Refine Search

New Search

Advanced search

Results: 196

(searched for: doi:(10.32923/*))
Save to Scifeed
Page of 20
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Irawan Irawan, Nasrun Nasrun
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 35-52; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1392

Abstract:
Terorisme mengancam kehidupan manusia. Dampak aksi terorisme dapat menghilangkan nyawa manusia, terluka, dan trauma psikologis. Oleh karena itu, aksi terorisme dan penyebaran paham terorisme harus dibasmi. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahaya perekrutan terorisme melalui media sosial dan langkah-langkah strategis pencegahannya. Perekrutan terorisme melalui media sosial sangat berbahaya karena mempengaruhi psikologi masyarakat. Media sosial seharusnya digunakan untuk kepentingan yang bermanfaat, bukan untuk mempengaruhi orang lain menjadi calon teroris. Demikian juga Islam mengajarkan bagipenganutnya agar memprakkan Islam yang ramah.Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah analis kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi teroris (the psychology of the Terrorist) Rex A. Hudson. Tulisan ini menyimpulkan bahwa tindakan terorisme memberikan rasa takut, cemas, dan bertentangan dengan Islam rahmatan li a`lamin, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Langkah-langkah pencegahan perekrutan teroris melalui media sosial adalah pembinaan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme oleh pemerintah (Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia), tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Syarifah Syarifah
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 35-54; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1387

Abstract:
In achieving learning objectives, one of very important component is the right textbook. The use of appropriate textbooks greatly affects the success of learning. Therefore, the analysis of a textbook, in this case, a textbook for Arabic learning, is very important to do. The purpose of this study is to describe the selection and gradation of material in the Arabic textbook Al-Arabiyyah baina Yadaik. The type of research used in this study is library research, using the content analysis method. The object of this research is Arabic textbooks that are widely used in the world of education, especially universities, namely: Kitab Al-Arabiyyah baina Yadaik volumes I and II. Based on this this study it can be concluded that the material selection in the Al-Arabiyyah baina Yadaik textbook has fulfilled the principles of material selection: frequency, range, availability, coverage, and learnability. The gradation of material in the textbook Al-Arabiyyah baina Yadaik, generally, has fulfilled the principles of gradation. If viewed in terms of type, the book Al-Arabiyyah baina Yadaik uses a rotating gradation pattern, whereas if it is based on language categories, the textbooks uses a national-functional gradation pattern.
Yana Fansita Taopan
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 30-34; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1355

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa dengan pendekatan VCT (value Clarification Teaching). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas, Tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus meliputi perencanaan atau pelaksanaan observasi dan refleksi. Hasil pendekatan VCT (Value Clarification Teaching) dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas VI SD Negeri Dendeng pada materi Menyebutkan Kehidupan Sosial Budaya dari Negara-negara ASEAN Terkait Kondisi Geografisnya Tahun Ajaran 2019/2020 dengan peningkatan pada siklus I rata-rata hasil belaja 67,7 dengan persentase ketuntasan 47% sedangkan pada siklus II rata-rata 84,36 dengan persentase ketuntasan 96%. Dengan ini maka pendekatan yang digunakan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Yakobus Mbasa
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 23-29; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1323

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pekerjaan Dasar Elektromekanik melalui penerapan model project based learning pada siswa kelas X TITL SMKN 1 Maumere. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TITL SMKN 1 Maumere tahun ajaran 2018/2019, dengan jumlah siswa sebanyak 35 siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan empat tahap, antara lain: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode tes dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar, lembar observasi dan lembar unjuk kerja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model project based learning dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini adalah: terjadinya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dari 77.33 pada siklus I menjadi 80.35 pada siklus II (terjadi peningkatan sebesar 3.02). Selain itu terjadi juga peningkatan ketuntasan klasikal, dari 71.42 % pada siklus I menjadi 88.57 % pada siklus II (terjadi peningkatan sebesar 17.15%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran pekerjaan dasar elektromekanik dapat meningkat melalui model project based learning.
Imam Alfikri Pratama
SUSTAINABLE: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, Volume 3, pp 15-22; doi:10.32923/kjmp.v3i1.1300

