Refine Search

New Search

Results in Journal Paedagoria | FKIP UMMat: 85

(searched for: journal_id:(4236078))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Syaiful Barsa Arta Diantoro, Mahsup Mahsup, Dewi Pramita
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v10i1.811

Abstract:
Abstrak: Pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan masalah dalam setiap materi pembelajaran bentuk aljabar. Akibatnya hasil belajar siswa rendah. Tujuan peneltian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP melalui penerapan model pembelajaran TSTS pada pokok bahasan bentuk aljabar. penerapan model pembelajaran TSTS adalah selalu melibatkan siswa dalam setiap penyelesaian masalah dan mencari informasi sendiri karena guru hanya sebagai fasilitator.Subyek pada penelitian ini yaitu kelas VII SMPN 18 Mataram yang terdiri dari 23 siswa. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa dan guru dikatakan meningkat apabila berkategori baik, serta peningkatan hasil belajar siswa dikatakan meningkat apabila mencapai nilai rata-rata 70 dengan ketuntasan klasikal 75%. Hasil penelitian ini menunjukan terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sampai Siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 71,01 dengan ketuntasan klasikal 68,56%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 82,61% dengan rata-rata nilai 76,38. Untuk rata-rata skor aktivitas siswa dan guru adalah 55,76 dan 80,77 yang termasuk berkategori cukup baik dan sangat baik. Kesimpulan penerapan model pembelajaran TSTS pada pokok bahasan bentuk aljabar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP. The convention learning was difficult in teaching aljabar at the students. It made effect to improving student ability. The purpose of study to improve the student ability toward applying cooperative learning of TSTS in teaching aljabar at the students. Applying of TSTS learning model is followed by the students in problem solving and found out the information by their self because teacher as a facilitator. The subject of research were the students of seventh grade of SMPN 18 Mataram who are 23 students. The indicators of result study were the students learning activities and teacher were improved if it was good and KKM of score was about70, the classical point 75%. The result of study showed the applying cooperative learning TSTS model in teaching aljabar at the students was improved from cycle I until II. The result of score in cycle I 71,01 with classical score 68,56 %, meanwhile in cycle II was improved score 82,61 with mean score 76,38. The result of students and teacher was 55,76 and 80,77, it was included better. The concluded of applying TSTS in teaching aljabar can improved the students ability.
Purwini Purwini
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v10i1.810

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn melalui Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Metode discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn materi mengidentifikasi kedudukan dan fungsi UUD 1945 Dalam Sistem Hukum Nasional. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil belajar siswa pada tahap pra siklus, Siklus I, dan Siklus II mengalami kenaikan hasil belajar. Pada tahap prasiklus yaitu dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 19 atau 76% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 6 atau 24% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 62.2, Selanjutnya siklus I dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 10 sisiwa atau 40% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 15 siswa atau 60% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 72.6, dan pada siklus II dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 4 siswa atau 16% yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan ada 21 anak atau 84% yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 80.6. This study aims to describe the implementation of Civics learning through Discovery Learning to improve the learning outcomes of class VIII students. This research is a Classroom Action Research. Based on the results of the study showed that the application of the discovery learning method can improve learning outcomes of Civics material to identify the position and function of the 1945 Constitution in the National Legal System. This is indicated by student learning outcomes in the pre-cycle stage, Cycle I, and Cycle II experiencing an increase in learning outcomes. In the pre-cycle stage, 25 students obtained data that there were 19 or 76% of children who obtained less scores from KKM 75 and 6 or 24% of children whose grades were more than 75 KKM with an average value of 62.2, then cycle I of 25 students was obtained data that there are 10 students or 40% of children who get less scores than KKM 75 and 15 students or 60% of children whose grades are more than KKM 75 with an average value of 72.6, and in cycle II data from 25 students shows that there are 4 students or 16% who obtained less scores from KKM 75 and there were 21 children or 84% who scored more than 75 KKM with an average value of 80.6.
Sapii Sapii
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v10i1.817

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mencari gambaran yang sekaligus menjawab permasalahan penelitian dengan paparan deskripsi tentang penerapan Pendekatan CTL Dengan Model PASA (Picture and studen Active) dapat meningkatkan Ranah Kofnitif Dan Afektif Peserta Didik Kelas VI SDN 1 Pengenjek Pada Mata Pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitin tindaka kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas VI sebanyak 25 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian Pendekatan CTL mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Pada tahap prasiklus yaitu dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 17 atau 68% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 8 atau 32% anak yang nilainya lebih dari KKM dengan nilai rata-rata sebesar 67.6 Selanjutnya siklus I dari 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 12 atau 48% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 13 atau 52% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 76.8, dan pada siklus II 25 siswa diperoleh data bahwa terdapat 5 siswa atau 20% yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 20 atau 80% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 83.2.. This study aims to find a picture that simultaneously answers research problems with a description of the description of the application of the CTL Approach With Pasa Model (Picture and studen Active) can improve the Positive and Affective Domain of Class VI Students in SDN 1 Applicants in Mathematics. This study used a classroom action research (CAR) approach with 25 grade students as many as 25 students. Based on the results of the research CTL approach is able to improve student learning outcomes on Mathematics subjects. In the pre-cycle stage, 25 students obtained data that there were 17 or 68% of children who obtained less scores from KKM 75 and 8 or 32% of children whose grades were more than KKM with an average value of 67.6 Then cycle I of 25 students obtained data that there are 12 or 48% of children who get less grades from KKM 75 and 13 or 52% of children whose grades are more than KKM 75 with an average value of 76.8, and in cycle II 25 students get data that there are 5 students or 20% who get less value than KKM 75 and 20 or 80% of children whose grades are more than 75 KKM with an average value of 83.2.
Siti Sulhiyati
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v10i1.816

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament TGT pada pembelajaran IPA. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan pada tahap prasiklus diketahui bahwa dari 26 siswa hanya terdapat 6 siswa yang lulus atau mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), pada siklus pertama mengalami peningkatan yakni dari 26 siswa terdapat 17 siswa yang lulus atau mencapai nilai KKM, selanjutnya pada siklus kedua yang mencapai KKM sebanyak 21 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD. The purpose of this study was to improve the learning outcomes of fifth grade elementary school students through the application of cooperative learning methods of the TGT Team Tournament type to science learning. The research design used in classroom action research (CAR). The results showed that in the pre-cycle stage, it was found that out of 26 students there were only 6 students who passed or reached the minimum completeness criteria (KKM), in the first cycle there were 26 students who passed or reached the KKM score, then in the second cycle who reached KKM as many as 21 students. Thus it can be concluded that through the application of the TGT cooperative learning model can improve the learning outcomes of fifth grade elementary school students.
Sri Maryani, Bq Desi Milandari, Murti Sari Dewi
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v10i1.815

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menelaah dan merevisi teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP. Objek dalam penelitian ini berjumlah 29 siswa. Metode pengumpulan data dalam peneltian ini terdiri dari metode observasi, metode tugas, dan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan hasil analisisnya disajikan dalam bentuk angka dan dijelaskan dalam suatu uraian dengan rumus Penilaian Acuan Patokan (PAP). Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan menelaah dan merevisi teks deskripsi pada siswa tergolong normal, dengan rincian 41% siswa berkemampuan tinggi, 59% siswa berkemampuan sedang, 0% berkemampuan rendah, dan diperoleh IPK 65 yang berkisar antara 55 sampai dengan 65. This study aims to describe the ability to review and revise the description text in class VII SMP students. The objects in this study were 29 students. The method of data collection in this study consisted of observation methods, task methods, and documentation methods. Data analysis uses quantitative descriptive method and the results of the analysis are presented in numerical form and explained in a description using the Standard Reference Assessment (PAP) formula. Based on the results of the study, it can be concluded that the ability to review and revise the description text in students is classified as normal, with the details 41% of high-ability students, 59% of students with moderate ability, 0% of low ability, and 65 GPA which ranges from 55 to 65.
Niky Ayu Sekar Arum, Marmi Sudarmi, Alvama Pattiserlihun
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 10; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v10i1.801

Abstract:
Abstrak: Tujuan Penelitian ini untuk: (1) memanfaatkan film kartun “Larva” sebagai media belajar lewat kesalahan untuk mengajarkan siswa berpikir HOTS Khususnya ranah evaluasi dan analisis (2) memberi contoh RPP yang pembelajarannya mengajarkan siswa berpikir Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP berbasis HOTS, soal evaluasi HOTS, lembar observasi dan kuesioner. Hasil analisis lembar observasi 86,1% siswa menjawab dengan benar pertanyaan menggiring HOTS dan lembar kuesioner 96,6% siswa paham dan terbantu dengan pertanyaan menggiring. Hasil tes siswa menunjukkan 85% siswa mendapatkan nilai ≥ 70. Penelitian ini telah berhasil dan memenuhi kriteria sehingga RPP ini dapat menjadi contoh RPP berbasis HOTS bagi guru untuk mengajarkan siswa berpikir HOTS. The purpose of this research: (1) to use Larva cartoons as a learning media through mistakes to teach students to think HOTS especially the domain of evaluation and analysis(2) give an example of lesson plans which teaches students to think of Higher Order Thinking Skills (HOTS). This type of research is classroom action research (CAR) which was analyzed qualitatively. Research Instrument used include lesson plans, observation sheet, and questionnaire sheets. The results of the observation sheet analysis of 86.1% of students answered correctly the questions led to HOTS and questionnaire sheets 96.6% of students understood and were helped with questions leading. Student test results show 85% of students get a score of more than 70. This research has succeeded and fulfilled the criteria so that this lesson plans can be an example of HOTS-based lesson plans for teachers to teach students to think HOTS.
Mochamad Yusuf
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.269

Abstract:
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian pengembangan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model 4-D yang terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran telah valid, keterlaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik, aktivitas peserta didik terlaksana dengan baik, keterampilan berpikir kritis secara konsisten meningkatan secara signifikan di tiga kelas, dan data respon peserta didik menunjukkan mayoritas peserta didik senang terhadap pembelajaran berbasis Problem Based Learning. The purpose of this research is to develop a learning package that can improve the critical thinking skills students. Therefore, in general, it can be categorized into a research and development. The learning package was developed by using 4-D model; defining, designing, developing, disseminating. The result showed that learning material was valid, enforceability get good, student activites by using process get good too, the improvement of students’ critical thinking is consistent on 3 classes, the data of students’ responses showed that most of students are happy to the problem based learning.
Kabul Ryadi
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.261

