New Search

Advanced search
Export article
Open Access

Aktivitas Anticestoda In Vitro Metabolit Sekunder Daun Miana (Coleus blumei. Benth) terhadap Cacing Hymenolepis microstoma

Sciprofile linkYusuf Ridwan, Fadjar Satrija, Ekowati Handharyani
Published: 28 March 2020
Jurnal Medik Veteriner , Volume 3, pp 31-37; doi:10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.31-37

Abstract: Penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak daun miana (Coleus blumei. Benth) yang memiliki aktivitas anticestoda. Daun miana kering diekstraksi dengan metode yang sesuai untuk mendapatkan golongan senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Aktivitas anticestoda diukur dengan menghitung waktu kematian cacing Hymenolepis microstoma pada setiap golongan metabolit sekunder konsentrasi 10%. Hasil penelitian menunjukkan tanin memiliki aktivitas anticestoda yang kuat yang tidak berbeda dengan praziquatel sebagai anthelmintik komersial. Akivitas anticestoda flavonoid mirip dengan tanin akan tetapi aktivitasnya masih dibawah praziquatel. Alkaloid dan steroid memiliki aktivitas anticestoda yang lebih rendah dibandingkan dengan tanin dan flavonoid. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tanin sebagai senyawa metabolit sekunder yang paling aktif sebagai anticestoda dibandingkan flavonoid, alkaloid, dan steroid.
Keywords: Yang / Hymenolepis Microstoma / penelitian ini / Hasil Penelitian / senyawa metabolit sekunder / anticestoda

Scifeed alert for new publications

Never miss any articles matching your research from any publisher
  • Get alerts for new papers matching your research
  • Find out the new papers from selected authors
  • Updated daily for 49'000+ journals and 6000+ publishers
  • Define your Scifeed now

Share this article

Click here to see the statistics on "Jurnal Medik Veteriner" .
Back to Top Top