Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam mengurangi penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di Kota Denpasar karena adanya Peraturan Walikota Denpasar No. 36/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pendekatan ini menganalisis kinerja kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Responden adalah petugas DLHK Kota Denpasar dan informan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada informan yang ditentukan berdasarkan kebutuhan penelitian ini. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pelaksana mengingatkan dan membagikan tas ramah lingkungan. Telah terjadi komunikasi dan sosialisasi kebijakan regulasi. Komunikasi internal pelaksana sangat baik dalam mensosialisasikan kebijakan. Kelompok sasaran mendukung aturan tersebut, sehingga pelaksanaan kebijakan berjalan dengan lancar dan sesuai ekspektasi. Ruang politik dan ekonomi membantu melaksanakan kebijakan ini. Keamanan dan budaya Bali memfasilitasi implementasi kebijakan.This study aims to analyze government policies to reduce the use of plastic bags in Denpasar City. This research is in Denpasar City because of Denpasar Mayor Regulation No. 36/2018. The research method used is a qualitative descriptive method with an inductive approach. This approach analyzes the performance of policies to reduce the use of plastic bags. Selection of informants using a purposive sampling method. The respondents were Denpasar City DLHK officials and community informants. The data collection technique was carried out by interviewing the informants determined based on the needs of this study. In this study, the data analysis technique used was data reduction, then continued with the presentation of the data and drawing conclusions. The results of the research found that implementers reminded and distributed environmentally friendly bags. There has been communication and socialization of regulation policies. The implementor's internal communication is very good in disseminating policies. The target group supports the rule, so that policy implementation runs smoothly and meets expectations. Political and economic space helps implement these policies. Balinese security and culture facilitate policy implementation.