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Model Number Heads Together (NHT) Kelas X-IIS-1 di SMAN 1 Praya Timur Lombok Tengah Tahun 2016/2017. Penelitian menggunakan PTK yang terdiri dari 2 siklus tindakan. Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran Number Heads Together (NHT) tentang dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan. Skor tertinggi 90 dan terendah 68. Siswa yang mencapai standar kemampuan tinggi 12 siswa atau 34,29%. Siswa yang memperoleh kemampuan sedang sebanyak 21 atau 60,00% dan yang rendah adalah 2 orang atau 5,71%. Persentase ketuntasan klasikal diperoleh 94,29%. Peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus I kesiklus II sebesar 37,14%. The purpose of this research is to know the students' learning outcomes with Cooperative Learning Model Model Number Heads Together (NHT) Class X-IIS-1 at SMAN 1 Praya Timur Lombok Tengah Year 2016/2017. The study used a PTK consisting of 2 cycles of action. Based on the evaluation of Number Heads Together (NHT) learning about atmospheric dynamics and their impact on life. The highest score is 90 and the lowest is 68. Students who reach a high ability standard of 12 students or 34.29%. Students who gained moderate ability were 21 or 60.00% and low were 2 persons or 5.71%. Percentage of classical mastery obtained 94.29%. The increase of classical completeness from cycle I of cycle II is 37,14%.
Sri Rudiawati
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.277

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian ini ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar melalui penerapan pembelajaran model STAD dan Role Playing terhadap siswa Kelas VI SDN Sintung Timur Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas tiga suiklus. Pengumpulan data berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%). Kesimpulan bahwa penerapan model STAD dan Role Playing dapat meningkatkan prestasi belajar Siswa kelas VI SDN Sintung Timur Tahun Ajaran 2015/2016. The purpose of this study would like to know the improvement of learning achievement through the application of STAD and Role Playing model learning to the students of Class VI SDN Sintung Timur in School Year 2015/2016. This study used a classroom action research of three cycles. Data collection in the form of formative test result, observation sheet of teaching and learning activities. It was found that students' learning achievement increased from cycle I to cycle III that is, cycle I (68,18%), cycle II (77,27%), cycle III (86,36%). The conclusion that the application of STAD and Role Playing model can improve the learning achievement of grade 6 students of SDN Sintung Timur in the academic year 2015/2016.
Muhadis Muhadis
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.263

Abstract:
Abstrak: Tujuan diadakan Penelitian untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas melalui supervisi akademik Pengawas di SDN Bebie Kec.Praya Kab. Lombok Tengah tahun pelajaran 2016/2017. Hasil nilai 68,88 pada siklus l dengan prosentase kinerja guru secara kelompok/klasikal 37,5%, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 80,63 dengan prosentase kinerja guru secara kelompok/klasikal 100% sudah melebihi dari standar 85%. disimpulkan bahwa penerapan supervisi akademik Kepala Sekolah dapat meningkatkan kinerja guru dengan ketuntasan kelompok/kalsikal mencapai 100 %, dengan demikian penerapan supervisi akademik Kepala Sekolah efektif meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas di SDN Bebie Lombok Tengah. The purpose of this study to determine the extent to which improvements in teacher performance in implementing classroom-based assessment through supervision supervision supervision at SDN Bebie District Praya Central Lombok Tengah academic year 2016/2017. The result of score 68,88 in cycle 1 with the percentage of teacher performance in group / classical 37,5%, can increase in cycle 2 to 80,63 with the percentage of teacher performance in group / classical 100% already exceed from standard 85%. it is concluded that the application of academic supervision of principal can improve teacher performance with group / classical completeness reach 100%, thereby applying of principal academic supervision effectively improve teacher performance in carrying out class-based assessment at SDN Bebie Lombok Tengah.
Resmiyati Resmiyati
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.276

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini untuk mengungkapkan peran Bagaimana Pendekatan Eksplorasi Pustaka dapat meningkatkan ketrampilan menulis pada siswa kelas IV di SDN Gunung Agung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah tahun 2014/2015. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif jenis penelitia tindakan kelas dua siklus, pengumpulan data dengan metode tes, pustaka, observasi, dan dokumentasi. Diperoleh hasil, yaitu: Kategori A mengalami kenaikan 4%. Kategori B mengalami kenaikan 35%. Kategori C mengalami kenaikan 10%. Kategori D mengalami penurunan 46%. Kategori E mengalami penurunan 4%. Kesimpulan bahwa Kegiatan Eksplorasi Pustaka dapat meningkatkan kemampuan menulis dalam Peembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa kelas IV SDN Gunung Agung Tahun 2014/2015. This research is to reveal the role of How Exploration Approach Pustaka can improve writing skills in fourth grade students in Gunung Agung Elementary School, District Pringgarata, Central Lombok regency 2014/2015. Using a qualitative descriptive approach type of second class action research cycle, data collection by test method, library, observation, and documentation. The results obtained, namely: Category A has increased 4%. Category B increased 35%. Category C has increased 10%. Category D has decreased by 46%. Category E has decreased by 4%. Conclusion that Activity Exploration Pustaka can improve writing skill in Indonesian Language Learning for grade 4 student of SDN Gunung Agung Year 2014/2015.
Ruslan Abdul Gani
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.264

Abstract:
Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas dilakukan 2 siklus terhadap kelas VII D SMPN 5 Kopang tahun 2014/2015, menggunakan metode pengumpulan data Observasi, Interview, dan dokumentasi, serta tes tentang peningkatan kompetensi dan prestasi writing siswa.. diperoleh nilai rata-rata prestasi dan kompetensi writing bahwa ketuntasan klasikal pada siklus I 89%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 6% menjadi 95 %. Disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping dapat meningkatkan minat dan kompetensi writing siswa pada pembelajaran procedure text kelas VII-D SMP Negeri 5 Kopang tahun pelajaran 2014/2015. Classroom Action Research conducted 2 cycles to class VII D SMPN 5 Kopang year 2014/2015, using Observation data collection method, Interview, and documentation, and test about improving competence and writing achievement of student .. obtained by average value of achievement and competence writing that classical completeness in cycle I 89%. While in cycle II there is increase of classical mastery by 6% to 95%. It was concluded that the application of mind mapping method can increase interest and writing competence of students on learning text procedure of class VII-D of SMP Negeri 5 Kopang for academic year 2014/2015.
Asmah Asmah
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.275

Abstract:
Abstrak: Dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara untuk mengemukakan pendapat melalui metode diskusi pada siswa kelas VI SDN 3 Barejulat tahun 2015/2016. Metode pengumpulan data : observasi, tugas, dokumentasi, dan tes.Hasil analisis: kemampuan tinggi sebanyak 12 orang tingkat kemampuan sedang 15 orang dengan IPK 65,51 % pada kategori sedang. Sedangkan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode diskusi dalam mengemukakan pendapat dengan kemampuan tinggi sebanyak 25 orang, tingkat kemampuan sedang dengan jumlah siswa 2 orang dengan persentase 7,48 % dengaqn IPK pada kategori 74,00 % kategori tinggi. Jadi penggunaan metode diskusi meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VI SDN 3 Barejulat tahun 2015/2016. Classroom Action Research carried out with the aim of research to describe the improvement of speech skills to express opinions through the method of discussion on students of class VI SDN 3 Barejulat year 2015/2016. Methods of data collection: observation, tasks, documentation, and tests. Result of analysis: high ability as many as 12 people medium ability level 15 people with GPA 65,51% in medium category. While speaking skill by using method of discussion in expressing opinion with high ability counted 25 people, medium ability level with number of student 2 person with percentage of 7,48% dengaqn GPA in category 74.00% high category. So the use of discussion method improves the speaking skill of grade 6 students of SDN 3 Barejulat year 2015/2016.
Asri Dwi Kusumawati, Sutriyono Sutriyono
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.265

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan persoalan aljabar yang berkaitan dengan konsep dan prinsip, serta faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Salatiga dalam mempelajari aljabar. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis kesulitan-kesulitan siswa dari instrumen yang diberikan. Sampel yang diambil adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Salatiga dengan jumlah subjek yaitu 5 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persoalan aljabar yang berkaitan dengan persentase penguasaan konsep 58% dan persentase penguasaan prinsip 53% yang termasuk pada kategori sedang. This study aims to determine the difficulties experienced by students in solving algebraic problems related to the concepts and principles, as well as the factors that cause difficulties in learning grade VII SMP Negeri 3 Salatiga in learning algebra. The research method is qualitative descriptive by analyzing students' difficulties from the given instrument. Samples taken are students of class VII SMP Negeri 3 Salatiga with the number of subjects ie 5 students. The results of this study indicate that students have difficulty in solving algebra problems related to the percentage of mastering the concept of 58% and the percentage mastery of 53% which is included in the medium category
Christiana Kartika Dian, Kriswandani Kriswandani, Novisita Ratu
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.245

Abstract:
Abstrak: Berpikir reflektif merupakan kegiatan yang membuat siswa berusaha menghubungkan pengetahuan yang diperolehnya untuk menyelesaikan permasalahan baru yang berkaitan dengan pengetahuan lamanya. Berpikir reflektif meliputi tiga fase/ tingkat yaitu reacting (berpikir reflektif untuk aksi), comparing (berpikir reflektif untuk evaluasi) dan contemplating (berpikir reflektif untuk inkuiri kritis). Untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir reflektif siswa, maka dilakukan penelitian dengan jenis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswi kelas VIII SMP Kristen 02 Salatiga yang dipilih secara purposive sampling pada materi bangun datar segi empat dengan kemampuan awal yang berbeda. Dari hasil analisis, siswa berkemampuan awal tinggi dapat dikatakan reflektif, kemampuan awal sedang dikatakan cukup reflektif, dan kemampuan awal rendah dikatakan kurang reflektif. Reflective thinking is an activity that keeps students trying to connect their acquired knowledge to solve new problems related to their old knowledge. Reflective thinking involves three phases / levels of reacting (thinking reflectively for action), comparing (reflective thinking for evaluation) and contemplating (reflective thinking for critical inquiry). To know the level of reflective thinking ability of students, then conducted research with descriptive qualitative type. The subjects of this study were 3 VIII grade students of SMP Kristen 02 Salatiga who were chosen by purposive sampling on the rectangular building material with different initial capability. From the results of the analysis, high initial students can be said to be reflective, the initial ability is said to be quite reflective, and low initial ability is said to be less reflective.
Lale Ratnita
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v9i1.262

