New Search

Export article
Open Access

KONSEP SESAMAKU MANUSIA DALAM LUKAS 10: 25-37

Horbanus Josua Simanjuntak
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama , Volume 3, pp 43-53; doi:10.36972/jvow.v3i1.38

Abstract: “Siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan seorang ahli Taurat ini dilatarbelakangi oleh adanya pemahamannya tentang “sesamanya manusia” yang hanya terbatas pada orang Yahudi saja. Pemahaman seperti ini akan cenderung membatasi perilaku untuk mengasihi orang lain di luar satu ikatan hubungan tertentu. Bahkan praktek hidup primordial seperti ini dapat merusak kesKata kunci kurang atuan dan persatuan bangsa. Karena itu, diperlukan suatu kajian eksegetis tentang konsep “sesamaku manusia” dalam Lukas 10: 25-37, supaya mendapatkan konsep yang benar tentang sesama manusia. Penulis injil Lukas menunjukkan, konsep “sesama manusia” yang harus dikasihi tidak dibatasi oleh ikatan apapun, bahkan musuh atau yang memusuhipun harus dikasihi, seperti mengasihi diri sendiri. Dengan demikian, diharapkan setiap orang untuk mengasihi sesamanya manusia, seperti dirinya sendiri. Hal ini akan berdampak terhadap harmonisasi hubungan dengan siapa saja, sehingga dapat menjaga keutuhan, kesatuan dan persatuan, seperti satu bangsa.
Keywords: Saja / ini akan / dan persatuan / sesamanya manusia / DALAM LUKAS / untuk mengasihi orang

Scifeed alert for new publications

Never miss any articles matching your research from any publisher
  • Get alerts for new papers matching your research
  • Find out the new papers from selected authors
  • Updated daily for 49'000+ journals and 6000+ publishers
  • Define your Scifeed now

Share this article

Click here to see the statistics on "Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama" .
Back to Top Top