Abstract:
As an effort, political education becomes an investment in sustainable democracy. The result is citizens’ political awareness and active involvement democratically in national matters. With an opportunity of demographic bonus in the future, the best political therapy must be implemented to young people as a guarantee of the well-functioning of democracy, in which some of them are higher education students. Political education in higher education is constructed in both formal and non-formal forms. In the formal form, it is carried out through political teaching, while the non-formal form is related to the way individuals summarize political knowledge through reflection on a political system. It can be carried out together between teaching through Pancasila and Citizenship Education in the curricular domain and social learning through student organizations in the non-curricular domain.
Ruzaipah Ruzaipah
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, Volume 5, pp 9-15; doi:10.32923/sci.v5i1.1343

Abstract:
Permasalahan penelitian ini berdasarkan pertimbangan mengenai khotbah Jumat berbahasa Arab yang masih terus dilaksanakan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkajibagaimana persepsi masyarakat sebagai jamaah terhadap khotbah Jumat berbahasa Arab di Desa Puput Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, di mana penulis melakukan penelitian dengan mengamati secara langsung pelaksanaan khotbah Jumat di Desa Puput. Penulis memperoleh data dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Setelah data terkumpul penulis melakukan analisis data, sehingga penulis menemukan kesimpulan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan khotbah Jumat di Desa Puput sesuai dengan syarat dan rukun khotbah, kemudian masyarakat Desa Puput mempunyai persepsi yang berbeda mengenai khotbah Jumat berbahasa Arab, yaitu secara mayoritas masyarakat setuju, dan sebagian kecil kurang setuju dengan khotbah Jumat berbahasa Arab dengan alasan yang berbeda pula. Persepsi masyarkat Desa Puput terhadap khotbah Jumat berbahasa Arab karena alasan pendidikan masyarakat Desa Puput, yaitu menyadarkan masyarakat untuk patuh kepada tokoh agama, menjaga warisan budaya yaitu melestarikan bahasa Arab dalam ritual ibadah, mendorong masyarakat untuk mempelajari bahasa Arab dan membentuk sikap toleransi.
Rahmat Ilyas, Alwan Sobari
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, Volume 5, pp 21-28; doi:10.32923/sci.v5i1.1342

Abstract:
Salah satu upaya menghadapi persaingan global adalah dengan menerbitkan instrumen baru dalam bidang pembiayaan perdagangan dan pengelolaan stok nasional, sehingga harga barang yang ditawarkan dapat bersaing di pasar global. Sistem pembiayaan perdagangan tersebut harus dapat diakses setiap waktu oleh setiap pelaku usaha, terutama pengusaha kecil dan petani kecil, yang selama ini masih terbentur masalah kesulitan permodalan dan keterbatasan jaminan kredit. SRG merupakan salah satu instrumen penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan. SRG dapat memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan inventori atau barang yang disimpan di gudang. SRG juga bermanfaat dalam menstabilkan harga pasar dengan memfasilitasi cara penjualan yang dapat dilakukan sepanjang tahun. Penelitian ini mencoba melihat dan mengkaji sejauh mana tingkat pemahaman serta minat masyarakat khususnya petani lada di bangka belitung teradap SRG yang sudah berkembang saat ini. Dijadikannya masyarakat petani lada bangka Belitung sebagai salah objek penelitan karena petani Bangka Belitung merupakan petani dengan penghasilan komoditas lada yang cukup besar. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi yang dijadikan dalam penelitian ini adalah masyarakat petani lada yang berada di provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jumlah sampel dalam penelitian adalah sebesar 397 responden. Teknik atau cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk Kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat petani lada Bangka Belitung terhadap sistim resi gudang adalah tergolong rendah, hal ini dilihat dengan hasil jawaban responden 70,3 % (279 responden) responden tergolong rendah, 27,5 % (109 responden) tingkat pemahamannya sedang dan 2,3% (9 responden) responden yang masuk kategori tinggi. Begitu juga dengan minat petani lada Bangka belitung terhadap sistem resi gudang juga tergolong rendah, dari 397 responden sebanyak 58,7 % (233 responden) responden tergolong rendah, 34,5 % (137 responden) tingkat minatnya sedang dan 6,8 % (27 responden) responden yang masuk kategori minat yang tinggi. Kata Kunci : ,
Laila Eka Rahmawati, Linda Mayasari, Sulton Dedi Wijaya
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, Volume 5, pp 16-20; doi:10.32923/sci.v5i1.1334