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam meningkatkan kemampuan hubungan interpersonal yang sesuai dengan kebutuhan pada siswa kelas IX-1 SMPN 1 Praya Barat Daya. Dilaksanakan dengan PTK sistem spiral: rencana, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali dalam dua siklus. Dari analisis dan observasi menunjukkan 8 siswa yang memiliki kemampuan hubungan interpesonal kategori rendah menjadi berkategori tinggi sebanyak 6 siswa dan 2 siswa berkategori sedang, terjadi peningkatan kemampuan hubungan interpersonal. Disimpulkan bahwa penggunaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatkan kemampuan menjalin hubungan interpersonal pada siswa kelas IX-1 SMP Negeri 1 Praya Barat Daya yang ditandai peningkatan skor tingkat kemampuan hubungan interpersonal pada siswa sebelum dan sesudah penggunaan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. This research is to know the application of group guidance with sociodrama technique in improving the ability of interpersonal relation according to the needs of the students of class IX-1 SMPN 1 Praya Barat Daya. Carried out with PTK spiral system: plan, action, observation, reflection and re-planning in two cycles. From the analysis and observation show 8 students who have interpesonal relationship ability of low category become categorized as high as 6 students and 2 students are moderate category, there is improvement of interpersonal relationship ability. It was concluded that the use of group counseling service with sociodrama technique can improve interpersonal relationship ability in grade IX-1 students of SMP Negeri 1 Praya Barat Daya marked improvement of interpersonal relationship ability level score on students before and after use of group guidance with sociodrama technique.
Mas’Ad Mas’Ad, Muhammad Nizaar, Faridatul Aini
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.178

Abstract:
Migrasi internasional didefenisikan sebagai sebuah bentuk mobilitas penduduk yang melampaui batas-batas wilayahNegara dan budaya. Aktifitas migrasi internasional, masyarakat desa Mekar Damai mengalami peningkatan setiaptahunnya, hal ini disebabkan oleh kondisi sosial, pendidikan dan ekonomi masyarakat yang masih rendah, sementaraharga barang kebutuhan semakin mahal dan rata-rata masyarakat bermata pencaharian sebagai buruh tani yanggajinya tidak mencukupi kebutuhan. Rumusan masalah penelitian ini adalah Faktor Apa Saja yang MempengruhiPeningkatan Migrasi Internasional di Desa Mekar Damai Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah?.Tujuanpenelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi peningkatan migrasi internasional di DesaMekar Damai Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode penelitian kualitatif. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purrposivesampling, dengan iforman kunci orang yang pernah melakukan migrasi internasional dan orang yang akan pergimigrasi internasional sedangkan informan biasa, kepala desa, tetangga dan keluarga dekat migran. Jenis data yangdigunakan adalah jenis data kualitatif sedangkan sumber datanya adalah sumber data primer dan sekunder, metodepengumpulan data ialah metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data melalui langkahlangkah:reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data, maka diperolehkesimpulan yaitu: faktor yang mempengaruhi peningkatan migrasi internasional masyarakat Desa Mekar DamaiKacamatan Praya Kabupaten Lomok Tengah (1) faktor sosial (2) faktor pendidikan (3) faktor ekonomi, dari ketigafaktor tersebut yang paling berpengaruh adalah faktor ekonomi.
Nurin Rochayati, Agung Pramunarti, Agus Herianto
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.176

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan upaya BKSDA NTB dalam pelestarian potensi pariwisata yangterdapat di kawasan konservasi TWA Bangko-Bangko; 2) Untuk menjelaskan permasalahan yang dihadapi BKSDANTB dalam pelestarian potensi pariwisata di kawasa konservasi TWA Bangko-Bangko; 3) Untuk menjelaskanpenerapan konsep dan desain pengembangan ekowisata di kawasan konservasi TWA Bangko-Bangko. Dalampenelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitianilmiah untuk memahami masalah-masalah manusia dalam konteks sosial dengan menciptakan gambaranmenyeluruh dan kompleks yang disajikan, melaporkan pandangan terperinci dari para sumber informasi, sertadilakukan dalam setting yang alamiah tanpa adanya intervensi apa pun dari peneliti. Asumsi dari desain penelitiankualitatif lebih menekankan pada proses, bukannya hasil atau produk, peneliti merupakan instrumen kunci ataupokok, peneliti kualitatif melibatkan kerja lapangan, yaitu secara fisik berhubungan dengan orang, latar, lokasi atauinstitusi untuk mengamati atau mencatat perilaku dalam latar alamiah, dan proses penelitian kualitatif bersifat induktif.Dalam penelitian ini, peneliti memilih jenis pendekatan studi kasus. Adapun fokus pendekatan studi kasus adalahspesifikasi kasus dalam suatu kejadian baik itu yang mencakup individu, kelompok budaya ataupun suatu potretkehidupan.
Ellysabeth Usmiatiningsih
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.174

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sikap negatif siswa pada materi IPA yang bersifat virtual sehingga mengakibatkan materi IPA sulit dipelajari. Subyek penelitian tindakan kelas yaitu kelas VIIIE berjumlah 26 siswa yang memiliki karakter meremehkan pelajaran IPA, tidak senang belajar IPA sehingga pada materi tertentu memilikinilai rendah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cahaya karena cakupan materi yang cukup luas dengankriteria ketuntasan minimal (KKM) 77. Penelitian ini dilaksanakan 3 siklus dengan menggunakan modelpembelajaran inquiry yang bertujuan untuk meningkatkan sikap terhadap sains siswa. Hasil Penelitian tindakan kelasyaitu terjadi peningkatan sikap terhadap sains sebesar 19,04%, peningkatan sikap siswa selama diskusi sebesar21,75%, peningkatan skor rata-rata diskusi siswa sebesar 26,53, peningkatan keterlaksanaan KBM sebesar 5,6%.Maka dalam peneltian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model inquiry dapat meningkatkansikap terhadap sains siswa.
Nadziroh Nadziroh
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.167

Abstract:
This study is intended to increase the student’s achievement and process to excute the social studies learning withRole Playing approach.This study is a Classroom Action Research (CAR) implemented to 4th elementary students inSDN Nogosaren Gamping Sleman as the object of study. This study contains two cycles, starts from planning,implementation, monitoring, reflecting and improving. The data were collected by using learning achievement test,observations, and interviews. The data from learning achievement tests were analyzed by using the descriptivequantitative technique. The data from observations and interviews were analyzed by using the descriptive qualitativetechnique on the basics of the results of the observation and reflection.Findings suggest that by the Role Playingapproach implementation, the civic education can get its best result. The student’s score increases. It is proved bythe average score in each examination. At the first cycle, the average score is 69,43 and the second cycle is 74,90.
Dewi Pramita, Haifaturrahmah Haifaturrahmah
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.173

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Mengajar Dosen Terhadap Motivasi Belajar MahasiswaProgram studi pendidikan matematika FKIP UM Mataram. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Programstudi pendidikan matematika yang terdaftar sebagai mahasiswa semester V (lima) yang aktif untuk tahun ajaran2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner. Uji validitas menggunakan korelasi Productmoment, uji reliabilitas mengunakan rumus Cronbach’s Alpha Dan uji normalitas menggunakan kolomogrov smirnov.Uji hipotesis menggunakan regresi sederhana, Hasil penelitian: terdapat pengaruh Metode Mengajar terhadapmotivasi Belajar Mahasiswa program studi pendidikan matematika dengan nilai harga koefisien korelasi (r) sebesar0,999 dan sig. sebesar 0,000.
Sukuryadi Sukuryadi, Mas’Ad Mas’Ad
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.175

Abstract:
Pengelolaan wilayah pesisir dan pantai perlu dikembangkan perencanaannya sebagai langkah awal dalampencapaian hasil yang optimal. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan keuntungan-keuntungan yang disediakanoleh kawasan pesisir dan untuk meminimalkan konflik serta berbagai perusakan yang dilakukan oleh manusia didalam wilayah pesisir. Guna mewujudkan hal tersebut, penataan ruang berupa penetapan fungsi zonasi diharapkandapat menjaga keseimbangan antara perlindungan ekosistem dan eksploitasinya dalam pengelolaan wilayah pesisirdan lautan. Zonasi merupakan upaya penetapan batas-batas fungsional suatu peruntukan sesuai dengan potensisumberdaya, daya dukung dan proses-proses ekologi yang berlangsung dalam sistem tersebut. Berdasarkan haltersebut di atas, maka studi penelitian ini dapat menjadi suatu jawaban atas permasalahan itu dalam rangkapengembangan wilayah pesisir dan lautan ditinjau dari pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembangunan dermagaPLTU di wilayah pesisir desa Sukadana kecamatan Bayan Lombok Utara. Dengan demikian tujuan penelitian iniuntuk mengetahui tingkat kesesuaian perairan laut bayan bagi rencana pembangunan dermaga/pelabuhan PLTUditinjau dari aspek parameter oceanografinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode surveyterhadap parameter-parameter oceanografi, kondisi eksisting beberapa parameter oseanografi perairan secara insitukemudian disandingkan dengan matriks kesesuaian bagi kelayakan peraiaran untuk pembangunan dermaga.Diantara beberapa parameter tersebut adalah; pasang surut, arus, gelombang, bathimetry, dan hal-hal lain yangdiperlukan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwapotensi kesesuaian lahan wilayah perairan desa Sukadana kecamatan Bayan Lombok Utara untukpembangunan/pengembangan dermaga PLTU memiliki tingkat kesesuaian yang berbeda-beda sesuai dengankarakteristik parameter lingkungannya, dalam hal ini terbagi menjadi 2 kategori yaitu Sangat Sesuai (S1), dan Sesuai(S2).
Pujilestari Pujilestari
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.179

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematikapada siswa kelas VIII SMPN 1 Batukliang Utara. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian eksperimenadalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalamkondisi yang terkendalikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dankuantitatif. Rancangan penelitiannya adalah data motivasi belajar siswa diperoleh dengan angket motivasisedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh dari hasil test. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalahTime Series Design. Populasi adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Batukliang Utara yang berjumlah 105 orang,sedangkan sampel berjumlah 27 orang siswa kelas VIII A. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode angket dan metode tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembarangket dan lembar tes. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dansignifikan antara Motivasi belajar siswa (X) terhadap Prestasi belajar matematika (Y). Dari hasil analisis datamenunjukkan Korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika yang diperoleh nilai r tabel dan rhitung untuk taraf kesalahan 5% dengan n = 27 diperoleh r tabel = 0,381 dan r hitung= 0,388. Karena harga(0,388 > 0,381) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan sebesar0,388 antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika.
Sukuryadi Sukuryadi
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 1-10; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.165

