Refine Search

New Search

Results in Journal SOROT: 106

(searched for: journal_id:(1923683))
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Vina Al Azizah, Andhatu Achsa
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 1-12; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.1-12

Abstract:
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui lebih dalam dan mendeskripsikan kondisi bauran komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh KSPPS Karisma kantor cabang Grabag dalam menarik minat anggota sehingga jumlahnya meningkat. Kegagalan sebuah koperasi dalam memperoleh anggota salah satu faktornya adalah kurangnya media komunikasi pemasaran, sedangkan anggota adalah sumber keberlangsungan hidup bagi koperasi, maka dibutuhkan komunikasi pemasaran yang baik untuk menginformasikan adanya suatu produk sekaligus membujuk agar masyarakat melakukan pembelian. Metode deskriptif kualitatif menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, penyajian data yang ditemukan, dan kesimpulan. Data diperoleh dari observasi dan wawancara dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya, dokumentasi, internet, dan studi kepustakaan yang dilaksanakan pada February 2020 sampai Mei 2020. Bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh KSPPS Karisma cabang Grabag untuk meraih anggota adalah periklanan,penjualan personal, pemasaran dari mulut ke mulut, pemasaran langsung dan interaktif, dan hubungan masyarakat dan publisitas. Dalam penelitian ini, bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh KSPPS Karisma cabang Grabag berpengaruh terhadap peningkatan jumlah anggota.This study aims to know deeply and describe the conditions of marketing communication mix applied by KSPPS Karisma Grabag offices in attracting members’ interest so that the numbers increase. The failure of a cooperative in getting members one of the factors is the lack of the marketing communication media, while members are source of survival for cooperatives, so good marketing communication is needed to inform the existence of a product and persuading the public to make a purchase. The qualitative descriptive method is used in this research. Data analysis methods used are data collection, presentation of data, and conclusions. Data obtained from observations and interviews with purposive sampling as a sampling technique, documentation, internet, and literatur study conducted on February to May 2020. The marketing communication mix used by KSPPS Karisma Grabag office to reach members is advertising, personal selling, word of mouth marketing, direct and interactive marketing, and public relations and publicity. In this study, the marketing communication mix used by KSPPS Karisma Grabag office affect on increasing number of members.
Sarpina Sarpina, Aning Kesuma Putri, Hadi Suroso
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 25-32; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.25-32

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren dan perbandingan IPM dan PDRB di Provinsi Kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber dan publikasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau and Bangka Belitung tahun 2014-2018. Analisis deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan fenomena indeks pembangunan manusia dan PDRB di kedua provinsi tersebut. Temuan studi menemukan bahwa indeks pembangunan manusia dan produk domestik regional bruto mengalami peningkatan. Kondisi IPM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau semakin membaik setiap tahunnya, dengan rata-rata IPM tertinggi selama periode 2014-2018. PDRB Kepualau Riau cenderung tumbuh lebih cepat dibanding Bangka Belitung. PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau juga cenderung meningkat setiap tahun dengan rata-rata IPM selama periode 2014-2018. Kecenderungan pertumbuhan IPM Bangka Belitung lebih cepat dibandingkan di Kepulauan Riau.This study aims to determine the trend and comparison of HDI and GRDP in the Provinces of Riau Islands and Bangka Belitung. The data used in this study are secondary data obtained from various sources and publications from the Central Bureau of Statistics, Bangka Belitung and Riau Islands Province 2014-2018. A quantitative descriptive analysis to explain the phenomenon of the human development index and GRDP in the two provinces. The findings of the study found that the human development index and gross regional domestic product have increased. The HDI conditions in the Province of Bangka Belitung Islands and Riau Islands are getting better every year, with the highest HDI average during the 2014-2018 period. PDRB Kepualau Riau tends to grow faster than Bangka Belitung. The GRDP of the Bangka Belitung Islands and Riau Islands Provinces also tends to increase every year with an average HDI during the 2014-2018 period. The tendency of Bangka Belitung HDI growth is faster than in the Riau Islandscrisis is statistically significant to affect the gross regional domestic product growth.
Yohanes Kopong Blolo
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 13-24; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.13-24

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam mengurangi penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di Kota Denpasar karena adanya Peraturan Walikota Denpasar No. 36/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pendekatan ini menganalisis kinerja kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Responden adalah petugas DLHK Kota Denpasar dan informan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada informan yang ditentukan berdasarkan kebutuhan penelitian ini. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pelaksana mengingatkan dan membagikan tas ramah lingkungan. Telah terjadi komunikasi dan sosialisasi kebijakan regulasi. Komunikasi internal pelaksana sangat baik dalam mensosialisasikan kebijakan. Kelompok sasaran mendukung aturan tersebut, sehingga pelaksanaan kebijakan berjalan dengan lancar dan sesuai ekspektasi. Ruang politik dan ekonomi membantu melaksanakan kebijakan ini. Keamanan dan budaya Bali memfasilitasi implementasi kebijakan.This study aims to analyze government policies to reduce the use of plastic bags in Denpasar City. This research is in Denpasar City because of Denpasar Mayor Regulation No. 36/2018. The research method used is a qualitative descriptive method with an inductive approach. This approach analyzes the performance of policies to reduce the use of plastic bags. Selection of informants using a purposive sampling method. The respondents were Denpasar City DLHK officials and community informants. The data collection technique was carried out by interviewing the informants determined based on the needs of this study. In this study, the data analysis technique used was data reduction, then continued with the presentation of the data and drawing conclusions. The results of the research found that implementers reminded and distributed environmentally friendly bags. There has been communication and socialization of regulation policies. The implementor's internal communication is very good in disseminating policies. The target group supports the rule, so that policy implementation runs smoothly and meets expectations. Political and economic space helps implement these policies. Balinese security and culture facilitate policy implementation.
Anjar Setiana, , Suarman Suarman
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 47-59; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.47-59

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung. Hasil penelitian diketahui bahwa kekuatan pengelolaan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung sudah baik, motivasi yang tinggi oleh anggota untuk berbisnis, SDM cukup banyak karena di pedesaan, sarana dan prasarana gratis yang digunakan BUMDes, lokasi strategis di tengah masyarakat. Sisi negatifnya adalah kurangnya tenaga ahli tentang BUMDes, kualitas sumber daya manusia yang kurang, sarana dan prasarana yang masih kurang memadai, serta keterbatasan infrastruktur. Peluangnya adalah perkembangan teknologi yang semakin maju, dukungan dari pemerintah daerah, memiliki potensi desa yang sangat bagus untuk dikembangkan, pasokan barang semakin lengkap dan persepsi BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung cukup baik. Hasil analisis matriks SWOT diperoleh rumusan strategi pengembangan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung yaitu: (1) Meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan pasokan barang yang lebih lengkap; (2) Menjalin kerjasama dengan mitra bisnis: dan (3) Meningkatkan pelayanan kepada anggota sesuai kebutuhannya.This research aims to formulate a BUMDes development strategy in Pangkalan Lesung sub-district. The results of the research, it is known that the strength is BUMDes management in Pangkalan Lesung subdistrict has been good, high motivation by members for business, human resources quite a lot because in the countryside, free facilities and Infrastructure used by BUMDes, strategic location in the middle of the community. The downside is the lack of experts about BUMDes, the lack of quality of human resources, facilities and infrastructure is still not adequate, and infrastructure limitations. Opportunity is the development of increasingly advanced technology, support from local governments, has excellent village potential to be developed, the supply of goods is more complete and the perception of BUMDes in Pangkalan Lesung Subdistrict is quite good. The results of the SWOT matrix analysis show that the BUMDes development strategy is: 1) Increase sales by increasing the supply of more complete goods; 2) Establish cooperation with business partners: and 3) Improve services to members according to their needs.
Mardiana Mardiana, Siti Nelva Anisa, Darma Yuda
Published: 28 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 35-45; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.35-45

Abstract:
Impor pupuk dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDB dan nilai tukar sebagai determinan impor pupuk di Indonesia. Lokasinya berada di Indonesia, dengan periode penelitian 2004 hingga 2018. Data yang digunakan adalah data time series yang terdiri dari data nilai tukar, PDB, dan impor pupuk. Sumber data dalam penelitian ini adalah data yang dipublikasikan pada Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI). Laporan Statistik Kementerian Perdagangan dan laporan statistik perdagangan luar negeri untuk impor Indonesia dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan metode ordinary least square (OLS) dengan analisis regresi linier berganda sebagai persamaannya. Kondisi impor pupuk di Indonesia cenderung menunjukkan fluktuatif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan. Secara bersamaan, PDB Indonesia dan nilai tukar mempengaruhi impor pupuk Indonesia. Namun secara parsial, impor pupuk Indonesia dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh PDB. Sedangkan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap impor pupuk Indonesia. Fertilizer imports are carried out to meet fertilizer needs. This study analyzes the effect of GDP and the exchange rate as determinants of fertilizer imports in Indonesia. The location is in Indonesia, with a research period from 2004 to 2018. The data used is time series data consisting of data on exchange rates, GDP, and fertilizer imports. The data source in this study is the data published in the Indonesian Financial Economic Statistics (SEKI). The Ministry of Trade's Statistical Report and foreign trade statistical reports for Indonesian imports from the publication of the Central Statistics Agency (BPS). This study uses the Ordinary Least Square (OLS) method with multiple linear regression analysis as the equation. Fertilizer import conditions in Indonesia tend to fluctuate. However, in recent years it has shown improvement. Simultaneously, Indonesia's GDP and the exchange rate affect Indonesia's fertilizer imports. However, partially, Indonesia's fertilizer imports are positively and significantly affected by GDP. Meanwhile, the exchange rate does not have a significant effect on Indonesia's fertilizer imports.
Hamzah Hamzah
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15, pp 75-85; https://doi.org/10.31258/sorot.15.2.75-85

