New Search

Advanced search
Export article
Open Access

TOKO MODERN SUATU KAJIAN TENTANG SOSIAL EKONOMI WARALABA / TOKO MODERN ( FOKUS KAJIAN DUA KECAMATAN TAROGONG KIDUL DAN KECAMATAN CILAWU KABUPATEN GARUT )

Sciprofile linkJajang Sugiat, Sciprofile linkDadang Syafarudin
Published: 29 February 2020
Eqien: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Volume 7, pp 93-101; doi:10.34308/eqien.v7i1.119

Abstract: Fenomena perkembangan toko modern di Kabupaten Garut cukup dinamis seriring dengan laju pertumbuhan penduduk Kab. Garut, seperti di kutip Media Online Nasional http://nasional.republika.co.id Kabupaten Garut Tidak seperti daerah lain yang menyetop penambahan minimarket, Kabupaten Garut justru menambah kuota minimarket. Hal ini dilakukan agar minimarket di kecamatan tumbuh secara merata, sebelumnya, kuota minimarket di Garut hanya 213 unit sesuai surat keputusan (SK) bupati tahun 2013. Mulai Desember 2015, kuotanya ditambah sebanyak 98 unit, akan tetapi berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 3 Tahun 2016, ada aturan yang harus dipenuhi, yaitu persyaratan administrasi tentang jarak antar minimarket dengan pasar tradisional. Selain jarak, pengusaha minimarket juga harus menjalin kemitraan dengan masyarakat sekitar. Sehingga, tercipta persaingain pasar yang sehat di lingkungan tersebut. Penerbitan izin minimarket juga membutuhkan rekomendasi berupa kajian lingkungan, izin mendirikan bangunan (IMB) dan sejumlah koordinasi dengan dinas-dinas terkait. Berdasarkan peraturan yang berlaku, pembangunan minimarket baru bisa dilakukan setelah izin dikeluarkan pemerintah. Penambahan kuota minimarket didasarkan atas kajian dan penghitungan teknis yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut. Beberapa hal yang mempengaruhi bertambahnya kuota minimarket, di antaranya luas wilayah Kabupaten Garut, jumlah penduduk, dan daya beli masyarakat juga termasuk keberadaan pedagang /toko/ warung kecil disekitarnya. Berdasarkan hasil kajian kami dilihat dari perspektif pelayanan, maka secara umum keberadaan Alfamart di kedua lokasi ( Kec. Tarogong dan Cilawu ) tersebut sudah baik seperti penetapan harga, lokasi toko, pelibatan tenaga kerja lokal dan jam operasional. Namun ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian diantaranya ; masih belum terjalinnya kerjasama kemitraan antara Alfamart dengan UMKM di daerah sekitar, kelengkapan sarana prasarana penunjang pelayanan yang belum memadai serta masa berlaku perpanjangan ijin operasional hendaknya di awasi untuk pemenuhan kembali syarat-syarat yang ditetapkan
Keywords: HAL / dengan / Seperti / daerah / kajian / Penduduk / Toko / Tarogong / Cilawu / kuota minimarket

Scifeed alert for new publications

Never miss any articles matching your research from any publisher
  • Get alerts for new papers matching your research
  • Find out the new papers from selected authors
  • Updated daily for 49'000+ journals and 6000+ publishers
  • Define your Scifeed now

Share this article

Click here to see the statistics on "Eqien: Jurnal Ekonomi dan Bisnis" .
Back to Top Top