Abstract:
Salah satu penyebab terjadinya akresi dan rekresi pantai adalah gelombang. Gelombang yang memecah di pantai merupakan penyebab utama proses erosi dan akresi (pengendapan garis pantai) pada saat gelombang mendekati pantai, gelombang mulai bergesekan dengan dasar laut dan menyebabkan pecahnya gelombang di pantai. Hal ini menyebabkan terjadinya turbulensi yang kemudian membawa material dari dasar pantai atau menyebabkan terkikisnya bukit-bukit pasir (sand dunes) di pantai. Gelombang yang memecah pantai merupakan penyebab utama proses erosi dan akresi (pengendapan) garis pantai. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus dan gelombang perairan dengan prinsip kerja waves buoys di Gili Asahan Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong Lombok Barat. Pengambilan data lapangan dilakukan di sekitar perairan Batu Belande Gili Asahan melalui metode survey dan pemetaan dan dilanjutkan dengan analisis pengolahan data dilakukan dengan bantuan software modeling. Hasil analisa data lapangan pada pengukuran arus menunjukkan bahwa kecepatan arus rata-rata pada perairan di gili Asahan adalah 0.0045 m/det (sebelum ombak pecah) dan 0.0228 m/det (setelah ombak pecah) dengan arah yang relatif sama yaitu arah barat daya condong arah selatan atau sejajar dengan pantai. Kecepatan arus berkisar antara 0 - 0,63 m/det pada titik sebelum ombak pecah dan 0 - 0.557 m/det pada titik setelah ombak pecah. Data ini menunjukkan bahwa kecepatan arus di lokasi dikategorikan memiliki kecepatan arus lemah hingga sedang, hal ini sesuai dengan pendapat Djurdjani (1998) bahwa kecepatan arus dikategorikan lemah jika kecepatannya < 0,4 m/det, Sedang jika kecepatannya 0,4 – 1m/det dan Kuat jika kecepatannya >1 m/det. Hasil analisis pengukuran gelombang didapatkan bahwa tinggi gelombang signifikan (H1/3) pada lokasi penelitian adalah 0.019 m pada titik sebelum ombak pecah dan 0.0072 m pada titik setelah ombak pecah, dengan demikian keadaan gelombang signifikan dilokasi dikategrikan tenang hal ini didukung oleh pernyataan Djurdjani (1998) yang mengatakan bahwa Gelombang dikategorikan tenang jika tingginya < 0,20 m, Sedang jika tingginya 0,2 – 0,50 m, dan besar jika tingginya > 0,50. Adapun kecepatan gelombang sebelum dan sesudah ombak pecah pada musim angin timur dan barat masing-masing 5,48 m/s, 2,74 m/s dan 5,48 m/s hal ini menunjukkan bahwa semakin mendekati pantai maka kecepatan gelombang semakin melemah seiring dengan kedalaman perairan yang semakin dangkal, sedangkan energi gelombang sebelum dan sesudah ombak pecah pada musim angin timur dan barat masing-masing adalah 0,460 N/m2, 0,066 N/m2 dan 1965,172 N/m2
Muhammad Nizaar
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.168

Abstract:
Merujuk dari tiga tipe belajar, yakni tipe belajar visual (melihat), auditori (mendengar), dan kinestetik (gerakan atausentuhan) maka diharapkan pembelajaran dapat mengaktifkan ketiga tipe tersebut pada diri siswa. Tujuanpengajaran Sains di Sekolah Dasar antara lain adalah agar siswa dapat memahami konsep-konsep Sains yangterkait dengan kehidupan sehari-hari, mampu menerapkan konsep tersebut dalam kehidupan, dan mampumemecahkan masalah yang timbul dalam kehidupan, mempunyai minat untuk mengenal dan mempelajari bendabendaserta kejadian di lingkungan sekitar. Oleh karena itu hendaknya pembelajaran diarahkan pada pengenalansecara langsung benda dan fenomen yang dipelajari. Awal diperolehnya ilmu pengetahuan merupakan hasilpercobaan (eksperiment) yang dilakukan oleh para peneliti secara terus menerus melalui kegiatan coba-coba (trialand error). Dengan demikian, tidak salah kiranya dalam proses konstruksi pengetahuan sains siswa digunakanmetode eksperimen. Sedangkan bentuk inprovisasi dari metode eksperimen dalam pembelajaran yang hanyadilakukan oleh seseorang dan diamati oleh orang lain disebut metode pembelajaran demonstrasi. Kegiataneksperimen bertujuan untuk mengenal konsep dan dapat pula digunakan untuk membuktikan konsep. Eksperimentepat dilaksanakan pada siswa SD karena anak umur 8 atau 9 tahun senang terhadap hal-hal yang konkret sertadidukung oleh peningkatan rasa ingin tahu terhadap variabel-variabel tertentu. Kegiatan eksperimen tepat digunakanapabila memiliki media yang cukup, namun apabila tidak cukup dapat dilakukan melalui demonstrasi. Polademonstrasi yang dapat dilakukan yaitu; teacher demonstration, teacher-student demonstrastion, student groupdemonstration, individual demonstration, dan guest demonstration. Muara keberhasilan belajar sains yaitumeningkatnya minat belajar melalui; kegiatan yang melibatkan siswa, adanya sentuhan psikologis dan pengertian,suasana adil dan demokratis.
N. W. S. Darmayanti, I. W. Suastra, R. Sujanem
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.180

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pencapaian hasil belajar siswa yang mencakup nilai penguasaankonsep sains dan kinerja ilmiah siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2010/2011. Penelitian inibertujuan untuk, 1) meningkatkan kinerja ilmiah siswa, 2) meningkatkan penguasaan konsep siswa, dan 3)mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model PBL dalam pembelajaran sains. Penelitian initergolong penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMPNegeri 3 Singaraja tahun ajaran 2010/2011. Data dikumpulkan melalui LKS, kuis, tugas, dan tes penguasaan konsepuntuk penguasaaan konsep siswa. Data kinerja ilmiah siswa dikumpulkan dengan lembar observasi kinerja ilmiahdan data tanggapan siswa dikumpulkan dengan angket tanggapan siswa. Data yang diperoleh dari penelitiandianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Terjadi peningkatan kinerja ilmiah siswa.Pada siklus I, nilai rata-rata kinerja ilmiah siswa sebesar 67,9. Pada siklus II, nilai rata-rata kinerja ilmiah siswasebesar 79,9. 2) Terjadi peningkatan penguasaan konsep siswa. Pada siklus I, diperoleh nilai rata-rata penguasaankonsep sebesar 72,6. Pada siklus II, diperoleh nilai rata-rata penguasaan konsep sebesar 75,5. 3) Tanggapan siswaterhadap penerapan model PBL positif dengan skor rata-rata 56,9. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwapenerapan model PBL dapat meningkatkan kinerja ilmiah dan penguasaan konsep sains siswa kelas VIII C SMPNegeri 3 Singaraja tahun ajaran 2010/2011.
Mas’Ad Mas’Ad, Sri Yuliani
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.166

Abstract:
Seiring dengan pergeseran paradigma pengembangan pertanian intensif di lahan basah sebagai penopang utamakebutuhan pangan nasional, maka pengembangan pertanian di lahan kering merupakan alternatif yang sangatpenting. Harapan besar dari pemanfaatkan lahan kering adalah kesejahteraan hidup masyarakat petani sekaligusmengentaskan kemiskinan. Kearifan lokal menjadi suatu hal yang menarik untuk dikaji dan mempunyai perananpenting dalam dinamika lingkungan. Perlu disadari bahwa kearifan lokal mampu menjaga kelestarian dalam bentuksuatu panutan ataupun kebiasaan yang disakralkan dan dalam bentuk penanda yang harus dipatuhi oleh masyarakatyang sifatnya turun temurun. Kearifan lokal dalam pemanfaatan lahan kering di desa Bumi Pajo merupakan warisanbudaya dari nenek moyang yang mampu menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan produktivitas lahankering yang berdampak pada meningkatnya pendapatan petani. Tujuan Penelitian untuk: (1) Mendeskripsikan bentukkearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan lahan kering di desa BUmi Pajo Kecamatan Donggo kabupatenBuma. (2). Medeskripsikan peran kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan lahan kering di desa Bumi Pajokecamatan Donggo kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, tehnik penentuan informandengan menggunakan purposive sampling dengan informan penelitian adalah petani lahan kering dan informanbiasanya masyarakat umum. Tehnik pengumpuln data menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan lahan kering di desaBumi Pajo kecamatan Donggo kabupatn Bima adalah Toho ra dore, Yasinan dan Wi’i kamaya, yang merupakanwarisan dari nenek moyang mereka sementara Peran kearifan lokal mengarahkan masyarakat untuk bekerja denganbaik dan benar atau dengan kata lain mengarahkan masyarakat cara bertani yang arif dan bijaksana, teutama dalamhal pengelolaan atau pemanfaatan lahan kering sehingga terjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan danmeningkatnya kesuburan tanah. Dengan demikian dalam hal bertani terutama bertani dilahan kering masyarakatbisa mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkannya.
Umar Umar
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.170

Abstract:
This study aimed to examine errors on past tense in a writing a narrative text of by 12 participants. The participantswere second semester students of English Education Department of STKIP Paracendekia NW Sumbawa in theacademic year 2014/2015. This research was a descriptive qualitative research. The instrument used for this studywas participants’ written narrative texts. The results of the study show that there were errors committed by theparticipants on using past tense. All of the errors on using past tense in the written narrative texts was identified andclassified; these were addition, omission, and misformation.These aspects of writing in English pose the most difficultproblems to participants. This study has shed light on the manner in which students internalize the rules of the targetlanguage, which is English. Such an insight into language learning problems is useful to lecturers because it providesinformation on common trouble-spots in language learning which can be used in the preparation of effective teachingmaterials.
Humaira Humaira
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.169