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis industri yang menjadi industri pengolahan unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient dan Analisis Shift Share. Hasil penelitian dari analisi LQ menunjukkan bahwa industri yang menjadi industri unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain yaitu industri makanan dan minuman, industri karet, barang dari karet dan plastik, industri bahan galian bukan logam, serta industi logam. Sedangkan sub sektor industri pengolahan yang tidak unggul yaitu Industri Tekstil dan Pakaian Jadi, Industri Kayu, Barang dari Kayu, dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan sejenisnya, Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Barang Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik, Industri Furnitur, serta Industri Pengolahan Lainnya (Jasa Reparasi, dan Pemasangan Mesin, dan Peralatan). Penggabungan analisis LQ dan Shift Share menunjukkan hasil bahwa sub sektor industri pengolahan unggulan terdapat pada Industri Karet, Barang dari Karet, dan Plastik, karena memiliki 2 keunggulan sekaligus yaitu keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif.The purpose of this study is to identify the types of industries that are leading industries in the Bangka Belitung Islands Province. The analytical tool used is Location Quotient analysis and Shift Share Analysis. The results of the LQ analysis show that industries that are leading industries in the Bangka Belitung Islands Province include the food and beverage industry, the rubber industry, rubber and plastic goods, the non-metal mining industry, and the metal industry. While the manufacturing industry sub-sectors that are not superior are the Textile and Apparel Industry, the Timber Industry, Wood Products, and Cork and Woven Goods from Bamboo, Rattan, and the like, the Paper Industry and Paper Products, Printing and Reproduction of Recording Media, the Goods Industry Metals, Computers, Electronics, Optics; and Electrical Equipment, Furniture Industry, and Other Processing Industries (Repair Services, and Machine, and Equipment Installation). The merger of LQ analysis and Shift Share shows the results that the leading manufacturing sub-sector is found in the Rubber Industry, Rubber Products, and Plastics, because it has two advantages at once namely comparative advantage and competitive advantage.
Miftakul Khoiri, Syapsan Syapsan, Sri Endang Kornita
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15, pp 87-104; https://doi.org/10.31258/sorot.15.2.87-104

Abstract:
Terdapat beberapa permasalahan yang berbeda pada sumber daya di setiap daerah, yaitu investasi, tenaga kerja dan teknologi sebagai faktor pembentuk output perekonomian daerah. Penelitian ini menganalisis hubungan antara investasi dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), belanja modal pemerintah, angkatan kerja dan ekspor dengan pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh besarnya faktor-faktor tersebut terhadap Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau 2000-2018. Untuk kepentingan khusus penelitian dengan tujuan melihat pengaruh krisis keuangan global tahun 2008 terhadap pertumbuhan ekonomi maka dimasukkan variabel dummy krisis keuangan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode regresi berganda log-log linier dan data time series. Model diestimasi dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMA, PMDN, angkatan kerja dan ekspor signifikan positif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Begitu juga dengan dummy krisis keuangan global meskipun berlangsung singkat ternyata berpengaruh terhadap PDRB di Provinsi Riau. Namun demikian ditemukan bahwa belanja modal pemerintah tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan PDRB.There are some problems in resources of the regions, namely investment, labour force, and technology as the component factors to make the output of the region’s economy. This study aims to analyze the relationship between investment as consist of foreign direct investment (FDI), private investment, government capital expenditure, labour force, export and economic growth to the gross regional domestic product growth of regency in Riau Province 2000-2018. For the specific purpose of describing global financial crises in 2008 influence the economic growth, we put the dummy variable of the financial crisis in the model. This research is quantitative descriptive with the multiple regression model of log-linear and time series method using Ordinary Least Square (OLS). The study shows that government capital expenditure is statistically not significant to affect the gross regional domestic product growth. FDI, private investment, labour force and export is statistically significant to affect the gross regional domestic product growth. As well as a dummy of the global financial crisis is statistically significant to affect the gross regional domestic product growth.
Robert Tua Siregar, Hery Pandapotan Silitonga, Ruth Tridianty Sianipar
Published: 5 October 2020
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, dan apakah lingkungan kerja memoderasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Variabel yang diteliti yaitu disiplin kerja, kinerja pegawai, dan lingkungan kerja. Metode penentuan sampel dengan cara sampel jenuh, maka semua populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan regresi sederhana, uji hipotesis, koefisien determinasi, dan moderated regression analysis. Hasil penelitian diperoleh disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dan lingkungan kerja mampu memoderasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan disiplin kerja akan meningkatkan kinerja pegawai, dan lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan disiplin kerja pegawai.This study aims to determine the effect of work discipline on employee performance, and whether the work environment moderates the effect of work discipline on employee performance. The variables studied were work discipline, employee performance, and work environment. The method of determining the sample by means of saturated samples, then all populations are used as research samples. Data analysis techniques using simple regression, hypothesis testing, coefficient of determination, and moderated regression analysis. The results showed that work discipline has a positive and significant effect on employee performance, and the work environment is able to moderate the effect of work discipline on employee performance. This research shows that by increasing work discipline will improve employee performance, and a good work environment will improve employee work discipline.
Muhammad Dedy Palguno, Devi Valeriani, Suhartono Suhartono
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15, pp 105-116; https://doi.org/10.31258/sorot.15.2.105-116

Abstract:
Pertumbuhan Ekonomi adalah salah satu indikator penting untuk melihat keberhasilan pembangunan ekonomi pada suatu negara atau daerah. Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah produksi barang dan jasanya meningkat dan produk domestik regional bruto merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam suatu periode tertentu baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Tujuan Penelitian adalah untuk melihat pengaruh pendapatan asli daerah (PAD) dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series periode tahun 2009-2018. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk melihat seberapa besar pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel PAD dan belanja modal berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil pengujian secara parsial variabel pendapatan asli daerah berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pada variabel belanja modal hasil uji secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.Economic growth is one important indicator to see the success of economic development in a country or region. An economy is said to experience economic growth if the amount of production of goods and services increases and the gross regional domestic product is one of the essential indicators to determine the economic conditions in a region in a given period both based on current prices and constantly. The purpose of this study is to look at the effect of regional own-source revenue (PAD) and capital expenditure on economic growth. The data used in this study is Time Series data (time series) for the years 2009-2018. Analysis of the data used is multiple regression analysis to see how much influence the region's original income and capital expenditure on economic growth in the Bangka Belitung Islands Province. The results showed that simultaneous variables of PAD and capital expenditure had a significant positive effect on economic growth. The test results partially local revenue variables have a significant positive impact on economic growth. On the capital expenditure variable, the test results partly have no significant effect on economic growth.
, Rini Luciani Rahayu, Ayu Wulandari
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15, pp 117-124; https://doi.org/10.31258/sorot.15.2.117-124

Abstract:
Pengangguran di Kabupaten Bangka selama periode 12 tahun terakhir mengalami fluktuatif. Pada tahun 2007 jumlah pengangguran sebesar 6.900 ribu/jiwa, tingkat pengangguran tertinggi tahun 2015 sebesar 12.805 ribu/jiwa, dan pada tahun 2018 mengalami penuruan jumlah pengangguran sebesar 2.670 ribu/jiwa. Upah Minimum Kabupaten Bangka selama periode 12 tahun terakhir meningkat sebesar 257,85%. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh dari upah minimum kabupaten terhadap pengangguran di Kabupaten Bangka tahun 2007-2018. Menggunakan data yang didapat dari Badan Statistik Kabupaten Bangka. Analisis data menggunakan regresi sederhana. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder yang merupakan data yang dikumpulkan secara tidak langsung dari pihak ketiga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini yang pertama melakukan uji asumsi klasik, ketiga uji kelayakan model, dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil regresi sederhana menunjukkan bahwa variabel upah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Bangka dengan nilai signifikan 0,814. Upah Minimum Kabupaten tidak berpengaruh terhadap pengangguran di Kabupaten Bangka disebabkan oleh masyarakat yang termasuk dalam angkatan kerja banyak bekerja di bidang informal.Unemployment in Bangka Regency during the last 12 years failed to fluctuate. In 2007 the number of payments was 6,900 thousand/person, the highest level of payment in 2015 was 12,805 thousand/person, and in 2018 the number of pensions was 2,670 thousand/person. The Minimum Wage for Bangka Regency during the last 12 years increased by 257.85%. Participatory research to see participation from district minimum payments to purchases in Bangka Regency in 2007-2018. Using data obtained from the Bangka Regency Statistics Agency. Data analysis uses simple regression. The type of data used is secondary data which is data collected indirectly from third parties. This type of research is quantitative descriptive. Data analysis techniques in this study were the first to test the assumptions of the classical model, the third test of the feasibility test, and simple linear regression analysis. The Regency Minimum Wage does not agree with the purchase in Bangka Regency which is influenced by the people in the labor force who work mostly in the informal sector.
Siti Nurhasanatang, Taufeni Taufik,
Published: 28 April 2020
SOROT, Volume 15, pp 13-31; https://doi.org/10.31258/sorot.15.1.13-31