Abstract:
This research analyzes the multiple intelligences in English Foreign Language (EFL), especially in 8A grade students. It identifies the multiple intelligences profile based on the frequency of multiple intelligence (MI) types, students’ high scores, and low scores. This research uses descriptive qualitative design. The subject of this research was 8A grade students in SMP Muhammadiyah 15 Surabaya. The instruments of the research were Multiple Intelligences Questionnaires, IQ results, and documentation of English mid-test scores in the second semester. From analysis and discussion, it was found that this class’s IQ score average is 86, and the most dominant intelligence type is musical. For the five highest score students’ there were four types of intelligence that they had. They were interpersonal, naturalist, logical-mathematical, and musical. Meanwhile, five low English achievers had four types of multiple intelligence namely were musical, interpersonal, naturalist, and visual-spatial. In conclusion, the class has diversity in multiple intelligence. Multiple Intelligence types cannot refer to a certain group, in this case, groups based on their English score, because some MI types can be found in the high and low English achiever groups.
Windy Puspitasari Suparto
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, Volume 5, pp 1-8; doi:10.32923/sci.v5i1.1333

Abstract:
This aimed to describe the use of speech acts in the form of locutionary acts, illocutionary acts, perlocutionary acts, and expressive speech acts used by corona virus topic as the hot news. This research used descriptive qualitative method. The subject of this research are Ir. H. Joko Widodo, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. who had been joining KompasTV Program at Channel Youtube and H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo who had been joining Garuda Siaga RI Facebook Page channel. The technique of collecting data was using free listening comprehension, video, and writing. The researcher took three of them as the subject. There are two kinds of instruments used in this research are observation and recorded. Observation with the passive observer where the writer used video recorder to record of the speech and also transcribing. The instrument was an indirect observation. The results showed that there were types of locutionary acts, illocutionary acts, perlocutionary acts, and functions of expressive speech acts consisting of expressing thanksgiving, complaining, praising, apologized and motivate.
Herman Herman, Helty Sinaga, Bertaria Sohnata Hutauruk
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, Volume 5, pp 29-36; doi:10.32923/sci.v5i1.1341

Abstract:
This study is aimed to investigate the students’ difficulties in using personal pronouns in writing recount text at grade eight of SMP Negeri 8 Pematangsiantar”. In this research, the problem is as follows: “What are the students’ difficulties in using personal pronouns in writing recount text at grade eight of SMP Negeri 8 Pematangsiantar?”. The objective is to find out the students’ difficulties in using personal pronouns at grade eight of SMP Negeri 8 Pematangsintar. To answer the problem above, the researcher intends to use the theories of Collins (2014), Siahaan (2007), Derewinka (1990), William (2005), Frank (1972). The methodology used in this research is the Qualitative research. The subject of this research is grade Eight of SMP Negeri 8 Pematangsiantar. The data collected by observation. After analyzing the data, the researchers found that there were three kinds of students’ difficulties in using personal pronouns in writing text, namely: Personal pronoun as subject (34%), personal pronouns as the object (24%), and personal pronoun as a possessive adjective (42%). It can be concluded that the students at grade eight of SMP Negeri 8 Pematangsiantar still have difficulties in using personal pronouns when they write a recount text based on their experience. The researchers suggest the students’ should memorize the kinds of personal pronouns so they can use it well.
Page of 20
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top