Refine Search

New Search

Results in Journal Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam: 59

(searched for: journal_id:(4152553))
Page of 6
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Fera Eka Widayanti
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 69-82; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3572

Abstract:
Penelitian ini, menjelaskan tentang implementasi kurikulum pendidikan agama islam di MI Unggulan Muhammadiyah Lemahdadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi pelaksanaan kurikulum pendidikan agama islam di MI Unggulan Muhammadiyah Lemahdadi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, yaitu memaparkan berbagai kondisi yang ditemukan dilapangan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di MI Unggulan Muhammadiyah Lemahdadi. Sumber data terdiri dari guru pengampu mata pelajaran Ismuba, dan sejumlah guru mata pelajaran lainnya serta wali kelas dan kepala madrasah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kurikulum ismuba di satuan pendidikan MI Unggulan Muhammadiyah lemahdadi sudah dilakukan dengan baik. Mata pelajaran umun telah disesuaikan dengan dinas pendidikan, sedangkan kurikulum Ismuba telah disesuaikan dengan Dikdasmen Muhammadiyah yang di sinergikan dengan kurikulum madrasah ibtidaiyah dari kementrian agama. Adapun kekurangan dari implementasi kurikulum ismuba di satuan pendidikan MIU Muhammadiyah Lemahdadi, yaitu; (1) masih kurangnya pemahaman guru terhadap pemilahan mata pelajaran yang dianjurkan dikdasmen dengan kementrian agama. (2) alokasi waktu pembagian jam pelajaran belum stabil.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 13-29; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3565

Abstract:
Tujuannya penulisan ini untuk mengetahui tingkat kepuasan stakeholder terhadap kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional alumni prodi PAI FTK UIN Raden Intan Lampung di sekolah SLTA di Bandar Lampung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey yaitu penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan yang sama kepada responden untuk kemudian seluruh jawaban dicatat, diolah dan dianalisis. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh alumni prodi PAI dan kepala sekolah/waka yang berada di tiga sekolah mewakili predikat Akreditasi A, B dan C di tingkat SLTA. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif presentase. Hasil analisis deskriptif presentase menunjukkan bahwa tingkat kepuasan stake holder terhadap kompetensi pedagogik alumni prodi PAI sebesar 77.38 %, kompetensi kepribadian 79.76 %, kompetensi sosial sebesar 79.17 %, ketiga kompetensi tersebut termasuk dalam ketegori Sangat Tinggi, sedangkan kompetensi profesional sebesar 75 % termasuk dalam kategori Tinggi/sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi alumni prodi PAI di lembaga pendidikan masih tergolong sangat tinggi. Kesimpulannya adalah bahwa nilai kompetensi tertinggi adalah pada kompetensi kepribadian dengan kategori sangat tinggi. Sedang terendah terdapat pada kompetensi profesional dengan nilai kategori tinggi/sedang. Hasil ini melahirkan saran bahwa untuk jurusan prodi PAI FTK UIN Raden Intan Lampung diharapkan dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki, khususnya pada kompetensi profesional, sehingga dapat memberikan tingkat kepuasan yang maksimal bagi stakeholder.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 1-12; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3855

Abstract:
Studying on the politics of Islamic education in Indonesia cannot be separated from historical aspects. This study discusses why and how the history of Islamic education cannot be separated from the birth, growth and development of Islamic education in a country. In the Indonesian context, the political history of Islamic education cannot be separated from the dynamics of Islamic education and power from time to time, starting from the pre-independence period to the present. This article uses qualitative research methods that emphasize the study of documents or texts. That is, the study of the text in this study focuses more on the analysis or interpretation of written material based on the context. The results of this study indicate that the relationship between history and politics of Islamic education in Indonesia is very close and strong relationship. Azyumardi Azra sees the historical aspect as very dominant in constructing the political reality of Islamic education in Indonesia from time to time. In this context, Michel Foucault gives attention to the genealogical aspects in history which focus on the origin and form of the history of knowledge which in certain contexts cannot be separated from power.
Umil Muhsinin, Kholid Musyaddad, Fauzan Azim
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 51-68; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3626

Abstract:
Tujuan dari penulisan ini Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Karakter Di Sdit Kota Jambi untuk meningkatkan keseimbangan antara kompetensi spiritual, sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Salah satu caranya dengan menerapkan pembelajaran tematik integratif di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi pembelajaran tematik integratif di SDIT Kota Jambi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data dianalisis dengan analisis data model Hiles dan Huberman. Uji keabsahan data dengan ketekunan pengamatan dan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian mendeskripsikan tentang implementasi pembelajaran tematik integratif pada tahap persiapan, proses pembelajaran, dan penilaian. Kesimpulan penulisan ini : (a) Perencanaan pembelajaran tematik berbasis karakter di SDIT Kota Jambi sudah menunjukkan adanya pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam pembelajaran tematik, yang didukung dengan adanya pengintegrasian kurikulum keterpaduan di SDIT Kota Jambi; (b) Pelaksanaan pembelajaran tematik tidak berjalan sesuai dengan perencanaan, namun tidak menghilangkan tujuan pembelajaran dan pengintegrasian nilai karakter, dikarenakan hari aktif yang berlaku di SDIT Kota Jambi hanya lima hari; dan (c) Penilaian pembelajaran tematik di SDIT Kota Jambi dilakukan dengan menggunakan penilaian autentik.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 159-181; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3729