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen, kebijakan leverage, keputusan investasi dan manajemen laba terhadap nilai perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun 2015-2018. Jumlah populasi sebanyak 41 perusahaan, sedangkan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 perusahaan dengan periode data selama 4 tahun, sehingga data yang akan disajikan menjadi 40 data. Penarikan sampel menggunakan metode purposive sampling sedangkan analisis data menggunakan regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa variabel kebijakan dividen, kebijakan leverage, keputusan investasi dan manajemen laba berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai sebesar 75,1%. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel berpengaruh terhadap nilai perusahaan sebesar 75,1%, sedangkan sisanya sebesar 24,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.This research aims to the effect of dividend policy, leverage policy, investment decision, and earning management on value company of mining listed at Indonesia stock exchange in 2015-2018. The total population are 41 companies, while the sample size in this study is ten companies with a data period of 4 years so that the data will be presented as 40 data. Sampling uses a purposive sampling method, while data analysis uses Multiple Linear Regression. The results of the study concluded that the dividend policy variable, leverage policy, investment decisions and earnings management affect the value of the company, while based on the results of the coefficient of determination test obtained value of 75.1%. This shows that overall the variables affect the firm value of 75.1%, while the remaining 24.9% is influenced by other variables not examined in this research leverage.
, I Nyoman Budiana
Published: 28 April 2020
SOROT, Volume 15, pp 1-11; https://doi.org/10.31258/sorot.15.1.1-11

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang tugas, peran serta prosedur standar pengambilan keputusan lembaga Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) di dalam implementasi kebijakan Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS) di Bali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan induktif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan teknik analisis data mengunakan model interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan Pusdalops PB mempunyai tugas dalam menganalisa informasi dan diseminasi informasi. Mempunyai wewenang mengaktivasi sirine InaTEWS, memberikan arahan evakuasi, mengarahkan seluruh potensi lembaga dan masyarakat, serta mengatur dan mengawasi implementasi kebijakan. Prosedur pengambilan keputusan arahan evakuasi yang disebarkan kepada masyarakat adalah berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Keputusan yang diambil tersebut, kemudian harus diteruskan kepada Gubernur dan atau Musyawarah Pimpinan Daerah Bali.This study aims to find out and explain the tasks, roles and standard procedures of the Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) decision-making agency in implementing the Tsunami Early Warning System (InaTEWS) in Bali. This study uses descriptive qualitative methods and inductive approaches to data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data validity checking techniques use the credibility test and data analysis techniques using an interactive model that is data collection, data reduction, data display, and conclusions/verification. The results showed that Pusdalops PB has the task of analyzing information and information dissemination. Has the authority to activate InaTEWS sirens, provide evacuation directions, direct all institutional and community potentials, and manage and oversee policy implementation. The decision-making procedure for evacuation directives distributed to the public is based on information from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency. The decision taken must then be forwarded to the Governor and or the Bali Regional Leadership Conference.
, Devi Valeriani, Suhartono Suhartono
Published: 28 April 2020
SOROT, Volume 15, pp 43-53; https://doi.org/10.31258/sorot.15.1.43-53

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan belanja pemerintah fungsi pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2014-2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data panel kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari Bangka, Belitung, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung Timur, dan Pangkal Pinang tahun 2014-2018. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan model fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto dan belanja pemerintah fungsi pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.The purpose of this study was to examine the effect of Gross Regional Domestic Product (GRDP) and government spending in the education function on the Human Development Index (HDI) of the Province of Bangka Belitung Islands in the 2014-2018 period. This study uses a quantitative approach. The data used are district / city panel data in the Bangka Belitung Islands Province consisting of Bangka, Belitung, West Bangka, Central Bangka, South Bangka, East Belitung, and Pangkal Pinang in 2014-2018. Data analysis techniques in this study used panel data regression analysis with Fixed Effect models. Research Results Show that the Gross Regional Domestic Product and government spending in the education function have a positive and significant effect on the Human Development Index in the Bangka Belitung Islands Province.
Kevin Kevin, , Aja Nasrun
Published: 28 April 2020
SOROT, Volume 15, pp 33-42; https://doi.org/10.31258/sorot.15.1.33-42

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi dan laju pertumbuhan penduduk terhadap kemiskinan di Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) tahun 2011-2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data panel ibu kota provinsi di Sumbagsel yang terdiri dari Palembang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Bengkulu, dan Jambi tahun 2011-2018. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan model Random Effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel inflasi dan laju pertumbuhan penduduk berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Secara parsial variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan sedangkan variabel laju pertumbuhan penduduk berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan.This research aimed to find out the effect of inflation and population growth rate on the poverty in Southern Sumatera in 2011-2018. This research used the quantitative approach. The data used is panel data of the capital of province in Southern Sumatera which consists of Palembang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Bengkulu, dan Jambi in 2011-2018. The data analysis technique was the panel data regression analysis using random effect model. The result of the research showed that simultaneously the variable of inflation and population growth rate have a significant effect on the poverty. Partially the variable of inflation have no significant effect on the poverty while the variable of population growth rate has a significant effect on the poverty.
Khoirun Nisa, Ayu Wulandari, Rini Luciani Rahayu
Published: 28 April 2020
SOROT, Volume 15, pp 55-63; https://doi.org/10.31258/sorot.15.1.55-63

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketimpangan pendapatan terhadap kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2009-2018. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemiskinan dan variabel Independen adalah ketimpangan pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data times series dari tahun 2009 sampai Tahun 2018 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.This study aims to determine the effect of income inequality on poverty in the Bangka Belitung Islands Province in 2009-2018. Bangka Belitung Province is one of several provinces in Indonesia which is dealing with poverty problem. The dependent variable in this study is poverty and the independent variable is income inequality. This study uses a quantitative approach. The data used are Times Series data from 2009 to 2018 in the Bangka Belitung Islands Province. Data analysis techniques in this study used simple linear regression analysis. The results showed that income inequality had a significant and negative effect on poverty in the Bangka Belitung Islands Province. The poverty rate shows an increasing trend and the Gini ratio shows a trend that tends to increase.
Alfuzanni Alfuzanni, Nasrullah Djamil
Published: 30 October 2019
SOROT, Volume 14, pp 41-51; https://doi.org/10.31258/sorot.14.2.41-51

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memberikan bukti empiris tentang sejauh mana peran Satuan Pemeriksaan Internal Untuk Mewujudkan Good University Governance dengan Audit Kepatuhan Sebagai Variabel Moderating Pada Perguruan Tinggi Berstatus Badan Layanan Umum di Provinsi Riau dan Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 34 auditor internal. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa Variabel Satuan Pemeriksaan Internal dan Audit Kepatuhan secara bersama-sama atau secara simultan berpengaruh terhadap Terwujudnya Good University Governance.This study aims to examine and provide empirical evidence about the extent of the role of the Internal Audit Unit to Achieve Good University Governance with Compliance Audit as a Moderating Variable in Higher Education Status Public Service Agencies in Riau and West Sumatra Provinces. This research is quantitative research. The sample used was 34 internal auditors. The results of the study concluded that the Internal Audit Unit and the Compliance Audit Unit jointly or simultaneously affected the Realization of Good University Governance.
Elinur Elinur, Heriyanto Heriyanto
Published: 30 October 2019
SOROT, Volume 14, pp 31-40; https://doi.org/10.31258/sorot.14.2.31-40

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang menentukan produksi ikan lele dan skala pengembalian hasil ikan lele di Kota Pekanbaru. Metode penambilan sampel secara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 98 peternak ikan lele. Sampel diambil dari 5 kecamatan, yaitu Tenayan Raya, Tampan, Bukitraya, dan Rumbai Pesisir. Analisis data menggunakan pendekatan regresi non linear dengan fungsi produksi Cobb Douglas. Metode estimasi menggunakan metode Ordinary Least Square. Hasil peneltian menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi produksi ikan lele Pekanbaru adalah tenaga kerja, luas kolam, benih dan pakan pada taraf kepercayaan 5 persen. Skala pengembalian hasil usaha ikan lele tergolong dalam Increasing Return to Scale. Hal ini berarti perubahan input (tenaga kerja, luas kolam, benih dan pakan) secara bersama-sama memberikan pengaruh yang besar terhadap perubahan produksi. Dengan demikian input tersebut sangat diperlukan dalam peningkatan produksi ikan lele. This research analyzed the determinant of catfish production and return to scle of catfish in Pekanbaru. Sampling method used simple random sampling and amount of sample are 98 catfs farmers.Samples were taken from 5 districts, namely Tenayan Raya, Tampan, Bukitraya, dan Rumbai Pesisir. Method of data analysis used multiple non linear regression white Cobb Douglas production function. The estmation method used Ordinary Least Square. The research results showed that labor, pond area, catfish seed and feeding at a level of significant 5 percent. Return to Scale of catfish farmng was Increasing Return to Scale. It is means that changes in input (labor, pond area, catfish seed and feedng) had a large influence on changes of catfish production. Thus, these input are needed to increase catfish production.
, Arwinence Pramadewi, Ahmad Rifki
Published: 30 October 2019
SOROT, Volume 14, pp 21-29; https://doi.org/10.31258/sorot.14.2.21-29

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan konflik kerja terhadap semangat kerja karyawan. Ada tiga variabel yang diteliti, yaitu stres, konflik, dan semangat kerja. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara sensus sebanyak 87 orang. Pengambilan data dengan cara wawancara dan pengumpulan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda, uji kualitas instrumen penelitian, uji asumsi klasik, dan hipotesis yang diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja dan konflik kerja secara simultan berpengaruh terhadap semangat kerja. Secara parsial, stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap semangat kerja. Begitu pula konflik kerja secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap semangat kerja. Penelitian ini telah dapat mengungkapkan hubungan semangat kerja dengan stres dan konflik kerja pada satu perusahaan.This study aims to determine how the influence of job stress and work conflict on factory employee morale. We studied three variables, namely job stress, work conflict, and work spirit. The method of determining samples is done by the census, with the number of samples is 87 respondents. Retrieving data was done by interview and collecting questionnaires. While in terms of data analysis, this study uses multiple linear regression analysis. To test the quality of research instruments we used classic assumption tests and hypotheses that are processed using SPSS. The results of this study indicate that job stress and work conflict simultaneously have a significant effect on morale, job stress partially has a negative and significant effect on morale, and work conflict partially has a negative and significant effect on work morale. This research can reveal the relationship of work spirit with stress and work conflict in an enterprise.
, Taryono Taryono
Published: 28 October 2019
SOROT, Volume 14, pp 61-69; https://doi.org/10.31258/sorot.14.2.61-69

