Refine Search

New Search

Results: 5,186

(searched for: publisher_id:9680)
Save to Scifeed
Page of 104
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Ishmah Hanifah, Fauzia Izzati, Siti Irma Rahmawati, Joko Hermanianto, Puspo Edi Giriwono, Yatri Hapsari, Bustanussalam, Fauzy Rahman, Eris Septiana, Partomuan Simanjuntak
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 19-37; doi:10.29244/jitkt.v13i1.32654

Abstract:
Penelitian dirancang untuk mengetahui kondisi optimum proses enzyme assisted extraction lemak rumput laut hijau segar Caulerpa lentillifera dengan menggunakan enzim selulase. Proses optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) model Central Composite Design dengan 15 perlakuan. Perlakuan yang didapatkan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas diantaranya konsentrasi enzim, suhu hidrolisis, dan waktu hidrolisis terhadap respon yaitu jumlah ekstrak lemak dan aktivitas antioksidan. Dari hasil penelitian didapatkan model 2FI dan Linier berturut-turut untuk respon jumlah lemak dan aktivitas antioksidan. Kondisi optimum yang diperoleh yaitu konsentrasi enzim sebesar 2%, suhu hidrolisis sebesar 30 °C, dan waktu hidrolisis selama 1 jam. Kondisi optimum tersebut kemudian dapat diverifikasi dengan melakukan perlakuan terpilih sebanyak 2 kali ulangan atau lebih hingga mendekati hasil prediksi. Asam lemak yang diperoleh setelah metilasi dan identifikasi dengan GC-MS yaitu asam palmitat dan asam laurat.
Anisa Aulia Sabilah, Vincentius Paulus Siregar, Muhammad Anshar Amran
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 97-112; doi:10.29244/jitkt.v13i1.34765

Abstract:
Seagrass beds play an ecological role in the shallow marine environment, such as a habitat for biota, primary producers, and sediment traps. They also act as nutrient recyclers. Since they have such an important role, this natural resource needs to be preserved. Therefore, continuous monitoring and mapping of seagrass beds, especially by remote sensing methods, is paramount. The current rapid development of satellite sensor technology, especially its spatial and spectral resolutions, has improved the quality of the seagrass distribution map. The use of proper classification methods and schemes in the classification of seagrass distribution based on satellite imagery can affect the accuracy of the map, which is why various alternative algorithm studies are required. In this study, the support vector machine and fuzzy logic algorithms were used to classify the WorldView-2 and Sentinel-2 satellite imagery on Kodingareng Lompo Island with four classes of seagrass cover, sparse (0–25%), moderate (26–50%), dense (51–75%), and very dense (76–100%). The result showed that the fuzzy logic algorithm applied to WorldView-2 imagery has the best overall accuracy of 78.60% seagrass cover classification.
Siti Novrianti Winjaniatun, Henry Munandar Manik, Tumpal Bernhard Nainggolan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 173-183; doi:10.29244/jitkt.v13i1.32784

Abstract:
Data seismik yang dihasilkan saat akuisisi mengandung wavelet yang kompleks dan noise seperti multiple yang mengakibatkan menurunnya resolusi temporal penampang seismik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penerapan metode Surface Consistent Deconvolution dan dekonvolusi prediktif dalam meningkatkan resolusi temporal penampang seismik pada data seismik laut dangkal 2D lintasan C12, C21 dan L18 di Perairan Waipoga, Papua. Penampang seismik yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode dekonvolusi prediktif maupun Surface Consistent Deconvolution dapat menghilangkan short-period multiple yang terdapat pada penampang seismik. Metode Surface Consistent Deconvolution memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan resolusi temporal penampang seismik dibandingkan metode dekonvolusi prediktif. Hasil tersebut diperoleh oleh karena metode Surface Consistent Deconvolution memberikan hasil yang lebih baik dalam memampatkan wavelet, meningkatkan kontinuitas lapisan dan mempertajam reflektor.
Novit Rikardi, Ario Damar, I Wayan Nurjaya
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 1-17; doi:10.29244/jitkt.v13i1.31792

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode indeks kepekaan lingkungan ekosistem mangrove terhadap tumpahan minyak dengan studi kasus di daerah pesisir Subang Jawa Barat. Data yang digunakan adalah data primer (data jenis mangrove, tipe substrat dan data sosial ekonomi) dan data sekunder (karakterisitik pantai dan hidrooseanografi). Data tersebut kemudian digunakan sebagai parameter dalam Indeks Kepekaan Lingkungan (IKL). Indeks kepekaan lingkungan terdiri dari tiga indeks yaitu indeks kerentanan (IK), indeks ekologi (IE), dan indeks sosial ekonomi (IS). Parameter IK terdiri dari kemiringan pantai, rentang pasang surut, tinggi gelombang, tipe substrat dan jarak ekosistem mangrove dari pantai. Parameter IE terdiri dari zonasi mangrove, kepadatan mangrove, keragaman mangrove, keberadaan hewan dilindungi dan status perlindungan ekosistem mangrove. Parameter IS terdiri dari dua kompoen yaitu komponen sosial dan komponen ekonomi dari ekosistem mangrove. Formula IKL yang digunakan adalah IKL = IK(0,3) + IE(0,3) + IS(0,4) dan terbagi kedalam 5 tingkatan kepekaan. Kajian IKL di daerah penelitian menunjukkan sebagian besar daerah memiliki tingkat kepekaan yang “sedang” terhadap tumpahan minyak kecuali Tegal Tike, Anggaranu dan Tanjung yang memiliki tingkat kepekaan “peka”.
Dietriech Geoffrey Bengen
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13; doi:10.29244/jitkt.v13i1.35522

Jurnal Manajemen dan Organisasi, Volume 12, pp 1-9; doi:10.29244/jmo.v12i1.34376

Abstract:
Farming is including a business entity because its activities include not only planting on land but also being able to maintain relationships that focus on business interests, such as increased sales and income. As the actor in the business, they are required to be able to have marketing and entrepreneurial skills so that their business performance can be sustainable. The purpose of the research is to understand the relationship between marketing and entrepreneurship to the farming performances, with organization innovation as intervening variables. It is quantitative research and has been conducted in Singosari sub district Malang, Indonesia. Analysis was done by SEM-PLS while 40 farmers were chosen purposively as respondent. The result shows that the Indonesian farmer has basic marketing and entrepreneurship orientation. Both of them has positive and highly significant with the value of 0,41 and 0,53 to farming performance. As an intervening variable, Organizational innovation has positively associated with farmer’s performance. Improving the human resources of farmers has been a very important aspect of sustainable business and human resources itself in Agriculture. An experienced and trained farmer will be able to keep working event in an unstable situation.
Nindita Eka Setyahandani, Fredinan Yulianda, Gatot Yulianto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 71-80; doi:10.29244/jitkt.v13i1.34699

Abstract:
Pulau Tunda memiliki sumberdaya alam pulau dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata bahari. Sesuai rencana zonasi 2017, kajian mengenai potensi sumberdaya Pulau Tunda diperlukan untuk mengetahui kesesuaian dan daya dukung untuk kegiatan wisata pulau yang berbasis konservasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dan daya dukung Pulau Tunda sebagai kawasan wisata pantai, mangrove, diving dan snorekling. Metode yang digunakan yaitu analisis spasial. Hasil analisis kesesuaian dan daya dukung menunjukan bahwa Pulau Tunda memiliki kategori sesuai (S2) peruntukan untuk wisata pantai, mangrove, diving dan snorkeling dengan nilai untuk wisata pantai sebesar 2.14, wisata mangrove 2, wisata diving 2.25 dan wisata snorkeling 2.43. Nilai total daya dukung untuk kawasan sebesar 1669 orang/hari.
Hanita Nur Fitria, Henry Manik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 127-139; doi:10.29244/jitkt.v13i1.32890

