Refine Search

New Search

Advanced search

Results: 5

(searched for: doi:(10.33297/*))
Save to Scifeed
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Indrianty Sudirman, Muhammad Aminawar, Andi Samsu Alam, Iin Karita Sakharina, Muhammad Darwis, Muhammad Erik Kurniawan
Jurnal Bangda Simpurusiang, Volume 1, pp 19-19; doi:10.33297/jbs.v1i1.2018.61-80

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Mariadi Mariadi, Terry Pakki, Gusnawaty Gusnawaty, Nuriadi Nuriadi, Saniwu Saniwu
Jurnal Bangda Simpurusiang, Volume 1, pp 18-18; doi:10.33297/jbs.v1i1.2018.21-38

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Muhamad Ardi, Faizal Amir, Marsus Suti, Muhammad Awaluddin Ardiansa
Jurnal Bangda Simpurusiang, Volume 1, pp 9-9; doi:10.33297/jbs.v1i1.2018.39-48

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sciprofile linkWasir Thalib, Alimuddin Alimuddin
Jurnal Bangda Simpurusiang, Volume 1, pp 12-12; doi:10.33297/jbs.v1i1.2018.49-60

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: gambaran tentang kegiatan penambangan bukan Logam, dampak kegiatan penambangan bukan logam terhadap kondisi sosial masyarakat, dampak kegiatan penambangan bukan logam terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli daerah dan harapan masyarakat serta pengelola tambang bukan logam terhadap pemerintah di Kabupaten Luwu Utara, metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan responden pengelola tambang bukan logam dan masyarakat disekitar pengelolaan. Hasil penelitian menujukkan bahwa matrial yang dikelola pasir, sirtu, kerikil/ cipping, dan batuan; lama beroperasi bervariasi antara 5 tahun sampai lebih dari 15 tahun dengan jumlah tenaga kerja antara 10 sampai lebih dari 15 orang, menggunakan alat berat, dengan upah di atas UMR dan telah mengikuti aturan undang-undang ketenagakerjaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengelolaan tambang bukan logam berpengaruh secara signifikan dalam memperbaiki kondisi sosial budaya masyarakat, masyarakat tidak merasa terganggu, menjadikan normalisasi pengaliran air sungai,. Selain itu memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan. mengurangi pengangguran, kemudian terjadi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui restribusi pengelola. Masyarakat mengharapkan agar: pengelolaan tambang tidak mengikis tanah di sepanjang sungai. memberikan bantuan perbaikan infrastruktur dan rumah ibadah, menggunakan tenaga kerja lokal, kemudian pengelola berharap: izin penambangan dipermudah, menentukan pengelolaan tambang melalui Perda yang tidak merugikan pengusaha; Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini merekomendasikan untuk meninjau kembali UU No 23 Tahun 2016 Tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan kewenangan perizinan pertambangan bukan logam ke Provinsi agar ditarik kembali ke Kabupaten/Kota.
Sciprofile linkSidin Ali, Hamsah Nur
Jurnal Bangda Simpurusiang, Volume 1, pp 20-20; doi:10.33297/jbs.v1i1.2018.1-20

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran angka putus sekolah, faktor-faktor penyebab anak putus sekolah, dan strategi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi anak putus sekolah di Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, pedoman wawancara, lembar angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Angka putus sekolah APS SD/MI = 0,05%, APS SMP/MTs = 0,10%, dan APS SMA/MA/SMK = 0,30%; angka partisipasi kasar APKSD/MI = 100,31%, APKSMP/MTs = 100,02%, dan APKSMA/MA/SMK = 90,01%; dan angka partisipasi murni APMSD/MI= 99,99%, APMSMP/MTs= 92,12%, dan APMSMA/MA/SMK= 68,37% (2) faktor penyebab anak putus sekolah di Kabupaten Luwu Utara adalah: faktor ekonomi, pendidikan orang tua, faktor lingkungan (lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat), faktor budaya, dan faktor minat serta motivasi anak itu sendiri; (3) strategi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi anak putus sekolah di Kabupaten Luwu Utara adalah: advokasi, pemberian beasiswa, pemeliharaan/pemanfaatan ruang kelas, penambahan/ pemeliharaan fasilitas belajar, penambahan RKB dan USB, penambahan/perbaikan sarana dan prasarana, model-model sekolah (sekolah kunjungan, SD-SMP satap, sekolah terapung, sekolah kecil), dan kejar paket.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top