Abstract:
Kajian ini untuk menganalisis tren, struktur dan rasio belanja modal. Objek kajian adalah atas belanja modal pemerintah Provinsi Riau tahun 2007 – 2017. Metode analisis menggunakan rasio belanja modal terhadap total belanja, belanja modal per kapita dan rasio terhadap PDRB. Belanja modal tahun 2007-2017 berfluktuasi meningkat. Belanja modal terendah terjadi pada tahun 2014. Alokasi belanja modal paling banyak untuk jalan, irigasi dan jaringan. Rasio belanja modal terhadap total belanja tertinggi pada tahun 2007 sebesar 40,48% dan terrendah terjadi pada 2014 sebesar 11,13%. Pada tahun 2014 belanja modal per kapita hanya sebesar Rp. 0,10 juta rupiah, meningkat di tahun 2015 dan menurun pada tahun selanjutnya. Rasio belanja modal terhadap PDRB mengalami trend yang menurun di setiap tahunnya pada tahun 2014 paling rendah sebesar 0,32% dan tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 0,59%.This study is to analyze trends, structure and capital expenditure ratios. The object of study is the capital expenditure of the Riau Province government in 2007 - 2017. The analysis method uses the ratio of capital expenditure to total expenditure, capital expenditure per capita and ratio to GRDP. Capital expenditure in 2007-2017 has fluctuated. The lowest capital expenditure occurred in 2014. The most capital expenditure allocation for roads, irrigation and networks. The highest ratio of capital expenditure to total expenditure in 2007 was 40.48% and the lowest occurred in 2014 of 11.13%. In 2014 capital expenditure per capita was only Rp. 0.10 million rupiah, an increase in 2015 and decrease in the following year. The ratio of capital expenditure to GRDP experienced a declining trend every year in 2014, the lowest of 0.32% and the highest occurred in 2015 of 0.59%.
, Rita Yani Iyan, Yelly Zamaya
Published: 28 October 2019
SOROT, Volume 14, pp 53-60; https://doi.org/10.31258/sorot.14.2.53-60

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi dan tingkat subsistensi rumah tangga petani. Penelitian ini dilakukan di Kampung Sungai Berbari Kecamatan Pusako Kecamatan Siak Provinsi Riau. Sampel diambil sebanyak 55 rumah tangga petani. Sampel dikelompokkan kepada petani berlahan besar (> 2 hektar), berlahan sempit (< 2 hektar) dan penggarap (sebagian besar lahan yang dikelola milik orang lain). Nilai tukar pendapatan petani dihitung dengan konsep nilai tukar subsisten (NTS). Regresi liner berganda digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat subsistensi petani. Hasil kajian mendapati konsumsi rumah tangga petani berbanding lurus dengan luas lahan yang dimiliki. Konsumsi pangan petani penggarap termasuk kategori rentan atau rawan pangan dan petani penggarap belum sejahtera karena persentase pengeluaran untuk pangan lebih besar dibandingkan persentase pengeluaran non-pangan. Man land ratio dan dependency ratio berpengaruh positip dan signifikan terhadap subsistensi rumah tangga petani. Petani pemilik lahan sendiri memiliki tingkat subsistensi yang lebih rendah dibanding petani yang menggarap lahan pihak lain.This article aims to analyze the consumption and subsistence level of farm households. This research was conducted in Sungai Berbari Village, Pusako District, Siak District Province of Riau. Samples were taken as many as 55 farm households. Samples were grouped with large-scale farmers (> 2 hectares), narrow land (
, Soetriono Soetriono, Joni Murti Mulyo Aji
Published: 28 April 2019
SOROT, Volume 14, pp 11-20; https://doi.org/10.31258/sorot.14.1.11-20

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persediaan bahan baku usahatani jamur merang, tingkat pemesanan kembali bahan baku usahatani jamur merang dan nilai tambah usahatani jamur merang di Paguyuban Kaola Mandiri Kabupaten Jember. Lokasi penelitian ini ditentukan dengan purposive method, yaitu di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dan analitis. Metode pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive sampling dengan sampel 16 orang. 15 orang di budidaya dan 1 orang sebagai pelaku pengolahan blanching. Teknik pengumpulan data yaitu primer dengan menggunakan kuisioner dan wawancara, sekunder yaitu BPS, Dinas Pertanian Kabupaten Jember, buku dan jurnal. Sedangkan analisis data yaitu Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan nilai tambah hayami. Hasil penelitian menunjukkan persediaan bahan baku adalah ekonomis, hal ini ditunjukkan oleh kebutuhan bahan baku yang lebih kecil dari nilai EOQ. Tingkat pemesanan kembali jerami tidak ekonomis, sedangkan benih ekonomis, hal ini ditunjukkan oleh hasil ROP jerami lebih besar dari EOQ Jerami sedangkan benih Hasil ROP lebih kecil dari EOQ benih. Nilai tambah yang diperoleh menunjukkan nilai positif.This study aims to determine the raw material inventory of merang mushroom farming, the rate of re-ordering of raw material for mushroom farming and the added value of mushroom farming in Paguyuban Kaola mandiri Jember Regency. The location of this study was determined by purposive method, namely in Rambipuji Village, Rambipuji District, Jember Regency. The research method used is descriptive and analytical method. The sampling method is using purposive sampling with a sample of 16 people. 15 people involved in cultivation and another person in blanching processing. Data collection techniques are primary using questionnaires and interviews, secondary, namely BPS, Jember District Agricultural Service, books and journals. While data analysis is the Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), and added value of Hayami. The results of the study show that raw material inventories are economical, this is indicated by the need for raw materials that are smaller than the EOQ value. The rate of re-ordering of straw is not economical, while the seeds are economical, this is indicated by the results of straw ROP greater than EOQ Straw while the seeds of ROP results are smaller than EOQ seeds. The added value obtained is positive.
, Nurjanah Nurjanah
Published: 28 April 2019
SOROT, Volume 14, pp 1-9; https://doi.org/10.31258/sorot.14.1.1-9

Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pekanbaru dengan subjek penelitian Karyawan perusahaan Event Organizer. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif verifikatif yang dimana menggunakan tehnik analisis Chi Square. Sampel yang digunakan merupakan data sensus sebanyak 40 karyawan. Data dikoleksi melalui kuesioner dianalisis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa 36 karyawan membutuhkan iklim komunikasi organisasi untuk mempengaruhi kinerjanya sehingga menimbulkan peningkatan.This study aims to determine whether or not there is an influence of the organizational communication climate on employee performance. This research was carried out in the Pekanbaru city with the subject of Employee research. This research is a kind of quantitative research which uses Chi-square analysis techniques. The sample used is census data of 40 employees. Data collected through questionnaires were analyzed descriptively. The results of the study show that 36 employees need an organizational communication climate to influence their performance, leading to an increase.
Published: 16 October 2018
SOROT, Volume 13, pp 85-92; https://doi.org/10.31258/sorot.13.2.7068

Abstract:
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan ekonomi rumahtangga petani padi sawah terkait dengan produksi, alokasi waktu kerja, pendapatan, dan pengeluaran. Pendekatan ekonometrika model persamaan simultan dengan metode Two-Stage Least Square (2SLS) digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Faktor- faktor yang mempengaruhi produksi, alokasi waktu kerja, pendapatan, dan pengeluaran yaitu upah, harga input, harga output, umur, pendidikan, pengalaman kerja, angkatan kerja keluarga, jumlah anggota keluarga, dan jumlah anak sekolah. Data yang digunakan adalah data cross section tahun 2016 yang diperoleh dari wawancara langsung dengan 45 petani padi sawah di Kecamatan Bangkinang. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan Peubah total tenaga kerja dalam usaha responsif mempengaruhi produksi. Alokasi waktu kerja dipengaruhi secara responsif oleh pendapatan dalam usahatani padi sawah. Sementara itu, tidak ada peubah yang responsif mempengaruhi pendapatan luar usahatani padi sawah. Pengeluaran rumahatangga dipengaruhi secara responsif oleh pendapatan total rumahtangga, tabungan, total curahan kerja rumahtangga, dan konsumsi total rumahtangga.This research aims to analyse factors affecting the economic household decision of paddy farmers, associated with production, allocation of working time, income and expenditure. An econometric model of simultaneous equations approach to the Two-Stage Least Square method (2SLS) was used to answer the research objectives. The factors that influence the production, allocation of work time, income, and expenses are wages, input prices, output prices, age, education, work experience, family labour force, the number of family members, and the number of school children. The data used was the 2016 cross-section data obtained by interviewed 45 paddy farmers in Bangkinang Sub-district. The main findings of this research showed variable of the used labour was responsive respect to production. Allocation of working time was responsive respected by the income of paddy farming. In the other hand, there was no variable that responsive respect to income for non-paddy agriculture. Expenditures of the household were responsively respected by total income, saving, the total of working time allocation and total consumption.
, Almasdi Syahza, Suarman Suarman
Published: 16 October 2018
SOROT, Volume 13, pp 73-84; https://doi.org/10.31258/sorot.13.2.7123

Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk menganalisis literasi keuangan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Penelitian ini dilaksanakan di Pekanbaru dengan subjek penelitian mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei yang bertujuan memaparkan literasi keuangan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Sampel penelitian ini sebanyak 178 mahasiswa yang diambil dari populasi sebanyak 630 mahasiswa dengan teknik Cochran sampling. Data dikoleksi melalui kuesioner berupa tes yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi keuangan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau berada pada kategori literate dengan persentase jawaban benar 64,61%.This study aims to analyze the financial literacy of Bidikmisi Scholarship recipient students. This research was conducted in Pekanbaru with the research subject of the Bidikmisi Scholarship recipient students of the University of Riau Teacher Training and Education Faculty. This research is a type of survey research that aims to explain the financial literacy of Bidikmisi Scholarship recipient students. The sample of this study was 178 students taken from a population of 630 students using the Cochran sampling technique. Data collected through questionnaires in the form of tests that are analyzed descriptively. The results of the study indicate that the financial literacy of students receiving the Bidikmisi Scholarship in the Teacher Training and Education Faculty of the University of Riau is in the literate category with the percentage of correct answers 64.61%.
Ahmad Muzakki, Soetriono Soetriono, Sofia Sofia
Published: 16 October 2018
SOROT, Volume 13, pp 63-71; https://doi.org/10.31258/sorot.13.2.6253

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani terhadap budidaya, menganalisis efisiensi biaya, dan menganalisis prospek pengembangan budidaya cabe jawa. Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan purposive method, yaitu di Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, untuk menjawab permasalahan pendapatan dan efisiensi biaya, sedangkan purposive sampling untuk menjawab permasalahan prospek pengembangan budidaya cabe jawa. Pengambilan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Sedangkan analisa data dengan analisis pendapatan, R/C ratio, dan analisis medan kekuatan (FFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya cabe jawa memiliki pendapatan yang menguntungkan karena penerimaan lebih besar dibandingkan dengan total biaya yang dikeluarkan, biaya budidaya cabe jawa tergolong efisien karena memiliki nilai R/C ratio lebih dari satu. Prospek pengembangan budidaya cabe jawa tergolong baik dikarenakan total nilai faktor pendorong lebih besar dibandingkan faktor penghambat, sehingga budidaya cabe jawa baik untuk dilanjutkan.This study aims to analyse the income of farmers on the cultivation, analyse the efficiency of the cost, and analyse the prospects for the development of Javanese chilli cultivation in Bagorejo Village. The research location was determined by using the purposive method, namely in Bagorejo Village, Gumukmas Subdistrict, Jember Regency. The research used the descriptive and analytic method. The sampling method used total sampling to answer income problems and cost efficiencies, while purposive sampling was to answer the issue of the development prospects of Javanese chilli cultivation. The analysis used revenue analysis, R/C ratio, and force field analysis (FFA). The results of the research showed that: Javanese chilli cultivation had a favourable income because the revenue was higher than the total cost of cultivation. The total cost of Javanese chilli cultivation was efficient because it had an R/C ratio of more than one. The development prospects of Java chilli cultivation was good because the total value of the driving factors was higher than the inhibiting factors of Javanese chilli cultivation, so it was good to be developed.
, Kamaliah Kamaliah, Enni Savitri
Published: 16 October 2018
SOROT, Volume 13, pp 93-105; https://doi.org/10.31258/sorot.13.2.6747

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti secara empiris pengaruh rasio keuangan dalam hal ini Return on Equity (ROE), Debt to Total Asset (DAR), dan Current Ratio (CR) terhadap Income smoothing dengan Tarif Pajak Efektive sebagai variable mediasi. Penelitian ini dilakukan pada 12 perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2017. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan teknik analisis data menggunakan metode Partial Least Square dengan aplikasi WarpPLS 6.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROE dan DAR berpengaruh positif terhadap Income smoothing selain itu CR tidak berpengaruh terhadap income smoothing. selain Penelitian ini juga menemukan Tarif Pajak Efektif dapat memediasi hubungan ROE terhadap Income Smoothing dan Tarif Pajak Efektif tidak dapat memediasi hubungan DAR dan CR terhadap Income Smoothing.This research aims to find empirical evidence of the influence of financial ratio in this case Return On Equity (ROE), Debt To Total Asset (DAR), and Current Ratio (CR) to income smoothing with the effective tax rate as a mediation variable. This research was conducted on 12 property dan real estate companies listed in the Indonesian Stock Exchanges in the peroid of 2013-2017. Sampling technique in this research using purposive sampling technique and data analysis technique using Partial Least Square method using WarpPLS 6.0 application. The result of this research indicates that the ROE and DAR have positive significant on Income smoothing. Meanwhile, CR has no signifanct on Income smoothing. This research also shows that Effective Tax Rate can mediate ROE toward Income Smoothing and Effective Tax Rate cannot mediate DAR and CR toward Income Smoothing.
Choiril Choiril, Soetriono Soetriono, Evita Soliha Hani
Published: 20 April 2018
SOROT, Volume 13, pp 15-27; https://doi.org/10.31258/sorot.13.1.4810

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalis faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi perilaku petani dalam menghadapi risiko usahatani kentang. Penelitian dilakukan di Desa Argosari Kabupaten Lumajang yang ditetapkan secara sengaja (purposive method). Metode pengambilan sampel menggunakan Disporposionate Stratified Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 67 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi kuadratik dengan model fungsi utilitas, analisis pendapatan, dan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar petani kentang di Desa Argosari tidak berani dan netral berisiko. Selanjutnya ditemukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan pada taraf kepercayaan 95% adalah produksi, harga jual, biaya bibit, biaya tenaga kerja, dan biaya obat-obatan. Faktor-faktor yang berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan adalah umur, pengalaman, luas lahan, biaya pupuk, perilaku tidak berani berisiko, dan perilaku berani berisiko.The purpose of this study is to analyze social economic factors that affect the earnings of potato’s farming. The analysis intentionally has taken place in Agrosari Village of Lumajang and used the purposive method. The method of collecting the samples was Disporpisionate Stratified Random Sampling. The respondents in this study were 67. There were several methods used in collecting the data such as interviews, observations, and documentation studies. The data analysis methods used in this study are the quadratic regression with utility function model; income analysis; and multiple linear regression. The result of the study showed that most of the potato’s farmer in Argosari consists avoid encountering the risk. The factors which affect the income in the level of trust in 95% are the production, selling price, seed costs, labor costs, and drug costs, whereas factors which have no real impact for the income are age, experience, land area, fertilizer costs, behavior of risk averter and risk taker.
Khairul Anwar, Meyzi Heriyanto, Dahlan Tampubolon
Published: 20 April 2018
SOROT, Volume 13, pp 37-52; https://doi.org/10.31258/sorot.13.1.5366

Abstract:
Penelitian ini bertujuan menemukan strategi penataan lembaga petani konteks percepatan pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan mengambil contoh Sistem Integrasi Sapi-Kelapa (SISKA) di Desa Rambah Muda, Riau. Lebih spesifik riset ini bertujuan untuk mengetahui strategi terobosan penataan bagi peningkatan pendapatan petani swadaya kelapa sawit. Sebagian besar data artikel ini diambil dari Penelitian Strategis Nasional 2017. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi: pelaku terkait SISKA di Desa Rambah Muda; Tujuan dan kepentingan aktor; Dasar sosial dan kelembagaan petani, dan; Jaringan sosio-ekonomi petani pola swadaya. Target khusus hasil penelitian tahun pertama ini adalah strategi penataan petani kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengaturan petani di era reformasi dimulai dari clustering kepentingan petani. Dinamika penataan hubungan kelompok antara ketua dan anggota dengan petani di luar kelompok menjadi basis penguatan idiologi kemandirian lokal di masa depan. Strategi penataan lembaga yang berfokus pada akses kuasa petani dalam proses pengambilan keputusan desa, inilah mendorong kerja organisasi petani yang lebih terintegrasi.This research is aimed to find the strategy of farmer institution arrangement in the context of acceleration of sustainable economic development by taking the example of coconut-cow integration system (known as SISKA) in Rambah Muda Village, Riau. Specifically, this research aims to find out breakthrough strategies for improving the income of farmers in oil palm self-help. Lots of this article's data is derived from the national strategic research 2017. The method was used to identify: SISKA-related actors in Rambah Muda Village; the aims and interests of the actor; the social and institutional basis of farmers, and; the socio-economic network of self-help farmers. The special target of this first-year research result is the strategy of structuring the oil palm farmers. The results showed that the strategy of farming in the reform era started with the clustering of farmers' interests. The dynamics of the arrangement of inter-group relationships between members and members with out-group farmers is a basis for strengthening the ideology of local self-reliance in the future. An institutional arrangement strategy that focuses on farmers' access to the decision-making process encourages the work of more integrated farmer organizations.
Miranty R Lestari, Tuti Khairani Harahap, Meyzi Heriyanto
Published: 20 April 2018
SOROT, Volume 13, pp 29-36; https://doi.org/10.31258/sorot.13.1.4943

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seleksi dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Provinsi Riau, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi dan penempatan CPNS. Ruang lingkup penelitian dibatasi di Dinas Sosial Provinsi Riau, dimana instansi ini pelaksana peraturan pemerintah terkait formasi pegawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan informan kunci. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penetapan formasi CPNS Dinas Sosial Provinsi Riau bukan berdasarkan analisa pekerjaan kebutuhan sumberdaya manusia. Faktor yang mempengaruhi seleksi dan penempatan CPNS adalah Peraturan Pemerintah terkait formasi untuk memenuhi formasi yang wajib yaitu 5% dari seluruh formasi Provinsi Riau untuk S1 semua jurusan. Faktor waktu pelaksanaan seleksi dan teknologi seleksi yang digunakan Panitia Seleksi Nasional juga merupakan faktor yang mempengaruhi seleksi dan penempatan CPNS.This study aims to analyze the selection and placement of candidates for civil servants (CPNS) in the government of Riau Province, as well as to determine the factors that influence the selection and placement of CPNS. The study has been done in Social Service of Riau Province as the scope of research, which the institution as the implementer of government regulation about employee formation. The method used in this study is a qualitative research method. This study used the key informant interview. Based on the survey results revealed that the determination of CPNS formation is not based on the analysis of human resources needs work. One of the factors influencing the selection and placement of CPNS is government regulation which is to fulfill mandatory formation that is 5% of all Riau Province formation for all majors of bachelor’s degree. Other factors influence the selection and placement of employees at Social Service of Riau Province are the selection range time and technology used by the national selection committee.
Published: 20 April 2018
SOROT, Volume 13, pp 53-62; https://doi.org/10.31258/sorot.13.1.5655