Abstract:
Metode seismik refleksi digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas di laut dengan memanfaatkan gelombang suara yang menjalar ke dalam batuan dasar bumi. Penelitian ini menggunakan data seismik 2D laut berupa data lapangan hasil akuisisi di Perairan Seram, Papua Barat. Data lapangan hasil akuisisi masih bercampur dengan multiple yang disebabkan oleh perbedaan impedansi akustik dari lapisan-lapisan bawah permukaan bumi. Keberadaan multiple dapat menyebabkan kerumitan pada saat interpretasi karena menimbulkan efek reflektor semu. Oleh karena itu perlu diterapkan metode atenuasi multiple yang tepat, untuk mengurangi derau multiple. Penelitian ini menerapkan kombinasi antara Surface Related Multiple Elimination (SRME) dan Transformasi Radon untuk menghasilkan penampang seismik yang bebas dari multiple. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa kombinasi metode Surface Related Multiple Elimination dan Transformasi Radon efektif untuk menghilangkan multiple periode panjang pada zona near offset, middle offset dan far offset. Penerapan kombinasi metode ini juga menghapus beberapa bagian yang tidak signifikan pada reflektor utama oleh karena bercampurnya sinyal dan multiple dalam domain moveout yang sama.
, Iin Ichwandi, Sambas Basuni
Jurnal Manajemen dan Organisasi, Volume 12, pp 21-35; doi:10.29244/jmo.v12i1.34033

Abstract:
Pluit Reservoir has a big role in DKI Jakarta. Efforts to optimize the Pluit Reservoir are facing various problems, such as silting the reservoir, water quality pollution, the existence of illegal settlements of the population, thus decreasing the function of the Pluit Reservoir as flood control and water resources. In an effort to overcome the problem, the government has made normalization of reservoir policy. Information regarding the level of knowledge / perception, attitudes and level of satisfaction of the community and management is important to consider the management of the Pluit Reservoir. The purpose of this study is to analyze the level of knowledge / perceptions of the community and managers on the functions, problems and management policies of the Pluit Reservoir, to analyze the attitudes of the community and managers towards the Pluit Reservoir management policy, to analyze the level of community and manager satisfaction with the Pluit Reservoir management policy. The analysis method is descriptive quantitative and qualitative methods using a Likert scale and supply-demand analysis. The results showed that the level of knowledge / perception of both managers and the community was still low on the program of land acquisition and relocation of flats, reservoir dredging programs, and waste cleaning and handling programs. The attitude of both the manager and the community is still low towards the land acquisition and relocation program to flats. The level of satisfaction that is still low both from managers and the community regarding land acquisition and relocation to flats and also with the reservoir dredging program.
Riris Aryawati, T. Zia Ulqodry, Isnaini, Heron Surbakti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 163-171; doi:10.29244/jitkt.v13i1.25498

Abstract:
The Musi River is the largest and longest river in South Sumatra. The development of population activities in the Musi River Basin can affect river water quality and can cause pollution. The high level of industrial activity and households along the Musi River causes a decrease in environmental quality in the Musi River Basin. Based on this, further research is needed to determine the extent of pollution in the Musi River Basin. The purpose of this study is to assess saprobitas along the Musi River Basin based on SI (Saprobic Index) and TSI (Tropical Saprobic Index) values, and knowing the level of water pollution using saprobitas water assessment. This study uses plankton as the main material, namely water samples and plankton samples. This study uses an exploratory design with survey methods, and the determination of sampling stations by purposive sampling method. The results showed abundance of phytoplankton in the waters of the Musi River in the range of 123 - 2581 cells / liter or an average of 1397 cells / liter, the waters of the Musi River can be categorized as Oligotrophic waters with several station points that can be categorized as Mesotrophic waters. The Saprobic index in the waters of the Musi River ranges from 0.63 - 1, classified in the phases of the microbial, namely β-Mesosaprobic, so that the waters of the Musi River are classified as mild or low.
Robin Saputra, Jonson Lumban Gaol, Syamsul Bahri Agus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 39-55; doi:10.29244/jitkt.v13i1.27886

Abstract:
Berbagai ancaman pada hutan mangrove semakin meningkatkan kerentanan ekosistem itu sendiri. Dalam penelitian ini dilakukan monitoring mangrove menggunakan data penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis perubahan tutupan mangrove di Pulau Dompak Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan berupa klasifikasi citra satelit berbasis objek (OBIA) dengan algoritma support vector machine (SVM). Data citra satelit yang digunakan adalah SPOT 4 Tahun 2007 dan Sentinel 2B Tahun 2018 dengan resolusi spasial 10 x 10 m. Survey lapang dilakukan pada bulan September – Oktober 2018 dengan metode sampling secara acak. Hasil klasifikasi OBIA dengan algoritma SVM menghasilkan tingkat akurasi sebesar 89%, nilai kappa 0.86 dengan skala segmentasi optimum yang diperoleh adalah skala 3. Berdasarkan analisis perubahan tutupan lahan terjadi adanya penurunan luasan hutan mangrove sebesar 34.19% atau sekitar 46.61 ha sejak Tahun 2007 hingga 2018.
Eva Susan Ratuluhain, I Wayan Nurjaya, Nyoman M. N. Natih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 113-126; doi:10.29244/jitkt.v13i1.29336

Abstract:
Sesar Flores merupakan pemicu gempabumi pada tanggal 5 Agustus 2018 di pulau Lombok. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempabumi dengan kekuatan 7 SR saat itu, telah menyebabkan tsunami kecil (13.5 cm) di desa Carik, Lombok Utara. Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi tsunami yang berasal dari aktivitas sesar Flores. Simulasi penjalaran tsunami menggunakan perangkat lunak COMCOT v1.7 untuk mengetahui potensi tinggi tsunami, estimasi waktu tiba tsunami, dan potensi wilayah terdampak tsunami. Data historis untuk pusat gempabumi dalam simulasi adalah gempabumi 2 September 2018, dengan asumsi kekuatan gempa 7.0 SR. Kedalaman sumber gempa 14 km dengan luas patahan 47.9 x 15.9 km, dislokasi 2.5 m, dan parameter strike, dip, slip masing-masing 284o, 64o, 88o. Layer simulasi dibagi menjadi 3 berdasarkan sistem model bersarang, dengan reolusi masing-masing 464 m, 232 m, dan 77 m. Data batimetri diperoleh dari GEBCO dengan resolusi 15-arcsecond. Waktu simulasi penjalaran tsunami yang dilakukan selama 30 menit, menghasilkan tinggi tsunami awal sebesar 0.9 meter. Tinggi tsunami maksimum yang teramati sepanjang penjalaran adalah 1–2.5 m. Waktu tiba gelombang pada pesisir Lombok Utara, ditempuh dalam kisaran waktu 3 sampai 13 menit. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa wilayah kecamatan Bayan, Kayangan, Tanjung, dan Gangga berpotensi terkena dampak tsunami. Kata Kunci: COMCOT, Gempabumi, Lombok Utara, Sesar Flores, Tsunami
, Kinda Rizki Widianti, Alim Setiawan Slamet
Jurnal Manajemen dan Organisasi, Volume 12, pp 10-20; doi:10.29244/jmo.v12i1.35373

Abstract:
An increasing business transaction can cause rapid growth in online shops and marketplace. One of the affected is an online shop. From several logistic services, tracking and tracing information services are the main focus in this study because online shops as the business partner have a lack of attention in these services. The objective of this study is to investigate the factors of online shop behavior in using tracking and tracing information services.This study used a unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT) as the framework. The quantitative data were collected through questionnaires from 207 samples of online shops selling women’s fashion and listed in the marketplace. Data were analyzed using structural equation modeling (SEM) with LISREL 8.70.The result of this study found that “the intention to use” the tracking and tracing information services depend on the effort expectancy (EE) dan social influence (SI), while “user behavior” depends on facilitating condition (FC) and the intention to use. The ease of access factor and learning the tracking and tracing information services are the important factors for the intention to use, whereas electronic devices and internet network factors used by the online shops are the main factors for the user behavior. Logistics companies need to provide information services that can help the online shops in controlling their goods in a good way where the ease of access and learning become the main focus that needs attention. Furthermore, online shops need to facilitate their admins with technological devices and a good internet network to make the admins easy to access information services.
Trial Fiar Erawan, Ahmad Mustafa, Dedy Oetama, Muh. Fajar Purnama, A. Ginong Pratikino, La Ode Wahidin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 141-150; doi:10.29244/jitkt.v13i1.28511