Abstract:
Ambiguityis strictly speaking, used to describe aword, phrase, or sentence when it has more thanone interpretation.Sometimes we found many ambiguities sentences when we are reading or listen to the English sentences. Multiinterpretations not only happen from the English language learners, but also in native speakers themselves. Thisstudy investigated about is there any different interpretation of ambiguities sentences made by students of class c,second semester students of PPs Unnes?, and what types of ambiguous sentence majority missing in theirtranslating. The objectives of study were to know that the students of PPs Unnes have different interpretations whenthey are translating the ambiguities sentences and to identifying the types of ambiguities. This study used descriptivequalitative approach; ten postgraduate students from Class C PPs Unnes participated in this study as respondents.All were university students majoring in English. They were given 5 ambiguous sentences. Sentences includedifferent sources of ambiguity such as, structural ambiguity, and lexical ambiguity. The subjects were asked totranslate the sentences into Indonesian language. The result of study presented that participants who are not nativespeakers of English exhibited the different interpretations in translate both the given types of ambiguous sentences.Almost all of ten respondents have different interpretations in each ambiguous sentence. Most respondents showdifferent translating majority in lexical ambiguous sentences.
Yunita Septriana Anwar, Abdillah Abdillah, Dewi Pramita
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.181

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman konsep Teori Bilangan bagi mahasiswa program studipendidikan matematika tahun akademik 2015/2016 FKIP UM Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian tindakankelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dan disesuaikan dengan cakupan materi Keterbagian pada matakuliahTeori Bilangan. Setiap siklus meliputi tahapan-tahapan kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan,observasi, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester satu berjumlah 20 mahasiswa. Hasilpenelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar dan aktivitas baik dalam kesiapan mahasiswa dalam mengikutipembelajaran, proses diskusi, hingga mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Pada siklus I, rata-rata skoraktivitas sebesar 12,45 dengan kategori aktif dan siklus II rata-rata skor 13,35 dengan kategori aktif. Sedangkan hasilbelajar pada siklus I diperoleh rata-rata kelas sebesar 68,75 dimana sebanyak 50% mahasiswa memperoleh nilaidiatas 70. Pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar dengan rata-rata kelas sebesar 70,06 dimana sebanyak66,67% mahasiswa memperoleh nilai diatas 70 meskipun nilai ini belum mencapai indikator keberhasilan yangditetapkan. Ada beberapa faktor penyebab belum tercapainya indikator keberhasilan ini salah satunya keterbatasanwaktu penelitian dan ada beberapa mahasiswa yang tidak hadir ketika evaluasi dilakukan.
Abdillah Abdillah, Syaefudin Suhaedi, Amanah Andriani
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.172

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efeketivitas penerapan pendekatan dalam pembelajaran terhadap hasilbelajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan Life Skills dan siswayang diajar dengan menggunakan metode konvensional pada materi pokok Garis Singgung lingkaran kelas VIII diSMP Negeri 4 Mataram, dan untuk mengetahui metode mana yang lebih baik untuk digunakan dalampembelajaran Matematika pada materi pokok garis singgung lingkaran. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIIIsemester II yang terdiri dari 8 kelas yaitu kelas , , , , , , !, ", dengan teknikPurposive sampling dipilih kelas sebagai kelas kontrol dan kelas sebagai kelas eksperimen. Pengumpulandata dilakukan melalui tes hasil belajar. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji persyaratan analisis denganuji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan Uji-T. Berdasarkan analisis data hasil belajar diperoleh rataratakelas ekperimen (58,90) lebih tinggi daripada rata-rata kelas kontrol (51,25). Pada uji normalitas danhomogenitas juga diketahui bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Setelahdilakujan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 2,5483 sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 1,994. Karenathitung > ttabel maka H0 di tolak dan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa kelas eksperimenyang diajar dengan menggunakan motode pembelajaran dengan pendekatan Life Skills dan siswa yang diajardengan menggunkan metode pembelajaran konvensional. di mana, hasil belajar siswa yang diajar dengan metodepembelajaran dengan pendekatan Life Skills lebih daik daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan metodepembelajaran konvensional.
Sri Maryani, Erwin Erwin
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i2.171

Abstract:
Keheterogenan dalam kehidupan berbangsa adalah suatu keniscayaan yang harus diterima sebagai realitaskekayaan budaya dan suku bangsa, serta mesti terpelihara dan terjaga oleh segenap masyarakat penggunanya.Olehkarena itu, bahasa mesti dipahami sebagai salah satu kekayaan nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.Setidaknya terdapat 700 bahasa daerah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, maka bahasabahasadaerah tersebut menjadi ciri dan indentitas bagi para penuturnya. Selain bahasa-bahasa daerah tersebut,kita juga mengenal bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara,sebagaimana yang tertuang dalam butir ke- 3 ikrar sumpah pemuda dan tercantum di dalam pasal 36 BAB XV UUD1945. Selain itu, kita juga dihadapkan dengan hadirnya bahasa-bahasa Asing sebagai bagian dari perkembanganarus globalisasi yang luar biasa dahsyatnya. Kondisi ini menjadi embrio terjadinya kontak bahasa yang berujungpada konsistensi dan kecenderungan berbahasa (sikap bahasa) yang berbeda-beda. Berangkat dari landasansebagaimana dideskripsikan di atas, maka dalam tulisan ini akan disajikan berbagai fenomenafaktual mengenaiekistentesibahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara yang tercermin dalam berbagai aktifitassosial. Beberapa hal yang akan disajikan terkait kedudukan bahasa Indonesia yang dimaksud, diantaranya: (1)Kecenderungan perilaku berbahasa;(2) pembelajaran bahasa Indonesia; dan (3) hasil Ujian Akhir Nasional (UAN);antara kualitas berbahasa danbukti nasionalisme. Secara substansial tulisan ini bertujuan untuk merefleksi realitasdan kemampuan berbahasa masyarakat Indonesia pada umumnya, guna menakar kualitas nasionalisme generasibangsa. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi bagi para pembaca untuk ikut berkontribusi;(a) mengapresiasi penggunaan bahasa sesuai dengan konteksnya, dan (b) mendorong berbagai pihak terkait untukberupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar Bahasa Indonesia.
Linda Ayu Darmurtika
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.184

Abstract:
Novel Atheis karya Achdiat Karta Mihardja yang diterbitkan Balai Pustaka pada tahun 1949,bertemakan agama dan berlatar sosial budaya masyarakat Bandung/perkotaan, yangterpengaruh oleh modernisasi/kebudayaan Barat. Penelitian ini memfokuskan analisis terhadaptokoh utama yang mengalami pergulatan batin karena menyangsikan kebenaran agama,sehingga melakukan resistensi. Berdasarkan problematika latar belakang di atas, makapermasalahan yang diangkat dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimanakah bentukresistensi tokoh utama terhadap agama dalam novel Atheis? (2) Faktor-faktor apakah yangmenyebabkan tokoh utama melakukan resistensi terhadap agama dalam novel Atheis? (3)Bagaimanakah dampak dan makna resistensi tokoh utama terhadap agama dalam novel Atheis?.Bentuk resistensi tokoh utama terhadap agama dalam novel Atheis diurai berdasarkan hasilpenelitian, yakni adanya bentuk resistensi yang dilakukan melalui penyangsian terhadap agamadan perlawanan terhadap ideologi agama. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya resistensi,yakni berasal dari faktor keluarga, agama Islam, lingkungan modern, dan faktor ekonomi.Resistensi tokoh utama terhadap agama dalam novel Atheis dan konteksnya di masyarakatberdampak positif, yakni semakin kuatnya keimanan seseorang dan dampak negatifnya, agamaakan kehilangan makna esensialnya, sedangkan makna resistensi tokoh utama terhadap agama,yakni terjalinnya kesadaran dalam kehidupan sosial dan kesadaran dalam beragama.
Rosada Rosada, Muhammad Hario Satria Hariski
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.182

Abstract:
Republik Indonesia adalah Negara yang terletak di Asia Tengggara yang dilintasi garis khatulistiwa danberada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.Indonesiaadalah Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau. Tata kota merupakan suatukarya, cipta dan rasa yang direncanakan dengan berbagai konsep oleh manusia seperti latar belakang, visi,misi, serta motivasi dalam merancang suatu kota. Dalam penelitian ini, peneliti akan meneliti berbagai haltentang 1) Bagaimana ciri khas Asta Bumi yang berada di Kecamatan Cakranegara. 2) Bagaimanapandangan masyarakat Hindu di Kecamatan Cakranegara mengenai Asta Bumi. 3) Bagaimana pandanganakademisi dan pandangan pemerintahan kota Mataram mengenai Asta Bumi di Kecamatan Cakranegara.Dalam penelitian tentang Asta Bumi dalam Persepektif Sejarah (Studi Kasus Tata Kota KecamatanCakranegara Kota Mataram Provinsi NTB peneliti menggunakan metode penelitian historis denganpendekatan kualitatif.
Indrajaya Indrajaya
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.177

Abstract:
Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X MAN I Mataram pada materiTrigonometri dengan melakukan perbaikan kualitas proses pembelajaran. Perbaikan kualitas proses ini dilakukandengan menerapkan pembelajaran dengan mengunakan metode opend ended. Penelitian ini adalah penelitiantindakan kelas (PTK) yang di laksanakan dalam dua siklus di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu 1)perencanaan 2) observasi 3) pelaksanaan tindakan dan 4) refleksi. Hasil penelitian menujukan bahwa terjadipeningkatan hasil belajar siswa kelas X MAN I Mataram pada materi Trigonometri. Ketuntasan klasikal mencapai79,33% pada siklus I sedangkan pada siklus II mencapai 94,1%.
Nurmiwati Nurmiwati
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 7; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v7i1.183

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang psikologis tokoh kompleks yang digambarkan olehpengarang dalam novel “Wo Ai Ni Allah” yaitu antara ayah dan anak yang menjadi tokoh kompleks dalamnovel tersebut. Rumusan masalah yang akan dipecahkan oleh peneliti yaitu 1) bagaimanakah gambaranpsikolosis agama tokoh kompleks (ayah dan anak) dalam novel “Wo Ai Ni Allah” karya Vanny Chrisma W.2) Aspek-aspek kepribadian apasajakah yang tergambar dalam tokoh kompleks (ayah dan anak) 3) faktorfaktorapasajakah yang mempengaruhi Psikologis tokoh dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara studi pustaka dan telaah isi. Hasilpenelitian yang telah dilakukan ditemukan adanya gambaran tentang psikologis agama tokoh kompleks(ayah dan anak ) dalam novel Vanny Chrisma W. gambaran psikologis agama yang terdapat pada tokohkompleks yaitu proses beragama, perasaan, dan kesadaran beragama aspek-aspek kepribadian tokohkompleks yang ditemukan dalam novel tersebut Id, ego, dan Super-ego. Faktor-faktor yang mempengaruhiaspek psikologis tokoh kompleks dalam novel “Wo Ai Ni Allah” karya Vanny Chrisma W. yaitu faktor genkeluarga, dan faktor lingkungan.
Sukuryadi Sukuryadi, Ibrahim Ali
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 37-48; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.102