Abstract:
Kinerja Birokrasi publik merupakan hasil kerja yang dilakukan secara bersama-sama oleh pegawai dalam sebuah organisasi. Pencapaian kinerja tersebut tentunya dapat dilihat dari pencapaian target kerja yang telah disusun dan adanya dukungan serta upaya dari seluruh bagian unit kerja. Dinas Sosial Kota Dumai dalam menjalankan aktivitasnya sesuai dengan apa yang diprogramkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melihat kinerja birokrasi publik pada Dinas Sosial Kota Dumai serta faktor pendukung penghambat dari Kinerja Birokrasi Publik pada Dinas Sosial Kota Dumai. Populasi melibatkan seluruh pegawai dengan metode sensus dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang hasilnya dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh skor 1.319 (68,69%) dengan kategori Cukup Baik. Faktor Pendukung ditemukan dalam penelitian ini yaitu, terdapatnya akuntabilitas pegawai dalam bentuk tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dan terdapatnya responsibilitas dalam penyelenggaran administrasi tugas-tugas kepemerintahan bidang Sosial sedangkan faktor penghambat dalam penelitian yaitu masih kurangnya kualitas pelayanan yang diberikan untuk penyandang sosial dan masih kurangnya produktivitas dalam upaya pencapaian program kerja yang telah dilaksanakan.Performance of public bureaucracy is the result of work done jointly by employees in an organization. Achievement of the performance, of course, can be seen from the achievement of work targets that have been prepared and the support and efforts of all parts of the work unit. Dumai City Social Service in carrying out its activities run in accordance with what is programmed. The purpose of this study is to know and see the performance of public bureaucracy at Dumai City Social Service as well as supporting factors inhibiting the Public Bureaucracy Performance at Dumai City Social Service. Population involves all employees with census method with data collection technique through the questionnaire which results are analyzed using descriptive statistical analysis. The results of this study obtained a score of 1319 (68.69%) with the category Good Enough. Supporting factors found in this research that is, there is accountability of employees in the form of responsibility in the implementation of the main tasks and functions and the existence of Responsibilities in administering administrative duties of social affairs while the inhibiting factor in the study is still lack of Quality of Service provided for the social and still lack productivity in efforts to achieve the work program that has been implemented.
Talitha Dwi Zara, Djaimi Bakce, Evy Maharani
Published: 20 April 2018
SOROT, Volume 13, pp 1-13; https://doi.org/10.31258/sorot.13.1.4704

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani padi sawah di Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Untuk menjawab hal ini maka digunakan pendekatan ekonometrika, yakni membangun model persamaan simultan dengan pendugaan parameter menggunakan metode Two Stage Least Square. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada blok produksi faktor yang dominan adalah luas panen padi sawah, total tenaga kerja dalam usahatani, dan biaya sarana produksi. Pada blok alokasi waktu kerja dalam usahatani padi, faktor yang dominan adalah pendapatan rumahtangga petani dalam usaha. Tenaga kerja luar petani dipengaruhi oleh produksi, umur petani, pendidikan petani, dan pengalaman kerja petani. Selanjutnya alokasi waktu kerja luar usaha dipengaruhi oleh pendapatan petani diluar usahatani dan alokasi waktu kerja petani diluar usahatani. Pada blok pendapatan didalam usaha dan diluar usaha dipengaruhi oleh besar kecilnya alokasi waktu kerja. Selanjutnya pengeluaran yang terdiri dari konsumsi pangan, konsumsi non pangan, investasi pendidikan, investasi usaha, pengeluaran rekreasi, dan tabungan faktor dominan yang responsif mempengaruhinya adalah pendapatan total rumahtangga petani.This study aimed to analyze the dominant factors that respect to economic decisions of paddy farmer households in Subdistrict of Sabak Auh, The District of Siak. The econometric model of simultaneous equations approach to the Two-Stage Least Square method (2SLS) was used to answer the study goals. The main findings of this study showed that the harvested area of paddy, the total allocation of work time in rice farming and costs of production facilities are the dominant factors of production. The block allocation of work time in rice farming respects to dominant factors by income in rice farming, and allocation working time of non-rice farming. In another hand, the using of labor from outside the households’ respects to dominant factor by production. Meanwhile, allocation working time of non-rice farming, with respect to dominant factors by the income of non-rice farming, farmer work experience, and age of the farmer. At income in rice farming and non-rice farming with respect to the allocation of work time proportion. At expenditure block that consisted of food consumption, non-food consumption, farming investment, education investment, and saving, respect to total household income.
Novira Sartika, Kirmizi Kirmizi, Novita Indrawati
Published: 25 October 2017
SOROT, Volume 12, pp 121-135; https://doi.org/10.31258/sorot.12.2.4902

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana ALokasi Khusus (DAK), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), rasio ketergantungan keuangan daerah dan rasio derajat desentralisasi terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di Provinsi Riau. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa Laporan Realisasi APBD (LRA) masing-masing kabupaten/kota untuk tahun anggaran 2012 sampai dengan 2016. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan program Software Statistical Package for Social Science (SPSS) Versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DBH dan DAU terbukti secara empiris memberikan pengaruh positif terhadap belanja modal. Sedangkan DAK, SiLPA, rasio ketergantungan keuangan daerah dan rasio derajat desentralisasi terbukti secara empiris tidak memberikan pengaruh terhadap belanja modal.
Angga Dedi Susanto, Soetriono Soetriono, Agus Supriono
Published: 25 October 2017
SOROT, Volume 12, pp 107-120; https://doi.org/10.31258/sorot.12.2.4702

Abstract:
Kambing merupakan salah satu ternak ruminansia yang paling banyak dikembangkan, salah satunya di Kabupaten Lumajang. Saat ini, ternak kambing di Kabupaten Lumajang telah memiliki pangsa pasar yang menjanjikan, tidak hanya pasar domestik tetapi juga pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perwilayahan dan strategi pengembangan peternakan kambing di Kabupaten Lumajang, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi: wilayah kecamatan yang menjadi basis usaha peternakan kambing; wilayah kecamatan yang melokalisasikan dan menspesialisasikan usaha peternakan kambing; efek pengganda usaha peternakan kambing; dan alternatif strategi pengembangan yang paling efektif dan efisien dalam mendukung pengembangan usaha peternakan kambing di Kabupaten Lumajang. Metode analitik pada penelitian ini berupa analisis Location Quotient, lokalisasi, spesialisasi, Basic Service Ratio, Regional Multiplier, dan Analytical Hierarchy Process. Dari hasil penelitian didapat bahwa terdapat 10 wilayah kecamatan basis usaha peternakan kambing di Kabupaten Lumajang, dan usaha peternakan kambing tidak terlokalisasi dan terkonsentrasi pada suatu wilayah kecamatan tertentu. Usaha peternakan kambing secara kontinu mempunyai efek pengganda baik di wilayah basisnya maupun non-basis. Sementara kriteria yang menjadi prioritas pengembangan adalah kriteria input, sedangkan alternatif yang menjadi prioritas pengembangan adalah modal.
Dwi Fionasari, Enni Savitri, Andreas Andreas
Published: 25 October 2017
SOROT, Volume 12, pp 95-105; https://doi.org/10.31258/sorot.12.2.4557

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengungkapan corporate social responsibility terhadap agresivitas pajak. Selanjutnya, penelitian ini juga menganalisis perbedaan pengungkapan CSR dalam tiga sektor besar (primer, sekunder, dan tersier). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014-2016 sebanyak 539 perusahaan. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 129 sampel. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website BEI. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 21.0. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengungkapan corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Kemudian dari hasil Uji T, ternyata sektor primer lebih luas mengungkapkan tanggung jawab sosialnya dibandingkan pada sektor sekunder dan tersier.
Natalia Veronica Swares, Djaimi Bakce
Published: 25 October 2017
SOROT, Volume 12, pp 71-82; https://doi.org/10.31258/sorot.12.2.4698

Abstract:
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani padi sawah dari aspek produksi, alokasi waktu kerja, pendapatan, dan pengeluaran rumahtangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonometrik dengan metode Two Stages Least Square (2SLS). Temuan utama dari penelitian ini adalah: Pertama, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi produksi adalah luas panen padi sawah dan total alokasi waktu kerja dalam usahatani padi sawah. Kedua, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi alokasi waktu kerja adalah pendapatan dalam usahatani padi sawah, angkatan kerja rumahtangga, pengalaman kerja, dan pendapatan rumahtangga luar usahatani padi sawah. Ketiga, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pendapatan luar usahatani padi sawah adalah alokasi waktu kerja di luar usahatani padi sawah, alokasi waktu kerja dalam usahatani padi sawah, dan umur petani. Terakhir, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengeluaran rumahtangga adalah pendapatan total rumahtangga, jumlah anggota rumahtangga, jumlah anak sekolah, investasi pendidikan, pengeluaran konsumsi pangan, luas panen padi sawah, pengeluaran kesehatan, dan tabungan.
Novika Sari Harahap, Rosnita Rosnita, Roza Yulida
Published: 25 October 2017
SOROT, Volume 12, pp 83-94; https://doi.org/10.31258/sorot.12.2.4699