Abstract:
The success of tiger shrimp farming in Oensuli Village's fishponds will be achieved if its location meets the criteria for tiger shrimp farming. Therefore it is important to conduct this research to find out the level of suitability of the actual land of tiger shrimp farms that are managed with high, and low production in Oensuli Village, Muna Regency. The method used is to compare the measurement results or the results of data analysis with the eligibility criteria/land quality for tiger shrimp farming. The results of this study illustrate the suitability of the actual land of tiger shrimp ponds with high and low production, as well as on land that has not been converted to ponds, it is obtained that the class category is quite appropriate (S2a1.2h), which means that there are water quality limiting factors such as temperature and brightness, and different tides ebbs are too high.
Randi Firdaus, Henry Munandar Manik, Agus Saleh Atmadipoera, Rina Zuraida, Catur Purwanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 151-162; doi:10.29244/jitkt.v13i1.32346

Abstract:
Akustik frekuensi rendah seperti seismik laut yang umumnya digunakan untuk pemetaan geologi sekarang berkembang menjadi perangkat untuk memetakan kolom perairan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan thermohaline fine structure sepanjang line seismik di Laut Maluku bagian utara. Data seismik refleksi dari 72 saluran sepanjang lintasan 239 km diproses untuk menggambarkan struktur kolom perairan di Laut Maluku. Penampang seismik oseanografi menunjukkan dengan jelas adanya reflektor pada kedalaman 400 m dan 800 m yang merupakan batas bawah lapisan termoklin musiman dan termoklin permanen. Di antara kedalaman 400 m-800 m terdapat refleksi yang disebabkan oleh thermohaline staircase seperti yang terkonfirmasi oleh data CTD in situ dan arsip. Data seismik kolom perairan memperlihatkan adanya struktur seperti gelombang internal di bagian barat laut ambang Tufure dengan tinggi dan panjang gelombang berturut-turut sekitar 102 m dan 17 km. Amplitudo seismik di kolom perairan menunjukkan kesesuaian dengan kontras vertikal parameter fisika oseanografi seperti suhu, salinitas, dan kecepatan suara. Refleksi di kolom perairan bisa disebabkan oleh gradient suhu berkisar antara 0,03°C/m hingga >0,20°C/m. Impedansi akustik pada zona target berkisar antara 0,8 x 106 kg/m3 m/s hingga 2,06 x 106 kg/m3 m/s. Penelitian ini mengungkap bahwa data seismik kolom perairan bisa bermanfaat untuk mempelajari karakteristik kolom perairan di Laut Maluku.
I Wayan Wirya Aristyana, Muhammad Fauzan
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, Volume 6, pp 1-10; doi:10.29244/jsil.6.1.1-10

Abstract:
The type of soil at the location of the hotel building is a type of medium land (D). The applications used in this study are ETABS V16.1 and AutoCAD. Based on the PUSKIM website, the Ss and S1 Bogor City were 0.881 and 0.356, respectively. Based on the results of the analysis of the application ETABS V16.1 obtained fewer reinforcement design results than the existing reinforcement. The maximum nominal moment of the beam is 508.3 kNm while the ultimate moment is 498.4 kNm. The maximum nominal shear force of the beam is 565.9 kN while the ultimate shear force is 538.4 kN. The maximum nominal moment of the column is 1488.5 kNm while the maximum ultimate moment is 1478 kNm. The maximum nominal axial force of the column is 6291 kN while the maximum ultimate axial force is 6287 kN. The maximum nominal bending moment of the floor plate is 41.3 kNm while the maximum ultimate moment is 39.9 kNm. The maximum nominal shear force of the floor plate is 234.7 kN while the maximum ultimate shear force is 228.9 kN. The nominal shear force of shear wall is 8238.5 kN while the ultimate shear force is 8194.7 kN. Based on the internal forces, the building that has been built is in accordance with the plan so that it is safe to withstand earthquake loads.
Ari Sugiarto, Budi Indra Setiawan, Chusnul Arif, Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, Volume 6, pp 23-34; doi:10.29244/jsil.6.1.23-34

Abstract:
A review of air temperature in the Palembang city by reviewing data from the National Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics/BMKG (Kenten Climatology Station and the SMB II Meteorological Station) shows a difference in air temperature can indicate the occurrence of Urban Heat Island (UHI). The difference in air temperature affects the evapotranspiration rate (ET) because air temperature very influencing water evaporation. ET rate estimation with air temperature data is the first step to prove this hypothesis. Hargreaves and Samani, Blaney and Criddle, Linacre, and Kharuffa models is the ET model that using air temperature as the variable was used to estimate the ET rate. Air temperature data used in the period 2011-2020 by reviewing data from the Kenten Climatology Station and the SMB II Meteorological Station. The results of this study of air temperature data from the Kenten Climatology Station and the SMB II Meteorology Station showed a difference in air temperature with the minimum ∆T of 0.42 oC, the maximum of 0.43 oC, and the daily average of 0.41 oC. This difference in air temperature has an impact on the difference in the ET rate with the average ∆ET of the Hargreaves and Samani model of 0.05 mm/day, the Blaney and Criddle model of 0.05 mm/day, the Linacre model of 0.06 mm/day, and the Kharuffa model of 0.14 mm/day. The results of this study predicted that an increase in air temperature causes an increase in the ET rate of ± 10-30%.
Muhammad Fatahudin, M Yanuar Jawardi Purwanto, Maulana Ibrahim Rau
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, Volume 6, pp 49-60; doi:10.29244/jsil.6.1.49-60

Abstract:
Situ Gede area includes a local protection area, functioning as a water catchment area and protected area that will be developed into an ecotourism area based on RTRW and RTBL Situ Gede area and CIFOR fiscal year 2014. The research was conducted to evaluate the existing infrastructure and to make the planning of its development special on environmental roads, waste systems, and parking buildings. The research method begins with the creation of the basic map of Situ Gede area, the retrieval of existing data using secondary data, infrastructure planning in the form of environmental roads, waste management system, and parking building planning, and the creation of infrastructure development planning map Situ Gede area as an external expected from this research. Planning to observe the conservation aspects of water resources by conducting zoning utilization. The zoning arrangement was conducted to provide protection, use, and control of existing resources, especially the creation of a lake boundary of 50 m wide from the body.
Adlan, Budi Indra Setiawan, Chusnul Arif, Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, Volume 6, pp 35-48; doi:10.29244/jsil.6.1.35-48

Abstract:
Estimation of evaporation rate is needed in hydrological data, especially in irrigation and drainage planning data. The method for estimating the evapotranspiration rate recommended by FAO is the Penman - Monteith method, however apart from this method there are still several methods that can be used if the data obtained in the field are different. Evaluation of the method of estimating the rate of evapotranspration is expected to help in choosing the right method when different data is obtained, so with this evaluation, we can see the accuracy of the methods. The methods that are closest to accuracy with the Penman - Monteith method are Hargreaves, Makkink, Turc, Blaney-Cridlle and Penman. If ordered based on the ranking of the evaluation results, the method that is closest to the Penman - Monteith method is Hargreaves, because of all the evaluation variabels Hargreaves has the best evaluation value. While the closest model based on the best R2 value is the Jensen-Haise model, but the error value of this model is very high.
Ahmad Ulil Albab, Erizal
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, Volume 6, pp 11-22; doi:10.29244/jsil.6.1.11-22

Abstract:
Increasing of certainly development requires jobs with high productivity, effectiveness and efficiency. The application of BIM up to four-dimensional modeling (4D) using Tekla Structure software is a solution because it can analyze time performance, determine the causative factors in the event of delays and actions to overcome them. 3D modeling included modeling of foundations, columns, beams, slabs, stairs, and roofs. 4D modeling is conducted by adding work schedule to the 3D modeling that had been made. Time performance analysis was performed using the S-curve method for all buildings in Tower Green Jasmine Park Apartment Bogor construction project. Time performance analysis using the S curve found that this project experienced delays with the highest negative deviation value happened in June 2020 by -13.67%. The main delays in the project occured in procurement of MEP logistics and weather conditions. Work acceleration is carried out by increasing working hours and increasing the number of workers.
Ari Ramadan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 64-84; doi:10.29244/jskpm.v5i1.796