Abstract:
This paper aims to discover the basic concepts of evaluation and its implications on evaluating Islamic Religious Education learning in Schools. This paper employs a qualitative approach and literature study method. Based on the results of the discussion, the evaluation consisted of measurement and assessment. In the context of learning, evaluation has a very important and strategic position since it is included in the steps of learning. The aim is to determine the effectiveness and efficiency of the learning system. The area of discussion includes evaluation in learning programs, learning processes, and learning outcomes. In general, the principle of evaluation consists of continuity, comprehensiveness, fairness, objectivity, cooperativeness, and practicality. In specific, the principle consists of integration, coherence, pedagogical, and accountability. In terms of type, learning evaluation consists of evaluation of planning, development, monitoring, impact, efficiency, and comprehensive programs. In terms of object, evaluation of learning includes input, transformation, and output. The subject includes the educator, the officer who has been trained, and the students that can evaluate themselves. In terms of the technique, it consists of tests and non-tests. The implication is that the evaluation of the learning of Islamic Religious Education in schools needs to be carried out in a continuous, comprehensive and integrated manner. Thus, Islamic Religious Education educators must be able to evaluate the development of students, including in the aspects of aqliyah, qolbiyah, and amāliyah.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 31-49; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3783

Abstract:
Pendidikan moral merupakan pendidikan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik. Kehancuran negara dapat terjadi karena hancurnya moral beberapa warganya. Oleh karena itu, konstruksi pendidikan moral telah dijelaskan pada hadist Nabi Muhammad yang membahas tentang penyempurnaan akhlak manusia. Pendidikan moral banyak terdapat dalam film yang tidak hanya berperan sebagai hiburan, namun berpotensi sebagai media edukasi yang mampu mempengaruhi perilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan moral yang terdapat dalam film Bilal A New Breed Of Hero. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral yang terdapat pada film Bilal A New Breed Of Hero yaitu nilai religius, toleransi, disiplin, rasa ingin tahu, dan peduli sosial yang ditujukan bagi generasi muda agar selalu semangat menggapai cita-cita kehidupan yang lebih baik demi bangsa dan negara. Dengan demikian, pendidikan moral dalam film Bilal A New Breed Of Hero mengandung nilai-nilai moral dalam berbagai sisi kehidupan melalui tanda-tanda baik visual maupun verbal dalam masing-masing ceritanya.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 137-158; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3631

Abstract:
Through the development of Islamic religious education teaching materials based on problem based learning, it is expected to further enhance the knowledge of Islamic religion of students, so that it is easier for these students to ward off radicalism. The purpose of this study (i) how is the development of Islamic religious education teaching materials based on problem based learning to counteract radicalism in students? (2) how is the effectiveness of Islamic religious education teaching materials based on problem based learning to ward off radicalism in students? So that the main objective in this research is to develop Islamic religious education teaching materials based on problem based learning, so as to ward off radicalism in high school students in Bandar Lampung City. This study uses research and development design, with a sample of 30 high school students in Bandar Lampung, part of the experimental class as a control class. Data collection techniques using questionnaires and documents. The data obtained were then analyzed using gain analysis and independent sample t test. The conclusions of the study are (1) the realization of the development of Islamic religious education teaching materials based on problem based learning to counteract radicalism in high school students in Bandar Lampung City. (2) there is a difference in the attitude of radicalism of students who use it and those who do not use teaching materials based on problem-based Islamic education in state high schools in Bandar Lampung City.
Iswandi Iswandi
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 113-136; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3742

Abstract:
The purpose of this reseach is to examine what kind of approach that is given by teachers in fostering the MIN morals of students in Bandar Gadang and find out the constraints and convenience faced by the teacher in building the mor of MIN students in Bandar Gadang. In this paper the authors use field research (Field Research) using qualitative methods to gather information by revealing data and describing events, phenomena that occur in the field as they are. To get the data in this study the authors used techniques, interviews, and observations to teachers at MIN Bandar Gadang. The results of this study illustrate the efforts that have been made by teachers in fostering student morals at MIN Bandar Gadang not only with regard to manners, social procedures, ways of behaving and ways to behave in my daily life. But more deeply, the teacher's example is also seen in the spiritual formation of students through filling their hearts and spirituality with the qualities of patience, responsibility, fairness, honesty, forgiveness and all of these qualities must be reflected in the teacher's personality. The driving factor in fostering student morals is religious understanding students have started to go deep, because the family also provides motivation and encouragement to students and is supported by religious facilities in the school environment, so that the inculcation of moral values to them is easier.
Siti Zulaikhah
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 83-93; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3558