Abstract:
Kekayaan perairan laut Indonesia merupakan potensi yang sangat besar dalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian masyarakat Indonesia. Wilayah pesisir selatan Lombok Timur merupakan asset daerah yang dapat meningkatkan pendapatan daerah jika dikelola dengan baik sesuai dengan potensi masing-masing wilayah berdasarkan parameter-parameter lingkungannya. Tujuan penelitian adalah untuk memetakan potensi sumberdaya wilayah pesisir selatan Lombok Timur sebagai daerah budidaya rumput laut dan budidaya air payau. Pengambilan data lapangan dilakukan di sekitar perairan selatan kabupaten Lombok Timur yang dilanjutkan dengan analisis sampel dan pengolahan data spasial dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis yang terbagi dalam beberapa kelas kesesuaian. Pengolahan data spasial dilakukan dengan bantuan software Surfer 8.0dan Arc-View 3.3.Hasil analisis data menunjukkan bahwa kesesuaian wilayah pesisir selatan Lombok Timur untuk kegiatan budidaya air payau memiliki tingkat yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik parameter lingkungannya. Tingkat kesesuaian lahan untuk lahan untuk budidaya air payau terdiri dari 4 kategori yaitu Sangat Sesuai (S1), Sesuai (S2), Cukup Sesuai (S3) dan Tidak Sesuai (N). Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai data base perencanaan tataruang wilayah pesisir dan laut di sekitar pesisir selatan Lombok Timur.
Titin Untari, Baiq Yuliatin Ihsani
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 10-15; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.95

Abstract:
Abstrak: Kurikulum 2013 yang mencakup sejumlah perubahan sudah mulai diberlakukan Juli 2013.Ada berbagai tanggapan tentang pemberlakuan kurikulum 2013 ini. Kondisi dan sikap masing-masing sekolah (kepala sekolah, guru, dan siswa) serta elemen masyarakat berbeda-beda, antusias karena penasaran dan pesimis karena merasa belum siap. Oleh karena itu, pelaksanaan kurikulum 2013 perlu dikaji dengan lebih bijak agar dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya dan pembelajaran bahasa Indonesia pada khususnya. Persepsi dalam hal ini diartikan sebagai tanggapan atau penerimaan langsung dari beberapa pelaku pendidikanyaitu guru-guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VII SMP Negeri se-Kota Mataram. Persepsi meliputi tanggapan guru tentang hal-hal sebagai berikut: (1) Perubahan mindset yanitu tanggapan tentang Indonesia dalam abad ke-21, (2) Konsep kurikulum 2013 yaitu berkaitan dengan SKL, KI, dan KD, (3) Analisis materi ajar yang meliputi: model pembelajaran, konsep pendekatan saintific, model pembelajaran project based learning, model pembelajaran problem based learning, model pembelajaran discovery based learning, dan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan metode dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VII se-Kota Mataram yang terdiri dari 7 SMP Negeri meliputi SMPN 2, SMPN 6, SMPN 9, dan SMPK Kesuma, dan MTs. Darul Hikmah Mataram. Adapun rencana kegiatan yang akan dilakukan meliputi observasi awal untuk mengetahui persepsi guru bahasa Indonesia terhadap implementasi kurikulum 2013 dengan harapan implementasi kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Berikunya adalah wawancara untuk mengetahui persepsi guru-guru bahasa Indonesia terhadap implementasi kurikulum 2013. Reduksi data diperlukan untuk memilah dan memfokuskan hal-hal penting tentang implementasi kurikulum 2013. Sedangkan displaydata diperlukan untuk menampilkan data penelitian yang digunakan untuk memverifikasi data sebagai langkah awal untuk mengambil kesimpulan. Pengujian keabsahan data berpedoman pada kredibilitas yaitu data penelitian harus mengandung nilai kebenaran.Sedangkan depentabilitas dalam penelitianini mengusahakan agar data penelitian yang diperoleh bermutu. The 2013 curriculum which includes a number of changes has already been put into effect July 2013. There are various responses about the implementation of this 2013 curriculum. The conditions and attitudes of each school (principals, teachers, and students) and elements of society are different, enthusiastic because of curiosity and pessimism because they feel not ready. Therefore, the implementation of the 2013 curriculum needs to be studied more wisely in order to be implemented properly and can really improve the quality of education in general and Indonesian language learning in particular. Perception in this case is defined as the response or direct acceptance of some of the actors of education that is the Indonesian teachers who teach in the seventh grade of SMP Negeri as Mataram City. Perceptions include the teacher's response to the following matters: (1) The change of mindset that is the response of Indonesia in the 21st century, (2) The concept of curriculum 2013 is related to SKL, KI, and KD, (3) : learning model, saintific approach concept, project based learning model, problem based learning model, discovery based learning model, and authentic assessment concept on process and outcome. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection method using interview method and documentation method. The subjects of this study were Indonesian teachers who taught in grade VII in Mataram City which consisted of 7 State Junior Secondary Schools, including SMPN 2, SMPN 6, SMPN 9, Kesuma and SMPK, and MTs. Darul Hikmah Mataram. The planned activities that will be carried out include preliminary observation to know the perception of Indonesian teachers towards the implementation of the 2013 curriculum with the hope that the implementation of the 2013 curriculum is a curriculum that can produce productive, creative, innovative and effective Indonesian people through strengthening attitudes, skills and integrated knowledge. The election is an interview to find out the perceptions of Indonesian teachers on the implementation of the 2013 curriculum. Data reduction is needed to sort out and focus the important things about the implementation of the 2013 curriculum. While displaydata is required to display research data used to verify data as a first step to draw conclusions . Testing the validity of the data guided by the credibility of the research data must contain the value of truth. While the depentability in this research to make the research data obtained quality.
Hidayati Hidayati, Rima Rahmaniah
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 1-9; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.94

Abstract:
Abstrak:Pendidikan sebagai suatu tugas dan kewajiban pemerintah dalam mengembangkan aspirasi rakyat harus mencerdaskan dan menuju kearah tercapainya masyarakat yang mampu menyaring budaya asing. Oleh karena itu maka tujuan penelitian ini adalah adakahperan keluarga dalam mengantisipasi pengaruh budaya asing pada siswa SDN 1 Pendem, Janapria. Metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, angket dan dokumentasi sehingga dirapkandengan metode ini maka analisi yang diperbunakan adalah kuantitatif dengan analisis korelasi productmoment. Adapun metode penelitiannya adalah metode penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian maka analisis korelasi product moment di atas diperoleh nilai (r) sebesar 0,621. pada taraf kepercayaan (signifikan) sebesar 5% atau 0,05 dengan df/db N-2 (44-2) = 42 orang, maka diperoleh (r) tabel sebesar 0,304 darihasil tersebut bahwa nilai r lebih besar dari (r)tabel yaitu (0,621>0,304). Maka dapat dikatakan bahwa hipotesiskerja (Ha) diterima atau terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga terhadap pengaruh budaya asing, sedangkan hipotesis nilai (Ho) yang berbunyi tidak ada hubungan yang signifikan antara peran keluarga terhadap pengaruh budaya asing di SDN 1 Pendem Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah tahun akademik 2013/2014 adalah ditolak. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat peran keluarga dalam Mengantisipasi Pengaruh Budaya Asing pada Siswa SDN 1 Pendem, Janapria Tahun Akademik 2013/2014. Education as a duty and obligation of the government in developing the aspirations of the people must educate and towards the achievement of a society capable of filtering foreign culture. Therefore, the purpose of this study is the role of a family in anticipating the influence of foreign culture on the students of SDN 1 Pendem, Janapria. The method used to collect data is observation, questionnaire and documentation so that this method is applied, the analysis used is quantitative with productmoment correlation analysis. The research method is quantitative research method. Based on the result of the research, the correlation analysis of the product moment above is obtained (r) value of 0,621. at the level of confidence (significant) of 5% or 0.05 with df / db N-2 (44-2) = 42 people, then obtained (r) table of 0.304 from the result that r value is greater than (r) (0,621> 0,304). It can be argued that the hypothesis (Ha) is accepted or there is a significant relationship between the role of the family to the influence of foreign culture, while the hypothesis of the value (Ho) which reads there is no significant relationship between the role of the family towards the influence of foreign culture in SDN 1 Pendem District Janapria Academic year 2013/2014 is rejected. So the conclusion of this research is that there is role of family in Anticipating the Influence of Foreign Culture on Student SDN 1 Pendem, Janapria Tahun Akademik 2013/2014.
Ahmad Afandi
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 78-87; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.145

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah Sejarah Asia Timur di Program Studi Pendidikan Sejarah Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram, melalui penerapan dan pengembangan model inkuiri. Pengembangan model ini dilatarbelakangi oleh perlunya dinamisasi dalam proses pembelajaran, sehingga dapat menghasilkan pembelajaran bermakna. Meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa dalam pengertian mencari, menemukan, dan memecahkan permasalahan dalam perkuliahan dengan penerapan metode inkuiri, yang pada dasarnya juga merupakan penerapan metode sejarah kritis yakni: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan strategi kaji tindak berbasis kelas atau penelitian tindakan kelas. Pemilihan metodeini berdasarkan asumsi bahwa perbaikan proses kegiatan pembelajarandi dalam kelas dapat dilaksanakan pengajar dengan melakukan refleksi tentang berbagai hal yang telah dilakukan dalam proses kegiatan pembelajaran, seperti penentuan tujuan pembelajaran, penyusunan materi ajar, sumber buku acuan yang digunakan, strategi pembelajarannya, alokasi waktu yang digunakan dan evaluasi. Aktivitas pengimplementasian tujuan penelitian ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif kolaboratif antara pimpinan program, dosen, dan peneliti, sehingga terjadi sharing dalam penyusunan perencanaan tindakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas pembelajaran pada mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Sejarah Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram melaluipengembangan dan penerapan model inkuiri. Strategi inkuiri yang diterapkan diawali dengan strategi ekspositori yang menempatkan peranan besar dosen dalam pembelajaran terutama dalam hal membina, mengarahkan, membimbing, memberi tindakan, dan mengevaluasi serta refleksi, dan diakhiri dengan strategi inkuiri yangmenuntut kemandirian mahasiswa dalam proses mencari, menemukan, dan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang diajukan oleh dosen. Oleh karena itu, penelitian inikuiri ini tepat jikadesebut sebagai model inkuiri terpimpin.
Laila Hayati
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 16-23; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.96