Abstract:
Salah satu media sosial yang digunakan oleh usaha “Rendang Uninam” untuk mempromosikan produknya adalah Instagram. Penggunaan Instagram dipilih karena Instagram merupakan salah satu media sosial yang sangat populer di kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas promosi produk “Rendang Uninam” melalui Instagram. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan efektivitas promosi produk “Rendang Uninam” melalui media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan cara menyebarkan kuesioner online. Kemudiandilanjutkan dengan wawancara bersama pemilik usaha, admin dan karyawan sebagai informan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram cukup efektif untuk menstimulasi perhatian (attention) responden, akan tetapi belum efektif dalam memunculkan ketertarikan (interest), keinginan (desire) responden untuk membeli, serta membuat responden untuk melakukan tindakan (action) membeli. Efektivitas promosi melalui media sosial Instagram ini berhubungan dengan aktivitas promosi yang dilakukan oleh akun @rendang_uninam yaitu tingkat daya tarik pesan, gaya pesan, tingkat keakuratan dan kejelasan pesan, dan frekuensi penyampaian pesan. Kata kunci: Rendang, Efektivitas, Promosi, Media sosial, Instagram
Nanda Rizky Fauziah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 189-201; doi:10.29244/jskpm.v5i1.806

Abstract:
Pengembangan wisata berbasis digital atau Digital Tourism 4.0 yang digagas oleh Kementerian Pariwisata ditujukan untuk mencapai pariwisata yang lebih global dan kreatif dengan millenial sebagai target wisatawan. Upaya dari mewujudkan Digital Tourism pada desa wisata tentunya membutuhkan dukungan berupa partisipasi dari masyarakat setempat selaku penggerak utama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengidentifikasi hubungan antara partisipasi masyarakat dengan pemanfaatan digital pada Desa Wisata Jelok. Data kuantitatif diperoleh melalui kuisioner sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas masyarakat berada pada tingkat partisipasi insentif-fungsional, yakni masyarakat berpartisipasi pada Desa Wisata Jelok untuk mendapatkan imbalan material atau non-material dan pemanfaatan digital di Desa Wisata Jelok sudah tinggi namun tidak memiliki hubungan yang kuat dengan partisipasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Pokdarwis Dewi Elok lebih aktif berperan dalam pemanfaatan digital pada Desa Wisata Jelok dibandingkan masyarakat Dusun Jelok itu sendiri Kata Kunci: Partisipasi, Desa wisata, Pemanfaatan digital
Dian Purnama Soleha
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 121-133; doi:10.29244/jskpm.v5i1.800

Abstract:
DINA PURNAMA SOLEHA. Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Kohesivitas Kelompok dan Adopsi Teknologi IPB Prima. Dibimbing oleh AMIRUDDIN SALEH. Komunitas Estate Padi (KEP) merupakan wadah sejumlah petani yang melakukan usaha bersama dalam satu kesatuan manajemen yang dikelola oleh Forum Perwakilan Petani Pemilik dan Penggarap (FP4L). Kegiatan yang dilakukan dalam komunitas ini adalah salah satunya penggunaaan teknologi IPB Prima yaitu teknologi dengan pengembalian jerami ke lahan, aplikasi pupuk hayati IPB Bio, mekanisasi pertanian, dan penyuluhan atau pendampingan. Penelitian bertujuan untuk mengidetifikasi dan menganalisis hubungan antara karakteristik anggota, karakteristik kelompok, dukungan kelembagaan, kepemimpinan FP4L, kohesivitas kelompok, dan adopsi teknologi IPB Prima. Penelitian ini menggunakan 30 orang anggota KEP Mekar Kesuma Tani yang dijadikan sampel. Analisis hubungan menggunakan korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kohesivitas kelompok adalah kepemimpinan F4PL dan frekuensi pertemuan kelompok dan faktor-faktor yang berhubungan dengan adopsi teknologi IPB Prima di antaranya adalah karakteristik anggota, dukungan kelembagaan, kepemimpinan FP4L, dan ketertarikan terhadap fungsi dan kegiatan kelompok. Kata kunci: Adopsi, Kohesivitas, Komunitas estate padi, Teknologi IPB Prima.
Charina Ardinal
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 173-188; doi:10.29244/jskpm.v5i1.805

Abstract:
Kampung Ramah Lingkungan (KRL) merupakan suatu gerakan pembangunan berkelanjutan berbasis gerakan masyarakat. Relasi gender yang berimbang dalam rumah tangga dapat mendukung keterlibatan anggota rumah tangga dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi gender dalam rumah tangga anggota KRL Pandawa 5 dan hubungan antara relasi gender dalam rumah tangga dengan keberlanjutan KRL Pandawa 5 di Kelurahan Pabuaran Mekar, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode survei digunakan dalam penelitian. Tiga puluh dari 42 rumah tangga peserta KRL terpilih sebagai responden penelitian. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa relasi gender dalam rumah tangga KRL Pandawa 5 berada pada kategori cukup setara. Analisis regresi menunjukkan bahwa tingkat pendidikan suami dan istri berpengaruh terhadap kesetaraan gender dalam rumah tangga. Analisis korelasi Spearman memperlihatkan bahwa terdapat korelasi nyata antara relasi gender dan keberlanjutan sosial budaya dari KRL. Kata Kunci: Kampung Ramah Lingkungan (KRL), KRL Pandawa 5, Relasi Gender, Pembangunan Berkelanjutan
Vallenxena Liandra
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 1-17; doi:10.29244/jskpm.v5i1.793

Abstract:
Program Kampung KB adalah miniatur pelaksanaan program KB secara terpadu dan komprehensif di tingkat desa maupun dusun. Adanya Kampung KB ini dapat meningkatkan capaian KB aktif dan kesejahteraan desa maupun dusun. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menggambarkan tingkat pembagian kerja pada rumahtangga peserta program Kampung KB, 2) melihat wujud kesetaraan dan keadilan gender pada program Kampung KB, khususnya Kampung KB Jasem, dan 3) menganalisis hubungan antara tingkat pembagian kerja pada rumahtangga peserta program Kampung KB dengan tingkat kesetaraan dan keadilan gender pada program tersebut, serta 4) menganalisis hubungan antara tingkat kesetaraan dan keadilan gender pada program Kampung KB dengan tingkat keberhasilannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung KB Jasem, DI Yogyakarta dengan unit analisis rumahtangga Pasangan Usia Subur sebanyak 50 rumahtangga yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Uji korelasi menggunakan Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pembagian kerja pada rumahtangga peserta program Kampung KB dengan tingkat kesetaraan dan keadilan gender pada program tersebut, namun tidak ada hubungan antara tingkat kesetaraan dan keadilan gender pada program Kampung KB dengan tingkat keberhasilannya. Kata Kunci: Keberhasilan program, Kesetaraan dan keadilan gender, Program Kampung KB
Anisa Miftah Fadiyah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 161-172; doi:10.29244/jskpm.v5i1.804

Abstract:
Masalah kemiskinan sudah menjadi salah satu fenomena sosial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tingginya angka kemiskinan di Indonesia berdampak pada masalah kesejahteraan sosial, salah satunya yaitu meningkatnya jumlah anak jalanan. Penanganan permasalahan anak jalanan sangat penting untuk dilakukan dan diperhatikan, selain untuk mendapatkan pelayanan kesejahteraan juga untuk menghindari dampak negatif dari tindakan marjinalisasi terhadap anak jalanan. Oleh karena itu, untuk melakukan upaya pemberdayaan anak jalanan diperlukan peran pendamping atau biasa disebut sebagai CD Workers. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan peran CD Worker dengan tingkat keberdayaan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini diolah menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan jumlah responden sebanyak 63 anak jalanan yang mendapat pendampingan dari CD Workers melalui program pemberdayaan anak jalanan di Rumah Singgah Sanggar Senja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran CD Workers dengan tingkat keberdayaan anak jalanan. Kata Kunci: Anak jalanan, CD Workers, Pemberdayaan
Isnaeni Alfi Kurnia
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 85-104; doi:10.29244/jskpm.v5i1.797

