayak Desa in Betang House at Ensaid Panjang. This study uses a qualitative approach with a type of case study research. Informant in this study consisted of the male village elder, headman and parents. Data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use interactive models from Miles and Huberman. The results of the study show that: (1) The parenting style that arises is authoritative (authoritative) parenting style that teaches freedom to children but children are still responsible. (2) The performance of parents in parenting includes kəsabaRan (patience), kəjujuRan (honesty), tunuak (obedience), təgas (firmness), bibas (freedom). This research can help the community know the parenting of early childhood in the Dayak Desa family
Published: 1 July 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 17-29; doi:10.29408/goldenage.v3i01.1354

Abstract:
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui alat permainan edukatif scrabble yang layak terhadap kemampuan membaca permulaan anak kelompok B, dan (2) untuk mengetahui keefektifan alat permainan edukatif scrabble terhadap kemampuan membaca permulaan anak kelompok B. Penelitian ini menggunakan model Borg & Gall. Desain pengembangan tersebut disimpulkan menjadi tiga langkah umum, yang meliputi: (1) studi pendahuluan, (2) proses pengembangan, dan (3) uji coba produk. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK ABA Teros. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, lembar validasi, angket penilaian guru, dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan efektif. Terdapat perbedaan hasil akhir antara hasil sebelum diberi perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan menggunakan alat permainan edukatif scrabbel dengan p < 0,05 kemudian terjadi peningkatan yang signifikan dengan p = 0,000
Published: 1 July 2019
Jurnal Golden Age, Volume 3, pp 30-36; doi:10.29408/goldenage.v3i01.1433

Abstract:
This study aims to produce a learning media Dekak-Dekak Geometric to introduce geometric shapes in group A TK Islam Assa’adah NW Kelayu developmental. This development research used the Borg and Gall development model which is carried out in five stages, the needs analysis, the product development and analysis, the product revision, the field testing phase, and the final product revision. The results of this study indicate that the product developed, dekak-dekak geometry was suitable for learning process. Based on the results of the validation of media, dekak-dekak geometry categorized as "good" with a total score of 38 in the range of scores 37. 398
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top