Abstract:
Abstrak: Artikel ini membahas tentang pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan penalaran inferensial statistis. Tujuan kognitif pembelajaran Statistika adalah untuk mengembangkan kemampuan literasi, penalaran, dan berpikir statistis. Salah satu tujuan dalam penalaran statistis adalah mengembangkan kemampuan penalaran inferensial. Model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan penalaran inferensial statistis adalah model Statistical Reasoning Learning Environment (SRLE) yang didasarkan pada teori belajar konstruktivisme. Analisis didasarkan pada: 1) definisi inferensi statistis; 2) definisi penalaran inferensial informal dan formal; 3) kerangka kerja penalaran inferensial informal; 5) model pembelajaran SRLE; dan 6) penelitian terkait penalaran inferensial statistis. This article deals with learning that can be used to develop inferential reasoning abilities statistically. The cognitive goal of statistical learning is to develop literacy, reasoning, and statistical thinking skills. One of the goals in statistical reasoning is to develop inferential reasoning abilities. The learning model that can be used to develop static inferential reasoning abilities is Statistical Reasoning Learning Environment (SRLE) model based on constructivism learning theory. The analysis is based on: 1) the definition of statistical inference; 2) the definition of informal and formal inferential reasoning; 3) informal inferential reasoning framework; 5) the learning model of SRLE; and 6) research related to inferential statistical reasoning.
Muh. Zainur Rahman,
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 61-69; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.105

Abstract:
Pengaruh Komunikasi Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPS (Kelas VIII SMP Negeri 2 Sakra Barat Lombok Timur NTB) Fokus penelitian ini (1). Apakah pengaruh komunikasi orang tua dengan siswa terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS, (2). Apakah motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran IPS, ( 3). Apakah ada pengaruh komunikasi orang tua dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Tujuan penelitian ini : (1) Untuk mengetahui besarnya pengaruh komunikasi orang tua terhadap prestasi belajar IPS,(2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi belajar siswa pada mata pelajaranIPS, (3) Untuk mengetahui pengaruh komunikasi orang tua dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian : Komunikasi Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa SMP Negeri 2 Sakra Barat Lombok Timur NTB di tunjukkan oleh hasil uji F pada tingkat kesalahan 5%, diperoleh nilai Fhitungsebesar 133,167 dengan probabilitas kesalahan sebesar 0,00%. Besarnya pengaruh dilihat dari nilai R Square (koefisien determinasi) sebesar 0,878, yang memberikan arti bahwa Komunikasi Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa dapat menjelaskan Prestasi Belajar IPS Siswa SMP Negeri 2 Sakra Barat Lombok Timur NTB sebesar 87,80%, sedangkan sisanya sebesar12,20% dijelaskan oleh variabel lain
Rosada Rosada, Sipa Sasmanda
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 70-77; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.144

Abstract:
Penelitian ini tentang pembiasaan Al-Qur’an dan Hadist untuk membentuk karakter islami anak. Tujuan penelitian ini adalah bagaiamana membentuk karakterislam pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Jenis penelitian kualitatif yaitu memaparkansemua fenomena yang terjadi selama dalam setting penelitian. Alasan menggunakan pendekatan ini bertujuan untuk menggambarkan keadaan suatu fenomena yang terjadi, dan berusaha memamparkan data sebagaimana adanya tentang bagaimana program cinta Al-Qur’an untuk menumbuhkan karakter islami pada siswaPAUD NurAl-Banna. Hasil Bagi siswa dapat memberikan motivasi serta dapat menumbuhkan cinta Al-quran yang akan mencerminkan kehidupan islamiProgram yang dilaksanakan sekolah PAUD Nur Al-Banna untuk menumbuhkan karakter siswa dengan cara mengutamakan bagi siswa untuk mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari setelah dihafal atau sudah dipelajari. Adapun contoh yang dilakukan adalah menghafal hadist dan dalil yang ada dalam Al-Qur’an seperti hadist larangan marah, hadist anjuran bersih dan indah, dan lain sebagainya. Program tersebut mampu mengolah pikir, hati, raga, sehingga dari aspek kognitif, aspek psikomotorik, dan aspek afektif sehinga semua aspek tersebut berjalan selaras. Adapun hambatannyaadalah Proses sudah bisa terlaksana akan tetapi masih belum maksimal, dikarenakan proses tersebut memiliki hambatan-hambatan yang dialami siswa. Hambatan mesti akan terjadi jikala salah satu pihak tidak mendukung pelakasanaan tersebut. Contohnya di sekolah siswa diharuskan menggunakan pakaian yang sopan akan tetapi di rumah mereka bebas sehingga aturan tersebut hanya berlaku di sekolah saja di rumah tidak, hal tersebut karena peran orang tua dalam program tersebut kurang sehingga untuk masalah tersebut masih belum maksimal. Adapun pembiasaan tersebut seperti memakai jilbab atau berpakain yang sopan, makan dengan tangan kiri, berkata tidak baik, dan lain sebagainya.
M Isnaini, Kharil Anwar
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 49-60; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.104

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan guru fisika SMA dalam kegiatan laboratorium. Kesiapan guru fisika SMA dalam kegiatan laboratorium dapat diketahui dari: (1) kompetensi laboratorium guru fisika SMA dalam merancang kegiatan laboratorium; (2) sarana prasarana laboratorium; (3) hambatan-hambatan yang ditemui guru fisika SMA dalam melaksanakan kegiatan laboratorium; dan (4) langkah-langkah guru fisika SMA mengatasi hambatan dalam melaksanakan kegiatan laboratorium, sehingga hasil temuan ini dapat digunakan sebagai masukan bagi: (1) guru fisika SMA untuk meningkatkan kompetensinya dalam kegiatan laboratorium; (2) Kemendikbud, Dinas Dikpora Kota Mataram dan Provinsi NTB untuk meningkatkan kompetensi kegiatan laboratorium guru fisika SMA melalui pelatihan-pelatihan tentang laboratorium; (3) Lembaga Pendidik Tenaga Keguruan (LPTK) diharapkan meningkatkan kualitas lulusan calon guru fisika dalam kegiatan laboratorium. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumulan data berupa dokumentasi, angket, wawancara dan observasi. Populasi penelitian ini adalah guru fisika SMA se-Kota Mataram yang terdiri dari 8 SMA Negeri dan 10 SMA Swasta berjumlah 32 orang. Sampel penelitian adalah 20 orang guru fisika SMA se-Kota Mataram yang terdiri dari 14 guru SMAN, 6 guru SMA Swasta. Ke-20 guru sampel tersebar di 7 SMA Negeri dan 6 SMA Swasta. Berdasarkan informasi dan analisis yang dilakukan kesiapan guru fisika kota mataram dalam kegiatan laboratorium dikategorikan cukup siap, yang dapat dilihat dari: (a) kompetensi guru fisika SMA dalam kegiatanlaboratorium cukup baik, yaitu sebesar 52%, (b) Kondisi sarana prasarana laboratorium fisika kategori cukupbaik, yaitu sebesar 63.1%, (c) Faktor penghambat kegiatan laboratorium berupa gedung/ruangan sebesar56% dalam ketegori cukup banyak, pengelolaan laboratorium sebesar 70% berkategori cukup banyak, dan alat dan bahan kegiatan laboratorium, sebesar 56% berkategori cukup banyak, dan (d) Langkah-langkah dalam mengatasi hambatan kegiatan laboratorium gedung/ruang laboratorium dikategorikan cukup baik,yaitu sebesar 70%, pengelolaan laboratorium berkategori cukup baik, sebesar 57% dan alat dan bahan kegiatanlaboratorium sebesar 58%, dalam ketegori cukup baik. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah diharapkan agar instansi terkait lebih sering memberikan pelatihan terhadap kegiatan laboarotium untuk meningkatkan kompetensi guru dalam kegiatan laboratorium khususnya kegiatan prosedur percobaan inquiri atau keterampilan proses dan alat evaluasi kegiatan laboratorium.
Siti Lamusiah
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 88-99; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.146

Abstract:
Batik SaSaMbo tidak hanya menjadi ciri khas dari Bima, tetapi juga merupakan ciri khas Lombok, Sumbawa. Batik SaSaMbo yang ada di Bima memiliki motif yang berbeda dari motif batik yang dimiliki oleh Lombok dan Sumbawa terutama ragam hiasnya yang lebih banyak variasinya. Motif batik di Bima lebih cenderung menggunakan motif-motif yang berkaitan erat dengan budaya setempat. Motif batik pada zaman dahulu di Bima hanya menggunakan motif bawang, kupu-kupu, kepiting, dancabe, tetap seiring dengan perkembangan zaman corak dan ragam hiasnyamakin beragam, seperti motif umalengge (rumah adat), motif renda (nama kampung), kabateto’i(sarambi kecil), madasahe, (matakerbau), kakando (tunas bambu), dan lain-lain, tetapi yang paling terkenal adalah motif umalengge (rumahadat) Bima. Ragam hias kangkung, daun priya atau buahnya,ragam hias putri mandalika, ragam hias rumah adat Sumbawa atau jajan khas manjareal, taman sangkareang, gendang beleq dan lain-lain. Berdasarkan latar belakang di atas, adapun rumusan masalahnya adalah ”Bagaimanakah estetika ragam hias batik SaSaMbo di sentral kerajinan SMK 5 Mataram?”. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi terhadap pengembangan model batik SaSaMbo dengan berbagai macam ragam hias yang sesuai denganciri khas daerah NTB, dapat memberikan konstribusi terhadap pengetahuan tentangkeindahan ragam hias batik SaSaMbo yang bermanfaat bagi masyarakat NTB, serta dapat memberikan masukan terhadap pengrajin yang ada di SMK 5 Mataram mengenai keterampilan atau kerajinan batik SaSaMbo yang menjadi ciri khas masyarakat NTB (Sasak, Sumbawa, Mbojo). Pendekatan penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian dengan menggunakan penelitian etnografi. Instrument penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen.
Islahudin Islahudin, M Firman Ramadhan
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 6, pp 24-36; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v6i1.103