Abstract:
Bencana Tsunami membawa dampak yang sangat besar bagi komunitas, bukan hanya korban jiwa tetapi juga kehilangan harta benda. Resiliensi komunitas menunjukkan kemampuan komunitas untuk mampu menghadapi bencana yang mengancam keberfungsian komunitas. Modal sosial adalah salah satu elemen yang diharapkan berperan untuk membangun aksi kolektif diantara anggota komunitas agar dapat bertahan dalam situasi kritis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis modal sosial komunitas, menganalisis resiliensi komunitas menghadapi bencana Tsunami, dan menganalisis peranan modal sosial terhadap resiliensi komunitas menghadapi bencana Tsunami. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas belum tercapai, dimana komunitas belum mampu membangun aksi kolektif untuk mengatasi berbagai masalah dan masih bergantung pihak eskternal. Meskipun modal sosial tergolong tinggi, namun anggota komunitas cenderung individualis untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Salah satu penyebabnya adalah kurang berperannya pemimpin komunitas karena tidak tinggal bersama dengan anggota komunitasnya di hunian sementara (Huntara) sehingga interaksi antar anggota komunitas menjadi terbatas dan tidak ada koordinasi yang baik untuk melakukan aksi bersama dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Kata kunci: Aksi kolektif, Modal sosial, Resiliensi komunitas, Tsunami
Namiratul Fatimah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 42-63; doi:10.29244/jskpm.v5i1.795

Abstract:
Kepulauan Seribu merupakan salah satu Kawasan Taman Nasional dengan peraturan zonasi yang berlaku saat ini pada SK. 386/KSDAE/SET/KSA.0/9/2016. Akibat penetapan menjadi Taman Nasional, nelayan harus melakukan penyesuaian strategi nafkah dan penghidupannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak zonasi laut akibat penetapan Taman Nasional terhadap strategi nafkah nelayan. Penelitian ini dialakukan di Pulau Harapan menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Responden dari penelitian ini adalah 30 rumah tangga nelayan yang dipilih secara purposif dan dibagi dua kelompok berdasarkan ukuran kapal penangkap ikan. Perubahan zonasi Taman Nasional dikaji dari aspek pemerintahan, kesesuaian pemanfaatan zona, dan rencana pembangunan wilayah. Hasil penelitian menyatakan bahwa setiap kelompok nelayan memiliki strategi nafkah yang berbeda, sebagai akibat dari pemanfataan modal nafkah yang berbeda. Secara umum, nelayan di Pulau Harapan memanfaatkan maksimun modal alam dan minimum modal finansial. Nelayan besar lebih memanfaatkan modal manusia yaitu tenaga kerja aggota rumah tangga dan modal sosial yaitu jaringan dengan ABK dan tengkulak, sedangkan nelayan kecil lebih memanfaatkan modal fisik. Kata kunci: Modal nafkah, Strategi nafkah, Zonasi Taman Nasional
Flora Meilfania Putri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 150-160; doi:10.29244/jskpm.v5i1.803

Abstract:
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dinamika kelompok petani kopi dan teh serta peranannya terhadap keberhasilan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner dan data kualitatif didapatkan melalui panduan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan empat kelompok tani memiliki anggota yang mayoritas mempunyai umur dan pendidikan yang rendah. Mayoritas anggota Poktan Berkah Tani baru bergabung dengan kelompok, sementara Poktan Pamulihan, Melati, serta Pelita VB anggotanya sudah lama bergabung dengan kelompok. Poktan berkah tani dan Melati memiliki anggota yang mayoritas sering mengikuti pelatihan, sementara Poktan Pamulihan dan Pelita VB mayoritas anggota sedikit mengikuti pelatihan. Hubungan antara karakteristik anggota dengan dinamika kelompok hanya beberapa yang signifikan, begitu juga dengan hubungan antara dinamika kelompok dan keberhasilan usaha. Perbedaan antara kelompok tani kopi dan teh terletak di norma, peran, groupthink, dan pemenuhan kebutuhan materi. Kata Kunci: Kelompok, Dinamika kelompok, Keberhasilan usaha
Wendy Fajrin Gustavito
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 202-219; doi:10.29244/jskpm.v5i1.807

Abstract:
Radio Komunitas adalah media counter hegemoni yang partisipatif, dalam arti bahwa ia menyediakan ruang publik melalui komunikasi horizontal antar peserta berlangsung, yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan suatu komunitas tertentu dan terlepas dari kekuasaan lebih besar yang mengontrolnya dengan paksaan. Tanpa adanya peran aktif dari masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya maka radio komunitas tersebut telah gagal memenuhi tugasnya. Oleh karena itu diperlukan partisipasi masyarakat dalam radio komunitas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan kesuksesan radio komunitas, dengan tujuan spesifik: (1) Menganalisis aspek-aspek pengelolaan program siaran radio komunitas, (2) Menganalisis tingkat partisipasi masyarakat terhadap aspek-aspek pengelolaan radio komunitas, (3) Menganalisis kesuksesan radio komunitas. Metode penyusunan proposal penelitian adalah pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dalam melengkapi data. Data-data diolah menggunakan uji korelasi rank spearman dan dilakukan secara random sampling dengan pemberian kuesioner berisi pertanyaan Skala Likert pada 97 khalayak mahasiswa pengikut akun Instagram RTC UI di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Radio Komunitas
Hotma Yuli Kasih Theresia
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 105-120; doi:10.29244/jskpm.v5i1.799

Abstract:
Kelapa sawit menduduki peringkat pertama sebagai penghasil devisa negara Indonesia terbesar dan merupakan komoditas unggulan di Jawa Barat, dan juga menyerap tenaga kerja laki-laki dan perempuan. Penelitian ini akan menjelaskan situasi dan kondisi buruh laki-laki dan perempuan di tempat kerja dan di rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Kebun Cimulang. Responden pada penelitian terdiri dari 23 orang buruh Pemeliharaan, 18 orang buruh perempuan dan 5 orang buruh laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan peran di rumah tangga yaitu beban kerja ganda bagi buruh perempuan berupa pekerjaan publik, domestik, bahkan sampingan. Di tempat kerja, perbedaan peran antara buruh laki-laki dan perempuan terjadi pada kegiatan chemist. Secara garis besar, berdasarkan total pendapatan rumah tangga, sebesar 75% rumah tangga responden termasuk kategori miskin sedangkan 25% lainnya termasuk kategori tidak miskin, jika dibandingkan dengan garis kemiskinan Kabupaten Bogor. Kata Kunci: Laki-laki, Perempuan, Perkebunan, Rumah tangga
Aini Zuryati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 134-149; doi:10.29244/jskpm.v5i1.801

Abstract:
Kepemimpinan merupakan faktor utama yang mampu mengorganisasikan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Peran pemimpin dalam sebuah kelompok usaha mempunyai pengaruh yang sangat besar jika pemimpin berhasil menjalankan perannya dengan baik. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Budidaya ikan hias di Desa Ciherang merupakan salah satu UMKM yang telah memiliki prestasi dalam pengembangan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan peran pemimpin dengan keberhasilan usaha budidaya ikan hias di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Data dianalisis menggunakan tabel frekuensi dan uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan pada kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel peran pemimpin dengan keberhasilan usaha. Namun jika dilihat dari indikator peran pemimpin, terdapat dua indikator yang berhubungan signifikan dengan keberhasilan usaha, yakni peran pemimpin dalam memfasilitasi tercapainya tujuan dan peran pemimpin dalam menampung aspirasi anggotanya. Kata Kunci: Keberhasilan usaha, peran pemimpin, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Naila Humaira
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Volume 5, pp 18-41; doi:10.29244/jskpm.v5i1.794