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja penyuluh pertanian PNS di Kota Dumai dan Kabupaten Siak.Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan metode sensus kepada seluruh populasi penyuluh pertanian PNS yang memiliki wilayah kerja berupa kelurahan atau kecamatan yang ada di Dinas Pertanian, perkebunan, dan kehutanan Kota Dumai dan Unit pelaksana teknis badan penyuluh pertanian Kabupaten Siak. Responden penelitian 56 orang. Jenis data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan sekunder, data kualitatif maupun kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner yang berisi pertanyaan dan pernyataan yang terkait dengan variabel penelitian. Taraf signifikansi penelitian adalah 5% (α=0,05). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari variabel kompetensi yang mempunyai pengaruh sangat signifikan adalah kompetensi menyusun rencana kerja tahunan penyuluh pertanian, kompetensi melaksanakan desiminasi/ penyebaran materi penyuluhan. Variabel yang mempunyai pengaruh signifikan yaitu kompetensi merencanakan, menganalisis, dan melaksanakan metoda penyuluhan pertanian; kompetensi melakukan evaluasi pelaksanaan dan evaluasi dampak penyuluhan pertanian, kompetensi menyusun laporan penyuluhan pertanian.
Febriwanti Febriwanti, Zulfadil Zulfadil, Samsir Samsir
Published: 22 April 2017
SOROT, Volume 12, pp 55-70; https://doi.org/10.31258/sorot.12.1.4081

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan, fokus pada konsumen, pemberdayaan karyawan dan manajemen proses terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Telkomsel Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan tetap di PT. Telkomsel Pekanbaru yang berjumlah 123 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan rumus slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebanya 94 orang. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS dan Uji Beda T-Test. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa Kepemimpinan, fokus pada konsumen, pemberdayaan karyawan dan manajemen proses secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawandi PT. Telkomsel Pekanbaru. Kepuasan kerja karyawan laki-laki dan perempuan relative tidak berbeda, walupun secara rata-rata kepuasan kerja karyawan perempuan lebih tinggi dari kepuasan kerja karyawan laki-laki. Perbedaan tersebut ditunjukkan dengan orientasi dimana kepuasan kerja karyawan laki-laki terletak pada tugas yang dikerjakan dan motivasi yang diberikan atasan, sedangkan orientasi kepuasan kerja karyawan perempuan ada pada besaran gaji, peluang promosi dan interaksi antar karyawan di dalam perusahaan. Pimpinan perusahaan harus memperhatikan sistem gaji dan promosi yang telah ada karena karyawan yang berjenis kelamin laki-laki menganggap bahwa sistem gaji dan promosi belum dapat memuaskan kerja, selain itu pimpinan juga perlu memperhatikan bagaimana hubungan interaksi yang ada baik itu karyawan dengan karyawan maupun karyawan dengan pimpinan sehingga kepuasan kerja dapat meningkat.
Resi Zarviana, Emrinaldi Nur, Novita Indrawati
Published: 22 April 2017
SOROT, Volume 12, pp 25-39; https://doi.org/10.31258/sorot.12.1.4079

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaporan keuangan berbasis internet (internet financial reporting–ifr) dan mekanisme corporate governance terhadap nilai perusahaan dengan kualitas laba sebagai variabel intervening (studi empiris pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks kompas 100 tahun 2014). Penelitian dilakukan pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Kompas 100 tahun 2014 dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan metode path analysis yang dibantu komputer menggunakan software SPSS 19.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan variabel content, timeliness, technology, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen komite audit dan kualitas laba berpengaruh secara langsung terhadap nilai perusahaan sedangkan user support tidak berpengaruh secara langsung terhadap nilai perusahaan. Dan variabel content, timeliness, technology, kepemilikan institusional, komisaris independen, dan komite audit berpengaruh secara langsung terhadap kualitas laba sedangkan kepemilikan manajerial dan user support tidak berpengaruh secara langsung terhadap kualitas laba. Serta variabel content, timeliness, technology, kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit berpengaruh secara tidak langsung terhadap nilai perusahaan melalui kualitas laba sedangkan user support dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap nilai perusahaan melalui kualitas laba sebagai variabel intervening.
Juli Adevia, Djaimi Bakce, Syaiful Hadi
Published: 22 April 2017
SOROT, Volume 12, pp 11-24; https://doi.org/10.31258/sorot.12.1.4078

Abstract:
Usahatani kelapa merupakan matapencaharian utama rumahtangga di Kecamatan Pulau Burung. Permasalahan yang dihadapi rumahtangga petani kelapa adalah harga kelapa yang relatif murah, intrusi air laut, tanaman tua dan rusak dan pasar yang bersifat monopsoni. Mengacu pada permasalahan tersebut, maka studi ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga dari aspek produksi, curahan waktu kerja, pendapatan dan pengeluaran. Pendekatan ekonometrika persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Squares digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Pertama, jumlah produksi tidak responsif dipengaruhi oleh jumlah tanaman kelapa produktif. Kedua, alokasi waktu kerja pada usahatani kelapa dipengaruhi secara positif dan responsif oleh angkatan kerja rumahtangga. Penggunaan tenaga kerja upahan dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan usahatani kelapa. Alokasi waktu kerja non usahatani kelapa dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan non usahatani kelapa. Ketiga, pendapatan non usahatani kelapa dipengaruhi secara positif dan responsif oleh alokasi waktu kerja non usahatani kelapa. Keempat, pengeluaran rumahtangga petani kelapa dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan total rumahtangga, sebaliknya negatif dan responsif oleh tabungan rumahtangga. Investasi pendidikan dipengaruhi oleh pendapatan total rumahtangga dan konsumsi pangan. Kelima, dalam rangka meningkatkan produksi kelapa diperlukan intervensi pemerintah untuk meremajakan tanaman kelapa yang tua dan rusak, memperbaiki tanggul untuk mencegah intrusi air laut dan pemberantasan hama dan penyakit. Selain itu diperlukan upaya yang dapat mendorong rumahtangga petani kelapa untuk mengalokasikan waktu kerja yang lebih banyak pada usahatani kelapa miliknya.
Khairul Anwar, Syamsul Bahri
Published: 22 April 2017
SOROT, Volume 12, pp 41-53; https://doi.org/10.31258/sorot.12.1.4080

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respon civitas kampus terhadap implementasi kebijakan desain Kampus Hijau Universitas Riau berbasis budaya Melayu. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan itu adalah dengan cara mengidentifikasi (1) Siapa saja aktor atau kelompok dan kepentingannya? (2) Apa saja regulasi yang terkait pengelolaan kampus hijau; dan, (3) apa sarana dan prasarana pendukung yang ada? Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, ada pro kontra terhadap implementasi konsep green campus berbasis budaya Melayu. Aktor yang kontra mempersepsikan pembangunan green campus lebih berorientasi skema kerja yang bersifat pisik. Kedua, aktor yang pro terhadap riset green campus melihat kerja riset selaras dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan dan selaras nilai budaya Melayu. Ada tiga aspirasi yang berkembang yaitu keamanan dan kebersihan kampus hijau, efisiensi dalam pengelolaan, dan sarana prasarana pendukung. Oleh karena itu, dalam rangka mengimplementasikan konsep green campus dapat diarahkan kepada tiga kegiatan yaitu: green transportation; green energy; dan green building.
Wan Marlina Rusnita, Meyzi Heriyanto, Tuti Khairani Harahap
Published: 22 April 2017
SOROT, Volume 12, pp 1-9; https://doi.org/10.31258/sorot.12.1.4077

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2012 Tentang Perubahan Pedoman Penilaian PNS Berprestasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data menggunakan konsep trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2012 Tentang Perubahan Pedoman Penilaian Pegawai Negeri Sipil Berprestasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan belum terlaksana secara maksimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan yaitu konsistensi, motivasi dan koordinasi.
Raffy Arnanda, Syaiful Hadi, Roza Yulida
Published: 23 October 2016
SOROT, Volume 11, pp 111-126; https://doi.org/10.31258/sorot.11.2.3889

Abstract:
Kecamatan Kuala Kampar sebagai daerah sentra produksi padi di kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang diharapkan mampu menjaga stabilitas ketersediaan beras di Kabupaten Pelalawan. Tapi dalam kenyataannya, produksi padi Kecamatan Kuala Kampar cendrung mengalami kenaikan namun juga mengalami penurunan. Produksi yang efisien akan menyebabkan penurunan biaya produksi yang selanjutnya akan menyebabkan peningkatan pendapatan petani. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor produksi dan tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi tanaman padi. Secara khusus tujuan penelitian adalah: (1) Mengetahui karakteristik petani padi sawah pasang surut, (2) Menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi padi, (3) Menganalisis efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjawab tujuan pertama, analisis fungsi produksi Cobb-douglas untuk menjawab tujuan kedua, Data Envelopment Analysis (DEA) untuk tujuan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik variabel luas lahan, jumlah benih, pupuk KCl, pupuk SP36, pupuk NPK, tenaga kerja, dan dummy penggunaan bibit unggul berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Umumnya petani responden telah efisien secara teknis namun belum efisien secara alokatif dan ekonomis.
Nurhayati Nurhayati, Sukma Erni, Suriani Suriani
Published: 23 October 2016
SOROT, Volume 11, pp 75-86; https://doi.org/10.31258/sorot.11.2.3885