Abstract:
Pada penelitian ini telah dirancang aplikasi koil datar sebagai sensor getaran untuk deteksi dini gempa. Koil datar adalah lilitan kawat yang sangat tipis dan bertindak sebagai induktor. Koil datar ini bersama dengan kapasitor membangun sebuah osilator yang menghasilkan frekuensi bergantung pada nilai induktansi dan kapasitansi. Osilator ini dinamakan osilator LC. Induktansi koil datar bergantung pada jarak benda logam di depan koil datar. Jika induktansi berubah, frekuensi akan berubah juga. Frekuensi dapat dirubah ke dalam bentuk tegangan untuk merepresentasikan jarak. Efek ini kemudian diterapkan pada frekuensi rendah menggunakan bandul pada rumahan sensor. Berdasarkanpenelitian, sensor getaran untuk mendeteksi gempa bumi sudah dirancang serta masih dalam proses pengujian dan kalibrasi. Sensor getaran yang sudah dibuat adalah sensor koil datar arah x da arah y. Frekuensi getaran yang sudah bisa diukur dalam arah x adalah 0,468 Hz. Nilai ini hampir sama dengan frekuensi sumber getaran sebesar 0,46 Hz. Adapun frekuensi yang getaran yang sudah bisa diukur dalam arah y adalah 0,55 Hz dan nilai ini hampir sama dengan frekuensi sumber getaran sebesar 0,5 Hz.
Vera Mandailina
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 5, pp 68-72; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v5i2.92

Abstract:
Abstrak:Salah satu kesulitan mahasiswa dalam mata kuliah geometri analitik bidang adalah memecahkan masalah tentang garis singgung lingkaran jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Kesulitan ini dapat disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap konsep garis singgung lingkaran. Pembelajaran matematika dengan metode penemuan merupakan satu komponen penting dalam pandangan konstruktivis dimana pengetahuan dibentuk oleh mahasiswa sendiri secara aktif, kemudian disimpan sebagai suatu susunan atau struktur pengetahuan yang saling terkait satu sama lain seperti jaring laba-laba dantidak hanya sekedar bersifat hirarkis. Mahasiswa secara aktif baik fisik (bekerja) maupun mental (berpikir) dalam membentuk pengetahuannya sendiri. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja dosen sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menguasai suatu mata kuliah. Sumber data dalam penelitian ini adalah semester IV jurusan pendidikan matematika FKIP UM Mataram. Sedangkan mahasiswa yang diambil sebagai subjek untuk wawancara adalah 4 mahasiswa dengan pertimbangan agar memudahkan fokus perhatian dan pengamatan sehingga mencapai refleksi mendalam. Pemilihan subjek untuk wawancara ditentukan berdasarkan pada hasil tes awal. Keempat mahasiswa ini terdiri dari 1 mahasiswa berkemampuan tinggi, 2 mahasiswa berkemampuan sedang, dan 1 mahasiswaberkemampuan rendah. Setelah dataterkumpul, maka data perlu segera dianalisis. Analisisdata yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisisdata kualitatif dan kuantitatif. Data ini dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mereduksi data,(2) menyajikan data, dan (3) menarik kesimpulan serta verifikasi. Berdasarkan tujuan penelitian dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing berkelompok dapat meningkatkan penguasaan konsep garis singgung lingkaran pada matakuliah geometri analitik di jurusan pendidikan matematika UM Mataram.Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata mahasiswa dan meningkatnya SR yang dihasilkan jika membenadingkan hasil tes awal dan tes akhir. One of the student difficulties in the field of analytical geometry is to solve the problem of tangent circles when associated with daily life. This difficulty can be caused by a lack of understanding of the concept of tangent circles. Mathematical learning by discovery method is an important component in constructivist view where knowledge is actively shaped by the students themselves, then stored as a structure or knowledge structure interconnected with each other like spider webs and not just hierarchical. Students are both physically active (working) and mental (thinking) in shaping their own knowledge. The research conducted is a classroom action research that aims to improve the performance of lecturers so as to improve students' understanding in mastering a course. Sources of data in this study is the fourth semester majoring in mathematics education FKIP UM Mataram. While the students are taken as the subject for the interview is 4 students with consideration to facilitate the focus of attention and observation so as to achieve deep reflection. The subject selection for the interview is determined based on the initial test results. The four students consist of 1 high-ability student, 2 medium-skilled students, and 1 low-skilled student. After the data gathered, then the data needs to be analyzed immediately. Data analysis conducted in this research is qualitative and quantitative data analysis. This data is analyzed by the following steps: (1) reducing data, (2) presenting data, and (3) drawing conclusions and verification. Based on research objectives and research results can be concluded that the application of guided discovery method can improve the mastery of the concept of tangent circle in the analytic geometry course in the majors of mathematics education UM Mataram.Hal is evidenced by the increase in the average value of students and the increase in SR generated if membenadingkan results preliminary and final tests.
Hapipi Hapipi, Syahrul Azmi, Aos Santosa H
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 5, pp 25-30; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v5i2.87

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasilbelajar mahasiswa pada matakuliah Matematika Dasardengan melakukan perbaikan kualitas proses pembelajaran. Perbaikan kualitas proses ini dilakukan dengan menerapkan pembelajaran berbasis realistik dalam kelompok kooperatif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa pada materi persamaan/pertidaksamaan linear dan persamaan/pertidaksamaan kuadrat. Ketuntasan klasikal mencapai 61% pada siklus I, sedangkan padasiklus II mencapai 88% This research is intended to improve student outcomes in Mathematics Dasardengan by improving the quality of learning process. Improving the quality of this process is done by applying realistic-based learning in cooperative groups. This research is a classroom action research (PTK) conducted in two cycles. The results showed that there is an increase in student learning outcomes on the material equations / linear inequalities and equations / quadratic inequalities. The classical completeness reaches 61% in cycle I, while on the second cycle reaches 88%
Junaidin Junaidin
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 5, pp 73-85; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v5i2.93

Abstract:
Abstrak:Social Studies Educationsangat penting dalam segala aspek kehidupan, karena itu perlu dipelajari agar semua insan Indonesia. Pendidikan Social Studies Educationyang bertanggungjawab atas pengembangan keterampilan berpikir peserta didik perlu ditingkatkan kualitasnya, melalui pengembangan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Problem-based learning (PBL) merupakan pembelajaran yang inovatif, kreatifdan produktif, karena dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan yang makin kompleks di abad ke-21 ini. Tahap-tahap dalam PBL membimbing siswa untuk melakukan self-directed learning,sehingga dapat membentuk kemandirian. Dalam pemecahan masalah melalui PBL juga dituntut pengembangan kemampuan lintas bidang studidan kolaborasi dalam membangun pengetahuan. Di samping itu siswa juga dilatih untuk memilah dan memilih informasi yang sesuai, melakukan prediksi dan evaluasi terhadap jawaban permasalahan, yang membentuk kreativitasnya. Dengan PBL waktu belajar juga dapat digunakan secara lebih efektif, yang melalui penggunaan ICT sebagai sumber informasi, maupun ajang komunikasi lintas batas dan lintas waktu. PBL yang mengakomodasi penggunaan ICT dapat menjawab masalah kekurangan waktu belajar, keterbatasan luasdan jumlah kelas di sekolah, maupun kurangnya jumlah guru khususnya di daerah terpencil. Implementasi pembelajaran yang berbasis ICT dapat memberikan kontribusi positif dalam inovasi pembelajaran. Social Studies Educations are very important in all aspects of life, because it needs to be learned for all Indonesians. Education Social Studies Education responsible for the development of students' thinking skills needs to be improved in quality, through the development of high-level thinking of learners. Problem-based learning (PBL) is an innovative, creative and productive learning, because it can improve students' ability to solve problems in an increasingly complex life in the 21st century. Stages in PBL guide students to self-directed learning, so as to establish independence. In solving problems through PBL is also required the development of cross-disciplinary skills and collaboration in building knowledge. In addition, students are also trained to sort and select appropriate information, to make predictions and evaluate the answers to problems, which shape their creativity. With PBL the learning time can also be used more effectively, through the use of ICT as a source of information, as well as cross-border and cross-time communication arena. PBLs that accommodate the use of ICT can address the problem of shortage of study time, wide limitations and number of classes in schools, as well as the lack of teachers in remote areas. Implementation of ICT-based learning can provide a positive contribution in learning innovation.
Dewi Pramita
Paedagoria | FKIP UMMat, Volume 8, pp 13-17; https://doi.org/10.31764/paedagoria.v8i1.83

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sebaran jenis penelitian, tema yang popular serta kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan atau menyusun skripsi program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Mataram. Manfaat dari penelitian ini yaitu 1) diperoleh informasi tentang sebaran jenis penelitian dan tema penelitian yang paling sering atau paling banyak diambil oleh mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Mataram; 2) kesulitan yang dialami mahasiswa dalam menyusun skripsi dapat menjadi landasan untuk evaluasi kualitas pembelajaran dikelas. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan atau mengambil mata kuliah skripsi dalam rentang waktu bulan Oktober 2016 sampai dengan Maret 2017. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) sebaran penelitian mahasiswa dominan pada penelitian kuantitatif dan penelitian R&D; 2) tema yang diminati (popular) dikalangan mahasiswa yang terkait dengan model penelitian; 3) kesulitan yang dihadapi mahasiswa meliputi penyusunan proposal, instrumen penelitian, pengolahan dan analisis data. The purpose of the research to describe the distribution of undergraduate thesis,that conducted by the Mathematics Education Department students in terms of the research type, theme and also describe they difficulties experienced. The benefit of the research is 1) obtained the distribution of research themes are often or most taken by students of mathematics education department of Muhammadiyah Mataram University, 2)student difficulties in arrange they undergraduate thesis used to evaluate quality of learning.This research is a descriptive qualitative case study. The subjects of the research are Mathematics Education Department students whom taking a thesis course until Ocober 2016 to march 2017. Results of this research are: 1)distribution of the research are dominant in quantitative research and R&D research; 2)the most popular theme are about leraning model; 3) difficulties face by the student arebout arrange a proposal, research instrument, processing and analysis of data
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top