Abstract:
Partisipasi anggota komunitas dalam bank sampah dianggap dapat mengurangi masalah lingkungan yaitu penumpukan sampah. Namun peran berbeda antara pengurus dan anggota serta situasi pandemi COVID-19 yang terjadi dapat mempengaruhi intensi dan perilaku memilah sampah. Menerapkan perilaku memilah sampah tidak selamanya berkelanjutan karena dipengaruhi intensi individu di tingkat komunitas. Intensi menampilkan suatu perilaku dapat ditelaah dari sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dalam kerangka Theory of Planned Behavior .Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) Hubungan intensi dengan perilaku memilah sampah saat pandemi; (2) Faktor yang berhubungan dengan intensi memilah sampah saat pandemi; (3) Pengaruh perbedaan status keanggotaan pada bank sampah pada intensi dan perilaku memilih sampah saat pandemi dan sebelum pandemi; serta (4) Pengaruh situasi pada perbedaan intensi dan perilaku memilah sampah situasi saat pandemi dan kembali normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada 54 orang anggota bank sampah di Kabupaten Bogor dan didukung dengan data kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson, uji Independent-sample t-test, dan Paired-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara intensi dengan perilaku memilah sampah saat terjadi pandemi COVID-19 sebesar 0.270 (p=0,048). Sikap merupakan prediktor utama yang mempengaruhi intensi untuk menerapkan perilaku memilah sampah organik dan an-organik. Ditemukan perbedaan yang signifikan antara intensi memilah sampah di masa pandemi dan saat kembali normal. Tidak ada dukungan data mengenai perbedaan intensi memilah sampah saat situasi pandemi akibat perbedaan status keanggotaan bank sampah; maupun perbedaan perilaku memilah sampah saat dan sebelum pandemi. Kata Kunci: Intensi, Situasi pandemi, Partisipasi, Perilaku memilah sampah, Status keanggotaan
Andri Hendriana, Wiyoto, Wida Lesmanawati
Jurnal Sains Terapan, Volume 10, pp 60-68; doi:10.29244/jstsv.10.1.60-68

Abstract:
The research was conducted to determine the most optimal concentration of molasses in maintaining the quality of water and increasing the production performance of vannamei shrimp. The study used 4 different molasses concentration treatments with 4 replications, consisted of (A) 50% molasses concentration of the total feed, (B) 100% of the total feed, (C) 150% of the total feed, and (K) 0% of the total feed (control). Molasses was given every day for 40 days by mixing it directly into the test shrimp’s rearing media (PL 12). Throughout the rearing, the treatment of various concentrations of molasses did not affect temperature, DO, pH and water salinity parameters, but had a tendency to improve water quality by reducing TAN and nitrite values. Molasses can also significantly improve production performance. The best concentration of molasses is 150% of the total feed (treatment C), which resulted in a biomass weight of 293.05 ± 5.57 g with an LPS value of 6,08 ± 0,03%/day and an FCR of 2,23 ± 0,05. ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengetahui konsentrasi molase yang paling optimal dalam mempertahankan kualitas air pemeliharaan dan meningkatkan kinerja produksi udang vaname. Penelitian terdiri dari 4 perlakuan konsentrasi molase berbeda dengan 4 ulangan yaitu (A) konsentrasi molase 50% dari jumlah jumlah pakan, (B) 100% jumlah pakan, (C) 150% jumlah pakan, dan (K) 0% jumlah pakan (kontrol). Molase diberikan setiap hari selama 40 hari dengan cara dicampurkan langsung ke media pemeliharaan udang uji (PL 12). Perlakuan pemberian molase berbagai konsentrasi tidak mempengaruhi parameter suhu, DO, pH dan salinitas air selama pemeliharaan udang namun memiliki kecenderungan memperbaiki kualitas air dengan menurunkan nilai TAN dan nitrit. Pemberian molase secara nyata mampu meningkatkan kinerja produksi. Pada perlakuan tanpa pemberian molase (Kontrol) dihasilkan bobot biomasa sebesar 149,36±20,36 g dengan nilai LPS sebesar 4,87±0,19 dan FCR sebesar 3,40±0,55. Konsentrasi molase terbaik yaitu 150% dari jumlah pakan (perlakuan C) menghasilkan bobot biomasa sebesar 293,05±5,57 g dengan nilai LPS sebesar 6,08±0,03% dan FCR sebesar 2,23±0,05. Kata kunci : kinerja produksi, kualitas air, molase, udang vaname Litopeneus vannamei
Andri Iskandar, M Muslim, Andri Hendriana, W Wiyoto
Jurnal Sains Terapan, Volume 10, pp 53-59; doi:10.29244/jstsv.10.1.53-59

Abstract:
Indonesia has a high diversity of fish species. Some fish species are critical and endangered. Information on Indonesian native and endemic fish species needs to be disseminated to the public. Such information is available in various sources and is generally in a foreign language. Therefore, the purpose of this research is to inventory and distribute information about several species of fish native to Indonesian public waters that need special attention because they are endangered and critically endangered. Species of fish, especially species that have been critically endangered, do not rule out turning into extinct in the wild (extinct in the wild). The decline in the status of the above from vulnerable (vulnerable) to endangered (endangered) and critical (critically endangered) or even become extinct in the wild (extinct in the wild) caused by various factors, including the existence of fisheries activities that tend to exploit natural resources without offset by conservation activities and increasing pollution of water conditions. With this information, it is expected to anticipate the extinction of these species. The study was conducted using the literature study method. Based on the search results, there were 22 endangered fish species and 15 critically endangered fish species. The Indonesian government has designated 20 protected fish species. Domestication of endangered and critical species is urgent to do, to prevent the extinction of these species. ABSTRAKIndonesia memiliki keanekaragaman spesies ikan yang tinggi. Beberapa spesies ikan sudah kritis dan terancam punah. Informasi jenis-jenis ikan asli dan endemik Indonesia perlu diserbarluaskan ke masyarakat. Informasi tersebut terdapat diberbagai sumber dan umumnya berbahasa asing. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi dan mendistribusikan informasi tentang beberapa spesies ikan asli penghuni perairan umum Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus karena berstatus terancam punah (endangered) dan kritis (critically endangered). Spesies-spesies ikan tersebut terutama spesies yang sudah berstatus kritis terancam punah, tidak menutup kemungkinan berubah menjadi punah di alam liar (extinct in the wild). Terjadinya penurunan status diatas dari rentan (vulnerable) ke terancam punah (endangered) dan kritis (critically endangered) atau bahkan menjadi punah di alam liar (extinctin the wild) disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya adanya kegiatan perikanan yang cenderung mengeksploitasi sumber daya alam tanpa diimbangi dengan kegiatan konservasi serta meningkatnya pencemaran terhadap kondisi perairan. Dengan adanya informasi ini diharapkan dapat melakukan antisipasi pencegahan kepunahan spesies tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur. Berdasarkan hasil penelusuran, diperoleh 22 spesies ikan yang terancam punah (endangered) dan 15 spesies ikan yang sudah kritis (critically endangered). Pemerintah Indonesia telah menetapkan 20 spesies ikan yang dilindungi. Domestikasi spesies-spesies yang terancam punah dan kritis sudah mendesak untuk dilakukan, untuk mencegah kepunahan spesies tersebut.
Ade Astri Muliasari, Ranu Trilaksono
Jurnal Sains Terapan, Volume 10, pp 40-52; doi:10.29244/jstsv.10.1.40-52