Abstract:
Penelitian ini didasarkan pada penelitian kualitatif yang dilakukan di beberapa kota di Provinsi Riau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 bentuk gaya hidup berkelanjutan masyarakat perkotaan di Riau yaitu: gaya hidup berkelanjutan yang sudah ada secara turun-temurun, gaya hidup yang berubah seiring dengan anjuran pemerintah, dan gaya hidup yang merupakan hasil perubahan personal yang berupa dorongan diri sendiri akibat menyimak fenomena lingkungan yang terjadi. Gaya hidup yang demikian pada dasarnya merupakan sintesis dari pemahaman budaya dan keterpaan informasi.
Pivit Septiary Chandra, Tuti Khairani Harahap, Meyzi Heriyanto
Published: 23 October 2016
SOROT, Volume 11, pp 101-110; https://doi.org/10.31258/sorot.11.2.3888

Abstract:
Adanya peranan kebijakan Kepmenperindag No. 651/MPP/ Kep/10/2004 untuk memproteksi usaha depot air minum dalam bentuk pengawasan teknis depot air minum oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru. Hal ini untuk menjaga stabilitas industri depot air minum agar sesuai standar, untuk itu perlu adanya evaluasi agar tercapainya tujuan kebijakan terhadap sasaran kebijakan. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari wawancara, dan observasi. data sekunder diperoleh dari pengumpulan data dengan dokumen. Analisis data menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pengujian kredibilitas data digunakan dengan teknik Tringulasi. Hasil penelitian bahwa evaluasi yang dilakukan menunjukkan pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan terhadap depot air minum di Kecamatan Tampan belum maksimal. Hal ini pengaruhi oleh kendala keterbatasan Personil dalam melakukan pengawasan, kurangnya sarana dan prasarana dalam melakukan pengawasan, kurangnya ketersediaan data yang update, kurangnya kontribusi masyarakat dalam implementasi kebijakan, serta belum terciptanya kerjasama yang baik antar instansi pemerintah dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan.
Harlinda Harlinda
Published: 23 October 2016
SOROT, Volume 11, pp 127-144; https://doi.org/10.31258/sorot.11.2.3890

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sumberdaya manusia, teknologi informasi, pengendalian intern akuntansi, komitmen organisasi, pemahaman akuntansi, faktor eksternal terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual, laporan keuangan pemerintah harus memenuhi 4 karakteristik kualitatif/kualitas informasi berikut: relevan, andal, dapat dibandingkan, dapat dipahami. Penelitian ini dilakukan pada 83 Satuan Kerja Perangkat Daerah, terdiri dari Dinas dan Badan di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kota Pekanbaru dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 166 orang responden, meliputi kepala subbagian keuangan dan pegawai penatausahaan keuangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SPSS versi 21 dengan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumberdaya manusia, teknologi informasi, pengendalian intern akuntansi, pemahaman akuntansi dan faktor eksternal secara parsial berpengaruh terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah daerah, sedangkan komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah daerah. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa Sumberdaya manusia, teknologi informasi, pengendalian intern akuntansi, komitmen organisasi, pemahaman akuntansi dan faktor eksternal secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah daerah.
Eka Hariyani
Published: 23 October 2016
SOROT, Volume 11, pp 87-99; https://doi.org/10.31258/sorot.11.2.3886

Abstract:
Penelitian ini menguji Pengaruh manipulasi aktivitas riil terhadap dividen perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. Untuk menyelidiki masalah ini, studi ini menggunakan data-data dari Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 dari tahun 2010 hingga 2013. Berdasarkan data 2010-2013 terdapat 92 sampel perusahaan yang terdaftar secara konsisten dalam kelompok LQ 45. Untuk menguji hipotesis menggunakan uji deskriptif program SPSS. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat sampel melakukan manipulasi aktivitas riil melalui arus kas operasi, karena sampel arus kas operasi abnormal. Tidak terdapat pengaruh manipulasi aktivitas riil terhadap dividen perusahaan LQ 45. Perusahaan yang melakukan manipulasi aktivitas riil menunjukan dividen yang lebih tinggi dibandingkan dengan dividen perusahaan yang tidak melakukan manipulasi aktivitas riil. Manipulasi aktivitas riil dipergunakan untuk menstabilkan dividen atau mencapai target profitabilitas tertentu atau menghindari laporan keuangan perusahaan yang merugi.
Fatia Ulfah, Fajar Restuhadi, Rosnita Rosnita
Published: 23 April 2016
SOROT, Volume 11, pp 61-73; https://doi.org/10.31258/sorot.11.1.3875

Abstract:
Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang membuat program sentra produksi beras dalam menjaga ketersediaan pangan nasional, hal ini dilakukan karena dari tahun 2008-2012 mengalami defisit beras yang rata-rata hampir 248.315 ton setiap tahunnya. Dalam memenuhi kebutuhan beras regional Provinsi Riau sangat bergantung pasokan beras dari luar daerah seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Pada tahun 2009 Pemerintah Provinsi Riau meluncurkan program yang disebut dengan Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) dengan target pengurangan defisit beras pada akhir tahun 2013 sebesar 11,83 persen. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi profil petani padi peserta program OPRM, menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi produksi padi di Kabupaten Siak, dan menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif, dan efisiensi ekonomi usaha tani padi di Kabupaten Siak. Metode analisis yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobbdouglas untuk menjawab tujuan pertama, fungsi produksi frontier dan fungsi ganda biaya perbatasan dengan pendekatan DEAP untuk tujuan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan luas lahan, pupuk urea, pupuk organik, pestisida, kesesuaian lahan, program dan pendidikan mempengaruhi produksi secara signifikan. Sebagian besar petani peserta program OPRM dan bukan peserta program OPRM telah efisien secara teknis namun belum efisien secara alokatif dan ekonomis.
Muhammad Iqbal Heriansyah, Taufeni Taufik, Vince Ratnawati
Published: 23 April 2016
SOROT, Volume 11, pp 1-14; https://doi.org/10.31258/sorot.11.1.3884

Abstract:
Penelitian ini menggunakan metode survey pada Inspektorat Provinsi dan Kabupaten di Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reward sebagai variabel moderasi dengan kompetensi, independensi, pengalaman kerja, dan keahlian profesional terhadap kualitas audit. Populasi penelitian adalah seluruh auditor yang melakukan pekerjaan pemeriksaan di Inspektorat Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir yang berjumlah 45 orang. Penelitian ini merupakan survei sensus. Data yang digunakan adalah data primer, dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi dengan pengolahan data menggunakan SPSS. Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kompetensi, independensi, pengalaman kerja, keahlian profesional, interaksi antara kompetensi dan reward, dan interaksi antara keterampilan profesional dan reward berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sementara interaksi antara independensi dan reward, dan interaksi dari pengalaman kerja dan reward tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.
Nur Jelita, Syaiful Hadi, Djaimi Bakce
Published: 23 April 2016
SOROT, Volume 11, pp 15-28; https://doi.org/10.31258/sorot.11.1.3866

Abstract:
Rumahtangga petani kelapa di Kecamatan Enok dihadapkan pada masalah intrusi air laut, modal yang terbatas, serangan hama dan penyakit, dan struktur pasar yang cenderung monopsoni. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani kelapa dari aspek produksi, alokasi waktu kerja, pendapatan dan pengeluaran. Untuk menjawab tujuan tersebut digunakan pendekatan ekonometrika model persamaan simultan metode Two Stage least Squre (2SLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada satupun determinan faktor yang responsif mempengaruhi produksi kelapa. Walaupun tidak responsif, jumlah batang kelapa produktif merupakan determinan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap produksi kelapa. Curahan kerja dalam usahatani kelapa dan penggunaan tenaga kerja luar keluarga dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan dalam usahatani kelapa. Curahan kerja luar usahatani kelapa dipengaruhi secara positif namun tidak responsif terhadap pendapatan luar usahatani kelapa, begitu juga sebaliknya. Pengeluaran rumahtangga (pangan dan non pangan) dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan total rumahtangga. Investasi usaha hanya responsif terhadap pendapatan dalam usaha. Kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk pengembangan kebun kelapa antara lain peremajaan kelapa, perbaikan tanggul untuk mencegah intrusi air laut, dan pemberantasan hama dan penyakit. Selain itu, perlu upaya untuk memotivasi rumahtangga petani agar mengalokasikan waktu kerja lebih banyak pada usahatani kelapa.
Jusmarni Jusmarni
Published: 23 April 2016
SOROT, Volume 11, pp 29-45; https://doi.org/10.31258/sorot.11.1.3867

Abstract:
Sustainability report adalah laporan yang berisi kinerja keuangan dan non keuangan. Beberapa tahun terakhir mulai disadari pentingnya pengungkapan ini melalui dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara indikator sustainability report dan rasio market value dan rasio asset management perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah pengungkapan sustainability report yang terbagi atas indikator kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial dan diukur dengan menggunakan indeks SRDI. Variabel bebas diukur berdasarkan indeks pengungkapan. GRI (Inisiatif Pelaporan Global) akan digunakan sebagai panduan sustainability report sebagai dasar dalam pengukuran indeks. Variabel dependen yang digunakan adalah Market Value Ratios dan Asset Management Ratio. Sampel penelitian ini adalah 15 perusahaan yang mempublikasikan sustainability report tiga tahun berturut-turut pada tahun 2010-2012 yang diakses melalui website perusahaan dan website National Center or Sustainability Reporting dan perusahaan tersebut mempublikasikan Laporan Keuangan Tahunan pada tahun 2011-2013 yang dapat diakses melaui web perusahaan. Hasilnya, sustainability reporting dalam aspek ekonomi dan lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap market value ratio dan asset management ratio, sedangkan sustainability reporting dalam aspek sosial, berpengaruh positif tidak signifikan dalam peningkatan market value dan asset management.
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top