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat jenis penguatan karakter seperti apa yang dapat membangun karakter siswa berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif di lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, diskusi kelompok (FGD) serta dokumentasi. Selain itu, data disajikan dengan menggunakan pendekatan deskriptif, dalam bentuk kata-kata, tulisan, untuk memperjelas data yang dikumpulkan dan dianalisis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter melalui pendidikan Agama Islam di SMP N 3 Bandar Lampung dibagi menjadi 3 bidang: PPK berbasis kelas, PPK berbasis sekolah, PPK berbasis masyarakat itu bisa dikatakan baik dan tidak. PPK berbasis kelas sudah dilakukan dengan baik di SMP 3 Bandar Lampung karena setiap tahapan-tahapan telah dilakukan dengan baik. Tahapan-tahapan tersebut termasuk mengintegrasikan PPK ke dalam program, PPK melalui manajemen kelas, PPK melalui pilihan dan penggunaan metode pembelajaran tematik, PPK oleh gerakan literatur, PPK melalui bimbingan dan konsling. Dari kelima tahap implementasi ini, dapat dikatakan bahwa itu maksimal dan dilaksanakan dengan baik. Bidang berikutnya adalah budaya sekolah berdasarkan PPK. Dalam budaya sekolah, banyak nilai inti PPK yang diterapkan. PPK berdasarkan budaya sekolah dalam implementasinya berjalan dengan baik. Kondisi sosial-budaya di SMP N 3 Bandar Lampung sangat mudah diterapkan, untuk berbagai jenis nilai-nilai luhur, sehingga contoh-contoh pendidikan dapat dengan mudah diintegrasikan dengan siswa. PPK berbasis masyarakat dalam implementasinya di SMP N 3, Bandar Lampung belum bekerja sesuai dengan konsep PPK itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan ruang lingkup implementasinya. Namun, beberapa hal dapat diimplementasikan, termasuk hubungan sosial antara komite sekolah dan orang tua sebagai aktor kunci dalam pendidikan. Ada Kolaborasi yang masih terbatas, yaitu komunitas ulama dan guru ngaji. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa di antara tiga bidang PPK yang belum diimplementasikan dengan benar, adalah PPK berbasis masyarakat.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10, pp 95-112; doi:10.24042/atjpi.v10i1.3838

Abstract:
Madrasah education is Islamic education that is integrated with the national education system. But in its development Islamic education experiences various problems, namely: (1) Stigma of society that considers madrasa as second class education (2) Until the left behind of madrassas from other general education. therefore in this research will be studied more deeply, about madrasah education integration in the national education system which is reviewed based on the perspective of madrasa education policy in Indonesia. This research is library research conducted by way of tracing books, articles, and related documents, to then be analyzed using descriptive analysis. The results of this study are that madrasa education has been integrated with the national education system, madrasa education is not second class education that lags behind other general education, this is because (1) Madrasah education has the same rights as other general education (to get attention, assistance, equal treatment) (2) Madrasa education (MI, MTs, and MA) is equivalent to other general education, (3) Can move to other general education institutions with the same education pathways and levels, and (4) Can continue education to prestigious Islamic Higher Education, as well as other general education.Keywords: Policy, Madrasah Education, National Education SystemAbstrakPendidikan madrasah merupakan pendidikan Islam yang terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional. Tetapi dalam perkembanganya pendidikan madrasah mengalami berbagai permasalahan, yaitu: (1) Stigma masyararakat yang menganggap madrasah sebagai pendidikan kelas dua (2) Hingga tertinggalnya madrasah dari pendidikan umum lainya. Untuk itu dalam penelitian ini akan dikaji lebih mendalam mengenai integrasi pendidikan madrasah dalam sistem pendidikan nasional yang dikaji berdasarkan perspektif kebijakan pendidikan madrasah di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan cara menelusuri buku-buku, artikel, dan dokumen-dokumen terkait, untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa pendidikan madrasah telah terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional, pendidikan madrasah bukanlah pendidikan kelas dua yang tertinggal dari penidikan umum lainya, hal ini dikarenakan (1) Pendidikan madrasah mempunyai hak yang sama dengan pendidikan umum lainya (untuk mendapat perhatian, bantuan, dan perlakuan yang sama) (2) Pendidikan madrasah (MI, MTs, dan MA) setara/sederajat dengan pendidikan umum lainya, (3) Dapat pindah ke lembaga pendidikan umum lainya dengan jalur dan jenjang pendidikan yang sama, dan (4) Dapat melanjutkan pendidikan ke Pendidikan Tinggi Islam yang bergengsi, maupun pendidikan umum lainya.Kata kunci: Kebijakan, Pendidikan Madrasah, Sistem Pendidikan Nasional
Page of 6
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top