Abstract:
Pest and disease monitoring aim to determine the type, sign/symptoms, and intensity of attacks. The rat (Bandicota indica), stem borer (chilo sacchariphagus Bojer), and shoot borer (Scirpophaga excerptalis Walker) place major constraints on a sugarcane plantation in PT PG Rajawali Jatitujuh Majalengka districts. The intensity of attacks (IS) of these pests reached 8.6%, 1.26%, and 0.86%, respectively. The intensity of rats reached as high as more than 5%. Shoot borer and stem borer attack are low under 5%. The smut disease caused by the fungus Ustilago scitaminea Sydow with an attacking intensity of 1.53% and belongs to the low category. Integrated pest and disease control include technical, physical / mechanical, biological, and chemical culture. ABSTRAKMonitoring hama dan penyakit bertujuan untuk mengetahui jenis, gejala, insidensi serangan dan cara pengendaliannya. Hama utama tebu di PT PG Rajawali II Jatitujuh Majalengka yaitu hama tikus wirok (Bandicota indica Bechstein), penggerek batang tebu/stem borer (Chilo sacchariphagus Bojer), dan penggerek pucuk tebu/shoot borer (Scirpophaga excerptalis Walker). Insidensi serangan (IS) masing-masing mencapai 8,6%, 1,26% dan 0,86%. Insidensi serangan hama tikus tergolong tinggi dengan standar ambang batas ekonomi yang ditentukan yaitu 0%. Insidensi serangan hama penggerek tebu termasuk kategori ringan yaitu di bawah ambang ekonomi 5%. Penyakit utama yaitu luka api/cambuk jelaga yang disebabkan jamur Ustilago scitaminea Sydow dengan insidensi serangan 1.53% dan termasuk kategori ringan. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu meliputi kultur teknis, fisik/mekanis, biologi dan kimia.
Amata Fami, Fathny Syafa Rasyidah
Jurnal Sains Terapan, Volume 10, pp 26-39; doi:10.29244/jstsv.10.1.26-39

Abstract:
The Guidance and Counseling Team of the Bogor Agricultural Institute (TBK-IPB) is a team that provides services in the form of guidance and counseling for students at IPB. TBK-IPB facilitates students to be able to adjust to campus life so that they can achieve optimal academic performance and are able to plan a good career achievement in the future. TBK-IPB has a peer counselor or story partner program to help listen to student problems who feel uncomfortable consulting with senior counselors/counselor lecturers. In order to disseminate information about the peer counseling program to IPB students, a product (motion graphics) that is informative, interesting and easy to distribute is needed. The methods used in the manufacture of motion graphics products are Development, Preproduction, Production, Postproduction and Delivery. The result is a product with a video format, loaded with images, text and audio that is easy to share via social media. ABSTRAKTim Bimbingan dan Konseling Institut Pertanian Bogor (TBK-IPB) adalah tim yang memberikan layanan berupa bimbingan dan konseling kepada mahasiswa di IPB. TBK-IPB memfasilitasi mahasiswa agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus sehingga mencapai prestasi akademik yang optimal dan mampu merencanakan pencapaian karir yang baik di masa yang akan datang. TBK-IPB memiliki program konselor sebaya atau teman cerita untuk membantu mendengarkan permasalahan mahasiswa yang merasa belum nyaman berkonsultasi dengan konselor senior/dosen konselor. Dalam rangka menyebarkan informasi mengenai program konselor sebaya kepada mahasiswa IPB, dibutuhkan sebuah produk (motion graphics) yang informatif, menarik dan mudah dalam distribusinya. Metode yang digunakan dalam pembuatan produk motion graphics ini adalah Development, Preproduction, Production, Postproduction dan Delivery. Hasilnya adalah sebuah produk berformat video, memiliki muatan gambar, teks dan audio yang mudah disebarkan via media sosial. Kata kunci: Motion Graphics, Tim Bimbingan Konseling, Bimbingan dan Konseling, Konselor Sebaya
Hidayati Fatchur Rochmah, Ike Azzi Machwati
Jurnal Sains Terapan, Volume 10, pp 13-25; doi:10.29244/jstsv.10.1.13-25

Abstract:
Coconut plants are one of Indonesia's leading commodities. The low production of kopyor coconut is because farmers still carry out nurseries in the traditional way without certifying seeds so that the seeds produced are poor quality. Ngudi Makmur farmer group in Kalikalong village, Pati Regency, Central Java is a farmer group that has been engaged in the supply of kopyor palm seeds, certified and sold to various regions. The study was conducted in January to April 2020. The research methods carried out are direct and indirect methods. Data is collected by following the direct activities of propagation of coconut Kopyor, observations and interviews with Farmer Groups. The observations showed that the growth of kopyor coconut seedlings was declared good. Seedling growth increases every week on the variable number of midribs, plant height, and stem circumference. Kopyor coconut business analysis conducted on a 500 m2 or 0.5 ha area with a calculation of 1 cycle or 4 months obtained a production of coconut fruit of 1 200 pieces and 5 000 seedlings. The profit obtained is IDR 93 912 500,00 and the R / C ratio gets a value of 2,7. ABSTRAKTanaman kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan negara Indonesia. Rendahnya produksi kelapa kopyor karena petani masih melakukan pembibitan dengan cara tradisional tanpa melakukan sertifikasi benih sehingga bibit yang dihasilkan kurang bermutu. Kelompok tani Ngudi Makmur desa Kalikalong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah merupakan kelompok tani yang sudah bergerak dalam bidang penyediaan bibit kelapa kopyor, bersertifikat dan dijual ke berbagai daerah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2020. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode pengamatan langsung dan tidak langsung. Pengambilan data dilakukan dengan mengikuti kegiatan langsung perbanyakan kelapa kopyor, pengamatan dan wawancara dengan Kelompok Tani. Hasil pengamatan menunjukkan pertumbuhan bibit kelapa kopyor dinyatakan baik. Pertumbuhan bibit mengalami peningkatan setiap minggunya pada peubah jumlah pelepah, tinggi tanaman, dan lingkar batang. Analisis usaha kelapa kopyor yang dilakukan pada lahan 500 m2 atau 0,05 ha dengan perhitungan 1 siklus atau 4 bulan memperoleh hasil produksi buah kelapa sebesar 1 200 buah dan 5 000 bibit. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 93 912 500,00 dan R/C rasio memperoleh nilai sebesar 2,7.
Lokita Rizky Megawati, Hanif Fajar Ramadani, M Syamsul Ma'Arif
Jurnal Sains Terapan, Volume 10, pp 1-12; doi:10.29244/jstsv.10.1.1-12

Abstract:
The existence of MSMEs plays an important role because they are proven to have contributed significantly to the economic stability of a country and were able to survive, especially after the economic crisis. On the other hand, MSMEs also face many problems, one of which is that there is no separation of business finances with personal finances, so that recording financial reports remains a problem for MSMEs players. This study aims to identify the condition of financial records and create an appropriate financial recording system, as well as to analyze changes in financial records and their impact on the Abon Ayam 'Amanah' micro business in increasing competitiveness. Data analysis uses accounting recording systems for manufacturing companies and trading companies. The results showed that the Abon Ayam 'Amanah' micro business had not recorded business finances based on accounting principles so that it could not know the costs in detail. Therefore, financial records are prepared based on evidence of transactions and adjusted to business conditions. After applying a simple accounting-based financial recording system, business owners can identify changes in capital value, added value of assets, cost of goods manufactured, and net income during the observation period. The strategy so that the Abon Ayam 'Amanah' micro business can increase competitiveness is to record more informative financial reports, better business planning, control in managing capital, and business development. ABSTRAKKeberadaan UMKM memegang peranan penting karena terbukti memberi kontribusi yang cukup signifikan terhadap stabilitas ekonomi suatu negara dan mampu bertahan terutama pasca krisis ekonomi. Disisi lain UMKM juga menghadapi banyak masalah, salah satunya yaitu tidak adanya pemisahan keuangan usaha dengan keuangan pribadi, sehingga pencatatan laporan keuangan tetap menjadi masalah bagi pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi pencatatan keuangan dan membuat sistem pencatatan keuangan yang tepat, serta menganalisis perubahan pencatatan keuangan dan dampaknya pada usaha mikro Abon Ayam ‘Amanah’ dalam meningkatkan daya saing. Analisis data menggunakan sistem pencatatan akuntansi untuk perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha mikro Abon Ayam ‘Amanah’ belum mencatat keuangan usaha berdasarkan kaidah akuntansi sehingga tidak dapat mengetahui biaya-biaya secara rinci. Oleh karena itu, disusunlah pencatatan keuangan berdasarkan bukti transaksi dan disesuaikan dengan kondisi usaha. Setelah diterapkannya sistem pencatatan keuangan sederhana berbasis akuntansi, pelaku usaha dapat mengidentifikasi perubahan nilai modal, pertambahan nilai aset, harga pokok produksi, dan laba bersih selama periode pengamatan. Strategi agar usaha mikro Abon Ayam ‘Amanah’ dapat meningkatkan daya saing adalah dengan melakukan pencatatan laporan keuangan yang lebih informatif, perencanaan usaha yang lebih baik, pengendalian dalam mengelola modal, dan pengembangan usaha.
Stanley Don Barroga, Nappy L. Navarra, Honorio T. Palarca
Jurnal Lanskap Indonesia, Volume 13, pp 19-26; doi:10.29244/jli.v13i1.33322

Abstract:
The problem of visual pollution in the Philippines has been increasingly evident, and people are becoming aware of it. But to create effective solutions, a deep understanding of the problem should first be established. This paper was aimed to identify, analyze, and measure the visual pollution present in Intramuros, a heritage city in the Philippines that encapsulates the Philippine colonial architecture in the 1890s. The site is known for its preservation of its city image but also modern landscape changes. To achieve the goal, the application of the Indirect and Direct Method of Landscape Evaluation was executed. These methods led to two results: (1) the identification of components— which are landscape attributes and indicators, that make up a visual landscape; and (2) the understanding of how it is perceived by the observer through a survey and interviews, which are quantified by ratings. To further understand the relationship of indicators and ratings with each other, a series of correlational studies was done. This resulted to the establishment of Disturbance, Stewardship, and Image Rating as the primary descriptors of visual pollution. A weighted average formula was then established, which quantified the visual pollution of Intramuros through indicator values and response ratings. It was concluded that visual pollution in Intramuros, through research-based methodology, can be identified, analyzed, and measured. Specific viewpoints in the district were identified as unacceptably visually-polluted. Magallanes St. cor. Victoria St. in Intramuros had the highest VP Score at -4.886. Elements that contributed to visual pollution were also identified.
Naniek Kohdrata, Cokorda Gede Alit Semarajaya
Jurnal Lanskap Indonesia, Volume 13, pp 1-6; doi:10.29244/jli.v13i1.32696

Abstract:
Kampung Kusamba Village is a relatively small size village in the Bali Island with a majority Muslim population. The village area is surrounded by villages that are predominantly Hindu. The Kampung Kusamba is an example that tolerance in social life is actualized. This research emphasizes on documenting tolerance between Kampung Kusamba dwellers with the Balinese through architectural forms and folklores, myths, or any other oral histories. The research method used is qualitative. Data were collected using a purposive approach, utilizing an in-depth interview technique to resource persons and photographic surveyed for architectural forms. The analysis was carried out descriptively using an ethnographic domain analysis technique approach. Preliminary findings from this study were that physical architectural features that reflect the local culture are the same or almost the same as Balinese architecture. A form of tolerance was also found in the form of artifacts that reflected the diversity of the population of Kampung Kusamba in the past. Oral histories of the past as a manifestation of the intangible landscape also showed the attitude and tolerance of the people of Kampung Kusamba and the people who live in Bali respectively. Moreover, there was also a story that shows the position and special relationship of Kampung Kusamba with Klungkung Royal.
Diah Ayu Kendran, Hanson Endra Kusuma, Annisa Safira Riska
Jurnal Lanskap Indonesia, Volume 13, pp 7-12; doi:10.29244/jli.v13i1.33072

Abstract:
Facility planning will be successful if every process always consider the user and activities aspects. This aspects also applies to the agrotourism area, where tourist preference and segmentation can be used to understand visitor desires. This research aims to identify preferences and characteristics of the tourist segmentation in the visited agrotourism areas. This research used a grounded theory approach with qualitative exploratory methods. Data was collected online in an open–ended and close–ended questionnaire which was analyzed in 3 steps; open coding, axial coding, and selective coding. Based on the analysis results, tourists’ preference for visiting agrotourism area were to enjoy natural environment and do various recreational activities. The study also found the tourist characteristics was dominated by visitors who come in groups with close relationship of family and friends. The characteristics of these tourists can be used as a basis of harmonisation for determining the criteria of facilities in agrotourism where the implemented design can give attention to the sustainability (lifecycle) of tourist attraction from natural and economic aspect.
Mohammad Aditya Ajie Wicaksono, Nur Intan Simangunsong, Benny Benyamin Suharto
Jurnal Lanskap Indonesia, Volume 13, pp 13-18; doi:10.29244/jli.v13i1.33321

Abstract:
The poor environmental conditions in Jakarta indicate that housing residents are not healthy, therefor the need for green open spaces that are close to housing is very important. The purpose of this study is to determine the effect of green open space on the health perceptions of housing residents. The research method used is descriptive quantitative with primary data collection stages; limiting the distance of the research location area within a radius of 1-3 km; perform multiple linear regression analysis and cross-tabulation. The results of this study indicate that the negative coefficient is not unidirectional; the adolescent and elderly age group had a good healthy perception, reaches 42.7%; male gender showed a good healthy perception 35.4%; Housing residents who do not work have a healthy perception of 33.3%. The perception of health decreases with increasing distance and is increasingly visible in residents who live within 1-3 km of green open space. This research serves as input to related agencies that the minimum distance of green open space to housing is 300-1000 m because it is important to provide good health effects for housing residents.
Putu Nala Viswa Dharma, Hinijati Widjadja, Qurrotu’Aini Besila
Jurnal Lanskap Indonesia, Volume 13, pp 27-32; doi:10.29244/jli.v13i1.33323

Abstract:
Bali is a tourist destination that is very popular in the country of Indonesia with a wealth of natural and cultural potential that is presented on this island of a thousand temples. One of the tourist objects in Bali, especially in Denpasar City, is the Kertalangu Cultural Village Tourism Object, which is located in the village of Kesiman Kertalangu. This tourism object offers local cultural potential and visual potential in the form of rice fields which can be an alternative tourism in the middle of conventional tourism development in Denpasar. However, the lack of attractiveness in this tourist attraction area has made visitors less enthusiastic about coming on a tour, so research is needed regarding the assessment of visual quality in this area as an effort to increase the attractiveness of traveling by optimizing the visual quality of the site. The purpose of this study was to examine the visual quality that can be an attraction in the Kertalangu Cultural Village. The methods used are VRAP and field surveys. The results provide some recommendations to develop landscape designs for Kertalangu Cultural Village based on the use of visuals and local cultural values.
Editor Jli
Jurnal Lanskap Indonesia, Volume 13; doi:10.29244/jli.v13i1.35154

Abstract:
Pengantar Redaksi Jurnal Lanskap Indonesia Vol 13 Nomor 1 Tahun 2021
Nurafiza Thamrin, Arie Wahyu Wijayanto
Indonesian Journal of Statistics and Its Applications, Volume 5, pp 141-160; doi:10.29244/ijsa.v5i1p141-160

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sri Astuti Thamrin, Dian Sidik, Hedi Kuswanto, Armin Lawi, Ansariadi Ansariadi
Indonesian Journal of Statistics and Its Applications, Volume 5, pp 75-91; doi:10.29244/ijsa.v5i1p75-91

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Qorry Meidianingsih, Debby Agustine
Indonesian Journal of Statistics and Its Applications, Volume 5, pp 105-116; doi:10.29244/ijsa.v5i1p105-116

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Valantino Agus Sutomo, Dian Kusumaningrum, Aurellia Layvieda, Rahma Anisa
Indonesian Journal of Statistics and Its Applications, Volume 5, pp 205-219; doi:10.29244/ijsa.v5i1p205-219

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Naima Rakhsyanda, Kusman Sadik, Indahwati Indahwati
Indonesian Journal of Statistics and Its Applications, Volume 5, pp 50-60; doi:10.29244/ijsa.v5i1p50-60

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Page of 104
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top